cover
Contact Name
Hasruddin Nur
Contact Email
asrul23.23.a2@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asrul23.23.a2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Phinisi Integration Review
ISSN : 26142325     EISSN : 26142317     DOI : -
Phinisi integration review dikelola oleh program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar dengan ISSN: 2614-2317 (online) dan ISSN: 2614-2325 (Cetak), terbit 2 kali dalam setahun pada bulan februari dan agustus. Phinisi integration review menerima artikel atau tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil kajian analitis, penelitian, aplikasi teori, dan pembahasan perpustakaan tentang ilmu pengetahuan sosial terdiri dari pendidikan sejarah, pendidikan IPS terpadu, pendidikan ekonomi, IPS Ke SD-an, Pendidikan Hukum dan Kewarganegaraan, pendidikan sosiologi, Pendidikan Antropologi.
Arjuna Subject : -
Articles 375 Documents
MEMBANGUN IDENTITAS LOKAL MASYARAKAT WADIABEROHAIYA MELALUI FESTIVAL MIENDO LIWU: PERSPEKTIF SOSIOLOGI SEJARAH Alwi, Alimin; Kamaruddin, Syamsu Andi; Najamuddin, Najamuddin; Nur, Hasruddin
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i1.70220

Abstract

Kajian sosiologi sejarah mengungkap bagaimana perkembangan masyarakat sepanjang masa/sejarah. Kajian ini digunakan untuk menganalisis perkembangan masyarakat Wadiabero-Haiya Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap cara identitas local budaya masyarakat Wadiabero-Haiya melalui Festival Miendo Liwu dan mengungkap aspek budaya yang terbangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kualitatif dengan cara mengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan festival Miendo Liwu memperkuat ikatan sosial dalam komunitas orang Wadiabero-Haiya, memperkuat identitas kolektif dan menyediakan ruang bagi generasi muda untuk belajar dan mewarisi tradisi nenek moyang mereka.  Festival budaya Miendo Liwu bukan hanya sekadar peristiwa budaya, tetapi juga merupakan proses yang penting dalam pembentukan dan pemeliharaan identitas lokal. Aspek sosial dan budaya yang terbangun yaitu solidaritas sosial, pelestarian budaya, transmisi pengetahuan, spiritual, dan identitas. Implementasi temuan ini bahwa festival ini beradaptasi dengan perubahan zaman dan bagaimana komunitas Miendo Liwu tetap menjaga kesinambungan budaya mereka sambil merespons tantangan modern.The study of historical sociology reveals how society progressed and developed throughout time/history. This study is used to analyze the development of the Wadiabero-Haiya community. This research aims to reveal the local cultural identity of the Wadiabero-Haiya community through the Miendo Liwu Festival and reveal the cultural aspects that are developed. This research uses a qualitative study approach by collecting data including observation, interviews and documentation. The results of this research show that the Miendo Liwu festival strengthens social ties within the Wadiabero-Haiya community, strengthens collective identity and provides space for the younger generation to learn and inherit the traditions of their ancestors. The Miendo Liwu cultural festival is not just a cultural event, but also an important process in the formation and maintenance of local identity. The social and cultural aspects that are developed are social solidarity, cultural preservation, transmission of knowledge, spirituality and identity. The implementation of these findings is that this festival adapts to changing times and how the Miendo Liwu community maintains the continuity of their culture while responding to modern challenges.
IDENTIFIKASI PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS KONTEKSTUAL PAPUA DI SMA NEGERI 1 JAYAPURA Loppies, Megiridha; Hasirun, La Ode; Kulyasin, Kulyasin; Payangan, Meilyani
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i1.70667

