cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Bioedukatika
ISSN : 23386630     EISSN : 25415646     DOI : 10.26555
Core Subject : Education,
"JURNAL BIOEDUKATIKA" focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of Biology Education. The article published on the internal and external academic community UAD especially in Biology Education. "JURNAL BIOEDUKATIKA" publishes scholarly articles in biology education scope covering: biology curriculum, teaching biology, instructional media, and evaluation. Published article published is the article the results of research, studies or critical and comprehensive scientific study on important issues and current job descriptions included in the journal.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X.3 MELALUI MODEL GROUP INVESTIGATION (GI) PADA MATERI AVERTEBRATA DI SMA NEGERI I PAJANGAN TAHUN AJARAN 2011/2012 Efi Solina Fitri; Muhammad Joko Susilo
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2856.515 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v1i1.4082

Abstract

Pembelajaran yang didominasi guru dengan menggunakan media yang konvensional dapat berpengaruh dalam proses pembelajaran dikelas, begitupula yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelas X.3 SMA Negeri I Pajangan bahwa motivasi belajar siswa masih rendah, sehingga masih nampak pembelajaran yang kurang efektif dan belum sepenuhnya melibatkan siswa. oleh karena itu, solusi alternatif yang dapat digunakan sebagai solusi adalah menerapkan pembelajaran tersebut dengan model Group Investigation (GI) dengan tujuan untuk melihat kesesuaian model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat diterapkan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, melihat ketercapaian banyaknya siklus dalam proses ketecapaian pembelajaran dan melihat besarnya peningkatan motivasi belajar biologi siswa kelas X.3 melalui penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) pada materi pembelajaran avertebrata di SMA N I Pajangan tahun ajaran 2011/2012 .Penelitian ini merupakan penelitian tindakan Kelas yang dilakukan di SMA Negeri I Pajangan sebanyak 2 siklus dengan subyek penelitian adalah siswa kelas X.3 sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan tes obyektif. dengan perolehan data melalui observasi motivasi belajar siswa dan post test sebagai bentuk prestasi dari pengaruh motivasi belajar yang kemudian data dianalisis secara deskriptif. Penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat diterapkan sesuai dengan sintaks-sintaks pembelajaran, dan motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dengan perbaikan pembelajaran di siklus II dengan cara guru lebih mendekatkan dengan siswa dan memonitoring dengan baik. Dapat dilihat dari hasil peningkatan motivasi belajar siswa ialah motivasi belajar siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran meningkat pada siklus I 60,15% siswa aktif dan 77 ,82% pada siklus II. Berdasarkan peningkatan motivasi belajar siswa maka hasil dari belajar atau prestasi siswa juga mengalami peningkatan, yakni ditunjukkan dengan nilai rata-rata kelas post tes siswa pada siklus I sebesar 65,34 dan 81,45 pada siklus II, sehingga pembelajaran diberhentikan pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat terlaksana sesuai dengan sintaks sintaks pembelajaran, proses pembelajaran tercapai pada sebanyak 2 siklus, dan motivasi belajar siswa mengalami peningkatan terutama siswa kelas X.3.Kata kunci: Motivasi belajar, Group Investigation (GI), Avertebrata
Best Practice Pembelajaran IPA-Biologi dalam Rangka Membangun Karakter Siswa Kelas VIII A di SMP N 4 Bojong Ari Supriatun
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.863 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4110

Abstract

Pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia.Penelitian ini menggunakan deskripsi. Populasi yang digunakan seluruh siswa kelas VIII A dengan jumlah 24. Data diambil dari hasil observasi dan tes pada materi sistem pencernaan manakan di kelas VIII A SMP N 4 Bojong. Analisis data dengan deskripsi kwantitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pendekatan yang tepat dapat membantu menumbuhkan karakter dan memahamkan siswa atas materi yang diajarkannya. Melalui pengalaman pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik mampu memberikan perubahan karakter dalam hal sikap disiplin, jujur, tanggung jawab, dan percaya diri. Selama kurun waktu 3 bulan terdapat perubahan signifikan atas karakter tersebut, yaitu percaya diri siswa yang semula 20,83% menjadi 75%, tanggung jawab dari 54,17% menjadi 95,83%, kejujuran siswa dari 66,7% menjadi 87,5%, dan kedisiplinan siswa dari 58,3% menjadi 91,17%. Dampak lain, juga mempengaruhi pemahaman siswa dan ketuntasan belajarnya telah melebihi Kreteria Ketuntasan Minimum/KKM 75 yaitu 87,5% atau sebanyak 21 siswa dinyatakan diatas KKM dan hanya 3 siswa (12,5%) masih dibawah KKM.
Perbandingan Variasi Jarak Tempuh ke Sekolah terhadap Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang Septi Asri Lestari; Hendro Kusumo Eko Prasetyo Moro
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.285 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v3i1.4145

