cover
Contact Name
M. Maulana Masudi
Contact Email
alhikmah@um-surabaya.ac.id
Phone
+6281250614657
Journal Mail Official
alhikmah@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Kantor Prodi Perbandingan Agama FAI UMSurabaya,Universitas Muhammadiyah Surabaya Gedung Tauhid Lt. 4, Jl. Sutorejo 59 Surabaya, Tlp, (031) 38111966, fax (031) 3813096
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AL-Hikmah: Jurnal Studi Agama-agama
ISSN : 24079146     EISSN : 25495666     DOI : http://dx.doi.org/10.30651/ah.v7i2.7044
Journal of Al-Hikmah: a journal of studies of religions that publishes the results of studies and original research with the latest editions in the religious and social fields from a multidisciplinary perspective. This journal aims to expand and create concepts, theories, paradigms, perspectives and methodologies in the religious and social fields. Scope of Al-Hikmah : Journal of Religious Studies 1. World religions 2. socio-religious 3. Islam 4. Religious organizations
Articles 165 Documents
Studi Komparatif Konsep Nabi Dan Kenabian Agama Islam Dan Kristen Mormon M. Riyan Hidayat; Nurun Nissa Baihaqi; Najamuddin Najamuddin; Mahfidhatul Khasanah; Aidah Mega Kumalasari
Al Hikmah Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.105 KB) | DOI: 10.30651/ah.v7i2.9958

Abstract

ABSTRACT :This study focuses on two main points of the problem, namely how the concept of prophethood according to religions and how the comparison between the concept of prophethood in Islam and Mormon Christianity. As for this type of research, it is library-based, while the method of collection is by using the documentation method. The results of this study indicate that there are significant differences and similarities between these two religions. His similarities reveal that the Prophet was not an ordinary human being, he was appointed as the representative of God, he was assigned to bring news to mankind, acknowledged other Prophets. Among the differences lies in the Mormon belief that the prophet is unbroken, the congregation is free to choose the prophet, apostasy for those who reject the prophet and the concept of the restoration of the church as the key to prophethood. While Islam believes that the Prophet is the last messenger, all Prophets are chosen by God, the rejection of the Prophet is not to the degree of apostasy and there is no concept of restoration as the restoration of the Mormon Christian church.Keyword: Comparative Studies, Prophetic, Christian Mormon ABSTRAK :Penelitian ini berfokuskan pada dua titik pokok permasalahan yakni bagaimana konsep kenabian menurut agama-agama dan bagaimana perbandingan antara konsep kenabian dalam Islam dan Kristen Mormon. Adaapun jenis penilitian ini berbasis pustaka  sedangkan metode pengumpulannya yakni dengan menggunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pada perbedaan dan persamaan yang cukup signifikan diantara dua agama ini. Persamaan nya mengungkap bahwa Nabi bukanlah manusia biasa, ia ditunjuk sebagai wakil Tuhan, ia ditugaskan untuk membawa berita kepada umat manusia, mengakui Nabi lain.  Diantara perbedaannya terletak pada pada keyakinan mormon bahwa nabi itu tak terputus, jemaat bebas memilih Nabi, murtad bagi yang menolak Nabi dan konsep pemulihan gereja sebagai kunci kenabian. Sedangkan Islam meyakini Nabi adalah utusan terakhir, semua Nabi dipilih oleh Allah, penolakan terhadap Nabi tidak sampai derajat murtad dan tidak adanya konsep pemulihan sebagaimana pemulihan geraja kristen Mormon.Kata Kunci : Studi Komparatif, Kenabian, Kristen Mormon
Pemikiran Teologi Fazlur Rahman Muhammad Amin Saleh Al-Habsy
Al Hikmah Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.425 KB) | DOI: 10.30651/ah.v7i2.7044

