cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
Survei Asupan Asam Folat dan Seng pada Ibu Hamil di Jawa Barat Rahayu, Sri; Gumilang, Lani; Astuti, Sri; Nirmala, Sefita Aryuti; Judistiani, R. Tina Dewi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 3 (2019): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.45557

Abstract

Background: The lack of folic acid and zinc intake has considerable impact on both mother and fetus, and based on this research, the intake of folic acid and zinc among pregnant women in West Java is still quite low.Objective: The purpose of this research was to know the intake and average of folic acid and zinc among pregnant women in West Java.Methods: The method of this research was descriptive using cross sectional research design, and the sample was selected by using total sampling method from research of Academic Leadership Grant (ALG) on all first trimester pregnant women as many as 176 respondents who lived in the city of Sukabumi, Cirebon, Bandung and Cimahi recruited in the period of July 2016 - February 2017. Data source was the secondary data from food diary. The analysis used univariate data.Results: Most of the respondents with the folic acid intake not fulfilled were 97,2% and most of them with the zinc intake not fulfilled were 96%, with the average of folic acid intake 163 μg/day and the average of zinc intake 5,1 mg/day.Conclusion: Most of the respondents are categorized in the not fulfilled folic acid and zinc intake with the average under the Recommended Dietary Allowances (RDA) for pregnant women.
Pola Asuh Positive Deviance dan Kejadian Stunting Balita di Kota Palembang Bella, Febriani Dwi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 4 (2019): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.45725

Abstract

Latar Belakang: Stunting menjadi permasalahan utama gizi yang harus diselesaikan mengingat ini adalah ancaman bagi masa depan anak-anak Indonesia. Stunting dapat terjadi pada anak manapun yang tidak secara mutlak dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi keluarga. Pada keluarga miskin masih dapat dijumpai anak dengan status gizi baik yang ditandai dengan tinggi badan yang normal. Dengan keadaan tersebut pola asuh keluarga positive deviance berperan besar terhadap status gizi anak. Pola asuh sebagai inti pendekatan positive deviance yaitu kebiasaan pemberian makan, kebiasaan pengasuhan, kebiasaan kebersihan dan kebiasaan mendapatkan pelayanan kesehatan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pola asuh positive deviance dan kejadian stunting balita dari keluarga miskin di Kota Palembang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada ibu balita dari keluarga miskin di Kota Palembang, dengan informan sebanyak 5 (lima) orang ibu dari balita stunting dan 5 (lima) orang ibu dari balita normal (tidak stunting).Hasil: Balita dengan tinggi badan normal (tidak stunting) dari keluarga miskin mendapatkan pola asuh positive deviance yaitu kebiasaan pemberian makan, kebiasaan pengasuhan, kebiasaan kebersihan dan kebiasaan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Sedangkan balita stunting dari keluarga miskin mendapatkan pola asuh yang tidak baik.Kesimpulan: Ibu dari balita dengan tinggi badan normal memiliki pola asuh positive deviance berupa kebiasaan pemberian makan, kebiasaan pengasuhan, kebiasaan kebersihan dan kebiasaan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik terhadap balitanya dibandingkan dengan ibu dari balita stunting dengan latar belakang perekonomian yang sama.
Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Bidan dengan Pelaksanaan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Wilayah Kerja Puskesmas Jatinangor dan Puskesmas Cisempur Nafillah, Nafillah; Astuti, Sri; Didah, Didah; Rinawan, Fedri Ruluwedrata; Sari, Puspa
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 4 (2020): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.45918

Abstract

Background : Indonesia one of the developing countries that still has nutritional problems in pregnant women, nursing mothers and infants aged zero to two years. The First Thousand Days of Life (1000 HPK) is a movement to improve nutrition with the aim of pregnant women, nursing mothers and infants aged zero to two years. Midwives are health workers involving 1000 HPK. The impact of not doing 1000 HPK by midwives in pregnant women and toddlers, one of which occurs anemia in the assessment, lack of chronic energy (KEK) in pregnant women and giving birth to stunting babies.Objective : To determine the relationship between knowledge and motivation of midwives with the implementation of 1000 HPK in the Jatinangor Health Center and Cisempur Health Center Work Areas.Methods : Quantitative with cross-sectional design. The sampling technique used total sampling with a large sample of 41 midwives. Data analysis using chi-square test. This research was conducted in the work area of Jatinangor Health Center and Cisempur Health Center in August 2018.Results : This study showed no significant relationship between knowledge and implementation of 1000 HPK (p> 0.05) and there was a significant relationship between motivation and implementation of 1000 HPK (p <0.05).Conclusion : There is no relationship between the knowledge of midwives and the implementation of 1000 HPK and there is a relationship between the motivation of midwives and the implementation of 1000 HPKKeywords : First 1000 Days of Life, Motivation of Midwives, Implementation of 1000 HPK, Knowledge.
Asupan Zat Besi, Asam Folat, dan Vitamin C pada Remaja Putri di Daerah Jatinangor azizah, dini izmi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 4 (2019): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.46425

