cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
Senyawa Santon Terisoprenilasi dari Kulit Batang Cratoxylum arborescens dan Aktivitas Sitotoksiknya Terhadap Sel HeLa Jemima Syahrotul Iffah; Mulyadi Tanjung; Tjitjik Srie Tjahtjandarie; Ratih Dewi Saputri; Muhammad Fajar Aldin
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n2.28439

Abstract

Cratoxylum arborescens merupakan salah satu tumbuhan endemik Indonesia dari kelompok famili Hypericaceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menentukan struktur senyawa santon terisoprenilasi yang terdapat pada kulit batang C. arborescens, serta menentukan aktivitas antikanker senyawa santon terisoprenilasi terhadap sel kanker rahim (HeLa). Ekstraksi dan isolasi senyawa santon terisoprenilasi dari kulit batang C. arborescens menggunakan metanol dengan metode maserasi pada suhu kamar. Pemisahan dan pemurnian dilakukan menggunakan kromatografi kolom gravitasi dan kromatografi radial menghasilkan senyawa 2,8-diisoprenil-1,3-dihidroksi-6,7-dimetoksisanton (1) dan fuskasanton C (2). Struktur senyawa santon terisoprenilasi ditetapkan berdasarkan analisis spektroskopi, meliputi UV, IR, 1D dan 2D NMR. Uji aktivitas sitotoksik senyawa 1-2 terhadap sel HeLa memperlihatkan nilai IC50 sebesar 116 dan 12 µg/mL.
Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etil Asetat Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) Terhadap Sel Kanker Leukemia L1210 Susanto Susanto; Ermin Katrin Winarno
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n1.26254

Abstract

Kanker merupakan penyakit yang menyebabkan tingkat kematian paling tinggi di dunia. Sel kanker merupakan sel yang pertumbuhannya tidak terkontrol dan berkembang di dalam jaringan sel tubuh. Kandungan flavonoid dan sifat antioksidan yang tinggi dari daun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) dapat digunakan sebagai pengobatan terapi kanker. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan aktivitas sitotoksik  G. ulmifolia Lamk terhadap sel leukemia L1210. Daun G. ulmifolia kering dimaserasi secara bertahap menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol. Masing-masing ekstrak yang diperoleh dievaluasi aktivitas sitotoksisitasnya terhadap sel leukemia L1210. Ekstrak paling aktif difraksinasi menggunakan kromatografi kolom dengan berbagai pelarut yang sesuai. Selanjutnya semua subfraksi yang diperoleh diuji aktivitas sitotoksiknya dan dianalisis dengan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) untuk mengetahui bentuk kromatogranya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil setat memiliki nilai IC50 paling kecil diantara ekstrak yang lain, yaitu sebesar 6,23 µg/mL. Fraksinasi ekstrak etil asetat diperoleh (1-8) fraksi dengan fraksi 4 memiliki aktivitas paling tinggi yang  berpotensi sebagai anti kanker dengan nilai IC50 sebesar 2,67 µg/mL. Analisis fraksi 4 etil asetat G ulmifolia menggunakan KCKT menunjukkan bahwa kandungan utama adalah flavonoid.
Uji Aktivitas antioksidan dan Analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) Fraksi Etil Asetat Daun Purun Tikus (Eleocharis dulcis) Ridhana Fitriani; Kholifatu Rosyidah; Tafiqur Rohman
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n3.32204

Abstract

Salah satu tumbuhan yang banyak terdapat di lahan rawa Kalimantan Selatan yaitu purun tikus (E. dulcis). Penelitian ini betujuan untuk menentukan nilai IC50 dari uji aktivitas antioksidan fraksi etil asetat daun purun tikus (E. dulcis) dan kandungan senyawa. Proses ekstraksi menggunakan pelarut metanol selanjutnya dipartisi dengan pelarut n-heksana dan etil asetat. Fraksi etil asetat yang diperoleh sebesar 22,18%. Nilai IC50 fraksi etil asetat sebesar 55,64 ppm sedangkan nilai IC50 dari pembanding vitamin C sebesar 7,07 ppm. Berdasarkan gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) diketahui bahwa fraksi etil asetat terdapat tiga senyawa utama yaitu senyawa metil 14-metil pentadekanoat, mentol, p-metil benzaldehida.
Pembentukan Karbon Konduktif dari Sekam Padi dengan Metode Hidrotermal Menggunakan Larutan Kalium Karbonat Solihudin Solihudin; Rustaman Rustaman; Haryono Haryono
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n1.25076

