Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
MADANIA: Jurnal-Jurnal Keislaman (ISSN Print: 2088-3226|ISSN Online: 2620-8210) adalah jurnal yang memuat tentang hasil penelitian, gagasan konseptual, review buku baru, studi naskah di bidang Keislaman, Keilmuan, dan Kemanusiaan, dengan konsentrasi pada disiplin ilmu Tarbiyah, Syari’ah, Ushuluddin, dan Dakwah. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, Juni dan November.
Articles
187 Documents
Efektivitas Aplikasi Google Meet Dalam Meningkatkan Minat Belajar Mahasiswa Universitas Abdurrab
Suci Shinta Lestari;
Laili Mufidatul;
Muhammad Arif
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 1 (2021): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jiik.v11i1.14036
Mahasiswa dan dosen Universitas Abdurrab tetap dapat melakukan proses pembelajaran sesuai dengan kebijakan pemerintah di saat pandemi Covid-19 dengan menerapkan sistem pembelajaran secara daring. Banyak media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) yang dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran daring seperti Zoom, Edmodo, Zenius, Google Meet, Zoom dan Whatsapp. Dari pengakuan mahasiswa dan dosen Universitas Abdurrab, aplikasi Google Meet lebih sering digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar namun belum pernah dilakukan pengujian terhadap efektivitasnya dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian statistik terhadap efektifitas Google meet dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa Universitas Abdurrab Pekanbaru. Teradapat 2 variabel dalam penelitian ini yakni X Efektivitas Google Meet dan Y Minat belajar mahasiswa Univ. Abdurrab Pekanbaru. X diukur dengan indikator efektivitas sutrisno dan Y diukur dengan indikator minat belajar Slameto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan bentuk penelitian lapangan (Field Research). Penelitian ini dilakukan di Univeritas Abdurrab Pekanbaru. Dari total 2.363 orang populasi diambil sampel 100 orang mahasiswa dengan menggunakan teknik penarikan sampel Non Probality Sampling dengan rumus Proportionate Strafied Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan Google Form. Data yang diperoleh di lapangan dianalisa menggunakan SPSS. Dari hasil analisis data, pembahasan, dan uraian dari setiap temuan yang ada, maka dapat ditarik kesimpulan : Ha diterima, yang artinya aplikasi Google Meet efektif dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa Universitas Abdurrab. Hal tersebut dibuktikan dengan membandingkan Fhitung ≥ Ftabel hasil pengolahan data memperoleh Fhitung = 26,081 ≥ Ftabel = 3,09. Artinya Google Meet memiliki korelasi atau hubungan yang simultan dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa Universitas Abdurrab Pekanbaru.
Konsep Muallaf dalam Islam (Studi Kritis Terhadap Ijtihad Umar bin Khattab)
Ahmad Fauzi
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 1 (2021): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jiik.v11i1.13920
Ijtihad Umar bin Khattab belum terlalu banyak diteliti dan dipahami oleh masyarakat, karena pada prinsipnya Umar tidak pernah menyusun dan menulis kitab fiqih hasil ijtihad yang dilakukannya. Fatwa-fatwanya bersifat praktis-aplikatif dan yurisprudensi. Namun, umar bin Khattab juga dikenal sebagai tokoh yang banyak menimbulkan kontroversi dikalangan sahabat. Pada masa pemerintahannya, Umar tidak mendistribusikan zakat kepada seluruh ashnaf yang 8 (delapan). Disaat kondisi pemerintahan yang stabil dan membaiknya umat Islam, Umar bin Khattab justru menghentikan pendistribusian zakat kepada muallaf bukan saja kepada orang-orang yang dahulunya pernah menerima, tetapi juga kepada orang lain sebagaimana telah disebutkan diatas. Dari penemuan awal ini, perlu dilakukan penelitian lebih dalam bagaimana konsep muallaf yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadis dan bagaimana konsep muallaf tersebut menurut pemikiran (ijtihad) Umar bin Khattab. Hal tersebut bertujuan untuk memperjelas konsep muallaf dalam Islam dan menganalisis hasil pemikiran (ijtihad) Umar bin Khattab terkait konsep tersebut. penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan (Library Reasearch) dengan metode analisisnya adalah penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan kepustakaan, yaitu melakukan kajian dan analisis terhadap bahan-bahan yang bersumber dari kepustakaan, yaitu buku, jurnal, hasil penelitian dan sejenisnya. Sifat penelitian ini termasuk dalam deskriptif-analitik, dimana peneliti menggambaran bagaimana pemikiran (ijtihad) umar bin khattab tentang konsep muallaf, Kemudian peneliti menganalisis dan mengkritisi hasil pemikiran tersebut dengan data-data kepustakaan primer maupun sekunder. Adapun hasil penelitian ini adalah konsep muallaf yang sudah ada dalam Al-Qu’an dan Hadis lebih baik dibandingkan konsep muallaf menurut Umar Bin Khattab yang seolah-olah melemahkan konsep yang telah ada dalam Islam.
MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA DAKWAH (Analisis Isi Konten Pada Akun @kpopers.hijrah)
Muhammad David Hendra;
Fenti Yuliardiana
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 1 (2021): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jiik.v11i1.13999
Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk melihat seperti apa penyusunan pesan dakwah yang terdapat pada konten akun instagram @kpopers.hijrah dengan melakukan analisa terhadap konten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan bentuk penelitan kepustakaan, yang mana penelitian ini nantinya akan menjelaskan tentang penyusunan pesan dakwah yang terdapat pada konten akun instagram @kpopers.hijrah. Hasil penelitian ini berupa analisa beberapa konten yang terdapat pada konten akun instagram @kpopers.hijrah yang berfokus pada penyusunan pesan dakwah. Penyusunan pesan dakwah tersebut terbagi menjadi 3 poin utama yang disusun berdasarkan teori Logika Penyusunan Pesan oleh Barbara O’Keefe. Dengan mengetahui seperti apa penyusunan pesan dakwah yang dilakukan oleh tim kpopers.hijrah, maka para pendakwah pemula diharapkan dapat menjadikannya sebagai acuan dalam berdakwah agar dakwah yang disampaikan tidak bersifat menggurui dan kasar, sehingga sasaran dakwah yang mendengarkan maupun melihat konten dakwah tersebut merasa nyaman dan tidak terpojokkan.
Aktualisasi Moderasi Beragama Abad 21 Melalui Media Sosial
Rachma Widiningtyas Wibowo;
Anisa Siti Nurjanah
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 2 (2021): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jiik.v11i2.13870
Artikel ini menginformasikan aktivitas dan keefekktifan penggunaan media sosial sebagai sarana penggalakkan moderasi beragama di Indonesia, tiga hal mendasar yang menjadi poin pokok dari pembahasan artikel ini yaitu 1) pemahaman moderasi beragama dan 2) peran media sosial. Poin tersebut membentuk suatu kesatuan dalam mendukung moderasi beragama di Indonesia berbasis literasi era media 4.0 di abad 21. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, mengeksplor berbagai sumber penelitian yang relevan dengan moderasi beragama. Studi pustaka memperoleh hasil bahwa pemahaman yang keliru tentang konsep beragama masih berkembang di masyarakat. Moderasi agama menjadi konsep yang dapat memperbaiki kesalahpahaman tersebut. Media sosial berupa facebook dan instagram dapat dijadikan salah satu strategi dalam menggalakkan krisis moderasi beragama pada era digital 4.0 di Indonesia untuk berbagai kalangan usia.
Ta’aruf Dalam Konteks Komodifikasi Agama Studi Kasus pada Rumah Ta’aruf-Qu di Yogyakarta
Istiqomah Istiqomah;
Ainun Sakinah
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 2 (2021): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jiik.v11i2.14541
Komodifikasi agama proses sesuatu yang tidak bernilai ekonomi namun akhirnya diberi nilai yang mana nilai-nilai sosial digantikan dengan nilai-nilai pasar sehingga bisnis perjodohan berdasarkan syari’at islam berkembang pesat di Indonesia. Tujuan penelitian ini unuk mengetahui peran komodifikasi agama pada proses ta’aruf di Rumah Ta’aruf-Qu Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif kemudian penelitian ini merupakan studi kasus lapangan dimana peneliti mengikuti proses didalamnya. Hasil penelitian ini adalah adanya peran komodifikasi agama dalam proses ta’aruf yang dijalankan oleh Rumah Ta’aruf-Qu salah satu penyedia jasa perjodohan berasarkan syari’at islam. Adanya peran komodifikasi agama dibuktikan dengan adanya transaksi pembayaran sebagai ganti jasa kajian dakwah yang ditawarkan berdasarkan paket kelas yang diikuti oleh calon anggota ta’aruf. Kemudian bagi anggota peserta yang telah mengikuti memperoleh beberapa fasilitas yang sudah ditawarkan oleh Rumah Ta’aruf-Qu. Sehingga anggota dapat berikhtiar memilih cv yang diingikan peserta untuk melaksanakan ta’aruf. Hal ini yang menjadi diskusi bahwa dakwah islam menjadi bisnis yang menguntungkan sebagai ciri dari konsumersme.
