cover
Contact Name
M Taufik Rahmadi
Contact Email
taufikrahmadi@unimed.ac.id
Phone
+6281262337575
Journal Mail Official
jurnalgeografi@unimed.ac.id
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20221, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Geografi
ISSN : 20858167     EISSN : 25497057     DOI : -
Jurnal Geografi is published as a scientific communication media in the field of Geography Education in particular and Geography in general, as well as other related fields, for faculty members, alumni of Geography Education both from the Faculty of Social Sciences of State University of Medan and alumni of geography from other universities. As a medium of scientific communication, this magazine serves to provide a means of publication for the field of development of concepts and theoretical studies, including actual issues that are relevant in the field of Geography Education in particular and Geography in general. The content of the writing does not have to be in line with the editorial policy. The magazine is published twice a year in February and August and is distributed as a publication for geography education, geography or other related fields. Circulation for the limited circle and enthusiasts can get it by changing the cost of printing and postage.
Articles 321 Documents
Pengembangan Bahan Ajar Biogeografi Berbasis Konstruktivis Di Kelas B Regular TA 2016/2017 Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan Mona Adria Wirda; Nurmala Berutu; Rohani Rohani; Rosni Rosni
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 2 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i2.7061

Abstract

ABSTRAK            Tujuan utama dalam penelitian ini adalah  menghasilkan  bahan  ajar  untuk  matakuliah   Biogeografi yang layak digunakan  oleh  mahasiswa  di kelas B reguler angkatan  2016/2017.  Tujuan lain  yang  ingin  dicapai melalui penelitian ini mendiskripsikan respon mahasiswa kelas B Reguler TA 2016/2017 terhadap bahan ajar berbasis konstruktivis  yang dikembangkan.  Metode pengembangan bahan  ajar  ini  mengacu  pada  kerangka  pikir  Thiagarajan  dan  Semmel  &Semmel. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dengan indikator penilaian kelayakan berupa kelayakan isi atau materi, kebahasaan, kegrafisan dan penyajian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bahan ajar yang dikembangkan sudah layak untuk digunakan. Sesuai dengan hasil validasi kedua validator berkisar antara 97.19 dan 98.75 (2) respon mahasiswa mengenai bahan ajar ini tergolong bagus. 64% mahasiswa menyatakan sangat setuju bahwa buku ini berguna bagi mereka, dan 36 % menyatakan setuju. 91 % mahasiswa menyatakan bahwa penggunaan bahasa dalam bahan ajar ini sangat jelas dan mudah dipahami. Selanjutnya, 73% mahasiswa menyatakan bahwa  pertanyaan yang diajukan di dalam bahan ajar ini juga sudah jelas serta isi pembelajaran sudah sesuai dengan harapan mereka. Pendapat ahli dan respon mahasiswa beberapa hal yang perlu diperbaiki ialah desain buku serta tata gambar, tabel dan diagram.Kata Kunci : bahan ajar, konstruktivis, biogeografiABSTRACTThe main objective of this research is to produce teaching materials for courses eligible Biogeography used by students in class B 2016/2017 regular forces. Another goal to be achieved through this study to describe the response of students of class B Regular TA 2016/2017 of constructivist-based teaching materials developed. The development of teaching materials refers to the framework Thiagarajan and Semmel & Semmel. The data was collected through a questionnaire with a feasibility assessment indicators qualifying the content, language, kegrafisan and presentation. The data were analyzed by descriptive qualitative.The results showed that (1) the material developed is feasible to be used. In accordance with the validator validation results ranged from 97.19 and 98.75 (2) The student's response is quite good material. 64% of students stated strongly agree that this book is useful for them, and 36% agree. 91% of students stated that the use of language in teaching materials is very clear and easy to understand. Furthermore, 73% of students said that the questions asked in these materials was also clear and the learning content is suitable to their expectations. Expert opinion and the response of the students are some things that need to be corrected is the design and layout of images, tables and diagrams.Keywords: Learning Material, Constructivist, Biogeography
Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Hakekat Geografi dengan Menggunakan Model SQ3R di Kelas X SMA RK Delimurni Bandar Baru T.A 2011/2012 Etty Sagita Ginting; Kamarlin Pinem
JURNAL GEOGRAFI Vol 4, No 1 (2012): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v4i1.7927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model SQ3R (Survey, Question, Read, Recite dan Review)pada materi Hakikat Geografi dan (2) hasil belajar siswa dengan menggunakan model SQ3R (Survey, Question, Read, Recite dan Review)pada materi hakikat geografi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) subjek penelitian adalah kelas  pelaksanaan X-B SMA RK Deli Murni Bandar Baru tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 42 orang.  Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, siklus I yang terdiri dari satu kali pertemuan dan siklus II juga terdiri dari satu kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes tertulis dan LKS, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite dan Review) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi Hakikat Geografi sebesar 12,43% yang terdiri dari siklus I sebesar 67,72% dan 80,15% pada siklus II, (2) Model pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite dan Review) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Hakikat Geografi sebesar 21,42% dari 66,67% pada siklus I dan 88,09% pada siklus II.Kata kunci:   Karakteristik demografi dan sosial ekonomi masyarakat pesisir
Analisis Peta Potensi Rawan Kemacetan Berbasis Geography Information System di Kota Medan Dadang Hartanto
JURNAL GEOGRAFI Vol 12, No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v12i01.16738

