cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
Adsorpsi Senyawa Organik pada Lindi Menggunakan Cangkang Kerang Ale-Ale (Meretrix meretrix) Secara Batch Yulistya Vidyaning Maulidya; Rudiyansyah Rudiyansyah; Nelly Wahyuni
Chimica et Natura Acta Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v9.n3.35607

Abstract

Penimbunan sampah di TPA Batu Layang, Pontianak, Kalimantan Barat menyebabkan terbentuknya air lindi yang memiliki konsentrasi COD sangat tinggi. Hal tersebut menyebabkan dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan. Pengolahan air lindi secara sederhana dapat dilakukan menggunakan metode adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi waktu kontak, massa adsorben, dan kecepatan pengadukan optimum terhadap efisiensi adsorpsi. Karakterisasi menggunakan FTIR terhadap adsorben cangkang kerang ale-ale menunjukan adanya puncak pada bilangan gelombang 1452 cm-1, 852 cm-1, dan 716 cm-1 yang menandakan keberadaan gugus C-O. Pengukuran konsentrasi COD pada penelitian ini dilakukan secara titrasi permanganometri. Adsorpsi keadaan optimum diperoleh pada massa 4,5 g dengan kecepatan pengadukan 200 rpm selama 240 menit yang dapat menurunkan konsentrasi COD pada air lindi dari 1131,28 mg/L menjadi 456,94 mg/L dengan efisiensi adsorpsi sebesar 59,61%. Adsorpsi dilakukan kembali pada keadaan optimum mampu menurunkan konsentrasi COD pada air lindi dibawah baku mutu menjadi 288,35 mg/L dengan efisiensi adsorpsi sebesar 36,89%.
Studi In Silico Gadolinium(III)-Diethylene Triamine Pentaacetic Acid-Folat Dan Modifikasinya Terhadap Reseptor Folat Sebagai Senyawa Pengontras Untuk Deteksi Kanker Muhammad Yusuf; Bayu Shiddiq Widhi Pratama; Umi Baroroh; Shabarni Gaffar; Ukun M.S. Soedjanaatmadja
Chimica et Natura Acta Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v9.n3.36035

Abstract

Tumor ganas atau kanker merupakan salah satu masalah utama kesehatan di dunia.  Pendeteksian dini sel kanker dengan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) memungkinkan penanganan yang lebih baik. Pemilihan senyawa kontras yang tepat dapat meningkatkan akurasi diagnosa terhadap penyakit kanker. Sel kanker banyak mengekspresikan reseptor folat α yang mampu mengikat asam folat dalam tubuh. Penambahan asam folat ke dalam senyawa pengontras Gadolinium (III)-diethylene triamine pentaacetic acid (Gd-DTPA) berguna untuk meningkatkan spesifisitas diagnostik sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi senyawa pengontras dengan molekul target reseptor folat α dengan penambatan molekul dan simulasi dinamika molekul (MD). Struktur Gd-DTPA-folat dimodelkan dari struktur kristal Gd-DTPA dan folat. Hasil penambatan molekul dan simulasi MD menunjukkan interaksi Gd-DTPA-folat menurunkan afinitas folat terhadap reseptornya. Hasil perhitungan energi reseptor folat dengan folat dan Gd-DTPA-folat pada simulasi MD masing-masing -47,65 kkal/mol dan -43,78 kkal/mol. Modifikasi dilakukan pada struktur asam folat dengan penambahan gugus formil dan diuji kembali dengan penambatan molekul dan simulasi MD. Hasil simulasi menunjukkan bahwa modifikasi berpengaruh terhadap peningkatan afinitas folat dengan reseptor folat α melalui interaksi elektrostatik, dengan energi yang dihasilkan pada penambatan molekul dan MD masing-masing sebesar -7,04 kkal/mol dan -60,04 kkal/mol. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menghasilkan senyawa pengontras yang spesifik terhadap sel kanker.
Aktivitas Antioksidan dan Sitotoksik Terhadap Sel Kanker HeLa dari Ekstrak Daun Vernonia amygdalina (Asteraceae) Shabarni Gaffar; Muhammad Yudha Nugraha; Ersanda Hafiz; Hesti Lina Wiraswati; Tati Herlina
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n1.36779