Teknik Komunikasi Persuasif: Pendekatan Konseling Keluarga Dalam Mengatasi Konflik Poligami
Darmawati Darmawati;
Miftahuddin Miftahuddin;
M. Fahli Zatrahadi;
Suhaimi Suhaimi;
Rani Navila Sari;
Istiqomah Istiqomah
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 2 (2021): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jiik.v11i2.14640
Poligami menjadi pernikahan yang sensitif dan kontrofersial dikalangan masyarakat, konseling keluarga dapat menjadi pilihan dalam menyelesaiakn konflik poligami dengan pendekatan komunikasi persuasif. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan konseling keluarga dengan pendekatan komunikasi persuasif dalam mengatasi konflik berpoligami. Penelitian bersifat kualitatif dengan tahapan: Menentukan pertanyaan, mengumpulkan data-data informan, mendapatkan data, dan laporan. Adapun yang menjadi informan ialah 3 orang suami berpoligami, dengan 3 orang istri yang dipoligami, dan 1 orang petugas masjid. Hasil penelitian berdasarkan hasil frequency query result bahwa poligami banyak dibicarakan oleh narasumber sehingga dapat disimpulkan bahwa berpoligami dapat dilakukan jika komuniksi yang digunakan sejalan atau diterima dengan baik oleh keluarga. Sedangkan konflik yang terjadi didalam keluarga berpoligami narasumber mampu mengatasinya dengan melakukan komunikasi untuk mendiskusikannya. Komunikasi persuasif juga berhasil menjadi pendekatan dalam menjalankan poligami. Seluruh narasumber menerapkan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan konflik keluarga bepoligami, hal ini menjadi alasan istri meyetujui suami berpoligami. Meski masih banyak yang menentang poligami seluruh narasumber merasa hal yang dilakukan benar sesuai sunnah yang diperintahkan Allah. Meski seluruh narasumber tidak membutuhkan bantuan konseling keluarga akan tetapi mereka menerapkan metode konseling keluarga dalam pernikahan poligami dengan pendekatan komunikasi persuasif.
Urgensi Kebijakan Pendidikan Islam sebagai bagian dari Kebijakan Publik (Analisis Teoretis)
Febri Giantara;
Reni Amiliya
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 2 (2021): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jiik.v11i2.15773
Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Metode ini untuk mendapatkan dan mengevaluasi berbagai literatur akademik yang tepat dan fokus pada topik tertentu dengan menghimpun data dari artikel-artikel yang berkaitan dengan Kebijakan Pendidikan Islam sebagai bagian dari Kebijakan Publik (Analisis Teoretis). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat urgensi Kebijakan Pendidikan Islam sebagai bagian dari Kebijakan Publik (Analisis Teoretis). Urgensi kebijakan Pendidikan Islam sebagai bagian dari kebijakan publik dipandang perlu dilakukan saat ini dimana sudah mulai tergerusnya nilai-nilai keislaman pada setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah terutama pada kebijakan Pendidikan. Pengambilan sebuah kebijakan publik yang berlandaskan pendidikan Islam akan mampu melahirkan sebuah kebijakan yang memberikan kemasalahatan untuk seluruh umat manusia dan lingkungan sekitar.
