cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
Sintesis Bahan Monoklinik Zirkonia Berukuran Nano dari Prekursor Zirkonium Klorida Menggunakan Templat Polietilen Glikol Rifki Septawendar; Eneng Maryani
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n1.27291

Abstract

Monoklinik (m-) ZrOmerupakan fasa ZrO2 yang paling stabil dan dapat ditemukan pada suhu kamar. Penelitian terkini memperlihatkan kemungkinan aplikasi m-ZrO2 berukuran skala nano ataupun mikro di bidang elektronik, katalis, dan lingkungan. Di dalam penelitian ini, bahan m-ZrO2 berukuran nano telah berhasil disintesis dari larutan prekursor ZrCl4 dengan poletilen glikol (PEG) sebagai templat menggunakan metode aging ultrasonik. Larutan prekursor prekursor ZrCl4 diatur pH-nya pada pH 9 menghasilkan gel Zr(OH)4·xH2O, selanjutnya dicampurkan dengan PEG pada suhu 80°C dibawah pengaruh ultrasonik selama 2 jam, menghasilkan endapan putih. Perbandingan mol PEG/Zr divariasikan pada nilai 0,067, 0,133, dan 0,167. Endapan yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi dengan alat FT-IR, dan dikalsinasi pada suhu 900°C. Produk kalsinasi selanjutnya dianalisis secara mineralogi dan mikrostruktur. Dalam penelitian ini, perlakuan ultrasonik membantu proses interaksi antara prekursor Zr dengan polimer PEG melalui ikatan hidrogen selama proses sintesis zirkonia berlangsung, yang dikonfimasi dengan puncak spektrum FT-IR pada bilang gelombang 3218,69 1/cm. Bahan ZrO2 yang dikalsinasi pada suhu 900°C terdiri atas 94,8% fasa monoklinik dan 5,2% fasa tetragonal. Sampel ZrO2 dengan berbagai perbandingan mol PEG-6000/Zr pada suhu kalsinasi 900°C memperlihatkan morfologi aglomerasi memanjang menyerupai bentuk batangan. Peningkatan perbandingan mol PEG-6000/Zr belum memberikan pengaruh berarti terhadap bentuk mikrostruktur ZrO2 yang dihasilkan.
Pembuatan Material Komposit Penjernih Air dari Campuran Perlit dan Cangkang Pensi Rahmiana Zein; Risa Oktaviani; Megita Febiola; Nurul Annisyah; Matlal Fajri Alif; Zilfa Zilfa
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n3.31564

Abstract

Material penjernih air dari komposit campuran perlit dan cangkang pensi telah diuji pada perbaikan kualitas air sungai Batang Muaro Kasang, Padang, Sumatera Barat. Parameter air yang dianalisis pada penelitian ini diantaranya fosfat, nitrat, nitrit, BOD, COD, TSS, dan warna. Percobaan dilakukan dengan metoda batch untuk menguji pengaruh perbandingan massa campuran perlit dan cangkang pensi, volume air dan waktu kontak. Hasil analisis menunjukan perbandingan massa komposit (campuran perlit dan cangkang pensi) yang optimum untuk penurunan kadar fosfat, nitrat, dan warna yaitu (20:10) g pada volume air sungai 50 mL dan waktu kontak 60 menit dengan persen penurunan kadar fosfat (66, 92%), nitrat (78,41 %), warna (93,8 %). Sedangkan untuk BOD, COD, nitrit, dan TSS yaitu (20:15) g pada volume air sungai 50 mL dan waktu kontak 60 menit dengan persen penurunan kadar BOD (97,45%), COD (76,10%), nitrit (99,73%) dan TSS (91,95 %). Dari data analisis komposisi kimia komposit dengan XRF menunjukkan terjadinya penurunan kadar CaO sebesar 10,708 %, sedangkan untuk SiO2 terjadi peningkatan sebesar 10,003 % dan Al2O3 sebesar 2,141 %.  Analisis gugus fungsi yang terdapat pada komposit dengan FT-IR menunjukkan terjadinya pergeseran pada angka gelombang dari 3638,72 cm-1 ke 3315,99 cm-1 yang menandakan hilangnya gugus fungsi amina.
Karakterisasi Komposisi Mineral Mud Vulcano Desa Napan Kawasan Perbatasan Republik Indonesia – Republic Democratic Timor Leste dan Potensi Pemanfaatannya Gebhardus Djugian Gelyaman; Eduardus Edi
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n2.29514

