cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 841 Documents
Evaluasi Pelaksanaan Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Desa Prima Di Desa Karangsari, Kulon Progo, DIY Ismiasih, Ismiasih; Purwandari, Istiti; Stone, Evander
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

The poverty rate in the Special Region of Yogyakarta (DIY) according to data from the Central Bureau of Statistics (BPS) was recorded at 11.49%. Women's empowerment programs have an important role in advancing society and the economy as a whole. The Special Region of Yogyakarta Provincial Government reduces poverty through the optimization of the Desa PRIMA Program (Perempuan Indonesia Maju Mandiri). The Desa PRIMA program aims to improve community welfare by increasing productivity and participation of all communities, especially women, and helping to improve the quality of life of the community in general. This study is using qualitative descriptive method. The sampling method is carried out using census sampling.  The types of data sources used are primary and secondary data sources. The results showed that: 1)The implementation of empowerment activities carried out has 2 approaches, namely the Top-Down approach, and also the Bottom-Up. Based on observations, the Top-Down approach is the majority method used; 2)The evaluation results show that the Desa PRIMA program in Karangsari Village received a very good overall assessment with score 2,86, indicating that the planning, implementation, process, and results of this program have been implemented well.
SUMBER PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI SELAMA MASA PEREMAJAAN KELAPA SAWIT DI DESA ANIK DINGIR KECAMATAN MENYUKE KABUPATEN LANDAK Popilianus, Hendra; Marisi Aritonang; Wanti Fitrianti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Rejuvenation (replanting) of oil palm is the process of replanting plants that are similar to the previous plant. This planting was carried out on the grounds that the old plants were too tall and therefore difficult to harvest, the plants were old, and the plant productivity was low. This research aims to analyze farmers' sources of income during the oil palm replanting period. The data sources used in this research are primary and secondary data. The data analysis method used is quantitative descriptive analysis. Quantitative descriptive analysis was used to determine the amount of household income of farmers who were carrying out replanting in Anik Dingir Village, Menyuke District, Landak Regency. The work most farmers do during rejuvenation of on-farm sectors is oil palm farming apart from replanting, from the non-farm sector as traders, while those from the off-farm sector work as rice workers. The most profitable income for farmers is in the on-farm sector with an average amount of IDR 7,835,000/month. The total income of those who work as farmers is IDR 100,924,000/month with an average amount of IDR 6,728,000/month. Meanwhile, the total income of non-farmers is greater, reaching IDR 245,953,000 with an average of IDR 15,372,000/month. According to the results of the data in this research, the sector that plays a major role in household income is the on-farm sector. Farming businesses that play a big role in the on-farm sector are oil palm farming apart from replanting, in the non-farm sector traders, while in the off-farm sector are workers in harvesting or palm fertilizer. The level of farmer welfare is in the high category, namely 68%, amounting to 21 people, in the medium category, namely 32%, amounting to 10 people. So it can be said that people who take part in oil palm rejuvenation (replanting) in Anik Dingir Village, Menyuke District, Landak Regency are people who have a high level of welfare or are categorized as very capable, although there are some who are in the medium category. In this way, the oil palm rejuvenation or replanting process will not reduce farmers' welfare because all costs of the replanting process are borne by the government.
