cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,344 Documents
Analisis Teori Behavioristik (Edward Thordinke) dan Implementasinya dalam Pembelajaran SD/MI Hermansyah Hermansyah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.5 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.547

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian library research yaitu menganalisis teori behavioristik berdasarkan literatur berupa buku, jurnal dan teori-teori pendukung lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana implementasi teori belajar Thorndike dalam pembelajaran SD/MI, Thorndike menganggap bahwa yang menjadi dasar belajar ialah asosiasi antara kesan pancaindra (Sense Impresion) dengan impuls untuk bertindak. Asosiasi yang demikian itu disebut Connectio yaitu Pembentukan hubungan S-R dilakukan secara berulang-ulang dengan prinsip coba dan salah (trial and error). Hasil penelitian bahwa dalam empat hukum yang ditawarkan oleh thorndike yaitu: pertama law of readines (hukum kesiapan), Kedua law of effect (hukum akibat), dan Ketiga law of exerciser (hukum latihan), keempat hukum sikap (law of attitude), dapat diterapkan dengan baik dan sistematis makan proses pembelajara dapat berjalan efektif dan membuat siswa mudah menyerap materi yang telah disampaikan oleh guru serta dapat menumbuhkan sikap berani dengan cara trial and error. Dalam pembelajaran guru dapat menerapkan empat hukum itu agar siswa dapat ikut terlibat secara maksimal dalam pembelajaran, sehingga tujuan dapat tercapai.
Relevansi dan Implementasi Pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an Mahasiswa (Analisis pada Jurusan PAI dan UPI IAIN Metro) Muhammad Ali; Andree Tiono Kurniawan
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.854 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v5i1.606

