cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,344 Documents
Pengembangan Metode Pembelajaran E – Ice Breaking Terintegrasi dengan Permainan Edukatif pada Pembelajaran IPA Rida Astaghfir Maulida; Maslikhah Maslikhah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i4.1490

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis kebutuhan pengembangan metode pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar pada siswa kelas V MI NU Miftahul Huda 02 dan MI NU Sabilul Ma’arif Islamiyah Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, (2) mengembangkan metode pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar pada siswa kelas V MI NU Miftahul Huda 02 dan MI NU Sabilul Ma’arif Islamiyah Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, (3) menguji efektivitas pengembangan metode pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar pada siswa kelas V MI NU Miftahul Huda 02 dan MI NU Sabilul Ma’arif Islamiyah Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di MI NU Miftahul Huda 02 dan MI NU Sabilul Ma’arif Islamiyah Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R & D) dengan menggunakan model menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluations). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dengan uji Kolmogorof-smirnov dan uji hipotesis dengan uji Wilcoxon karena data tidak terditribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kebutuhan pengembangan metode pembelajaran yang mampu mengubah anggapan siswa bahwa mata pelajaran IPA sulit dipahami, dan mampu mengalihkan suasana pembelajaran yang tadinya kaku, membosankan, membuat mengantuk menjadi suasana pembelajaran yang menyenangkan, penuh semangat, antusias, aktif dan kondusif sehingga meningkatkan minat belajar siswa kelas V pada MI NU Miftahul Huda 02 dan MI Sabilul Ma’arif Islamiyah Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, (2) pengembangan metode pembelajaran memanfaatkan software microsoft power point yang tidak rumit dan mudah dioperasikan, (3) efektivitas pengembangan metode pembelajaran mampu meningkatkan minat belajar siswa, hasil uji normalitas dengan uji kolmogorov smirnov (0,021) < 0,05 menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal sehingga uji efektivitas dilakukan dengan uji non parametrik Wilcoxon yang hasilnya menunjukkan bahwa nilai signifikansi (0,000) < 0,005 artinya pengembangan metode pembelajaran e-ice breaking terintegrasi dengan permainan edukatif pada pembelajaran IPA meningkatkan minat belajar siswa kelas V pada MI NU Miftahul Huda 02 dan MI Sabilul Ma’arif Islamiyah Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.
Deradikalisasi Agama melalui Pendidikan Multikultural (Studi Kasus di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya) Syafii Syafii; Sutikno Sutikno; Fathur Rohman
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i4.1572

Abstract

Violence in the name of religion can occur anywhere and anytime, both involving Muslims and non-Muslims. That is, religious radicalism is actually a phenomenon that commonly appears in any religion. Higher education institutions are very likely to become clusters of spreading seeds of radicalism. Not a few students become special targets of recruitment of terrorist and radical groups. Therefore, a religious deradicalization program is needed through multicultural education. Deradicalization is a solution to straighten out radical understanding in religion in order to create a society that is tolerant, inclusive, humanist, plural and democratic. Multicultural education is a tool to realize deradicalization in religion. Deradicalization of religion through multicultural education at the Faculty of Tarbiyah and UIN Sunan Ampel Surabaya Teacher Training is implemented with curriculum development model, selection of lecture materials and literature, lecture methods, (workshop) activities and cooperation. Factors supporting the deradicalization of religion through multicultural education at the Faculty of Tarbiyah and UIN Sunan Ampel Surabaya Teacher Training include the coordinated of all lecturers and employees by applicable rules, the exemplary lecturer with a professorship and become a national figure, gaining support from the Ministry of Religious Affairs. While the inhibiting factors include differences in the flow of religious organizations, differences in student intelligence levels, advances in information technology.
Konstruksi Komunikasi Dakwah Para Da’i pada Masyarakat Nelayan Kroman Gresik Sadin Subekti; Samsul Arifin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i3.1574

