cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam
ISSN : 25803360     EISSN : 25812874     DOI : -
Core Subject : Economy,
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam (Journal of Islamic Economics and Islamic Philantropy) is an national journal published by Faculty of Economics and Business University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam (Journal of Islamic Economics and Islamic Philantropy) is aimed at being a medium for research results dissemination and scientific paper exchanges on the Indonesian Islamic Economics and Islamic Philantropy among academics, practitioners, regulators, and public. Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam (Journal of Islamic Economics and Islamic Philantropy) is issued two times annually, i.e., in Juny, and Desember
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
Pemanfaatan Digital Fundraising Dalam Meningkatkan Penghimpunan Zakat Di Masa Pandemi Covid-19 Juliana Nasution; Muhammad Idris Nasution
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/alurban_vol4/is1pp101-114

Abstract

Abstract: The global pandemic called Corono virus disease (Covid-19) has had a significant impact on various sectors of life from health, education, social, politics and economy. In the economic sector, this pandemic has put the world economy under enormous pressure. The Amil Zakat Institution (LAZ), which is part of the economic system, was also affected by this pandemic, especially in the aspect of collecting zakat. Social distancing and other health protocols have transformed the fundraising approach of zakat to various digital platforms to reduce physical contact and face-to-face contact. This article discusses how LAZ uses digital fundraising during this pandemic and how it affects zakat collection. This study used a qualitative method by collecting data through in-depth interviews with participants from LAZ, and the data were analyzed using thematic analysis. The results show that this pandemic has changed the work pattern of zakat fundraising, zakat collection is done by optimizing digital platforms and their use has a very good impact on the collection. This pandemic should be a momentum to optimize the use of digital fundraising in line with the trend in society that tends to digital-based transactions. Abstrak: Pandemi global bernama Corono virus disease (Covid-19) telah menimbulkan dampak yang siginifikan terhadap berbagai sektor kehidupan mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, politik dan ekonomi. Pada sektor perekonomian, pandemi ini telah menempatkan perekonomian dunia ke dalam tekanan yang sangat berat. Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang menjadi bagian dari sistem perekonomian ikut terdampak pandemi ini, terutama pada aspek penghimpunan zakat. Social distancing dan protokol kesehatan lainnya telah mengubah pendekatan fundraising zakat ke berbagai platform digital untuk mengurangi kontak fisik dan tatap muka secara langsung. Artikel ini membahas bagaimana LAZ memanfaatkan digital fundraising di masa pandemi ini dan bagaimana pengaruhnya terhadap penghimpunan zakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara secara mendalam terhadap partisipan yang berasal dari LAZ, dan datanya dianalisis dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi ini telah mengubah pola kerja fundraising zakat, penghimpunan zakat dilakukan dengan mengoptimalkan platform-platform digital dan pemanfataannya berdampak sangat baik terhadap penghimpunan. Pandemi ini seharusnya menjadi momentum optimalisasi pemanfaatan digital fundraising seiring tren masyarakat yang condong pada transaksi-transaksi berbasis digital.
Peran Financial Technology Dalam Menyalurkan Dana Zis Berbasis Social Enterprise Untuk Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19 Fifi Alfina Yahya
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/alurban_vol4/is1pp101-114

Abstract

Kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting untuk melihat keberhasilan pembangunan suatu negara. Saat ini Indonesia sedang diuji dengan datangnya pendemi covid-19. Hal ini membuat perekonomian Indonesia terganggu. Adanya kebijakan pemerintah mengenai pembatasan mobilitas dan kegiatan usaha membuat pelaku usaha rugi. Selain itu, di perusahaan besar yang terjadi adalah putusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Hal ini terjadi karena perusahaan tidak mampu lagi membayar upah kepada keryawannya. Sehingga memilih untuk mengurangi sebagian karyawannya. Turunnya pendapatan masyarakat dan PHK besar-besaran yang terjadi membuat angka kemiskinan semakin tinggi. Banyak masyarakat miskin baru yang lahir selama pandemic Covid-19. Disamping banyaknya permalasalahan tersebut terdapat potensi yang dimiliki indonesia. Indonesia memiliki mayoritas penduduk muslim. Dalam Islam dikenal adanya Filantropi Islam yang merupakan praktik kedermawanan dalam tradisi Islam melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Sehingga dengan masifnya perkembangan teknologi di era revolusi industry 4.0, melalui Financial Technology (Fintech) yang ada saat ini dapat digunakan untuk memaksimalkan dana ZIS yang terkumpul. Maka, tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan inovasi terhadap penggunaan Fintech dalam menyalurkan dana ZIS kepada masyarakat dengan basis usaha yang selain berorientasi pada keuntungan juga berorientasi pada sosial yang biasa disebut dengan social enterprise.
Strategi Masjid dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat Di Masjid Al-Muhajirin Bogor Adinda Maharani; Abrista Devi
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/alurban_vol4/is1pp101-114

