Articles
1,627 Documents
Penerapan Pola Konsumsi Makanan dan Aktivitas Fisik untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular
Lusi Putri Dwita;
Maifitrianti Maifitrianti
Jurnal SOLMA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.482 KB)
|
DOI: 10.29405/solma.v7i2.1048
Pengabdian ini merupakan pendekatan non-farmakologi untuk penanganan dan pencegahan penyakit tidak menular. Mitra yang terdiri dari ibu-ibu Aisyiah pengurus cabang Duren Sawit 1 berserta guru-guru TK Aisyiah 71 termasuk dalam kelompok umur 40-70 tahun. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan hasil 100% peserta pengabdian memiliki peresentase lemak diatas nilai normal. Hasil perhitungan body mass index (BMI) menunjukkan 75% peserta dengan BMI melebihi nilai normal. Selain itu, dilakukan juga periksaan tekanan darah, dimana 58% perserta memiliki tekanan darah diatas 120/70 mmHg. Data-data tersebut menunjukkan ibu-ibu Aisyiah memiliki resiko tinggi terkena penyakit tidak menular dan membutuhkan penangan untuk pencegahan hal tesebut. Meskipun sebagian peserta telah mengkonsumsi obat-obatan, namun tetap dibutuhkan penanganan dari segi non farmakologi untuk mendukung keberhasilan pengobatan. Hasil diskusi dengan peserta pengabdian menunjukkan masalah kesehatan terkait dengan ketidak seimbangan konsumsi makanan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman ibu-ibu Aisyiah dan guru TK Aisyiah terkait pola gizi yang baik, meskipun hasil pengukuran parameter BMI, %tase lemak dan tekanan darah sebulan setelah pemberian materi gizi seimbang dari narasumber menunjukkan perubahan yang belum signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pengabdian ini perlu dilanjutkan ketahap pelatihan untuk dapat memotivasi lebih lanjut perubahan gaya hidup yang lebih sehat.
Sosialisasi dan Penyuluhan Tentang Dagusibu dan Gema Cermat di Sekolah Dasar Muhammadiyah Jakarta Timur
Kori Yati;
Fahjar Prisiska;
Endang Sulistyaningsih
Jurnal SOLMA Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (679.932 KB)
|
DOI: 10.29405/solma.v8i1.1058
Upaya peningkatan kesehatan bagi masyarakat sangat penting. Hal ini diperkuat dengan dicanangkannya DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang Obat dengan benar) oleh Ikatan Apoteker Indonesia dan GEMA CERMAT (Gerakan Masyarakat Cerdas Akan Obat) oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, agar masyarakat mampu memahami dan dapat melaksanakannya dalam upaya peningkatan kesehatan di lingkungan rumah dan sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi, informasi, edukasi dan penyuluhan dilingkungan Sekolah Dasar Muhammadiyah 08 Plus dan 09 Plus Duren Sawit Jakarta Timur. Target yang ingin dicapai yaitu para wali murid dan civitas akademika SD Muhammadiyah 08 Plus dan 09 Plus Duren Sawit Jakarta Timur. Metode yang dilakukan beberapa tahap meliputi : pre test, penyampaian materi pengabdian, simulasi dengan alat peraga, diskusi dan tanya jawab, diakhiri dengan post test. Hasil Pre Test dan Post Test yang diperoleh dianalisa secara statistik menggunakan Uji T-test dengan taraf kepercayaan 95% (α=0,05). Berdasarkan hasil analisa diperoleh hasil yang sangat signifikan yaitu 0,000. Pengolahan data dengan pendekatan secara teoritis dan analisa secara statistik dapat disimpulkan bahwa semua peserta belum mengetahui, memahami dan mengenal DAGUSIBU dan GEMA CERMAT, tetapi dengan adanya kegiatan sosialisasi ini peserta memahami akan pentingnya kesehatan.
