cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 151 Documents
Analisis Geospasial Kebakaran Lahan Menggunakan Differenced Normalized Burn Ratio Dari Sentinel-2a Di Kabupaten Klaten Agus Hermansyah; Siti Azizah Susilawati; Wahyu Widiyatmoko
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 11 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v11i1.13085

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi isu penting di Indonesia, termasuk di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang mencatat 214 kasus kebakaran pada tahun 2023. Dampaknya meliputi kerusakan vegetasi, degradasi lahan, emisi karbon, dan gangguan kesehatan akibat polusi udara. Oleh karena itu, pemetaan tingkat keparahan Karhutla penting untuk upaya mitigasi. Penelitian ini menganalisis tingkat keparahan Karhutla di Kabupaten Klaten menggunakan algoritma Differenced Normalized Burn Ratio (dNBR) berbasis citra Sentinel-2A. Analisis dilakukan dengan membandingkan nilai Normalized Burn Ratio (NBR) sebelum dan sesudah kebakaran. Nilai rata-rata PreNBR (0,0972) lebih tinggi dari PostNBR (0,0501), menunjukkan penurunan kondisi vegetasi. Nilai dNBR berkisar antara -0,416 hingga 0,591 dengan rata-rata 4,710, dan diklasifikasikan dalam empat kategori: Enhanced Regrowth, tidak terbakar, tingkat keparahan rendah, dan tingkat keparahan sedang. Kategori Enhanced Regrowth mencakup 130,1 Ha, didominasi oleh Kecamatan Kemalang (118,41 Ha). Keparahan rendah meliputi 5.561,26 Ha, terbesar di Kecamatan Cawas (1.945,82 Ha), sedangkan tingkat keparahannya meliputi 187,28 Ha, juga didominasi oleh Cawas (29,03 Ha). Cawas memiliki persentase area terbakar tertinggi (54,92%), menunjukkan tingkat keparahan tertinggi. Secara umum, tingkat keparahan kebakaran di Klaten tergolong sedang, dengan ekosistem yang masih memiliki potensi regenerasi. Penelitian ini merekomendasikan prioritas mitigasi di wilayah terdampak, restorasi deteksi dini, dan integrasi SIG dalam kebijakan penataan ruang yang adaptif.