cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : 25811800     EISSN : 25974122     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ELSE adalah jurnal ilmiah tentang pendidikan dan pembelajaran sekolah dasar oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 613 Documents
Analisis Kemampuan Guru SD Terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi Putro Pribowo, Fitroh Setyo
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2017): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i1.866

Abstract

Perkembangan teknologi Informasi dan Komunikasi merubah paradigma pembelajaran khususnya dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Layanan pembelajaran tidak terjadi dua arah sumber belajarpun semakin melimpah dengan adanya cyber space. Salah satu ciri guru profesional menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005 pasal 1 ayat 1 adalah memanfaat teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi dan pengembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran dan kemampuan guru Sekolah Dasar dalam penguasaan teknologi Informasi dan Komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru SD se Kecamatan Mulyorejo Kota Surabaya. Hasil analisis dapat diambil kesimpulan sebagian besar atau sebanyak 60,35% guru SD seKecamatan Mulyorejo Kota Surabaya menyatakan pentingnya penggunaan dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan. Bahkan secara spesifik 100% guru menyetujui jika teknologi informasi memudahkan guru dalam menemukan sumber belajar. Selain itu 92% guru menyatakan media teknologi informasi menyediakan perangkat pembelajaran yang lebih menarik, variatif, dan komunikatif. Namun pernyataan tersebut tidak sejalan dengan penguasaan guru dalam mengoperasikan dan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan. Tercatat 60,35% guru cukup menguasi teknologi informasi dan komunikasi dan 39,65% guru tidak menguasai teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan. Kata Kunci: Teknologi Informasi, Teknologi Komunikasi
Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Dengan Menggunakan Media Gambar Berseri Setiawan, Fajar
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2017): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i1.867

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis karangan setelah kegiatan pembelajaran digunakan media gambar berseri. Subjek penelitian ini adalah iswa kelas IV SDN Randegansari Driyorejo Gresik. Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas yang pelaksanaannya melalui empat tahapan, yakni (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap pengamatan, dan (4) tahap refleksi. Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan tes, dengan instrumen berupa lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, butir soal tes hasil belajar tentang keterampilan dalam menulis karangan, dan lembar catatan penelitian. Secara empiris, hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan media gambar berseri membuat hasil belajar tentang keterampilan dalam menulis karangan yang diperoleh siswa mengalami peningkatan secara klasikal, yakni pada siklus I dengan persentase 76%, meningkat di siklus II menjadi 91%. Selain itu, pelaksanaan pembelajaran juga mengalami peningkatan secara berkesinambungan, serta kendala yang ditemui dapat diatasi dengan baik. Dengan begitu, maka dapat ditarik simpulan jika keterampilan siswa dalam menulis karangan siswa ditingkatkan dengan penggunaan media gambar berseri. Kata Kunci: Gambar Berseri, Menulis Karangan
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Siswa Kelas III SD Melalui Pembelajaran Berbasis Pengajuan Masalah Afiani, Kunti Dian Ayu; Putra, Deni Adi
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2017): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i1.868

Abstract

Pada dasarnya permasalahan dalam pembelajaran matematika pada sekolah dasar dikarenakan anggapan guru bahwa siswa belum mempunyai pengetahuan dasar. Oleh karena itulah guru sangat mendominasi pembelajaran. Guru yang sering mendominasi pembelajaran inilah yang menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa di sekolah dasar. Kemampuan berpikir kreatif siswa yang rendah membuat siswa menjadi pasif dan tidak terbiasa menyampaikan pendapatnya. Pembelajaran yang sesuai adalah salah satu cara dalam mengatasi permasalahan ini, yaitu melalui pembelajaran matematika yang berbasis pengajuan masalah. Pengajuan masalah dengan membuat pertanyaan yang mempunyai jawaban ganda dan memodifikasi masalah dari buku teks adalah salah satu cara untuk mendorong siswa berpikir kreatif (Moses, dalam Siswono, 2008: 42). Dengan demikian, penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada siswa kelas III SD di SDN Wonokromo I Surabaya melalui pembelajaran matematika berbasis pengajuan masalah. Adapun tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa menurut Siswono (2008: 31) ada 5, yaitu sangat kreatif, kreatif, cukup kreatif, kurang kreatif, dan tidak kreatif. Hasil dari penelitian ini adanya perubahan kemajuan tingkat berpikir kreatif siswa pada siklus-1 sebesar 48,72% dan pada siklus-2 sebesar 87,18%. Hasil tersebut telah menunjukkan bahwa melalui pembelajaran berbasis pengajuan masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada siswa kelas III SD. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa, Pengajuan Masalah
Pengembangan Materi Ajar BIPA Melalui Budaya Lokal Jawa Timur Suher, Suher; Hermoyo, Panji
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2017): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i1.869

