cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 02163942     EISSN : 25496883     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
This journal is a scientific journal publications to develop knowledge in the field of Medical Science and Health. Topics of papers that can be published in the Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (JKK) Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta is scientific topics that correspond to areas of interest in the Faculty of Medicine and Health are Medical Science, Public Health, Obstetrics, Nursing, Pharmacy, Nutrition, other fields of health sciences. This journal is published periodically since 2004, 2 (two) times in 1 year (January and July). Available online since January 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Pengetahuan dan Sikap Masyarakat terhadap Perilaku Pencegahan Penyebaran Covid-19 Lina Indrawati; Marni Br Karo
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.1.123-130

Abstract

Kondisi pandemi Covid 19 telah berlangsung selama berbulan bulan. Masyarakat sudah harus mulai bisa beradaptasi dengan kondisi tersebut dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga sangat berperan dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Pemberian informasi secara edukatif dan inovatif dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara pencegahan penyebaran Covid-19 sehingga dapat memutus rantai penularan Covid-19. Penularan infeksi Covid-19 terutama terjadi melalui kontak fisik, maka pencegahan Covid-19 difokuskan pada pola perilaku masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui karakteristik pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap perilaku pencegahan penularan Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2020 dengan populasi masyarakat di Kelurahan Gaga dan sekitarnya, yang berusia diatas 15 tahun sebanyak 259 orang.  Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dalam bentuk google form. Cara pengolahan dan analisa data menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 242 orang (92%) memiliki sikap positif dan sesuai dalam perilaku Pencegahan Penularan Covid 19. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap masyarakat tentang Covid 19 dengan perilaku pencegahan penularan Covid-19. Pemberian informasi sangat penting pada masyarakat tetang pencegahan penularan Covid-19 sehingga dapat memutus rantai penularan Covid-19.
Perbandingan Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang Disertai Hipertensi dan Tanpa Hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Duri, Mandau, Bengkalis, Riau Annisa Ichlasia Haryati; Tri Ariguntar Wikaning Tyas
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.1.33-40

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang terjadi saat pankreas tidak dapat menghasilkan hormon insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin tersebut dengan efektif. Komplikasi DM terbanyak adalah hipertensi. Untuk menghindari komplikasi tersebut diperlukan kontrol glikemik berupa pemeriksaan kadar HbA1c. Pemeriksaan HbA1c adalah pemeriksaan yang berfungsi untuk mengukur rata-rata jumlah hemoglobin HbA1c yang berikatan dengan glukosa selama tiga bulan terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar HbA1c pada pasien DM tipe 2 yang disertai hipertensi dan tanpa hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Duri, Mandau, Bengkalis, Riau. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan teknik pengambilan purposive sampling yang mengambil data dari rekam medis pasien DM sebanyak 124 sampel yang terdiri atas 62 sampel penderita DM dengan hipertensi dan 62 sampel penderita DM tanpa hipertensi. Hasil penelitian didapatkan nilai rerata kadar HbA1c pada penderita DM tipe 2 dengan hipertensi 10,742 (SD±2,413) dan pada penderita DM tipe 2 tanpa hipertensi 9,498 (SD±1,336). Secara statistik terdapat perbedaan bermakna antara rerata kadar HbA1c pada penderita DM tipe 2 yang disertai hipertensi dengan tanpa hipertensi. dengan nilai p < 0,005. Pemantauan kadar HBA1c dapat membantu mencegah komplikasi DM.
Pemberian Asi Eksklusif dan Non Eksklusif dengan Kejadian Obesitas pada Anak Usia 24-35 Bulan di Bengkulu Sri Utami Fajariyah; Suryanita Ilham; Dessy Triana
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.1.88-93