Abstract

Abstract Pertambahan penduduk setiap tahunnya mengalami kenaikan akibat adanya pergerakan. Sehingga, berimplikasi terhadap kebutuhan transportasi. Perkembangan lonjakan ekonomi yang kian tinggi juga berdampak pada pertambahan angka kendaraan yang signifikan. Dampaknya adalah kemacetan yang dapat mempengaruhi berbagai macam aktvitas masyarakat terutama pada pendapatan masyarakat, sehingga penting untuk mengkaji potensi daerah rawan kemacetan di Kota Medan berbasis Geography Information System (GIS). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian studi pustaka dan di dukung data-data sekunder untuk memperkuat analisis penelitian, kemudian dianalisis secara dekskriptif. Dari pemetaan daerah yang dilakukan, didapati bahwa tingginya angka kemacetan di Kota Medan disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap tertib lalu lintas. Selain itu, juga didapati keluar masuknya anak sekolah, masyarakat yang tidak patuh pada aturan parkir kendaraan serta titik rawan kemacetan lainnya terdapat pada lintasan kereta api.Kata kunci: Peta, Potensi Kemacetan, GISPopulation growth increases every year due to movement. Thus, it has implications for transportation needs. The development of an increasingly high economic boom also had an impact on the significant increase in vehicle numbers. The impact is congestion that can affect various kinds of community activities, especially on community income, so it is important to examine the potential for congestion-prone areas in Medan based on the Geography Information System (GIS). The research method used is literature study and supported by secondary data to strengthen research analysis, then analyzed descriptively. From the mapping of the area carried out, it was found that the high number of congestion in the city of Medan was caused by the lack of public awareness of the orderly traffic. In addition, also found the entry and exit of school children, people who do not comply with vehicle parking rules and other congestion-prone points are found on the train track. Key words: Map, Potential Congestion, GIS 
STUDI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN UNTUK PERMUKIMAN SEBELUM DAN SESUDAH GEMPA PADANG 2009 DI KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT Fitra Delita
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i1.5321

