cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
Pola Perubahan Urutan Asam Amino pada Hemaglutinin Virus H5N1 Indonesia Idar Idar; Soni Muhsinin; Umi Baroroh; Muhammad Yusuf
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.021 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n3.26314

Abstract

Wabah virus flu burung tipe A, H5N1 yang memiliki patogenisitas tinggi diketahui telah menginfeksi dan mematikan jutaan unggas di Indonesia sehingga menimbulkan kerugian yang besar secara ekonomi pada peternakan unggas.  Hemaglutinin pada virus ini merupakan salah satu faktor penentu patogenisitas virus. Selain itu, komponen virus ini rentan mengalami mutasi dan dapat menyebabkan pergeseran dan penataan ulang antigen virus sehingga tercipta clade virus yang baru. Kemudian peranan HA dalam penempelan virus ke sel inang menyebabkan HA ini menjadi target untuk pengembangan obat maupun vaksin. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan mencari pola urutan asam amino hemaglutinin yang khas pada H5N1 yang memiliki patogenisitas tinggi di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan urutan asam amino hemaglutinin H5N1 yang menginfeksi unggas di Indonesia mulai 2006 sampai 2016. Kemudian untuk mengetahui pola urutan asam amino hemaglutinin yang khas pada H5N1, dilakukan analisis penjajaran. Berdasarkan analisis tersebut dikethui bahwa urutan asam amino bagian loop hemagglutinin yang berada pada daerah asam amino posisi 341-346 memiliki pola –RRK-.
Optimasi Ekspresi Human Epidermal Growth Factor (h-EGF) Rekombinan dalam Escherichia coli BL21(DE3) dengan Variasi Media dan Konsentrasi Penginduksi Riyona Desvy Pratiwi
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.74 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n2.23824

Abstract

Epidermal growth factor (EGF) merupakan protein yang sangat penting dalam proliferasi, diferensiasi, dan pematangan sel. EGF sintetik atau recombinant human EGF (rh-EGF) telah digunakan secara klinis untuk mengatasi kondisi kekurangan EGF alami seperti mempercepat pemulihan luka pada penderita diabetes dan teravaksin untuk pengobatan kanker paru. Ekspresi rh-EGF dilaporkan tidak mudah karena protein ini sensitif terhadap proteolisis intraselular. Kondisi yang optimal sangat diperlukan untukekpsresi rh-EGF agar diperoleh protein dalam jumlah yang tinggi. Hingga saat ini, sejumlah studi ekspresi rh-EGF telah dilaporkan, namun harus difusi dengan protein peningkat solubilitas. Pada penelitian ini, rh-EGF berhasil diekspresikan, meskipun tanpa protein peningkat solubilitas. Ekspresi rh-EGF dikontrol oleh promotor T7 yang tergantung pada isopropil β-D-1-tiogalaktopiranosid (IPTG). Konsentrasi IPTG yang optimal menentukan keberhasilkan ekspresi protein yang diinduksinya. Ekspresi rh-EGF dilakukan dalam dua media, yaitu Luria Bertani (LB) dan Terrific Broth (TB) dengan kondisi non induksi dan induksi IPTG konsentrasi 0,1 mM; 0,5 mM; dan 1 mM. Lama induksi juga divariasikan, yakni 3 dan 6 jam. Konsentrasi rh-EGF tertinggi (0,21 mg/ml) diperoleh dengan ekspresi menggunakan TB yang induksi IPTG 0,5 mM selama 6 jam.
Identifikasi Dan Karakterisasi Profil Asam Lemak Virgin Coconut Oil Dengan Penambahan Ekstrak Etanol Kunyit Putih (Curcuma zedoaria Rosc.) Ni Pt. Pande Mirah Surya Dewi; Ni Wayan Bogoriani; Ni Made Suaniti
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.879 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n3.26288

Abstract

Hasil perkebunan kelapa di Provinsi Bali cukup banyak namun pemasarannya dalam bentuk produk diversifikasi masih belum maksimal, contohnya virgin coconut oil (VCO). Virgin coconut oil mempunyai harga jual tinggi serta berbagai manfaat di bidang kesehatan maupun kosmetik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar bilangan peroksida, asam lemak bebas, serta kapasitas antioksidan VCO dengan penambahan ekstrak etanol kunyit putih serta mengetahui profil asam lemak bebas VCO dengan penambahan ekstrak etanol kunyit putih. Metode penelitian ini adalah rancangan the pretest – posttest control group design dengan perlakuan 3 konsentrasi ekstrak etanol kunyit putih yaitu 5%, 10% dan 15% serta diukur pada awal, 1 minggu, 2 minggu, dan 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan kadar bilangan peroksida tidak terdeteksi pada semua sampel. Kadar asam lemak bebas VCO dengan penambahan ekstrak etanol kunyit putih berkisar pada (0,16 – 0,21%). Kapasitas antioksidan VCO dengan penambahan ekstrak etanol kunyit putih berkisar pada (0,94 – 13,83 mg/L GAEAC). Profil asam lemak VCO dengan penambahan ekstrak etanol kunyit putih adalah asam kaproat, asam kaprilat, asam kaprat, asam laurat, asam miristat, asam stearate, dan asam palmitat.
Pengaruh Persentase PVA-Alginat Beads Terhadap Tingkat Dekolorisasi Pewarna Sintetis Azo Menggunakan Konsorsium Bakteri Amobil Christina Ekawati Halim; Kezia Abib Yerah Tjandra; Venisa Yosephi; Agustin Krisna Wardani
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.535 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n2.23092