Abstract

SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang, berlokasi di daerah pinggiran kota Yogyakarta tepatnya di Dusun Duwet II, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo,dimana jarak tempuh siswa ke sekolah bervariasi dari yang terdekat hingga terjauh. Apakah variasi jarak tempuh ke sekolah dapat menentukan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak tempuh ke sekolah dari setiap siswa, dan membandingan variasi jarak tempuh tersebut terhadap prestasi belajar IPA siswa. Prestasi belajar IPA diukur dengan tes, dalam hal ini adalah nilai UAS (Ujian Akhir Sekolah). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif yang dilakukan di SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang dengan teknik dokumentasi dan wawancara kepada siswa sebanyak 24 orang pada Juni 2014 sampai Juli 2015. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa, perbedaaan jarak tempuh ke sekolah setiap siswa tidak menentukan prestasi belajar IPA siswa (siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2). Ada beberapa faktor yang lebih mempengaruhi prestasi siswa, diantaranya motivasi internal siswa, orang tua, serta keadaan ekonomi keluarga.
Persepsi dan Sikap Mahasiswa Pendidikan Biologi UMP Terhadap Mata Kuliah Multimedia Pembelajaran Arum Adita
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.925 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v4i2.5332

Abstract

Multimedia pembelajaran merupakan mata kuliah pilihan untuk membekali calon guru terhadap penguasaan teknologi pembelajaran. Hal ini sesuai dengan learning outcomes yang dirumuskan oleh pendidikan biologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bahwa lulusan yang diharapkan menjadi tenaga pendidik yang berinovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan biologi (kompetensi pedagogik ) Keberhasilan perkuliahan dapat dilihat dari persepsi dan sikap mahasiswa dalam pembelajaran multimedia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan sikap mahasiswa terhadap mata kuliah multimedia pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Biologi UMP berjumlah 32 orang yang mengambil mata kuliah multimedia pembelajaran pada tahun ajaran 2015/2016. Instrumen yang digunakan adalah angket dan dokumen. Instrumen yang digunakan memiliki alfa cronbach 0,83 yang berarti instrumen reliabel. Validasi dilakukan dengan expert judgement. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis deskriptif kuantitatif. Persepsi dan sikap mahasiswa terhadap pembelajaran multimedia dalam kategori cukup. Hal ini ditunjukkan dari rata-rata persepsi mahasiswa adalah 71,93 sehingga diperoleh presentase 64,2 % yang berarti persepsi mahasiswa berada dalam kategori cukup. Sikap peserta didik terhadap pembelajaran memiliki kriteria cukup ditunjukkan dengan persentase 72,19% dengan rata-rata skor 80,85.
Analisis Ketersediaan, Kondisi, dan Kendala dalam Penggunaan Media Komponen Instrumen Terpadu IPA di Sekolah Dasar Siska Angreni; Rona Taula Sari
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.619 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v5i2.7689