Abstract

Penelitian karakterisasi kimia terhadap lumpur volcano (mud volcano) desa Napan yang merupakan kawasan perbatasan negara Indonesia dan Timor Leste telah dilakukan. Karakterisasi dilakukan menggunakan instrumentasi XRD, FTIR, XRF. Karakterisasi bertujuan untuk mengetahui komposisi mineral-mineral dalam lumpur sehingga dapat mengeksplorasi potensi pemanfaatan lumpur tersebut didasarkan pada studi literatur riset-riset sejenis yang telah dilakukan. Hasil karakterisasi memperlihatkan penyusun lumpur adalah Cr2O3, Re2O7, ZnO, V2O5, Rb2O, CuO, ZrO2, BaO, SrO, MnO, TiO2, CaO, K2O, Al2O3, Fe2O3, SiO2 yang menyusun mineral-mineral besar yaitu kaolinit, gibsit, kuarsa, kristobalit, ilit, hematit, alumina (corundum). Terdapat tiga mineral yang mendominasi kandungan lumpur yaitu SiO2 (52%) dikuti Fe2O3 (±20,55%) dan Al2O3 (± 15,5%).  Lumpur tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti subtituen semen, adsorben, katalis, sumber silika, zeolite, briket, silika gel dan aerogel.
Sintesis Tetrapeptida Antioksidan TKPS dengan Metode Fasa Padat Nety Kurniaty; Predi Mubarok
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n2.30345

Abstract

Senyawa tetrapeptida antioksidan threonin-lysin-prolin-serin (TKPS) merupakan salah satu derivat hasil isolasi dari jamur Tolypocladium inflatum dan telah berhasil disintesis menggunakan metode solid-phase peptide synthesis (SPPS). Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis senyawa tetrapeptida TKPS dengan metode SPPS dan mengetahui aktivitas antioksidan senyawa tetrapeptida hasil sintesis dengan uji DPPH. Tetrapeptida TKPS disintesis menggunakan strategi SPPS pada resin 2-klorotritilklorida sebagai padatan penyangga, strategi gugus pelindung Fmoc, dan penggunaan reagen kopling HBTU/HOBt. Padatan TKPS berhasil dimurnikan menghasilkan TKPS sebanyak 111,4 mg. Setelah dimurnikan, TKPS dikarakterisasi dengan HR-TOF-MS yang memberikan nilai m/z [M+H]+ 431,2588 yang sesuai untuk TKPS. Uji aktivitas antioksidan dilakukan pada TKPS dengan nilai IC50 sebesar 4,039 mg/mL.
Upaya Optimasi Sintesis Pentapeptida Leu-Ala-Asn-Ala-Lys dengan Pengurangan Nilai Loading Resin Rani Maharani; Dessy Yulyani Kurnia; Ace Tatang Hidayat; Jamaludin Al-Anshori; Dadan Sumiarsa; Desi Harneti; Nurlelasari Nurlelasari
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n1.28671

Abstract

SCAP1 (Saccostrea Cucullata Antioxidant Peptide 1) dengan urutan asam amino LANAK (Leu-Ala-Asn-Ala-Lys) merupakan pentapeptida yang diisolasi dari hidrolisat tiram dan diketahui memiliki aktivitas antioksidan dengan scavenging radikal DPPH sebesar 83,79 ± 0,53%. Peptida ini telah berhasil dibuat dengan metode sintesis peptida fase padat dengan persen rendemen 8,28%. Rendahnya persen rendemen yang diperoleh disebabkan karena adanya dua residu Ala serta 1 residu Asn yang dapat menyebabkan agregasi. Nilai loading resin yang terlalu besar juga menjadi salah satu penyebab terbentuknya agregasi karena loading resin dilakukan selama 15 jam. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis senyawa SCAP1 dengan pengurangan nilai loading resin. Untuk meningkatkan persen rendemen dari penelitian sebelumnya, pada penelitian ini dilakukan optimasi sintesis terhadap SCAP1. Sintesis dilakukan dengan pengurangan nilai loading resin dengan cara mempersingkat waktu loading resin menjadi 4 jam. Senyawa SCAP1 hasil sintesis memiliki massa crude sebesar 119,5 mg dan berhasil dimurnikan menggunakan RP-HPLC preparatif dengan massa murni 10,6 mg dan rendemen 16%. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengurangan loading resin meningkatkan rendemen SCAP1 dari 8,28% menjadi 16%.
Uji Efektivitas Formula E-Liquid Minyak Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L.) sebagai Repelan terhadap Aedes aegypti Aji Achmad Saputra; Dikdik Mulyadi; Lela Lailatul Khumaisah
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n3.26257

