cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Phone
+6285385388335
Journal Mail Official
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2022): April 2022" : 34 Documents clear
PERWATAKAN DAN NILAI MORAL TOKOH UTAMA NOVEL LASKAR PELANGI DAN NOVEL MIMPI ANAK PULAU: KAJIAN SASTRA BANDINGAN Misno, Misno; Mursalim, Mursalim; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5836

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan perwatakan dan nilai moral tokoh utama pada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Mimpi Anak Pulau karya Abidah El Khalieqy. Perwatakan dari setiap tokoh utama terdiri atas sifat peduli, baik hati, terampil, pantang menyerah, pintar, temperamen, setia kawan, jujur, pengaggum, penyabar dan percaya diri. Pada nilai moral menurut teori Emile Dhurkem   terbia atas disiplin, kelekatan, dan otonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif komperatif yakni mendeskripsikan perwatakan dan nilai moral tokoh utama novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Mimpi Anak Pulau karya Abidah El Khalieqy, yang dilanjutkan derngan membandingkan perwatakan dan nilai moral dari masing-masing tokoh. Data diperoleh dengan membaca novel Laskar Pelangi dan novel Mimpi Anak Pulau yang berupa kutipan kata-kata yang memiliki kaitan dengan perwatakan dan nilai moral pada tokoh utama. Hasil penelitian ini mendeskripsikan perbandingan perwatakkan dan nilai moral dari kedua tokoh utama dalam ke dua novel, yang terletak pada persamaan dan perbedaan. Persamaan perwatakan dari kedua tokoh terletak pada sifat peduli sesama, baik hati, terampil, pintar, dan pantang menyerah. Sedangkan perbedaan perwatakan dari kedua tokoh utama terletak pada sifat temperamen, pemerhati, setia kawan, jujur, pengaggum, penyabar, dan percaya diri. Sedangkan untuk nilai moral dari kedua  tokoh utama hanya terdapat persamaan sebagai berikut disiplin yaitu dapat membedakan anatar kepentingan untuk dirinya sendiri dengan kepentingan bersama, kelekatan yaitu saling memahami antara sesama dan selalu menyertakan orang lain dalam memutuskan sesuatu, otonom yaitu saling membantu, dapat menahan hawa nafsu dan saling mengingatkan. Perbedaan dari ke tiga aspek nilai moral tersebut di dalam kedua novel pada kedua tokoh utama tidak ditemukanya perbedaan. Kata kunci: nilai moral, novel, perwatakan, tokoh utama ABSTRACTThis research aims to describe the character and moral values of the main characters in the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata and the novel Mimpi Anak Pulau by Abidah El Khalieqy. The character of each main character consists of caring, kind, skilled, unyielding, smart, temperament, loyal friends, honest, admiring, patient and confident. On moral values according to the theory of Emile Dhurkem terbia on discipline, attachment, and autonomy. The method used in this research is a comparative descriptive method that describes the character and moral values of the main characters of the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata and the novel Mimpi Anak Pulau by Abidah El Khalieqy. Which is continued by comparing the character and moral values of each figure. Data were obtained by reading the novel Laskar Pelangi and the novel Mimpi Anak Pulau in the form of quotations of words that have to do with the character and moral values of the main characters. The results of this study describe the comparison of the character and moral values of the two main characters in the two novels, which lie in the similarities and differences. The similarity of the character of the two characters lies in the nature of caring for each other, kind -hearted, skilled, smart, and unyielding. While the difference in character of the two main characters lies in the nature of temperament, observer, loyal friend, honest, admirer, patient, and confident. As for the moral values of the two main characters there are only similarities as follows discipline that can distinguish between interests for themselves with common interests, attachment that is mutual understanding between each other and always include others in deciding something, autonomy that is mutual help, can restrain lust and remind each other. The differences from the three aspects of moral values in the two novels in the two main characters are not found differences.Keyword: moral values, novel, characterization, comparative literature, main characters
AN ANALYSIS OF SEMANTIC DEVIATION IN MAROON 5'S SONG LYRICS IN ALBUM V Gina Anggraeni; M. Bahri Arifin; Famala Eka Sanhadi Rahayu
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5488

