cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : 25811800     EISSN : 25974122     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ELSE adalah jurnal ilmiah tentang pendidikan dan pembelajaran sekolah dasar oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 613 Documents
Peran Lagu Wajib Nasional “Bagimu Negeri” Dalam Implementasi Pembelajaran Karakter Siswa Sekolah Dasar Hartini, Hartini; Eko Yunianto, Taufik Hidayat
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2a (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2a.1040

Abstract

Lagu wajib nasional dapat dikatakan atau disebut juga lagu perjuangan, dimana didalamnya terdapat makna yang berisikan peristiwa sejarah kemerdekaan di Indonesia. Lagu wajib nasional diajarkan mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, bahkan wajib pula diketahui seluruh rakyat Indonesia. Salah satu lagu wajib nasional yang dikenal adalah lagu Bagimu Negeri ciptaan Kusbini. Lagu ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran karakter yang dapat diterapkan atau diajarkan disekolah khususnya siswa sekolah dasar. Adapun karakter yang dapat diterapkan pada lagu ini adalah; (1) Berjanji, berarti mengucapkan janji menyatakan bersedia dan sanggup untuk berbuat sesuatu ( memberi, menolong, datang, dan sebagainya), (2), Berbakti, memiliki arti tunduk dan hormat, suatu perbuatan yang menyatakan setia (kasih, hormat,tunduk), (3), Mengabdi, dapat diartikan menghambakan diri untuk kepentingan negeri, (4), Berkorban dengan jiwa raga, dapat diartikan semangat untuk mengorbankan jiwa dan raga.Kata kunci: Karakter, Lagu Wajib Nasional, Siswa Sekolah Dasar
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sebagai Wujud Inovasi Sumber Belajar di Sekolah Dasar Aka, Kukuh Andri
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2a (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2a.1041

Abstract

Pada dunia pendidikan Indonesia, globalisasi memberi dampak keharusan perubahan pada cara mengajar guru yang dulunya bersifat tradisional berbasis paper menjadi kini berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Fungsi TIK bagi guru antara lain, pertama, TIK dapat digunakan untuk membantu pekerjaan administratif (Word processor & Kebutuhan Wajib Tingkat Dasar, Spreadsheet). Kedua, TIK dapat digunakan untuk membantu mengemas bahan ajar (Multimedia). Ketiga, TIK dapat digunakan untuk membantu proses manajemen pembelajaran. Keempat, TIK dapat digunakan untuk dukungan teknis dan meningkatkan pengetahuan agar dapat mewujudkan self running creation (antivirus, tools, jaringan, , internet, dll). Beberapa jenis sumber dan media pembelajaran berbasis TIK yang dapat dimanfaatkan guru di sekolah dasar, antara lain adalah Komputer atau laptop, LCD (Liquid Crystal Display), Smart Television, Jaringan Internet, E-mail (electronic mail), Presentasi Power Point, CD pembelajaran, dan Smart phone. Untuk meningkatkan kemampuan kemampuan dalam memanfaatkan TIK, guru perlu terus melatih dan mebiasakan sesering mungkin pembelajarannya berbasis pada TIK, disamping itu, guru perlu mengikuti pelatihan-pelatihan guna meningkatkan pengetahuannya di bidang TIK ini.Kata Kunci: teknologi informasi dan komunikasi, sumber belajar, sekolah dasar
Nilai-Nilai Karakter Dalam Mata Pelajaran Muatan Lokal Budaya Alam Minangkabau di SD Negeri 14 Kota Padang ., Mafardi
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2a (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2a.1042

Abstract

Mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM) adalah salah satu mata pelajaran yang bersifat elektif dalam konteks kurikulum muatan lokal tingkat SD Negeri di Kota Padang. Salah satu bentuk pembelajaran yang tepat untuk mengimplementasikan mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau adalah melalui nilai-nilai karakter. Pendekatan nilai-nilai karakter diterapkan di kelas IV SD Negeri 14 Kota Padang pada topik “Permainan Dore”, nilai-nilai yang diungkapkan meliputi: (1) nilai beriman dan bertaqwa, (2) nilai kejujuran, (3) kecerdasan, (4) nilai ketangguhan, dan (5) nilai kepedulian, terbukti hasil belajar siswa pada implementasi pada topik tersebut berada pada taraf memuaskan. Selain itu, para siswa termotovasi untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.Kata Kunci : Budaya Alam Minangkabau; Karakter; Nilai.
Menghadapi Generasi Visual; Literasi Visual Untuk Menstimulasi Kemampuan Berpikir Dalam Proses Pembelajaran P.B, Siti Nurannisaa
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2a (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2a.1043