TARJUMAN AL MUSTAFID: Khazanah Tafsir Berbahasa Melayu Pertama di Nusantara
Miftahuddin Miftahuddin
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 2 (2021): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jiik.v11i2.16830
Al-Sinkili menulis kitab tafsir Al-Qur'an dalam bahasa Melayu. Saat itu al-Sinkili menganggap bahwa Islam, dalam Al-Qur'an dan Hadits. Tujuan penulisan ini untuk melihat studi tour dan kondisi sosial politik era al-Sinkili di Aceh, yang lebih populer sebagai sufi dan pemimpin tarekat Syattariyah dari pada sebagai seorang mufassir, adakah ia secara intensif telah mempelajari al-Qur’an dan tafsirnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kepustakaan atau kajian literatur (literature review, literature research). mengkaji atau meninjau secara kritis pengetahuan, gagasan, atau temuan yang terdapat di dalam tubuh literatur berorientasi akademik (academic-oriented literature), serta merumuskan kontribusi teoritis dan metodologisnya untuk topik tertentu. Dalam hal ini penelitian ini merujuk pada pembahasan Tarjuman Al Mustafid: Khazanah Tafsir Berbahasa Melayu Pertama di Nusantara. Hasil menunjukkan bahwa mengkaji atau meninjau secara kritis pengetahuan, gagasan, atau temuan yang terdapat di dalam tubuh literatur berorientasi akademik (academic-oriented literature), serta merumuskan kontribusi teoritis dan metodologisnya untuk topik tertentu. Dalam hal ini penelitian ini merujuk pada pembahasan Tarjuman Al Mustafid: Khazanah Tafsir Berbahasa Melayu Pertama di Nusantara.
Menutup Aurat Dalam Pandangan Ulama Kontemporer
Riki Iskandar;
Danang Firstya Adji
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 12, No 1 (2022): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jiik.v12i1.19479
Di era modern ini, jilbab memang sudah marak digunakan oleh kalangan muslimah baik anak-anak maupun dewasa. Tetapi yang menjadi problemnya, masih banyak wanita muslim yang memakai jilbab namun tidak sesuai dengan tuntunan syariat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengungkapkan pandangan ulama kontemporer terhadap menutup aurat dan batasan-batasan aurat perempuan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi. Penelitian ini menemukan bahwa perintah menutup aurat dilandaskan pada Q.S Al-Ahzab [33] : 59 ; Q.S An-Nur [24]:31 ; HR. Tirmidzi : 2794 dan HR. Abu Dawud : 4104. Namun dalil tersebut tidak menentukan batas-batas aurat secara terperinci sehingga mengandung berbagai interpretasi dan menjadi titik ikhtilaf di kalangan para ulama, termasuk ulama kontemporer. Menurut Hamka dan Yusuf Al-Qardhawi bahwa batasan aurat perempuan ialah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, sehingga memakai jilbab hukumnya wajib. Kemudian menurut Syahrur, batasan aurat perempuan terbagi dua : pertama, apa yang membuat perempuan tersebut merasa malu jika menampakkan bagian-bagian tertentu anggota tubuhnya atau disebut sebagai batas minimal (Al-Hadd Al-Adna); kedua, seluruh tubuh perempuan kecuali wajah dan tangan atau disebut sebagai batas maksimal (Al-Hadd Al-A’la). Lalu menurut Quraish Shihab, ia beragumen bahwa rambut wanita tidaklah wajib ditutupi karena redaksi dalam Q.S An-Nur [24] : 31 tidak memerintahkannya. Dengan demikian, menurutnya memakai jilbab bukanlah sebuah perintah melainkan suatu anjuran. Dari keempat ulama kontemporer di atas, pendapat yang menuai kontroversi di kalangan umat Islam ialah penafsiran Syahrur dan Quraish Shihab karena dianggap tidak selaras dengan ijma’ jumhur ulama.
Overview of Islamic Boarding School Educational Communication Media: A Bibliometric Analysis Study
Darmawati Darmawati
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 12, No 2 (2022): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jiik.v12i2.20275
This study assesses the most relevant themes related to Islamic Boarding School Education Media with bibliometric analysis using the keywords "educational media "OR" boarding school education "OR" boarding school technology "OR" education communication" as input to gain a full understanding of Islamic Boarding School Education Media and understand the current research concentration. Using the Scopus data source as it is considered the best choice for bibliometric analysis. The method used is literature review using bibliometric analysis to visualize the network of authors, citations and keywords, VOSviewer software. The results show that Every year, there are more and more papers on Islamic Boarding School Education Media, a trend that shows an increasing interest in the subject. Wong, K.M is a writer who has the most citations and documents overall while United State is the country that has published the most articles. Bibliometric analysis offers relevant details regarding the main issues studied about Islamic Boarding School Education Media.