cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,344 Documents
Pengaruh Disiplin Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Kelas VI B MIN 3 Mojokerto Sulistyo Wati
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 6 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.873 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v6i2.464

Abstract

Discipline is a state of behavior or behavior of a person in accordance with the rules or order so as to create order and order. This discipline helps students to fulfill their tasks and responsibilities to achieve goals. What is the discipline of MIN 3 Mojokerto students, and how is it related to student achievement? In this study, the questionnaire and documentation method were used. This research was conducted in MIN 3 Mojokerto by getting the following results: 1) Discipline of VIB students in MIN 3 Mojokerto, Mo.Mokokerto District showed a value of 62.8%. If interpreted these values ​​were in the medium category. MIN 3 Mojokerto, shows a value of 68.5%. If interpreted the medium category. 4) There is a significant influence between discipline and student learning independence on learning achievement in MIN 3 MojokertoKab.Mojokerto The coefficient value if interpreted on the interpretation coefficient correlation value can be categorized quite strong.
Pengembangan Kecerdasan Spiritual pada Peserta Didik melalui Aktivitas Keagamaan Siti Qoni'ah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 6 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.504 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v6i2.469

Abstract

The effort of the formation or establishment of spiritual intelligence on the students is done by planting Islamic religious values in PAI learning and character planting which then implemented in the form of daily behavior that reflects the character or identity of each individual learners and is supported by the religious program that have been compiled by the school institution. This study aims to (1) Describe and analyze the process of the formation of spiritual intelligence on students or learners (2) Describe and analyze the implementation of religious activity programs in shaping spiritual intelligence in learners (3) Describe and analyze the impact of the formation of spiritual intelligence in learners through the implementation of the religious program. This research uses qualitative research approach. The type of research used in this research is case study and case studies and multiple cases design. Data collection uses observation, interview and documentation. The results showed that in SD Plus Nurul Hikmah the formation of spiritual intelligence is done by planting the values of faith and pillars of Islam as well as the implanting of characters in learning PAI and applied through the program of religious activity and application of character, while in MIN Konang the formation of spiritual intelligence done by planting The prophet characteristics and the prophet`s story in learning PAI as well as the planting of characters applied in the form of religious activity and the application of character. The formation of spiritual intelligence in both schools can be concluded that overall spiritual intelligence in learners has been formed, it is known from attitudes, behaviors and religious activities always performed by learners at both school and at home, although the results have not reached one hundred percent, But both school is always working in terms of improving the strategy of the formation of spiritual intelligence in learners.
Optimalisasi Pendidikan Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah dalam Membentuk Perilaku Positif Siswa Hadi Muhaini
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 6 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.805 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v6i2.470

Abstract

The education of Aqidah chastity is the process of educating, nurturing, shaping, and providing exercises on morality and good thinking intelligence based on Islamic teachings. This system specifically provides education about Akhlakul Karimah in order to reflect one's personality.Moral education should be given to children as the foundation of the beginning in the face of the reality of the era, so that it can create a strong influence for all stakeholders. Thus, with the education of the children's Aqidah morality will not be easily affected and consider where good and bad behavior. For the results of educational and learning objectives that are expected to be achieved well of course many things to be considered, especially the education problem Aqidah chastity optimally. In addition, the role of teachers is also indispensable, strong human resources and learning strategy should synergize one another. With this, students are expected to apply what they have been in school so that they can be useful in their respective communities.students are expected to apply what they have been in school so that they can be useful in their respective communities.
Kajian tentang Penumbuhan Karakter Jujur Peserta Didik sebagai Upaya Pengembangan Dimensi Budaya Kewarganegaraan (Civic Culture) di SMA Alfa Centauri Bandung Dadi Mulyadi; Sapriya Sapriya; Rahmat Rahmat
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 6 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.371 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v6i2.471