Abstract

Materi ajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) baru dikenalkan kepada mahasiswa di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada semester genap 2015/2016. Buku ajar yang digunakan sebatas buku umum BIPA. Tujuan dari penelitian adanya pengembangan materi ajar dengan pengenalan budaya lokal dan makanan khas Jawa Timur kepada orang asing melalui pembelajaran BIPA. Metode yang digunakan menggunakan penelitian pengembangan (research and development). Pengembangan bahan ajarnya berupaya menggali berbagai potensi kekayaan budaya dan makanan khas di Jawa Timur. Materi ajar BIPA akan mengajarkan bahasa Indonesia dan pengenalan budaya di Indonesia untuk orang asing/ mahasiswa asing yang belajar di Indonesia, sehingga orang asing yang bekerja di Indonesia tidak hanya memahami bahasa, tetapi juga mengenal dan paham budaya lokal di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Hasil dari buku ajar tentang kebudayaan dan makanan khas Jawa Timur salah satunya ludruk, reog, karapan sapi, lontong balap, rujak cingur  dan tahu campur. Dari prosentase angket yang sudah divalidasi, kurang setuju ada enam butir pernyataan dengan rata-rata tidak lebih dari 10 %. Mahasiswa yang menyatakan setuju antara 32 % sampai 74 %. dan yang sangat setuju  21 % sampai 68 %.Sehingga mahasiswa yang lulus di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya akan mempunyai buku ajar berkualitas sehingga  menjadi guru BIPA yang profesional. Kata kunci: BIPA, Budaya, Materi Ajar
Analisis Penerapan Multiple Intelligences Untuk Mengembangkan Hafalan Anak di Kelas Rendah SD Muhammadiyah 9 Kota Malang Amelia, Delora Jantung
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2017): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i1.871

Abstract

Pada tingkat sekolah dasar anak usia 6-13 tahun melihat objek menjadi satu kesatuan utuh (holistik). Dalam perkembangan jaman yang memasuki tahun 2013 kurikulum di mana pembelajaran telah berentra pada pembelajaran tematik. Dalam pembelajaran tematik proses pembelajaran tidak terlepas seperti kurikulum sebelumnya namun beberapa pembelajaran diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran tematik proses belajar sangat memperhatikan tingkat pemikiran siswa yang masih melihat sesuatu merupahkan satu bagian utuh. Tujuan dari penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: untuk mengetahui penerapan beberapa Intellegences untuk mengembangkan pembacaan anak di kelas rendah Muhammadiyah 9 SDN Malang, Mengetahui hambatan penerapan beberapa kecerdasan untuk mengembangkan hafalan anak di kelas rendah SD Muhammadiyah. 9 Malang. Metode penelitian yang digunakan meliputi (1) desain, (2) jenis penelitian, (3) pelaksanaan penelitian, (4) instrumen penelitian, (5) analisis data. Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis penelitian kualitatif, yang penelitiannya didasarkan pada data alam berupa kata-kata dalam mendeskripsikan objek yang diteliti melalui kegiatan mengumpulkan data dari alam. Dalam proses pembelajaran yang menggunakan multiple Intelligences for memory disini dikembangkan kecerdasan bermusik para guru cenderung menggunakan menghafal huruf pendek tilawati lagu. Guru lebih sering menggunakan kecerdasan musik anak untuk memperkuat pembacaan anak-anak sebagai penghafalan berlipat ganda, nama nabi, dan surat pendek. Kendala yang dihadapi guru saat menerapkan beberapa kecerdasan untuk mengembangkan hafalan masa kanak-kanak tidak semua anak suka bernyanyi dan tidak semua anak memiliki kecerdasan bermusik. Kata Kunci : Multiple Intelligences,  Hafalan
Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Sesuai Kurikulum 2013 Di SD Muhammadiyah 03 Wajak Anshory, Ichsan; Saputra, Setiya Yunus; Amelia, Delora Jantung
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2017): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i1.872

