cover
Contact Name
Teguh Endah Saraswati
Contact Email
teguh.kimia@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alchemy@mipa.uns.ac.id
Editorial Address
Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sebelas Maret University
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia
ISSN : 14124092     EISSN : 24434183     DOI : -
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia is a chemistry journal published by Sebelas Maret University, Surakarta. ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia publishes original research articles or review articles in organic chemistry, inorganic chemistry, analytical chemistry, physical chemistry, biochemistry, and environmental chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 306 Documents
Optimasi Metode Microwave-Assisted Extraction (MAE) untuk Menentukan Kadar Flavonoid Total Alga Coklat Padina australis Bina Lohita Sari; Triastinurmiatiningsih Triastinurmiatiningsih; Tri Saptari Haryani
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 16, No 1 (2020): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.16.1.34186.38-49

Abstract

Metode Microwave-Assisted Extraction (MAE) digunakan untuk mengekstraksi senyawa flavonoid dari simplisia alga coklat Padina australis. Sampel diperoleh dari Pantai Bayah, Banten Indonesia. Kondisi optimal ekstraksi ditentukan dengan Response Surface Methodology (RSM). Desain Box-Behnken (BBD) digunakan untuk mengevaluasi pengaruh 3 faktor dengan 3 level yaitu daya microwave (300, 450, 600 watt), konsentrasi etanol  (30, 50, 70%), dan waktu ekstraksi (7, 8 dan 9 menit) dengan 15 perlakuan yang berbeda. Hasil disain eksperimen dengan BBD menunjukkan kondisi ekstraksi optimum yaitu pada daya microwave 414 watt, konsentrasi etanol 50,33% dan waktu ekstraksi 7,89 menit menghasilkan kadar prediksi flavonoid sebesar nilai 0,2963%. Nilai ini mendekati nilai kadar flavonoid yang diperoleh secara eksperimental sebesar 0,2961%, pada kondisi menggunakan daya microwave sebesar 450 watt, konsentrasi etanol 50% dengan lama ekstraksi 8 menit. Berdasarkan hasil penelitian, kadar flavonoid total dapat meningkat secara signifikan dengan melakukan optimasi proses MAE menggunakan RSM.Optimization of Microwave-Assisted Extraction for Total Flavonoid Content of Padina australis Brown Algae.  Microwave-Assisted Extraction (MAE) was done to extraction flavonoid from Padina australis brown algae simplicial. The sample collected from Bayah coastal waters, Banten Indonesia. Optimum extraction condition was determined by the response surface methodology (RSM). The Box-Behnken design (BBD) was used to evaluate the influence of 3 factors with 3 levels extraction that is microwave power (300, 450, 600 watts), ethanol concentration (30, 50, 70%), and extraction time (7, 8 and 9 minutes) with 15 different runs. The research showed that optimum extraction condition was at 414 watts of microwave power, 50.33% ethanol concentration, and time extraction of 7.89 minutes yielded a predicted value of total flavonoid content of 0.2963%. This value approaches to the flavonoid content obtained experimentally at 0.2961% under condition of 450 watts microwave power, 50% ethanol concentration, and time extraction of 8 minutes. Based on the result, total flavonoid content can be significantly increased by optimizing the MAE process use RSM.
Modifikasi Zeolit Alam Ende dengan Garam Logam serta Potensinya Sebagai Katalis Transformasi Glukosa Menjadi 5-Hidroksimetilfurfural (HMF) Dessy Dwi Septian; Sri Sugiarti
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 15, No 2 (2019): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.15.2.28180.203-218

