cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 841 Documents
Efektivitas Pendistribusian Program Pupuk Bersubsidi Di Kecamatan Walenrang Timur Kabupaten Luwu Lilis; Dewi Marwati Nuryanti; Akmal Zainuddin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis efektivitas pendistribusian program pupuk bersubsidi. Diharapkan dalam penelitian ini dapat di ketahui indikator keberhasilan 6 Tepat (Mutu, Jumlah, Jenis, Harga, Waktu dan Tempat). Metode yang di gunakan yakni metode kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Tehnik pengambilan  sampel tehnik cluster sampling yakni sebanyak 20% dari jumlah kelompok tani yang ada di tiap Desa, dengan analisis data skala guttman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efektifitas indikator 6 T yakni kategori indikator tepat harga 36.92% (Tidak efektif), tepat jumlah dengan 77.69% (Efektif), indikator tepat jenis 75.13% (Efektif), indikator tepat waktu adalah 63.85% (Efektif), indikator tepat mutu 90.15% (Sangat Efektif), persentase indikator tepat tempat 83.85% (Sangat Efektif). Berdasarkan indikator 6 T, indikator tepat harga tidak efektif karena adanya penyedia modal dan tambahan biaya transportasi.
PENGARUH PENERAPAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO 2:1 TERHADAP PRODUKTIVITAS PENDAPATAN USAHATANI PADI DI DESA PRAMBATAN KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO Hastutik, Puji; Suhartini; Asmara, Rosihan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sehingga nilai barang tersebut bertambah. Produksi padi di Desa Prambatan menunjukan bahawa perkembangan komoditas unggulan pertanian mampu meningkatkan perekonomian rakyat dalam sektor pertanian, dimana mayoritas penduduknya bermata pencaharian dalam bidang pertanian. Menurut Mubyarto (Rahim, 2012) sektor pertanian mempunyai kontribusi yang besar dalam pembangunan perekonomian. Dalam melaksanakan usaha tanam padi ada beberapa hal yang menjadi tantangan salah satunya yaitu bagaimana upaya ataupun cara yang harus dilakukan untuk mendapat hasil produksi padi yang tinggi. Namun untuk  mewujudkan upaya tersebut masih terkendala karena jika diperhatikan masih ada banyak petani yang belum mau melaksanakan anjuran sepenuhnya. Sebagai contoh dalam hal sistem tanam masih banyak petani yang bertanam tanpa jarak tanam yang beraturan. Padahal dengan pengaturan jarak tanam yang tepat dan teknik yang benar dalam hal ini adalah sistem jajar legowo maka akan diperoleh efesiensi dan efektifitas pertanaman serta memudahkan tindakan kelanjutannya. Upaya pencapaian target progam Peningkatan Produksi Beras nasional (P2BN) pemerintah dalam hal ini Departemen Pertanian melalui Badan Pengembangan dan Penelitian telah banyak mengelurkan rekomendasi untuk diaplikasikan oleh petani. Salah satu rekomendasi ini adalah penerapan sistem tanam yang benar dan baik melalui pengaturan jarak tanam yang dikenal dengan sistem tanam jajar legowo. (Badan Litbang Pertanian, 2013).               Penelitian ini dilakukan di Desa Prambatan. Dimana penelitian terhadap lokasi ini dilakukan dengan sengaja (purposive sampling). Teknik purposive sampling digunakan karena adanya pertimbangan tertentu. Tujuan dari dipilihnya daerah tersebut karena Masyarakat mayoritas bermata pencaharian utama sebagai petani padi. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari sampai Februari 2024. Data diambil pada musim panen ke dua. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan pada kasus ini yaitu acak sederhana (simple random sampling). Dari 307 petani perhitungan ukuran sampel yang dilakukan, maka jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 75 petani padi di Desa Prambatan. Metode pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.               Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bibit/varietas (MR 129), pupuk phonska, pupuk ZA, pestisida, dan pengairan memiliki pengaruh yang positif terhadap penerapan sistem tanam jajar legowo. Sedangkan luas lahan, pupuk urea, dan tenaga kerja memiliki pengaruh yang negatif tetapi hal tersebut tidak menyurutkan niat petani dalam melakukan penerapan sistem tanam jajar legowo.
