JURNAL DIVERSITA
Journal Diversita is an open access, interdisciplinary journal for the rapid publication of original articles and reviews that focus on basic research in all areas of Biomarkers. The journal is broad scoped and considers topics from all related subjects of perception, cognition, attention, emotion, intelligence, phenomenology, motivation, brain functioning, psychological resilience, family resilience, natural sciences, medicine, humanities,mental disorders, psychophysics, psychiatry, applied psychology, parapsychology, physiological psychologists, Neuroscience, Molecular neuroscience, Cellular neuroscience, neuronal migration, circadian rhythms, Cognitive neuroscience, Systems neuroscience, Neurology, psychiatry, neurosurgery, psychosurgery, anesthesiology, neuropathology, neuroradiology, ophthalmology, otolaryngology, clinical neurophysiology, addiction medicine.
Articles
376 Documents
Efektivitas Cognitive Behavior Therapy terhadap Kontrol Diri Remaja dengan Perilaku Kenakalan Status Offense di Madrasah Tsanawiyah Negeri X Magetan
Sofy Ariany Hasan;
Duta Nurdibyanandaru
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3389
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah cognitive behavior therapy (CBT) efektif terhadap kontrol diri remaja dengan perilaku status offense di MTsN X Magetan. Pemberian CBT bertujuan untuk meningkatkan kontrol diri remaja, sehingga remaja tersebut dapat mengurangi perilaku kenakalan remaja, khususnya status offense. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen ini dilakukan selama 6 sesi, dan masing-masing sesi dilaksanakan selama 1 jam. Subjek pada penelitian ini berjumlah 24 remaja dengan perilaku kenakalan status offense yang merupakan siswa MTsN X Magetan. Penelitian ini menggunakan skala psikologi untuk mengukur efektivitas dari CBT. Skala yang digunakan adalah Self Control Scale (SCS) yang dikembangkan oleh Tangney, dkk (2004), berjumlah 24 aitem setelah diujicobakan peneliti dengan reliabilitas sebesar 0,864. Analisis data dilakukan menggunakan teknik t-independent (two sample t-test dengan menggunakan bantuan SPSS 22 for windows. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa CBT efektif dalam meningkatkan kontrol diri remaja dengan perilaku kenakalan status offense di MTsN X Magetan. Nilai signifikansi pada gain score kontrol diri sebesar 0.001 (sig. < 0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara gain score kontrol diri pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah adanya pemberian perlakuan CBT.
Gratitude dalam Konteks Organisasi
Muhammad Rafli Tarawih Abdul Salam;
Aulia Aulia;
Erita Yuliasesti Diah Sari
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3425
Gratitude memiliki peran dalam menjadikan lingkungan kerja sehat sehingga mampu meningkatkan motivasi serta mengarah pada kinerja karyawan menjadi lebih produktif. Meskipun pada dasarnya para ahli memiliki anggapan yang berbeda mengenani konsep gratitude namun keseluruhannya memberikan pemaknaan yang sama mengenai bagaimana gratitude mampu memberikan kontribusi di semua aspek positif di kehidupan manusia terutama di linkungan kerja. Metode tinjauan literatur digunakan untuk mengumpulkan materi yang relevan tentang topik ini untuk mengkaji lebih jauh mengenai gratitude dalam upaya memperluas pengetahuan dan menekankan efek positif dari gratitude dalam konteks organisasi. Kajian literatur ini menemukan bahwa bahwa gratitude memiliki relevansi dengan bidang organisasi. Gratitude menjadi lebih dari sekedar diperlukan di lingkungan kerja yang selalu berubah dinamika konfliknya, tujuannya adalah membuat karyawan tetap termotivasi, tertarik, dan loyal kepada organisasi. Gratitude dalam konteks organisasi berhubungan dengan perasaan membangun, menghargai, membantu menciptakan lingkungan kerja yang positif dan bahagia, memengaruhi dan memperkuat hubungan antara manajemen dan rekan kerja. Graitude juga mampu meningkatkan motivasi karyawan untuk memberikan kinerja terbaiknya, dan berdampak pada kemungkinan peningkatan keberhasilan individu dan organisasi.