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa yang rentan terjadinya anemia dikarenakan cenderung mengalami kekurangan asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh terutama zat besi, asam folat, dan vitamin C. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rerata dan proporsi kecukupan asupan zat besi, asam folat, dan vitamin C pada remaja putri di Kecamatan Jatinangor.Metode: Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang pada remaja  putri usia 10-19 tahun periode Juni-Agustus 2018. Data asupan gizi diperoleh melalui  3 day-food record dan dilakukan follow up melalui Whatsapp Group, kemudian dilakukan konversi ukuran makanan dari bentuk Ukuran Rumah Tangga menjadi gram melalui buku foto makanan. Setelah itu, dimasukkan kedalam aplikasi nutrisurvey untuk dihitung kandungan asupan gizi dan dirata-ratakan serta dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi yang direkomendasikan oleh Permenkes.Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa rerata asupan zat besi sebesar 10,67 mg/hari, dimana responden yang tidak memenuhi kecukupan zat besi sebesar 93,6% (88 orang). Rerata asupan asam folat sebesar 180,67 μg/hari, dimana  sebagian besar responden tidak memenuhi kecukupan asam folat mencapai 94,7% (89 orang). Rerata asupan vitamin C pada penelitian ini sebesar 29,71 mg/hari dimana sebagian besar responden tidak memenuhi kecukupan vitamin C yaitu sebesar 67% (63 orang).Kesimpulan: Rerata asupan zat besi, asam folat, dan vitamin C remaja putri dibawah standar AKG dan tidak memenuhi AKG yang direkomendasikan. Hal ini dikarenakan jenis bahan makanan yang dikonsumsi remaja tidak bervariasi. Untuk memperbaiki asupan gizi dan status gizi remaja antara lain perlu upaya peningkatan pengetahuan gizi, salah satunya melalui pendidikan gizi.
Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Anak Umur 24-60 Bulan di Kelurahan Bener Kota Yogyakarta Kusuma, Reni Merta
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 3 (2019): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.46795

Abstract

Background: Toddler growth and development monitoring is required. The growth is increasing the size of the cells, cell count, and intracellular tissue. Physical changes associated with growth and body structure. The progression is the increase of the function of the structure and function of the body. Growth and development of coupled, so it is important to monitor. The importance of monitoring the growing swell toddlers, researchers want to find out the correlation of these two variables.Objective: To find out the relationship between nutritional status and development of infants in Bener Village, Yogyakarta CityMethods: The draft cross-sectional study with data capture at any given moment. The population of a number of 84 children aged 24-60 months. The sampling techniques used total sampling so that the sample amounted to 84. The data obtained will be analyzed by testing the continent Koefisiensi test with Pearson Correlation Lamda.Results: The research results showed that the nutritional status of children aged 24-60 months in Kelurahan Bener 81% 3.6% normal and stated stated skinny as hell. Development of a toddler aged 24-60 months in Kelurahan Bener 89.3% 2.4% expressed and revealed irregularities. Bivariat analysis results declared between nutritional status with the development of a toddler aged 24-60 months value p of 0.493. Position korelasinya is very weak with the value of the correlation of Pearson of 0.076.Conclusion: Conclusion there is no relationship of nutritional status with the development of a toddler aged 24-60 months and correlation of both positions is very weak.
Pemanfaatan UKS dalam Pencegahan Anemia pada Anak Sekolah Dasar di Daerah Endemik Malaria Khairunnisa, Khairunnisa; Flora, Rostika; Idris, Haerawati; Nurlaili, Nurlaili; Ikhsan, Ikhsan
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 1 (2020): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.47741

