cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran
ISSN : 25499203     EISSN : 25499114     DOI : -
Core Subject : Education,
PEMBELAJAR menerbitkan hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh pakar, pendidik, ilmuan, dan praktisi pendidikan pada bidang Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran.
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
Teknik Deep Breathing Relaxation Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Mahasiswa Saat Bimbingan Skripsi Nurhidayah Usman; Widyastuti Widyastuti; Ahmad Ridfah
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 5 Nomor 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v5i2.19411

Abstract

Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi seringkali mengalami kecemasan saat akan mengonsultasikan skripsi dengan dosen pembimbing, sehingga penting untuk dilakukan intervensi untuk menurunkan kecemasan mahasiswa agar tidak  menghambat komunikasi dengan dosen pembimbing dan penyelesaian skripsi mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas deep breathing relaxation untuk menurunkan tingkat kecemasan pada mahasiswa bimbingan skripsi. Partisipan dalam penelitian ini adalah empat orang mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan UNM yang sedang bimbingan skripsi. Desain yang digunakan pada penelitian ini yaitu single case experimental design. Pelatihan dilakukan secara e-learning melalui aplikasi google meet. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kecemasan Bimbingan Skripsi yang disusun berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Calhoun & Acocella dengan nilai reliabilitas sebesar 0,944. Metode analisis yang digunakan adalah visual inspection; analisis kualitatif diperoleh berdasarkan wawancara dan daily record partisipan. Hasil analisis kuantitatif menggunakan grafik visual inspection menunjukkan adanya penurunan skor kecemasan partisipan sebelum dan sesudah pelatihan. Berdasarkan analisis tersebut diperoleh kesimpulan bahwa terjadi penurunan tingkat kecemasan pada partisipan sebelum dan sesudah. Teknik deep breathing relaxation efektif digunakan untuk menurunkan kecemasan mahasiswa bimbingan skripsi.
Menanggulangi Dekadensi Moral Generasi Z Akibat Media Sosial Melalui Pendekatan Living Values Education (LVE) leli patimah; Yusuf Tri Herlambang
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 5 Nomor 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v5i2.18359

Abstract

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang informasi seperti media sosial menjadi problematika baru. Ketidaksiapan masyarakat khususnya generasi z  terhadap arus perkembangan tersebut menimbulkan distorsi perilaku, perbuatan serta akhlak seperti bullying, pergaulan bebas, pencurian, tawuran, miras dan narkoba, social media anxiety sampai pada kasus kematian akibat kekerasan. Hal tersebut merupakan gejala dari dekadensi moral yang banyak menyelimuti kalangan generasi z di Indonesia. Guna menanggulangi permasalahan tersebut living values education muncul sebagai salah satu pendekatan yang bisa digunakan oleh para pendidik, orangtua ataupun fasilitator yang bertujuan untuk meminimalisir dekadensi moral yang semakin hari semakin memprihatinkantan. Living values education menekankan pada pencarian makna hidup seseorang untuk lebih bernilai serta mengembangkan potensi agar menjadi manusia berkualitas dan menumbuhkan nilai – nilai kemanusiaan.
Pemerolehan Kanji Bahasa Jepang bagi Pengajar dan Pembelajar Non-Kanji: Studi Tentang Beliefs dan Strategi Belajar Dian Bayu Firmansyah; Eko Kurniawan; Ita Fitriana
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 5 Nomor 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v5i2.20100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang beliefs dan strategi belajar-mengajar dari pengajar dan pembelajar Bahasa Jepang yang tidak memiliki latar belakang budaya huruf kanji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif untuk proses pengolahan data. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket tertutup, dengan skala penilaian Lickert-scale dan pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi statistik. Responden dalam penelitian ini yaitu pengajar dan pembelajar Bahasa Jepang yang tidak memiliki latar belakang budaya huruf kanji. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat korelasi positif antara beliefs pembelajar dan pengajar dalam pembelajaran kanji, yang menunjukkan bahwa materi kanji walaupun dianggap sulit, tetapi tetap dapat dikuasai dengan bantuan metode ajar yang variatif dari pengajar. Penelitian ini juga menemukan bahwa banyak metode belajar-mengajar yang telah dilakukan, untuk menemukan metode yang paling efektif dalam mempelajari dan menguasai materi kanji. Peran pengajar dalam menciptakan lingkungan belajar yang memudahkan pembelajar untuk menguasai mater kanji juga sangat vital, sehingga perlu terus didorong untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam hal penggunaan metode pengajaran terbaru.  This study examines Japanese teachers beliefs and teaching strategies and learners who do not have a kanji cultural background. The method used in this study is the descriptive method, with a quantitative approach to the data processing process. The research instruments used are closed questionnaires, with Lickert-scale assessment scales and data processing carried out using statistical applications. Respondents in this study were Japanese teachers and learners who did not have a kanji cultural background. The study results show that there is a positive correlation between the beliefs of learners and teachers in kanji learning, which shows that kanji material, although considered difficult. However, Japanese learners can still master it with the help of varied teaching methods from teachers. The study also found that teachers have developed many teaching and learning methods to find the most effective ways of studying and mastering kanji material. Teachers' role in creating a learning environment that makes it easier for learners to master mater kanji is also vital, so it is necessary to continue to be encouraged to make improvements in terms of the use of the latest teaching methods.
Media Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Melalui Kesenian Tari Badui di Paguyuban Tunas Muda, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta Widha Nur Hidayah
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 1 April 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i1.23593