Pelatihan Memantau Penggunaan Gadget pada Anak
Emilia Roza;
Mia Kamayani;
PH Gunawan
Jurnal SOLMA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (219.85 KB)
|
DOI: 10.29405/solma.v7i2.1062
Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya peran orang tua dalam menjaga anak-anak dari bahaya yang dapat ditimbulkan oleh gadget dengan cara memberikan pengetahuan bagaimana mengoptimalkan fitur keamanan yang ada di dalam aplikasi pada gadget. Manfaat dari pengaddian ini adalah mengurangi dampak negative penggunaan gadget pada anak dengan memaksimalkan peran orang tua dalam memantau penggunaan gadget pada anak-anak. Target yang ingin dicapai dari pelatihan ini adalah orang tua menjadi lebih peduli dalam menjaga anak-anak dari bahaya yang ditimbulkan gadget pada anak.
Sosialisasi Zat Aditif dan Adiktif pada Makanan melalui Literasi Sains untuk Siswa SMP Swasta di Jakarta Timur
Wati Sukmawati
Jurnal SOLMA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.87 KB)
|
DOI: 10.29405/solma.v7i2.1165
Pendidikan sains memiliki potensi yang besar dan peranan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menghadapi era industrialisasi dan globalisasi. Potensi ini akan dapat terwujud jika pendidikan sains mampu melahirkan siswa yang cakap dalam bidangnya dan berhasil menumbuhkan kemampuan berpikir logis, berpikir kreatif, kemampuan memecahkan masalah, bersifat kritis, menguasai teknologi serta adaptif terhadap perubahan dan perkembangan zaman. Proses pendidikan sains diharapkan mampu membentuk manusia yang melek sains (literasi sains) dan teknologi seutuhnya. Namun demikian, karena belum adanya pembinaan guru-guru IPA terkait dengan literasi sains oleh sekolah. Secara lebih lengkap, sekolah dan guru IPA mengharapkan adanya transfer informasi dan pemahaman dari tim PKM terkait dengan hal-hal berikut. (1) Pengenalan zat aditif dan adiktif pada makanan yang ada di sekitar sekolah (2) dengan literasi sains siswa dapat menangkal zat aditif dan adiktif yang berbahaya bagi kesehatan. Metode pelaksanaan yang mengacu kepada analisis situasi yang ada pada siswa di SMP Muhammadiyah Jakarta Timur adalah diskusi, sosialisasi, pelatihan, workshop dan praktek langsung. Sosialisasi tentang zat aditif dan adiktif pada makanan sangat dibutuhkan untuk siswa SMP di Jakarta Timur. Mendapatkan pengetahuan tentang zat aditif dan adiktif pada makanan membuat anak-anak lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan yang ada di sekolah seiring perkembangan zaman ini. Dengan adanya sosialisasi zat aditif dan adiktif pada makanan ini diharapkan siswa lebih paham mana zat aditif yang berbahaya mana yang baik untuk dikonsumsi. Kata kunci: Literasi Sains , Zat Aditif, Zat Adiktif
Workshop Pengembangan RPP dengan Model Cooperative Learning bagi Guru-Guru Bahasa Indonesia
Siti Rochmiyati;
Mukhlish Mukhlish
Jurnal SOLMA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.31 KB)
|
DOI: 10.29405/solma.v7i2.1171
Pelaksanaan Kurikulum 2013 atau K-13 ternyata tidak begitu mulus. Selain pelaksanaan yang silih berganti dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) juga berbagai perubahan pada rumusan Kompetensi Dasar K-13. Bahkan, pada tahun 2017 di satuan pendidikan DIY berlaku berbagai kurikulum. Ada yang masih memberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), ada yang sudah menggunakan K-13, dan ada pula yang campuran. Pembelajaran Bahasa Indonesia pada K-13 berbasis genre/teks. Selain itu, guru-guru harus menerapkan model pembelajaran yang inovatif dan mengembangkan karakter. Tuntutan tersebut harus tercermin dalam pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hal ini menuntut guru untuk selalu mengikuti perkembangan K-13. Kegiatan pengabdian ini berupa Workshop Pengembangan RPP dengan Model Cooperative Learning Berdasarkan Kurikulum 2013” bgi guru-guru Bahasa Indonesia SMP se-Kabupaten Sleman. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri I Ngemplak yang diikuti oleh 42 guru-guru dari berbagai SMP/MTs dan dihadiri pula Pengawas Dikpora Kabupaten Sleman. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu workshop dan pendampingan secara online yang diakhiri dengan pengumpulan hasil kegiatan. Metode yang digunakan adalah metode diskusi, tanya jawab, dan simulasi tentang komponen-komponen RPP dan penerapan model. Hasilnya para guru dapat mengembangkan komponen-komponen RPP Bahasa Indonesia berbasis genre sesuai dengan K-13 serta model Cooperative Learning yang inovatif. Namun, pengembangan karakter dalam fokus sikap belum semuanya mencantumkannya secara eksplisit dalam RPP. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah agar kegiatan berlanjut secara kontinyu sehingga dinamika perkembangan kurikulum bisa selalu diikuti dan ada kesesuaian antara ilmu yang dikembangkan Perguruan Tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan sebaliknya.