Abstract

Fazlur Rahman merupakan ssosok pembaharu dalam dunia Islam abad ke-20. Kehadirannya dengan sejumlah gagasan, membawa angin segar bagi pencerahan kembali dunia Islam yang saat itu berada dalam kelesuan. Keterlibatan Rahman dalam dunia pembaharuan Islam memang terlihat sangat serius yang didukung dengan menulis sejumlah buku dan artikel yang membahas berbagai masalah fundamental Islam. Tokoh ini berhasil merumuskan suatu metodologi yang sistematis dan komprehensif yang fokus utamanya adalah hukum Islam di samping aspek-aspek lain. Dengan metode inilah ia menginagurasi pembaruannya.Fazlur Rahman menitik beratkan bahasannya sekitar persoalan tuhan sebagai eksistensi yang fungsional, al-Quran sebagai sumber dan nilai moral, dan kenabian sebagai bukti kongkrit kepengasihan Allah, serta  manusia sebagai mahluk yang bertanggung jawab. Demikian pula ia mengangkat bahasan alam semesta untuk diolah, setan sebagai ujian bagi manusia, serta kehidupan akhirat sebagai tempat pertanggung jawaban manusia. Semua tema tersebut dibahas dalam satu wacana yang sampai batas-batas tertentu benar-benar menunjukkan dinamika. Begitu banyak menurut Rahman yang bisa kita bicarakan mengenai teologi jika dikaitkan dengan etika dalam al-Qur’an. Suatu pembicaraan yang sempurna tidak akan dapat dilakukan, kecuali kalau kita bersedia berakhir dengan pengungkapan seluruh isi kitab itu sendiri. Berkenaan dengan ini, Dan itupun tidak juga mungkin kecuali dalam bentuk membaca al-Quran itu sendiri, dan membiarkan kitab suci itu bicara sendiri. Fazlur Rahman pun gemar membuat pernyataan semacam itu.
Strategi Majelis Pembina Kesehatan Umum Muhammadiyah Melawan Pandemi Covid 19 Mahmud Muhsinin; Romelah Romelah
Al Hikmah Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.81 KB) | DOI: 10.30651/ah.v7i2.5417

Abstract

Wabah covid 19 menjadi wabah yang dialami oleh semua bangsa dan negara di bumi ini. Penyebarannya telah merata di semua negara. Indonesia sendiri telah mengalami wahab ini satu tahun lamanya hingga saat ini wabah ini belum hilang. Berbagai elemen masyarakat ikut menanggulangi wabah covid 19, termasuk Muhammadiyah. Rumah sakit Muhammadiyah merupakan rumah sakit swasta yang berada digarda terdepan dalam menanggulangi wabah covid 19. Kesigapan tersebut merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan oleh Muhammadiyah terhadap amal usahanya, dalam hal ini dilakukan oleh Majelis Pembina Kesehatan Umum Muhammadiyah. Bagaimana strategi  Majelis Pembina Kesehatan Umum Muhammadiyah dalam melawan pandemi Covid 19 ? inilah tujuan penelitian ini. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna. Cara pandang penelitian bergaya induktif, berfokus pada kekhususan. Objek penelitian bersifat alamiah, pengumpulan data menggunakan teknik trianggulasi, analisa data bersifat induktif. Hasil penelitian lebih menekankan makna. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan strategi majelis kesehatan Muhammadiyah ketika masa pandemi dan masa pasca pandemi. Hasil penelitian bahwa proses pembinaan oleh Majelis Pembina Kesehatan Umum Muhammadiyah dilakukan secara bertahap, dimulai dari menselaraskan dan menyamakan visi hidup karyawan dengan visi amal usaha, yaitu mengikuti visi misi muhammadiyah. Proses kedua menanamkan keyakinan atau ruh amal usaha, yang mengikuti ruh dan keyakinan gerakan Muhammadiyah. Proses ketiga, bersikap sesuai dengan ketentuan amal usaha, yang mengikuti amalan warga Muhammadiyah.
Ulama Pewaris Para Nabi: Kajian Awal Tipologi Ulama Kontemporer Sholihul Huda
Al Hikmah Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.105 KB) | DOI: 10.30651/ah.v7i2.10674

Abstract

Al-‘ulama’ Warasatat al-Anbiya (‘Ulama pewaris para Nabi), andagium ini memberikan pengaruh besar terhadap posisi dan status institusi ‘Ulama di masyarakat Muslim. Dalam lintasan sejarah masyarakat Islam beranggapan bahwa pemegang otoritas kebenaran Islam pasca Nabi Muhammad wafat adalah ‘Ulama. Bagi mereka ‘ulama adalah orang-orang pilihan bahkan dianggap “orang suci” kerena penguasaan ilmu agama, prilaku zuhud, dan bersambung nasabnya sampai Nabi Muhammad. Namun seiring waktu dan dinamika perubahan masyarakat di dunia Islam pemaknaan terhadap institusi ‘Ulama mengalami pergeseran dan perubahan. Perubahan pemaknaan ‘ulama dapat dipetakan pada batasan era klasik dan era kontemporer. Era klasik pemaknaan ulama di standartkan pada penguasaan keilmuan Islam klasik (Tafisr, Hadits, Kalam, Tasawuf, Ushul fiqih, dll) dan penguatan spiritual yang termanifestasikan pada prilaku zuhud dan ma’rifatulllah atau khasyatullah. Adapun pemaknaan ‘Ulama di era masa kini (kontemporer) memiliki pemaknaan yang berbeda dengan era klasik, dibawah ini akan dibahas pemetaan awal terhadap karakter dan tipologi ulama di era kontemporer, yang tentu masih diperlukan pendiskusian secara holistik dan komperhensif.
Mazhab dan Istimbath Hukum Jidan Ahmad Fadillah; Jusuf Satriani; Mohamad Badrus; Iffatin Nur
Al Hikmah Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.471 KB) | DOI: 10.30651/ah.v7i2.8087