Abstract

Masjid hanya dipandang sebagai tempat aktivitas ibadah saja dan tidak lagi difungsikan sebagai lembaga sosial dan ekonomi yang mempunyai banyak tujuan kebaikan. Setiap masjid pasti memiliki strategi tersendiri dalam memajukan kesejahteraan sekonomi masyarakat nya. Hal ini pun sangat menarik untuk diketahui strategi apa saja yang dilakukan suatu masjid dalam pemberdayaan ekonomi umat. Metode kualitatif jenis studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Wawancara, observasi dan dokumentasi dilakukan untuk pengambilan data. Dengan metode tersebut diharapkan dapat memberikan hasil penelitian sesuai dengan fakta yang ada. Masjid Al-Muhajirin berada di tengah pedesaan dan memiliki strategi permberdayaan ekonomi umat secara sederhana dengan membantu masyarakat nya dalam hal financial dan memberikan pinjaman beberapa logistik untuk sebuah acara pribadi. Dilihat dari strategi tersebut, masjid Al-Muhajirin mempunyai konsep tolong-menolong dalam pemberdayaan ekonomi umat. Masjid Al-Muhajirin pun mengfungsikan masjid untuk hal pendidikan Islam serta tempat untuk bersilaturahim antar jamaah. Dengan potensi yang ada, diharapkan masjid Al-Muhajirin dapat memiliki strategi khusus agar masjid dapat optimal dalam memberdayakan ekonomi umat.
Peran Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Individu Amil Pada Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh (LAZIS) Di Surakarta Muhammad Hakim Azizi; Madha Adi Ivantri
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/alurban_vol4/is1pp101-114

Abstract

Background: Besarnya penerimaan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) di tahun 2019 mencapai 10,227 triliun, data ini menjadi bukti bahwa sudah ada upaya untuk menggerakkan umat Islam memenuhi kewajiban agama dan sosialnya. Kinerja para amil adalah salah satu faktor penting berhasil atau tidaknya suatu Lembaga Amil Zakat Infaq Dan Sodaqoh (LAZIS) bagian dari OPZ dalam mencapai target penerimaan yang telah ditetapkan. Efektif tidaknya kinerja amil tergantung bagaimana kemampuan pemimpinnya dalam mengkoordinasi, memotivasi dan memahami para anggotanya. Pendekatan kepemimpinan transformasional dapat menjadi pilihan tepat bagi kepemimpinan di Lembaga Amil Zakat Infaq Dan Sodaqoh (LAZIS), karena gaya kepemimpinan ini memiliki 4 karakter penting yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Metode: Penelitian ini mengggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi berganda. Analisa data terdiri dari Uji Validitas dan Reliabilitas, Uji Asumsi Klasik, Uji Normalitas, Uji Multikolinieritas, Uji Heteroskidastisitas, hal ini bertujuan agar hasil regresi tidak bias. Hasil: dari hasil pengujian dan pembahasan terdapat empat temuan utama yang dapat dikemukakan sebagai kesimpulan dari penelitian ini, yaitu: 1. Idealized influence (x1) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja individu karyawan di lazis solo peduli 2. Inspirational motivation (x2) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja individu karyawan di lazis solo peduli 3. Intellectual stimulation (x3) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja individu karyawan di lazis solo peduli 4. Individualized consideration (x4) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja individu karyawan di lazis solo peduli Kata kunci: Kepemimpinan; Transformasional; Kinerja; Amil; LAZIS
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Generasi Milenial Dalam Berwakaf Tunai Ummu Maziah; Emy Widyastuti
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/alurban_vol4/is1pp101-114