Abstract

Sekam padi, produk sampingan di penggilingan padi, adalah salah satu sumber karbon, berlimpah, terbarukan dan murah. Komponen utama sekam padi adalah selulosa (38%), hemi-selulosa (18%), lignin (22%), dan silika. Sekam padi mengandung senyawa organik tinggi, berpotensi untuk digunakan sebagai bahan dasar karbon berpori. Pembentukan karbon berpori dari sekam padi dilakukan melalui pelarutan silika dari arang sekam padi menggunakan larutan kalium karbonat dengan proses hidrotermal. Pada proses hidrotermal ini dilakukan dengan variasi rasio mol kalium karbonat terhadap silika (1:1, 1,5:1, 2:1, 2,5:1. dan 3:1) serta varasi waktu 1, 2, 3, dan 4 jam. Karbon yang mempunyai kadar abu terendah kemudian di kalsinasi pada suhu 500, 700, dan 900°C. Pelarutan silika yang paling efektif menggunakan larutan kalium karbonat yaitu pada perbandingan 3: 1 dengan suhu 120oC selama 2 jam. Semakin tinggi suhu kalsinasi konduktivitas karbon meningkat dan kondutivitas tertinggi diperoleh pada karbon dikalsinasi pada suhu 900 °C selama 2 jam dengan konduktivitas 17,29 S.m-1.
Phytochemical Screening and Total Phenolic Compounds of Red Ginger (Zingiber officinale) and Secang Wood (Caesalpinia sappan) As Preliminary Test of Antiarthritis Rizka Tazky Amalia; Tukiran Tukiran; Fauzia Indah Sabila; Suyatno Suyatno
Chimica et Natura Acta Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v9.n1.34230

Abstract

Rheumatoid arthritis is an auto-immune disease that causes chronic inflammation occurs of the joints. Rheumatoid arthritis is characterized by the the overproduction of proinflammation cytokines such as TNF-α and IL-1. The phenolic compounds mainly anthocyanin and elagitanin have TNF-α inhibition activity that induces cyclooxygenase-2 expressions that cause inflammation. Phytochemical screening showed that ethanol extract of red ginger contains alkaloids, phenolics, flavonoids, tannins, terpenoid, and steroids while ethanol extract of secang wood contains alkaloids, phenolics, flavonoids, tannins, and terpenoid. This research aims to identify the secondary metabolite qualitatively and total phenolic compunds on red ginger and secang wood with Folin-Ciocalteu method. Total phenolic compounds are defined as the Gallic Acid Equivalent (GAE). The results showed that the total phenolic compunds of red ginger and sappan wood were 21.90 mg GAE/g extract and 27.65 mg GAE/g extract, respectively. The phenolic compounds in red ginger and secang wood have the potential as antiarthritic.
Adsorbsi Metanil Kuning Menggunakan Hidrogel Pati Bonggol Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. Ambon) Ummi Zahra; Samsinar Samsinar; Sitti Chadijah; Arfiani Nur
Chimica et Natura Acta Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v9.n1.34378

Abstract

Limbah industri masih terus menjadi permasalahan, terkait pemanfaatan dan pengolahannya. Salah satu limbah yang sulit untuk diuraikan adalah zat pewarna metanl kuning, Zat tersebut berdampak menganggu ekosistem lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan asorbsi pada zat pewarna metanil kuning menggunakan hydrogel yang disintesis dari pati bonggol pisang ambon (M. paradisiaca var. Ambon). Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah, ekstraksi pati pada bonggol pisang, sintesis hydrogel, karakterisasi hydrogel menggunakan FTIR dan monitoring adsorbsi zat pewarna metanil kuning menggunakan spektrofotometer  UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan beberpa gugus fungsi antara lain O-H, C-H, N-H dan C-O dan penambahan gugus fungsi N=N and S=O groups pada hidrogel yang telah diadsorbsikan dengan metanil kuning. Adapun penyerapan hydrogel pada konsentrsi 200 ppm menghasikan nilai degradasi sebesar 30,62%. 
Pengaruh Waktu dan Suhu Perkecambahan Terhadap Karakteristik Tepung Kecambah Sorgum Kultivar Lokal Bandung Endah Wulandari; Mohamad Djali; Gradelia Gusti Rahayu
Chimica et Natura Acta Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v9.n1.32030

Abstract

Sorgum merupahan komoditas lokal yang mempunyai potensial untuk mengantikan penggunaan tepung terigu, namun sorgum mengandung senyawa antinutrisi yaitu tannin yang dapat menimbulkan sifat organoleptik yang kurang baik sehingga kurang disukai. Perkecambahan dapat menghilangkan senyawa antrinutrisi sehingga dapat mempertahankan mutu protein. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan waktu perkecambahan dan suhu perkecambahan untuk menghasilkan tepung kecambah sorgum yang baik. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama adalah suhu perkecambahan (A) dengan 2 taraf yaitu A1 = 25°C dan A2 = 35°C. Faktor kedua adalah waktu perkecambahan (B) dengan 3 taraf yaitu yaitu B1 = 12 jam, B2 = 24 jam dan B­3 = 36 jam.  Hasil pengamatan menunjukan bahwa waktu perkecambahan 36 jam merupakan waktu perkecambahan yang tepat karena dapat mempengaruhi penurunan kadar abu dan kadar lemak, meningkatkan kadar protein, meningkatkan nilai swelling power, kelarutan dan kapasitas penyerapan lemak. Suhu perkecambahan 35°C merupakan suhu perkecambahan yang tepat karena dapat mempengaruhi peningkatan kadar protein, peningkatan nilai swelling power, kelarutan dan kapasitas penyerapan lemak. Kombinasi antara suhu perkecambahan 35°C dan waktu perkecambahan 36 jam merupakan kombinasi yang tepat karena dapat mempengaruhi peningkatan kadar protein, swelling power dan kelarutannya.
Sintesis Senyawa 5-(4'-Metoksibenzilidena)imidazolidina-2,4-dion Melalui Reaksi Kondensasi 4'-Metoksibenzaldehida dan Imidazolidina-2,4-dion dengan Katalis Amonium Asetat Ika Wiani Hidayat; Adhitthana Wiguna; Ayu Andini; Fahmi Faturahman; Muhamad Naufal; Rismawati Rismawati; Dadan Sumiarsa; Rani Maharani
Chimica et Natura Acta Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v9.n1.32727