Abstract

Ketersediaan biomassa yang melimpah berpotensi menjadi bahan baku dalam pembuatan bahan bakar atau senyawa kimia lain. Salah satu senyawa penyusun biomassa, yaitu glukosa, berpotensi diubah menjadi berbagai senyawaan kimia melalui pembentukan senyawa antara furan. Senyawa furan yang menjadi sasaran pada penelitian ini ialah 5-hidroksimetilfurfural (HMF) yang juga memerlukan katalis dalam proses pembentukkannya dari glukosa. Katalis yang digunakan pada penelitian ini adalah katalis heterogen dari zeolit alam Ende yang mengemban lima jenis ion logam dengan konsentrasi 1 − 3% (b/v). Pengembanan logam dilakukan untuk melihat perbedaan aktivitas katalitik zeolit dengan dan tanpa ion logam, dan sebagai model pemanfaatan zeolit alam yang telah difungsikan sebagai adsorben logam. Pengembanan logam dilakukan dengan metode pertukaran ion sebagai representasi dari proses adsorpsi. Transformasi glukosa menjadi HMF dilakukan menggunakan metode hidrotermal pada suhu 180 °C dalam pelarut aseton:air (2:1) (v/v) dengan perbandingan substrat:katalis 15:1 (b/b). Zeolit alam Ende dalam bentuk asam dapat membantu transformasi glukosa dengan rendemen HMF 24,86%, sementara logam Cr saja menghasilkan rendemen 44,37%. Zeolit yang diembankan logam Cr menghasilkan rendemen 32,78%, dan semakin banyak logam yang diembankan dalam zeolit menunjukkan penurunan aktivitas katalitiknya. Rendemen HMF tertinggi ditunjukkan pada penggunaan katalis Mn-zeolit dan Ni-zeolit dengan rendemen berturut-turut 35,17% dan 38,68%.
Batch Injection Potentiometry Asam Aspartat, Asam Glutamat dan Arginin Menggunakan Elektroda Tungsten Oksida Yeni Maulidah Muflihah; Heny Masruroh; Zulfikar Zulfikar
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 10, No 1 (2014): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.016 KB) | DOI: 10.20961/alchemy.10.1.18.1-10

Abstract

The presence of aspartic acid, glutamic acid and arginine in solution can be detected by potentiometric method using tungsten oxide electrode in a batch system. Characterization of tungsten oxide electrode used include linear range, limit of detection, sensitivity and reproducibility. Buffer type and concentration effect also studied to optimize the measurement results. Optimum conditions for detecting arginine was at pH 6.0 with a phosphate buffer concentration of 0.5 x 10-3 M. Correlation coefficient was obtained for 0.9864, the detection limit of 5.24 x 10-6 M, sensitivity 16.1 mV/decade with reproducibility 0 –7 %. Glutamic acid has a correlation coefficient of 0.9789, the detection limit of 3.80 x 10-6 M, the sensitivity of 9.2 mV/decade and reproducibility of 0 – 6 %. Aspartic acid has a correlation coefficient of 0.9949, the detection limit of 7.76 x 10-6 M, sensitivity of 13.4 mV/decade and reproducibility of 0 – 5 %.
Senyawa Hidrazone dari Vanilin-DNPH Sebagai Sensor Kolorimetri Anion Sianida S Suharman; Siti Utari Rahayu
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 16, No 1 (2020): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.738 KB) | DOI: 10.20961/alchemy.16.1.34635.77-93

Abstract

Senyawa hidrazon (E)-4-((2-(2,4-dinitrophenyl)hydrazineylidene)methyl)-2-methoxyphenol telah disintesis dari vanilin dan 2,4-dinitrofenilhidrazin (DNPH). Uji sensor anion dilakukan dengan menambahkan anion F-, Cl-, Br-, I-, CN-, SO42-, CO32-, CH3COO- dan H2PO4- dalam pelarut asetonitril. Uji limit deteksi reseptor  (E)-4-((2-(2,4-dinitrophenyl)hydrazineylidene)methyl)-2-methoxyphenol terhadap anion sianida dilakukan dalam pelarut asetonitril. Hasil uji sensor anion menunjukan bahwa reseptor  selektif terhadap anion sianida dengan menghasilkan perubahan warna dari kuning ke merah. Hasil analisa dengan spektrofotometer UV-Vis reseptor memberikan perubahan panjang gelombang dari 395 nm menjadi 472 nm pada penambahan anion sianida. Reseptor (E)-4-((2-(2,4-dinitrophenyl)hydrazineylidene)methyl)-2-methoxyphenol dapat mendeteksi anion CN- dengan limit deteksi sebesar 7 mM. A Hydrazone Compound from Vanillin-DNPH as Colorimetric Sensor of Cyanide Anion. A hydrazone compound (E)-4-((2-(2,4-dinitrophenyl)hydrazineylidene)methyl)-2-methoxyphenol has been synthesized from vanillin and 2,4-dinitrophenylhydrazine (DNPH). The anion sensor study were done by adding Br-, CN-, F-, SO42-, Cl-, I- , CO32-, CH3COO- and H2PO4- anion in acetonitrile solvent. The detection limit study of receptor E)-4-((2-(2,4-dinitrophenyl)hydrazineylidene)methyl)-2-methoxyphenol for cyanide anion was carried out in acetonitrile.  The result of anion sensor study shows that the receptor was selective to cyanide anion by providing change of color from yellow to red. The analysis result using spectrophotometer ultraviolet-visible of the receptor provided change of maximum wavelength from 395 nm to 472 nm when the cyanide anion was added. Receptor (E)-4-((2-(2,4-dinitrophenyl) hydrazineylidene)methyl)-2-methoxyphenol can detect CN- with limit of detection 7 mM.
Aktivitas Antibakteri TiO2-Anatas Terdadah -Vanadium dan -Kromium Hari Sutrisno; Ariswan Ariswan; Dyah Purwaningsih
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 12, No 2 (2016): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.186 KB) | DOI: 10.20961/alchemy.12.2.1744.112-127