Peran Perceived Discrimination Terhadap Kualitas Hidup Etnis Tionghoa di Jabodetabek
Safana Isnaeni Kamilia;
Johan Satria Putra
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3564
Diskriminasi sering terjadi pada etnis minoritas di Indonesia, salah satunya etnis Tionghoa. Perlakuan ini dapat menyebabkan seseorang mengalami perceived discrimination, atau anggapan dan perasaan bahwa yang bersangkutan diperlakukan buruk dan tidak sama. Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan perceived discrimination dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran perceived discrimination terhadap kualitas hidup pada etnis Tionghoa. Alat ukur yang digunakan adalah PEDQ dan WHOQOL_BREF. Partisipan penelitian berjumlah 109 etnis Tionghoa yang bertempat tinggal di Jabodetabek dengan rentang usia 20-65 tahun, yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Berdasarkan hasil uji regresi, penelitian ini menunjukkan bahwa perceived discrimination memiliki peran negatif terhadap kualitas hidup pada etnis Tionghoa. Sementara itu perceived discrimination memiliki peran terhadap setiap dimensi kualitas hidup masing-masing sebesar 6,2%, 3,8%, 3,8%, dan 4,3% terhadap kualitas hidup. Diperlukan adanya intervensi kepada etnis Tionghoa yang mengalami perceived discrimination agar dapat menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang dapat mengganggu kualitas hidup dengan cara terapi kognitif, dan juga kebijakan untuk mengurangi diskriminasi itu sendiri.
Psikoedukasi Pendidikan Seks Kepada Guru dan Orang Tua Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak
I Dewa Ayu Maythalia Joni;
Endang R. Surjaningrum
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3582
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan seks pada guru dan orang tua efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dan orang tua terkait kekerasan seksual pada anak sebagai upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen ini dilakukan sebanyak 4 sesi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 25 orang yang merupakan guru dan orang tua dari tiga taman kanak-kanak berbeda yang berada pada wilayah Rangkah. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan kuisioner pemahaman kekerasan seksual yang dirancang oleh Dina Setya Rahaman (2015), berjumlah 31 aitem dengan reliabilitas sebesar 0.61. Peneliti menganalisis data menggunakan teknik paired samples statistics melalui aplikasi SPSS 21 for windows. Hasil analisa yang telah dilakukan pada penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan seks dapat meningkatkan pemahaman guru dan orang tua terkait kekerasan seksual. Nilai signifikansi pada gain score kekerasan seksual sebesar 0.000 (sig. < 0.05) sehingga peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terkait pemahaman kekersan seksual antara sebelum dan setelah adanya pemberian materi pendidikan seks pada guru dan orang tua.
Pengaruh Strategi Problem Posing, Discovery Learning dan Tingkat Kereatifitas Siswa Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Smk Perguruan Teladan Sumatera Utara
Candra Wijaya;
Elfidayanti Elfidayanti;
Hadi Saputra Panggabean
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3688
Pemahaman konsep-konsep dalam pembelajaran pendidikan agama Islam yang bersifat action learning membutuhkan kreatifitas tinggi. Pembelajaran pendidikan agama Islam belum mendorong siswa melakukan kreatifitas tingkat tinggi.Penggunaan model pembelajaran dengan menggunakan strategi Problem Posing dan Discovery Learning dengan memperhatikan kemampuan awal siswa diduga dapat mengatasi masalah tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar dengan kemampuanawal siswa yang berbeda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan model penelitian yaitu kuasi eksperimen. Kemudian sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Perguruan Teladan Medan. Data penelitianmenggunakan tes hasil belajar yang terdiri atas 15 soal pilihan ganda dan tingkat kreativitas siswa terdiri 5 soal esai.Tekhnik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalur dengan sel tak sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Problem Posing lebihefektif meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan Discovery Learning, siswa berkreativitas awaltinggi memperoleh hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang berkreatifitas awal rendah, serta Problem Posing lebih cocok diterapkan kepada siswa yang berkreativitas tinggi.
