cover
Contact Name
Aulia Qisthi
Contact Email
auliaqisthi@ui.ac.id
Phone
+6285860672438
Journal Mail Official
syntaxliterateofficial@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sedang Residence E6 Sumber Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 25410849     EISSN : 25410849     DOI : -
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research and critical studies in various fields of science, including education, social sciences, humanities, economics, and engineering. The journal aims to provide a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate their findings and insights for the advancement of knowledge and practice in Indonesia and beyond.
Articles 6,329 Documents
Search results for , issue "jurnal ilmiah indonesia" : 6,329 Documents clear
A Pendulum-Based Strategic Supply Chain Alignment Model Incorporating PESTEL Factors and System Adaptation Mechanisms Setiawan, R. Beniadi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64316

Abstract

An increasingly dynamic business environment requires companies to adaptively adjust their supply chain management strategies. Static strategic approaches are often unable to respond to external shocks such as regulatory changes, economic volatility, and technological advancements. Therefore, a conceptual framework is needed to explain the dynamics of continuous strategic alignment. This study aims to develop and operationalize the Pendulum Alignment Theory (PAT) as a dynamic approach to understanding the strategic orientation of the supply chain, which oscillates between cost efficiency, quality, and responsiveness. The method used is a mixed-methods research design that integrates conceptual model development, empirical indicator analysis based on the PESTEL framework, and scenario simulations to evaluate the system’s response to various environmental shocks and managerial interventions. The results indicate that political, legal, and economic factors act as the primary triggers for rapid strategic change, while social and technological factors influence the system’s adaptation speed. Furthermore, environmental demands increase the need for control mechanisms to maintain stability. This study also identifies the importance of trigger thresholds, capability flexibility, and damping management as key strategies in maintaining system equilibrium. In conclusion, PAT offers a theoretical and practical framework capable of explaining and guiding the dynamic alignment of supply chain strategies, thereby helping organizations enhance resilience and performance amid environmental uncertainty.
Academic Writing Lecturers' Perceptions on Generative AI Use In Academic Contexts Aulia Nur’aini Furkon; Nugraha, Irsyad; Rahayu Nurjamin, Lucky
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.63967

Abstract

This qualitative case study explores Academic Writing lecturers’ perceptions of students’ use of generative artificial intelligence (AI) tools in higher education contexts. Framed by the Technology Acceptance Model (TAM), the research examines lecturers’ evaluations of AI’s perceived usefulness, ease of use, attitudes toward use, and behavioral intentions regarding its integration in academic writing courses. Data were collected through in-depth, semi-structured interviews with three Academic Writing lecturers at a university in Garut, Indonesia, and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that lecturers perceive generative AI as a dual-edged catalyst: it offers substantial efficiency in brainstorming, structuring arguments, and language refinement, yet raises significant concerns about academic integrity, cognitive dependency, superficial learning, and erosion of critical thinking. Lecturers adopt a stance of critical acceptance, viewing AI as a pedagogical partner rather than a substitute for human intellectual effort. Their behavioral intentions focus on strategic regulation, including transparency mechanisms such as AI logs and prompt histories, negotiating meaning in revisions, and redesigning process-oriented assessments to preserve authentic learning. This study contributes to the discourse on AI in education by illuminating nuanced, ethically grounded educator perspectives and providing practical recommendations for institutional policy and pedagogical adaptation in the generative AI era, particularly in Indonesian higher education contexts.
Optimasi Strategi Multiplikasi Kepemimpinan Gereja dalam Menjangkau Generasi Z di Era Disrupsi Digital di Indonesia Burton, Ray; R. A. Simanjuntak, Manlian
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64193