Abstract

Penelitian ini berawal dari fenomena migrasi penduduk dari daerah sekitar pesisir pantaimenuju wilayah pinggiran di Kecamatan Koto Tangah terutama setelah Gempa Padang2009 sehingga terjadi perubahan tutupan lahan. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi aspek demografi dan perubahan tutupan lahan antara tahun 2007 dan 2012terutama perubahan lahan untuk permukiman serta merumuskan kebijakan pengembanganpermukiman di Kecamatan Koto Tangah. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptifdengan menggunakan data yang bersumber dari interpretasi Citra Landsat ETM+7 tahun2007 dan tahun 2012 dengan bantuan software ArcGIS 10.1 Untuk merumuskan kebijakanpengembangan permukiman digunakan metode AHP (Analitycal Hierarchy Process). Hasilpenelitian menujukkan bahwa terjadi perubahan tutupan lahan yang signifikan sebelumgempa dan sesudah gempa Padang 2009 di Kecamatan Koto Tangah. Konversi lahan untukpermukiman banyak terjadi dikelurahan yang menjadi daerah penyangga dan lumbung padi.Sementara itu kelurahan yang berada disekitar pesisir mengalami penurunan jumlahpenduduk karena adanya isu tsunami. Kebijakan pengembangan permukiman di KecamatanKoto Tangah diprioritaskan dengan menekan laju pertumbuhan penduduk dan permukimandi kawasan penyangga.Kata kunci: Perubahan tutupan lahan, Gempa Padang 2009, Permukiman
Kajian Pemetaan Struktur dan Potensi Longsor Berdasarkan Digital Elevation Model dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Daerah Pangkalan, Sumatera Barat Tiggi Choanji; Yuniarti Yuskar; Catur Cahyaningsih
JURNAL GEOGRAFI Vol 11, No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v11i2.13048

Abstract

Bencana geologi berupa tanah longsor telah terjadi di beberapa tempat terutama pada jalur lintas Riau - Sumatra Barat tepatnya pada daerah pangkalan, Pangkalan Koto Baru dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk membahas geologi struktur dan geologi kebencanaan untuk penentuan pola struktur, faktor utama terjadinya longsor dalam bentuk peta rawan bencana. Dengan menggunakan data foto udara dengan drone dan data geologi lapangan, serta dilakukan analisis diantaranya analisis foto udara, geologi struktur dengan menggunakan stereografi, analisis geologi keteknikan dengan sistem RMR (Rock Mass Rating). Hasil memperlihatkan bahwa berdasarkan 1.496 data kekar yang diambil dari 14 (empat belas) titik stasiun didapatkan beberapa arah dominan gaya yang mempengaruhi daerah tersebut, hal ini disebabkan oleh periode tektonik pra tersier dan tersier di Sumatra Tengah yang ditunjukkan dengan tegasan yang bekerja memiliki tiga arah dominan  yang terekam dalam pembentukan struktur di daerah ini, yaitu tegasan bearah Utara – Selatan , Timurlaut – Baratdaya, dan Baratlaut – tenggara. Berdasarkan analisis geologi teknik dengan menggunakan metode RMR, terdapat kluster 1 (satu) titik yang berada dalam kategori very poor (Kategori Klas V), 12 (duabelas) titik dalam kategori poor rock (Kategori Klas IV), dan 1 titik pada keadaan medium rock  (Kategori Klas III).Kata kunci: Struktur geologi, Longsor, DEM, Rock Mass Rating, UAV, Pangkalan.Geological disasters of landslides have occurred in several locations in Riau - West Sumatra Road, Pangkalan Koto Baru and its surroundings. This study aims to discuss disaster geological structure and geology to determine structural patterns, the main mitigation factor in disaster-prone map. By using aerial photo data with drones, field geological data, the aerial photograph analyze using dense cloud analysis, structural geology using stereography, engineering geological analysis with the RMR (Rock Mass Rating) system. The results based on 1,496 solid data which obtained from 14 (fourteen) station points suggested that several dominant stress directions affect the area, which is derived from the pre-tertiary and tertiary tectonic periods in Central Sumatra. Structure are trending North - South, Northeast - Southwest, and Northwest - southeast. The RMR method, showed that there are 1 (one) cluster in the very bad category (Class V category), 12 (twelve) points in poor rock category (Class IV category), and 1 (one) in medium condition (Class III category).Key words: Structural Geology, Landslides, DEM, Rock Mass Rating, UAV, Pangkalan.
PEMBUATAN PETA WILAYAH KECAMATAN DENGAN MENGGUNAKAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM Edim Sinuraya
JURNAL GEOGRAFI Vol 2, No 2 (2010): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v2i2.6374