Abstract

Formulasi e-liquid berbahan minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus L.), analisis minyak sereh wangi dan e-liquid dengan GC-MS dan uji aktivitas e-liquid sebagai repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti telah dilakukan. Minyak sereh wangi digunakan sebagai bahan tambahan e-liquid karena mengandung senyawa minyak atsiri berupa sitronelol, sitronelal dan geraniol yang memiliki kemampuan sebagai repelan terhadap nyamuk, sehingga diharapkan asap yang keluar dari e-liquid dapat menolak nyamuk. Konsentrasi minyak sereh wangi yang dibuat untuk formulasi e-liquid terdiri dari 0,25; 2,5; 5 dan 10%. Hasil uji efektivitas repelan e-liquid selama satu jam pengamatan diperoleh nilai 100% pada konsentrasi 10%.  Hasil analisis GC-MS diketahui bahwa pada minyak sereh wangi maupun e-liquid terdapat 3 senyawa di atas sehingga berpotensi sebagai repelan (penolak nyamuk). Uji aktivitas e-liquid sebagai repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti dilakukan dengan variasi konsentrasi 0,25; 2,50; 5 dan 10% selama 24 jam pengamatan. Persentase kematian rata-rata nyamuk pada konsentrasi tertinggi sebesar 33% dengan nilai LC50 13% dan nilai LT50 62 menit.
7-hidroksi-6-metoksi Kumarin (Skopoletin) dari Ekstrak Metanol Kulit Batang Chisocheton cumingianus (Meliaceae) Nurlelasari Nurlelasari; Tiara Prima Amalya; Euis Julaeha; Desi Harneti P. Huspa; Rani Maharani; Darwati Darwati; Unang Supratman
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n2.29563

Abstract

Keanekaragaman hayati hutan tropis Indonesia merupakan sumber senyawa organik bahan alam seperti limonoid, triterpenoid, seskuiterpenoid, steroid, serta senyawa-senyawa fenolik yang struktur molekulnya beragam dan menunjukkan bioaktivitas yang menarik. Salah satu senyawa yang menarik diteliti adalah senyawa fenolik karena memiliki keberagaman baik fungsi maupun strukturnya. Senyawa fenolik pada tumbuhan dapat dijumpai pada famili Meliaceae. Genus Chisocheton merupakan salah satu tumbuhan dari famili Meliaceae yang memiliki sekitar 53 spesies, diantaranya adalah Chisocheton cumingianus. Chisocheton yang telah banyak diteliti memiliki aktivitas antikanker, antimalaria, antivirus, anti-oksidan, anti-inflamasi, anti-insektisida dan antimikroba. Senyawa-senyawa yang telah banyak diisolasi meliputi limonoid, triterpenoid, dan steroid. Pada paper ini akan disampaikan elusidasi struktur senyawa skopoletin dari kulit batang C. cumingianus. Senyawa skopoletin ini diperoleh dari serbuk kulit batang C. cumingianus yang diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan n-heksana, etil asetat, dan metanol yang selanjutnya dipekatkan hingga diperoleh ekstrak pekat. Ekstrak metanol dipisahkan serta dimurnikan dengan berbagai teknik kromatografi hingga diperoleh senyawa skopoletin yang berwarna kuning pucat  (9,1mg). Struktur molekul senyawa hasil isolasi ditentukan dengan metode spektroskopi IR, 1H-NMR, 13C-NMR, dan DEPT serta dibandingkan dengan literatur, maka disimpulkan bahwa isolat F4 merupakan senyawa 7-hidroksi-6-metoksi kumarin (skopoletin).
Optimisasi Viskositas Cream Cheese dengan Penambahan Kulit Ari Psyllium (Plantago ovata) dan Susu Full Cream Muhammad Fadhlillah; Agus Safari; Saadah Diana Rachman; Frida F. Isnanisafitri; Safri Ishmayana
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n3.32203