Abstract

Pandemi Covid-19 mempercepat transformasi digital yang mengubah interaksi sosial dan praktik keagamaan. Gereja menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan perkembangan digital, terutama dalam menjangkau Generasi Z yang merupakan digital native. Diperlukan pendekatan kepemimpinan yang inovatif dan relevan, salah satunya dengan mengadopsi kepemimpinan transformasional yang memanfaatkan teknologi digital dan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan transformasional dalam menjangkau Generasi Z di era digital dan merumuskan strategi multiplikasi kepemimpinan gereja yang efektif. Penelitian Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan kajian literatur untuk menganalisis tantangan, karakteristik Generasi Z, serta model kepemimpinan yang efektif dalam konteks digital. Kepemimpinan transformasional, dengan karakteristik idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration, relevan untuk menjangkau Generasi Z. Pemanfaatan teknologi digital dan media sosial menjadi kunci dalam pemuridan dan pembangunan komunitas iman. Strategi multiplikasi kepemimpinan dilakukan melalui identifikasi, pelatihan, pemberdayaan, dan pendampingan yang berkelanjutan. Gereja perlu mengadopsi kepemimpinan transformasional dan menerapkan lima strategi utama: membangun budaya kepemimpinan inklusif, mengidentifikasi pemimpin potensial, menyediakan pelatihan terstruktur, mendelegasikan tanggung jawab, dan membangun sistem pendukung. Dengan demikian, gereja dapat tetap relevan dan berkembang dalam menjangkau Generasi Z di era digital.
Permainan Tradisional Sebagai Media Komunikasi Budaya: Inovasi Digital dan Peran Komunitas di Era Disrupsi Informasi Pertiwi, Ratih; Viter M, Jhon; Judianto, Oskar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64200

Abstract

Permainan tradisional merupakan warisan budaya tak benda yang mengandung nilai-nilai komunikasi, kebersamaan, dan kearifan lokal. Namun, di era disrupsi informasi, eksistensinya semakin terpinggirkan akibat dominasi permainan digital global yang seringkali mengikis identitas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi pelestarian dan transformasi permainan tradisional agar tetap relevan melalui inovasi digital, sekaligus menguatkan peran komunitas sebagai agen komunikasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis potensi permainan tradisional sebagai media komunikasi budaya di masyarakat kontemporer, (2) mengeksplorasi model inovasi digital yang mampu mengadaptasi permainan tradisional tanpa kehilangan nilai budaya, dan (3) mengidentifikasi peran komunitas dalam membangun ekosistem pelestarian melalui partisipasi aktif di ruang digital maupun sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada komunitas pelestari permainan tradisional di Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen digital, kemudian dianalisis dengan analisis wacana budaya dan triangulasi untuk mengkaji praktik komunikasi, inovasi digital, dan keterlibatan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional dipandang sebagai simbol komunikasi budaya yang relevan dengan era digital. Inovasi digital memiliki potensi untuk mempertahankan nilai budaya permainan tradisional, namun keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada keterlibatan komunitas dan kemampuan mengatasi hambatan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian permainan tradisional melalui inovasi digital memerlukan strategi yang jelas, yang mengintegrasikan budaya, partisipasi komunitas, dan pendekatan kreatif untuk menjaga relevansi budaya di era digital.
Digital Eye Strain: Faktor Risiko, Manifestasi Klinis, dan Tatalaksana: Suatu Systematic Literature Review Assa’diy Firda, Fathiyyatu; Ermawati, Sahilah; Listiansyah, Rizki
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64208

Abstract

Digital eye strain (DES) merupakan kumpulan gejala visual, okular, dan muskuloskeletal yang muncul atau memburuk akibat penggunaan perangkat digital berkepanjangan. Peningkatan penggunaan komputer, laptop, tablet, dan telepon pintar menjadikan DES sebagai masalah kesehatan penglihatan yang semakin penting. Namun, bukti mengenai faktor risiko, manifestasi klinis, dan tatalaksana DES masih tersebar dalam penelitian dengan desain yang beragam. Menelaah dan mensintesis bukti mengenai faktor risiko, manifestasi klinis, dan tatalaksana DES pada pengguna perangkat digital. Penelitian ini merupakan systematic literature review yang disusun sesuai pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan pada beberapa basis data elektronik untuk studi yang dipublikasikan tahun 2021–2026. Artikel yang diinklusi adalah studi observasional dan intervensional asli yang membahas sedikitnya satu dari tiga domain utama: faktor risiko, manifestasi klinis, atau tatalaksana DES. Seleksi studi dilakukan melalui skrining judul, abstrak, dan full-text berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kualitas metodologis dinilai menggunakan JBI Critical Appraisal Tools. Sebanyak 16 studi primer dimasukkan. DES bersifat multifaktorial, dengan faktor risiko utama berupa durasi penggunaan layar yang panjang, penggunaan malam hari, jarak pandang dekat, kurang istirahat, postur buruk, serta faktor individu tertentu. Manifestasi klinis meliputi mata lelah, sakit kepala, gejala mata kering, pandangan kabur, fotofobia, mata merah, sensasi terbakar, dan keluhan muskuloskeletal. Intervensi menunjukkan potensi manfaat, tetapi belum ada terapi universal. DES merupakan sindrom multifaktorial dengan manifestasi luas, sehingga tatalaksana paling rasional saat ini adalah pendekatan multimodal dan individual.
Language Choice in Film The Architecture of Love: A Study of Code-Switching and Code-Mixing Naomi Pane, Grace; Marpaung, Marlin Steffi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64217