Abstract

Obesitas pada masa anak-anak dapat mengakibatkan penyakit jantung dan diabetes melitus di masa depan. Prevalensi obesitas pada anak semakin meningkat, baik di negara maju maupun negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian ASI eksklusif dan non-eksklusif terhadap obesitas pada anak di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Rancangan penelitian menggunakan studi cross-sectional dengan metode consecutive sampling. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh anak usia 24-35 di kecamatan Muara Bangkahulu Bengkulu. Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui perbedaan proporsi antara ASI eksklusif dan non-eksklusif dengan obesitas anak 24-35 bulan, menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%.  Sampel untuk pemeriksaan berat badan, tinggi badan, dan IMT yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusif berjumlah 95 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuesioner kepada ibu serta pengukuran berat badan dan tinggi badan anak. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar status gizi tergolong normal (84,2%), memberikan ASI eksklusif (44,2%). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dan non eksklusif dengan kejadian obesitas pada anak (p=0,053).
Persepsi Orang Tua Bayi terhadap Pemberian Imunisasi Dasar selama Pandemi Covid-19 di Jakarta dan Bekasi Rizky Dhahifa Wahyuni; Ella Nurlaella Hadi
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.1.41-56

Abstract

Pandemi COVID-19 dan kebijakan PSBB berdampak pada pelayanan KIA salah satunya pelayanan imunisasi. Kementerian Kesehatan RI dan UNICEF mencatat 84% fasilitas kesehatan mengalami gangguan pada pelayanan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi orang tua terhadap imunisasi dasar pada bayi usia 9-12 bulan selama pandemi COVID-19 dengan menggunakan pendekatan Health Belief Model. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan informan diambil dari wilayah Jabodetabek dan berjumlah sebanyak 9 orang ibu dengan anak usia 0-9 bulan, 1 orang bidan praktik mandiri, dan 1 orang petugas imunisasi Puskesmas. Pengambilan data dengan wawancara mendalam menggunakan google.meet/WhatsApp dan dianalisis dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkann selain imunisasi dasar lengkap, sebagian anak juga diberikan imunisasi tambahan. Hal ini didukung oleh pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dan keinginan ibu. Ibu beranggapan jika tidak diimunisasi, anaknya rentan untuk terkena penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Ibu merasakan imunisasi bermanfaat sebagai pencegahan penyakit tersebut. Namun selama pandemi, kekhawatiran tertular COVID-19 dirasakan menjadi hambatan utama dalam mengakses layanan imunisasi. Walau begitu, ibu mendapat dukungan dari suami, keluarga, teman, dan tenaga kesehatan untuk tetap melakukan imunisasi dasar. Dengan persepsi kerentanan, keseriusan, manfaat dan hambatan serta adanya dorongan untuk bertindak, ibu tetap memberikan imunisasi dasar pada anaknya meski sedang pandemi COVID-19.
Aspek Farmakogenomik Pada Polimorfisme Gen C957T Pasien Skizofrenia Dengan Terapi Aripiprazole Miranti Dwi Hartanti; Irsan Saleh; Theodorus Theodorus
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.1.94-103

Abstract

Polimorfisme gen C957T merupakan synonymous mutation yang terletak pada pasang basa ke-957 gen DRD2. Aripiprazole merupakan antipsikotik generasi kedua yang mempunyai sifat agonis parsial, memiliki selektivitas fungsional terhadap berbagai isoform DRD2, dan memiliki efektivitas yang baik terhadap skizofrenia dengan efek samping yang minimal. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan telaah pustaka mengenai polimorfisme gen C957T beserta tatalaksana aripiprazole yang berkaitan dengan kejadian skizofrenia yang dilihat dari sudut pandang farmakogenomik. Jenis telaah yang digunakan dalam artikel ini berbentuk literature review terhadap 30 literatur dari berbagai jurnal maupun textbook. Skizofrenia dikaitkan dengan hipotesis dopamin, yaitu konsep dari second neurotransmitter-based. Formulasi paling sederhana dari hipotesis ini adalah gejala positif skizofrenia merupakan hasil dari aktivitas dopaminergik yang melibatkan traktus mesokortikal dan mesolimbik, dimana terjadi pelepasan dopamin yang berlebihan. Efektivitas antipsikotik terutama aripiprazole, termasuk efek sampingnya, dipengaruhi oleh single nucleotide polymorphism (SNP) pada reseptor tersebut. Dari telaah terhadap berbagai studi didapatkan bahwa aripiprazole merupakan antipsikotik yang memblok DRD2 postsinap dengan kuat, memiliki afinitas yang sangat tinggi terhadap DRD2, serta memiliki sifat agonis parsial yang berperan dalam profil terapeutik aripiprazole yang baik pada pasien skizofenia dengan polimorfisme C957T.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Osteoarthritis Lutut pada Petani di Desa Bhakti Mulya Kecamatan Bengkayang Ra&#039;ida Afiffa Aurelia Shafira Hera Putri; Muhammad In&#039;am Ilmiawan; Darmawan Darmawan
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.1.1-15