Analisis Keseimbangan Pasar Komoditas Kakao Di Provinsi Sulawesi Selatan Zulaihah, Zulaihah; Syafiuddin; Mohammad Natsir
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan di Sulawesi Selatan yang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan, permintaan kakao akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya industri produk olahan berbahan baku kakao. Dilihat dari segi kuantitas kakao tidak mampu memenuhi permintaan yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga dapat menyebabkan terjadinya kenaikan harga kakao. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor penawaran dan permintaan komoditas kakao dan menganalisis keseimbangan pasar kakao di Provinsi Sulawesi Selatan. Sumber data penelitian ini adalah data sekunder (time series) dari tahun 1991-2021. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisis Cobweb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran komoditas kakao, secara parsial produksi kakao tahun sebelumnya, harga pupuk urea tahun sebelumnya, luas lahan kakao tahun sebelumnya dan trend berpengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran komoditas kakao dan signifikan, sedangkan harga biji kakao tahun sebelumnya berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penawaran komoditas kakao di Provinsi Sulawesi Selatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan secara parsial harga biji kakao berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan komoditas kakao, harga ekspor kakao serta volume ekspor kakao berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan komoditas kakao, dan income per kapita berpengaruh positif dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap  permintaan komoditas kakao di Provinsi Sulawesi Selatan. Keseimbangan pasar komoditas kakao di Provinsi Sulawesi Selatan adalah nilai |b| sebesar 2,796 lebih besar dari 1 (2,796 > 1), atau dapat diartikan keseimbangan harga penawaran dan permintaan divergen (menjauhi keseimbangan). Keseimbangan pasar komoditas kakao yang terjadi di Sulawesi Selatan merupakan siklus yang mengarah pada eksplosi harga yaitu berfluktuasi dengan jarak yang semakin membesar.Kata kunci: permintaan, penawaran, kakao, keseimbangan pasar
Strategi Pemasaran Kakao pada Sentra Produksi di Kabupaten Bulukumba Nurhikmayanti; Arifin Fattah; Amruddin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Salah satu sumber pendapatan petani yaitu dengan membudidayakan tanaman kakao, karena kakao merupakan tanaman perkebunan unggulan bagi petani di Kabupaten Bulukumba. Namun, pemasaran biji kakao sering memperlihatkan bahwa perbedaan harga pada tingkat petani yang diduga diakibatkan oleh perbedaan saluran pemasaran dalam menyalurkan kakao dari petani ke pedagang-pedagang besar, sehingga penting untuk dilakukan agar dapat memberikan informasi kepada petani saluran mana yang efisien untuk memasarkan hasil produk kakaonya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran  dan menganalisis tingkat efesiensi pemasaran yang diterima masing-masing lembaga pemasaran biji kakao di Kabupaten Bulukumba. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis farmer share, efisiensi pemasaran dan margin pemasaran produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa saluran pemasaran tanaman kakao di Kabupaten Bulukumba terdapat dua saluran, yaitu saluran yang pertama dari petani lalu ke pedagang pengumpul, ke pedagang besar dan kemudian baru dijual ke perusahaan, sedangkan saluran pemasaran yang kedua yaitu dari petani langsung dijual ke perusahaan. Dengan hasil farmer share terhadap ke dua saluran pemasaran kakao di kabupaten Bulukumba sudah efisien. Dan saluran ke dua merupakan saluran pemasaran yang paling efisien karena tidak terdapat rantai saluran pemasaran yang panjang.
Efisiensi Teknis Kinerja Pengrajin Di UD. Barokah Tani Analisis Dengan Metode DEA Model VRS Input Oriented Pratiwi S., Aprilia Desi; Budi Setiawan; Dwi Retno Andriani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kinerja rantai pasok merupakan suatu pengukuran kinerja pada aktivitas manajemen rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis kinerja pengrajin di UD. Barokah Tani. Responden dipilih menggunakan purposive sampling dan merupakan pengrajin di UD. Barokah Tani. Variabel dipilih dengan mengacu pada Supply Chain Operation Reference atau SCOR 12.0. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) model VRS dengan input oriented. Melalui pendekatan DEA VRS mayoritas pengrajin yang berada pada tingkat efisiensi tinggi dengan nilai antara 0,824  – 0,999 sejumlah 18 orang (69%). Kemudian pengrajin pada tingkat sedang dengan nilai TE antara 0,824  – 0,999 sebanyak 5 orang (19%). Terakhir adalah pengrajin pada tingkat efisiensi full efisien dengan nilai 1,00 sebanyak 3 orang pengrajin atau 12%. Perbaikan dapat dilakukan oleh masing-masing DMU dengan menurunkan nilai input di setiap variabel inputnya. Pada input biaya bahan baku terdapat 20 DMU yang harus menurunkan inputnya. Pada input biaya pengiriman terdapat 23 DMU yang harus menurunkan nilai inputnya. Pada input biaya tenaga kerja hanya 1 DMU yang harus menurunkan nilai inputnya. Pada variabel cash to cash terdapat 17 DMU yang harus menurunkan nilai inputnya. Pada input leadtime terdapat 21 DMU yang harus menurunkan nilai inputnya.
Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa Joyo Makmur Menggunakan Metode SWOT Yusuf, Ahmad; Budi Setiawan; Fitria Dina Riana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

BUMDes Joyo Makmur Desa Malo mengelola unit usaha seperti jasa pengangkutan sampah, penyewaan toko UMKM, dan potensi wisata edukasi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan BUMDes. Penelitian ini dilakukan dalam ruang lingkup Badan Usaha Milik Desa Joyo Makmur yang bertempat di Desa Malo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro dalam rentang waktu bulan Oktober-Desember 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota dan karyawan BUMDes Joyo Makmur. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 187 orang yang terdiri dari 175 anggota BUMDes dan 12 pengurus BUMDes. Penelitian ini menggunakan jumlah populasi pengurus atau karyawan BUMDes yaitu 9 orang untuk responden dan 3 orang untuk responden manajer/pimpinan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode pencarian data di internet, observasi dan wawancara mendalam. Untuk mengetahui kinerja BUM Desa Joyo Makmur, data yang telah didapat kemudian dilakukan analisis menggunakan SWOT. Strategi Pengembangan Bumdes Joyo Makmur menurut hasil analisis SWOT adalah dengan meningkatkan penjualan dengan menambah pasokan barang yang lebih lengkap, menjalin kerjasama dengan mitra bisnis, meningkatkan pelayanan kepada anggota sesuai dengan kebutuhanya, dan melengkapi sarana dan prasarana.
Pengaruh Sikap, Motivasi Dan Gaya Hidup Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Minat Beli Sebagai Variabel Mediasi (Studi Kasus Pada “Teh Kota” Di Kabupaten Bojonegoro) Nurhayati, Yetti Kartika; Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas; Riyanti Isaskar
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Saat ini kuliner menjadi bidang usaha yang banyak diminati, karena pada dasarnya makan dan minum merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Salah satu usaha yang banyak diminati di kota Bojonegoro adalah es teh. Kreativitas para pelaku usaha dalam menghasilkan varian rasa dan kemasan yang menarik menggugah minat konsumen untuk membeli. Munculnya usaha-usaha baru dengan produk yang sama seperti, Teh Desa, Teh Point, Teh Kota Nusantara, Teh Bestie, Teh Malika, Teh Teras Kota, Teh cap Gajah di Bojonegoro membuat persaingan diantara pebisnis harus terus melakukan inovasi agar dapat bersaing dipasaran. Untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan volume penjualan salah satu usaha yang harus dilakukan oleh penjual adalah dengan memahami perilaku pembelian masyarakat (dilihat dari sikap, motivasi dan gaya hidup konsumen) yang mempengaruhi keputusan pembelian, maka perusahaan harus mengadakan perbaikan dan peningkatan dibidang pemasaran yang berorientasi pada konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen produk “Teh Kota” di  Kabupaten Bojonegoro dengan jumlah sampel 82 responden. Analisis penelitian ini menggunakan SEM-PLS. Dari hasil analisis penelitian ini dapat diketahui bahwa variabel sikap, gaya hidup dan minat konsumen berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sedangkan pada variabel motivasi konsumen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian. Untuk variabel sikap, motivasi dan gaya hidup konsumen berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Selanjutnya pada variabel sikap dan motivasi tidak berhasil dimediasi oleh minat konsumen terhadap keputusan pembelian. Namun minat konsumen berhasil memediasi gaya hidup konsumen terhadap keputusan pembelian.