Abstract

Samples of vanadium- and -chromium doped TiO2-anatas have been conducted antibacterial activity against the bacteria Escherichia coli (E. Coli). The minimum kill concentration (MBC) against the bacteria of E. Coli is determined  by liquid dilution method. The antibacterial activity test of 0; 2.3; 3.3; 4.9% wt. vanadium doped TiO2-anatas and 0; 1.1; 3.9; 4.4% wt. chromium doped TiO2-anatas have been performed against bacteria of E. Coli in the absence of light (dark). The test results indicate that the presence of 3.3 and 4.9 in %wt. vanadium-TiO2-anatas are able to inhibit the growth of bacteria E. Coli, contrary all chromium doped TiO2-anatas are not able to inhibit the growth of bacteria of E. Coli.
EXPLORATION OF BROTH CHICKEN GUT AS GROWTH MEDIA OF Escherichia coli BL21 pET-Endo FOR ENDO-Β-1,4-D-XYLANASE PRODUCTION Anak Agung Istri Ratnadewi; Moch. Yoris Alidion; Agung Budi Santoso; Ika Oktavianawatia
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 13, No 2 (2017): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.13.2.4356.191-204

Abstract

Endo-β-1,4-D-xylanase is a hydrolytic enzyme that breakdown the 1.4 chain of xylan polysaccharide. We have succes to transform the plasmid pET-Endo gene encoding endo-1,4-β-D-xylanase from Bacillus sp. originally from termites abdominal to E. coli BL21. The clone was ready for large scale of enzyme production. To reduce production cost, we look for subtitute media for the expensive Luria Berthani broth. Chicken guts broth is good alternative while rich of protein and very cheap. The content of N dissolved chicken guts broth reaches 87 % of LB broth. Growth of E. Coli BL21 in Chicken guts broth and LB broth (as control) was observed by Optical Density (OD) using spectrofotometer. Concentration of glucose added in broth and incubation temperature was varied. The result showed that optimal growth was in addition of 1.5 % glucose and incubated at  37 oC for 16 h. This optimal condition was used to grow E. coli BL21 pET-Endo for xylanase production. Enzyme purification was done by Ni-NTA affinity chromatography. Highest protein yield was 0.076 mg/mL obtained in 100 mM imidazole elucidation. The activity and specific activity of xylanase were estimated as 0.042 U/mL and 0.556 U/µg, respectively. The purification factor was 3.16 time and the molecular weight of enzyme was ± 30, 000 Dalton
Perbandingan Kandungan Senyawa Kimia dan Aktivitas Antibakteri terhadap MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus) Beberapa Minyak Atsiri Daun Salam (Syzygium polyanthum) Muhammad Salman Fareza; Esti Dyah Utami; Elesenda May GIta; Vintya Roosalinda Permatasari; Tryandika Telaumbanua; Nur Amalia Choironi
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 15, No 2 (2019): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.555 KB) | DOI: 10.20961/alchemy.15.2.25736.302-314