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan, kondisi dan kendala dalam pemanfaatan media Komponen Instrumen Terpadu (KIT) dalam pembelajaran IPA di SD Negeri Kec. Siulak Mukai dan SDN Kec. Siulak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian survei. Instrumen yang digunakan lembar observasi dan angket. Hasil penelitian ketersediaan media KIT IPA di SD Negeri Kecamatan Siulak Mukai lebih banyak daripada di SD Negeri Kecamatan Siulak, sedangkan kondisi media KIT IPA di SD Negeri Kecamatan Siulak lebih baik daripada di SD Negeri Kecamatan Siulak Mukai. Ketersediaan dan kondisi media KIT IPA di kedua kecamatan tersebut pada umumnya sudah memungkinkan untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Adapun kendala yang di alami dalam pemanfaatan media KIT IPA antara lain sulitnya memilih jenis alat yang akan digunakan serta keterampilan guru yang masih kurang dalam memanfaatkan media KIT IPA.Analysis of Availability, Condition, and Constraints in the Use of Integrated Component Media in Primary Schools.This research aims to analyze availability, condition and the obstacles for utilization the Integrated of Instrument Components media (KIT) the learning of science at Elementary schools in District Siulak Mukai and at Elementary schools in District  Siulak. The research applied a descriptive method which included survey forms. Instruments used observation sheets and quesioner. The result of the research  showed that the availability of Integrated Instrument Components media (KIT) of natural science at Elementary schools at District Siulak Mukai was much higher than at Elementary schools at District Siulak, while as the condition of Integrated Instrument Components media (KIT) of natural science at Elementary schools in District Siulak was better than at Elementary schools in District Siulak Mukai. The availability and condition of Integrated Instrument Components media (KIT) of natural science in both sub-districts are generally possible to be used in the learning process. The obstacles are founded in the utilization of Integrated Instrument Components media (KIT) of natural science, such as the difficulty in choosing equipment type which will be used. Then, teachers skills are still lack in utilizing the Integrated Instrument Components media (KIT) of natural science.
Analisis Vegetasi Strata Pohon di Sepanjang Sempadan Sungai Code Yogyakarta Hani Irawati
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.294 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies vegetasi strata pohon yang memiliki peranan paling penting berdasarkan rerata INPnya, Indeks keanekaragaman spesies strata pohon, dan pengaruh lingkungan abiotik yang terukur terhadap pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon di sepanjang sempa dan Sungai Code Yogyakarta. Pada penelitian ini digunakan tiga area kajian yaitu area kajian A (daerah ujung), area kajian B (daerah tengah), dan area kajian C (daerah akhir). Metode yang digunakan adalah metode Point Centered Quarted (PCQ). Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon terhadap faktor abiotik yang terukur adalah cluster dengan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian di sepanjang sempadan Sungai Code Yogyakarta diperoleh 31 spesies vegetasi strata pohon. Vegetasi strata pohon yang memiliki rerata INP tertinggi pada area kajian A (daerah ujung) yaitu Albizia falcataria (104.82%), Cocos nucifera L (93.44%), dan Swietenia mahagoni (17.95%). Area kajian B (daerah tengah) yaitu Albizia falcataraia (73.74%), Artocarpus integra Merr (28.50%), dan Cocos nucifera L (24.95%). Dan pada area kajian C (bagian akhir) yaitu Tectona grandis L (45.25%), Artocarpus integra Merr (34.43%), dan Leucaena leucocephala (24.42%). Rerata Indeks Keanekaragaman (Indeks Diversitas) pada area kajian A (daerah ujung) 1.36, area kajian B (daerah tengah) 1.77 dan area kajian C (daerah akhir) 1.89. Faktor lingkungan abiotik yang berpengaruh terhadap pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon adalah kelembaban udara, sedangkan suhu tanah, suhu udara, pH tanah, dan KPK tanah tidak berpengaruh.
Kandungan Antioksi dan Asam Askorbat pada Jus Buah-Buahan Tropis Novi Febrianti; Irfan Yunianto; Risanti Dhaniaputri
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.703 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v3i1.4130

Abstract

Tropical fruits are rich in nutrients and phytochemicals that benefit our health. As source of antioxidant, regular consumption of fruits will be useful in avoiding many degenerative diseases particularly caused by free radicals. The good effects of antioxidants vary from repairing tissue damages in respiratory system, excretory system as well as reproductive system. Ascorbic acid is one potent antioxidant that has been recorded for history. Known as Vitamin C, its concentration in fruits has been a primary consideration for people to choose what kind of fruit they are going to consume. This experiments result exhibited different levels of ascorbic acid in some topical fruits. Average concentration of ascorbic acid from the highest to lowest was obtained in orange, guava, apple, papaya, tamarind and mango with their contents of 96,8; 49,86; 49,57; 48,4 and 41,06 mg/100g, respectively. This result would be a baseline in setting the best fruit combination to obtain maximum effects of antioxidant.
Hubungan Antara Persepsi Kerja Kelompok dengan Hasil Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Biologi Berbasis Masalah Siswa Kelas XI SMAN 6 Kota Bengkulu Mareta Widiya
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.76 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v4i1.4737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara persepsi kerja kelompok dengan hasil pemecahan masalah dalam Pembelajaran Biologi Berbasis Masalah (PBM) siswa kelas XI IPA SMAN 6 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi.Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas XI IPA SMAN 6 Kota Bengkulu yang berjumlah 35 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dan rubrik penilaian. Angket digunakan untuk mengukur persepsi kerja kelompok dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), rubrik penilaian digunakan untuk mengukur hasil pemecahan masalah dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hubungan antara persepsi kerja kelompok dengan hasil pemecahan masalah dalam pembelajaran biologi berbasis masalah (PBM) dihitung dengan menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu rata-rata skor persepsi kerja kelompok dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah 76,37 sehingga tergolong kedalam kategori cukup. Sedangkan rata-rata skor hasil pemecahan masalah dalam model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah 245,43 dan tergolong kedalam kategori cukup. Tidak ada hubungan antara persepsi kerja kelompok dengan hasil pemecahan masalah dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) siswa kelas XI IPA SMAN 6 Kota Bengkulu.Kata kunci: Persepsi Kerja Kelompok, Hasil Pemecahan Masalah, Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)
Kemampuan Mahasiswa Calon Guru Biologi dalam Menyusun Scientific Papers Setiono Setiono; Nuryani Y Rustaman; Adi Rahmat; Sri Anggraeni
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.902 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v5i2.7070