Abstract

Berbagi macam literatur pendidikan menunjukkan bahwa penggunaan visual dalam proses pembelajaran menghasilkan tingkat belajar yang lebih optimal. Visual memiliki peran penting dalam membangun proses kognitif seseorang. Visual membuat pembelajar lebih mudah memahami konsep dan meningkatkan ingatan serta pemanggilan informasi. Premis dasar dari penelitian ini adalah konsep literasi visual, yang didefinisikan sebagai kemampuan untuk menafsirkan gambar sekaligus menghasilkan gambar untuk mengkomunikasikan ide dan konsep. Makalah ini memberikan pengantar tentang penggunaan literasi visual dan kajian mengenai pembutan instruksi yang menggabungkan berbagai komponen visual. Visual sebagai modalitas yang mendominasi sumber belajar perlu diperdalam lebih lanjut tentang bagaimana penggunaannya dalam proses pembelajaran. Pembuatan instruksional visual, dapat memudahkan pembelajar untuk mengidentifikasi, menseleksi, mengorganisasikan, atau membuat integrasi, kesimpulan atas sesuatu yang dipelajari. Tujuan kajian literatur ini adalah untuk merangsang minat dalam menggunakan perangkat visual dalam proses pembelajaran pengajaran dan pengembangan kemampuan literasi visual pembelajar. Seseorang perlu menggunakan keterampilan berpikir kritis, eksplorasi dan refleksi. Salah satu strategi untuk melatih keterampilan berpikir tersebut adalah mengaktifkan proses kognitif dari visual yang digunakan. Diperlukan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang visual, bagaimana penggunaan visual dapat membantu proses perkembangan kemampuan berpikir dalam pembelajaran.Kata Kunci: berpikir, literasi, pembelajaran, visual.
Pembelajaran IPA Inovatif Untuk Sekolah Sehari Penuh (Full Day School) Holil, Anwar
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2a (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2a.1044

Abstract

Pembelajaran IPA di sekolah yang menyelenggarakan full day school (FDS) atau sekolah sehari penuh, harus difasilitasi dengan pembelajaran inovatif. Pembelajaran IPA inovatif untuk FDS sejalan dengan Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang penguatan Pendidikan karakter dan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang standar proses Pendidikan dasar dan menengah. Makalah ini bertujuan menguraikan contoh pembelajaran IPA inovatif di SD dan SMP yang relevan untuk FDS, yang diambil dari pengalaman para guru sekolah mitra USAID PRIORITAS. Ada empat contoh pembelajaran IPA yang diuraikan, yaitu menemukan media tanah yang cocok untuk bertanam dan belajar energi gerak dari parasut pengalaman dari guru di sekolah dasar (SD), sedangkan di sekolah menengah pertama (SMP) yaitu mengamati gelembung oksigen pada percobaan fotosintesis ingenhouz dan menemukan bahan tape terbaik. Pembelajaran IPA inovatif ini memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar aktif, menemukan konsep melalui kegiatan percobaan, dan menghasilkan karya pembelajaran yang kontekstual. Pembelajaran IPA seperti ini sangat relevan untuk sekolah yang menerapkan FDS, dimana siswa difasilitasi dalam mengembangkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan melalui kegiatan menalar, mengamalkan, dan mencipta.Kata kunci: Pembelajaran IPA; inovatif; sekolah sehari penuh.
Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah Sebagai Upaya Membangun Kinerja Guru SD Adiwiyata Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya ., Asy’ari
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2a (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2a.1049

Abstract

Tujuan penelitian ini menganalisis gaya kepemimpinan Kepala Sekolah pada kinerja guru SD Adiwiyata Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (SAIMS). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan jumlah 16 responden. Data diperoleh melalui kuisioner atau angket dengan pertanyaan yang relevan. Kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui persentase dan diolah dengan cara frekuensi dibagi dengan jumlah responden dikali 100%. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat diidentifikasi secara segnifikan, maka hasilnya ditinjau dari keseluruhan rata-rata indicator yang diasumsikan yaitu indicator derektif sebesar persentase sebesar 12 (75.0%) pada kategori skor ‘sering’ dengan jumlah rata-rata 4.06. indikator sportif sebesar (68.7%) pada kategori skor ‘selalu’ dengan jumlah rata-rata 4.18. indicator partisipatif sebesar 10 (62.5%) pada kategori skor ‘sering’ dan ‘selalu’ dengan jumlah rata-rata 4.03.Dan berorientasi prestasi sebesar sebesar 9 (56.2%) pada kategori sekor ‘sering’ dengan jumlah rata-rata 3.88, dengan jumlah rata-rata keseluruhan sebesar 4.03. Sehingga dari 4 indikator tersebut dikatagorikan baik sehingga gaya kepemimpinan kepala sekolah adiwiyata dapat disimpulkan baik.Katakunci: gaya kepemimpinan, kepala sekolah, kinerja guru
Kajian Aplikatif Penanaman Nilai-Nilai Karakter Siswa Melalui Gerakan Literasi di Sekolah Dasar Berdasarkan Perspektif Pedagogik Kritis Hendrawan, Budi; Pratiwi, Anggia Suci; Komariah, Siti
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2a (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2a.1050