PENGARUH PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN DESA DI KABUPATEN BOJONEGORO BEKIYANTO, MAD; Agus Dwi Wicaksono; Dimas Wisnu Adrianto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Nilai Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Bojonegoro yang cenderung naik tiap tahunnya menunjukkan sumber pendapatan desa yang semakin naik juga, namun belum dikelola dengan baik. Pengelolaan ADD yang baik tentu tergantung pengelolanya, yaitu pemerintah desa. Selain itu, pengaruh dari pelaksanaan kebijakan pengelolaan ADD, manajemen keuangan desa, dan partisipasi masyarakat juga menentukan efektivitas pemanfaatan ADD yang tertuang dalam pelaksanaan pembangunan desa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pengelola ADD dan menganalisis pengaruh pengelolaan ADD terhadap efektivitas pembangunan desa di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan satu variabel endogen dan tiga variabel eksogen, dimana menggunakan kuisioner online dalam bentuk google forms untuk pengumpulan data dari pengelola ADD sebagai responden penelitian dan dianalisis dengan analisis deskriptif dan SEM-PLS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dari 109 sampel, mayoritas pengelola ADD berjenis kelamin laki-laki, rata-rata usia 35 tahun, pendidikan paling banyak diploma/sarjana, dan sangat paham tentang pengelolaan ADD, mengerti terkait kebijakan pengelolaan ADD (X1), manajemen keuangan desa (X2), dan partisipasi masyarakat (X3) guna menciptakan efektivitas pembangunan desa (Y). Manajemen keuangan desa (X2) dan partisipasi masyarakat (X3) berpengaruh langsung terhadap efektivitas pembangunan desa (Y). Sedangkan kebijakan pengelolaan ADD (X1) berpengaruh langsung terhadap manajemen keuangan desa (X2) dan partisipasi masyarakat (X3), dan tidak berpengaruh langsung terhadap efektivitas pembangunan desa (Y), namun berpengaruh secara tidak langsung melalui kedua variabel tersebut. Oleh karena itu, kebijakan pengelolaan ADD perlu mendapat perhatian khusus agar lebih meningkat lagi efektivitas pembangunan desa di Kabupaten Bojonegoro.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Pemuda Untuk Berusaha Di Sektor Pertanian Desa Prambatan Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro Hardina, Tri; Tri Wahyu Nugroho; Hery Toiba; Nuhfil hanani; Suhartini
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

This research aims to find out how young people are interested in starting a business in the agricultural sector and what factors influence young people's interest as well as formulating a strategy to increase young people's interest in starting a business in the agricultural sector in Prangkat Village, Balen District, Bojonegoro Regency. This research was conducted using qualitative and quantitative methods and data collection using interview methods, documentation and the help of questionnaires. The research sample consisted of 90 respondents and were young people with age criteria of 15-25 years, using random sampling techniques, and the analysis model used probit regression. The results of research on youth interest in starting a business in the agricultural sector in Prangkat Village, Balen District, Bojonegoro Regency are in the medium category. Interest in working in the agricultural sector is influenced by factors such as age, gender, marital status, education, parents' occupation, parents' income, land area, experience, and social media ownership. The driving factor for young people's interest in working in the agricultural sector is the experience they have in the agricultural sector.
Dampak Kredit Pertanian Terhadap ProduktivitasDan Pendapatan Usahatani Cabai Merah Besar (Capsicum Annuum L.)Di Kabupaten Bojonegoro abdani, wahid nur; Suhartini; Sujarwo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Salah satu penunjang keberhasilan dalam usahatani cabai merah besar (Capsicum annuum L.)  yaitu dengan modal yang cukup. Ketersediaan modal yang tepat waktu akan mendorong petani untuk membeli pupuk, pestisida dan teknologi modern yang akan meningkatkan produksi pertanian dan pada akhirnya pendapatan usahatani akan meningkat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan survei, dengan teknik random sampling, dan di analisis dengan regresi linier berganda dan uji -t. Hasil analisis regresi fungsi produksi menunjukkan probabilitas 0,000 lebih kecil dari tingkat signifikan sebesar 0,05 (α ), Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa 71,4 persent produksi cabai merah besar mampu dijelaskan oleh variabel luas lahan (x1), pupuk (x2), pestisida (x3), umur (x4), pendidikan (x5), varietas (D1), masa tanam (D2), dan kredit pertanian (D3). Sementara sisanya sebesar 28,6 persent dijelaskan oleh variabel yang tidak termasuk dalam model.Dari hasil analisis regesi diperoleh nilai probabilitas probabilitas luas lahan (x1) p 0,000 < 0,01 (α), pupuk (x2) p 0,036 < 0,05 (α), pestisida (x3) p 0.074 < 0,10 (α), dan kredit pertanian (D3) p 0.033 < 0,05 (α) maka dapat disimpulkan bahwa luas lahan, pupuk, pestisida dan kredit pertanian berpengaruh signifikan terhadap produksi cabai merah besar. Sedangkan nilai probabilitas umur (x4) p 0.968 > 0,05 (α), pendidikan (x5) p 0.281 > 0,05 (α), varietas (D1) p 0.916 > 0,05 (α), musim tanam (D2) p 0.156 > 0,05 (α), maka dapat disimpulkan umur, pendidikan, varietas, dan masa tanam tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi cabai merah besar.Hasil uji t nilai probabilitas produktivitas pada luas lahan < 0,5 ha  (α) 0,023 < 0,05, dan pada luas lahan 1 - 0,5 ha (α) 0,477 > 0,05. Sedangkan untuk hasil uji t pendapatan nilai probabilitas (α) 0,042 < 0,05  pada luas lahan kurang dari 0,5 ha, hal ini berbanding terbalik dengan luas lahan diatas 0,5 - 1 ha, nilai probabilitas (α) 0,189 > 0,05. 