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to examine the effect of attitudes, subjective norms, beliefs and income on the interest in cash waqf in the millennial generation, a case study of the millennial generation in Semarang Regency. This type of research is a quantitative research. The population used is the districts in Semarang Regency. The sample was taken by purposive sampling technique with the criteria of the District having the highest number of endowments and millennials, while the number of samples was calculated using the Slovin formula which obtained a total sample of 100 respondents. The method of data collection is through the distribution of questionnaires which are then analyzed by Multiple Linear Regression. The results showed that partially attitude had no effect on interest in cash waqf in the millennial generation in Semarang Regency, while subjective norms, trust and income had an effect on interest in cash waqf in the millennial generation in Semarang Regency. Keywords: Attitude; subjective norm; trust, income, interest in cash waqf Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh sikap, norma subjektif, kepercayaan dan pendapatan terhadap minat berwakaf tunai pada generasi milenial studi kasus generasi milenial di Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi yang digunakan yaitu wilayah-wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Semarang. Sampel diambil dengan teknik Purposive sampling dengan kriteria Kecamatan yang memiliki jumlah wakaf dan milenial terbanyak, sedangkan jumlah sampel dihitung melalui rumus Slovin yang didapat jumlah sampel sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner yang kemudian dianalisis dengan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial sikap tidak berpengaruh terhadap minat berwakaf tunai pada generasi milenial di Kabupaten Semarang, sedangkan norma subjektif, kepercayaan dan pendapatan berpengaruh terhadap minat berwakaf tunai pada generasi milenial di Kabupaten Semarang. Kata kunci: Sikap; norma subjektif; kepercayaan, pendapatan, minat berwakaf tunai
Manajemen Laba, Likuiditas, Kepemilikan Institusional Dan Komisaris Independen Terhadap Rating Sukuk Nurul Sofana; Rinda Asytuti
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/alurban_vol4/is1pp101-114

Abstract

Penelitian ini meneliti pengaruh manajemen laba, likuiditas, kepemilikan institusional dan komisaris independen terhadap rating sukuk dengan objek studi pada bank dan lembaga keuangan syariah pada periode 2016 – 2019. Manajemen laba adalah kemampuan perusahaan dalam membuat laporan keuangan dengan cara-cara yang diperbolehkan untuk mencapai tingkat pendapatan tertentu yang diperbolehkan, sehingga dapat memberikan manfaat bagi perusahaan.Likuiditas Merupakan kemampuan sebuah perusahaan dalam membayar utang jangaka pendek. Kepemilikan institusional adalah jumlah kepimilikan perusahaan dan komisaris independen adalah komisaris yang bersifat mandiri dan bekerja secara indepnden tanpa pengaruh apapun sehingga hasil yang diperoleh juga akan lebih objektif dan dapat dipercaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh manjemen laba, likuiditas, kepemilikan institusional, dan komisaris independen terhadap rating sukuk Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif.Dengan metode pengumpulan data berupa data kuesionersebanyak 32 sampel dengan metode purposive sampling.Menggunakan metode analisis dan uji regresi liner berganda dengan bantuan Eviews 10. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa manajemen laba tidak berpengaruh positif dengan nilai t-statistik sebesar -0,857992 dan t tabel sebesar 2,05183 dan tidak signifikan dengan nilai probabilitas sebesar 0,4543 likuiditas tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan dengan nilai t statistik sebesar 0,241534 nilai probabilitas sebesar 0,8136. Kepemilikan instititusional memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan nilai t statistik sebesar 3,233725 dan nilai probilitas sebesar 0,0080 dan untuk variabel dalam penelitian ini yaitu komisaris independen tidak berpengaruh positif terhadap rating sukuk dengan nilai t statistik sebesar -1,2E+12 dengan probibilitas sebesar 0,0000. Adapun secara keseluruhan manajemen laba, likuiditas, kepemilikan institusional dan komisaris independen memiliki pengaruh dan signifikan terhadap rating sukuk dengan nilai F hitrung > F tabel (1,976e+26 > 2,73) dan nilai probabilitas sebesar 0,000000
The Etika Bisnis Islam Dalam Corporate Social Responsibility PT Bank Syariah Indonesia Tbk Auliah Eka Putri A.M; Hilda Pradifta; Sirajul Arifin
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/alurban_vol4/is1pp101-114