Abstract

Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwasanya kegiatan kesenian Tari Badui yang ada di Dusun Malangrejo, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta adalah salah satu budaya yang bukan hanya sebagai pertunjukkan hiburan semata, akan tetapi pertunjukkan kesenian ini ternyata memiliki nilai-nilai Pendidikan karakter yang dapat dijadikan alat atau media dalam menanamkan nilai-nilai tersebut secara universal. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif serta masuk ke dalam penelitian lapangan (field research), penelitian ini mengambil tempat di Dusun Malangrejo, Yogyakarta dimana desa ini termasuk salah satu desa budaya yang ada di wilayah Provinsi Yogyakarta. Pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara memberikan makna pada data yang sudah dikumpulkan dan dari makna tersebut dapat ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan jika kesenian Tari Badui memiliki Nilai-Nilai Pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya nilai religius, nilai saling menghormati, nilai menjaga diri, nilai keikhlasan, nilai tanggung jawab, nilai kedisiplinan, nilai sosial, nilai cinta tanah air, nilai kesopanan, nilai kemandirian dan nilai sosial. From this study, it was found that the Badui dance art activities in Malangrejo, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta are on of the cultures that are not only entertainment shows, but this art show has character education values that can be used as tools or media in instilling these values universally. This research is a qualitative research and is included in field research, also take place in Malagrejo, Yogyakarta where this village is one of the cultural villages in the province of Yogyakarta Collecting data through observation, interviews and documentation. Data analysis is done by giving meaning to the data that has been collected and from that meaning conclusions can be drawn. the results of this study reveal that the art of Badui Dance has character education values which include religious values, sincerity values, values of resposibility, values of discipline, social values, values of love for the homeland values of decency, the value of independence and social value.
Hubungan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Pengalaman Bermakna saat Prakerin dengan Persepsi Karier di Bidang Teknologi Listrik pada Siswa SMK Kota Malang Agnest Irda Hanifatin Nur Auliya; Setiadi Cahyono Putro; Hari Putranto
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 1 April 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i1.24944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan tingkat keterampilan berpikir kreatif (X1), pengalaman bermakna saat prakerin (X2) dan persepsi karir di bidang teknologi listrik (Y), (2) mengungkap signifikansi dan hubungan antara X1 dan Y; (3) mengungkap signifikansi dan hubungan antara X2 dan Y; (4) mengungkap signifikansi dan hubungan secara simultan antara X1 dan X2 dengan Y. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional yang bersifat expost facto. Tingkat reliabilitas variabel X1, X2 dan Y secara berurutan adalah 0,919, 0,904, 0,914. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan di Kota Malang sebanyak 97 responden. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) koefisien korelasi X1 dengan Y sebesar 0,413; (2) koefisien korelasi X2 dengan Y sebesar 0,343; dan (3) koefisien korelasi X1 dan X2 dengan Y sebesar 0,616. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu : (1) tingkat X1, X2 dan Y dalam kategori tinggi; (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara parsial antara X1 dan Y; (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara parsial antara X2 dan Y; dan (4) terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara simultan antara X1 dan X2 dengan Y.The purpose of this research is to understand: (1) describe the level of creative thinking skills (X1), meaningful experiences during internship (X2) and career perceptions in the field of electrical technology (Y), (2) reveal the significance