Pengaruh Permainan Tradisional Kelompok Terhadap Penyesuaian Sosial Anak
Muhammad Erwan Syah
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3693
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional kelompok terhadap penyesuaian sosial pada anak kelas satu sekolah dasar. Asumsinya bahwa penyesuaian sosial anak akan meningkat setelah diberikan permainan tradisional kelompok, sehingga penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan design pretest posttest control group design. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian berupa behaviour checklist, yaitu alat observasi yang berupa daftar yang berisi nomor nomor subjek dan perilaku-perilaku yang diharapkan muncul sebagai analisa untuk mengetahui berbagai perilaku yang muncul selama penelitian. Penggunaan alat ukur pada waktu sebelum dan sesudah pemberian permainan tradisional kelompok. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7-25 Mei 2018. Subjek penelitian sebanyak 15 orang siswa kelas satu SDN Bantul yang dipilih secara random, yaitu 6 siswa untuk kelompok eksperimen dan 9 siswa sebagai kelompok kontrol. Usia anak dalam rentang 7-8,5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p=0,04 (p<0,05). Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol berdasarkan gain score, yaitu perubahan atau selisih skor posttest dan pretest. Penelitian ini membuktikan bahwa ada pengaruh pemberian permainan tradisional kelompok terhadap penyesuaian sosial pada anak. Anak yang diberikan permainan tradisional kelompok skor penyesuaian sosial lebih tinggi daripada anak yang tidak diberikan permainan tradisional kelompok.
Hubungan Antara Persepsi Kualitas Pelayanan dengan Iklim Organisasi pada Karyawan
Christopher Christopher;
Sri Linda Barus;
Rianda Elvinawanty
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3708
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Iklim Organisasi dengan Persepsi Kualitas Pelayanan. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Java Global Futures Medan sebanyak 92 orang yang menggunakan teknik sampling jenuh. Data diperoleh dari skala untuk mengukur iklim organisasi dan persepsi kualitas pelayanan. Perhitungan dilakukan dengan melalui uji prasyarat analisis (uji asumsi) yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan korelasi Product Moment (Pearson Correlation) dengan bantuan SPSS 17 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi r = 0.604, dan nilai signifikansi p = 0.000 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara iklim organisasi dengan persepsi kualitas pelayanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan variabel iklim organisasi terhadap variabel persepsi kualitas pelayanan adalah sebesar 35,6 persen, selebihnya 64,4 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima.
Pelatihan Universal Design for Learning untuk Meningkatkan Efikasi Diri Guru Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu dalam Mengajar
Hairul Anwar Dalimunthe;
Salamiah Sari Dewi;
Faadhil Faadhil
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v6i1.3784
Efikasi diri guru merupakan salah satu aspek yang penting untuk dimiliki oleh setiap guru. Semakin tinggi efikasi diri guru dalam mengajar maka akan memberikan efek yang positif terhadap diri guru, kualitas mengajar guru, dan prestasi akademik siswa. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efikasi diri guru sekolah menengah pertama islam terpadu (SMPIT) melalui pemberian pelatihan Uiversal Design for Learning (UDL). Untuk mengukur efektivitas pelatihan tersebut digunakan metode kuasi eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Partisipan dalam pelatihan ini sebanyak 11 orang guru SMPIT, pengukuran efikasi diri guru dilakukan dengan menggunakan Ohio State Teacher Efficacy Scale (OSTES), dan data hasil pengukuran dianalisis menggunakan Wilcoxon signed rank test. Â Berdasarkan hasil pengukuran dan evaluasi dapat disimpulkan bahwa pelatihan UDL dapat meningkatkan efikasi diri guru SMPIT dalam mengajar (p = 0,008, p < 0,01), pelatihan UDL bermanfaat bagi pekerjaan para guru di SMPIT, pelatihan UDL dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di SMPIT, dan pelatihan UDL dapat membantu para guru SMPIT untuk bekerja lebih baik.
