cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 4 (2025): Desember" : 35 Documents clear
Pengembangan Kurikulum Berbasis Sains untuk Mendorong Minat Belajar Siswa Natha Pratama, M. Ekhzan; Fadhilah, Siti Nurul; Romadhona, Zinde Ulfa; Muslimah, Zahrah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3002

Abstract

   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kurikulum berbasis sains sebagai strategi untuk meningkatkan minat belajar siswa pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Fokus kajian diarahkan pada analisis penerapan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran serta relevansinya dengan peningkatan keaktifan, rasa ingin tahu, dan motivasi intrinsik siswa. Metode yang digunakan bersifat deskriptif dengan memanfaatkan data dari hasil wawancara dengan guru IPA, pengamatan langsung terhadap perangkat kurikulum, dan telaah dokumen kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum yang dirancang dengan mengedepankan pembelajaran berbasis eksperimen, inkuiri, dan pemecahan masalah mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menantang serta menyenangkan. Selain itu, keterlibatan siswa secara langsung dalam proses penemuan konsep terbukti mendorong partisipasi aktif dan meningkatkan ketertarikan terhadap materi pelajaran. Artikel ini merekomendasikan penguatan kurikulum berbasis sains melalui pelatihan guru, penyediaan sarana eksperimen sederhana, serta integrasi sains dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa.     Abstract This study aims to describe the development of a science-based curriculum as a strategy to enhance students’ learning interest at the primary and secondary education levels. The analysis focuses on the implementation of scientific approaches in classroom instruction and their relevance to increasing student engagement, curiosity, and intrinsic motivation. A descriptive method was employed using data obtained from interviews with science teachers, observations of curriculum documents, and analysis of educational policies. The findings reveal that curricula designed with experimental, inquiry-based, and problem-solving learning models are more effective in creating challenging yet enjoyable learning environments. Furthermore, students’ direct involvement in the discovery process significantly improves their participation and interest in academic content. This article recommends strengthening science-based curricula through teacher capacity-building, provision of simple experimental tools, and integration of scientific concepts into students’ daily life contexts.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis melalui Model Pembelajaran Problem Solving Siswa Sekolah Dasar Rosinta, Rosi; Nurhaswinda; Zulfah; Lesmana, Melvi; Ananda , Rizki
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.2981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas V SD Muhammadiyah 019 Bangkinang Kota melalui penerapan model pembelajaran Problem Solving. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah, dengan 13 dari 19 siswa (68%) belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya penerapan langkah-langkah pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pada Siklus I, persentase ketuntasan individu mencapai 33%, dan meningkat menjadi 68% pada Siklus II, melampaui target ketuntasan klasikal 60%. Peningkatan ini terlihat pada setiap indikator kemampuan pemecahan masalah, yaitu kemampuan memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kebenaran jawaban. Dengan demikian, model pembelajaran Problem Solving efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Abstract This study aimed to enhance the mathematical problem-solving abilities of fifth-grade students at SD Muhammadiyah 019 Bangkinang Kota by implementing a Problem Solving learning model. The research was motivated by the students' low mathematical problem-solving skills, with 13 out of 19 students (68%) failing to achieve the minimum mastery criterion of 70. This deficiency was attributed to a teacher-centered learning approach and insufficient application of problem-solving strategies. Employing a Classroom Action Research (CAR) methodology, the study was conducted over two cycles. The findings demonstrated a significant improvement in students' mathematical problem-solving abilities. In Cycle I, the individual mastery percentage was 33%, which increased to 68% in Cycle II, thereby surpassing the classical mastery target of 60%. This improvement was evident across all indicators of problem-solving ability, including understanding the problem, devising a plan, executing the plan, and verifying the solution. Consequently, the Problem Solving learning model proved effective in fostering students' mathematical problem-solving skills.
Penggunaan Media Pembelajaran Board Game Berbasis Permainan Tradisional Egrang Batok melalui Metode TGT di Sekolah Dasar Pramusinta, Yulia; Lestari, Alfiana Indah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.2983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan yang terjadi di sekolah dasar. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi, khususnya pada mata pelajaran IPS. Hal ini dikarenakan guru hanya menggunakan media gambar dari buku, hal ini membuat siswa bosan dan tidak fokus pada pelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model ADIIE dalam tahap pengembangannya. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 di MI Al-Hikmah dan MI Mamba'ul Ulum, pada mata pelajaran IPS. Instrumen dalam penelitian ini adalah modul ajar dengan metode TGT, angket validator ahli, dan angket kemenarikan media pembelajaran. Penelitian pengembangan ini divalidasi oleh ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor ahli materi sebesar 97,5% dengan kriteria sangat layak, ahli media 92,5% dengan kriteria sangat layak, dan ahli bahasa 93,3% dengan kriteria sangat layak. Hasil angket kemenarikan media meliputi uji coba perorangan dengan nilai 94,1% dengan kriteria sangat menarik, uji coba kelompok kecil dengan nilai 95,5% dengan kriteria sangat menarik, dan uji coba kelompok besar dengan nilai 97,7% dengan kriteria sangat menarik. Dapat disimpulkan bahwa media board game berbasis permainan egrang batok memenuhi persyaratan dan menarik untuk digunakan dalam pembelajaran. Media Board game ini juga terbukti efektif diajarkan melalui metode TGT.
Teachers’ Practices and Challenges in Applying Interactive Teaching Methods in English Language Teaching Astuti, Ruli
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3003

