cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
Pengaruh Bermain Slime terhadap Rentang Sendi Phalang Pasien Stroke di Rumah Sakit Adi Husada Surabaya Kristiani, Rina Budi; Orizani, Chindy Maria; Susanti, Susanti
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 4 (2019): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.49429

Abstract

Latar Belakang: Pasien yang menderita stroke secara mendadak akan mengalami kelemahan ekstremitas, gangguan ini dapat mengganggu kegiatan hidup sehari-hari, tindakan yang dapat dilakukan perawat adalah melakukan range of motion yang menyenangkan dengan menggunakan bermain slime.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bermain slime terhadap rentang sendi phalang pasien stroke di RS Adi Husada Surabaya.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan pre dan postt test di RS Adi Husada Surabaya selama April – Juli 2019 berjumlah 40 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling, kelompok intervensi berjumlah 20 responden dan kelompok kontrol berjumlah 20 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Bermain Slime dan variabel dependennya adalah rentang sendi phalang. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasi untuk rentang sendi phalang yang diukur dengan menggunakan geniometer.Hasil: Jenis kelamin laki-laki 67,5%, kelompok umur dewasa dengan rentang usia 21-60 tahun sebanyak 57,5%, serangan stroke sekali sebanyak 82,5% dan tidak ada dukungan keluarga sebesar 52,5%. Hasil uji beda peningkatan rentang sendi sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi(18,29o) dan kelompok kontrol (3,23o), statistik berbeda signifikan (t-independent  test  pvalue   =  0,020).  Hasil  Uji  perbedaan  rentang  sendi  pada  kelompok  intervensi sebelum intervensi (33,02o) dan sesudah intervensi (51,31o) statistik berbeda signifikan  (t-paired test pvalue = 0,003).Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara Bermain Slime terhadap rentang sendi phalang pada pasien stroke karena bermain slime membantu melakukan latihan rentang gerak sendi phalang pada pasien stroke yang mengalami kelemahan rentang sendi phalang
Gambaran Aktivitas Perawat tentang Penatalaksanaan Masalah Pk: Peningkatan Tekanan Intrakranial umam, khotibul; susanto, joko
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 4 (2019): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.50314

Abstract

Latar Belakang: Standar Asuhan Keperawatan (SAK) dan standar prosedur operasional (SOP) merupakan pedoman bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang bermutu. Saat ini RSUD dr. Soegiri Lamongan belum mempunyai SAK tentang pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial, evaluasi SAK yang dijadwalkan pelaksanaanya setiap tahun saat ini tidak berjalan.Tujuan: Mengetahui gambaran aktivitas perawat pada penatalaksanaan masalah kolaborasi (PK): peningkatan TIK di RSUD dr. Soegiri LamonganMetode: Penelitian deskriptif observasional dilakukan terhadap 39 pasien PK: peningkatan TIK yang dirawat di ruang Dahlia 3 RSUD dr. Soegiri Lamongan. Pengamatan dilakukan selama 3 kali 24 jam perawatan dengan menggunakan lembar observasi berupa ceklist aktivitas perawat kemudian hasilnya dibuat proporsi. Penelitian dilakukan pada bulan November sampai dengan Desember 2018Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan aktivitas perawat pada penatalaksanaan masalah kolaborasi PK: peningkatan TIK terhadap 39 responden pasien dengan PK: peningkatan TIK terdapat 991 aktivitas yang seharusnya dilakukan (sesuai kondisi pasien), sebanyak 382 aktivitas (38,6%) dilakukan sesuai dengan standar, 456 aktivitasa (46%) dilakukan tetapi tidak sesuai dengan standar, dan sebanyak 153 aktivitas (15,4%) tidak dilakukan aktivitas oleh perawat. Terdapat 2 aktivitas yang tidak dilakukan sama sekali (100%) yaitu pemantauan urine output dan penghitungan balance cairan. Terdapat 1 aktivitas yang tidak dilakukan lebih dari 75% yaitu penghitungan tekanan rata-rata arteri (MAP)Kesimpulan: Secara umum pelaksanaan aktivitas perawat termasuk dalam kategori baik, akan tetapi kalau dilihat secara kuantitas pelaksanaan aktivitas perawat termasuk dalam kategori kurang. Masih ada aktivitas yang tidak dilakukan 100%, yaitu pemantauan urine output dan penghitungan balance cairan. Terdapat aktivitas yang tidak dilakukan lebih dari 75%, yaitu penghitungan MAP.
Kerapatan Fasilitas Kesehatan Tingkat 1 berdasarkan Permasalahan Kesehatan Gigi dan Mulut di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tandelilin, Regina Titi Christinawati; Setiawan, Prayudha Benni; Mugiwardani, Anggita
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 4 (2019): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.50428