Abstract

ABSTRACT Song lyric is a literary work that contains the outpouring of personal feelings, emotions, and expressions of soul-shaped experiences in the form of the composition of words in a song. This finding is qualitative research using stylistic approach, which aims to identify types and functions of semantic deviation found in Maroon 5 song in album V. The utilized theories in this research are semantic deviation by Heinrich F. Plett (2010) and Laurence Perrine (1963). The data were lines which contained semantic deviations in Maroon 5 song in album V. The results of the research are as follows. First, eight out of twelve types of semantic deviation, there are in Maroon 5 song in album V, namely: 1) pleonasm, 2) oxymoron, 3) metaphor, 4) irony, 5) simile, 6) hyperbole, 7) paradox, and 8) litotes. Metaphor is the prominent type used in this work. This finding indicates that the songwriter tends to deliver his ideas through some comparisons. It is because metaphor gives the broadest freedom for creativity, but it also looks interesting. Second, there are four functions found, i.e: 1) to bring additional imaginary, 2) to add emotional intensity, 3) to afford imaginative pleasure, and 4) to say much in brief compass. To bring additional imaginary is the dominant function. This is because Adam Levine has the tendency to make his song lyrics by using interesting expression, and it imagined as if it was real.Keywords: stylistics, semantic deviation, Maroon 5 album V ABSTRAK Lirik lagu merupakan karya sastra yang berisi curahan perasaan pribadi, emosi, dan ekspresi pengalaman berbentuk jiwa berupa susunan kata-kata dalam sebuah lagu. Temuan ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan stilistika, yang bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan fungsi deviasi semantik yang terdapat pada lagu Maroon 5 di album V. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyimpangan semantik oleh Heinrich F. Plett (2010) dan Laurence Perrine (1963). Data berupa baris-baris yang mengandung penyimpangn semantik pada lagu Maroon 5 album V. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, delapan dari dua belas jenis penyimpangan semantik terdapat pada lagu Maroon 5 di album V, yaitu: 1) pleonasm, 2) oxymoron, 3) metafora, 4) ironi, 5) simile, 6) hiperbola, 7) paradoks , dan 8) litotes. Metafora adalah tipe utama yang digunakan dalam karya ini. Temuan ini menunjukkan bahwa penulis lagu cenderung menyampaikan idenya melalui beberapa perbandingan. Karena metafora memberikan kebebasan seluas-luasnya untuk berkreasi, tetapi juga terlihat menarik. Kedua, ada empat fungsi yang ditemukan, yaitu: 1) untuk membawa tambahan imajiner, 2) untuk menambahkan intensitas emosional, 3) untuk membeli kesenangan imajinatif, dan 4) untuk mengatakan banyak di kompas singkat. Untuk membawa imajiner tambahan adalah fungsi yang dominan. Hal ini karena Adam Levine memiliki kecenderungan membuat lirik lagunya dengan ekspresi yang menarik, dan dibayangkan seolah-olah nyata.Kata Kunci: stilistik, penyimpangan semantic, Maroon 5 album V
THE MAIN CHARACTER DEVELOPMENT AND GOTHIC CONVENTIONS IN RUDNICK’S MALEFICENT NOVEL Alvionita Alvionita; Anjar Dwi Astuti; Nasrullah Nasrullah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5511

Abstract

ABSTRACT This study aimed at analyzing how the character development of the main character influenced the gothic conventions in Maleficent novel. In order to get more thorough understanding, theories by Hurlock and Snodgrass were employed. For personality development, it is divided into eight determinants, there are physical determinants, intellectual determinants, emotional determinants, social determinants, aspirations and achievements, sex determinants, educational determinants, and family determinants. For gothic conventions, there are atmosphere, setting, revenge, and supernatural. In order to identify the personality development and gothic conventions, qualitative research was employed to explore further. The result showed that Maleficent as the main character experienced personality development, there are physical changes, emotional changes and family who always stand with her. For gothic conventions, Maleficent experienced all of the type there are atmosphere, revenge and supernatural.Keywords: personality develoment, gothic conventions, gothic literature, Maleficent, fairy  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perkembangan karakter dari tokoh utama yang mempengaruhi kaidah-kaidah gothic dalam novel Maleficent. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh, penulis menggunakan teori Hurlock dan Snodgrass. Untuk perkembangan karakter dibedakan menjadi delapan faktor yaitu faktor fisik, faktor intelektual, faktor emosional, faktor sosial, aspirasi dan prestasi, faktor jenis kelamin, faktor pendidikan, dan faktor keluarga. Untuk kaidah gothic, diantaranya suasana, balas dendam, dan supernatural. Untuk mengindentifikasi perkembangan kepribadian dan kaidah-kaidah gothic, penelitian kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi lebih jauh. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Malefient sebagai tokoh utama mengalami perkembangan kepribadian, terjadi perubahan fisik, perubahan emosi, dan keluarga yang selalu mendampingi dirinya. Untuk kaidah gothic, Maleficent mengalami semua jenis yaitu suasana, balas dendam dan supernatural.Kata kunci: perkembangan kepribadian, kaidah-kaidah gothic, sastra gothic, Maleficent, peri
TRANSLATION TECHNIQUES OF LITTLE PRINCE’S INTERROGATIVE UTTERANCES IN THE LITTLE PRINCE NOVEL INTO INDONESIAN PANGERAN CILIK Armyla Armyla; Singgih Daru Kuncara; Chris Asanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5508