Abstract

Daun Syzygium polyanthum secara tradisional telah digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Kandungan kimia dari minyak atsri dari suatu tanaman dipengaruhi oleh daerah asal tumbuhnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komponen minyak atsiri daun S. polyanthum dari Bekasi, Lembang, Purwokerto Baturaden dan Curup, serta aktivitas antibakterinya terhadap MRSA Minyak atsiri daun S. polyanthum diperoleh dengan metode destilasi uap. Kandungan komponen senyawa pada minyak atsiri dianalisis menggunakan GC-MS. Sifat antibakteri minyak atisri dievaluasi menggunakan metode difusi cakram pada rentang konsentrasi 12  ̶  100 ppm. Rendemen minyak atsiri daun S. polyanthum yang diperoleh dari Bekasi, Lembang, Purwokerto Baturaden dan Curup berturut-turut sebesar 0,03%; 0,06%; 0,072%; 0,120% dan 0,067%. Hasil analisis GC-MS komponen minyak atsiri daun S. polyanthum dari berbagai daerah tersebut memperlihatkan senyawa aldehid dan terpenoid sebagai komponen utama. Minyak atsiri daun S. polyanthum dari Bekasi, Purwokerto, Baturaden dan Curup dapat memberikan daya hambat terhadap MRSA sebesar 9,2  ̶  15,3 mm, sedangkan minyak atsiri dari Lembang tidak memberikan daya hambat. Minyak atsiri daun S. polyanthum daerah Baturaden memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri MRSA lebih baik dibandingkan daerah lainnya yaitu 15,3 mm pada konsentrasi 100 ppm dengan kategori intermediet. Penelitian mengenai perbandingan komponen kimia dan sifat antibakteri MRSA minyak atsiri daun S. polyanthum dari berbagai daerah ini baru pertama kali dilaporkan.
Karakterisasi Membran ZSM-5 yang Disintensis dengan Variasi Jenis dan Ukuran Kasa Penyangga Ana Hidayati Mukaromah; Tulus Ariyadi; Inas Hasna Azizah; Mifbakhuddin Mifbakhuddin
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 16, No 1 (2020): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.104 KB) | DOI: 10.20961/alchemy.16.1.25406.1-9

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi membran ZSM-5 dengan penyangga kasa jenis 304 ukuran 200 dan 400 mesh dan jenis kasa AISI 316 ukuran 180 mesh. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis membran ZSM-5 dengan penyangga kasa jenis 304 ukuran 200 dan 400 mesh dan jenis kasa AISI 316 ukuran 180 mesh dan mengkarakterisasi membran ZSM-5 hasil sintesis. Sintesis membran dilakukan dengan cara melapiskan prekursor ZSM-5 (coating) pada penyangga kasa yang telah diberi perlakuan dan dipanaskan pada suhu 90 °C selama 4 hari. Selanjutnya, membran yang dihasilkan dikarakterisasi engan metoda X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscope-energy dispersive spectroscopy (SEM-EDS) dan Fourier-transform infrared (FTIR). Hasil citra SEM-EDS menunjukkan bahwa ukuran membran ZSM-5 yang semakin besar, menghasilkan jumlah lubang atau pori semakin banyak dengan luasan pori yang semakin kecil. Pola difraksi XRD menunjukkan bahwa membran yang dihasilkan mempunyai intensitas tertinggi pada 2 8º dan 23º yang merupakan karakteristik dari ZSM-5. Hasil spektra FTIR menunjukkan adanya serapan pada bilangan gelombang 450 cm-1yang merupakan ciri khas membran ZSM-5.Characterization of ZSM-5 Membranes Synthesized by Variation of Support Types and Sizes. Synthesis and characterization of ZSM-5 membrane were carried out with 304 type 200 and 400 mesh gauze supports and 180 mesh AISI 316 gauze types. The purpose of this study was to synthesize ZSM-5 membrane with 304 type 200 and 400 mesh gauze support and AISI 316 type 180 mesh size 180 mesh and characterize the synthesized ZSM-5 membrane. Membrane synthesis was carried out by coating the pre-treated gauze support with the ZSM-5 precursor and was heated at 90 °C for 4 days. Furthermore, the resulting membrane was characterized by X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscope-energy dispersive spectroscopy (SEM-EDS) dan Fourier-transform infrared (FTIR). The SEM-EDX analysis shows that the increasing of ZSM-5 membrane size allowed pores number to increase with smaller pore surface area. The X-ray Diffraction pattern (XRD) shows that the resulting membrane has the highest intensity at 2  of 8º and 23º as the characteristics of ZSM-5. The FTIR spectra results show absorption at wavenumbers 450 cm-1 which is a characteristic of ZSM-5 membranes.
Sintesis 3,4,4’-Trimetoksikalkon dan Karakterisasinya Rehana Rehana; Muhammad Salman Fahreza; Masita Wulandari S
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 15, No 2 (2019): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.897 KB) | DOI: 10.20961/alchemy.15.2.24256.228-238

