cover
Contact Name
Hasruddin Nur
Contact Email
asrul23.23.a2@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asrul23.23.a2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Phinisi Integration Review
ISSN : 26142325     EISSN : 26142317     DOI : -
Phinisi integration review dikelola oleh program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar dengan ISSN: 2614-2317 (online) dan ISSN: 2614-2325 (Cetak), terbit 2 kali dalam setahun pada bulan februari dan agustus. Phinisi integration review menerima artikel atau tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil kajian analitis, penelitian, aplikasi teori, dan pembahasan perpustakaan tentang ilmu pengetahuan sosial terdiri dari pendidikan sejarah, pendidikan IPS terpadu, pendidikan ekonomi, IPS Ke SD-an, Pendidikan Hukum dan Kewarganegaraan, pendidikan sosiologi, Pendidikan Antropologi.
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
PENGARUH PERAN GURU DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI TERHADAP PEMBERANTASAN CYBERBULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH SMP NEGERI 8 WATAMPONE Nurlailah, Nurlailah; Idrus, Idham Irwansyah; Saleh, Sirajuddin; Ibrahim, Ibrahim; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.71995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Menganalisis peran guru dalam pencegahan cyberbullying di lingkungan sekolah SMP Negeri 8 Watampone. 2) Menganalisis peran pemanfaatan teknologi dalam mendukung pencegahan cyberbullying di SMP Negeri 8 Watampone. 3) Mengidentifikasi efektivitas upaya pencegahan cyberbullying di SMP Negeri 8 Watampone. 4) Menganalisis pengaruh peran guru dan pemanfaatan teknologi terhadap pencegahan cyberbullying di SMP Negeri 8 Watampone.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Variabel penelitian terdiri dari Peran Guru (Variabel X1), Pemanfaatan Teknologi (Variabel X2), dan Pencegahan Cyberbullying (Variabel Y). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket/survei, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peran guru dalam pencegahan cyberbullying di SMP Negeri 8 Watampone sangat signifikan, karena guru tidak hanya memberikan edukasi tetapi juga membimbing dan melindungi siswa melalui kampanye anti cyberbullying, pendampingan psikologis, dan pendidikan etika digital. Sementara itu, 2) Pemanfaatan teknologi juga terbukti efektif dalam upaya tersebut melalui kampanye media sosial, pembelajaran daring, dan sistem pelaporan berbasis teknologi, yang meningkatkan kewaspadaan siswa dan memudahkan pelaporan kejadian bullying. 3) Keberhasilan upaya pencegahan cyberbullying di sekolah ini telah mencapai tingkat efektivitas sebesar 87%, didukung oleh strategi pencegahan, intervensi, dan upaya pemulihan, termasuk edukasi, pemantauan digital, dan pembinaan bagi korban dan pelaku. 4) Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa peran guru dan pemanfaatan teknologi berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan yang aman dari cyberbullying. Kolaborasi antara kedua faktor ini memungkinkan guru dan teknologi untuk bekerja sama dalam mendidik, meningkatkan kewaspadaan, dan menciptakan ruang yang mendukung bagi siswa untuk menghindari perilaku cyberbullying. Dengan pendekatan terpadu ini, SMP Negeri 8 Watampone telah menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi dalam pencegahan perundungan siber.This study aims to determine: 1) Analyze the teacher's role in preventing cyberbullying in the school environment of SMP Negeri 8 Watampone. 2) Analyze the role of technology utilization in supporting cyberbullying prevention at SMP Negeri 8 Watampone. 3) Identify the effectiveness of cyberbullying prevention efforts at SMP Negeri 8 Watampone. 4) Analyze the influence of the teacher's role and technology utilization on cyberbullying prevention at SMP Negeri 8 Watampone.The research method used is a quantitative descriptive approach. The research variables consist of Teacher's Role (Variable X1), Technology Utilization (Variable X2), and Cyberbullying Prevention (Variable Y). Data collection techniques include observation, questionnaires/surveys, and documentation. The data analysis techniques used are descriptive statistics and inferential analysis.The results of the study indicate that: 1) The teacher's role in preventing cyberbullying at SMP Negeri 8 Watampone is highly significant, as they not only educate but also guide and protect students through anti-cyberbullying campaigns, psychological assistance, and digital ethics education. Meanwhile, 2) Technology utilization has also proven to be effective in these efforts through social media campaigns, online learning, and technology-based reporting systems, which increase student awareness and facilitate reporting of bullying incidents. 3) The success of cyberbullying prevention efforts at this school has reached an effectiveness level of 87%, supported by prevention strategies, interventions, and recovery efforts, including education, digital monitoring, and guidance for both victims and perpetrators. 4) Further analysis shows that the teacher's role and technology utilization significantly contribute to creating a safe environment from cyberbullying. The collaboration between these two factors enables teachers and technology to work together in educating, raising awareness, and creating a supportive space for students to avoid engaging in cyberbullying behavior. With this integrated approach, SMP Negeri 8 Watampone has demonstrated a high level of effectiveness in cyberbullying prevention.