Abstract

This study examines language choice in the film The Architecture of Love by analyzing instances of code-switching and code-mixing in the characters’ dialogue. The research aims to identify the structural types of bilingual language use and to explore the communicative functions they serve in character interaction. Employing a qualitative descriptive design with qualitative content analysis, the study analyzes 92 bilingual utterances found in the film. The findings indicate that code-mixing occurs more frequently than code-switching, with insertion emerging as the most dominant type. These bilingual practices are distributed across various interactional contexts, including professional or intellectual discussions, emotional exchanges, informal conversations, and cultural or artistic discourse. Furthermore, code-switching and code-mixing function as strategic linguistic resources that enable characters to negotiate meaning, express interpersonal relationships, and respond to situational demands. Overall, the study demonstrates that language choice in cinematic dialogue reflects interactional context and communicative purposes, highlighting the role of bilingual practices in shaping identity and social relations in film discourse
Pengaruh Struktur Geologi terhadap Keterdapatan Endapan Laterit di Pulau Gag Kecamatan Waigeo Barat Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya Tamima, Anggun Qadarsih; Yarangga, Ailin Anastasya; Alzair, Nur
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64235

Abstract

Penelitian ini dilakukan di pulau Gag, Kecamatan Wageo Barat, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini dilaksanakan selama kurun waktu 2 bulan Mei-Juli 2023. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Geomorfologi, Stratigrafi, dan Struktur Geologi dengan skala 1:40.000 serta menganalisis hubungan struktur geologi dengan sebaran kadar Nikel (Ni) dan Besi (Fe) pada Endapan Laterit Blok X. Metode yang digunakan berupa analisis petrografi dan interpolai IDW. Hasil penelitian membuktikan bahwa Geomorfologi di daerah penelitian terdiri atas 6 satuan yakni lembah Struktural, Antropogenik, Denudasional, Gawir, Dataran serta Teras Pantai. Adapun Stratigrafi daerah penelitian terbagi atas 5 satuan batuan yakni Satuan Peridotit, Satuan Serpentinit, Satuan Vulkanik, Satuan Batugamping, dan Satuan Endapan Alluvial. Struktur geologi yang berkembang didaerah penelitian meliputi sesar Lag Left Slip Fault (Pengklasifikasian Rickard 1972). Sedangkan Kekar Gerus (Shear Joint) dengan arah relatif Baratlaut- Tenggara dan Timurlaut-Baratdaya. Berdasarkan hasil analisa struktur geologi dengan sebaran kadar Nikel (Ni) di daerah yang memiliki struktur teridentifikasi bahwa kandungan unsur nikel (Ni) lebih banyak terakumulasi di daerah yang memiliki struktur geologi dimana kadar nikel (Ni) pada titik struktur menunjukan besar kadar dengan rata-rata mencapai 3.43 % . Sedangkan Berdasarkan hasil analisa strutur geologi dengan sebaran kadar Besi (Fe) pada interpolasi IDW menunjukan tingkat kadar paling tinggi berkisar 70.02 %.
Perancangan Manajemen Pemeliharaan Dan Perawatan Gedung Pada Tower Victoria Proyek Apartemen Grand Kamala Lagoon Bekasi Hernawan, Geraldi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64261