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Usahatani Bawang Daun Pada Lahan Gambut di Kecamatan Sungai Raya Aga, Edmundus Aga; Novira Kusrini; Josua Parulian Hutajulu
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kecamatan Sungai Raya merupakan kecamatan dengan produktivitas paling kecil dibandingkan dengan empat kecamatan lainnya yang merupakan penghasil bawang daun di Kabupaten Kubu Raya. Faktor produksi tenaga kerja dan sarana produksi (benih, pupuk, dan pestisida) akan mempengaruhi tinggi rendahnya hasil produksi usahatani bawang daun karena penggunaan faktor produksi selama proses pengelolaan usahatani bawang daun akan berpengaruh terhadap tingkat produktivitas yang dihasilkan seorang petani.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor  produktivitas terhadap usahatani bawang daun pada lahan gambut di Kecamatan Sungai Raya. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 40 petani bawang daun secara sampling purposive. Penelitian ini menggunakan alat analisis data regresi linier berganda dalam bentuk logaritma dengan model yang digunakan adalah fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas usahatani bawang daun yaitu pengalaman usahatani, tenaga kerja, pupuk urea, pupuk npk, fungisida dan abu pembakaran. Sedangkan umur tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas usahatani bawang daun di Desa Mekar Sari Kecamatan Sungai Raya.
Integrasi Pasar Beras Di Sumatera Barat Rahmadina, Mia; Vonny Indah Mutiara; Muhammad Hendri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Beras premium di Sumatera Barat memiliki harga yang tinggi sehinga berkontribusi terhadap inflasi. Sumatera Barat memiliki produksi beras yang tinggi diikuti dengan harga beras premium yang tinggi, hal ini disebabkan oleh preferensi konsumen yang tiggi terhadap beras premium Sumatera Barat sehingga di beberapa Kabupaten atau Kota di Sumatera Barat memasok beras premium ke daerah lain, baik dalam provinsi maupun luar provinsi Sumatera Barat dengan harga yang bebas HET. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan kausalitas, integrasi pasar, dan respon terhadap shock di 3 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode analisa Vektor Error Correction Model (VECM) dengan alat analisis Eviews 10. Data yang digunakan adalah harga beras premium tingkat eceran sejak Januari 2017 hingga Agustus 2023. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan kausalitas satu arah yang terjadi antara Kota Padang dengan Kabupaten Tanah Datar, dimana Kabupaten Tanah datar sebagai pasar acuan dan Kota Padang sebagai pasar pengikut dan hubungan kausalitas satu arah antara Kota Padang dengan Kabupaten Solok, dimana Kabupaten Solok sebagai pasar acuan dan Kota Padang sebagai pasar pengikut. Ketiga daerah terintegrasi secara jangka panjang dan jangka pendek. Respon Kota Padang terhadap shock di Kabupaten Solok mencapai keseimbangan pada periode ketujuh dan terhadap Kabupaten Tanah Datar pada periode kelima. Respon Kabupaten Tanah Datar terhadap shock di Kota Padang mencapai keseimbangan pada periode kesembilan dan terhadap Kabupaten Solok pada periode kesepuluh. Respon Kabupaten Solok terhadap shock di Kota Padang mencapai keseimbangan pada periode ketujuh dan terhadap Kabupaten Tanah Datar pada periode keeanam.