Abstract

Pewarna merupakan salah satu komponen dalam industri tekstil yang sangat penting. Salah satu senyawa pewarna seperti pewarna Azo pada limbah cair tekstil memiliki bahan pencemar yang berbahaya bagi lingkungan. Dekolorisasi pewarna menggunakan metode fisik dan kimia membutuhkan biaya yang tinggi dan masih menghasilkan hasil samping yang beracun, sehingga diperlukan pendekatan dekolorisasi menggunakan metode biologis yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan konsorsium bakteri seperti Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Konsorsium bakteri diimobilisasi menggunakan beads dengan variasi perbandingan PVA-alginat 8:1, 10:1, dan 12:1. Pengujian menunjukkan bahwa komposisi PVA dan alginat mempengaruhi kemampuan dekolorisasi pewarna sintetis azo. Parameter yang diuji antara lain kebocoran beads menggunakan spektrometri, tingkat swelling dengan mengukur diameter beads, serta tingkat dekolorisasi menggunakan spektormetri Perbandingan PVA-alginat 8:1 memiliki nilai persentase dekolorisasi paling besar (47,71%), tingkat kebocoran sel yang paling besar (O.D. 0,849), serta ukuran pori sebesar 6,306 μm. Perbandingan PVA-alginat 12:1 memiliki nilai persentase dekolorisasi yang paling kecil (36,99%), tingkat kebocoran sel sebesar (O.D) 0,733, dan ukuran pori sebesar 2,557 μm. Perbandingan PVA-alginat 10:1 menunjukkan tingkat dekolorisasi sebesar 42,71% dengan nilai swelling yang paling rendah (0,5 mm), ukuran pori sebesar 5,089 μm serta bentuk dan tingkat aglomerasi yang paling baik.  Perbandingan PVA-alginat 10:1 merupakan perbandingan terbaik yang dapat digunakan dalam mendekolorisasi pewarna sintetis azo.
Seskuiterpenoid Prostanterol dari Kulit Batang Dysoxylum excelsum Tri Mayanti; Achmad Zainuddin; Sylvia Rachmawati Meilanie; Euis Julaeha; Jamaluddin Al Anshori
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.012 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n2.26157

Abstract

Dysoxylummerupakan genus besar dari Famili Meliaceae yang terdistribusi di Indonesia. Beberapa spesies Dysoxylum telah dilaporkan mengandung senyawa seskuiterpenoid. Pada penelitian ini, satu senyawa seskuiterpenoid trisiklik, prostanterol (1) telah diisolasi kulit batang Dysoxylum excelsum. Senyawa 1 untuk pertama kali diisolasi dari tumbuhan tersebut. Struktur molekul senyawa 1 ditentukan melalui spektroskopi NMR 1D dan 2D yang dibandingkan terhadap data yang telah dilaporkan sebelumnya.
Implikasi Biogeografi dari Variasi DNA Mitokondria pada Suku Sunda Iman P. Maksum; Wanda Destiarani; Riezki Amalia; Salsabila Shofia; Rizky Rafi Rahmawan
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n2.29562