Abstract

Pentingnya sejarah sebagai elemen pembentukan kesadaran budaya dan identitas bangsa, namun dalam kurikulum nasional materi tentang konteks Papua cenderung terabaikan. Hal ini menyebabkan pembelajaran sejarah di Papua, khususnya di Kota Jayapura tidak relevan dengan kondisi sosial budaya dalam kehidupan nyata siswa. Penelitian ini mengkaji tentang identifikasi problematika pembelajaran sejarah berbasis kontekstual Papua di SMA Negeri 1 Jayapura. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa problematika dalam implementasi pembelajaran berbasis kontekstual Papua, antara lain: 1). ketiadaan materi sejarah Papua dalam kurikulum nasional, 2). sulitnya mendapatkan bahan ajar tentang sejarah lokal, 3). kurangnya kompetensi guru dalam mengembangkan materi lokal, dan 4). terbatasnya fasilitas pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk mengembangkan pembelajaran sejarah yang inovatif. Problematika tersebut membuat guru sering kesulitan dalam mengimplementasikan pembelajaran sejarah berbasis kontekstual Papua di SMA Negeri 1 Jayapura. Hasil penelitian ini merekomendasikan adanya peningkatan sumber daya berupa bahan ajar sejarah lokal Papua, pelatihan bagi guru, dan peningkatan fasilitas pembelajaran di sekolah.The importance of history as an element in the formation of cultural awareness and national identity, but in the national curriculum, material about the Papuan context tends to be neglected. This causes history learning in Papua, especially in Jayapura City, to be irrelevant to the socio-cultural conditions in students' real lives. This study examines the identification of problems in Papuan contextual-based history learning at SMA Negeri 1 Jayapura. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. The results of the study identified several problems in the implementation of Papuan contextual-based learning, including: 1). the absence of Papuan history material in the national curriculum, 2). the difficulty of obtaining teaching materials about local history, 3). lack of teacher competence in developing local materials, and 4). limited learning facilities that can be used by teachers to develop innovative history learning. These problems often make it difficult for teachers to implement Papuan contextual-based history learning at SMA Negeri 1 Jayapura. The results of this study recommend increasing resources in the form of local Papuan history teaching materials, training for teachers, and improving learning facilities in schools.
PENGARUH MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS PATOMPO Aisyah, A. Indira Nurul; Oktarina, Harti
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i1.71267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mata kuliah kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Patompo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan regresi linier sederhana. Sampel penelitian berjumlah 32 mahasiswa yang telah menyelesaikan mata kuliah kewirausahaan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah kewirausahaan adalah 4.15 (kategori positif), sedangkan rata-rata minat berwirausaha mahasiswa sebesar 4.30 (kategori tinggi). Analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa mata kuliah kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa dengan persamaan Y = 1.80 + 0.55X. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.70 menunjukkan bahwa 70% variasi minat berwirausaha dijelaskan oleh mata kuliah kewirausahaan, sementara 30% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji-t menunjukkan p-value < 0.05, yang berarti mata kuliah kewirausahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berperan penting dalam meningkatkan minat mahasiswa untuk berwirausaha. Perguruan tinggi perlu meningkatkan efektivitas mata kuliah ini melalui pendekatan berbasis praktik dan kolaborasi dengan dunia usaha.This study aims to analyze the impact of entrepreneurship courses on the entrepreneurial interest of students in the Economics Education Program at Patompo University. The research method used is quantitative with a descriptive approach and simple linear regression. The research sample consists of 32 students who have completed the entrepreneurship course, selected using purposive sampling technique. Data were collected through Likert scale questionnaires and analyzed using SPSS version 25. The analysis results show that the average perception of students toward the entrepreneurship course is 4.15 (positive category), while the average entrepreneurial interest of students is 4.30 (high category). The simple linear regression analysis shows that the entrepreneurship course significantly influences students' entrepreneurial interest with the equation Y = 1.80 + 0.55X. The coefficient of determination (R²) value of 0.70 indicates that 70% of the variation in entrepreneurial interest is explained by the entrepreneurship course, while 30% is influenced by other factors. The t-test shows a p-value < 0.05, meaning the entrepreneurship course has a significant impact on students' interest in entrepreneurship.  The conclusion of this study indicates that entrepreneurship education plays an important role in increasing students' interest in entrepreneurship. Higher education institutions need to enhance the effectiveness of this course through a practice-based approach and collaboration with the business world. 
DISHARMONI SOSIAL MASYARAKAT DESA KALUKUANG KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR PADA PEMIIHAN PRESIDEN TAHUN 2024 Arsyad, Ernawati; Rifdan, Rifdan; Suyitno, Imam; Nur, Hasruddin; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i1.69632