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan mengenai konsep penanaman nilai-nilai karakter siswa melalui gerakan literasi khususnya di Sekolah Dasar yang didasarkan pada pandangan pedagogik kritis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan atau studi literatur. Hasil yang diperoleh berdasarkan kajian pustaka yang dilakukan bahwa: pertama, gerakan literasi di Sekolah Dasar secara konseptual menunjukkan adanya pengintegrasian dalam upaya menumbuhkembangkan budi pekerti agar anak didik menjadi pembelajar sepanjang hayat; kedua, penanaman nilai-nilai karakter dalam gerakan literasi sekolah merupakan salah satu syarat dalam mencapai tujuan pendidikan secara universal; ketiga, pedagogik kritis memandang secara mendasar bahwa penanaman nilai-nilai karakter siswa melalui gerakan literasi di Sekolah Dasar merupakan suatu proses pemanusiaan atau proses pendidikan di dalam kancah pergumulan berbagai struktur kekuasaan atau kegiatan yang menimpa manusia. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penanaman nilai-nilai karakter siswa melalui gerakan literasi di Sekolah Dasar merupakan bentuk dari humanisasi pendidikan dan sebagai upaya menumbuhkembangkan budi pekerti anak didik, sehingga menjadikannya sebagai pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter baik.Kata Kunci: Nilai-nilai Karakter; Gerakan Literasi Sekolah; Sekolah Dasar; Pedagogik Kritis
Pembelajaran Berbasis Etnosains Dalam Mewujudkan Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar yuliana, Ivo
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2a (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2a.1051

Abstract

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradapan bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Peran pembelajaran yang mempelajari tentang pengetahuan yang khas dari suatu masyarakat tertentu (Etnosains) sangat penting dimiliki oleh siswa sekolah dasar untuk mengetahui gejala yang dianggap penting dan mengorganisir dalam proses pembelajran. Penanaman pendidikan karakter pada siswa sekolah dasar dapat dilakukan dengan menjadikan lingkungan sebagai sumber belajar yang kontekstual bagi siswa, sehingga dapat memperkuat pandangan siswa sekolah dasar tentang lingkungan yang berdampak pada meningkatnya kemampuan berfikir ilmiah siswa tentang budaya khas daerahnya sehingga generasi masa depan tidak kehilangan jati diri bangsa Indonesia karena bijaksana, cinta dan melestarikan lingkungan.Kata Kunci: Etnosains, Pendidikan Karakter
Membangun Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Melalui 6 Kebajikan Positif Universal Ariyanti, Lita
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2b (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2b.1058

Abstract

Pendidikan merupakan pilar kokoh dalam negara. Kita sepakat bahwa pendidikan merupakan pilar atau pondasi penting bagi suatu negara, karena hanya dengan pendidikan kita dapat mengubah suatu negara menjadi lebih baik. Secara harfiah pendidikan dapat diartikan sebagai usaha untuk membentuk karakter melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter adalah suatu sistem yang meliputi pengetahuan, dan tindakan untuk melaksanakan penanaman nilai-nilai budi pekerti sehingga menjadi manusia yang memiliki budi pekerti yang baik seperti yang kita tau bahwa pendidikan karakter sangat ditekankan di Indonesia dan pendidikan karakter bukanlah hal baru dalam sistem pendidikan nasional Indonesia. Pendidikan karakter haruslah di mulai dari Sekolah Dasar karena jika karakter tidak terbentuk sejak dini akan sulit mengubah karakter seseorang. Pendidikan karakter di Sekolah Dasar dapat di galakkan melalui 6 kebajikan positif Universal yaitu (1) Kebijaksanaan - kekuatan untuk memperoleh dan menggunakan pengetahuan; (2) Keberanian - kekuatan untuk mencapai tujuan dalam menghadapi oposisi; (3) Kemanusiaan dan Cinta - kekuatan untuk berteman dan cenderung pada orang lain; (4) Keadilan - kekuatan yang membangun masyarakat; (5) Temperance - kekuatan yang melindungi dari kelebihan; (6) Transendensi - kekuatan yang menghubungkan kita ke alam semesta yang lebih besar. Dengan 6 kebajikan karakter positif Universal ini di harapkan dapat membangun karakter peserta didik khususnya di Sekolah Dasar.Kata Kunci: karakter, positif, universal
Penggunaan Media Cerita Bergambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas V Sekolah Dasar Khamidah, Nur
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2b (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2b.1059

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas V dalam menulis puisi bebas. Hal ini disebabkan guru tidak menggunakan media pembelajaran yang dapat merangsang tumbuhnya ide/gagasan siswa saat menulis puisi. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti menggunakan media cerita bergambar dalam pembelajaran menulis puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskirpsikan pelaksanaan aktivitas guru, hasil belajar siswa dalam menulis puisi, dan kendala serta solusinya dalam pembelajaran menulis puisi menggunakan media cerita bergambar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dan dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus memiliki empat tahap yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan, tes dan catatan lapangan. Analisis data kualitatif dan kuantitatif dilakukan terhadap data aktivitas guru dan hasil tes belajar siswa, sedangkan catatan lapangn hanya sebagai data pendukung untuk merkam kejadian-kejadian selama proses pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan pada ketercapaian aktivitas guru maupun hasil belajar siswa di siklus II. Selain itu, kendala-kendala yang muncul saat pembelajaran berlangsung juga dapat teratasi sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media cerita bergambar telah mampu meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas V. Kata Kunci: media; cerita bergambar; kemampuan menulis puisi.