Abstract

Vernonia amygdalina atau dikenal sebagai daun afrika merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai nutraceutical, seperti antidiabetes, antimalaria dan antikanker. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antioksidan dan aktivitas sitotoksik ekstrak daun V. amygdalina terhadap sel kanker serviks HeLa, serta menentukan kelompok senyawa yang terdapat dalam ekstrak daun V. amygdalina dengan aktivitas sitotoksik dan antioksidan tertinggi melalui penapisan fitokimia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstraksi dan fraksinasi menggunakan pelarut metanol, etil asetat, dan n-hexana. Semua fraksi diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metoda DPPH dan aktivitas sitotoksiknya terhadap sel kanker serviks HeLa menggunakan metode MTS, serta penapisan fitokimia untuk menentukan kelompok senyawa alkaloid, terpenoid, steroid, dan flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi, IC50 ekstrak metanol, etil asetat dan n-heksana berturut-turut adalah: 25,27; 17,89; 213,4 ppm. Hasil uji aktivitas sitotoksik menunjukkan bahwa ekstrak metanol, etil asetat dan n-heksana daun V. amygdalina bersifat kurang aktif terhadap sel kanker serviks HeLa dengan IC50 berturut-turut: 519,42; 249,18 dan 367,24 ppm. Ekstrak etil asetat yang mengandung aktivitas antioksidan tertinggi mengandung kelompok senyawa flavonoid, alkaloid, steroid, dan terpenoid, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai agen kemopreventif berdasarkan aktivitas antioksidannya.
Treatment of Water Contaminated with Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs): A Review of Various Techniques, Constraints, and Field Procedures Sambo, Godswill; Muhammad, Syahidah Akmal; Pyar, Hassan; Binhweel, Fozy
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n1.37080

Abstract

Clean water is vital in the creation of energy and sustenance of life. However, the pollution of water and the absence of potable water are global problems resulting from agricultural and industrial activities. We have witnessed significant growth in the pollution of water by organic compounds like PAH. Experts have made an effort to establish favorable techniques for the treatment of PAH polluted water. These techniques are either thermal, biological, physical or chemical. Bioremediation, chemical oxidation, solid-phase extraction, coagulation, photocatalytic degradation and adsorption using graphenes, mesoporous silica and agricultural wastes are techniques that are already in use in the field treatment of PAHs while electrokinetic remediation and nanoremediation are still in their developmental stage. Several reviews on the treatment of sediments and soils contaminated with PAHs have been published, but only a few reviews center mainly on the removal of PAHs in water. Therefore, this review aims to provide information on the techniques used in the treatment of water contaminated with PAHs. Techniques that are already in use and those that are in their developmental stage were reviewed. The successes of these methods, limitations, constraints and field procedures were analyzed and this will help to inform decision making.
Antioxidant Activity of Nutmeg Mace (Myristica fragrans) Graded Extract Ghina Siti Nurhayati; Dimas Danang Indriatmoko; Erwi Widi Kristiadi; Anisa Fitriani; Tarso Rudiana
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n1.38188

Abstract

Nutmeg (Myristica fragrans) contains essential oils and can be applied in industrial scale because it has medicinal benefits such as stimulating the heart system, stomachache, rheumatism, muscle pain, toothache, eliminating toxins in the liver, flatulence, and antioxidant. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of the nutmeg mace graded extract. The research methods include plant determination, sample preparation, extraction by maceration method, phytochemical test, and antioxidant test using the DPPH method. The yield of Mace Nutmeg extract obtained was 30.3% n-hexane, 8.79% ethyl acetate, and 3.79% methanol and the IC50 value of each mace nutmeg extract, namely the n-hexane extract was 56.22±1.15 ppm, 20.39±0.13 ppm ethyl acetate extract and 17.89±0.10 ppm methanol extract. From these results, it can be concluded that mace nutmeg extract has antioxidant activity with a strong category.
Optimasi Hubungan Kuantitatif Struktur Senyawa Turunan Quercetin Yang Berpotensi Terhadap Aktivitas Antivirus Dengue dengan Metode Austin Model 1 Ika Diana Evita; Charles Banon; Salprima Yudha; Morina Adfa
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n2.39530

