cover
Contact Name
Hijrah Fahrian
Contact Email
penelitian.poltekkes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
peneleitian.poltekkes@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL CITRA KEPERAWATAN
ISSN : 23016035     EISSN : 25023454     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Latihan Berjalan Meningkatkan Kekuatan Otot dan Keseimbangan pada Lansia dengan Risiko Jatuh: A Scoping Review Sari, Citra Windani Mambang; Rahma, Valenty Rafaustine; Jatiningtyas, Kurnia; Salsabella, Edellweisse Silvia; Dinan, Nur Azmina; Masroorianissa, Aulia Fauzia; Hidayatulloh, Parwiin Salma Zaenab
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 11 No 1 (2023): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v11i1.306

Abstract

Introduction: Falling is one of the most important symptoms and the main etiology of morbidity and mortality for the elderly aged 65 years. In the elderly who are at risk of falling, stretching (flexibility) and balance exercises are recommended in the physical activity program. This literature review aims to identify whether walking exercises are effective in reducing the risk of falling in the elderly and to find out whether walking exercises can train muscles and balance in the elderly.Method: The method used is scoping review. Literature searches were obtained from several databases of Cinahl Plus, Pubmed, and Springer by applying the keywords "elderly, walking exercise, physical mobility improvement" which were developed using the PICO method. Six articles were obtained for analysis according to PRISMA guidelines in the process by setting inclusion criteria.Results: The results of the scoping review showed that all 6 articles had elderly respondents (n= 242) consisting of healthy elderly (n=186) and elderly with a history of illness (n=52). Walking exercises applied to the elderly have proven effective in increasing muscle strength and balance in both healthy elderly and elderly with a history of illness.Conclusion: Walking exercise is effective as a non-pharmacological intervention in the elderly with a risk of falling. Interventions applied in several experiments have been shown to be able to train muscle strength and balance in the elderly
The Gagasan Neno Apps sebagai Solusi Masyarakat Menghadapi Era New Normal COVID-19: Literature Review Hidayaturrohkim, Riski; Saadah, Nila Uli; Rizanti, Ayunda Puteri; Muhammad Nur, Kholid Rosyidi
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 11 No 1 (2023): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v11i1.307

Abstract

Peningkatan jumlah kasus positif COVD-19 setiap harinya dapat meresahkan masyarakat. Pemberlakuan Era New Normal oleh pemerintah, masih disepelekan oleh masyarakat ditandai perilaku tidak patuh terhadap protokol kesehatan. NeNo Apps merupakan gagasan layanan keperawatan di era new normal secara komprehensif (preventif, kuratif dan rehabilitatif) berbasis mobile health application untuk menjadikan masyarakat patuh protokol kesehatan. Tujuan studi ini adalah memaparkan potensi NeNo Apps sebagai solusi efektif untuk mejaga kesehatan pada masa pandemi COVID-19 dengan memanfaatkan layanan mobile health application. Metode studi ini menggunakan analisis studi literature didapatkan melalui situs pencarian seperti google scholar, Science Direct, Scopus, NCBI, dan Proquest dengan rentang tahun publikasi 2014 – 2020 dan hanya 10 jurnal utama yang sesuai dengan kriteria inklusi. Data di peroleh di susun secara sistematis serta dibahas. Gagasan NeNo Apps memiliki fitur terintegrasi meliputi konseling, self therapy, traveling guidelines, deteksi dini, healthy food serta disediakan informasi mengenai protokol kesehatan dan dilengkapi UMKM penyedia kebutuhan protokol kesehatan. Kesimpulan studi ini gagasan NeNo Apps berpotensi efektif sebagai upaya komprehensif layanan kesehatan di era new normal sehingga harapannya melalui penggunaan aplikasi ini nantinya dapat menjadikan perilaku patuh pada masyakat dan pengimplementasian gagasan ini diperlukan keterlibatan lintas sektor seperti bidang kesehatan, pemerintahan dan teknologi informasi.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Pemaparan Efek Samping Pengobatan Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin Khumairoh, Siti; suroto, Suroto; solikin, Solikin
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 11 No 1 (2023): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v11i1.308

Abstract

Berdasarkan Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai beban TB Paru tersebar diantara 5 negara yaitu India, Indonesia, China, Philippina dan Pakistan. Secara global di Indonesia diperkirakan ada 558.000 kasus TB Paru di tahun 2018. Angka penderita TB Paru di Indonesia selalu bertambah sekitar seperempat juta kasus baru setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian pemaparan side efek pengobatan TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Desain penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah penderita TB Paru berjumlah 38 orang dengan metode teknik Random Sampling. Analisis data ini menggunakan uji hipotesis Chi-Square. Penelitian ini menggunakan lembar check list dengan memberikan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan penderita TB Paru yang mendapatkan dukungan keluarga kurang mengalami efek samping berat sebanyak 22 orang (57,9%) dan penderita TB Paru yang mendapatkan dukungan keluarga baik mengalami efek samping ringan sebanyak 16 orang (42,1%). Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemparan side efek pengobatan Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin dengan p value = 0,00. Keluarga diharapkan dapat mendampingi penderita TB Paru pada saat pengobatan TB Paru agar tidak mengalami efek samping berat. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Efek Samping Pengobatan TB Paru
Prevalence and Factors Related to Functional Status of Older Adult Patients in Primary Health Care Eriska, Winda; Wati, Dwi Nurviyandari Kusuma; Rachmawati, Utami; Rekawati, Etty
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 11 No 1 (2023): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v11i1.310