Abstract

Kajian terhadap realitas komunikasi dakwah pada masyarakat nelayan dalam berbagai aktivitasnya semakin menarik untuk dicermati dalam memahami fenomena yang terjadi dalam komunikasi dakwah melalui ajaran Islam, dan praktik ritual budaya yang berkembang pun semakin variatif di dalamnya. kerangka budaya lokal di tengah kehidupan masyarakat modern. Tradisi-tradisi yang dimiliki masyarakat Indonesia pada umumnya sejak zaman nenek moyang digunakan sebagai alat untuk melakukan komunikasi dakwah yang komprehensif sehingga dapat tercapai kehidupan yang lebih baik. Jadi dalam keragaman budaya, ritual merupakan simbol yang memiliki fungsi sebagai bentuk makna yang mendalam untuk mengungkapkan hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi komunikasi dakwah bagi masyarakat nelayan, bagaimana dakwah yang dilakukan oleh masyarakat berdasarkan tradisi lokal. Teori yang digunakan adalah teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann serta metode kualitatif. Data penelitian dari subjek dan informan dideskripsikan secara kualitatif. Sumber data adalah tokoh agama, tokoh budaya, nelayan. Sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi baik secara visual maupun dalam bentuk lain. Penelitian ini menghasilkan; Pertama, komunikasi dakwah bagi masyarakat nelayan dibangun melalui haul Sindujoyo. Kedua, para pendakwah komunitas nelayan mengkonstruksi komunikasi dakwah dalam aspek realitas sosial dan temuan empiris di lapangan berimplikasi positif terhadap munculnya komunikasi dakwah baru yaitu kajian keislaman berwawasan kearifan lokal, karena sebagai representasi Islam, mereka meyakini bahwa realitas dan praktik dalam keyakinan, terkadang tidak lepas dari konsep genealogi (keturunan). Ketiga, penelitian ini menemukan tentang tipologi masyarakat nelayan dalam mengkonstruksi komunikasi dakwah melalui budaya yang dilakukan oleh masyarakat nelayan Kroman, dan sejak dulu tidak lepas dari budaya yang diturunkan secara turun temurun, Haul kyai Sindujoyo, Sedekah Bumi, dan Kajian Agama.
Jihad Pelajar dalam Perspektif Al-Qur`an Achmad Muchammad
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i3.1575

Abstract

Jihad sebagai suatu ajaran yang luhur dalam Islam ternyata masih sering disalahpahami oleh sebagian kalangan. Kesalahpahaman tersebut mesti segera memperoleh penanganan serius dan berkelanjutan. Kekurangseriusan atau langkah penanganan yang stagnan dapat berakibat fatal, sebagaimana sejumlah pengalaman di lapangan. Barangkali, itu pula yang melatarbelakangi munculnya program Moderasi Beragama yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia. Jihad dengan serangkaian artinya yang amat luas menjadi mengerucut dan mengarah pada tindak kekerasan. Padahal tidak kurang upaya yang dilakukan untuk meluruskan pemahaman tersebut. Hal ini tentu menjadi semakin krusial manakala pihak yang keliru paham tersebut adalah generasi pelajar yang merupakan pemegang estafet di masa mendatang. Sehingga, usaha maksimal untuk membekali pemahaman yang benar tentang jihad pada para penuntut ilmu di sekolah tersebut harus digencarkan. Alah satunya dengan mengekspolari nilai-nilai jihad ke dalam medan di mana para pelajar seharusnya banyak berkiprah, yakni keseriusan dalam belajar, kesungguhan dalam menghalau berbagai tantangan dan ekses negative dari modernisasi, aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, dan lainnya. Dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitis, penelitian ini berusaha memotret jihad yang terkandung dalam Al-Qur`an untuk diekstrak dengan seluk-beluk dunia pelajar sebagai pihak yang menjadi objek utama dalam kajian ini.
MALAM DALAM AL-QUR`AN: Upaya Optimalisasi Waktu Malam untuk Belajar Siswa Achmad Muchammad
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 8 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v8i2.1576

Abstract

Bagi pelajar, menentukan waktu yang paling efektif untuk belajar bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi di jaman modern seperti saat ini, seiiring ragam tantangannya yang juga beragam, mulai dari eksistensi media sosial yang kian merebak, ragam hiburan yang ditawarkan, hingga pola pergaulan yang semakin meluas, turut menjadi penyebab rumitnya mengatur aktifitas belajar siswa guna menunjang kegiatan belajar mereka di sekolah. Kondisi tersebut tentu berpengaruh pada proses pendidikan yang sedang mereka jalani. Alih-alih mencapai hasil maksimal dalam penerimaan materi pelajaran, justru laju pencerapan ilmu para siswa itu justru malah terganggu. Tulisan ini mencoba menawarkan pola belajar dan waktu yang efektif untuk belajar siswa. Perpaduan antara pengasahan inteletual dan spiritual yang ditawarkan dipandang tepat guna menjawab serangkaian tantangan di atas. Yakni dengan cara optimalisasi sepertiga malam yang terakhir sebagai rentang waktu yang dinilai paling tepat – seperti akan dibahas nanti -- , karena selain dapat meningkatkan kecerdasaan spiritual melalui shalat tahajjud, niscaya juga meningkatkan kecerdasan intelektualitasnya dengan belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pisau analisis isi (content analisys) yang kritis.
Efektivitas Media Grafis dalam Menunjang Pembelajaran di Sekolah Eko Hadi Wardoyo
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 4 No 1 (2017): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v4i1.1584