Abstract

Pemilihan umum Presiden/ wakil presiden yang berlangsung serentak seluruh Indonesia pada tanggal 14 Februari 2024 yang lalu telah membawa akibat atau dampak negatif terhadap masyarakat di Desa Kalukuang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, karena telah terjadi disharmoni (ketegangan) masing-masing pendukung kandidat Penelitian ini bertujuan menganalisis harmoni sosial terjadi pada masyarakat Desa Kalukuang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar pada pemilihan Presiden tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif . Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Observasi Awal, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan harmoni sosial terjadi pada pasca Pilpres 2024 oleh warga desa Kalukuang yang ditopang adanya potensi  berupa : a) nilai kebersamaan yang kuat sebagai warga desa; b) kesadaran dan pendidikan warga yang cukup memadai dan c). kesejahteraan ekonomi yang cukup baik.The simultaneous presidential/ vice presidential election throughout Indonesia on February 14, 2024 has had negative consequences or impacts on the community in Kalukuang Village, Galesong District, Takalar Regency, because there has been disharmony (tension) between each candidate's supporters. This study aims to analyze the social harmony that occurs in the community of Kalukuang Village, Galesong District, Takalar Regency in the 2024 presidential election. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques in this study used Initial Observation, Interviews and Documentation. The results of the study show that social harmony occurred after the 2024 Presidential Election by Kalukuang village residents which is supported by the potential in the form of: a) strong values of togetherness as village residents; b) adequate awareness and education of residents and c). fairly good economic welfare.
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN WISATA BANTIMURUNG DI KABUPATEN MAROS Sumandiyar, Adi; Arda, Arda; Muin, Abdul
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i1.70689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis perubahan sosial pada masyarakat sebagai dampak interaksi sosial yang terjadi dengan wisatawan dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengarui perubahan sosial pada masyarakat akibat interaksi masyarakat lokal dengan wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan penelitian ini yaitu wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perubahan sosial pada hakikatnya adalah kegiatan yang melekat pada kehidupan sehari-hari bagi individu yang bermukim di wilayah. Umumnya perubahan sosial yang sulit untuk berubah adalah kebiasaan yang menjadi peninggalan leluhur seperti misalnya kegiatan upacara ritual dalam meminta doa kepada leluhur guna mendapatkan keselamatan dan kesehatan di dunia, dan (2) interaksi langsung yang terjadi antara wisatawan dengan penduduk lokal memberikan perubahan. Pembangunan dalam masyarakat juga dapat mengadopsi trend modernisasi melalui penggunaan alat telekomomunikasi (handphone) penggunaan fasilitas internet dan pengembangan teknologi informasi.This study aims to find and analyze social changes in society as an impact of social interactions that occur with tourists and to find out what factors influence social changes in society due to interactions between local communities and tourists. The research method used is descriptive qualitative using a descriptive qualitative approach. The data used in this study were in-depth interviews. The results of the study indicate that (1) social change is essentially an activity that is inherent in everyday life for individuals who live in the area. Generally, social changes that are difficult to change are habits that are ancestral legacies such as ritual ceremonies in asking for prayers to ancestors in order to obtain safety and health in the world, and (2) direct interactions that occur between tourists and local residents provide change. Development in society can also adopt modernization trends through the use of telecommunication devices (cell phones), the use of internet facilities and the development of information technology.
FAKTOR PENYEBAB STIGMA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTIS DI MAKASSAR Syatifah, Andi Alifiah Jauza; Arifin, Anshar
Phinisi Integration Review Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i1.71776