Abstract

Gedung Apartemen Grand Kamala Lagoon Bekasi ini masih dalam tahap pelaksanaan dan belum memililki pedoman pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. Pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung memiliki fungsi untuk menjaga kondisi bangunan gedung tetap laik fungsi saat bangunan tersebut beroperasi dan memperkecil kerusakan yang dapat mengganggu keselamatan dan kenyamanan penghuninya. Sehingga penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk merancang manajemen pemeliharaan dan perawatan pada gedung apartemen tersebut. Metode yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah dengan mengidentifikasi komponen yang terdapat pada gedung apartemen tersebut mulai dari kompoen struktur, arsitektur, mekanikal dan elektrikal. Selanjutnya membuat perancangan manajemen pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung yang terdiri dari pembuatan SOP (Standard Operational Procedur), struktur oeganisasi, dokumen pendukung, biaya pembaharuan, jadwal pemeliharaan, dan rencana anggaran biaya pemeliharaan dan perawatan gedung tersebut. Berdasarkan hasil perancangan biaya siklus pembaharuan atau renewal cycle pemeliharaan dan perawatan yang diperhitungkan pada tahun 2023 sampai dengan tahun 2072 sebesar Rp 112.857.877.527,59 yang memiliki perkiraan di masa depaan sebesar Rp 62.701.450.875,51. Dan rencana anggaran rencana pemeliharaan dan perawatan dalam satu tahun sebesar Rp 3.709.064.416 atau sebesar 1.787% dari total biaya pembangunan, maka biaya pemeliaaran dan perawatan dalam 1 tahun memenuhi standar biaya pemeliharaan pada Permen PU No. 45 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara dalam 1 tahun dikarenakan kurang dari 2% dari biaya pembangunan.
Model Pengelolaan Hutan Adat Berbasis Potensi Wilayah: Studi Kasus pada Masyarakat Hukum Adat Rungan, Kabupaten Gunung Mas Wiro, Markus; Usop, Tari Budayanti; Hartanto, Singgih; Sutrisno, Herwin; Susi, Theresia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64299

Abstract

Pengelolaan hutan adat di Indonesia masih belum efektif meskipun telah memperoleh pengakuan hukum formal, terutama akibat ketiadaan kerangka operasional yang mampu menerjemahkan kebijakan ke dalam praktik di tingkat tapak. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan mengkaji Masyarakat Hukum Adat (MHA) Rungan di Kabupaten Gunung Mas serta mengembangkan model integratif pengelolaan hutan adat yang berlandaskan prinsip Pengelolaan Hutan Lestari (PHL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, Focus Group Discussion (FGD), observasi lapangan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan adat MHA Rungan memiliki potensi ekologis dan sosial-budaya yang signifikan, meliputi keanekaragaman hayati, jasa lingkungan, kelembagaan adat, serta sistem pengetahuan lokal. Namun demikian, efektivitas tata kelola masih dihadapkan pada kendala tumpang tindih perizinan, keterbatasan aksesibilitas, serta lemahnya integrasi perencanaan. Penelitian ini memberikan kontribusi utama dengan merekonseptualisasikan Rencana Kelola Hutan Adat (RKHA) sebagai instrumen tata kelola transformasional yang mampu menjembatani kesenjangan antara pengakuan legal dan implementasi di lapangan. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan lokal dapat diintegrasikan secara sistematis ke dalam struktur perencanaan formal, sehingga menghasilkan model pengelolaan berbasis masyarakat yang adaptif dan skalabel.
Karakteristik Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon Periode 2024 Muarif, Syamsul; Maria Ulfah , Siti; Nihayatul
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64309

Abstract

Gagal ginjal kronis adalah suatu gangguan pada ginjal ditandai dengan abnormalitas struktur ataupun fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari 3 bulan. Gagal ginjal kronis biasanya juga ditandai dengan adanya penurunan fungsi ginjal yang progresif dan irreversibel. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia jumlah kasus di Indonesia sebanyak 1.602.059 orang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon Periode Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian observasional deskriptif untuk menilai karakteristik pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RSD Gunung Jati Cirebon periode tahun 2024. Dari 128 sampel pasien gagal ginjal kronis prevalensi tertinggi berdasarkan usia terbanyak pada kelompok lansia awal 46-55 tahun 49 orang (38,3%), jenis kelamin terbanyak laki-laki 67 orang (52,3%), lama hemodialisa terbanyak 1-12 bulan 51 orang (39,8%), pekerjaan terbanyak kelompok yang tidak bekerja 111 orang (86,7%), penyakit penyebab terbanyak hipertensi 96 orang (75%), kreatinin serum tinggi sebanyak 99 orang (77,3%), anemia sedang sebanyak 74 orang (57,8%). Prevalensi tertinggi pasien Gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon Periode 2024 adalah usia lansia awal 46-55 tahun, jenis kelamin laki-laki, lama hemodialisa 1-12 bulan, kelompok tidak bekerja, kreatinin serum tinggi, dan anemia sedang.

Filter by Year

2016 2026