Abstract

ABSTRACTThis research analyzed translation techniques used in the translation of interrogative utterances by Little Prince’s character in the English novel The Little Prince into Indonesian Pangeran Cilik by Antoine De Saint-Exupery. The researcher used the theory of translation techniques by Molina and Albir (2002). This research was categorized as qualitative research.  The result of the research showed there were 12 techniques used in the data. They were, namely, adaptation, borrowing, compensation, description, discursive creative, established equivalent, linguistic amplification, linguistic compression, modulation, reduction, and transposition. The total data were 97 interrogative utterances by Little Prince’s character.  The total data of each techniques were as follows: (1) adaptation occurred 3 times, (2) amplification occurred 3 times, (3) borrowing occurred 1 time, (4) compensation occurred 3 times, (5) Description occurred 2 times, (6) discursive creation occurred 4 times, (7) established equivalent occurred 6 times, (8) literal translation occurred 38 times, (9) modulation occurred 6 times, (10) reduction occurred 23 times, (11) transposition occurred 8 times. The researcher found the dominant technique used by the translator was literal translation with total of 38 findings.Key words: Translation, Translation Technique, Interrogative Utterances, The Little Prince, Pangeran Cilik ABSTRAKPenelitian ini menganalisis teknik penerjemahan yang digunakan dalam penerjemahan ujaran interogatif tokoh Pangeran Kecil dalam novel Bahasa Inggris The Little Prince ke Bahasa Indonesia Pangeran Cilik karya Antoine De Saint-Exupery. Peneliti menggunakan teori teknik penerjemahan oleh Molina dan Albir (2002). Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ada 12 teknik yang digunakan dalam data. yaitu, adaptasi, peminjaman, kompensasi, deskripsi, kreasi diskursif, bentuk padanan, amplifikasi linguistik, kompresi linguistik, modulasi, reduksi, dan transposisi. Total data adalah 97 ujaran interogatif dari karakter Pangeran Kecil. Total data dari masing-masing teknik adalah sebagai berikut: (1) adaptasi ditemukan 3 kali,(2) amplifikasi (3) peminjaman ditemukan 1 kali, (3) kompensasi ditemukan 3 kali, (4) deskripsi ditemukan 2 kali, (5) kreasi diskursif ditemukan 4 kali , (6) bentuk padanan ditemukan 6 kali, (9) terjemahan literal ditemukan 38 kali, (10) modulasi muncul 6 kali, (11) reduksi muncul 23 kali, (12) transposisi ditemukan 8 kali. Peneliti menemukan teknik yang dominan digunakan oleh penerjemah adalah terjemahan literal dengan total 38 temuan.Kata kunci:  Penerjemahan, Teknik Penerjemahan, Ujaran Interogatif, The Little Prince, Pangeran Cilik
GENDER DISCRIMINATION TOWARD JOSEY AIMES AS THE MAIN CHARACTER IN NORTH COUNTRY FILM Febry Viona Caroline; M. Natsir; Nasrullah Nasrullah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.6371