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis jenis dan tingkat stigma yang dialami anak penderita autis dalam lingkungan sosialnya mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya dan berlanjutnya stigma terhadap anak penderita autis, dan mengembangkan strategi untuk mengurangi stigma dan meningkatkan penerimaan sosial terhadap anak penderita autisme. Jenis  penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian ini adalah metode deskriptif analitik yang merupakan metode yang menggambarkan situasi yang terjadi saat penelitian berlangsung berdasarkan fakta yang tersedia (Suharsimi, 1998: 309). Teknik penentuan informan yang dipilih dengan cara sengaja atau Purposive yakni informan yang dipilih berdasarkan ketentuan dan sesuai dengan kriteria yang telah dipilih berdasarkan ketentuan dan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti.  Informan dalam penelitian ini adalah ibu dari anak autis di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap  anak autis di Kota Makassar memiliki bentuk stigma terhadap anak autis, faktor munculnya stigma terhadap anak autis, dan keluarga dan layanan pendidikan terhadap stigma anak autis.The purpose of this study was to analyze the types and levels of stigma experienced by children with autism in their social environment, identify factors that influence the formation and continuation of stigma against children with autism, and develop strategies to reduce stigma and increase social acceptance of children with autism. The type of research used is a qualitative research type using this research method is a descriptive analytical method which is a method that describes the situation that occurs when the research is taking place based on available facts (Suharsimi, 1998: 309). The technique of determining the informants selected intentionally or purposively, namely informants who are selected based on provisions and in accordance with the criteria that have been selected based on provisions and in accordance with the criteria determined by the researcher. The informants in this study were mothers of autistic children in Makassar City. The results of the study showed that every autistic child in Makassar City has a form of stigma against autistic children, factors that cause stigma against autistic children, and families and educational services against the stigma of autistic children.
DISRUPTIVE INNOVATION: EKSISTENSI BAJAJ ONLINE DI TENGAH MARAKNYA TRANSPORTASI ONLINE LAINNYA DI KOTA MAKASSAR Lestari, Ema; Hasni, Hasni; Falihin, Dalilul
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.73374

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: 1) Gambaran eksistensi bajaj online sebagai bentuk disruptive innovation (inovasi disruptif) dalam menghadapi maraknya moda transportasi online lainnya di Kota Makassar, 2) Hambatan yang dihadapi para sopir bajaj online sebagai bentuk disruptive innovation (inovasi disruptif) dalam mempertahankan eksistensinya di tengah maraknya moda transportasi online lainnya di Kota Makassar, dan 3) Strategi adaptasi yang diterapkan oleh para sopir bajaj online sebagai bentuk disruptive innovation (inovasi disruptif) dalam menghadapi persaingan dengan moda transportasi online lainnya di Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan 4 tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hasil penelitian menunjukkan bahwa bajaj online berhasil mempertahankan eksistensinya melalui keunggulan harga yang terjangkau, fleksibilitas rute, dan adaptasi teknologi sederhana berbasis aplikasi Maxride. Meskipun demikian, para sopir bajaj online menghadapi hambatan seperti persaingan ketat dengan layanan transportasi online lain, kendala teknologi, serta kurangnya dukungan kebijakan pemerintah. Untuk mengatasi tantangan tersebut, sopir bajaj online menerapkan strategi adaptasi yang meliputi peningkatan kualitas layanan, penghematan biaya operasional, dan pembentukan jaringan komunitas.This research aims to examine: 1) The existence of online bajaj as a form of disruptive innovation in facing the proliferation of other online transportation modes in Makassar City, 2) The obstacles faced by online bajaj drivers as a form of disruptive innovation to sustain their presence amid the rise of other online transportation modes in Makassar City, and 3) The adaptation strategies implemented by online bajaj drivers as a form of disruptive innovation to compete with other online transportation modes in Makassar City. The type of research used in this study is qualitative with a phenomenological approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data were then analyzed through four stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusions drawing. The results show that online bajaj has succeeded in maintaining its existence through advantages such as affordable prices, flexible routes, and simple technological adaptation via the Maxride application. However, online bajaj drivers face obstacles such as intense competition with other online transportation services, technological constraints, and lack of government policy support. To overcome these challenges, online bajaj drivers implement adaptation strategies including improving service quality, minimizing operational costs, and building community networks.
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DI KABUPATEN BIMA Taufikrahman, Taufikrahman; Imran, Chalid; Rakib, Muhammad
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.76210