Abstract

Latar belakang: Fasilitas kesehatan merupakan suatu alat atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan. Pemetaan fasilitas kesehatan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan Sistem Informasi Geografis diperlukan karena keberhasilan penanggulangan permasalahan kesehatan gigi dan mulut masyarakat dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas kesehatan.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan pemetaan permasalahan kesehatan gigi dan mulut berdasarkan fasilitas kesehatan tingkat 1 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berbasis software ArcGIS 9.3.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk melihat persebaran permasalahan kesehatan gigi dan mulut berdasarkan fasilitas kesehatan tingkat 1 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilakukan di lima kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan data jumlah penduduk dari BPS dan data permasalahan gigi dan mulut dari Riskesdas tahun 2007 dan 2013.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2013 dilakukan penambahan unit puskesmas dari 90 unit menjadi 121 unit pada tahun 2013. Persentase masalah kesehatan gigi dan mulut juga meningkat dari 30,7% menjadi 40,4%. Tetapi, kebiasaan menyikat gigi yang benar pada masyarakat justru mengalami penurunan dari 97,3% menjadi 78,6%.Kesimpulan: densitas fasilitas kesehatan puskesmas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2013 lebih baik dibandingkan dengan tahun 2007, tetapi dari segi kualitas kesehatan masyarakat pada tahun 2013 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2007.
Pengembangan Sistem Informasi Rawat Jalan dan Pelayanan Persalinan di Klinik Berbasis Web Rohman, Hendra; Sheralinda, Selin
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 1 (2020): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.50482

Abstract

Latar belakang: Klinik pratama dan pelayanan persalinan Citra Madina merupakan pengembangan dari Bidan Praktek Mandiri yang menyelenggarakan pelayanan untuk pemeriksaan umum, wanita hamil, persalinan, pemeriksaan fisik, tindakan medis, dan hasil anamnesa. Sistem pengelolaan rekam medis berbasis kertas ketika proses pendaftaran dan pengisian formulir rekam medis, serta menggunakan microsoft excel saat menyimpan data sosial pasien dan alergi obat. Sistem yang ada memungkinkan riwayat data pelayanan tidak berkesinambungan. Tujuan: Merancang sistem informasi rawat jalan dan pelayanan persalinan berbasis web.Metode: Penelitian kualitatif mengikuti tahapan development sistem, metode waterfall. Responden dalam analisis kebutuhan sistem yaitu petugas pendaftaran rawat jalan, dokter, bidan, dan apoteker.Hasil: Rancangan sistem informasi rawat jalan dan pelayanan persalinan berbasis web yang memiliki beberapa fasilitas yaitu login, pengelolaan data pasien umum, pemeriksaan ibu hamil dan melahirkan, data kelahiran bayi, data obat, data pembayaran, dan pelaporan.Kesimpulan: Perancangan sistem informasi rawat jalan dan pelayanan persalinan berbasis web mampu memaksimalkan keamanan dari orang-orang yang tidak berhak mengakses sistem. Pengembangan sistem pada bidan praktek mandiri menjadi klinik pratama ini dapat digunakan untuk mengolah data pemeriksaan pasien umum, pemeriksaan ibu hamil, ibu melahirkan dan catatan kelahiran bayi, serta mampu mengolah laporan kunjungan, laporan penyakit, laporan obat dan laporan pembayaran.
Implementasi Aplikasi Wifi TB Berdasarkan Persepsi Kemudahan dan Kemanfaatan di Kota Semarang Kurniadi, Arif; Widianawati, Evina; Kusuma, Edi Jaya; Salim, Marko Ferdian
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 2 (2020): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.50483

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian di dunia. Kasus TB yang ditemukan harus dicatat dan dilaporkan oleh setiap fasilitas pelayanan kesehatan sesuai format yang ditentukan.Tujuan: Mengetahui pengaruh persepsi kemanfaatan, kemudahan dan kendala terhadap implementasi penggunaan aplikasi Wifi TB.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Semarang dengan melibatkan dokter praktik mandiri dan dokter klinik pratama sebagai responden sebanyak 129 orang pada tahun 2019.Hasil: Responden yang mengisi angket sebanyak 129 orang, 60% belum menggunakan aplikasi dan 40% sudah menggunakan aplikasi. Berdasarkan hasil skor angket dengan skala 1 – 5, diketahui skor persepsi kemanfaatan dan kemudahan adalah 4, skor kendala penggunaan adalah 2, skor implementasi penggunaan 3,8 serta skor efektivitas dan kepuasan adalah 4. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai sig F= 0,000 dan R-square= 70,1%, artinya persepsi kemanfaatan, kemudahan dan kendala penggunaan aplikasi secara bersama-sama berpengaruh siginifikan terhadap implementasi penggunaan aplikasi Wifi TB sebesar 70,1%.Kesimpulan: Persepsi kemanfaatan, kemudahan dan kendala penggunaan mempengaruhi implementasi penggunaan aplikasi sebesar 70,1%. Disarankan kepada pengembang program dan dinas terkait untuk selalu memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada pengguna aplikasi Wifi TB.
‘Resik’ sebagai Sistem Informasi untuk Identifikasi Berkas Rekam Medis Ganda di Rumah Sakit Umum Daerah X Daerah Istimewa Yogyakarta Nuryati, Nuryati; Ningtyas, Annisa Maulida; Herwanto, Guntur Budi; Sulistiyo, Widhi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 2 (2020): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.51442