Abstract

Senyawa 3,4,4’-trimetoksikalkon dapat disintesis dari 4-metoksi asetofenon dan 3,4-dimetoksi benzaldehid melalui reaksi Claisen-Schmidt. Reaksi Claisen-Schmidt dipengaruhi jumlah katalis basa dan lama reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi waktu reaksi dan jumlah NaOH terhadap rendemen 3,4,4’-trimetoksikalkon. Penelitian ini meliputi sintesis 10 mmol 3,4,4’-trimetoksikalkon dari 10 mmol 4-metoksi asetofenon dan 3,4-dimetoksi benzaldehid dengan jumlah katalis NaOH 2, 4, 8, 12, 16 dan 20 mmol dengan waktu reaksi pembentukan enolat 1, 2, 3, 4 dan 5 jam. Hasil sintesis diuji kemuriannya dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan titik lebur kemudian dikarakterisasi dengan spektrofotometri UV-visible dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR). Peningkatan konsentrasi NaOH dari 2, 4 dan 8 mmol meningkatkan rendemen hasil sintesis dari 60,06%; 62,60% dan 80,19%, tetapi penambahan NaOH di atas 8 mmol menurunkan rendemen. Peningkatan waktu reaksi dari 1, 2 dan 3 jam meningkatkan rendemen dari 74,20%; 78,61% dan 87,66 %, tetapi penambahan waktu 4 dan 5 jam menurunkan rendemen. Analisis KLT menunjukkan bahwa hasil sintesis murni dengan titik lebur 82 – 85 oC. Karakterisasi menggunakan UV-visibel dan NMR menunjukkan senyawa hasil sintesis adalah 3,4,4’-trimetoksikalkon. Konsentrasi NaOH dan lama waktu reaksi pembentukan enolat mempengaruhi rendemen sintesis 3,4,4’-trimetoksikalkon dengan rendemen terbesar menggunakan katalis NaOH 8 mmol dengan waktu reaksi pembentukan enolat selama 3 jam.
Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Fenolik Total Daun Zodia (Evodia suaveolens) Khoirul Ngibad; Lilla Puji Lestari
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 16, No 1 (2020): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.75 KB) | DOI: 10.20961/alchemy.16.1.35580.94-109

Abstract

Senyawa dengan radikal bebas merupakan senyawa yang mempunyai satu atau lebih elektron tidak berpasangan yang dapat merusak sel dan jaringan jika terakumulasi dalam tubuh manusia. Antioksidan dapat berfungsi untuk menginaktivasi reaksi oksidasi dan mencegah terbentuknya radikal tetapi antioksidan sintetik dapat menyebabkan karsinogen. Oleh karena itu, antioksidan yang terkandung dalam sumber alami perlu diteliti lebih lanjut. Salah satunya adalah tanaman zodia (Evodia suaveolens). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol, etil asetat, dan diklorometana dari daun tanaman zodia yang dinyatakan dengan IC 50 (inhibitory concentration) dan untuk mengetahui kadar fenolik total dari ekstrak daun zodia. Serbuk daun zodia dimaserasi menggunakan tiga pelarut, yaitu metanol, etil asetat, dan diklorometana secara terpisah. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan uji penangkapan radikal DPPH (2,2-difenill-1-pikrilhidrazil) sedangkan penentuan kandungan fenolik total dilakukan menggunakan metode spektrofotometri. Nilai aktivitas antioksidan yang dinyatakan dengan IC 50 dari ekstrak metanol, etil asetat, dan diklorometana dari daun zodia berturut-turut adalah 170, 124, dan 409 ppm. Kadar fenolik total dari ekstrak metanol, etil asetat, dan diklorometana dari daun zodia berturut-turut adalah 0,02430; 0,01183; dan 0,00930 mg GAE/g eks. Antioxidant Activity and Total Phenolic Content of Zodia Leaves (Evodia suaveolens). The compounds with free radicals are compounds that have one or more unpaired electrons which can damage cells and tissues if they was accumulated in the human body. Antioxidants can act to inactivate oxidation reactions and prevent the formation of radicals but synthetic antioxidants can cause carcinogens. Therefore, antioxidants containing in natural sources need to be investigated. One of them is the zodia (Evodia suaveolens) plant. The purpose of this study was to determine the value of antioxidant activity of methanol, ethyl acetate, and dichloromethane extract from the leaves of the zodia plant in IC 50 (inhibitory concentration) and to determine the total phenolic content of zodia leaf extract. Zodia leaves powder was macerated using three solvents, namely: methanol, ethyl acetate, and dichloromethane, separately. Determination of antioxidant activity was carried out by DPPH (2,2-diphenyl-1-picrilhydrazyl) radical catching test and the determination of total phenolic content was carried out using spectrophotometric methods. The antioxidant activity values expressed by IC 50 from methanol, ethyl acetate, and dichloromethane extracts from zodia leaves were 170, 124, and 409 ppm, respectively. Total phenolic concentrations of methanol, ethyl acetate, and dichloromethane extracts from zodia leaves were 0.02430, 0.01183, and 0.00930 mg GAE/g.