Abstract

Functional status means the ability to perform self-care, self-maintenance, and daily activity. Older adults are at risk of experiencing a decline in functional status regarding their condition and other factors. The study literature found no clear evidence of the factors related functional status of older adults, especially those who have comorbid and regularly come to the geriatric clinic in the Primary Health Care Center. This study aimed to identify the prevalence and factors related to the functional status of older people who visit geriatric out-patient in the primary health care center. A cross-sectional design was utilized to assess 100 samples of older adult patients in one Primary Health Care Center, in Indonesia. The functional status of the respondent was good where the mean score was 7.45 (SD = 1.07) with a minimum score was 2, and a maximum score was 8. The mean age of the sample was 66 years old, the gender was primarily women (59%), the education level of the respondents was more likely only reach elementary school (45%), and primarily they consume drugs (71%) and also more than a half of respondent have multimorbidity (60%). The model fit of multivariate analysis resulted in 44% of all the variables giving effect to the functional status where the most influential factor was balance and health status of the older adults. Discussion: More than half of the older people who regularly visit the Primary Health Care Center have an excellent functional status. This condition is in accordance with the experience of older people itself who most of them could come to the clinic independently by public or private transportation. Older people who have good health or balance status and less morbidity also show a good performance in functional status, though, their age was older. All the variables give 44% effects of older people’s functional status where the most influential factor for functional status of the older adults was balance status. Therefore, the accessibility of health services for the older adult in the community can be improved by providing more elderly-friendly health facilities.
Determinan Dampak Covid-19 terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Perguruan Tinggi Kesehatan Di Bekasi Yusrini, Yusrini
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 11 No 2 (2023): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v11i2.286

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 tidak hanya mempengaruhi sektor pelayanan kesehatan namun juga semua sektor sosial bagi masyarakat. Tantangan tambahan mencakup kekhawatiran tentang kesehatan fisik maupun kesehatan mental individu. Fenomena saat ini telah terjadi kasus COVID-19 pada beberapa mahasiswa di Perguruan Tinggi Kesehatan dan wawancara dengan beberapa mahasiswa mengatakan khawatir tertular COVID-19 , mengalami stress, jenuh dan bosan dengan pembelajaran online selama masa pandemi ini. Masalah kesehatan mental dapat mengganggu secara signifikan. Tujuan: mengetahui gambaran dampak COVID-19 terhadap kesehatan mental mahasiswa keperawatan. Metode yang digunakan untuk mencapai adalah dengan memberikan dua kuesioner yang terdiri dari kuesioner determinan dampak COVID-19 dan Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42) yang sudah dimodifikasi untuk 178 mahasiswa perguruan tinggi kesehatan, kemudian data akan dianalisa secara univariate, bivariate t-test (Pvalue 0,05). Hasil :Ada hubungan signifikan antara pengetahuan (0,095), penggunaan sumber informasi (0,011) dan perilaku kebiasaan (0,013) terhadap kecemasan dan stress tetapi tidak menunjukan hubungan signifikan pada depresi (0,65). Kesulitan akademik dan pemenenuhan kebutuhan sehari-hari memiliki hubungan signifikan dengan depresi (0,044),kecemasan (0,041) dan stress (0,040). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan, sumber informasi dan perubahan perilaku selama pandemi menunjukkan ada hubungan signifikan terhadap kecemasan dan stress. Kesulitan akademik dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dapat membuat mahasiswa keperawatan mengalami kecemasan, stress dan depresi.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Pada Lansia Di Posyandu Lansia Desa Cipaku Oktaviana, Oktaviana; Novitasari, Dwi; Dewi, Feti Kumala
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 11 No 2 (2023): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v11i2.293