Abstract

Al-Qur’an adalah salah satu fondasi keimanan yang tidak bisa ditawar[1] dan merupakan kitab suci yang sakral. Untuk dapat memahami al-Qur’an dengan baik, mahasiswa harus mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah ilmu tajwid dan memahami artinya Untuk itu, Jurusan PAI telah melaksanakan serangkaian kegiatan pembelajaran bagi mahasiswa dengan pemberian mata kuliah kependidikan secara umum maupun keagamaan, salah satunya mata kuliah baca tulis al-Qur’an. Selain kegiatan baca tulis al-Qur’an di Jurusan PAI, mahasiswa juga diberikan pembinaan baca tulis al-Qur’an di unit pengembangan ke-Islaman (UPI) selama 2 semester. Tujuanya untuk membina mahasiswa agar mampu membaca al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah ilmu tajwid. Fenomena yang terjadi di Jurusan PAI, masih terdapat mahasiswa semester akhir yang belum mampu membaca Al-Qur’an dan menulis ayat-ayat pendek dengan benar. Hal ini berdasar pada hasil evaluasi ujian komprehensif dan skripsi. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penelitian ini dipandang sangat penting dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi kegiatan pembinaan baca tulis Al-Qur’an baik pada Jurusan PAI maupun UPI dan sebagai refleksi dalam peningkatan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro Jenis penelitian ini penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Sifat penelitian dan pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Jika ditinjau dari karakteristiknya penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Dari penelitian ini akan dideskripsikan relevansi dan implementasi pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an pada Jurusan PAI dan UPI IAIN Metro, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanannya. Adapun relevansi pembinaan baca tulis al-Qur’an pada Jurusan PAI maupun UPI terletak pada materi yang disampaikan dan tujuan pembinaan yang sama, yaitu sama-sama membimbing mahasiswa agar mampu membaca al-Qur’an yang baik, benar dan lancar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid dan juga bertujuan agar mahasiswa dapat menuliskan ayat-ayat al-Qur’an, baik dengan cara menyalin maupun dengan cara imla’, serta mahasiswa dapat menghafal beberapa surat al-Qur’an (khususnya surat-surat pada juz 30). Selain relevan pada materi dan tujuan, kerelevanan juga terdapat pada metode yang digunakan dalam pembinaan baca tulis al-Qur’an. Metode yang digunakan sangat menentukan keberhasilan dalam pembinaan BTQ. Hal ini didasarkan interview pada beberapa informan dan dokumentasi yang telah disebutkan pada hasil temuan sebelumnya. Adanya relevansi materi, tujuan dan metode yang relatif sama pada kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an Jurusan PAI dan UPI, ini akan dapat menunjang mahasiswa dalam menguasai ilmu baca tulis al-Qur’an secara baik, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan maksimal. Berdasar pada pengumpulan data yang peneliti lakukan dapat diketahui bahwa faktor pendukung dalam pembinaan BTQ baik pada Jurusan Pendidikan Agama Islam maupun Unit Pembina ke-Islaman antara lain: Tersedianya tenaga dosen di Jurusan PAI yang ahli dibidangnya (Qiratul Sab’ah), Tersedianya Tutor BTQ (UPI) yang ahli dibidangnya, Tersedianya sarana prasarana pembelajaran yang memadai sehingga dapat menunjang pelaksanaan kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an, Dukungan lembaga melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki prestasi dalam bidang tahfidz Qur’an, Dukungan lembaga dalam mendelegasikan Qiroatul Qur’an maupun Sab’ah serta tahfdz Qur’an dalam MTQ , Di dalam mata kuliah BTQ diajari menulis kaligrafi, membaca bersama-sama hafalan, dan dapat memahami tentang ilmu tajwid, Mahasiswa yang tidak pernah menghafal Al Quran jadi terpaksa menghafal, ditambah lagi mahasiswa jadi lebih mengerti tentang hafalan shalat. Adapun faktor penghambat dalam pembinaan BTQ baik pada Jurusan Pendidikan Agama Islam maupun Unit Pembina ke-Islaman antara lain: Jumlah pertemuan pembinaan baca tulis al-Qur’an sangat minim, yakni hanya 16 kali pertemuan dengan durasi yang sangat pendek (90 menit pembinaan di UPI dan 100 menit pembinaan BTQ di jurusan PAI), Belum adanya silabus UPI yang dibagikan ke mahasiswa dan mahasiswa hanya dikasih secara lisan target yang harus dicapai dari UPI, Pelatihan tutor terlalu singkat yaitu hanya 1 hari sehingga metode yang dipelajari menjadi kurang dan pelatihan mulai jam 07.30 sampai jam 17.30 wib, Masih rendahnya SDM mahasiswa (faktor input) dalam baca tulis al-Qur’an, Kurang selektifnya penjaringan calon mahasiswa dalam program penerimaan mahasiswa baru, terlebih program SPAN-PTIKN yang tidak mensyaratkan kemampuan BTQ dalam persyaratannya, Adanya perbedaan cara dan materi pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing dosen pengampu mata kuliah BTQ pada jurusan PAI antar kelas sehingga menyebabkan tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai secara maksimal, Kurang disiplinnya mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an, Belum ada pembinaan lanjutan Qiro’a dan Qiroatul Sab’ah bagi yang sudah bisa membaca al Qur’an, Belum ada pembinaan lanjutan bagai mahasiswa dalam menulis ayat- ayat pendek maupun Kaligrafi. Berdasar pada data yang peneliti peroleh di lapangan dan pada analisis yang peneliti lakukan, dapat disimpulkan bahwa: Terdapat relevansi materi antara pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an pada Jurusan PAI dan UPI hal ini terlihat dari materi tajwid yang diajarkan terdapat pada silabus, Implementasi Pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an pada Jurusan PAI dilaksanakan pada semester 2, sedangkan pada UPI dilaksanakan pada semester 1 dan 2 dengan jumlah tatap muka sebanyak 16 kali pertemuan dengan durasi pertemuan 100 menit untuk BTQ di Jurusan PAI dan 90 menit untuk BTQ pada UPI, Faktor pendukung kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an meliputi; a) Tersedianya tenaga dosen di Jurusan PAI yang ahli dibidangnya (Qiratul Sab’ah). b) Tersedianya Tutor BTQ (UPI) yang ahli dibidangnya. c)Tersedianya sarana prasarana pembelajaran yang memadai sehingga dapat menunjang pelaksanaan kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an. d) Dukungan lembaga melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki prestasi dalam bidang tahfidz Qur’an. e) Dukungan lembaga dalam mendelegasikan Qiroatul Qur’an maupun Sab’ah serta tahfdz Qur’an dalam MTQ. f) Di dalam mata kuliah BTQ diajari menulis kaligrafi, membaca bersama-sama hafalan, dan dapat memahami tentang ilmu tajwid. g) Mahasiswa yang tidak pernah menghafal Al Quran jadi terpaksa menghafal, ditambah lagi mahasiswa jadi lebih mengerti tentang hafalan shalat, Sedangkan faktor penghambatnya; a) jumlah tatap muka dan durasi pembinaan sangat minim, Jumlah pertemuan pembinaan baca tulis al-Qur’an sangat minim, yakni hanya 16 kali pertemuan dengan durasi yang sangat pendek (90 menit pembinaan di UPI dan 100 menit pembinaan BTQ di jurusan PAI). b) Belum adanya silabus UPI yang dibagikan ke mahasiswa dan mahasiswa hanya dikasih secara lisan target yang harus dicapai dari UPI. c)Pelatihan tutor terlalu singkat yaitu hanya 1 hari sehingga metode yang dipelajari menjadi kurang dan pelatihan mulai jam 07.30 sampai jam 17.30 wib. d) Masih rendahnya SDM mahasiswa (faktor input) dalam baca tulis al-Qur’an. e) Kurang selektifnya penjaringan calon mahasiswa dalam program penerimaan mahasiswa baru, terlebih program SPAN-PTIKN yang tidak mensyaratkan kemampuan BTQ dalam persyaratannya. f) Adanya perbedaan cara dan materi pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing dosen pengampu mata kuliah BTQ pada jurusan PAI antar kelas sehingga menyebabkan tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai secara maksimal. g)Kurang disiplinnya mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an. h) Belum ada pembinaan lanjutan Qiro’a dan Qiroatul Sab’ah bagi yang sudah bisa membaca al Qur’an. I)Belum ada pembinaan lanjutan bagai mahasiswa dalam menulis ayat- ayat pendek maupun Kaligrafi.
Development of Moral Intelligence Students Through the Honesty Canteen Program in the Context of Citizenship Education (Case Study in SMAN 8 Bandung) Faisal Sadam Murron; Kokom Komalasari
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.703 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.607