PENGGUNAAN COMBINE HARVESTER PADA PANEN PADI DI KELURAHAN CEMPANIGA KECAMATAN CAMBA KABUPATEN MAROS DALAM TINJAUAN SOSIAL EKONOMI Arif, Nur Aisyah; Rusdi, Rusdi; Shasliani, Shasliani
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.73375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1). Menganalisis penerapan combine harvester dalam proses panen padi di Kelurahan Cempaniga Kecamatan Camba Kabupaten Maros. 2). Menganalisis dampak penggunaan combine harvester terhadap kondisi sosial ekonomi petani di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. 3). Mengidentifikasi dan menganalisis tantangan sosial ekonomi yang dihadapi oleh buruh panen padi sebagai dampak penerapan sistem panen dengan combine harvester di Kelurahan Cempaniga. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara serta dokumentasi, Informan dalam penelitian ini terdiri dari petani dan buruh panen yang terdampak oleh penggunaan combine harvester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan combine harvester di Kelurahan Cempaniga meningkatkan efisiensi panen melalui proses yang lebih cepat, terstruktur, dan hemat biaya. Bagi petani, dampak ekonominya mencakup penurunan biaya operasional, percepatan rotasi tanam, dan peluang peningkatan pendapatan. Dari segi sosial, penggunaan mesin ini mengurangi interaksi dalam panen gotong royong dan menuntut adaptasi terhadap pola kerja baru. Sementara itu, bagi buruh panen, dari segi ekonomi, penggunaan alat ini menyebabkan penurunan kebutuhan tenaga kerja saat panen, sehingga kesempatan kerja menjadi terbatas dan pendapatan menurun. Dari segi sosial, kondisi ini berdampak pada kehidupan harian buruh panen, seperti terkikisnya praktik tradisional, perubahan budaya sehingga mengurangi interaksi sosial antara buru panen dengan petani dan meningkatkan angka kemiskinan.This study aims to: 1) Analyze the implementation of combine harvesters in the rice harvesting process in Cempaniga Urban Village, Camba Sub-district, Maros Regency; 2) Analyze the socio-economic impact of using combine harvesters on farmers in Cempaniga Urban Village, Camba Sub-district, Maros Regency; and 3) Identify and analyze the socio-economic challenges faced by rice harvest laborers as a result of the adoption of combine harvester-based harvesting systems in Cempaniga Urban Village. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques include interviews and documentation. The informants in this study consist of farmers and harvest laborers affected by the use of combine harvesters. The results show that the implementation of combine harvesters in Cempaniga Urban Village has improved harvesting efficiency through a faster, more structured, and cost-effective process. For farmers, the economic impacts include reduced operational costs, faster planting rotation, and opportunities to increase income. Socially, the use of this machine reduces interaction in traditional communal harvesting and requires adaptation to new work patterns. Meanwhile, for harvest laborers, the economic impact includes a decline in labor demand during harvest time, resulting in limited job opportunities and decreased income. Socially, this condition affects their daily lives, including the erosion of traditional practices, cultural changes that reduce social interaction between laborers and farmers, and an increase in poverty levels.