Abstract

Seiring dengan berkembangnya zaman yang mulai memasuki tahun 2013 kurikulum yang mana pembelajarannya sudah bersentra pada pembelajaran tematik yang menggabungkan antara mata pelajaran satu dengan pelajaran lainnya. Dalam kurikulum tahun 2013 proses belajar sangat memperhatikan tingkat berpikir siswa yang masih melihat sesuatu yang merupahkan satu bagian utuh. Dalam pembelajaran di SD Muhammadiyah Wajak telah menggunakan Kurikulum 2013 namun aplikasinya belum sesuai dengan kondisi ideal. Guru hanya menggunakan buku siswa dan buku guru dalam penerapan pembelajaran, guru tidak menggunakan bahan penambah lainnya dari sumber lain. Kreativitas guru kurang terlatih dalam penerapan pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013. Tujuan dari PPDS ini adalah up-dating pengetahuan guru SD Muhammadiyah 03 Wajak tentang kurikulum 2013, Bisa mengaplikasikan pembelajaran K13 sesuai dengan kurikulum yang tidak saling berpisah satu sama lain, terutama pada mata pelajaran PJOK selalu berpisah. dengan mata pelajaran lainnya, Kembangkan sekelompok guru SD Muhammadiyah 03 Wajak, yang mandiri dalam menerapkan pelajaran tematik sesuai kurikulum tahun 2013.  Secara umum dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik sesuai kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah 03 Wajak berjalan dengan baik dan lancar. Meski awalnya para guru masih belum begitu mengenal dengan penerapan pembelajaran tematik dalam kurikulum 2013. Namun, hal itu tidak membuat mereka putus asa untuk masih ingin mengerti, belajar, dan mencoba bagaimana proses pembelajaran tematik. Disarankan agar kegiatan PPDS lebih intensif agar hasilnya lebih maksimal lagi dalam hal penerapan pembelajaran tematik sesuai dengan kurikulum 2013. Kata Kunci : Tematik, Kurikulum 2013
Permainan Tradisional VS Permainan Modern Dalam Penanaman Nilai Karakter di Sekolah Dasar Saputra, Setiya Yunus
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2017): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i1.873

Abstract

Permainan tradisional sangatlah populer sebelum teknologi masuk ke Indonesia. Anak-anak khsuusnya tingkat sekolah dasar bermain dengan menggunakan alat yang seadanya. Namun kini, mereka sudah bermain dengan permainan-permainan berbasis teknologi yang berasal dari luar negeri dan mulai meninggalkan mainan tradisional. Seiring dengan perubahan zaman, Permainan tradisional perlahan-lahan hilang, bahkan banyak sekalianak-anak yang tidak mengetahi tentang permainan tradisional. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan penanaman nilai karakter dalam permainan tradisional dan permainan modern. Dalam era global ini semakin lama semakin mengalami kemerosotan.Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi literatur dengan mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Referensi teori yang diperoleh dengan jalan penelitian studi literatur dijadikan sebagai fondasi dasar dan alat utama bagi praktek penelitian ditengah lapangan. Permainan modern merupakan permainan yang dilakukan dengan mengunakan alat- alat teknologi yang sudah berkembang dimasyarakat dan dimainan kan kurang lebih dari dua orang bahkan bisa dilakukan sendirian tanpa adanya teman bermain Sebelum  teknologi  berkembang,  perminan  modern  lebih  sulit untuk dijumpai dikalangan masyarakat pedesaan dengan perkembangan zaman dan teknologi semakin berkembang pertumbuhan anak sehingga nilai karakter anak semakin hilang. Kata Kunci: Permainan Tradisional, Permainan Modern, Nilai Karakter
Peningkatan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Siswa Kelas IV SDN Suci 01 Jember (Tahun Pelajaran 2016-2017) Bahagia, Putra Johan
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 1 (2017): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i1.887