Abstract

Antivirus dengue merupakan suatu senyawa yang memiliki kemampuan dalam menghambat aktivitas dari virus DENV. Salah satu senyawa yang memiliki aktivitas antivirus dengue yaitu quercetin. Telah dilakukan analisis Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas (HKSA) secara teoritik dengan memprediksi turunan senyawa quercetin yang dioptimasi dengan menggantikan atom H dan gugus –OH dengan substituen NO2 dan/atau F (flour) pada posisi 3, 5, 7, 8, 2’, 3’, 4’ dan 5’, sehingga didapatkan 16 senyawa turunan quercetin. Metode yang digunakan adalah semiempiris AM1 dengan aplikasi Hyperchem 8.0.8 untuk pengoptimasi struktur dan metode backward untuk analisis regresi multilinier dengan aplikasi SPSS v24.0. Analisis regresi multilinier menunjukkan bahwa persamaan HKSA terbaik untuk menghitung nilai aktivitas antivirus senyawa turunan quercetin, yaitu:IC50 3,7,3’,4’-tetrahidroksi-5-fluoro flavon = -819,386 + (-0,002)Et +(0,138)Eb + (0,000) Ee + (-0,288)ΔHf + (1,049)µ + (6,988)EHOMO + (5,820)ELUMO(n = 16; R = 0,0985; R2= 0,0970; Adj R = 0,931; SE = 1,325; Fhitung = 25,029)Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa turunan quercetin yang lebih berpotensi sebagai antivirus dengue yaitu 3,7,3’,4’-tetrahidroksi-5-fluoro flavon dengan nilai IC50 = 122,3379 µM.
Bioplastik Berbahan Dasar Tepung Tapioka dengan Modifikasi Gliserin dan Serat Bambu Herman Yoseph Sriyana; Berliana Putri Indrasmara
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n2.40331

Abstract

Plastik konvensional yang saat ini sering digunakan berasal dari polimer minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui dan sulit terurai oleh mikroorganisme sehingga mencemari lingkungan. Bioplastik adalah plastik yang terbuat dari bahan alam yang mampu terurai oleh mikroorganisme menghasilkan air dan gas karbon dioksida. Bioplastik merupakan solusi untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh plastik yang tidak mudah terurai. Tepung tapioka dengan kandungan pati yang tinggi sebesar 98% berpotensi sebagai bahan baku pembuatan bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bioplastik dari tepung tapioka dengan modifikasi gliserin dan serat bambu. Gliserin dan serat bambu ditambahkan dengan tujuan meningkatkan karakteristik bioplastik. Meliputi ketahanan air, ketebalan, biodegradasi, morfologi, tensile strength, dan elongation. Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini meliputi jumlah penambahan gliserin (0,0%; 0,5%; 1,0%;1,5%; 2,0%) dan penambahan serat bambu (0,0%; 0,5%; 1,0%; 1,5%; 2,0%). Variabel terikat pada penelitian ini meliputi uji ketahanan air, ketebalan, morfologi, biodegradasi, tensile strength, dan elongation. Hasil penelitian menunjukkan bioplastik karakteristik terbaik diperoleh pada penambahan gliserin 2% dan penambahan serat  bambu 2%, meliputi karakteristik ketahanan air 100%, ketebalan, 0,84 mm, morfologi homogen, biodegradasi 6 hari, tengsile strength 5,93 mPa, dan elongation 224,41%. Karakteristik bioplastik yang dihasilkan sudah memenuhi persyaratan dengan karakteristik bioplastik dengan standar SNI No 7188.7:2016.
Green Synthesis Nanopartikel Perak dengan Bioreduktor Ekstrak Daun Rami (Boehmeria nivea) Melalui Iradiasi Microwave Victor Handoko; Afina Yusradinan; Annas Nursyahid; Ayu Wandira; Asri Peni Wulandari
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n1.35755