EKONOMI KREATIF DAN PERAN BAHASA ASING DALAM PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI Mariah S, Enung; Damasinta, Alfiana; Wisudawaty, Ika
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.74426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengembangan ekonomi kreatif dan peran bahasa asing dalam pendidikan di perguruan tinggi. Di tengah globalisasi yang semakin pesat, sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi modern, yang melibatkan industri-industri berbasis kreativitas dan inovasi, seperti seni, desain, teknologi informasi, dan media. Di sisi lain, penguasaan bahasa asing menjadi kompetensi kunci yang memungkinkan mahasiswa untuk berinteraksi di pasar global dan memperluas peluang kerja internasional. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana pendidikan bahasa asing di perguruan tinggi dapat berkontribusi pada pengembangan keterampilan yang diperlukan dalam sektor ekonomi kreatif. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui survei terhadap mahasiswa dan dosen di beberapa perguruan tinggi yang menawarkan program studi terkait ekonomi kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa asing tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa, tetapi juga memperkuat daya saing mereka di pasar global, terutama dalam industri kreatif yang semakin bergantung pada kolaborasi internasional. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi perguruan tinggi dalam mengintegrasikan pendidikan bahasa asing dengan program-program ekonomi kreatif. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan agar perguruan tinggi mengembangkan kurikulum yang lebih terintegrasi antara kedua elemen tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan karir mahasiswa di tingkat global.This research aims to explore the relationship between the development of the creative economy and the role of foreign languages in higher education. Amidst rapid globalization, the creative economy sector has become one of the important pillars in modern economic development, involving industries based on creativity and innovation, such as arts, design, information technology, and media. On the other hand, proficiency in foreign languages has become a key competency that enables students to interact in the global market and expand international job opportunities. Therefore, it is important to understand how foreign language education in higher education can contribute to developing the skills needed in the creative economy sector. This research adopts a quantitative approach by collecting data through surveys of students and lecturers at several universities that offer study programs related to the creative economy. The research results indicate that foreign language skills not only broaden students' perspectives but also strengthen their competitiveness in the global market, especially in the creative industry that increasingly relies on international collaboration. Furthermore, this study also highlights the challenges faced by higher education institutions in integrating foreign language education with creative economy programs. Based on these findings, this study suggests that higher education institutions develop a more integrated curriculum between these two elements to enhance the quality of education and students' career readiness at a global level.
KREATIVITAS GURU DALAM PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS BERBASIS DIGITAL DI SMPN 24 MAKASSAR Yuniar, Yuniar; Jumadi, Jumadi; Ibrahim, Ibrahim; Najamuddin, Najamuddin; Saleh, Sirajuddin
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.72101

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor pendukung dan penghambat kreativitas guru IPS dalam penerapan media pembelajaran berbasis digital di SMPN 24 Makassar. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan enam guru IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung meliputi implementasi Kurikulum Merdeka yang mendorong inovasi, keakraban peserta didik dengan teknologi, program pelatihan pemerintah, dan dukungan sekolah dalam bentuk moral, fasilitas, serta kolaborasi antar guru. Namun, kreativitas guru terhambat oleh keterbatasan sarana prasarana, minimnya pelatihan berkala dan keterampilan digital sebagian guru, serta kurangnya dukungan maksimal dari pihak sekolah dalam pengadaan fasilitas dan pengembangan SDM. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat potensi besar dari siswa yang melek teknologi, sinergi antara guru, sekolah, dan pemerintah sangat krusial untuk mengatasi tantangan dan mengoptimalkan pembelajaran digital.This study analyzes the supporting and inhibiting factors of IPS teachers' creativity in implementing digital-based learning media at SMPN 24 Makassar. Using a qualitative phenomenological approach, data was gathered through in-depth interviews with six IPS teachers. The findings indicate that supporting factors include the implementation of the Merdeka Curriculum, which encourages innovation, students' familiarity with technology, government training programs, and school support in the form of morale, facilities, and teacher collaboration. However, teachers' creativity is hindered by limited infrastructure, insufficient regular training and digital skills among some teachers, and inadequate maximum support from the school regarding facility provision and human resource development. This study concludes that despite the significant potential of technologically literate students, synergy among teachers, schools, and the government is crucial to overcome challenges and optimize digital learning.