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to find out the kinds of gender discrimination toward Josey in North Country film. Further, the other purpose of this research is to identify Josey’s responses against gender discrimination as depicted in the film. In this research, the researcher focuses on examining kinds of gender discrimination by using Sheila McLean’s theory about kinds of gender discrimination and also focuses on what Josey’s responses against gender discrimination that happened to her in North Country film by using Feagin and Sikes’s theory of responses. Furthermore, the researcher uses qualitative-descriptive research and Miles and Huberman’s data analysis. In this film, the researcher finds there are four kinds of gender discrimination that have appeared in the film. The kinds of gender discrimination are subordination, marginalization, stereotype, and violence. In addition, those kinds of gender discrimination that happened toward Josey made Josey act three kinds of responses toward it. The three responses that acted by Josey in the film are withdrawal, resigned acceptance, and verbal confrontation.Keywords: gender discrimination, sheila mclean’s kinds of gender discrimination, feagin and sikes’s kinds of responses, north country.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis diskriminasi gender terhadap Josey dalam film North Country. Selanjutnya, tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tanggapan Josey terhadap diskriminasi gender seperti yang digambarkan dalam film tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti berfokus untuk mengkaji jenis-jenis diskriminasi gender dengan menggunakan teori Sheila McLean tentang jenis-jenis diskriminasi gender dan berfokus pada apa tanggapan Josey terhadap diskriminasi gender yang terjadi padanya dalam film North Country dengan menggunakan teori tanggapan Feagin dan Sikes. Selanjutnya, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dan analisis data Miles and Huberman. Dalam film ini, peneliti menemukan empat jenis diskriminasi gender yang muncul dalam film tersebut. Jenis-jenis diskriminasi gender adalah subordinasi, marginalisasi, stereotip, dan kekerasan. Selain itu, jenis-jenis diskriminasi gender yang terjadi pada Josey membuat Josey melakukan tiga macam tanggapan terhadapnya. Tiga tanggapan yang ditunjukkan oleh Josey dalam film tersebut adalah penarikan diri, penerimaan pasrah, dan konfrontasi verbal.Kata Kunci: diskriminasi gender, jenis-jenis diskriminasi gender sheila mclean, jenis respon feagin dan sikes, north country
GENDER LANGUAGE USED BY MAIN CHARACTERS IN HIDDEN FIGURES FILM Siti Seliyanti Aneira Husain; M. Bahri Arifin; Indah Sari Lubis
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5428

Abstract

ABSTRACT Language is a primary need in society and makes it really could not apart from every people and has become a part of our life. The study that is having a relationship between language and society is sociolinguistics. Sociolinguistics is a branch of linguistics that focuses on the study of language in society. Sociolinguistics covers many topics such as language and gender. Gender can be seen with how men and women play a role and act in society depends on their social and cultural provision and how they are raised to use language will affect how they behave. Gender language appears in many literary works, and one of them is Hidden Figures film. Hidden Figures film contains men and women’s language features and there are also the evidences that gender language exists in that film. This research focused on analyzing the features of gender language and the characteristics in gender language through descriptive qualitative research. The result of this research showed that there were eight women’s language features found and six men’s language features found by the researcher in Hidden Figures film. The researcher found women’s language features in Katherine’s utterance, those features are lexical hedges, tag question, rising intonation on declaratives, empty adjectives, intensifiers, superpolite forms, avoidance of strong swear words and emphatic stress. Then for men’s language features, it is found that there were six men’s language features in Al Harrison’s utterance, those features are minimal responses, hedges, question, command and directives, swearing and taboo language and compliments. In addition, the researcher also performed best characterizing in gender language in Hidden Figures film based on how many features appeared in two characters.Keywords: language and gender, men’s language, women’s language ABSTRAK Bahasa merupakan kebutuhan primer dalam masyarakat dan benar-benar tidak bisa lepas dari setiap orang karena telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Kajian yang ada hubungannya antara bahasa dan masyarakat adalah sosiolinguistik. Sosiolinguistik adalah salah satu cabang ilmu linguistik yang berfokus pada kajian bahasa dalam masyarakat. Sosiolinguistik mencakup banyak topik seperti bahasa dan gender. Gender dapat dilihat dari bagaimana laki-laki dan perempuan berperan dan bertindak dalam masyarakat sesuai dengan ketetapan sosial dan budaya mereka, dan bagaimana mereka dibesarkan untuk berbahasa akan mempengaruhi bagaimana mereka  berperilaku. Bahasa gender muncul dalam banyak karya sastra, salah satunya adalah film Hidden Figures. Film Hidden Figures memuat fitur-fitur bahasa laki-laki dan perempuan dan juga terdapat bukti bahwa bahasa gender ada dalam film tersebut. Penelitian ini fokus pada analisis fitur bahasa gender dan karakteristik bahasa gender melalui penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan fitur bahasa wanita dan enam fitur bahasa laki-laki yang ditemukan oleh peneliti dalam film Hidden Figures. Peneliti menemukan fitur bahasa wanita dalam ucapan Katherine, fitur-fitur tersebut adalah hedge (terkungkung / terbatasi), menggunakan tag question, menaikkan intonasi dalam pernyataan, menggunakan empty adjectives, menggunakan intensifiers, menggunakan ragam bahasa yang (sangat) sopan, menghindari kata-kata makian, menggunakan penekanan empatik. Kemudian untuk fitur-fitur bahasa laki-laki, ditemukan enam fitur bahasa laki-laki dalam ucapan Al Harrison, fitur-fitur tersebut adalah respon minimal, hedge (terkungkung/ terbatasi), pertanyaan, perintah dan arahan, bahasa makian dan tabu dan pujian. Sebagai tambahan, peneliti juga menampilkan karakterisasi mana yang paling cocok dalam bahasa gender difilm bahasa gender berdasarkan banyaknya fitur yang muncul pada dua karakterKata kunci: Bahasa dan Gender, Bahasa Perempuan, Bahasa Laki-laki.
THE STUDY OF CONVERSATIONAL IMPLICATURE IN A STAR IS BORN MOVIE Febri Rhamadani, Siti Natasya; Arifin, M. Bahri; Setyowati, Ririn
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5418