Abstract

Abstract This article aims to explain the position of fiqh schools in Islamic law and. Many problems arise because of a lack of understanding of mazhab issues, such as taqlid attitudes, school fanaticism, and opinions about obligations to certain schools. As a result, due to different schools of thought, there was strife within Muslims. Even more extreme, because it is different from the Madzhab or the teachings of its ulama, the Koran and Hadith are rejected. The schools appeared after the third period of the initial generation, namely in the second century Hijriah and this period is called the Mujahideen period. Every school, like Shafi’i, Hanafi, Maliki and Hambali have their own uniqueness. The uniqueness lies in the methods and applications of the Istinbath law which are used of each school and the basis used. Such as Imam Syafi’i has a different method with the other mazhab priests in establishing the law, which greatly emphasizes Sunnah, nash, and ra’yu. In addition, in establishing the Shafi’i faith law has two opinions known as Qaul Qadim and Qaul Jadid. This study examines the faoundations of the scholars in performing ijtihad and istinbath methods of law. Keywords: madzhab, istimbath, and law.
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Akhlak Karimah Siswa Di Era Revolusi Industri 4.0 Di MTS Banat Kudus Nisaana 'Azzalatifa; Mu’awanah Mu’awanah; Maulina Istighfaroh
Al Hikmah Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.657 KB) | DOI: 10.30651/ah.v7i2.8156

Abstract

Abstract 4.0 industrial revolution era is characterized by the development of increasingly sophisticated technology, especially in the field of communication. These positive impacts are accompanied by negative impacts. One of the negative impacts is the erosion of the character of students. For this reason, an effort is needed to improve the character of students in the 4.0 industrial revolution era by taking advantage of the role of Islamic religious education. Thus, the authors are interested in examining the role of Islamic religious education in shaping the character of students in the 4.0 industrial revolution era. This research uses a qualitative research approach and is descriptive in nature. The research was carried out at MTs NU Banat Kudus on March 10, 2021 by interviewing one of the moral teachers named Ms. Deti, S.Pd., in this study Ms. Deti stated that Islamic religious education, especially moral education, played a very important role in shaping the character of the students in this 4.0 industrial revolution era. This role is carried out side by side between teachers and schools. The role of the teacher is to remind and provide examples for students to always behave Keywords : morals, role, industrial revolution
Eksistensi dan Kehujjahan Urf sebagai Sumber Istimbath Hukum Lailita Fitriani; Luthfa Surya Anditya; Minahus Saniyyah; Nicken Nawang Sari; Iffatin Nur
Al Hikmah Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.267 KB) | DOI: 10.30651/ah.v7i2.8088

Abstract

Abstract The science of Usul Fiqh developed along with the development of Islam to various areas in the Arabian Peninsula. Research by the Usul Fiqh, it is necessary because many cultures outside of the Arabian Peninsula, which are at odds with the local culture of the Arabian Peninsula. Of course, it is a requirement of local communities who do not know much about Islam. Therefore, the clergy continue to do a lot of efforts to resolve the various problems that exist. Where it is constituted by several methods for the formulation of Islamic law in addition to the "al-Quran", "Sunna", "Ijma’" and "Analogy" which has been agreed upon by both parties, namely al-urf. For Muslims, wherever they are, for the law of the provisions of the Quran and the Hadith of the Prophet is not violated, local customs can be declared valid. Legal ijtihadiyah derived from the "custom" and then set as Islamic law where if the "custom" is a source of that change, then the law ijtihadiyah will also change. The Compilation of Islamic Law contains a consideration of the customs law which is used as the legal basis that there was product fiqh of marital property which is distinct different with the corpus of jurisprudence outside Indonesia. The basic example is based on the reality if the law changes to suit the turn of time, place, and conditions. From here it looks that the nature of Islamic law that dynamic can be seen very clearly. Keywords : ‘urf, Islamic law, and ijtihad
Rethingking Islam And Modernity: Menelaah Pemikiran Fathi Osman Tentang Pluralisme Dan Ham Asrori Asrori
Al Hikmah Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.076 KB) | DOI: 10.30651/ah.v7i2.10749