Abstract

Salah satu tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar diantaranya adalah mempunyai minat untuk mengenal dan mempelajari benda-benda serta  kejadian di lingkungan sekitar. Berdasarkan observasi awal pada siswa kelas IV SDN Suci 01 Jember, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam belum sesuai dengan tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sehingga terdapat permasalahan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang berdampak pada motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada siswa kelas IV SDN Suci 01 Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam pada siswa kelas IV SDN Suci 01 Jember. Rancangan penelitian adalah jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama dua siklus. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Suci 01 Jember Tahun Pelajaran 2016-2017. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes, wawancara dan angket motivasi belajar. Analisis data menggunakan rumus persentase. Peningkatan motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam pada siklus I nilai rata-rata sebesar 72,69 dalam kategori baik, pada siklus 2 nilai rata-rata sebesar 81,56 dalam kategori baik. Peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam pada siklus I sebesar 61,7% dalam kategori tidak tuntas, dan pada siklus 2 sebesar 88,2% dalam kategori tuntas. Kata Kunci : Problem Based Learning, Motivasi Belajar, Hasil Belajar
Implementasi Kegiatan Salam Pagi Dalam Rangka Menumbuhkan Karakter Komunikatif Siswa Sekolah Dasar Nugroho, Agung; Pangestika, Anindya Nugraheni
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2a (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2a.1025

Abstract

Pendidikan karakter merupakan pondasi bangsa yang sangat penting  dan  perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Pendidikan karakter dapat ditumbuhkan melalui kegiatan pembiasaan dan keteladanan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kegiatan salam pagi dalam rangka menumbuhkan karakter komunikatif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  implementasi  kegiatan  salam  pagi  untuk mengembangkan karakter komunikatif dilakukan melalui kebiasaan berkomunikasi antara siswa dengan guru saat melaksanakan kegiatan salam pagi. Komunikasi tersebut dapat menjalin keakraban sehingga tercipta kedekatan antara siswa dengan kepala sekolah, guru, dan teman sekelas maupun lain kelas. Hasil temuan ini memperkuat teori behavioristik yang menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Kata Kunci: Implementasi, Karakter Komunikatif, Salam Pagi.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Hartini, Ayu
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1 No 2a (2017): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v1i2a.1038

Abstract

Kehidupan abad 21 adalah kehidupan yang tanpa batas, globalisasi, serta eksplorasi teknologi yang sangat mudah. Era ekonomi digital abad 21 membutuhkan tenaga kerja yang berpengetahuan luas, terampil, dan inovatif. Karena itu, siswa harus mampu menyelesaikan berbagai masalah dengan kemampuan berpikir yang unggul untuk siap terjun ke masyarakat global. Untuk mengatasi tantangan ini, siswa perlu dibekali keterampilan abad 21 yang memiliki empat komponen utama yaitu keterampilan literasi digital, berpikir berdaya cipta, kemampuan komunikasi yang efektif, dan produktivitas yang tinggi. Dalam keempat komponen tersebut, kemampuan berpikir kritis termasuk dalam komponen berpikir berdaya cipta. Kemampuan berpikir kritis sangat penting bagi siswa untuk memecahkan berbagai masalah yang muncul dengan penalaran yang logis dan solusi yang tepat. Untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, diperlukan peran tenaga pendidik untuk menciptakan skenario pembelajaran yang tepat di sekolah. Skenario pembelajaran yang dimaksud adalah perangkat pembelajaran yang yang memuat empat pilar pendidikan yang ditetapkan oleh UNESCO yaitu learning to know, learning to do, learning to live together dan learning to be. Berdasarkan empat pilar tersebut, model pembelajaran project based learning dirasa tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada siswa. Hal ini dikarenakan pada model tersebut, siswa sebagai pusat pembelajaran diberikan sebuah permasalahan berbentuk proyek kemudian mereka dituntut untuk menyelesaikannya.Kata Kunci: berpikir kritis; perangkat pembelajaran; project based learning