Abstract

This study aimed to investigate the implementation of Interactive English Teaching Methods in elementary schools in Sidoarjo, the types of interactive methods used by teachers, and the challenges in applying these methods. A descriptive qualitative approach was employed, involving classroom observations and interviews as the primary data collection methods, supported by secondary data from books, journals, articles, and other references. Data were analyzed using Miles and Huberman’s framework, including data reduction, data display, triangulation, and drawing conclusions. The findings revealed that teachers applied various interactive teaching methods, including role-playing, project-based learning, storytelling, games, Total Physical Response (TPR), discussions, presentations, and demonstrations. These methods aimed to enhance students’ speaking, listening, reading, and writing skills while fostering engagement, collaboration, and confidence in using English. However, teachers faced several challenges in implementing interactive methods. These included limited time allocation, students’ low confidence and lack of vocabulary, uncooperative behavior during group activities, difficulties in teaching certain materials using TPR, and student boredom. The study concludes that interactive teaching methods can create an engaging and effective learning environment for elementary English learners, but successful implementation requires careful planning, classroom management, and strategies to overcome both student- and system-related challenges.
Relevansi Pemikiran KH. Imam Zarkasyi Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Al Azhar Center Baturaja Laysa Zahran; Cukup Islamiarso; Muhamad Fauzi; Abu Mansur
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3010

Abstract

This study explores the relevance of KH. Imam Zarkasyi’s educational thought in the development of Islamic education at Al Azhar Center Baturaja. As a reformer and founder of Pondok Modern Darussalam Gontor, Zarkasyi introduced an integrative model that harmonized religious values with intellectual advancement. His educational philosophy emphasizes the formation of insan kamil complete human beings who balance spiritual, intellectual, moral, and social dimensions. Using a qualitative descriptive field research approach, data were collected through observation, interviews, and documentation to analyze how Zarkasyi’s ideas are contextualized in Al Azhar Center’s educational practices. The findings reveal that Zarkasyi’s principles sincerity, simplicity, self-reliance, discipline, and responsibility are deeply embedded in the institution’s curriculum, management, and learning culture. Education at Al Azhar Center Baturaja not only focuses on academic achievement but also cultivates moral integrity and social responsibility through daily habituation and character formation. The integration of religious and general sciences, supported by modern pedagogical methods, reflects Zarkasyi’s vision of education as a transformative process that prepares students to contribute meaningfully to society. Thus, his educational legacy remains a vital foundation for building a progressive Islamic education system that is spiritually rooted, intellectually dynamic, and socially relevant
Jejak Pemikiran Azyumardi Azra dalam Konteks Islam Melayu: Dari Islamisasi Hingga Pembaruan Pendidikan Fathatul Khoiriyah; Jossieselfiah; Muhamad Fauzi; Abu Mansur
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3026

Abstract

This study examines Azyumardi Azra’s thought on the Islamization of the Malay world and its relevance to contemporary Islamic education. The focus of the analysis includes the process of Islamization facilitated through transnational scholarly networks, as well as the application of the concepts of moderation, cosmopolitanism, and the integration of knowledge within educational practice. Employing a qualitative approach through library research, this study analyzes Azra’s works alongside relevant literature on Malay Islamic history, scholarly networks, moderation, and the reform of Islamic education. The findings indicate that the Islamization of the Malay world unfolded dynamically through intellectual exchange and the accommodation of local cultures, ultimately shaping a tradition of Islam that is moderate, inclusive, and cosmopolitan. Azra’s ideas provide a significant foundation for the development of Islamic education curricula that emphasize moral values, tolerance, and global literacy, while simultaneously strengthening a contextualized and culturally grounded Islamic identity
Evaluasi Implementasi Permendikdasmen 11/2025 Terhadap Kapasitas SDM Pendidikan Abas, Moh. Ibnu; Mahmudah, Fatihatul; Haryanto; Pardiyanto; Nurkolis
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3030

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi implementasi Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 tentang beban kerja guru di SDN 03 Latak, sebuah sekolah dasar semi-rural di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain evaluatif Model CIPP (Context, Input, Process, Product) dan analisis Miles, Huberman, & Saldaña (2014), penelitian ini menggali pemahaman, kesiapan sumber daya, dinamika pelaksanaan, serta dampak kebijakan terhadap kapasitas SDM pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan ini relevan namun implementasinya menghadapi kesenjangan pemahaman literasi kebijakan, variasi kesiapan SDM, keterbatasan infrastruktur digital, serta supervisi yang belum optimal. Beban kerja guru relatif seimbang namun pengembangan profesional dan inovasi pembelajaran belum mendalam, sementara kolaborasi guru belum terlembaga. Dampak positif terlihat pada profesionalisme behavioral dan attitudinal, namun aspek intellectual masih lemah. Kesimpulan utama adalah implementasi kebijakan berada pada fase transisi yang membutuhkan dukungan sistemik, pendampingan intensif, dan penguatan kapasitas bertahap dari tingkat sekolah hingga nasional. Saran difokuskan pada penguatan literasi kebijakan guru, supervisi akademik berbasis data, digitalisasi administrasi, pelembagaan kolaborasi, pendampingan teknis pengawas, serta penyempurnaan kebijakan operasional dan infrastruktur TI.  
Integrasi Nilai-nilai Pancasila dalam Pembelajaran PKn untuk Membentuk Karakter Siswa SD/MI Hidayati, Fika Nurul; Mubarok, Husni
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3031