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi adanya pengaruh negative dari globalisasi yang menyebabkan adanya kasus korupsi, kolusi dan nepotisme. Penelitian bertujuan mendapatkan informasi program, kegiatan, faktor pendukung, kendala, dan solusi dalam penumbuhan karakter jujur peserta didik. Menggunakan pendekatan, metode studi kasus dan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, studi dokumentasi, teknik partisipan, dan studi literatur. Lokasi penelitian di SMA Alfa Centauri Bandung, dengan subjek penelitian yaitu Kepala Sekolah, guru dan peserta didik. Kesimpulannya yaitu: 1) Program sekolah merupakan penjabaran dari visi, misi, dan 5 karakter siswa; 2) Kegiatan sekolah sesuai tujuan, fungsi, dan strategi pendidikan karakter; 3) Faktor pendukung kegiatan sekolah berasal dari guru dan karyawan, fasilitas, program sekolah, organisasi siswa, orang tua/wali, dan teman; 4) Kendala yang dihadapi yaitu server, listrik mati, sebagian guru, peserta didik, orang tua/wali kurang mendukung program sekolah, ada fasilitas yang kurang memadai, dan jumlah guru banyak terbagi 3 lokasi; 5) Solusinya berkoordinasi dan melakukan evaluasi dengan berbagai pihak, perbaikan sarana dan prasarana, memberikan pemahaman kepada sebagian guru, peserta didik, dan orang tua/wali.
Pengajian Remaja dan Kontribusinya dalam Pembentukan Akhlak Generasi Muda di Mushollah Al-Fath Lebak Jaya Utara 4 Rawasan Surabaya Abdullah Abdullah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 6 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.183 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v6i2.472

Abstract

Pengajian merupakan suatu kegiatan pendidikan non formal yang dilaksanakan di sebuah tempat ibadah pada suatu masyarakat Islam sebagai wadah untuk mendalami dan mengkaji pengetahuan agama, baik materi akhlak, ibadah, ataupun muamalah. Sedangkan materi yang diajarkan di pengajian remaja di Mushollah Al-Fath ini lebih ke materi akhlak yang bertujuan untuk membentuk akhlak pada generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik penelitian observasi, dokumentasi, dan wawancara. Adapun untuk analisa data dalam penelitian ini menggunakan teori Miles dan Huberman (1984), yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification, dan sebagai uji kredibelnya menggunakan triangulasi atau pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu. Dan kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengajian remaja memiliki kontribusi yang sangat besar dalam pembentukan akhlak generasi muda di kemudian hari, wilayah ini mempersiapkan generasinya dengan hal positif sehingga menjadi sebuah kebiasaan bagi para remaja menghadiri sebuah pengajian, sebagai latihan penanaman rasa tanggungjawab dengan menjadi tutor, tanpa menghilangkan masa remaja mereka, karena masyarakat tetap memberi kebebasan bagi mereka untuk bermain dan bergaul seperti layaknya remaja lainnya.
Kompetensi Pedagogik dan Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Retnaningsih Retnaningsih; Ni'mah Afifah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 6 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.979 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v6i2.512