Abstract

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah kegiatan perusahaan yang menggambarkan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sehingga menimbulkan citra positif bagi perusahaan kepada para pemangku kepentingan dalam suatu bisnis. Etika Bisnis sangat diperlukan, karena etika bisnis adalah nilai-nilai tentang baik, buruk, benar dan salah dalam bisnis. Sementara itu, etika bisnis dalam Islam seperti kepercayaan, keadilan dan kejujuran adalah elemen penting dalam mencapai kesuksesan dari sebuah bisnis. CSR dari PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk. diwujudkan dalam dalam pertanggung dalam pertanggungjawaban terhadap pegawai, pelanggan, masyarakat, dan lingungan hidup. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan kegiatan CSR PT. Bank Syariah Indonesia jika ditinjau dari prinsip-prinsip etika bisnis islam. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data primer yang diperoleh dari Laporan Tahunan Perusahaan sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan situs web yang berisi ekonomi, Etika bisnis Islam, dan CSR. Hasil penelitian ini adalah PT. Babk Syariah Indonesia Tbk. telah berbisnis sesuai dengan prinsip etika bisnis islam, dimana keuntungan yang didapat perusahaan juga disalurkan untuk hal yang bermanfaat bagi masyarakat dan hal tersebut juga sesuai dengan perintah Allah Subhanahu Wata’ala terkait dengan membagi rezeki, yang berarti hal tersebut sesuai syari’at islam.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dengan menggunakan Dana Zakat Melalui Pembiyaan Baznas Microfinance Desa Kabupaten Sigi Dalam Mensejahterakan Ekonomi Masyarakat Faiz A Hadi Aljufri
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/alurban_vol4/is1pp101-114

Abstract

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah satu-satunya badan pemerintah yang diakui yang bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) di seluruh Indonesia, sebagaimana ditentukan oleh Keputusan Presiden No. 8 Tahun 2001.Baznas microfinance desa adalah program yang menggunakan zakat untuk mendanai usaha produktif bagi orang-orang yang dikategorikan lemah atau mustahiq dan memiliki komitmen keuangan untuk berwirausahaTujuan dari inisiatif ini adalah untuk mengentaskan kemiskinan sekaligus mengurangi rentenir yang sering mengeksploitasi pemilik usaha kecil.(Henri, 2018) Dengan hadirnya baznas microfinance, pengentasan kemiskinan dilakukan melalui Pemberian bantuan permodalan kepada usaha kecil dan menengah. Ini adalah bentuk pemberdayaan ekonomi yang dipimpin Baznas yang bertujuan untuk memberdayakan pengusaha mikro dengan menyediakan akses uang tunai yang nyaman dan bebas bunga. .dengan adanya program ini diharapkn baznas microfinance desa sigi dapat mensejahterkan ekonomi masyarakat
Abu Ubaid Al-Qasim: kebijakan perdagangan internasional dan relevansinya di Indonesia Dita Nur Amaliatul Chusniah; Musthofa Musthofa
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/alurban_vol6/is1pp45-53

Abstract

Sebuah ikatan kerjasama antar negara diataranya dalam perdagangan internasional yaitu wujud dari kepedualian dalam ememenuhi sumber alam suatu negara. Dalam penelitian ini menggunakan pandangan Abu Ubaid bin Sallam yang merupakan ilmuan yang berperan dalam pemikiran ekonomi Islam khususnya Perdagangan Internasional. Dan melihat relevansinya pada kebijakan di Indonesia. ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka (Library Research) dengan sumber data yaitu beberapa buku, artikel, jurnal yang sesuai dengan topik penelitian. Dalam penelitian ini kebijakan perdagangan internasional yang ada di Indonesia terlihat Relevan dengan gagasan Abu Ubaid yang diperkuat dengan praktek yang dilakukan khalifah Umar bin Khattab saat Madinah dalam keadaan paceklik. diantara gagasan yang diuraikan tentang ekspor dan impor dalam perdagangan internasional yaitu: diberlakukannya biaya cukai pada perdagangan internasional ini, biaya cukai untuk bahan makanan pokok diberlakukan lebih murah, dan terdapat batasan khusus pada biaya cukai.
Influencer Impact; Solusi Produsen Dalam Mempromosikan Produk Ahmad Febrianto; Saida Salsabila
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/alurban_vol6/is1pp73-86

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif agar dapat menghasilkan uraian. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis mengenai strategi dalam mempromosikan produk dengan menggunakan Endorsment. Dalam perkembangan teknologi untuk saat ini apalagi dengan adanya internet sangat cepat dan sangat berdampak hampir kesegala bidang pun baik kehidupan yang dimana untuk saat ini dipengaruhi oleh internet. Dengan adanya internet sangat memberikan peluang bagi pemasaran ataupun marketing sangat dibutuhkan, adanya internet berdampak dan munculnya sebuah periklanan digital yang dimana para pemilik usaha mulai menjadikan media sebagai media promosi, karena bisa menciptakan peluang terhadap sebuah perusahaan.