Abstract

Osteoarthritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif yang sering menyerang lutut. Pekerjaan yang membutuhkan gerakan fisik yang berat dan pemakaian satu sendi merupakan faktor risiko dari OA lutut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pekerjaan dengan faktor-faktor yang memengaruhi osteoarthritis dengan tingkat kejadian osteoarthritis lutut pada petani. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 67 orang. Variabel pada penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, status gizi, riwayat keluarga menderita OA, jenis kerja, lama kerja, posisi kerja, dan letak lahan tanam. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan observasi data. Penelitian ini menggunakan analisis chi-square ­dan regresi linear berganda, didapatkan hasil faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian OA lutut adalah usia (p=0,016), jenis kelamin (p=0,033), status gizi (p=0,015), riwayat keluarga menderita OA (p=0,000), posisi kerja (p=0,004), jenis kerja (p=0,670), lama kerja (p=0,016), dan letak lahan tanam (p=0,000). Terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, status gizi, riwayat keluarga menderita OA, posisi kerja, jenis kerja, lama kerja, dan letak lahan tanam terhadap kejadian OA lutut pada petani, serta tidak terdapat hubungan antara jenis kerja.
Ankle Brachial Index pada Penderita Diabetes dan Non Diabetes, dan Hubungannya dengan Aktivitas Fisik dan Perilaku Merokok Arum Kartikadewi; Setyoko Setyoko; Zulfachmi Wahab; Kharisma Andikaputri
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.1.57-68

Abstract

Ankle Brachial Index (ABI) adalah prediktor utama untuk menilai adanya penyakit arteri perifer pada penderita Diabetes Melitus (DM) dan non DM. Terdapat perbedaan faktor risiko terhadap abnormalitas ABI antara penderita DM dan non DM. Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan faktor yang mempengaruhi ABI pada penderita DM dan non DM etnis Jawa.Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampling dilakukan dengan cara consecutive sampling. Perbedaan faktor yang mempengaruhi ABI dianalisis dengan  uji Chi-square. Faktor yang signifikan mempengaruhi ABI pada responden DM adalah usia (p-value=0,04) dan aktivitas fisik (p-value=0,02) dan faktor yang tidak signifikan adalah jenis kelamin (p-value=1,00), lama DM (p-value=0,31), tekanan darah (p-value=0,75), dan status merokok (p-value=1,00). Sedangkan, faktor yang signifikan mempengaruhi ABI pada responden non DM adalah aktivitas fisik (p-value=0,01) dan faktor yang tidak signifikan adalah jenis kelamin (p-value=0,31), usia (p-value=0,08), tekanan darah (p-value=0,93), dan status merokok (p-value=0,32). Faktor yang mempengaruhi ABI pada responden DM adalah usia dan aktivitas fisik, sedangkan pada responden non DM adalah aktivitas fisik.
Hubungan Tingkat Pengetahuan COVID-19 dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara selama Pandemi COVID-19 Jason Gunawan Lie; Arlends Chris
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.1.104-112