Abstract

Setiap tenaga pengajar atau guru seharusnya memiliki sikap dedukatif yang tinggi dalam menjalankan tugasnya sehari-hari baik ketika berada dalam lingkungan sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat. Selain itu tenaga pengajar juga harus memiliki komitmen terhadap mutu proses dan hasil kerja. Guru selalu berusaha dan berkeinginan untuk memperbaiki serta memperbaharui model atau cara kerjanya sesuai tuntutan zaman (continous improvement), yang didasari oleh kesadaran yang tinggi bahwa tugas mendidik adalah tugas yang menyiapkan generasi penerus yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Sehubungan hal tersebut, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen menyatakan bahwa “kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional”. Keempat kompetensi tersebut merupakan syarat yang harusdimiliki oleh tenaga pengajar.Salah satu kompetensi yang cukup urgen dalam menentukan profesionalitas pelaksanaan tugas guru adalah Kompetensi Pedagogik. Kompetensi ini mengharuskan guru menguasai sejumlah pengetahuan tentang cara belajar dan mengajar yang efektif dan mampu mengembangkan kurikulum, mengembangkan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), melaksanakan pembelajaran yang efektif dengan penguasaan metode dan materi serta memahami situasi di dalam dan di luar kelas. Pernyataan yang sama menyatakan bahwa kompetensi pedagogik merupakan kompetensi profesional mengajar guru yang meliputi: kemampuan merencanakan sistem pembelajaran, kemampuan melaksanakan sistem pembelajaran, dan Kemampuan mengevaluasi sistem pembelajaran, serta kemampuan mengembangkan sistem pembelajaran. Begitu pentingnya kompetensi pedagogik untuk diterapkan dengan benar dan bertanggung jawab, karena kompetensi ini memuat seperangkat pengetahuan dan perilaku.Pengetahuan dan perilaku tersebut diwujudkan dalam bentuk keterampilan menguasai teknik dan cara mengajar yang baik yang didasarkan pada wawasan serta landasan kependidikan. Dari akumulasi kompetensi pedagogik tersebut, substansinya adalah memuat tugas dan tanggung jawab guru sebagai agen pembelajaran (learning agent) yang berperan sebagai fasilitator, motivator, pemacu, dan pemberi inspirasi kepada peserta didik. Sehingga yang menjadi sasaran utama perhatian guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah pemberdayaan segala potensi yang dimiliki peserta didik secara komperhensif.
Pola Pendekatan Penanganan Gangguan Perilaku (conduct disorder) pada Pelajar SD: Sebuah Upaya Mengurangi Perilaku Kekerasan Pelajar di Yogyakarta Khanif Maksum; Ahmad Syamsul Arifin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 6 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.642 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v6i2.513

Abstract

Keterlibatan sejumlah pelajar anak SD dalam sejumlah kasus klitih, dikhawatirkan menjadi pola perilaku yang berpotensi terus-menerus bertahan dan berulang, sehingga akan menyebabkan kerusakan yang signifikan pada fungsi sosial, akademis, maupun masa depannya. Gangguan perilaku ini, dalam bentuk ekstremnya, dapat berupa pelanggaran berat dari norma sosial dan lebih parah daripada kenakalan anak pada umumnya. Apabila gangguan perilaku (conduct disorder) ini tidak segera diatasi, dapat mengarah perlilaku anti sosial yang dapat membahayakan diri dan orang lain di sekitarnya.Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif naturalistik. Penelitian didasarkan pada sisi alamiah suatu kasus yang menghasilkan data deskriptif dari responden atau perilaku dan situasi yang diamati. Pendekatan ini sesuai dengan tujuan penelitian yang hendak memahami pola dan dinamika perilaku bermasalah pada anak dengan gangguan perilaku. Subjek penelitian dipilih berdasarkan purposive sample atau berdasarkan tujuan penelitian dengan berbagai pertimbangan teknis. Adapun subjek penelitian ini adalah Poliklinik Tumbuh Kembanng RSUP dr. Sardjito, SLB E Prayuana, dan Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Yogyakarta siswa-siswa di SD dan MI yang ditangani di Wilayah DIY yang terdiagnosis mengalami gangguan perilaku. Berdasarkan hasil penelitia polan penganganan yang dilakukan di SLB-E Prayuwana dan BPRSR lebih mengarah kepada pola behavioral treatment yang lebih mengedepankan kepada penguatan perilaku positif dan prososial anak melalui proses pembelajaran bersama dengan melibatkan komponen keluarga, sekolah dan teman sebaya. Sedangkan pola penanganan yang dilakukan oleh Poliklinik Tumbuh Kembanng RSUP dr. Sardjito lebih mengarah kepada pola cognitive-behavioral psychotherapy yang dilakukan melaui proses terapi jangka panjang dengan melibatkan berbagai komponen potensial. Pola interfensi yang dipilih akan sangat tergantung dari proses assessment yang telah dilakukan. Selama proses interfensi ini, pelibatan tenaga professional, keluarga dan lingkungan, terutama guru sangatlah penting. Proses interfensi ini, ditujukan untuk memantik 3 ranah; (1) kognitif; untuk menemukan intra-solusi yang diharapkan oleh pasien (2) afektif dan respon emosional yang mengarah kepada kemampuan adaftif prososial pasein, dan (3) psikomotorik untuk meningkatkan aktifitas produktif dan positif motorik anak; Melalui pola deteksi dini dan interfensi ini akan mengurangi kasus klitih atau kenakalan remaja yang akhir-akhir ini menghantui kota Yogyakarta.
Peningkatan Kemampuan Menghafal Anak Usia Sekolah Dasar melalui Metode Pair Check Nur Nafisatul Fithriyah; Lailatul Mamluchah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.772 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.570