and relationship between X1 and Y; (3) reveal the significance and relationship between X2 and Y; (4) revealing the significance and relationship simultaneously between X1 and X2 with Y. The research method used is a quantitative method with a descriptive correlational research design that is expost facto. The level of reliability of the variables X1, X2 and Y respectively are 0.919, 0.904, 0.914. The sample of this research is the students of class XII Electrical Engineering Expertise Program in Malang City as many as 97 respondents. The results of this research are: (1) the correlation coefficient between X1 and Y is 0.413; (2) the correlation coefficient between X2 and Y is 0.343; and (3) the correlation coefficient of X1 and X2 with Y is 0.616. The conclusions of this study are: (1) the level of X1, X2 and Y in the high category; (2) there is a positive and partially significant relationship between X1 and Y; (3) there is a positive and partially significant relationship between X2 and Y; and (4) there is a simultaneous positive and significant relationship between X1 and X2 with Y.
Deradikalisasi Pemahaman Agama Islam Melalui Pendidikan Keluarga Nilna Azizatus Shofiyyah; Irfan Paturohman
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 1 April 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i1.23777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran strategis pendidikan keluarga dalam pelaksanaan deradikalisasi pemahaman agama. Radikalisme telah menjadi polemik yang berkembang pesat di masyarakat Indonesia. Keluarga sebagai institusi pendidikan informal, menjadi salah satu elemen sentral dalam membangun berbagai upaya strategis deradikalisasi. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memegang peran sentral dalam memberikan pendidikan dini dan pengendalian pemahaman anak. Deradikalisasi dalam pendidikan keluarga melalui pola bimbingan intensif dan intim oleh orang tua merupakan landasan paling kokoh yang mendasari pemahaman anak. Upaya deradikalisasi dalam pendekatan pendidikan keluarga diwujudkan melalui (1) pemodelan yang baik, (2) pembiasaan, (3) pengajaran dengan nasehat, (4) motivasi, dan (5) penegakan aturan. Upaya tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan sikap moderat pemuda Islam yang mampu mencerminkan sikap saling menghargai perbedaan dan menumbuhkan rasa toleransi yang tinggi dalam menjalankan kehidupan beragama. Dengan demikian, upaya deradikalisasi pemahaman agama melalui pendidikan keluarga perlahan mampu mendobrak gerakan radikalisme di masyarakat.This study aimed to describe the strategic role of family education in implementing deradicalization of religious understanding. Radicalism has become a polemic that has developed massively in Indonesian society. As an Informal education institution, family becomes one of the central elements in building many strategical efforts to deradicalize. The method in this study used a qualitative approach through literature studies. The results suggest that parents held a central role in providing early education and controlling children's understanding. Deradicalization in family education through intensive and intimate patterns of guidance by parents is the most solid foundation for underlying children's learning. Deradicalization efforts in the family educational approach are actualized through (1) good modeling, (2) habituation, (3) teaching with advice, (4) motivation, and (5) rule enforcement. These efforts are intended to foster moderate attitudes of the Islamic youth that can reflect mutual respect for differences and promote a high sense of tolerance in carrying out religious life. Thus, efforts to deradicalize the understanding of religion through family education are slowly able to break the radicalism movement in society.
Meningkatkan Keterampilan Menyimak pada Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Bercerita Akhfani Ahdika Rosyidi; Erlina Nur Octaviana; Ruli Hafidah
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 1 April 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i1.27521

