JURNAL DIVERSITA
Journal Diversita is an open access, interdisciplinary journal for the rapid publication of original articles and reviews that focus on basic research in all areas of Biomarkers. The journal is broad scoped and considers topics from all related subjects of perception, cognition, attention, emotion, intelligence, phenomenology, motivation, brain functioning, psychological resilience, family resilience, natural sciences, medicine, humanities,mental disorders, psychophysics, psychiatry, applied psychology, parapsychology, physiological psychologists, Neuroscience, Molecular neuroscience, Cellular neuroscience, neuronal migration, circadian rhythms, Cognitive neuroscience, Systems neuroscience, Neurology, psychiatry, neurosurgery, psychosurgery, anesthesiology, neuropathology, neuroradiology, ophthalmology, otolaryngology, clinical neurophysiology, addiction medicine.
Articles
376 Documents
Dinamika Psikologis Individu dengan Skizofrenia
Zafirah Hanna Qaddura;
Hamidah Hamidah
Jurnal Diversita Vol 8, No 1 (2022): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v8i1.4755
Skizofrenia merupakan gangguan yang mengubah kehidupan individu. Hal ini terjadi karena pengaruh yang diberikan terhadap persepsi individu terhadap realita kehidupannya. Perubahan persepsi individu terhadap realita ini memberikan kontribusi terhadap menjauhnya individu dari lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dinamika psikologis individu dengan skizofrenia berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan. Subjek dalam penelitian ini merupakan seorang wanita dewasa madya yaitu 43 tahun yang menunjukkan gejala skizofrenia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan asesmen psikologi berupa wawancara, observasi, dan pemberian tes psikologis yaitu WAIS, SSCT, tes grafis, dan TAT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki gejala skizofrenia multiple episodes currently in partial remission. Stressful life events yang dialami subjek berupa bullying dan emotional abuse dari teman dan juga keluarganya menggambarkan dinamika psikologis dari gejala-gejala skizofrenia pada subjek. Selain itu, tidak terpenuhinya kebutuhan untuk menjalin hubungan dengan orang lain, kurangnya kasih sayang dan penolakan yang dialami sejak kecil menjadi faktor penting berkembangnya gangguan yang dialami subjek.
Pengaruh Percieved Self-Efficacy terhadap Nasionalisme yang Dimediasi oleh Identitas Nasional
Baydhowi Baydhowi;
Urip Purwono;
Ahmad Gimmy prathama siswadi;
Wahyu Saputra;
TB Zulrizka Iskandar
Jurnal Diversita Vol 8, No 1 (2022): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v8i1.6003
Nasionalisme merupakan tema penting dan selalu menarik perhatian di kalangan ilmu sosial untuk dikaji dan ditelti. Nasionalisme dianggap sebagai pemicu munculnya perilaku individu dan sosial tertentu. Meski begitu, sampai saat ini belum terjadi konsensus tentang nasionalisme, dalam konteks Indonesia misalnya, nasionalisme berbeda yang dikonsepsikan oleh kalangan ahli psikologi sosial. Fokus penelitian ini adalah pengujian model pengaruh perceived self-efficacy terhadap nasionalisme yang dimediasi oleh national identity. Penelitian ini melibatkan 804 mahasiswa dari 49 perguruan tinggi di Indonesia dengan teknik convinient sampling. Dari jumlah tersebut, laki laki berjumlah 278 dan perempuan sebanyak 526, dengan usia rata-rata adalah usia 22 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa efficacy mempiliki pengaruh langsung pada nasionalisme dan national identity dan national identity berpengaruh secara signifikan terhadap nasionalisme. Self-efficacy juga berpengaruh secara signifikan terhadap nasionalime yang dimediasi oleh national identity. Hasil pengujian dengan sobel test juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pengaruh pengaruh self-efficacy kepada nasionalisme secara langsung dan pengaruh secara tidak langsung. Berdasarkan hasil analisis national identity dapat menjelaskan adanya pengaruh self-efficacy terhadap nasionalisme.
Gambaran Entrepreneurial Leadership Masa Pandemi Covid-19 pada Pengusaha UMKM Gresik
Farah Almas Riyanthi;
Andik Matulessy
Jurnal Diversita Vol 8, No 1 (2022): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v8i1.5419
Penelitian ini dilakukan guna melihat gambaran entrepreneurial leadership pada Pengusaha UMKM Gresik yang sedang menghadapi pandemi Covid-19. Selama pandemi Covid-19 berbagai kebijakan pemerintah membuat tantangan pengusaha untuk mengelola dan mempertahankan usahanya lebih berat. Tuntutan kondisi tidak menentu menjadikan entrepreneurial leadership menjadi kebutuhan pada pengusaha, tidak terkecuali Pengusaha UMKM Gresik. Metode penelitian menggunakan kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Partisipan berjumlah tiga orang Pengusaha UMKM Gresik yang bergerak di bidang usaha makanan. Pengambilan data melalui wawancara partisipan. Hasil penelirian menunjukan entrepreneurial leadership menjadi pondasi bagi pengusaha Gresik untuk bertahan dan melanjutkan usahanya di masa pandemi Covid-19. Didapati aspek terkuat dalam entrepreneurial leadership yang mendorong pengusaha untuk tetap bertahan adalah risk taking. Pengusaha mengambil resiko dengan didampingi pembuatan inovasi dan peluang baru untuk keberlangsungan usahanya. Aspek lain yang mendorong kekuatan tim adalah visionary dan proactive. Menanamkan visi dalam tim dan proaktif melihat kondisi dilakukan entrepreneurial leaders. Hingga usaha Pengusaha UMKM Gresik masih dapat bertahan dan beroperasional di masa pandemi Covid-19.