Abstract

Cream cheese merupakan keju yang lunak yang biasanya diproduksi melalui proses koagulasi dengan penambahan kultur starter bakteri asam laktat (BAL) yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi asam.  Sifat unik kulit ari psyllium menjadi perhatian dalam menghasilkan produk pangan fungsional. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan kondisi optimum penambahan kulit ari psyllium dan susu full cream dalam pembuatan cream cheese dengan Response Surface Method (RSM) menggunakan desain Central Composite Design (CCD) untuk menghasilkan dengan respon viskositas. Metode yang digunakan yaitu pembuatan cream cheese dengan penambahan starter Lactobacillus bulgaricus, kulit ari psyllium dan susu full cream sesuai rancangan RSM-CCD dan viskositas dari produk yang dihasilkan ditentukan dengan viskometer Raypa RP1. Perbandingan penambahan susu full cream dan kulit ari psyllium untuk untuk memperoleh viskositas terbaik dicapai pada dengan penambahan 13,09% susu full cream dan 0,36% kulit ari psyllium dengan nilai viskositas sebesar 166.450 mPas.
Penentuan Fenolik Total dan Flavonoid Ekstrak Etanol Kulit Batang Matoa (Pometia pinnata J.R& G.Forst) secara Spektrofotometri Dewi Nofita; Shyntia Nofita Sari; Husnatul Mardiah
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n1.26600

Abstract

Matoa merupakan salah satu tanaman khas Indonesia yang memiliki banyak potensi sebagai tanaman obat. Hampir semua bagian tanaman dimanfaatkan masyarakat diantaranya daun, kulit batang, kulit buah dan akarnya. Kulit  batang matoa mengandung senyawa antioksidan alami diantaranya senyawa fenolik dan flavonoid. Telah dilakukan penelitian penentuan kadar fenolik total ekstrak etanol kulit batang matoa menggunakan metoda Folin Ciocalteu  dan flavonoid menggunakan metoda AlCl3. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kadar fenolik dan flavonoid berturut – turut sebesar 201,450 ± 0,017 mg GAE/g ekstrak dan 3,092 ± 0,005 mg QE/g ekstrak.
Metabolit Sekunder Sekresi Jamur Penicillium spp. Isolat Tanah Gambut Riau sebagai Antijamur Candida albicans Yuana Nurulita; Yuharmen Yuharmen; Nuryani Nenci; Ayu Octa Mellani; Titania Tjandarawati Nugroho
Chimica et Natura Acta Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v8.n3.32452

Abstract

Mikroba dan tanaman merupakan sumber metabolit sekunder yang aktif dieksplorasi potensinya. Laboratorium Enzim, Fermentasi dan Biomolekuler Jurusan Kimia FMIPA Universitas Riau telah mengisolasi beberapa jenis mikroba khususnya jamur dari tanah gambut Hutan Primer Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu (GSKBB) Provinsi Riau. Beberapa isolat tersebut adalah jamur Penicillium sp. LBKURCC29 dan LBKURCC30 yang memiliki potensi menghasilkan enzim selulase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi potensi lain dari kedua jamur isolat lokat tanah gambut Riau tersebut dalam hal ini potensi sebagai sumber antimikroba, antijamur Candida albicans. Produksi metabolit sekunder antijamur dilakukan dengan cara fermentasi batch dalam media cair yang diinokulasi dengan spora jamur (7×1012 spora untuk 50 mL media) selama 14 hari dengan bantuan rotary shaker kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring GF/C. Filtrat kemudian diekstraksi menggunakan etil asetat. Ekstrak etil asetat kemudian diuapkan dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kasar etil asetat kemudian dilarutkan dengan metanol untuk diuji lebih lanjut. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi ekstrak dengan uji fitokimia, KLT, dan HPLC, serta uji antijamur C. albicans dengan metode difusi cakram. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa masing-masing ekstrak Penicillium sp. LBKURCC29 dan LBKURCC30 mengandung senyawa terpenoid. Karakterisasi lebih lanjut ekstrak kasar etil asetat diuji KLT dan HPLC menunjukkan pola noda dan puncak yang berbeda. Untuk uji antijamur, hanya ekstrak Penicillium sp. LBKURCC29 yang memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur C.albicans pada konsentrasi 5,7 mg/mL dengan diameter zona hambat sebesar 8,05 nm yang merupakan penghambatan 33,78% dibandingkan dengan kontrol positif Ketokonazol® (23,83 mm).