Abstract

Abstrak Suku Sunda menjadi salah satu suku mayoritas di Indonesia. Tetapi, karena tidak mempunyai ciri fisik yang khas seperti suku - suku yang lain, maka sulit untuk menentukan identitas suku Sunda dari segi fisiknya. Akibatnya, penelusuran sejarah dan perjalanan migrasi suku Sunda masih belum jelas. Oleh karena itu dibutuhkan pendekatan lain berupa data genetik yang dapat menggambarkan hubungan kekerabatan dan evolusinya. Analisis filogenetik urutan DNA mitokondria telah terbukti menjadi alat yang efektif untuk identifikasi seseorang dan juga dapat menunjukkan asal populasi yang berbeda. Urutan DNA mitokondria yang digunakan berada pada daerah hipervariabel I (HVI) karena tingkat variasinya yang tinggi. Pada penelitian ini, urutan DNA mitokondria yang berasal dari Kampung Baduy, Ciptagelar, Dukuh serta Kuta diisolasi, diamplifikasi untuk analisis delesi 9pb dan dikarakterisasi dengan enzim restriksi AluI danDdeI. Selain itu juga dilakukansequencingterhadap sampel Kampung Baduy dan Kuta untuk mengetahui pola migrasinya.Hasil analisis delesi 9pb dan adanya fragmen DNA hasil restriksi menunjukkan bahwa suku Sunda membawa marker Asia. Berdasarkan analisis varian dan haplogrup migrasi suku Sunda berawal dari barat ke timur,yang ditunjukkan oleh Kampung Baduy dengan haplogrup N9a6a yang lebihtua dibandingkan dengan haplogrup pada Kampung Kuta yaitu B5a
Optimasilisasi Waktu Fermentasi, Kadar Air dan Konsentrasi Cu2+ pada Produksi Lakase Trichoderma asperellum LBKURCC1 Secara Fermentasi Padat Batang Padi dalam Reaktor Labu Novia Sellyna; Miranti Miranti; Yuana Nurulita; Edy Saputra; Panca Setia Utama; Titania Tjandrawati Nugroho
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n1.26730

Abstract

Trichoderma asperellum LBKURCC1 adalah galur Trichoderma yang diisolasi dari tanah perkebunan cokelat di Riau yang mampu memproduksi lakase. Lakase merupakan enzim ligninolitik yang dapat mendegradasi lignin, sekaligus mengoksidasi senyawa fenol. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi produksi lakase T. asperellum LBKURCC1 secara fermentasi padat (SSF) menggunakan batang padi sebagai penginduksi lakase, di dalam reaktor labu sederhana. Optimasi parameter fermentasi (waktu fermentasi, kadar air dan konsentrasi Cu2+)dilakukan menggunakan Central Composite Design (CCD) dengan Response Surface Methodology  (RSM). Hasil ANOVA menunjukkan bahwa model quadratik dipilih, dengan persamaan regresi Y= 64,19 - 6,71 X1 + 6,93 X2 - 15,65 X1*X1 - 7,11 X2*X2 - 15,40 X3*X3. Waktu fermentasi, kadar air dan konsentrasi Cu2+ sebagai CuSO4.7H2O ditemukan memiliki efek signifikan (p-value<0,05) terhadap aktivitas lakase yang diproduksi. Kondisi optimal untuk produksi lakase dengan penginduksi batang padi, secara SSF dalam reaktor labu, adalah 7 hari fermentasi, kadar air 67% dan konsentrasi CuSO4.7H2O 0,046 g/L. Aktivitas lakase yang diperoleh pada kondisi optimum adalah 65,3±0,7 mU per gram batang padi. Meskipun hanya meningkatkan aktivitas lakase 2% dari aktivitas pada center point, kondisi optimum tetap membuat proses menjadi lebih ekonomis dan efisien, karena memperpendek waktu produksi dari 8 hari menjadi 7 hari, dan mengurangi konsentrasi penambahan Cu2+.
Sintesis Tetrapeptida PSWY dan PSKY Fase Padat dan Evaluasi Aktivitas Antioksidannya Rani Maharani; Siska Mulya Octavia; Achmad Zainuddin; Ace Tatang Hidayat; Dadan Sumiarsa; Desi Harneti; Nurlelasari Nurlelasari; Unang Supratman
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n3.32205

Abstract

Untuk mempelajari hubungan struktur dan aktivitas dari senyawa antioksidan PAGY, dua analog dari PAGY, PSWY and PSKY, disintesis dan dievaluasi aktivitas antioksidannya. SIntesis dari kedua analog dilakukan dengan metode sintesis peptida fase padat, mengikuti protocol sintesis PAGY dan analog sebelumnya. Strategi Fmoc diterapkan dalam sintesis dan kombinasi reagen HATU/HOAt digunakan dalam pembentukan ikatan peptida. PSWY dan PSKY diperoleh dengan rendemen berturut-turut 21,8% dan 98,9%. Kedua peptida dimurnikan dengan RP-HPLC preparatif. Peptida hasil pemurnian. dianalisis kemurniannya dengan RP-HPLC dan dikarakterisasi dengan HR-TOFMS, 1H- and 13C-NMR. Selanjutnya, kedua peptida diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH yang menunjukkan bahwa kedua peptida memiliki aktivitas penghambatan yang rendah dibandingkan dengan PAGY dan analog PSGY. Nilai IC50 untuk PSWY dan PSKY berturut-turut 3,079 dan 4,340 mg/mL. Penggantian glisin pada PSGY dengan triftofan (PSWY) dan lisin (PSKY) tidak dapat meningkatkan aktivitas antioksidannya. Meskipun terdapat fakta dari penelitian sebelumnya bahwa penggantian glisin pada PAGY dengan lisin (PAKY) dapat meningkatkan aktivitas antioksidannya, namun hal yang sama yang diterapkan pada PSGY tidak memberikan hasil yang serupa. Sepertinya, komposisi residu pada PSKY yang lebih polar dibandingkan dengan PAKY menjadi penyebab aktivitas antioksidan yang lebih rendah.
Studi Pengaruh Kulit Ari Psyllium dan Susu Full Cream Terhadap Kandungan Laktosa, Asam Laktat dan pH Cheese Cream Menggunakan Response Surface Method Agus Safari; Muhammad Fadhlillah; Saadah D. Rachman; Nenden I. Anggraeni; Frida F. Isnanisafitri; Safri Ishmayana
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n1.29135