Abstract

The purpose of this study is to improve the ability to memorize early childhood through the pair check method in class IV-B even semester 2017-2018 MINU Berbek Surabaya. Pair check method is a method to strengthen memorization by listening to each other in turn. Specifically, the ability to memorize referred to in this study is that children are able to memorize correctly. This research is a classroom action research method that follows the lewin kurt model. This research consists of two cycles. Each cycle includes 4 stages, namely, 1) planning (planning), 2) action (acting), 3) observation (observing), 4) reflection (reflecting). The time of the study is 1 month, from November 2017 with the subject of research in class IV-B, while the data were collected through non-test assessments, observations, interviews, and documentation. The results showed that there was a significant increase in the ability to memorize in fourth grade students. This can be proven by increasing the results of quantitative calculations starting from the average results of the ability to memorize pre-cycle, cycle 1 to cycle 2, namely the results of the average pre-cycle = 71, cycle 1 = 79, cycle 2 = 87 and the interview results concluded that the method pair check can improve the ability to memorize early childhood optimally. This study concludes that the ability to memorize with the pair check method can improve the ability to memorize early childhood.
The Effectivenes of Minidiorama Media on the Student’s Learning Motivation in Theme Cita-Citaku Silviana Nur Faizah; Ummu Khairiyah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.638 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.496

Abstract

Minidiorama media is a miniature learning media that is equipped with background, lighting, and audio. This media helps describe abstract knowledge into concrete by giving students a direct learning experience. This research used quantitative experimental approach to the design of the pre-test post-test design of one group (One Group Pre-test Post-test Design) to determine the effectiveness of minidiorama media on students’ learning motivation on the theme of sub-themes of hebatnya cita – citaku in MI Kutukan Salafiyah of Blora, amounting to 31 students. Data on student motivation was obtained using a questionnaire consisting of 15 statements on the Guttman scale. The results showed the average motivation to learn before using mindiorama media (pre-motivation) was 60 with less motivated criteria and the average motivation to learn after using minidiorama media (post-motivation) was 81 with motivated criteria.Paired samples test analysis using SPSS 25 was used to test the research hypothesis. The results of the analysis will be tested with the criteria Ha accepted and H0 rejected if Sign. <0.05, then based on the results of Sig. (2-tailed) of 0,000 <0.05 so Ha is accepted. So it is concluded that the proposed Ha is accepted, namely minidiorama media effective in increasing learning motivation on the theme of Cita - citaku, the subtheme of Hebatnya cita - citaku in Class IV MI Salafiyah Kutukan Blora.
Metode Maternal Reflektif (MMR) Sebagai Solusi Kesulitan Membaca Anak Tunarungu Auliya Fia
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.198 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.540

Abstract

Anak tunarungu cenderung memiliki kemampuan membaca yang kurang karena keterbatasan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan agar guru dapat menghadapi anak tunarungu yang kesulitan membaca dengan metode Maternal Reflektif yaitu metode pertukaran gagasan, informasi, perasaan, atau pikiran melalui percakapan antara dua orang atau lebih untuk mengajarkan bahasa secara sederhana pada anak tunarungu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Maternal Reflektif dapat digunakan sebagai solusi kesulitan membaca pada anak tunarungu. Manfaat metode MMR yaitu tidak hanya sebagai sarana maupun media untuk menyampaikan materi pelajaran namun juga sebagai tujuan pengajaran itu sendiri. Selain itu sebagai sarana belajar untuk bersikap secara spontan, reaktif, dan empati terhadap orang lain.

Page 11 of 135 | Total Record : 1344