Abstract

Kemampuan menyusun scientific papers dari hasil penelitian merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa calon guru biologi dalam menyusun scientific papers hasil investigasi di laboratorium. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa calon guru biologi (n=15). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi kemampuan membuat scientific papers dan pedoman wawancara. Adapun aspek yang dinilai dari kemampuan membuat scientific papers: mengonstruksi judul, membuat abstrak, menyusun pendahuluan, merancang metodologi penelitian, menyajikan hasil penelitian, menyajikan gambar yang ditampilkan, pembahasan dan kualitas sitasi yang digunakan di dalam scientific papers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam membuat scientific papers masih rendah, hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata persentase penguasaan kemampuan yang hanya 31%. Perlu ada upaya untuk mengembangkan kemampuan ini yang terintegrasi dengan program perkuliahan dalam upaya untuk mengembangkan kemampuan membuat scientific papers mahasiswa.The ability to construct a scientific papers from is one of the basic skills that must be owned by students. This study aims to determine the ability of prospective biology teacher in construct scientific papers of laboratory investigation. This research was conducted on prospective biology teacher (n = 15). The instrument used in this research is an observation sheet of the ability to construct a scientific papers. The aspects assessed from the ability to create a scientific papers are: ability to construct the title, to make an abstract, to prepare a preliminary, to design a research methodology, to present the results of research, to present the displayed images, the discussion and the quality of citation used in scientific papers. The results showed that the ability of students in construct scientific papers is still low, it can be seen from the average percentage of mastery skills that only 31%. There needs to be an effort to develop this capability that is integrated with the lecture program in an effort to develop students' scientific writing skills.
Analisis kelayakan kearifan lokal ikan larangan sebagai sumber belajar IPA Aldeva Ilhami; Riandi Riandi; Siti Sriyati
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.465 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i1.9564

Abstract

Pembelajaran IPA tidak dapat dipisahkan dengan konteks lingkungan termasuk di antaranya kearifan lokal. Kawasan ikan larangan merupakan salah satu kearifan lokal yang terletak di Sumatera Barat yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan kawasan ikan larangan sebagai sumber belajar IPA. Populasi penelitian adalah siswa dan guru di SMPN 2 Gunung Omeh, Kabupaten Lima puluh Kota. Sampel penelitian berjumlah 27 orang siswa dan 3 orang guru IPA. Teknik pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu siswa yang mengikuti pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal ikan larangan. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Angket terdiri dari lima aspek di antaranya kemudahan akses, keamanan, efisiensi waktu, biaya dan kesesuaian dengan materi ajar. Data dianalisis dengan menghitung jawaban angket responden kemudian dipersentasekan. Hasil penelitian menunjukkan kawasan ikan larangan memiliki persentase aspek kemudahan akses sebesar 71%, keamanan sebesar 75%, efisiensi waktu sebesar 50%, biaya sebesar 75% dan kesesuaian dengan materi ajar sebesar 89%. Simpulan penelitian bahwa kawasan ikan larangan tergolong kategori layak sebagai sumber belajar IPA. Rekomendasi penelitian ini adalah agar guru IPA dapat memanfaatkan kearifan lokal tersebut untuk pembelajaran IPA supaya lebih bermakna bagi siswa.Feasibility analysis of local wisdom ikan larangan as a science learning source. Science learning cannot be separated with the environmental context including local wisdom. Ikan larangan is one of the local wisdom located in West Sumatra related to environmental conservation. The purpose of this study is to determine the feasibility of Ikan larangan area as a source of science learning. The population and sample of the study were students and teachers at SMPN 2 Gunung Omeh Kabupaten Limapuluh Kota. The sample selection used purposive sampling technique which is the students followed the science learning based on the local wisdom of the Ikan larangan which numbered 27 students and 3 science teachers. The data collection instrument used a questionnaire. The questionnaire consisted of five aspects such as ease of access, security, time efficiency, cost and conformity with teaching materials. The data were analyzed by calculating of responden answers and then they were converted to percentage. The results showed that the Ikan larangan area has percentage of accessibility aspect 71%, security 75%, time efficiency50%, cost 75% and suitability with teaching materials 89%. The conclusion of this researchis the ikan larangan area was suitable for science learning. The implication of this research is that the science teacher can utilize the local wisdomfor science learning to create meaningful learning for the students.