HUBUNGAN LITERASI DIGITAL, INOVASI PEMBELAJARAN, DAN PSIKOLOGICAL WELL-BEING TERHADAP KOMITMEN MENJADI GURU TERHADAP MAHASISWA PPG DALAM JABATAN Natasya, Rukma; Musa, Chalid Imran; Supatmaningsih, Tuti; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.72079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh literasi digital, inovasi pembelajaran, dan psychological well-being terhadap komitmen menjadi guru pada mahasiswa PPG Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan data yang diperoleh melalui penyebaran 31 kuesioner kepada mahasiswa PPG. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS versi 4.1.0.9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen menjadi guru (nilai p = 0,000 < 0,05). Inovasi pembelajaran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap komitmen menjadi guru (nilai p = 0,000 < 0,05), sedangkan psychological well-being berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif (nilai p = 0,046 < 0,05). Secara simultan, literasi digital, inovasi pembelajaran, dan psychological well-being berpengaruh signifikan terhadap komitmen menjadi guru (nilai p = 0,000 < 0,05). Nilai R-square untuk perilaku konsumtif sebesar 0,856 yang menunjukkan bahwa 85,6% varians dipengaruhi oleh literasi ekonomi, media sosial, dan pengaruh teman sebaya, sedangkan sisanya 14,4% dipengaruhi oleh faktor lain.This study aims to examine the influence of digital literacy, learning innovation, and psychological well-being on the commitment to becoming a teacher among PPG students in the Social Sciences Education Program at Universitas Negeri Makassar. Using a quantitative approach, data were collected through 31 questionnaires distributed to PPG students. The data were analyzed using Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS version 4.1.0.9. The results showed that digital literacy has a positive and significant effect on the commitment to becoming a teacher (p-value = 0.000 < 0.05). Learning innovation has a negative and significant effect on teacher commitment (p-value = 0.000 < 0.05), while psychological well-being has a positive and significant effect on consumptive behavior (p-value = 0.046 < 0.05). Simultaneously, digital literacy, learning innovation, and psychological well-being significantly influence the commitment to becoming a teacher (p-value = 0.000 < 0.05). The R-square value for consumptive behavior is 0.856, indicating that 85.6% of the variance is explained by economic literacy, social media, and peer influence, while the remaining 14.4% is influenced by other factors.
PENERAPAN MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 28 HALMAHERA SELATAN Rumiyati, Rumiyati; Rasyid, Rusman; Purwati, Endang
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.74591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi kelas X SMA Negeri 28 Halmahera Selatan melalui penerapan media gambar sebagai alat bantu pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari siklus I ke siklus II, dengan persentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari 43% menjadi 83%. Peningkatan ini didukung oleh peningkatan partisipasi aktif siswa dan pengelolaan pembelajaran yang lebih baik oleh guru. Kesimpulannya, penggunaan media gambar efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa pada materi Geografi, khususnya materi dinamika hidrosfer dan konservasi perairan laut. Penelitian ini merekomendasikan penerapan media gambar secara konsisten sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.This study aims to improve student learning outcomes in Geography for Grade X at SMA Negeri 28 Halmahera Selatan through the use of visual media as an instructional aid. The research employed a Classroom Action Research (CAR) approach, conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected using learning outcome tests, observation sheets for teacher and student activities, and documentation of the learning process. The results show a significant improvement in student achievement from Cycle I to Cycle II, with the percentage of students achieving mastery increasing from 43% to 83%. This improvement was supported by increased student participation and better classroom management by the teacher. In conclusion, the use of visual media proved effective in enhancing students' conceptual understanding and motivation in learning Geography, particularly on the topics of hydrosphere dynamics and marine water conservation. The study recommends the consistent use of visual media as an innovative learning strategy to enhance both the quality of instruction and student learning outcomes.