Pengaruh Kepribadian terhadap Kreativitas Guru PAUD dengan Kualifikasi Akademik yang Tidak Linier
Resi Shaumia Ratu Eka Permata;
Nono Hery Yoenanto;
Duta Nurdibyanandaru
Jurnal Diversita Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v8i2.4829
Kualifikasi akademik guru PAUD telah diatur dalam Permenpan No. 16 tahun 2007 guna menjamin kualitas pembelajaran. Namun, masih ditemui guru PAUD dengan kualifikasi akademik yang tidak linier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kepribadian terhadap kreativitas guru PAUD dengan kualifikasi akademik yang tidak linier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah guru aktif PAUD yang tidak memiliki ijazah S1 PAUD/Psikologi dan diperoleh 54 guru di Kecamatan Buduran, Candi, dan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan Big Five Personality (BFI) hasil adaptasi Ramdhani (2012) serta Creativity Fostering Teacher Behavior Index (CFTIndex) milik Soh (2015). Hasil uji regresi diketahui bahwa ada pengaruh kepribadian terhadap kreativitas guru PAUD dengan kualifikasi akademik yang tidak linier sebesar 83,5%. Kepribadian extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan openness to experience berpengaruh signifikan terhadap kreativitas guru PAUD dengan kualifikasi akademik yang tidak linier. Sementara itu, neuroticism menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap kreativitas guru PAUD dengan kualifikasi akademik yang tidak linier.
Implementasi Pembinaan Religiusitas Siswa di SMA Muhammadiyah 3 Medan
Haidir Haidir;
Gumilang Wibowo;
Sri Suharti;
Andika Priono
Jurnal Diversita Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v8i2.4890
Pembinaan religiusitas di kalangan generasi muda atau remaja perlu mendapatkan perhatian yang serius dan menjadi skala prioritas yang harus direalisasikan secara serentak oleh seluruh pihak. Masalah pokok yang sangat menonjol berkenaan dengan religiusitas di kalangan para remaja dewasa ini adalah kaburnya nilai- nilai moral di mata generasi muda. Mereka dihadapkan pada berbagai kontradiksi dan aneka ragam pengalaman moral, yang menyebabkan mereka bingung untuk memilih mana yang benar dan mana yang salah. Hal ini tampak jelas pada usia remaja. Pembinaan religusitas siswa di sekolah pada hakikatnya adalah mewujudkan nilai-nilai agama sebagai tradisi berperilaku yang diikuti oleh siswa maupun warga sekolah lainya. Untuk menanamkan nilai-nilai dalam membina religiusitas siswa di sekolah dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain melalui keteladanan, pembiasaan dan pemberian nasehat oleh pendidikan di sekolah. Penelitian ini pendekatan kualitatif dengan menggunakan deskriptif naratif dan rancangan studi penelitian lapangan. Pada penelitian ini data diambil dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai alat pengumpulan data dari sumber data primer maupun sekunder. Data bersumber dari guru pembina religiusitas di SMA Muhammadiyah 3 Medan. Pengambilan data penelitian ini dengan cara melakukan wawancara yang mendalam. Hasil penelitian yang peneliti temukan adalah 1). Proses pembinaan religius dilakukan oleh guru pembina religius yakni melalui beberapa proses yang diantaranya ialah: a).Guru memberikan keteladanan kepada siswa, b) Guru meningkatkan keimanan siswa dengan selalu merutinkan berbagai aktifitas religius, c). Guru selalu memberi semangat dan nasehat kepada siswa. Dengan adanya proses kegiatan itu, siswa memiliki religiusitas yang mempuni. 2) Dan menurut hasil penelitian yang peneliti lakukan dari proses pembinaan yang dilakukan oleh guru, maka dengan segala usaha dan kerja keras, religius yang dimiliki siswa akan terwujud dengan siswa itu selalu ikut dalam kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh pihak Sekolah, dan itu diikuti dengan penuh keikhlasan dan jiwa yang tenang.