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pemberdayaan Masyarakat Dalam Peningkatan Ekonomi (Studi Pada Kelompok Tani Bawang Merah DiKecamatan Monta Kabupaten Bima). Dengan   Menggunakan pendekatan kualitatif atau metode phenomenological research (fenomenologis) yang merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif, dimana peneliti melakukan pengumpulan data dengan observasi partisipan untuk mengetahui fenomena esensial partisipan dalam pengalaman hidupnya. Hasil penelitian ini berdasarkan hasil wawancara observasi dan dokumentasi menunjukkan bahwa pemberdayaan pertanian melalu kelompok tani bawang merah dalam peningkatan ekonomi menjadi sangat penting untuk mendukung peningkatan ekonomi Masyarakat, keikut sertaan lembaga-lembaga pemerintahan dalam hal ini dinas pertanian melalui tim penyuluh pertanian dapat membantu memberikan pengetahuan dasar dan sebagai fasilitator untuk kelompok tani bawang merah dalam memperoleh pengetahuan yang cukup dalam pengelolaan pertanianya, penyuluh juga diharapkan mampu menjadi mediator untuk menghubungkan Masyarakat sebagai pelaku pertanian dengan pemerintah sebagai penopang pertanian. Peningkatan ekonomi yang cukup baik dirasakan secara langsung oleh petani yang disebabkan oleh hasil yang diperoleh dari pertanian bawang merah memberikan dampak positif dalam memenuhi kebutuhan dan perbaiakan taraf hidup Masyarakat kecamatan monta.This study discusses Community Empowerment in Economic Improvement (Study on Shallot Farmer Groups in Monta District, Bima Regency). Using a qualitative approach or phenomenological research method which is one type of qualitative research, where researchers collect data by participant observation to find out the essential phenomena of participants in their life experiences. The results of this study based on the results of observation interviews and documentation show that agricultural empowerment through shallot farmer groups in economic improvement is very important to support the improvement of the community's economy, the participation of government institutions in this case the agricultural service through the agricultural extension team can help provide basic knowledge and as a facilitator for shallot farmer groups in obtaining sufficient knowledge in managing their agriculture, extension workers are also expected to be able to become mediators to connect the community as agricultural actors with the government as a supporter of agriculture. A fairly good economic improvement is felt directly by farmers caused by the results obtained from shallot farming having a positive impact in meeting the needs and improving the standard of living of the Monta District community.
PERSEPSI REMAJA TENTANG SEKSUALITAS DAN CINTA DALAM KONTEKS SOSIAL Darmayanti, Dyan Paramitha; Manda, Darman; Sadriani, Andi
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.73539