DINAMIKA SISTEM SOSIAL BUDAYA DAN DAMPAKNYA TERHADAP INTEGRASI BANGSA DI INDONESIA Kasim, Muhammad
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.74089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika sistem sosial budaya dan dampaknya terhadap integrasi bangsa di Indonesia. Dalam masyarakat yang multikultural, dinamika sosial budaya berperan penting dalam memperkuat atau melemahkan integrasi bangsa. Melalui metode penelitian literatur, berbagai aspek sistem sosial budaya yang berkontribusi terhadap integrasi bangsa akan dikaji dengan fokus pada pengaruh faktor-faktor seperti globalisasi, modernisasi dan teknologi terhadap kehidupan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika sosial budaya yang dikelola dengan baik dapat memperkaya identitas nasional, memperkuat toleransi dan membangun semangat persatuan. Sebaliknya, jika tidak dikelola dengan bijak, dinamika ini berpotensi menimbulkan konflik, pergeseran nilai budaya, dan disintegrasi sosial. Oleh karena itu, penting untuk terus memperkuat pendidikan nilai kebangsaan, pelestarian budaya lokal, serta penguatan komunikasi antar kelompok sosial agar keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan melainkan kekuatan pemersatu bangsa.This study aims to analyze the dynamics of the socio-cultural system and its impact on national integration in Indonesia. In a multicultural society, socio-cultural dynamics play an important role in strengthening or weakening national integration. Through the literature research method, various aspects of the socio-cultural system that contribute to national integration will be studied with a focus on the influence of factors such as globalization, modernization and technology on the social life of society. The results of the study indicate that well-managed socio-cultural dynamics can enrich national identity, strengthen tolerance and build a spirit of unity. Conversely, if not managed wisely, these dynamics have the potential to cause conflict, shifts in cultural values, and social disintegration. Therefore, it is important to continue to strengthen national value education, preserve local culture, and strengthen communication between social groups so that diversity does not become a source of division but a unifying force for the nation.
STRATEGI PENGELOLAAN ZAKAT DALAM MENINGKATKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT: STUDI PADA LEMBAGA WAHDAH INSPIRASI ZAKAT DI KABUPATEN TAKALAR Afrid, Muhammad; Balkis, Syarifah; Falihin, Dalilul
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.73373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui gambaran pengelolaan zakat yang diterapkan oleh Lembaga Wahdah Inspirasi Zakat di Kabupaten Takalar. 2) Menganalisis strategi pengelolaan zakat tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Takalar. 3) Mengetahui faktor masyarakat membayar zakat di Lemabaga Wahdah Inspirasi Zakat. Jenis penelitian yang digunaakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi pengumpulan zakat secara online oleh WIZ Takalar menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital dalam aktivitas sosial keagamaan memiliki potensi besar untuk meningkatkan aksesibilitas, partisipasi, dan kepercayaan masyarakat. 2) Strategi pengelolaan zakat yang diimplementasikan oleh WIZ melalui Program Berkah Mandiri tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi mustahik tetapi juga mendorong pergeseran paradigma dari bantuan konsumtif menuju investasi produktif yang berkelanjutan. 3) Dalam keseluruhan analisis, terlihat jelas bahwa pengelolaan zakat yang efektif memerlukan pendekatan yang holistik yang mengkombinasikan pemberian dana dengan edukasi intensif bagi mustahik. Ini tidak hanya memastikan penggunaan dana yang lebih bertanggung jawab, tetapi juga mendukung pertumbuhan spiritual dan pemberdayaan mustahik, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan.This study aims to: 1). examine the zakat management practices implemented by Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) in Takalar Regency, 2). analyze the strategies of zakat management in improving community welfare in Takalar Regency, and 3).explore the factors influencing the community's decision to pay zakat through Wahdah Inspirasi Zakat. The research employs a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The findings reveal that: 1) The implementation of online zakat collection by WIZ Takalar highlights the significant potential of digital technology adoption in religious social activities to enhance accessibility, participation, and public trust. 2) The zakat management strategy implemented by WIZ through the Berkah Mandiri program not only improves the economic welfare of zakat recipients (mustahik) but also fosters a paradigm shift from consumptive assistance to sustainable productive investment. 3) A holistic approach is crucial for effective zakat management, integrating financial aid with intensive education for mustahik. This approach ensures more responsible fund utilization, supports spiritual development, and empowers mustahik, ultimately leading to a substantial improvement in their quality of life..