Terapi Hidroponik sebagai Upaya Pencegahan Syndrome Baby Blues pada Ibu Hamil Muda
Alfina Sri Wahyuni;
Syifa Ardha;
Nur Gusti Megawati
Jurnal Diversita Vol 6, No 2 (2020): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i2.7379
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana terapi hidroponik mempengaruhi syndrome baby blues yang dialami oleh ibu hamil muda. Baby blues atau Postpartum blues adalah fase ketidakstabilan emosi, ditandai dengan perilaku menangis, mudah tersinggung, gelisah, kebingungan, dan gangguan tidur. Wanita yang memiliki gejala tersebut tetapi tidak memenuhi kriteria untuk depresi perinatal mungkin menderita baby blues. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Metode Literatur review digunakan untuk mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, dan menafsirkan semua penelitian yang tersedia dengan bidang topik fenomena yang menarik, dengan pertanyaan penelitian tertentu yang relevan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa kegiatan yang berhubungan dengan tanaman dapat meningkatkan keterampilan sosial dan menurunkan perilaku emosional, yang dimana keterampilan sosial mencakup tentang kepedulian terhadap sekitar. Sama halnya dengan merawat tanaman, merawat bayi juga memerlukan kepedulian dari seorang ibu.
Hubungan antara Sikap Kompetitif Berlebihan dan Perilaku Kerja Inovatif
Dania Agusta Dwiastuti;
Arum Etikariena
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i1.2734
Globalisasi yang pesat menimbulkan dampak terhadap ketatnya persaingan yang terjadi antar perusahaan di dunia. Inovasi menjadi hal yang penting untuk dilakukan oleh perusahaan. Inovasi perusahaan dapat dilakukan oleh karyawan sehingga karyawan yang dapat melakukan inovasi menjadi sumber daya yang penting bagi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara sikap kompetitif berlebihan dan perilaku kerja inovatif karyawan. Pengambilan data akan dilakukan kepada karyawan tetap dari perusahaan yang mengedepankan inovasi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 53 orang yang telah menjadi karyawan tetap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang meminta partisipan untuk mengisi kuesioner Skala Perilaku Kerja Inovatif (α = .92) dan Skala Sikap kompetitif berlebihan (α = .74). Analisa korelasi menunjukkan bahwa sikap kompetitif berlebihan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku kerja inovatif (r=,04 n= 53, p> ,05, two-tailed). Penelitian ini mendiskusikan alasan teoritis dan metodologis yang menyebabkan hasil tersebut dan kemungkinan pengembangan riset di kemudian hari. Hasil penelitian didiskusikan sesuai tujuan penelitian. Keterbatasan dan saran diberikan untuk studi selanjutnya.
Bagaimana Psychological well being Pada Remaja ? Sebuah Analisis Berkaitan Dengan Faktor Meaning In Life
Suryani Hardjo;
Siti Aisyah;
Sri Intan Mayasari
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i1.2894
Psychological well being merupakan unsur penting yang perlu ditumbuhkan pada individu agar dapat menguatkan keterikatan secara penuh dalam menghadapi tanggung jawab dan mencapai potensinya. Konsep Psychological well being telah dimulai sejak tahun 2006 pada International School Psychology Association (ISPA), dengan membentuk kerangka konseptual untuk Mempromosikan Kesejahteraan Psikologis secara global dimulai dengan pertemuan psikolog sekolah/pendidikan pada 12 negara, salah satu program ini adalah memandang penting kesejahteraan psikologis anak/remaja untuk meningkatkan potensi yang dimiliki individu secara bervariasi dalam budaya dan bahasa pada pandangan dunia yang lebih luas. Ketercapaian Psychological well being ditandai dengan berfungsinya aspek-aspek psikologis positif dalam prosesnya mencapai aktualisasi diri. Psychological well being akan dicapai individu apabila dia mampu mencapai atau mewujudkan kebahagiaan disertai pemaknaan hidup. Makna dalam hidup mengacu pada gagasan bahwa individu itu sangat termotivasi untuk menemukan makna dalam hidup mereka, yaitu untuk dapat memahami sifat keberadaan pribadi mereka, dan pentingnya rasa/suasana dan terarah/penuh arti. Filsafat makna dalam hidup didasarkan pada asumsi bahwa hidup memiliki makna tanpa syarat yang tidak bisa lenyap dalam keadaan apa pun. Makna hidup memainkan peran utama dalam menjaga kesehatan mental yang positif dan pencapaian Psychological well being.