Analisis Pengambilan Keputusan Petani Dalam Pembelian Varietas Benih Padi Inpari 32 (Kasus Di Desa Sedeng Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro) Romadhoni, Lia Fadlilati; Syafrial; Fitria Dina Riana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik petani, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan pembelian petani dalam memilih benih Padi varietas Inpari 32 di Desa Sedeng Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian benih padi varietas Inpari 32 dengan menganalisis 9 variabel yang berpotensi menjadi penyumbang pengambilan keputusan, antara lain : Usia, Pendidikan, Luas Lahan, Pengalaman Berusahatani, luas lahan, Pengaruh pihak lain, Aktivitas kelompok tani, Status kepemilikan lahan, Persepsi dan Ketahanan benih. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan analisis data deskriptif dan Regresi Logistik. Pemilihan sampel menggunakan Proportionate Cluster random sampling dengan jumlah seluruh sampel adalah 71 responden, 42 responden yang menggunakan benih padi Inpari 32 dan 29 menggunakan benih non Inpari 32. Dari sembilan faktor yang di analisis, terdapat tiga faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian benih padi varietas Inpari 32 yaitu pengaruh pihak lain dengan nilai signifikansi 0,006, aktivitas kelompok tani dengan nilai 0,038 dan ketahanan benih terhadap hama dan penyakit dengan nilai signifikansi 0,008. Sedangkan enam faktor yang lain tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian benih padi Varietas Inpari 32. Kesimpulannya, strategi pemasaran dan promosi benih padi Inpari 32 harus memperhatikan pentingnya membangun informasi yang positif terhadap benih tersebut serta peningkatan kolaborasi dengan kelompok tani juga perlu ditingkatkan sebagai sarana untuk meningkatkan akses informasi dan dukungan bagi petani dalam pemilihan benih.
Persepsi Petani Padi Terhadap Dampak Perubahan Iklim Dan Potensi Strategi Adaptasi: Studi Kasus Di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban Mustikaningrum, Dhina
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Perubahan iklim diyakini telah berdampak terhadap aspek lingkungan, sosial dan ekonomi warga masyarakat, khsusunya petani. Meski pertanian diandalkan dalam konteks ketahanan pangan nasional, namun perubahan iklim mengancam keberlanjutan produksi pangan, khususnya padi. Oleh karen itu diperlukan strategi adaptasi yang spesifik lokal dan diterima oleh petani untuk kemudian diterapkan dalam praktik budidaya padi. Penggalian persepsi petani menjadi langkah awal memahami pola pikir petani terhadap perubahan iklim. Penelitian ini mengkaji persepsi petani terkait dampak perubahan iklim dan bagaimana strategi adaptasi yang telah diterapkan. Penelitian menggunakan metode survei terhadap 80 petani di sentra padi Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Hasil penelitian menemukan bahwa petani di wilayah tersebut menyadari adanya peningkatan suhu yang mempengaruhi pola budidaya tanaman padi. Sebanyak 60% dari mereka menjadikan berkurangnya penutupan lahan sebagai penyebab kenaikan suhu. Petani juga meyakini adanya perubahan pola curah hujan yang tidak jelas apakah curah hujan semakin tinggi atau semamin rendah sebagai “faktor alam” sehingga sulit diprediksi. Strategi adaptasi telah dilakukan sebagian besar petani, khususnya dalam aspek pengelolaan irigasi, penyesuaian benih dan pergeseran awal masa tanam. Kapasitas petani dalam menerapkan adaptasi perubahan iklim sangat dipengaruhi oleh kesuburan tanah dan akses petani terhadap kredit, tingkat pendidikan dan akses terhadap penyuluhan.
Analisis Efisiensi Pemasaran Mangga Podang (Studi di Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri) Utari, Mukti Novita; Mulyadi, Fadli; Inggrida, Jedda Ayu
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Salah satu desa di Kecamatan Banyakan yang menjadi sentra produksi mangga podang terbesar di Kabupaten Kediri adalah Desa Tiron. Hal ini karena tingginya jumlah produksi mangga podang di Desa Tiron. Namun, tingginya jumlah produksi tidak memberikan pendapatan yang sebanding untuk petani. Ini disebabkan oleh beberapa permasalahan dalam pemasaran mangga podang meliputi seringnya terjadi fluktuasi harga, saluran pemasaran yang panjang, ketergantungan terhadap pengepul, dan daya tawar petani yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan saluran pemasaran dan menganalisis efisiensi pemasaran mangga podang di Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Efisiensi pemasaran dianalisis dengan dua pendekatan yaitu efisiensi operasional (margin pemasaran dan farmer’s share) dan efisiensi harga (integrasi pasar vertikal). Integrasi pasar vertikal dianalisis dengan bantuan software SPSS menggunakan metode regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran mangga podang di Desa Tiron terbagi menjadi tiga saluran pemasaran yakni saluran tingkat 1 (langsung disalurkan ke pedagang pengecer), saluran tingkat 2 (melibatkan pedagang besar dan pedagang pengecer), dan saluran tingkat 3 (melibatkan pengepul, pedagang besar, dan pedagang pengecer). Dari ketiga saluran, hanya saluran tingkat 1 yang tergolong efisien secara efisiensi operasional (margin pemasaran dan farmer’s share) maupun efisiensi harga (integrasi pasar vertikal). Kedua saluran lainnya yakni saluran tingkat 2 dan tingkat 3 tidak efisien dalam ketiga analisis.