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui teknikpenggunaan alat Global Positioning System (GPS) pada kegiatanpengadaan peta wilayah. 2) untuk mengetahui cara pengelolahandata dengan menggunakan alat Global Positioning System (GPS)hingga terbentuk peta suatu wilayah. 3) untuk mengetahui caramemproduksi peta dengan menggunakan alat Global PositioningSystem (GPS)Penelitian ini diperlukan untuk mengetahui bagaimana teknikmenggunakan alat GPS, mempergunakan alat GPS mengukur gunapembuatan peta wilayah untuk mendapatkan hasil pengukuranberupa data yang akan diolah serta cara pengolahan datanyasehingga dari hasil pengolahan datanya akan dapat dipindahkanberupa data ke kertas kerja sehingga dengan demikian akan dapatmemproduksi peta. Pembuatan peta wilayah misalnya petakecamatan sangat diperlukan karena dengan demikian suatuwilayah mempunyai peta yang permanen. Oleh sebab itu sangatlahdibutuhkan pembuatan peta suatu wilayah dan ini dapatdimungkinkan dikerjakan dengan menggunakan alat GlobalPositioning System (GPS) untuk memberikan informasi akurattentang peta suatu wilayah. Data yang dihasilkan berupa gambar.Sebenarnya pembuatan peta suatu wilayah akan lebih baik jikadiukur dengan menggunakan pesawat ukur theodolit karenahasilnya lebih akurat, dibandingkan dengan hasil pengukuranGPS, tetapi memerlukan waktu yang lebih lama. Namun demikianalat GPS sering digunakan untuk pembuatan peta suatu wilayah.Data yang didapatkan dgn menggunakan GPS tersebut disimpansebagai data dokumen di kantor kecamatan. Berdasarkan datayang ada dikomputerisasi sehingga di dapatkan peta yangdirencanakan tersebut berupa data angka dan gambar. Alat inimemiliki kegunaan dalam berbagai bidang antara lain : pelacakanbarang atau manusia yang hilang oleh polisi atau orang-orangyang dicurigai oleh pihak intelejen.Kata Kunci : Global Positioning System (GPS) ,Survey, Pembuatan peta wilayah.
Keadaan Permukiman Penduduk di Kelurahan Tigaraja Kecamatan Girsang Si Pangan Bolon Kabupaten Simalungun Sonya Simangunsong; Walbiden Lumbantoruan
JURNAL GEOGRAFI Vol 3, No 2 (2011): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v3i2.7357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Keadaan permukiman penduduk ditinjau dari kualitas rumah, kebersihan rumah, penataan bangunan rumah tinggal di Kelurahan Tigaraja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk yang berumah tangga dan bermukim di Kelurahan Tigaraja dengan jumlah 490. Sampel ditentukan 10% sehingga jumlahnya 49 KK. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah komunikasi tidak langsung dan observasi. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Keadaan permukiman ditinjau dari kualitas rumah tinggal di Kelurahan Tigaraja adalah pada umumnya (95,91%) penduduk menghuni rumah berlantai semen dan keramik/ubin berarti tergolong layak huni. Di lihat dari jenis atap rumah sudah seluruhnya penduduk menghuni rumah dengan atap seng/asbes dan atap genteng sehingga sudah layak huni. Dilihat dari dinding sebahagian besar penduduk (63,37%) menghuni rumah dengan dinding keramik dan batu bata atau sudah sesuai dengan syarat kesehatan, selanjutnya dari luas ruang kamar tidur, sebahagian besar (71,43%) penduduk memiliki luas ruang kamar tidur tidak seimbang dengan jumlah anggota rumah tangga atau tidak layak huni. (2) Keadaan permukiman ditinjau dari kebersihan lingkungan rumah tinggal mayoritas (83,70%) penduduk membuang sampah tidak pada tempatnya tidak sesuai dengan syarat kesehatan, kemudian di lihat dari pembuangan air limbah sebahagian besar (60,46%) penduduk memiliki saluran air yang lancar atau sesuai dengan syarat kesehatan. (3) Keadaan permukiman ditinjau dari penataan bangunan rumah tinggal adalah sebahagian besar (69,39%) penduduk belum memenuhi persyaratan penataan bangunan atau (jarak bangunan terhadap tepian danau toba minimal 50 meter) sehingga belum sesuai dengan syarat.Kata Kunci : Permukiman Penduduk, Kualitas, Kebersihan, Penataan.
Keadaan Penduduk Migran di Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun Lidia Girsang; Mbina Pinem
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 2 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i2.8151