Abstract

Latar Belakang: Di salah satu RSUD X DIY masih terdapat potensi duplikasi nomor rekam medis dan diharapkan untuk segera dilakukan identifikasi untuk menangani masalah tersebut. Diperlukan sebuah mekanisme standar yang digunakan untuk melakukan identifikasi kesamaan data rekam pasien di rumah sakit yang bertujuan untuk menghilangkan duplikasi data rekam medis. Mekanisme tersebut dituangkan dalam sebuah framework untuk mendeteksi duplikasi rekam medis yang diberi nama ”RESIK”.Tujuan: Menerapakan framework ”RESIK” di salah satu RSUD X DIY untuk mengidentifikasi terjadinya duplikasi rekam medis.Metode: Metode identifikasi duplikasi rekam medis menggunakan pairwise comparison. Kriteria yang dikomparasikan adalah 100.000 data sosial  pasien yang ada pada database SIMRS di RSUD X DIY. Identifikasi potensi duplikasi menggunakan data nomor rekam medis,  nama, tanggal lahir, jenis kelamin, dan alamat pasien.Hasil: Dari 100.000 data sosial pasien, ditemukan bahwa terdapat 413 berkas rekam medis yang terindikasi duplikasi (0,413%). Dari 413 berkas rekam medis, ditemukan sebanyak 407 pasien (98,547%) memiliki dua nomor rekam medis berbeda, 5 pasien (1,211%) memiliki 3 nomor rekam medis berbeda, dan 1 pasien (0,242%) memiliki empat nomor rekam medis berbeda. Kesimpulan: Framework ”RESIK” terbukti dapat mengidentifikasi adanya duplikasi nomor rekam medis di RSUD X DIY.
Hubungan Implementasi Sistem Resep Elektronik Terhadap Kepuasan Pengguna Amanda, I Gusti Otty Septya; Agushybana, Farid; Sudiro, Sudiro
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 3 (2020): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.52009

Abstract

Latar Belakang : Salah satu strategi menurunkan medication error untuk meningkatkan kualitas mutu rumah sakit yaitu mengimplementasikan resep elektronik. Namun dalam penerapannya masih ditemukan kendala terkait interaksi antara teknologi dengan sumber daya manusia, serta pengelolaan dan evaluasi resep elektronik yang belum optimal.Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan implementasi resep elektronik terhadap kepuasan pengguna.Metode : Penelitian observasional ini menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dalam pengolahan datanya. Besar sampel sebanyak 70 responden yang diambil secara total sampling. Variabel yang digunakan antara lain implementasi resep elektronik, kepuasan pengguna, dukungan manajemen, dan lingkungan kerja.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan variabel dukungan manajemen dan lingkungan kerja berhubungan terhadap implementasi resep elektronik dengan tingkat α=5%. Serta, variabel implementasi resep elektronik berhubungan terhadap kepuasan pengguna dengan tingkat α=5%.Kesimpulan : Implementasi resep elektronik mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pengguna. Dengan demikian, evaluasi implementasi resep elektronik telah sesuai dengan harapan dan manfaat yang dirasakan pengguna, namun perlu komitmen dan dukungan lebih dari manajemen sehingga pengguna merasa dengan adanya sistem ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.
Hubungan Motivasi, Pelatihan, Lingkungan Kerja, Reward Dan Punishment, Beban Kerja, Serta Kompensasi Dengan Kinerja DPJP Dalam Melaksanakan Clinical Document Improvement Agustinah, Niken; Agushybana, Farid; Suryawati, Chriswardani
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 1 (2020): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.52466