INOVASI-INOVASI DALAM DUNIA PENDIDIKAN MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Hariati, Sri; Astuti, Alfiani Dwi; Patmawati, Susi Anita
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.74895

Abstract

Revolusi Industri mendorong dunia pendidikan untuk bertransformasi seiring dengan kecanggihan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), serta sistem siber-fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk inovasi pendidikan yang relevan, efektif, dan kontekstual dalam menghadapi tantangan digital, khususnya di tingkat pendidikan menengah di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur, ditemukan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya bergantung pada akses teknologi, melainkan juga pada kepemimpinan sekolah, kesiapan guru, dan budaya organisasi yang mendukung perubahan. Berbagai inovasi seperti pembelajaran berbasis proyek digital, pemanfaatan Learning Management System (LMS), serta teknologi immersive seperti Virtual Reality (VR) menunjukkan dampak positif terhadap keterlibatan dan kualitas pembelajaran. Namun, hambatan seperti kesenjangan digital di wilayah 3T dan kurangnya integrasi nilai-nilai lokal masih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, inovasi pendidikan masa depan perlu mengintegrasikan aspek teknologi, pedagogi, dan nilai-nilai humanistik untuk membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan di era digital.Industrial Revolution encourages the world of education to transform along with technological advances such as artificial intelligence (AI), the Internet of Things (IoT), and cyber-physical systems. This research aims to identify relevant, effective, and contextualized forms of educational innovation in facing digital challenges, especially at the secondary education level in Indonesia. Using a descriptive qualitative approach based on a literature study, it was found that the success of innovation depends not only on access to technology, but also on school leadership, teacher readiness, and organizational culture that supports change. Various innovations such as digital project-based learning, utilization of Learning Management System (LMS), and immersive technologies such as Virtual Reality (VR) show positive impacts on learning engagement and quality. However, barriers such as the digital divide in 3T areas and the lack of integration of local values remain key challenges. Therefore, future educational innovations need to integrate aspects of technology, pedagogy and humanistic values to build an inclusive and sustainable learning ecosystem in the digital era.
KEKUATAN KONTEN : BAGAIMANA MEDIA SOSIAL MEMBENTUK POLA KONSUMSI PEKERJA MEDIA PEREMPUAN DI KOTA MAKASSAR Irwan, Irwan; Kadir, Dideng; Syafitri A, Riezky
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.72005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konten media sosial memengaruhi pilihan konsumsi masyarakat, khususnya dalam perilaku mengunjungi kafe dan resto yang tidak semata-mata untuk makan dan minum, serta bagaimana konten digital memenuhi kebutuhan sosiologis konsumen. Studi ini dilakukan terhadap jurnalis perempuan yang tergabung dalam Komunitas Ruang Jurnalis Perempuan (RJP) di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook menjadi rujukan utama dalam memilih tempat bekerja yang nyaman dan sedang tren. Pilihan konsumsi tidak hanya dipengaruhi oleh menu, tetapi juga oleh kenyamanan, fasilitas pendukung, dan suasana tempat. Selain itu, kafe juga berfungsi sebagai ruang sosial alternatif, tempat berjejaring, berbagi ide, dan menciptakan peluang kerja sama. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran makna konsumsi dan ruang publik, serta transformasi gaya hidup kerja perempuan di era digital.This study aims to determine how social media content influences people's consumption choices, especially in the behavior of visiting cafes and restaurants that are not solely for eating and drinking, and how digital content meets the sociological needs of consumers. This study was conducted on female journalists who are members of the Women's Journalist Space Community (RJP) in Makassar City. The results of the study show that social media such as TikTok, Instagram, and Facebook are the main references in choosing a comfortable and trendy place to work. Consumption choices are not only influenced by the menu, but also by comfort, supporting facilities, and the atmosphere of the place. In addition, cafes also function as alternative social spaces, places to network, share ideas, and create opportunities for collaboration. These findings indicate a shift in the meaning of consumption and public space, as well as the transformation of women's work lifestyles in the digital era.