Pemeriksaan Golongan Darah bagi Guru Biologi SMAN dalam Rangka Peningkatan Kualitas Guru
Israwati harahap;
Novia Gesriantuti;
Nofripa Herlina;
Elsie Elsie;
Yeeri Badrun
Jurnal SOLMA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.336 KB)
|
DOI: 10.29405/solma.v7i2.1176
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang telah dilakukan ini bermula dari adanya keinginan untuk memberikan keterampilan yang dapat meningkatkan kompetensi guru-guru biologi. Hasil wawancara tim pelaksana pengabdian kepada Masyarakat Biologi UMRI dengan guru biologi SMAN 14 Pekanbaru, menunjukkan bahwa guru-guru Biologi SMAN 14 Pekanbaru memiliki keterbatasan ilmu dalam materi golongan darah dan tidak memiliki keterampilan dalam melakukan pemeriksaan golongan darah. Untuk itu, dengan adanya pelatihan pemeriksaan golongan darah ini, guru-guru biologi SMAN 14 Pekanbaru dapat memberikan pelajaran tentang materi golongan darah serta praktik pemeriksaan golongan darah kepada siswa. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2018. Pada saat praktik pemeriksaan golongan darah, guru-guru biologi sangat antusias mengikuti pelatihan dan mereka berharap adanya pelatihan lain yang dapat meningkatkan kompetensi para guru.
Pengolahan Limbah Baglog Jamur Tiram Menjadi Pupuk Organik Komersil
Hunaepi hunaepi;
Iwan Dodi Dharawibawa;
Muhammad Asy'ari;
Taufik Samsuri;
Baiq Mirawati
Jurnal SOLMA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (617.446 KB)
|
DOI: 10.29405/solma.v7i2.1392
Dusun Bat Rurung desa Barejulat terdapat budidaya jamur tiram (Pleurotus osteatus) yang dikelola oleh kelompok budidaya jamur tiram Lombok. Kelompok ini disamping memproduksi jamur tiram juga memproduksi limbah berupa limbah baglog jamur tiram dalam jumlah satu kali masa panen kurang lebih 1 s/d 2 ton. Kondisi limbah yang sangat banyak mengakibatkan pencemaran pada lingkungan, ini dikarenakan anggota kelmpok pembudidaya tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan limbah baglog media jamur tersebut. Baglog merupakan media tanam jamur tiram yang terbuat dari serbuk gergaji dan beberapa bahan nutrisi sebagai sumber nutrisi bagi pertumbuhan jamur. Limbah banglog jamur terbagi menjadi dua jenis yakni baglog kotaminan dan baglong tua. Kurangnya keterampilan pembudidaya dalam pengolahan limbah menjadi acuaan dasar untuk melakukan pelatihan pengolahan limbah baglog menjadi pupuk organik. Metode dan pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini dalam proses menyelesaikan perasalah yang ada adalah dengan diskusi dan praktek (learning by doing) gabungan kedua metode tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan berkaitan dengan pengelolaan Limbah baglog media jamur tiram menjadi pupuk organik. Adapun hasil yang dicapai adalah 1) adanya pengetahuan dan keterampilan kelompok budidaya jamur tiram dalam mengolah limbah baglog menjadi pupuk organik, 2) meningkatnya partisifasi kelompok selama kegiatan pelatihan pengolahan hingga 85%, 3) dihasilkannya produk berupa pupuk organik padat, dan 4) terbentuknya unit usaha tambahan yakni usaha pupuk organik.