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi persepsi remaja tentang hubungan seksualitas dan cinta dalam konteks sosial budaya Indonesia serta pengaruh budaya, norma keluarga, dan media sosial terhadap pemahaman mereka. Metode kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur dilakukan terhadap lima informan dari latar belakang berbeda pelajar SMA, mahasiswa, pegawai swasta, ibu rumah tangga, dan guru. Analisis tematik digunakan untuk memahami data. Hasil menunjukkan bahwa norma budaya dan keluarga yang konservatif sangat memengaruhi sikap remaja terhadap seksualitas dan cinta, terutama dalam membatasi ekspresi seksual pada hubungan resmi. Media sosial memberikan akses informasi yang lebih luas dan membuka ruang pemahaman yang lebih terbuka, tetapi juga menghadirkan stigma dan tekanan sosial yang kompleks. Perbedaan gender terlihat jelas; laki-laki lebih fokus pada aspek seksual, sementara perempuan lebih menekankan komitmen dan emosi. Penelitian ini menegaskan bahwa sosialisasi keluarga dan pengaruh media secara bersamaan membentuk konstruksi sosial remaja tentang seksualitas dan cinta. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi seksual yang kontekstual, inklusif, dan sensitif gender untuk mendukung perkembangan remaja yang sehat dan bertanggung jawab.This study examines adolescents perceptions of sexuality and romantic relationships within the Indonesian socio-cultural context, as well as the impact of culture, family norms, and social media on their understanding. A qualitative method involving semi-structured interviews was employed with five informants from diverse backgrounds: high school students, university students, private sector employees, homemakers, and teachers. Thematic analysis was used to understand the data. Results show that conservative cultural and family norms strongly influence adolescents' attitudes toward sexuality and love, especially in limiting sexual expression to formal relationships. Social media provides greater access to information and opens up a more open space of understanding, but it also presents stigma and complex social pressures. Gender differences are evident; men focus more on sexual aspects, while women emphasize commitment and emotions. This study confirms that family socialization and media influence together shape adolescents' social constructions of sexuality and love. The findings underscore the importance of contextualized, inclusive, and gender-sensitive sexual education to support healthy and responsible adolescent development.
DAMPAK MONEY POLITIC TERHADAP DAYA PILIH MASYARAKAT PADA PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA AMBON Kunu, Dian; Gaite, Titus; Patmawati, Susi Anita
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.73189

Abstract

Partai politik merupakan instrumen yang tak terpisahkan dari sistem demokrasi di negara manapun di dunia ini. Di Indonesia, kemunculan partai-partai politik tak terlepas dari terciptanya iklim kebebasan yang luas bagi masyarakat pasca-runtuhnya pemerintahan kolonial Belanda. Rakyat menjadi factor yang sangat penting dalam tatanan demokrasi, karena demokrasi mendasarkan pada logika persamaan dan gagasan bahwa pemerintah memerlukan persetujuan dari yang diperintah. Praktik politik pada Pilkada di Indonesia sering kali terpengaruh oleh Money Politc, di mana calon kepala daerah menggunakan uang untuk membeli suara rakyat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur statistik atau dengan cara-cara kuantifikasi. Penelitian kualitatif dapat didesain untuk memberikan sumbangan terhadap teori, praktis, kebijakan masalah-masalah sosial, dan tindakan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pengamatan dan wawancara dengan menggunakan dengan menggunakan Teknik Analisa data secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Universitas Pattimura Ambon. Adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini yaitu Bagaimana money politcs pada pilkada di Kota Ambon. Hasil penelitian menunjukan bagaimana persepsi masyarakat terhadap money politic yang terjadi sebelum pemilihan walikota dan wakil walikota Kota Ambon. Praktik money politic yang terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, ekonomi, pendidikan, budaya atau kebiasaan dan lemahnya kesadaran hukum.Political parties are an inseparable instrument of the democratic system in any country in the world. In Indonesia, the emergence of political parties is inseparable from the creation of a climate of broad freedom for society after the collapse of the Dutch colonial government. The people are a very important factor in a democratic order, because democracy is based on the logic of equality and the idea that the government requires the approval of the governed. Political practices in the Pilkada in Indonesia are often influenced by Money Politics, where regional head candidates use money to buy people's votes. The type of research used in this study is a qualitative approach. A qualitative approach is a study that produces findings that cannot be achieved using statistical procedures or by means of quantification. Qualitative research can be designed to contribute to theory, practice, policy on social problems, and action. Data collection in this study used observations and interviews using descriptive qualitative data analysis techniques. This research was conducted at Pattimura University, Ambon. The problem in this study is How is money politics in the Pilkada in Ambon City. The results of the study show how the public's perception of money politics that occurred before the election of the mayor and deputy mayor of Ambon City. The practice of money politics that occurred was influenced by several factors, namely, economy, education, culture or habits and weak legal awareness.