Abstract

Latar Belakang: Usia yang rawan terkena penyakit terjadi pada anak-anak dan remaja. Pemerintah berusaha menciptakan lingkungan sehat, menyebarkan pengetahuan kesehatan dan menyediakan fasilitas layanan kesehatan melalui UKS. Di daerah endemik malaria, anak sekolah dasar rentan mengalami anemia. Kondisi lingkungan endemik dan kurangnya asupan nutrisi meningkatkan terjadinya anemia. Di Kabupaten Seluma tahun 2019 didapatkan 21,08% dari 137 anak sekolah dasar menderita anemia.Tujuan: Melakukan analisis pemanfaatan UKS dalam pencegahan anemia pada anak sekolah dasar di daerah endemik malaria.Metode: Penelitian kualitatif, pemilihan informan secara purposive. Pengambilan data dengan wawancara mendalam kepada 10 informan, observasi dan telaah dokumen. Triangulasi sumber, metode dan data. Analisis data dengan cara mereduksi, menyajikan, menarik kesimpulan dan memverifikasi.Hasil: Pemanfaatan UKS melalui pendidikan kesehatan dilakukan dengan memberikan informasi kesehatan oleh guru dan petugas kesehatan. Pemanfaatan UKS dalam pelayanan kesehatan untuk mencegah anemia dengan memantau status gizi anak sekolah dasar dan pemeriksaan konjungtiva, namun belum maksimal karena hanya dilakukan sekali setahun dan belum ada pengecekan kadar hemoglobin. Sarana dan prasarana program UKS untuk pemantauan anemia belum lengkap dan pemanfaatannya terbatas.Kesimpulan: Pemanfaatan UKS dalam pencegahan anemia belum optimal. Sekolah diharapkan meningkatkan pemahaman guru tentang pencegahan anemia melalui kerjasama dengan Puskesmas.
Analisis Kualitas Layanan Pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Mandiri di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu Tahun 2019 Ratnasari, Desi; Misnaniarti, Misnaniarti; Windusari, Yuanita
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 2 (2020): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.48366

Abstract

Latar Belakang: RSUD Sekayu merupakan bagian dari fasilitas layanan kesehatan yang berkewajiban memberikan pelayanan berkualitas sesuai dengan harapan pasien. Penilaian IKM RSUD Sekayu saat ini belum spesifik menggambarkan kualiatas pelayanan dari sisi harapan dan kenyataan layanan pasien JKN Mandiri serta belum dapat memperlihatkan prioritas kategori pelayanan yang akan  ditingkatkan/diperbaiki. Tujuan: Menganalisis kualitas, terutama layanan rawat jalan berdasarkan 5 dimensi mutu pelayanan (service quality) terhadap peserta JKN Mandiri. Metode: Metode yang digunakan yaitu cross sectional dengan 151 responden. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner berskala likert. Data dianalisis berdasarkan Importance Performance Analiysis dan Gap Analysis. Hasil: Rendahnya tingkat kepuasan pasien pada pelayanan Rawat Jalan (47,7%) dengan tingkat kesesuaian rata-rata 76,89% dan gap rata-rata -1. Pasien cenderung kurang puas terhadap pelayanan berorientasi pada proses (Reliability, Responsiveness, Assurance dan Empathy) dan cenderung puas pada dimensi yang berorientasi pada hasil (Tangible). Diagram kartesius memetakan 10 atribut pada kuadran A, 11 atribut pada kuadran B, 6 atribut pada kuadran C dan 10 atribut pada kuadran D. Kesimpulan: Secara umum kualitas layanan pasien JKN Mandiri di RSUD Sekayu cukup baik pada dimensi Tangible, Responsivenes dan Assurance, sedangkan dimensi Empathy dan Reliability masih dinilai kurang. Perlu ada upaya perbaikan mutu layanan dari semua dimensi mengingat keterkaitan antara dimensi pelayanan.
Pelaksanaan Discharge Planning oleh Profesional Pemberi Asuhan (PPA) di Ruang Rawat Inap Noprianty, Richa; Noviyanti, Sri
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 3 (2019): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.48638

Abstract

Background: Discharge planning in hospital still not optimal on its implementation, so it could affect quality of hospital service and result in rehospitalization patient, especially for hospital with high relapse number. Discharge planning is an integrated manner involving professional caregiver such as doctor, nurse, nutritionist, clinic pharmacy, and physiotherapy.Objective: This research aims to identify implementation of discharge planning by professional caregiver.Methods: This research type descriptive observasional with survey approach. Research Population 208, with proportionate stratified random dsampling data collection method that starts from 07.00 WIB until 17.00 WIB. With 68 implementation of discharge planning patient admission until to go home with minimum care for 2 days. Instrument use format of discharge planning assessment which modified with integrated education format.Results: The results showed that implementation of physician 67,6% implemented, 77,9% of nurses implemented, 94,1% of nutritionists implemented, 67,6% of clinical pharmacy implemented, and 58,8% physiotherapyimplemented. For the most not action is about the usage of tools for home care needs in physiotherapy items with percentage of 100%.Conclusion: Implementation of discharge planning by Professional Caregiver on Inpatient Room showed 60.3% implemented. Therefore it is necessary to monitoring and government of nursing managers for implementation of discharge planning can be implemented with good and improve services in patients so it can be give our satisfaction in patients.
Analisis Pengelolaan Sumber Daya Unit Rekam Medis di Rumah Sakit Misi Lebak Guna Meningkatkan Efisensi dan Efektivitas Pelayanan Pamboaji, Antonius Garbito
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 3 (2020): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.48870