Abstract

ABSTRACT This thesis studies conversational implicature in A Star is Born Movie. A Star Is Born is a 2018 American romantic musical drama film starred by Cooper, Lady Gaga, Dave Chappelle, Andrew Dice Clay, and Sam Elliott. It tells story about a hard-drinking musician (Cooper) who discovers and falls in love with a young singer (Gaga). The research focuses on the conversations between characters in the movie. The objectives of the study are 1) to identify the conversational implicatures utterances on A Star Is Born movie, and 2) to analyze the conversational implicatures  which have additional meaning. This research is a qualitative research. To analyze the data, the study uses Grice’s theory of conversational implicature; Generalized conversational implicature and particularized conversational implicature. The result of the study shows that: First, there are 375 data containing conversational implicature. Those conversational implicature divided into two, generalized implicature and particularized implicature. From 375 conversational implicature, there are 220 utterance belong to generalized implicature and 155 utterances belong to particularized implicature. Second, all conversational implicature have additional meaning. It means, there are 375 data of conversational implicature have additional meaning.Keywords: implicature, conversation, movie ABSTRAK Penelitian ini membahas implikatur percakapan dalam sebuah film berjudul A Star is Born. Film ini adalah sebuah film  drama romantis dari Amerika yang dibintangi  oleh Cooper, Lady Gaga, Dave Chappelle, Andrew Dice Clay, dan Sam Elliot. Film ini menceritakan seorang pemain music yang suka minum-minuman keras (Cooper) yang bertemu dan jatuh cinta pada seorang penyanyi muda (Lady Gaga). Penelitian berfokus pada percakapan antar karakter dalam film. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi ujaran mana saja yang mengandung implikatur percakapan di film berjudul A Star Is Born, dan 2) menganalisa mana saja implikatur percakapan yang mempunyai makna tersirat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Untuk menganalisa data dipergunakan teori dari implikatur percakapan dari Grice, implikatur percakapan umum dan implikatur percakapan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, ada 375 implikatur percakapan. Implikatur percakapan tersebut terbagi dua yaitu implikatur percakapan umum dan implikatur percakapan khusus. Dari 375 implikatur percakapan, ada 220 ujaran yang dikategorikan sebagai implikatur percakapan umum dan 155 ujaran yang termasuk implikatur percakapan khusus. Kedua, semua implilkatur percakapan mempunyai makna tersirat yang berarti bahwa ada 273 data implikatur percakapan yang mempunyai makna tersirat.Kata kunci: implikatur, percakapan, film
PENAMAAN PADA NAMA UNIK MAKANAN DI KOTA SAMARINDA: KAJIAN SEMANTIK Setiowati, Indah; Rijal, Syamsul; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.5788