Abstract

Nanopartikel perak dikategorikan sebagai material antibakteri karena kemampuannya merusak integritas membran sel bakteri. Terdapat berbagai metode untuk menyintesis nanopartikel perak, salah satunya adalah dengan pendekatan green synthesis menggunakan bioreduktor ekstrak tanaman. Daun rami (Boehmeria nivea) mengandung senyawa aktif yang bersifat antibakteri dan antiviral seperti etil palmitat, 1-(4-bromobutil)-2-piperidinon, dan α-metil linoleat. Selain itu ekstrak daun rami berpotensi mereduksi ion perak menjadi nanopartikel perak karena mengandung senyawa dietilen glikol, asam miristoleat dan tetradeka-13-en-11-un-1-ol. Proses reduksi ion perak dapat dioptimalkan dengan iradiasi microwave melalui pemanasan yang seragam dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan green synthesis dan karakterisasi nanopartikel perak dengan ekstrak daun rami melalui iradiasi microwave. Tahapan penelitian ini terdiri dari pembuatan ekstrak daun rami, sintesis nanopartikel perak dengan prekursor perak nitrat, dan karakterisasi dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, FT-IR, PSA dan XRD. Hasil pengukuran dengan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya serapan pada panjang gelombang 444 nm yang mengonfirmasi terbentuknya nanopartikel perak. Berdasarkan hasil PSA dan SEM diketahui nanopartikel perak terbentuk di antara sejumlah aglomerat. Hasil FT-IR menunjukkan adanya peran senyawa fenolik dari ekstrak dalam mereduksi prekursor perak nitrat, sedangkan hasil XRD menunjukkan kristal berbentuk kubus berpusat muka dengan rata-rata ukuran krsital sebesar 18,80 nm.
Karakterisasi Hasil Reaksi Ion Gadolinium (III) dengan Ligan Dibutilditiokarbamat Menggunakan Metode Mekanika Molekular (MM2) Sani Widyastuti Pratiwi; Anni Anggraeni; Husein H. Bahti
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n2.19139

Abstract

Gadolinium dalam bentuk murni memiliki nilai ekonomis tinggi banyak digunakan untuk keperluan industri, kedokteran, kimia,dan metalurgi. Dibutilditiokarbamat merupakan ligan dengan dua atom sulfur yang berperan sebagai donor atom sehingga dapat membentuk kompleks dengan gadolinium. Dengan simulasi dinamika molekul dapat mempelajari sifat makroskopik suatu sistem melalui simulasi mikroskopik Dalam penelitian ini akan diprediksikan struktur dari senyawa gadolinium(III) dibutilditiokarbamat berdasarkan energi sterik yang dihasilkan dari dinamika molekul dalam berbagai pelarut. Dalam penentuan struktur ini digunakan metoda mekanika molekul (MM2) dengan perangkat lunak CS ChemBio3D Ultra 12.0. Dinamika molekul diatur pada suhu  25°C dengan variasi pelarut. hasil dinamika molekul dari senyawa gadolinium(III) dibutilditiokarbamat menunjukan bahwa energi sterik paling rendah berada pada bilangan koordinasi tujuh pada pelarut asetonitril dengan energi sterik sebesar 136,7473 kkal/mol.
Pengaruh Penambahan H2O2 dan Variasi Massa Fe3O4-Kitosan Beads dalam Mendegradasi Zat Warna Methylene Blue di Bawah Sinar UV Kokom Komariah; Tien Setyaningtyas; Kapti Riyani
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n1.40339

Abstract

Methylene blue (MB) merupakan salah satu zat warna yang banyak digunakan di industri tekstil. MB merupakan zat warna kationik yang beracun dan memiliki daya serap paling tinggi. Pengurangan kadar MB yang terkandung dalam limbah cair berwarna dapat dilakukan menggunakan metode Advance Oxidation Processes AOPs yang menggunakan radikal hidroksil (•OH) dalam mendegradasi limbah cair yang berwarna. Salah satu teknologi AOPs yang banyak digunakan adalah katalis heterogen Fenton karena biayanya yang terjangkau, mudah digunakan kembali dan tidak menghasilkan lumpur padat. Pada penelitian ini dilakukan aplikasi penggunaan Fe3O4-kitosan beads dalam mendegradasi MB  pada sistem foto-Fenton di bawah sinar UV. Penelitian  ini meliputi proses sintesis Fe3O4-Kitosan beads, penentuan massa Fe3O4-kitosan beads, volume H2O2 1% yang digunakan dan watu penyinaran optimum dalam mendegradasi MB. Hasil penelitian menunjukkan massa Fe3O4-kitosan beads optimum yang digunakan yaitu 0,5 gram, volume H2O2 1% optimum yaitu 0,4 mL dan waktu penyinaran optimum yaitu 4 jam. Efektivitas degradasi MB pada kondisi optimum yaitu sebesar 72,14% dan nilai degradasi kombinasi adsorpsi dan kerja fotokatalitik mencapai 98,93%. Berdasarkan penelitian katalis heterogen Fenton yang dikomposisikan ke dalam Fe3O4-Kitosan beads efektif dalam mendegradasi zat warna MB.