Abstract

This research is motivated by the lack of facilities for students to do moral action as part or the output of learning Citizenship Education in order to develop their moral intelligence, especially in schools. This study aimed to get information about the development of moral intelligence of learners through honesty canteen program in the context of civic education that includes planning, implementation, advantages and disadvantages of honesty canteen program, the achievement of moral intelligence of learners up its sustainability efforts. The approach used in this study is a qualitative study with the case study method. The process of data collection is done in three ways: observation, interviews and documentation study. Location of the study were used as a case study is SMAN 8 Bandung. The parties are the subject of research is the Civics teachers, principals and students. Based on the results of this study concluded that 1) Increasing the moral intelligence of learners achieved through planning optimal collaboration with stakeholders from government elements that integrate with the concept of honesty canteen program Widyatama school; 2) Moral action will be effective learners developed using honesty canteen media in the context of Civics that engage learners in schools .; 3) Excess honesty canteen program in supporting the development of moral intelligence of learners such as civics laboratory for students in school so that they are able to apply the material Civics that they can be in the classroom, but unfortunately not all the schools are able to understand the role of honesty canteen itself; 4) Through honesty canteen These indicators moral intelligence such as empathy, conscience kotrol self, respect, kindness, tolerance and justice showed a positive development as learners are facilitated to take responsibility for their actions (moral action) unsupervised anyone; 5) In keeping with a program that is good, socialization is needed both to internal and external school by attending various events to keep the existence of this honesty canteen program that moral intelligence that learners can continue to grow.
Kajian Buku Ajar Siswa dalam Pembelajaran Sains dalam Bentuk Perspektif Integrasi Pembelajaran Sains dan Islam MI Vivi Afbrifani
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v7i2.545