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui keterampilan menyimak pada anak usia dini melalui  penerapan metode bercerita dalam kegiatan pembelajaran di TK RA Zaenab Provinsi Jawa Tengah. (2) Untuk mengetahui kemampuan menyimak pada anak melalui metode bercerita di TK RA Zaenab Provinsi Jawa Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Fokus dalam penelitian ini yaitu penerapan metode bercerita, kemampuan menyimak anak usia dini. Subjek penelitian ini adalah kelompok B TK RA Zaenab yang berjumlah 14 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Data yang diperoleh melalui instrumen observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita pada anak usia dini kelompok B di TK RA Zaenab Provinsi Jawa Tengah menggunakan metode bercerita dengan menggunakan alat peraga berupa buku cerita. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada semua guru TK untuk menjadikan metode bercerita sebagai salah satu metode pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan menyimak anak.This study aims (1) to determine listening skills in early childhood through the application of storytelling methods in learning activities at RA Zaenab Kindergarten, Central Java Province. (2) To determine the ability to listen in children through the storytelling method at RA Zaenab Kindergarten, Central Java Province. The approach used in this research is a qualitative approach with a descriptive type of research. The focus in this research is the application of the storytelling method, the ability to listen to early childhood. The subjects of this study were group B of RA Zaenab's Kindergarten which amounted to 14 people. Data collection techniques using interview and observation techniques. The data obtained through the instruments of observation and interviews. The results showed that the application of the storytelling method in early childhood group B in RA Zaenab Kindergarten, Central Java Province, used the storytelling method by using props in the form of story books. Based on the results of this study, it is suggested to all kindergarten teachers to use the storytelling method as one of the learning methods in developing children's listening skills.
Kompetensi Literasi Digital Mahasiswa Dalam Menulis Artikel Opini Maya Dewi Kurnia; Rahayu Pristiwati
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 1 April 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i1.21135

Abstract

Ditengah informasi yang menyebar secara cepat karena perkembangan teknologi yang pesat kompetensi literasi digital menjadi sebuah keharusan. Akan tetapi, hal ini perlu disikapi secara bijak sehingga mendapatkan kebermanfaaan. Dalam aktivitas pembelajaran di kelas, kompetensi ini dibutuhkan mahasiswa untuk mendukung pembelajaran khususnya dalam menulis artikel opini. Dalam penulisannya artikel opini, informasi dan data yang relevan menjadi sesuatu yang dibutuhkan sebagai referensi. Tujuannya tentu menguatkan gagasan penulis. Oleh karena itu, perlu kiranya kecakapan literasi digital sehingga sumber informasi yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahuai kompetensi literasi digital mahasiswa dalam menulis artikel opini. Penelitian ini menggunakan deskripstif analitis. Berdasarkan angket yang disebar kepada mahasiswa, diketahui secara umum mahasiswa mampu mencari informasi dan data. Akan tetapi, untuk mencari informasi dari sumber yang tepat masih terbilang kurang, begitu halnya dengan kemampuan membandingkan informasi. Untuk itu perlu kiranya pengintegrasikan literasi digital dalam materi ajar menulis artikel opini. Dengan demikian akan membangun kesadaran mahasiswa akan literasi digital yang baik.Digital literacy competence is a must in the midst of information that spreads rapidly due to rapid technological developments. However, this needs to be handled wisely so that it gets useful. In learning activities in class, this competency is required by students to support learning, especially in writing opinion articles. In writing opinion articles, relevant information and data become needed as a reference. The goal is to strengthen the author's ideas. Therefore, it is necessary to have digital literacy skills to account for the sources of information obtained. This research aims to know the digital literacy competence of students in writing opinion articles. This research uses analytical description. Based on the questionnaire distributed to students, it is generally known that students can find information and data. However, finding information from the right source is still lacking, as is the ability to compare the information. For this reason, it is necessary to integrate digital literacy in teaching materials for writing opinion articles. Thus, it will build student awareness of good digital literacy.
Peran Alumni dalam Pengembangan Kurikulum Program Studi PIAUD Khotimatul Husna; Ajriah Muazimah; Sukiman Sukiman
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 1 April 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i1.28416