Abstract

Untuk menunjang pembelajaran diperlukan berbagai macam media yang relevan terhadap materi yang disajikan, banyak sekali jenis media yang digunakan salah satunya adalah media grafis, dengan menggunakan media grafis diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sesuai dengan pendekatan ini peneliti merupakan instrument kunci untuk menangkap makna yang ada. Sumber data utama dalam penelitian adalah kata-kata dan tindakan yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyederhanaan paparan data dan penarikan kesimpulan. Tahap terakhir yang dilakukan adalah pengecekan keabsahan data dengan menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan dan tringulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media grafis dapat menunjang pembelajaran di Sekolah. Kelebihan media grafis dalam menunjang pembelajaran di sekolah diantaranya mempermudah pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan, dapat menarik perhatian siswa dan juga harganya relative terjangkau. Sedangkan kelemahan media grafis dalam menunjang pembelajaran di sekolah diantaranya membutuhkan ketrampilan khusus dalam pembuatannya dan juga penyajian pesan hanya berupa unsur visual. Efektifitas media grafis dalam menunjang pembelajaran di sekolah sangat efektif untuk diterapkan.
Efektifitas Metode Pembelajaran Baca Tulis al-Qur’an di SDN Jampirogo Sooko Mojokerto Abdul Rouf
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 4 No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v4i2.1585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara kritis bagaimana efektifitas metode pembelajaran baca tulis Al-Qur’an di SDN Jampirogo Sooko Mojokerto. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang dilakukan di SDN Jampirogo Sooko Mojokerto. Pengumpulan datanya dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: Metode Pembelajaran di SDN Jampirogo Sooko Mojokerto secara umum meliputi: metode ceramah, metode drill, metode dokumentasi, metode diskusi (tanya jawab). Sedangkan metode pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an secara efektif menggunakan metode Tilawati. Suatu metode yang disusun oleh Drs. HM. Thohir Al-Aly, M,Ag. yang terdiri dari dua paket buku yaitu paket khusus untuk tingkat SD / TK yang terdiri dari 5 jilid dan paket yang khusus untuk dewasa, mahasiswa dan remaja yang terdiri dari dua jilid.
Optimalisasi Manajemen Sarana dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Al-Qur’an Hadits (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ma’arif Sumberjo Jombang) Muhtadi Muhtadi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 5 No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v5i1.1586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi manajemen sarana dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran Al-Qur’an Hadits di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ma’arif Sumberjo Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengambil latar belakang Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ma’arif Sumberjo Jombang. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur dan pengumpulan data ampirik. Pengumpulan data empirik dilakukan melalui teknik observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menyajikan temuan deskriptif, kemudian dilakukan interpretasi, pembahasan dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Manajemen sarana pembelajaran Al-Qur’an Hadits di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ma’arif Sumberjo Jombang telah berjalan secara optimal, meskipun dengan penggunaan sarana yang terbatas tetapi dapat menghasilkan kualitas pembelajaran yang baik. 2. Pembelajaran Al-Qur’an Hadits di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ma’arif Sumberjo Jombang sangat effektif karena ditunjang oleh optimalisasi manajemen sarana pembelajaran yang efektif dan efisien, meskipun perlu adanya pembenahan pada kualifikasi pendidikan guru dan penambahan alokasi waktu jam pelajaran.
The Muslim Elite School and Their Contribution to Dynamics of Urban Muslim Communities in Indonesia Nelly Mujahidah; Baidhillah Riyadhi; Choirul Mahfud
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v10i1.1573

Abstract

This article's results study aims to know the phenomenon that occurs from development school of elite Muslims in Pontianak City, Indonesia. The elite Muslims School, such as SD Muhammadiyah, SD Islam Al-Azhar 21, and SDIT Al- Mumtaz in Pontianak, is the institution of education that has contributed to making a generation of Muslim scholars in Indonesia. The study was conducted with an approach and qualitative analysis with method data collection via observation, interview, and documentation. Study results in this show: first, awareness of elite Muslims in essential institutions of education-based Islamic values becomes an important moment in schools. Second, curriculum, additional pattern learning, and programs have been based on draft integrative learning. Collaborate curriculum government and curricula formulated in a manner quality independent with permanent based on Islamic values. Third, management based on sources of power is superior and supported by infrastructure and adequate education, so the learning process is also quality. Fourth, participant input educates the Public Muslim class medium top, with established economic, social, and educational levels.
Religiusitas dan Prestasi Belajar Siswa Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo Wiwin Luqna Hunaida
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i3.1590

Abstract

Agama merupakan faktor utama dan paling utama karena merupakan penggerak kehidupan seseorang. Religiusitas juga harus mempengaruhi keberhasilan belajar. Penelitian ini akan dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negri Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif untuk meneliti masalah penelitian dengan jumlah siswa sebanyak 45 siswa dari 82 siswa kelas XI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara religiusitas Islam dengan kinerja siswa di Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo, namun hubungan tersebut sangat rendah dengan nilai korelasi Pearson sebesar 0,083. Setelah dilakukan uji regresi, ternyata religiusitas Islam tidak dapat dijadikan analisa naik turunnya keberhasilan belajar siswa MAN.

Page 25 of 135 | Total Record : 1344