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Implementasi Faktor pendorong yang menyebabkan migran melakukan migrasi di Kecamatan Silimakuta (2) Implementasi Faktor penarik yang menarik migran melakukan migrasi ke Kecamatan Silimakuta.Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Silimakuta. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi sekaligus sampel adalah para migran yang telah berkeluarga dan sudah dua tahun serta maksimal lima tahun tinggal menetap di Kecamatan Silimakuta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor pendorong migran dari daerah asal menuju Kecamatan Silimakuta mencakup faktor ekonomi sebesar 66,66%, faktor alam sebesar 20,98%, faktor politik sebesar 7,40%, dan faktor agama 4,93% (2) Faktor penarik migran di Kecamatan Silimakuta adalah adanya lapangan kerja di daearah tujuan sebesar 55,5%, faktor keluarga sebesar 39,50%, dan faktor geografi sebesar 4,9%.Kata Kunci : Migran, Faktor Pendorong Dan Penarik
KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MAHASISWA KELAS B REGULER TA 2016/2017 MELALUI PENGGUNAAN BAHAN AJAR BIOGEOGRAFI BERBASIS KONSTRUKTIVIS DI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Mona Adria Wirda; Nurmala Berutu; Riki Rahmad
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 1 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i1.6039

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan berfikir kritis mahasiswa melalui penggunaan bahan ajar Biogeografi di kelas B regular tahun ajaran 2016/2017. Bahan ajar Biogeografi yang akan digunakan dikembangkan sesuai dengan pendekatan konstruktivis. Indikator kemampuan berfikir kritis yang digunakan sebagai landasan penelitian ini 10 kunci kemampuan berfikir kritis oleh Beyer (Sapriya, 2009) yang paling banyak digunakan dalam disiplin ilmu sosial. 10 kunci kemampuan kritis ini merupakan hasil consensus dari sejumlah pakar ilmu sosial, hasil penelitian dan pengalaman di kelas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei-oktober 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, Subjek penelitian ialah seluruh mahasiswa yang mengambil matakuliah Biogeografi. Pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu kelas B regular TA 2016/2017 dan objek penelitian ialah kemampuan berfikir kritis mahasiswa Kelas B regular TA 2016/2017. Pengumpulan data kemampuan berfikir kritis menggunakan 10 kunci kemampuan berfikir kritis beyer dalam bentuk rating scale. Selain itu, juga digunakan angket berbentuk likert scale untuk mengukur respon mahasiswa mengenai penggunaan bahan ajar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa (1) Secara keseluruhan hampir semua anak mengalami peningkatan kemampuan berfikir kritis walaupun tidak terlalu signifikan, peningkatan terbesar sebesar 54% dan terendah -8%. (2) persepsi mahasiswa mengenai bahan ajar ini tergolong bagus. 64% mahasiswa menyatakan sangat setuju bahwa buku ini berguna bagi mereka, dan 36 % lagi menyatakan setuju. 91 % mahasiswa menyatakan bahwa penggunaan bahasa dalam bahan ajar ini sangat jelas dan mudah dipahami. Selanjutnya, 73% mahasiswa menyatakan bahwa pertanyaan yang diajukan di dalam bahan ajar ini juga sudah jelas serta isi pembelajaran sudah sesuai dengan harapan mereka. Beberapa hal yang perlu diperbaiki ialah desain buku serta tata gambar, tabel dan diagram.Kata kunci : berfikir kritis, bahan ajar, konstruktivis
Prediksi Curah Hujan Bulanan Menggunakan Metode Statistical Downscaling di Pulau Jawa dengan Pemilihan Prediktor Berdasarkan Transpor Uap Air Agus Safril; Amhar Ulfiana
JURNAL GEOGRAFI Vol 11, No 1 (2019): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v11i1.11474