Abstract

Penelitian ini membahas tentang cara menggabungkan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) agar bisa membentuk karakter siswa SD/MI. Masalah yang dibahas adalah kurangnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran, sehingga memengaruhi pembentukan karakter anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis metode yang efektif untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PKN agar karakter siswa bisa meningkat. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mempelajari berbagai sumber terkait pembelajaran PKN dan penerapan nilai Pancasila di tingkat pendidikan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan nilai Pancasila dalam materi dan metode pembelajaran PKN sangat penting untuk membentuk karakter yang beriman, bertanggung jawab, dan disiplin. Pembelajaran yang disusun secara kontekstual dan aplikatif bisa membantu siswa lebih sadar tentang pentingnya nilai-nilai dasar bangsa. Hasil ini menyarankan kepada para guru untuk secara teratur mengintegrasikan nilai Pancasila dalam setiap kegiatan belajar PKN agar karakter siswa semakin kuat dan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Abstract This study discusses how to integrate Pancasila values into Civic Education (PKN) lessons in order to shape the character of elementary school/MI students. The problem discussed is the lack of understanding and application of Pancasila values in learning, which affects the character building of children. The purpose of this study is to analyze effective methods for integrating Pancasila values into PKN learning so that students' character can improve. The method used is a literature study by examining various sources related to PKN learning and the application of Pancasila values at the elementary education level. The results show that integrating Pancasila values into PKN learning materials and methods is very important for shaping a character that is faithful, responsible, and disciplined. Contextual and applicable learning can help students become more aware of the importance of the nation's basic values. These results suggest that teachers should regularly integrate Pancasila values into every PKN learning activity so that students' character becomes stronger and in line with national education goals.
Efektivitas Model Creative Problem Solving terhadap Kreativitas Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa SMP Putri Perli Marjusa; Ahmad Fatoni; Uswatun Hasanah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3035

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara strategi guru dan kebutuhan siswa akan pendekatan yang lebih interaktif dan menstimulasi kreativitas. Minimnya kajian tentang efektivitas model Creative Problem Solving (CPS) dalam pembelajaran PAI tingkat SMP, sementara penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada bidang sains, teknologi, dan kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas CPS dalam meningkatkan kreativitas belajar PAI. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain Posttest-Only Control Group Design, melibatkan dua kelas yang dipilih melalui simple random sampling: kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan VIII B sebagai kelas kontrol. Instrumen berupa angket 15 butir yang telah teruji valid dan reliabel dengan koefisien 0,764. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji-t. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t = –2.126; p = 0.038), sehingga CPS terbukti efektif meningkatkan kreativitas belajar PAI. Temuan ini menegaskan bahwa CPS tidak hanya relevan bagi pembelajaran sains, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pedagogi PAI melalui peningkatan berpikir kreatif, kemampuan pemecahan masalah, dan internalisasi nilai moral.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Pendekatan Teaching at The Right Level terhadap Keaktifan Belajar Peserta Didik Nuril Laili Qomarul Husna; Siti Zulaikhah; Uswatun Hasanah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3036

Abstract

Keaktifan belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI masih menjadi permasalahan yang signifikan, terutama karena proses pembelajaran di sekolah cenderung didominasi metode ceramah, kurangnya penggunaan media pembelajaran, dan partisipasi peserta didik yang rendah. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa indikator keaktifan dalam mengajukan pertanyaan hanya mencapai 23%, sehingga kemampuan untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi masih jauh dari optimal. Meskipun penelitian sebelumnya telah membuktikan efektivitas PBL, belum banyak studi yang mengintegrasikan pendekatan TARL, khususnya pada pembelajaran PAI tingkat SMP, sehingga terdapat kesenjangan penelitian (research gap) yang menjadi kebaruan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran PBL dengan pendekatan TARL terhadap keaktifan belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Posttest-Only Control Group, melibatkan dua kelas VII di SMP Negeri 1 Jati Agung, masing-masing sebagai kelompok eksperimen (PBL-TARL) dan kontrol (konvensional). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dan model PBL-TARL efektif meningkatkan keaktifan belajar. Kesimpulannya, integrasi PBL dan TARL mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan inklusif, sehingga meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam bertanya, berdiskusi, dan mengemukakan pendapat. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan melalui inovasi desain pembelajaran yang responsif dan relevan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran PAI.

Page 1 of 4 | Total Record : 35