Abstract

Latar Belakang: Dalam rangka mewujudkan ketersediaan rekam medis yang bermutu dan efektif diperlukan adanya beberapa faktor yang cukup memadai, yaitu kondisi unit rekam medis dengan tata letaknya dan ruang penyimpanan dokumen rekam medis yang dikelola dengan benar. Tata letak (Lay out) ruang yang tidak memenuhi standar dapat sangat mengganggu kenyamanan pekerja rekam medis. Rumah Sakit Misi Lebak dilengkapi dengan Unit Rekam Medis yang merupakan tempat penyimpanan berkas rekam medis rawat jalan, rawat inap dan ruang kerja perekam medis urusan pelaporan, pendokumentasian serta kepala rekam medis. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa pengaturan tata letak ruang unit rekam medis yang ada belum sesuai dengan standar.Tujuan: Penelitian ini menitik beratkan pada program rancang ulang tata letak (Lay out) ruang rekam medis guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi pekerja rekam medis di Rumah Sakit Misi Lebak.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Ruang Unit Rekam Medis Rumah Sakit Misi Lebak menjadi subjek. Variabel penelitian adalah bagian pengarsipan, bagian pelaporan, bagian kepala rekam medis, perekam medis, tata letak ruang unit rekam medis, tata letak ruang urusan pengarsipan, tata letak ruang urusan pelaporan, tata letak ruang urusan kepala rekam medis dan produktivitas kerja.Hasil: Hasil penelitian menunjukan kendala pada tingkat kompetensi sumber daya manusia, SOP dan alur rekam medis yang belum terlaksana dengan baik, sarana dan prasarana yang masih minim, serta tidak ergonomis dan kurang memadai.Kesimpulan: Diperlukan penataan ulang tata letak (Lay out) ruang dan penambahan rak berkas di ruang rekam medis. Pihak subjek menyetujui dilakukannya rancangan ulang ruang unit rekam medis untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja perekam medis di Rumah Sakit Misi Lebak.
Pengembangan Pelaporan Standar Pelayanan Minimal Gawat Darurat Berbasis Web ningsih, kori puspita
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 4 (2019): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.49165

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit sebagai  Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memiliki kewajiban  membuat dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Permasalahan yang terjadi dalam sistem informasi pelaporan SPM GD diantaranya Pimpinan Tingkat Atas kesulitan mengakses dan mencari data, waktu lama utuk penyajian informasi, ketidaklengkapan informasi, kebutuhan data laporan SPM RS yang cukup heterogen dan rentan terjadinya kehilangan data dan informasi.Tujuan: mengembangkan pelaporan SPM GD berbasis WebMetode: Penelitian ini menggunakan action research, dengan pendekatan pengumpulan data kualitatif. Analisis data menggunakan analisis isi.Hasil: Hasil identifikasi kebutuhan menunjukkan RSUD Tipe B wilayah DIY membutuhkan sistem informasi pelaporan SPM GD berbasis web untuk membantu meningkatkan efisiensi dan efektifitas  proses pelaporan yang cepat, tepat dan akurat. Hasil studi kelayakan menunjukkan pengguna sudah terbiasa menggunakan komputer, tersedia software, hardware untuk mendukung pengembangan sistem informasi berbasis web. Hasil perhitungan Return Of Invesment sebesar 98,3% > 0, maka feasible dengan keuntungan 98,3% dari invenstasi. Pengembangan sistem informasi menggunakan metodelogi prototype.Hasil uji prototype dengan metode Blackbock menunjukkan fungsi/reaksi sesuai yang dilakukan aktor, sistem bekerja dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna.Kesimpulan: Pengembangan pelaporan SPM GD berbasis web menggunakan tahapan metodelogi prototype telah diujikan di RSUD Tipe B wilayah DIY dan menunjukkan sistem mampu memenuhi kebutuhan pengguna.

Filter by Year

2016 2026