Abstract

Persoalan yang sering muncul  pada beberapa tahun terakhir adalah terkait dengan  pluralisme dan HAM  yang banyak dibicarakan, terutama kajian-kajian di Indonesia. Dampak dari perkembangan zaman di mana manusia dengan segala perbedaan pandangan dan pemikirannya menjadikan pluralisme dan HAM di tempatkan dalam posisi yang berbeda. Terkadang pluralisme dan HAM menjadikan konflik antar sesama umat yang ada di bumi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, mendeskripsikan pluralisme dan HAM, Kedua  mendeskripsikan masalah-masalah dunia (Konsep HAM dan Implementasinya). Hasil dari penelitian menjelaskan tema besar pemikiran Fathi Osman  di antaranya terkait dengan pluralisme dan HAM. Konsep pluralisme dikemukakan untuk memahamkan, bahwa perbedaan yang terjadi antara manusia tidak harus dimaknai sebagai  permusuhan dan saling klaim kebenaran antara satu dengan yang lain yang ujungnya berakibat pada konflik bahkan peperangan. Sedangkan konsep HAM ditawarkan sebagai “ruh” penghormatan dan pengakuan atas hak-hak individu maupun hak-hak minoritas yang tidak boleh dilanggar. Permasalah HAM di dunia memang sangat beragam, perbedaan pandangan, konsep, budaya dan geografis masyarakat dunia menjadikan HAM belum tuntas sampai sekarang. Namun demikian jika kita telusuri, ada dua masalah serius yang dihadapi dunia berkaitan dengan HAM, yaitu tentang issu-issu konseptual dan kendala implementasinya. Issu-issu konseptual adalah issu-issu mendasar yang berkaitan dengan konsep HAM dalam Deklarasi HAM tahun 1948.
Hubungan Antara Konsep Du’a Ngga’e Sebagai Realitas Tertinggi Suku Ende-Lio Dengan Iman Kristiani Mathias Jebaru Adon; Siklus Rikardus Depa; Vinsensius Rixnaldi Masut
Al Hikmah Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.803 KB) | DOI: 10.30651/ah.v7i2.10954

Abstract

This study aims to explain the concept of Du'a Ngga'e as the ultimate reality of the Ende-Lio tribe, Flores about the Christian faith. The Ende-Lio people believe that before the Catholic Church proclaims their faith in God, they have known and worshiped “Allah” as the ultimate reality with the name Du'a Ngga'e. The people of the Ende-Lio tribe believe in Du'a Ngga'e as the origin of all things and the source of human life so that they must be respected and worshiped in the hanga (sacred space). Therefore, the Catholic Church must continue to pay attention to the noble values of local culture by building an equal horizontal dialogue without discrediting one another. The methodology used in this study is a qualitative method by conducting in-depth interviews and literature studies on the two variables. This study found two important things, namely: (1) In the concept of Du'a Ngga'e, the Ende-Lio tribal community already contains the truths of Christian faith in God Almighty. (2) The consequence is that the Church must respect the local culture as an entry point in proclaiming the Christian faith.
Desain Kurikulum Berbasis Islamic Worldview Mahmud Muhsinin; Khozin Khozin
Al Hikmah Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ah.v8i1.13169

Abstract

Membentuk akhlak siswa merupakan hal yang mendasar dalam pendidikan Islam . Terbentuknya akhlak sangat berkaitan dengan konsep pandangan dunia seseorang. Membentuk pandangan dunia anak merupakan hal yang penting dalam sebuah pendidikan. Pendidikan Islam  harus memperhatikan Islamic worldview agar bisa membentuk siswa yang berakhlak dan berkepribadian Islam . Bagaimana konstruksi kurikulum pendidikan perspektif/berbasis Islamic worldview? inilah pertanyaan yang ingin dijawab oleh penelitian ini. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sebuah kurikulum yang berbasis Islamic worldview. Hasil penelitian : Komponen tujuan kurikulum adalah membentuk anak didik yang menghamba kepada Allah semata dan bersikap sebagai khalifah dalam keseharian. Komponen kedua isi kurikulum, yaitu mengenalkan Allah, manusia dan alam. Komponen ketiga strategi kurikulum, yaitu proses pembelajaran dilakukan dengan mengutamakan aspek amal atau perbuatan atau praktek. Pembelajaran dilakukan dengan strategi pengalaman siswa. Strategi pembelajaran ini mengajak siswa untuk praktek dan mengungkapkan pengalamannya untuk dilakukan pembinaan agar praktek yang dilakukan bisa lebih baik lagi. Komponen keempat evaluasi, yaitu kelulusan siswa dan evaluasi tingkat keberhasilan strategi kurikulum. Penilaian kelulusan siswa dengan komposisi 40% penilaian kognitif dan 60% penilaian akfektif dan moral.

Page 9 of 17 | Total Record : 165