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit seharusnya menyusun strategi clinical document improvement. Pedoman berbasis bukti dalam berkas rekam medis sangat penting untuk memastikan proses clinical document improvement sehingga menjadi jelas, komplit, akurat, dan tidak ambigu.Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan kinerja DPJP dalam melaksanakan clinical document improvement. Jenis penelitian adalah penelitian survei dengan pendekatan cross sectional.Metode: Mixed method dengan strategi eksplanatory sequential (kuantitatif dilanjutkan kualitatif menggunakan indepth interview). Populasi penelitian ini semua DPJP (18 orang) dan 100 berkas rekam medis. Pengumpulan data dengan check-list penilaian dokumen dan kuisioner yang diisi DPJP. Analisis data menggunakan uji fisher exact test.Hasil: Kinerja responden kategori baik dan kurang baik masing-masing sejumlah 9 orang (50%). Responden memilliki motivasi baik 13 orang (72,72%), berpendapat tidak ada pelatihan 16 orang (88,89%), berpendapat lingkungan kerja baik 12 orang (66,67%), berpendapat tidak ada reward dan punishment 10 orang (55,6%), merasa beban kerja tidak berlebih 10 orang (55,56%), berpendapat kompensasi baik sejumlah 10 orang (55,6%). Hasil korelasi menunjukkan tidak ada yang berhubungan (p value > 0,05). Indepth interview dengan lima responden menunjukkan secara umum motivasi kerja, lingkungan kerja, dan beban kerja masih baik, namun kompensasi dianggap kurang baik dan belum ada pelatihan yang diselenggarakan di RSUD X Jawa Tengah serta belum ada kebijakan khusus yang mengatur sistem reward dan punishment.Kesimpulan: Motivasi, pelatihan, lingkungan, reward dan punishment, beban kerja serta kompensasi yang baik tidak selamanya berkinerja baik dalam melaksanakan clinical document improvement.
Pengaruh Diabetes, Hipertensi, Merokok dengan Kejadian Katarak di Balai Kesehatan Mata Makassar Harun, Herlinda Mahdania; Abdullah, Zulkifli; Salmah, Ummu
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 1 (2020): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.52528

Abstract

Latar Belakang: Kebutaan dan gangguan penglihatan terbanyak diseluruh dunia adalah katarak dengan persentase 51% atau terjadi sekitar 20 juta jiwa. Angka kebutaan di Indonesia menempati urutan ketiga di dunia. Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko diabetes melitus, hipertensi, dan kebiasaan merokok, terhadap kejadian katarak pada pengunjung di Balai Kesehatan Mata Masyarakat Kota Makassar tahun 2017. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian case control. Penarikan sampel dilakukan dengan sistematik random sampling. Jumlah sampel sebanyak 150 responden umur ≥ 40 tahun dan memenuhi kriteria inklusi yang terdiri dari 75 kasus katarak dan 75 kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Odds Ratio.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang signifikan berisiko terhadap kejadian katarak, yaitu diabetes melitus (OR=4,750, 95%CI: 2,352-9,594), hipertensi (OR=4,9555, 95%CI: 2,418-10,153), dan kebiasaan merokok (OR=3,696, 95%CI: 1,826-7,482).Kesimpulan: Faktor yang signifikan berisiko terhadap kejadian katarak yaitu diabetes, hipertensi, dan kebiasaan merokok. Disarankan perlunya untuk mengontrol gula darah, tekanan darah, dan berhenti merokok untuk mencegah serta deteksi dini penyakit katarak.
Analisis Kesiapan Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan Menerapkan Rekam Medis Elektronik Maha Wirajaya, Made Karma; Made Umi Kartika Dewi, Ni
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 1 (2020): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.53017

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan adalah rumah sakit swasta yang berlokasi di Kabupaten Tabanan. Adanya keterbatasan ruang penyimpanan rekam medis dan juga upaya rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan maka manajemen rumah sakit memilih untuk menerapkan Rekam Medis Elektronik.Tujuan: Menganalisis kesiapan Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan dalam menerapkan RME.Metode: Penelitian ini adalah penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 82 orang pegawai dan dilakukan wawancara terhadap 7 orang pegawai. Analisis kesiapan dilakukan dengan metode DOQ-IT (Doctor's Office Quality-Information Technology). Variabel yang diteliti dengan kuantitatif dan kualitatif adalah kesiapan budaya organisasi, tata kelola dan kepemimpinan, sumber daya manusia dan infrastruktur.Hasil: Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan telah cukup siap dalam menerapkan RME. Secara kuantitatif, dilihat dari budaya organisasi, rumah sakit telah cukup siap yakni 68.57%. Dilihat dari tata kelola yakni 71.43% dan dilihat dari sumber daya manusia rumah sakit yakni 57.14%. Selain itu dilihat dari infrastruktur yakni 58.57%. Secara kualitatif, masih terdapat beberapa kekurangan yakni belum ada pelatihan, belum memliki SOP, pemimpin belum membentuk tim khusus dan belum memiliki IT yang memadai.Kesimpulan: Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan telah cukup siap menerapkan RME dan masih terdapat beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki.

Filter by Year

2016 2026