Abstract

Cream cheese merupakan keju yang lunak bertekstur creamy yang diproduksi melalui koagulasi cream atau campuran susu dan cream dengan kultur bakteri asam laktat (BAL). Penambahan BAL ke dalam susu akan menggumpalkan protein berupa kasein karena terjadi fermentasi laktosa menjadi asam laktat sehingga susu menjadi asam dan kasein terkoagulasi. Penggumpalan kasein akibat fermentasi oleh BAL akan mempengaruhi viskositas dan tekstur yang menjadi kriteria dalam penentuan mutu pangan. Bahan penstabil perlu ditambahkan untuk menjaga sifat viskositas, konsistensi fisik, dan stabilitas produk. Kulit ari psyllium (Plantago ovata) mengandung hemiselulosa yang memiliki kapasitas menahan air hingga kira-kira 80 kali beratnya. Penambahan susu full cream dapat digunakan untuk meningkatkan rasa dan juga tekstur yang lebih padat pada produknya. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pemanfaatan kulit ari psyllium dan susu full cream dalam pembuatan cream cheese yang dioptimisasi dengan rancangan Response Surface Method (RSM) menggunakan desain Central Composite Design (CCD) untuk menghasilkan respon kadar laktosa, kadar asam laktat, dan nilai pH optimum. Metode yang digunakan yaitu pembuatan cream cheese yang dilakukan dengan penambahan starter Lactobacillus bulrgaricus kulit ari psyllium dan susu full cream sesuai rancangan RSM-CCD, penentuan kadar laktosa dengan metode ferrisianida basa, penentuan asam laktat dengan metode titrasi dan pengukuran nilai pH cream cheese dengan pHmeter. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar laktosa minimum agar laktosa yang digunakan sebagai substrat untuk pembentukan asam laktat lebih banyak maka penggunaan konsentrasi susu full cream 17,66% dan kulit ari psyllium 0,09% dengan kadar laktosa 0,82%; untuk menghasilkan kadar asam laktat maksimum maka penggunaan konsentrasi susu full cream 9,20% dan kulit ari psyllium 0,58% dengan kadar asam laktat 2,47%; sedangkan untuk dapat menghasilkan pH optimum penggumpalan kasein, maka dapat dilakukan penggunaan konsentrasi susu full cream sebesar 6,34% dan kulit ari psyllium sebesar 0,02%.
Perbedaan Kadar Flavonoid Total dari Black Garlic Tunggal dan Majemuk dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Dewa Ayu Ika Pramitha; Ni Nyoman Ayu Kartika Yani
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n2.27274

Abstract

Black garlic atau bawang hitam merupakan hasil fermentasi dari bawang putih segar (Allium sativum L.) yang difermentasi pada suhu tinggi selama beberapa waktu sehingga menghasilkan kandungan dan formulasi kimiawi baru. Black garlic sebagai salah satu bahan herbal yang dibutuhkan sebagai suplemen untuk menjaga stamina, dan vitalitas tubuh.  Black garlic mengandung senyawa bioaktif, seperti, fenol, flavonoid, piruvat, tiosulfat, S-allycysteine (SAC), dan S-allymercaptocysteine (SAMC). Dalam penelitian ini, perbedaan kadar flavonoid total black garlic tunggal dan majemuk telah ditentukan. Kadar flavonoid total pada black garlic tunggal dan majemuk diuji dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Kadar flavonoid total black garlic tunggal memiliki kadar lebih tinggi sebesar (2,851 ± 0,346) µg QE/100 g dan kadar flavonoid total black garlic majemuk sebesar (1,976 ± 0,188) µg QE/100 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kadar flavonoid total black garlic tunggal dan majemuk dengan nilai p <0,05.