Abstract

Pulau Jawa merupakan bagian dari Benua Maritim dengan karakteristik geografis yang terdiri dari pegunungan dan dataran rendah. Wilayah ini menjadi sentra produksi padi sehingga prediksi curah hujan penting dilakukan untuk dimanfaatkan para petani dalam mengambil kebijakan. Model sirkulasi global (GCM) digunakan dalam prediksi dinamis untuk mendapatkan informasi curah hujan satu bulan, namun resolusinya yang rendah menjadikan model ini tidak dapat digunakan untuk memperoleh informasi dalam skala kecil sehingga diperlukan metode statistical downscaling. Untuk mendapatkan akurasi yang baik diperlukan prediktor yang terkait dengan curah hujan di wilayah Jawa. Pemilihan lokasi kotak grid prediktor didasarkan pada kandungan air mampu curah (precipitable water) di daerah prediksi dan transpor uap air ke wilayah prediksi. Hasil pemilihan kotak grid terdiri dari Laut Cina Selatan, sekitar wilayah Sumatera dan Samudera Pasifik bagian barat. Pemilihan variabel prediktor dilakukan pada 8 parameter unsur cuaca, yaitu angin zonal dan meridional paras 850 dan 200 milibar, suhu udara paras 2-meter dan 850 milibar, tekanan udara pada paras permukaan laut, serta ketinggian geopotensial pada paras 500 milibar. Hasil korelasi prediktor dan prediktan menunjukkan prediktor terpilih terdiri dari beberapa variable (multivariabel). Perbandingan antara hasil prediksi curah hujan model dan observasi menunjukkan RMSE (Root Mean Square Error) terkecil pada kombinasi Laut Cina Selatan dan Sumatera diikuti oleh kombinasi variabel yang lain. Hasil prediksi juga menunjukkan pola hujan prediksi mampu mengikuti pola monsunal dan antar tahunan (ENSO).Kata kunci: Statistical Downscaling, prediktor, transpor uap air, dan curah hujanJava is an island in the Maritime Continent which geographically consists of mountains and lowlands. This region is a center for rice production so that predictions of rainfall are important to be used by farmers in making policies. The global circulation model (GCM) is used in dynamic predictions to obtain one-month rainfall information, but the low resolution makes this model unable to be used to obtain information on a small scale, so statistical downscaling method are needed. To get good accuracy, predictors related to rainfall in the Jawa region are needed. The selection of predictor grid box locations is based on the precipitable water content in the prediction area and the transport of water vapor to the predicted area. The results of grid box selection consist of the South China Sea, around the Sumatra region and the Western Pacific Ocean. The selection of predictor variables is carried out on 8 weather parameters, namely zonal and meridional winds at 850 and 200 millibars, air temperature at 2-meter and 850 millibars, sea level pressure, and geopotential height at 500 millibars. The results of predictor and predictand correlation show that selected predictors consist of several variables (multivariable). The comparison between the model rainfall prediction results and observations shows the smallest RMSE(Root Mean Square Error) in the combination of the South China Sea and Sumatra followed by other combinations of variables. Prediction results also show that the pattern of rain predictions is able to follow a monsoonal and inter-annual pattern (ENSO).Keywords: Statistical downscaling, predictor, water vapour transport, dan precipitation

Page 6 of 33 | Total Record : 321