Abstract

Senyawa 5-benzalhidantoin dan turunannya merupakan suatu senyawa bioaktif yang memiliki berbagai sifat terapeutik, diantaranya sebagai agen antikonsulvan, antibakteri, antikanker dan antijamur. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa tersebut dapat disintesis dengan berbagai cara diantaranya dengan reaksi Knoevenagel antara aldehid aromatik dengan hidantoin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyintesis 5-(4′-metoksi-benzal)hidantoin melalui reaksi kondensasi dengan menggunakan metode baru berkatalis amonium asetat serta membandingkan hasilnya dengan prosedur kondensasi metode Eli-Lilly dan Wheeler-Hoffmann. Senyawa hidantoin direaksikan dengan 4-metoksibenzaldehid dalam asam asetat glasial dengan katalis amonium asetat lalu direfluks dan diaduk dengan magnetic stirrer selama 8-12 jam. Campuran reaksi dinetralkan dengan penambahan natrium bikarbonat lalu diaduk selama 10 menit setelah itu disaring. Produk dimurnikan dengan pencucian menggunakan air dingin dan metanol dan setelah itu produk dikeringkan. Produk yang sudah kering diuji titik lelehnya dan diidentifikasi dengan spektroskopi UV, FTIR, 1H-NMR, 13NMR dan serta dibandingkan dengan 5-(4′-metoksi-benzal)hidantoin standar. Hasil dari percobaan diperoleh senyawa 5-(4′-metoksi-benzal)hidantoin dengan rendemen 88%  dan titik leleh 255,5˚C.
Karakteristik Kimia Minuman Sari Tempe-Jahe Dengan Penambahan Carboxy Methyl Cellulose dan Gom Arab pada Konsentrasi Yang Berbeda Julfi Restu Amelia; Intan Nurul Azni; Iman Basriman; Firda N.W. Prasasti
Chimica et Natura Acta Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v9.n1.33038

Abstract

Tempe dapat diolah menjadi produk  minuman dan dapat dicampurkan dengan bahan  lain, seperti jahe. Minuman sari tempe-jahe memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Pembuatan minuman sari tempe-jahe memerlukan penambahan bahan penstabil untuk meningkatkan stabilitas dan viskositas produk. Bahan penstabil tersebut memiliki reaksi yang berbeda dengan bahan lainnya dan akan memberikan karakteristik kimia yang berbeda-beda pula pada minuman sari tempe-jahe, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh penstabil (CMC dan gom arab) yang diberikan terhadap karakteristik kimia minuman sari tempe jahe. Perlakuan konsentrasi penstabil CMC dan gom arab yang diberikan pada penelitian yaitu sebesar 0%, 0,25% dan 0,5%. Hasil penelitian menujukkan bahwa  CMC dan gom arab pada konsentrasi 0%, 0,25% dan 0,5% terhadap minuman sari tempe jahe memberikan pengaruh yang  berbeda nyata pada Sig. < 0.05 terhadap kadar protein (gom arab 0,5%) dan nilai pH (gom arab 0,5%), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu dan kadar karbohidrat. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perlakuan menghasilkan mutu terbaik produk adalah penambahan gom arab pada konsentrasi 0,5%, dengan nilai kadar abu sebesar 0,41%, kadar protein sebesar 10,49%, kadar karbohidrat sebesar 3,44%, dan pH sebesar 6,83.
Aktivitas Antioksidan dan Profil Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Kulit Batang Alkesa (Pouteria campechiana) Tarso Rudiana; Dimas Danang Indriatmoko; Dede Rohim
Chimica et Natura Acta Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v9.n1.33567

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat meredam radikal bebas. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami adalah Alkesa (Pouteria campechiana). Tanaman P. campechiana mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tanin katekat, monoterpen, dan seskuiterpen. Senyawa flavonoid dan fenolik dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit batang P. campechiana dan profiling  senyawa metabolit sekunder pada ekstrak teraktifnya. Kulit batang P. campechiana diekstraksi secara bertahap dengan menggunakan pelarut organik dengan berbagai tingkat kepolaran diantaranya n-heksana, etil asetat, dan metanol. Masing-masing ekstrak dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Ekstrak metanol memiliki aktivitas antioksidan terbaik dengan nilai IC50 sebesar73,89 ppm, diikuti oleh ekstrak etil asetat dan n-heksana dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 84,03 dan 339,10 ppm. Bedasarkan analisis LCMS/MS Ekstrak metanol mengandung senyawa kafein dan acaciin.