Abstract

Penelitian ini membahas nama unik makanan di Kota Samarinda menggunakan kajian semantik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana dasar penamaan pada nama unik makanan di Kota Samarinda, dan (2) bagaimana jenis makna pada nama unik makanan di Kota Samarinda. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dasar penamaan dan jenis makna yang terkandung pada nama unik makanan di Kota Samarinda. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan dan termasuk pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, teknik catat, dokumentasi. Teori yang digunakan dalam analisis data adalah teori dasar penamaan oleh Chaer (2013) dan teori jenis makna menurut Pateda (2010), untuk mengetahui dasar penamaan dan jenis makna pada nama unik makanan di Kota Samarinda. Dari proses pengumpulan data, nama unik makanan di Kota Samarinda ditemukan 6 data nama unik. Dari jumlah data tersebut didapatkan satu data yang berupa kata dan lima data berupa frasa yang kemudian dideskripsikan berdasarkan dasar penamaan dan jenis makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penetian ditemukan berupa dasar penamaan nama unik makanan di Kota Samarinda yang diberikan nama berdasarkan ciri khas makanan, keserupaan, dan pemendekan. Jenis makna pada nama unik makanan di Kota Samarinda  ditemukan data mengandung makna denotatif, makna konotatif, makna gramatikal, dan makna asosiatif. Dari analisis yang telah dilakukan, bahwa pemberian nama makanan di Kota Samarinda banyak memberikan nama makanan di luar dari nama asli makanan itu sendiri dan membuat nama makanan tersebut menjadi unik dan   lebih menarik.
A CRITICAL DISCOURCE ANALYISIS ON BARACK OBAMA FARAWELL ADRESS AT CHICAGO Pasande, Priskila Ekawati Anggana; Arifin, M. Bahri; Setyowati, Ririn
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5754

Abstract

The area of this research is critical discourse analysis using the characteristics of the microstructure, superstructure, and macrostructural approaches by Van Dijk's theory. The object behind the research is Barack Obama last speech during his tenure as president of the United  States, which was held on January 10, 2017 at McCormick Place, Chicago, IIIinois. In his last speech, Barack Obama expressed his gratitude to those who have been very supportive. He is during his tenure as president. In his speech, Barack Obama also discussed a lot about his message to the youth of the United States to be more active in contributing to the progress of the United States, and discussed a lot about the social and economic problems of the United States. Public Speaking by Barack Obama deserves to be studied and his clear and systematic way of speaking is the reason for researchers to research it, to find out what ideology is conveyed in his speech. This research focused on identifying the characteristics of the microstructure, superstructure, macrostructure, and ideologycal approaches contained in Barack Obama speech using a qualitative approach method. The results of this study indicate that ideologies of liberalism and ideologies of socialism. From these data, the researcher found that the ideology of liberalism was mostly contained in Barack Obma speech.
METAFORA DALAM KUMPULAN CERPEN KENANG-KENANGAN SEORANG WANITA PEMALU KARYA W.S. RENDRA Allobua', Wanti; Dahlan, Dahri; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.6708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi metafora yang terdapat dalam kumpulan cerpen Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu karya W.S. Rendra. Kumpulan Cerpen tersebut memuat banyak penggunaan gaya bahasa terutama metafora. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah kata, frasa, klausa, dan kalimat yang teridentifikasi sebagai bentuk metafora. Sumber data penelitian ini adalah buku kumpulan cerpen Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu karya W.S. Rendra. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan metode agih dan langkah menganalisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian dalam kumpulan cerpen Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu karya W.S. Rendra ditemukan bentuk metafora antropomorfik,  kehewanan, pengabstrakan, dan sinestetis, serta makna yang dikandung dalam setiap bentuk metafora, yakni makna leksikal dan gramatikal. Hasil analisis menunjukkan Rendra lebih banyak memilih bentuk metafora antropomorfik, yaitu menghidupkan sesuatu yang tidak bernyawa dengan cara membandingkan tubuh, sifat, maupun kebiasaan manusia ditransfer ke sesuatu yang tidak bernyawa, sehingga bernilai estetis dan pendeskripsian suasana lebih indah dan kreatif. Fungsi Metafora ditemukan fungsi informasi, fungsi ekspresif, dan fungsi direktif. Fungsi informasi lebih banyak digunakan untuk menyampaikan informasi yang mengandung ide, keyakinan, kekhawatiran dan kemarahan. Selain penggunaan bentuk metafora, ditemukan juga beberapa data yang berhubungan dengan penggunaan gaya bahasa lainnya, seperti simile dan hiperbola.

Page 1 of 4 | Total Record : 34