Abstract

Kurikulum merupakan suatu perencanaan untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Pengembangan kurikulum dapat dilakukan dengan melihat hasil dari pembelajaran yang telah dilakukan, yaitu kegiatan yang dilakukan alumni setelah lulus dari pendidikan tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran alumni dalam membantu mengembangkan kurikulum pada jenjang pendidikan tinggi. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu mendeskripsikan peran alumni dalam mengembangkan kurikulum pada pendidikan tinggi, dengan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pada dosen yang terlibat dalam mengembangkan kurikulum. Prosedur analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengatakan bahwa alumni berperan sebagai evalusi untuk hasil dari pembelajaran yang telah dilakukan agar dapat memperbaiki kualitas pembelajaran yang akan diambil, kompetensi alumni sebagai penunjang kualitas program studi dengan memberikan imbas pada penilaian dari orang lain pada program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, dan alumni sebagai penjaga kualitas dan mutu dari program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini.Curriculum is a plan to improve the quality of education. Curriculum development can be done by looking at the results of learning that has been done, namely activities carried out by alumni after graduating from university. The purpose of this research is to find out and describe the role of alumni in helping to develop the curriculum at the level of higher education. This research method uses descriptive qualitative methods, namely describing the role of alumni in developing the curriculum in higher education, with data collection done by interviewing lecturers involved in developing the curriculum. The data analysis procedure uses Miles and Huberman models. The results of the study said that alumni act as evaluation for the results of learning that has been done in order to improve the quality of learning to be taken, alumni competence as supporting the quality of the study program by providing an impact on assessments from others in early childhood islamic education study programs, and alumni as guardians of the quality and quality of early childhood islamic education study programs.   
Analisis Adversity Quotient (AQ) Terhadap Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Daring Wienda Gusta; Nurhizrah Gistituati; Alwen Bentri
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 1 April 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i1.26748

Abstract

Besarnya dampak wabah Covid-19 pada lingkup pendidikan mendorong dilakukannya perubahan dalam proses pembelajaran untuk dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan kegiatan pembelajaran secara online untuk seluruh jenjang pendidikan. Sangat mungkin bagi siswa menemukan kesulitan-kesulitan selama pembelajaran daring dan membuat motivasi belajar siswa menurun. Maka untuk menghadapi kesulitan tersebut diperlukan kecerdasan yang mampu membantu siswa tetap bertahan atau disebut dengan Adversity Quotient (AQ) yang pada akhirnya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Adversity Quotient dan mengetahui pengaruhnya terhadap motivasi belajar. Pendekatan penelitian ini dilakukan dengan penelitian kuantitatif, ada 108 responden penelitian berdasarkan teknik cluster random sampling. Adapun pengambilan data penelitian ini menggunakan kuesioner skala likert 5 point, lalu dianalisis dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian ini bahwa Adversity Quotient ditinjau dari aspek control, origin and ownership, reach, dan endurance berada di kategori cukup baik. Terdapat pengaruh Adversity Quotient dan motivasi belajar siswa secara positif dan signifikan dengan kontribusi pengaruh berada pada kategori tinggi.The magnitude of the Covid-19 impacts outbreak on the scope of education encourages changes in the learning process to be able to break the chain of spread of Covid-19 by applying online learning activities for all levels of education. It is quite possible for students to find difficulties during online learning and make students' learning motivation decrease. So, to deal with these difficulties, intelligence is needed that can help students stay afloat or called Adversity Quotient (AQ) which can ultimately increase students' learning motivation. The purpose of this study was to analyze the Adversity Quotient and find out its effect on learning motivation. This research approach was carried out with quantitative research, there were 108 respondents based on cluster random sampling techniques. As for the data collection of this study using a 5-point likert scale questionnaire, it is then analyzed with a simple linear regression analysis technique. The results of this study that Adversity Quotient reviewed from the aspects of control, origin and ownership, reach, and endurance are in the category quite well. There is the influence of Adversity Quotient and student learning motivation positively and significantly with the contribution of influence to be in the high category

Page 9 of 17 | Total Record : 164