Abstract

This study aims to describe the content of science textbooks of class I and IV the 1st half 2013 curriculum for teachers and students based on the integration of science and Islam, and explain the patterns of integration of science and islam in the textbooks of science in Elementary School. The result showed that the content of science textbooks of class I and IV in elementary school is based on the integration of science and islam but it is not significantly. This is indicated by the amount of text its contents are still a bit of general nature, such as a quick description of almaighty God as the creator, the diversity of his creation, suggestions for ingratitute towards God and creation take advantage for a good purpose. There are six patterns of integration of science and islam in the textbooks of science in elementary school, such as similarisasi, parallelization, complementation, comparison, inductivication, and verification, however, the existing pattern in the textbooks of class I and IV semesters 1 at elementary school is only one pattern, it is induktivikasi pattern.
Literasi Sains melalui Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran IPA SD/MI di Abad 21 Tuti Rezeki Awaliyah Siregar; Wahyu Iskandar; Muhammad Agung Rokhimawan
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v7i2.582

Abstract

Science literacy is developing very rapidly and is entrenched in this era '21st century'. In reality the 21st century focuses on scientific-based learning. This study aims to find out how scientific literacy through scientific approaches to learning science SD / MI in the 21st century. The method used in this research is library research or library studies that rely on bibliographic sources from various literary bases both books and scientific articles. then objectively packaged in the reading of the data as well as the sharpness of the analysis of the related discussion. The results of this study that scientific literacy through a scientific approach is guaranteed to be able to deliver students in the ability to have scientific processes, scientific attitudes and be able to communicate a problem scientifically. Science literacy is also very much needed in learning SD/MI science in this '21st century', bearing in mind that the Indonesian nation is currently 'underdeveloped' in the scientific and literacy aspects when compared to developed countries.
The Building Students' Character Through Religion Learning in Islamic School Mufidatus Sholikhah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 8 No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v8i1.588

Abstract

This research aims to analyze the basic concept of building students' character through Islamic Religion Learning in Islamic School. The method used in this research was library research. The method used in collecting data are documentation and content analysis. The result shows that learning in Islamic School has a great impact to the daily life of the students. Building students' character through Islamic Religion Learning in Islamic School involves some subjects that become the scope of Islamic Religion Learning such as; Akidah Akhlak, Fiqih, Al-Quran Hadits, Sejarah Kebudayaan Islam. Those are directed to the three types of intelligences namely intellectual intelligence (IQ), emotional intelligence (EQ), and spiritual intelligence (SQ).
Pengembangan Materi Ajar Puisi Menggunakan Media Google Class Room di Tengah Pendemi Covid-19 di Sekolah Dasar Nelsa Putri Ayu; Anindytia Sri Nugraheni
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v7i2.600

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh wabah covid-19 yang merambah ke berbagai negara hingga dikatakan sebagai pandemi global, pandemi ini berdampak di dunia pendidikan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi ajar puisi melalui aplikasi google classroom, dalam mengembangkankan materi ajar puisi di SD bisa dilaksankan dengan dua cara, yang pertama bisa dengan penciptaan dan yang kedua dengan pengalihwahanaan. Penciptaan merupakan menciptakan puisi yang dahulunya tidak ada, dan pengalihwahanaan bisa diartikan menciptakan puisi dari sesuatu yang sebelumnya telah ada. pengembangan materi puisi ini dilakukan menggunakan Aplikasi google classrom untuk mempermudah guru dalam meyampaikan materi ajar puisi dan mengevaluasi hasil pembelajaran selama pembelajaran daring berlangsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan adanya kajian mengenai perkembangan ini , dapat menjadi solusi bagi guru untuk mengatasi permasalahan dalam proses pembelajaran secara daring selama pendemi covid 19 ini dengan memanfaatkan google classroom dalam menyampaikan materi pembelajaran.
Persepsi Wali Murid Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda 2 Kota Mojokerto dalam Penggunaan Google Classroom pada Pembelajaran Qur'an Hadits di Tengah Pandemi Covid 19 Lailatul Badriyah; Husniyatus Salamah Zainyati
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v7i2.614