Pola Adaptasi Masyarakat Petani Pasca Peralihan Lahan Pertanian Menjadi Kawasan Industri Migas Blok Cepu di Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro Kak Irul, Khoirul; Asihing Kustanti; Fahriyah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berbicara mengenai strategi adaptasi yang dilakukan oleh petani pemilik lahan di Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro dalam menghadapi peralihan lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya atau strategi adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat petani pemilik lahan yang ada di Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro pasca peralihan lahan pertanian di wilayah merekamengamati serta menganalisis secara mendalam terkait adaptasi masyarakat, yang mencakup bagaimana rasionalitas serta pola perilaku atau keseharian dan bagaimana kesadaran masyarakat tersebut dalam memahami dan memaknai peralihan lahan tersebut, khususnya masyarakat petani pada kasus peralihan keperuntukan lahan pertanian menjadi kawasan industri Migas dalam upaya mengatasi kondisi peralihan lahan yang ada di Desa Mojodelik Kecamatan Gayam, kajian ini diharapkan mampu mengetahui adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat petani di Desa Mojodelik Kecamatan Gayam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori rasionalitas Weber. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive, yakni petani pemilik lahan dan petani penggarap lahan. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh masyarakat petani dalam melakukan adaptasi pasca peralihan fungsi lahan. Para petani tidak menjadikan petani sebagai profesi satu-satunya. Semua tindakan dan upaya yang dilakukan oleh para petani pemilik lahan tersebut dapat dikategorikan menjadi empat tipe tindakan, tindakan rasional instrumental, tindakan rasional berorientasi nilai atau rasionalitas nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional.
analisis pupuk subsidi dan pengaruhnya terhadap produksi jagung di Desa Jono Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro Aisa, Siti Nurul; Nuhfil Hanani; Sujarwo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of fertilizer subsidies and their impact on maize production in Jono Village. The research utilizes a mixed-method approach, combining quantitative analysis of production data and qualitative examination of subsidy implementation. Quantitative analysis involves assessing maize production trends and the correlation between fertilizer subsidy utilization and yield. Qualitative methods include interviews with farmers and stakeholders to understand perceptions and challenges related to subsidy distribution and usage. The study's findings contribute to a comprehensive understanding of the role of fertilizer subsidies in maize production and provide insights for policymakers and agricultural practitioners. This study employs both quantitative and qualitative descriptive analysis methods to determine the effectiveness of fertilizer subsidies. The research findings indicate that the effectiveness of fertilizer subsidy policy is categorized as ineffective across four indicators: price, quantity, timing, and location. The subsidy has a positive and significant impact on maize production at a significance level of 5%.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL SAYUR HIDROPONIK METODE RAKIT APUNG DI OXYGEN FARM SINGOSARI MALANG kholis, Nur; Relawati, Rahayu; Baroh, Istis
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Global population growth and climate change have sparked interest in efficient and sustainable agricultural innovations. This research proposes a financial feasibility analysis for implementing hydroponic vegetable farming using the floating raft method at Oxigen Farm, Singosari, Malang. Leveraging modern technology, this study aims to evaluate the economic sustainability and contribution to the growth of the agricultural sector amid the pressing limitations of arable land. The floating raft method was chosen to enhance land use efficiency and control the environmental conditions for plant growth. The financial analysis covers investment costs, income projections, and profits over a specified period. The analysis of investment costs and income projections reveals promising profit potential, indicating that the investment has good financial feasibility. Meeting investment criteria, including a positive Net Present Value (NPV) of Rp. 43.04, a Gross Benefit/Cost (BC) ratio of 1.16, a Net B/C ratio of 2.18, and an Internal Rate of Return (IRR) exceeding the utilized interest rate at 54,59%, supports the conclusion that the business is viable. The findings support the view that implementing the floating raft method in hydroponic farming in Singosari, Malang, could provide a sustainable solution to the critical challenge of agricultural land conversion. Implications include the potential development of efficient and sustainable modern farming models, contributing positively to the local economy and food resilience.