Abstract

COVID-19 adalah penyakit pernafasan yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, gejala utamanya meliputi batuk kering, sesak nafas, demam, nyeri otot dan kelelahan. COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO pada 11 Maret 2020. Pandemi dapat menyebabkan meningkatnya kecemasan. Kecemasan juga bisa disebabkan karena terlalu banyak mengonsumsi informasi dari internet atau media sosial yang belum pasti kebenarannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan tingkat pengetahuan COVID-19 mahasiswa kedokteran Untar. Penelitian observasional ini menggunakan studi potong lintang. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, pada bulan Desember 2020 hingga Februari 2021. Sampel diambil secara total sampling, terdiri dari angkatan 2018-2020. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuisioner secara daring. Hasil data dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik dengan uji Chi-square. Penelitian ini berjumlah 176 responden yang terdiri dari 49 pria dan 127 wanita. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 28 (15,9%) responden mengalami kecemasan dan memiliki tingkat pengetahuan COVID-19 yang rendah, sedangkan 74 (42,1%) responden tidak mengalami kecemasan dan memiliki tingkat pengetahuan COVID-19 yang tinggi. Berdasarkan hasil uji Chi-square, hubungan kecemasan dengan tingkat pengetahuan COVID-19 mahasiswa kedokteran Untar menunjukkan nilai p sebesar 0.011. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan tingkat pengetahuan COVID-19 mahasiswa kedokteran Untar.
Pengaruh Puasa Intermiten terhadap Fungsi Kognitif Mahasiswa Kedokteran dengan Tingkat Stres Sedang Fahira Alia Natassha; Nurfitri Bustamam
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.1.16-24

Abstract

Mahasiswa kedokteran rentan mengalami stres yang dapat menurunkan fungsi kognitif. Puasa intermiten diketahui bermanfaat untuk meningkatkan fungsi otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh puasa intermiten terhadap fungsi kognitif mahasiswa dengan tingkat stres sedang. Penelitian menggunakan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Subjek ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan besar sampel 40 orang. Penelitian menggunakan Perceived Stress Scale-10 untuk mengukur skor stres serta Hopkins Verbal Learning Test (HVLT), forward and backward digit span test, dan Trail Making Test Part B (TMT-B) untuk mengukur fungsi kognitif. Berdasarkan karakteristiknya didapatkan 75% subjek berjenis kelamin perempuan, 80% subjek berusia antara 21-24 tahun, dan sebanyak 55% subjek dengan aktivitas sedang. Hasil uji t berpasangan atau uji Wilcoxon terhadap hasil tes PSS-10, HVLT, forward and backward digit span test, dan TMT-B sebelum dan sesudah puasa intermiten didapatkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Terdapat pengaruh puasa intermiten terhadap skor stres dan sejumlah fungsi kognitif, mencakup atensi, memori, bahasa, dan fungsi eksekutif pada mahasiswa kedokteran dengan tingkat stres sedang.
Edukasi Gizi Berbasis Teknologi untuk Peningkatan Pengetahuan Gizi dan Antioksidan pada Remaja Wilda Yunieswati; Rosyanne Kushargina; Fauza Rizqiya
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.1.69-77

Abstract

Remaja merupakan salah satu kelompok yang diharapkan dapat menjaga kesehatan dan imunitas tubuh, sehingga pertumbuhan dan perkembangannya tidak terganggu. Konsumsi pangan sumber antioksidan pada remaja sangat dianjurkan di masa pandemi ini, seperti buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan rempah, tetapi konsumsi buah dan sayur pada remaja masih tergolong rendah. Edukasi gizi melalui WhatsApp Bot diharapkan dapat meningkatkan informasi dan pengetahuan terkait konsumsi pangan sumber antioksidan pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pengetahuan gizi dan antioksidan pada remaja melalui edukasi gizi berbasis teknologi dan menganalisis hubungan kepatuhan responden dalam mengakses WhatsApp Bot dengan peningkatan pengetahuan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental one-group pretest-posttest design. Responden berjumlah 29 orang murid SMA Muhammadiyah 25 Jakarta. Data diambil menggunakan form kuesioner online, meliputi pengetahuan terkait gizi dan antioksidan, karakteristik responden (jenis kelamin dan uang saku bulanan), dan data antropometri responden (berat badan dan tinggi badan). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata antara hasil pre-test (71,4) dan post-test responden (86,5) (p<0,05) dengan kenaikan pengetahuan sebesar 17,4%. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan responden dalam mengakses WhatsApp Bot dengan peningkatan nilai post-test responden (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini, edukasi menggunakan WhatsApp Bot telah signifikan meningkatkan pengetahuan gizi dan antioksidan siswa SMA Muhammadyah 25 Jakarta.