Abstract

This study aims to find out information on the perception of guardians of MI Nurul Huda 2 students in Mojokerto City in the use of Google classroom in learning the Qur'an Hadith in the middle of the Covid pandemic 19. The research uses an exploratory case study with a qualitative method approach to obtain information on student perception of guardians in the use of Google classroom on learning Qur'anic Hadith. In this study, there were 29 guardians of students in class 2 MI Nurul Huda 2 Mojokerto City. The instrument used was a questionnaire sent via online and interviews. The results showed that the guardians' perceptions of students regarding the use of Google classroom in learning the Qur'an Hadith were all stated to be an average of 60% of the socialization, planning and use, delivery of material and assessment of questions. And there are shortcomings namely the difficulty of the signal, spend internet pulses and alternately use cell phones at home. While the advantages can be seen directly in value after being corrected by the teacher, easier to use and understand the problem, and can increase knowledge in the development of technology learning.
Ekstrakurikuler Olimpiade Sains sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Siswa Madrasah Ibtidaiyah pada Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional Nino Indrianto; Maria Ulfah Shamilah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v7i2.616

Abstract

Being achievers in prestigious competition such as National Madrasah Science Competition (Kompetisi Sains Madrasah/KSM) is a dream of every student. One effort to improve students' achievements is by implementing extracurricular on science olympiad activities. This study aims to describe how science olympiad extracurricular as an effort to improve students' achievements of Madrasah Ibtidaiyah (MI) At-Taqwa Bondowoso in KSM. This study uses a qualitative approach with a case study. Data obtained through interviews, observations and documentation that were further analyzed using interactive models of Miles, Huberman and Saldana. The results of this study indicate that science olympiad extracurricular at MI At-Taqwa are designed with a goal to achieve an achievements in KSM. The implementation of the extracurricular is conducted intensively using variety methods by integrating theory and exercise. Besides, learning evaluation is based on higher order thinking skills (HOTS). Also, the results become a role model for other madrasah to improve students’ achievements in KSM. Therefore, madrasah can be as great and dignified as its motto.
Persepsi Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar dalam Menanggapi Perkuliahan secara Daring Selama Masa Covid-19 Aisa Nikmah Rahmatih; Asri Fauzi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v7i2.618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa calon guru sekolah dasar dalam menanggapi proses perkuliahan dengan metode daring selama masa COVID-19. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dimana sampel yang digunakan sebanyak 91 mahasiswa PGSD Universitas Mataram. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara online dan angket yang disusun menggunakan google form. Hasil penelitian tentang persepsi mahasiswa ini dibagi menjadi tiga komponen utama yaitu interaksi mahasiswa, suasana belajar, dan materi ajar. Persepsi mahasiswa mengenai interaksi mahasiswa, baik dengan dosen maupun sesama mahasiswa ketika perkuliahan daring berkurang dibanding dengan perkuliahan secara tatap muka. Sedangkan dalam suasana belajar, mahasiswa lebih menyukai pembelajaran secara tatap muka dibandingkan dengan daring. Hal ini dikarenakan mahasiswa lebih leluasa bertanya ketika bertemu secara langsung dengan dosen. Kemudian pada materi ajar, mahasiswa lebih giat mencari materi sendiri untuk menambah pengetahuan karena ketika perkuliahan mahasiswa banyak yang kurang memahami apa yang disampaikan dosen. Walaupun banyak kekurangan perkuliahan secara daring, ada juga kelebihan yang didapatkan yaitu mahasiswa lebih mandiri dalam belajar dan mencari sumber.

Page 12 of 135 | Total Record : 1344