Resiliensi pada Wanita yang Mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan
Eukaristianica Theofani
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3035
Kehamilan merupakan masa yang cukup berat bagi seorang wanita dan akan terasa semakin berat ketika kehamilan tersebut tidak diinginkan. Hal ini dikarenakan kehamilan yang tidak diinginkan berhubungan dengan banyak konsekuensi negatif, seperti konsekuensi negatif terhadap kesehatan, sosial, dan ekonomi. Oleh karena itu, dibutuhkan usaha untuk bangkit dan menghadapi kesulitan atas kehamilan yang tidak diinginkan, serta harus mampu beradaptasi terhadap berbagai tuntutan kehidupan, yang disebut resiliensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan resiliensi pada wanita yang mengalami kehamilan tidak diinginkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross-sectional. Populasi adalah wanita yang mengalami kehamilan tidak diinginkan yang berada di salah satu yayasan sosial di Surabaya. Sampel dalam penelitian ini adalah 6 orang. Penelitian ini menggunakan alat ukur CYRM-28 berdasarkan teori resiliensi Ungar (2011). Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa 50% wanita yang mengalami kehamilan tidak diinginkan berada pada tingkat resiliensi menengah. Pada penelitian ini, diperoleh aspek resiliensi dari tingkat tertinggi ke tingkat terendah secara berurutan adalah relasi dengan care givers, individual, dan context / sense of belonging.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Iklim Organisasi terhadap Perilaku Knowledge Sharing di PT T
Cut Sarah
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3069
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan iklim organisasi terhadap perilaku knowledge sharing. Berdasarkan hasil uji regresi berganda pada 92 karyawan dengan menggunakan Multifactor Leadership Questionnaire (Form 5x-Short), Organizational Climate Instrument, dan Knowledge Sharing Behavior Questionnaire menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari kepemimpinan dan iklim organisasi terhadap knowledge sharing. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R Squared dengan koefisien determinasi sebesar 0,261 = 26,1% yang berarti pengaruh kepemimpinan dan iklim organisasi terhadap knowledge sharing adalah sebesar 26,1% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lainnya. Jika dilihat lebih rinci menunjukkan bahwa variabel yang paling signifikan sumbangannya (nilai β) terhadap variabel knowledge sharing adalah iklim organisasi, diikuti oleh laissez faire, kepemimpinan tansformasional dan terkecil kepemimpinan transaksional. Hal ini menunjukkan penting untuk memperhatikan iklim organisasi untuk menunjang perilaku knowledge sharing di organisasi. Di samping itu hasil kepemimpinan transformasional menunjukkan koefisien negatif pada variabel laissez faire yang mengindikasikan pemimpin dan manajemen yang pasif terhadap bawahannya akan menurunkan tingkat knowledge sharing dalam organisasi.
Pengaruh PDRB dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara (2010-2018)
Marito Ritonga;
Tri Wulantika
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3135
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari PDRB dan jumlah penduduk terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Batu Bara dalam periode 2010-2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian denganpendekatan kuantitatif deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah PDRB dan Jumlah Penduduk sebagai variabel independen dan Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Batu Bara sebagai variabel dependen. Data yang digunakan adalah data sekunder deret waktu (time series) yang diperoleh dari BPS dalam periode 2010-2018. Penelitian ini menggunakan anaslis regresi berganda.Berdasarkan hasil analisis regresi, variabel PDRB dan variabel jumlah penduduk memiliki pengaruh secara simultan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Batu Bara. Variabel PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan dan variabel jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan.
Hubungan antara Ethical Organizational Culture dengan Burnout: Peran Mediasi Managerial openness
Puji Gufron Rhodes;
Alice Salendu
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3234
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peran managerial openness sebagai mediator pada hubungan antara ethical organizational culture dan burnout pada karyawan di Organisasi XYZ sebagai salah satu institusi pemerintah Indonesia yang bergerak di bidang keuangan. Penelitian dilakukan pada 113 karyawan di Organisasi XYZ dengan menggunakan metode self-report survey. Penelitian dilakukan dengan melakukan proses adaptasi kepada 3 instrumen yang digunakan, yaitu: ethical organizational culture diukur dengan mengadaptasi skala CEVMS – Short Form (CEVMS-SF) milik DeBode dkk (2013), dengan jumlah 32 item dan memiliki nilai reliabilitas 0,89; burnout diukur dengan mengadaptasi 9 item Bergen inventory (BBI-9) dari Feldt dkk (2014), dengan nilai reliabilitas 0,91; dan managerial openness diukur dengan mengadaptasi skala dari Ashford dkk (1998), dengan jumlah 6 item dan reliabilitas 0,75. Pada penelitian ini didapatkan bahwa managerial openness berhasil memediasi secara parsial hubungan antara ethical organizational culture dengan burnout dengan nilai BootLLCI= 0,02 dan BootULCI= 0,12. Artinya, ethical organizational culture melalui managerial openness memiliki peran yang besar dalam menghambat pembentukan burnout pada karyawan di organisasi.