The Role of Silent Way Method to English Teaching in a Private Islamic Middle School
Agus Budiharto
Jurnal SOLMA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.255 KB)
|
DOI: 10.29405/solma.v7i2.1396
In the third millennium of quickly globalized world, teaching English as a Foreign Language (EFL) in Indonesia has become a considerable important thing. In this regard, the English teacher plays a key role to attain success in the process of EFL teaching-learning in the classroom. To reach it, the teacher surely needs an appropriate and effective teaching method to be implemented. The present investigation attempts to discuss concerning the roles of Silent Way Method (SWM) as the appropriate method to English teaching. The SWM was implemented in MTS Mifatahul Ulum Pagendingan, as one of private Islamic middle schools in Pamekasan Madura-East Java, for the first grade, by employing the color rods as a visual aid in EFL teaching. The results of this study suggest that SWM was utilized by the tutor in the school could create the students possessed a number of skills in producing EFL.
Pembuatan Sabun Scrub Kopi sebagai Produk Souvenir Komoditas Lokal di Desa Kaliaren Kabupaten Kuningan
Nining Nining;
Yeni Yeni
Jurnal SOLMA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.63 KB)
|
DOI: 10.29405/solma.v7i2.1427
Peningkatan serapan kopi oleh industri merupakan strategi yang perlu dilakukan dalam memperluas diversifikasi produk kopi. Serapan kopi produksi Indonesia berkisar sekitar 35% dan sisanya masih diekspor. Desa Kaliaren merupakan salah satu desa di Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan yang wilayahnya banyak ditanami kopi. Selama ini, penjualaan kopi oleh para petani secara langsung hanya dalam kondisi segar. Oleh karena itu, perlu dilakukannya suatu usaha untuk memvariasikan produk olahan kopi setempat. Salah satu usaha tersebut adalah memberdayakan masyarakat agar mampu secara mandiri memanfaatkan potensi daerahnya yaitu dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai wirausaha dan teknologi tepat guna proses pembuatan sabun scrub kopi yang dapat dijadikan produk souvenir komoditas lokal. Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Kegiatan PKM ini dapat meningkatkan motivasi usaha, kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna untuk mengolah komoditas lokal menjadi produk sabun scrub; (2) Peserta pelatihan kelompok ibu-ibu PKK dan KWT telah mengikuti serangkaian kegiatan pembuatan sabun scrub selanjutnya perlu dikembangkan kerjasama dengan pihak terkait untuk pengembangan bisnis sabun scrub ke depannya.
Pembelajaran Matematika dan IPA Guru SD Melalui Media Pembelajaran Visual
Ima Mulyawati;
Kowiyah Kowiyah
Jurnal SOLMA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (460.649 KB)
|
DOI: 10.29405/solma.v7i2.1652
IbM pengabdian masyarakat melalui workshop pembelajaran matematika dan IPA bagi guru SD melalui media pembelajaran visual di bekasi. Workshop ini dilakukan di gedung seminar UPTD Pembinaan SD Kecamatan Mustika Jaya Bekasi dengan jumlah peserta 45 peserta. Adapun target luaran yang diharapkan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah 1) peningkatan pemahaman tentang media pembelajaran matematika dan ipa; 2) peningkatan keterampilan membuat media pembelajaran matematika dan ipa; 3) peningkatan penggunaan media pembelajaran matematika dan ipa; 4) peningkatan penggunaan media pembelajaran dalam model matematika dan ipa; 5) peningkatan antusiasme peserta terkait kegiatan. Metode ini dilakukan dengan lima tahap. Tahap pertama adalah tahap persiapan. Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan workshop yang meliputi dua tahap yaitu workshop media pembelajaran matematika dan ipa. Tahap ketiga metode pendekatan workshop diantaranya tanya jawab, simulasi. Tahap keempat adalah evaluasi berupa angket tanggapan guru terhadap pelaksanaan workshop dan evaluasi dari hasil media yang dibuat. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah sebagai berikut. 1) guru memahami media apa saja yang digunakan dalam pembelajaran matematika dan ipa, 2) guru membuat media pembelajaran, 3) guru mampu menggunakan media pembelajaran yang aktif, kreatif, interaktif. Saran yang bisa disampaikan diterapkan pada semua mata pembelajaran agar menarik siswa di Sekolah.