Abstract

Lack of sleep can affect the problem of high blood pressure triggered by the balance of the hormone cortisol. The purpose of the study was to seek knowledge relationship between sleep quality and blood pressure hypertension patients elderly integrated service post in Cipaku Village. Research applied correlational and cross sectional. Population is 158 people in 10 elderly integrated service post, apply quota sampling technique, sample research is 113 people. Instruments used a digital sphygmomanometer and Pitsburgh sleep quality index (PSQI) questionnaire. Method of data analysis is the Spearman rank test. According to gender characteristics, majority of women are 100 people (88.5%) and most age in the range of 60-70 years amount to 92 people (81.4%). Quality of sleep elderly majority have poor sleep quality as much 96 respondents (85.0%). Blood pressure, majority of the elderly had stage 1 hypertension, namely 59 respondents (52.2%). Spearman rank test results obtained p value = 0.000 <0.05 a fairly strong strength r = 0.443. Conclusion, there is relationship between sleep quality and blood pressure elderly at Integrated Service Post Cipaku Village. Suggestions for next research are to control various confounding factors that affect sleep quality and blood pressure.
Relationship Of Lay People's Characteristics To Knowledge Of Basic Life Support Measures In Liliba Village, Kupang City Aty, Yoany Maria Vianney B.; Alexander, Rizky; Gonsalves, Dominggos; Onggang, Fransiskus
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 11 No 2 (2023): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heartdisease is one of the emergency conditions that can be life-threatening and result in death if not treated immediately. Cases of cardiac arrest are a cause of death that often occurs in the community, both in developed and developing countries. It is very important for ordinary people to know the first handlers in cardiac arrest cases, so that unwanted things do not happen, such as disability or even death. An important determinant in the survival of cardiac arrest victims is the cardiopulmonary resuscitation action. Objective know the relationship of the characteristics of the lay community with knowledge of basic life support measures in liliba sub-district of Kupang city Types of quantitative research descriptive design. The populationof RT 015 RW 15 Liliba Village, Oebobo District, Kupang City is 141 people. Thesample was 59 people. The instrument used in the questionnaire consists of 20 questions. Knowledge scoring is good if the score is 76-10 0, sufficient if the score is 56-75- and is scored less if thescore is < 56. Data collection was carried out by distributing questionnaires to respondents during August 2022. Descriptive data analysis and Chi Square test to obtain the relationship of respondent characteristics with knowledge of Basic Life Support. The results showed that people's knowledge about BHD was mostly good. There is a relationship between education level and knowledge of BHD with a p value of 0.042. Knowledge about BHD is very important to be known by ordinary people, in order to be able to do early assistance so that it can provide life expectancy to cardiac arrest sufferers
Efektivitas Pendidikan Kesehatan dengan Media Audio Visual dan Media Leaflet terhadap Sikap Merespon Keluarga dalam Mencegah Penularan TBC di Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin Hapsah, Siti; Suroto, Suroto
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 11 No 2 (2023): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v11i2.331

Abstract

Abstrak Tuberkulosis saat ini masih menjadi masalah kesehatan global di Indonesia dan juga di dunia. Jutaan orang meninggal dan tertular penyakit ini setiap tahunnya yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan sikap keluarga dalam mencegah penularan TBC dikarenakan kurangnya minat keluarga dalam memcari informasi dan memanfaatkan media pendidikan kesehatan yang telah disediakan. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu kegiatan yang dapat menambah pengetahuan dan merubah sikap seseorang, media yang digunakan dalam pendidikan kesehatan bisa menggunakan media audio visual dan media leaflet.Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan efektivitas pendidikan kesehatan dengan media audio visual dan media leaflet terhadap sikap merespon keluarga dalam mencegah penularan TBC dengan menggunakan metode quasy eksprerimen dengan rancangan two group pre test and post test, sampel berjumlah 15 dalam masing masing kelompok. Hasil uji statistic menggunakan uji Z didapatkan nilai z 1,126 < 1,960 yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara media audio visual dan media leaflet. Media audio visual dan media leaflet efektif terhadap sikap merespon keluarga namun tidak ada perbedaan efektivitas yang signifikan antara media audio visual dan media leaflet. Faktor yang mempengaruhi sikap merespon seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh pendidikan kesehatan tapi juga dipengaruhi oleh faktor lain yaitu pendidikan terakhir dan usia seseorang.
Optimalisasi Status Fungsional dan Kognitif Pada Lansia Dengan Hipertensi Melalui Chair Based Exercise Prayogi, Bisepta; Rizani, Khairir; Fratama, Ferry Fadli
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 11 No 2 (2023): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v3i2.332

Abstract

Hampir tiga dari sepuluh (29,52 persen) rumah tangga di Indonesia dihuni oleh lansia. Hampir tiga dari lima (59,21 persen) lansia bertindak sebagai kepala rumah tangga, yaitu orang yang bertanggungjawab atas kebutuhan sehari-hari rumah tangga. Seiring bertambahnya usia, para lansia akan mengalami penurunan status fungsional dan kognitif, sehingga rentan menimbulkan masalah kesehatan. Gangguan fungsi kognitif berhubungan erat dengan kejadian depresi, dimana kejadian depresi apabila bersamaan dengan gangguan fungsi kognitif dapat berdampak terhadap status kesehatan fisik, status fungsional, dan tingkat mortalitas penduduk usia lanjut. Melalui penelitian ini penulis mengembangkan sebuah alternatif Latihan fisik pada lansia melalui Latihan menggunakan kursi (Chair Based Exercise). Berdasarkan literature review yang dilakukan oleh Pita et al, menunjukkan bahwa ada penurunan resiko jatuh pada lansia yang melakukan Latihan Chair Based Exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status fungsional dan kognitif lansia sebelum dan sesudah dilakukan chairbased exercise, dan menganalisis pengaruh chair based exercise terhadap peningkatan status fungsional dan kognitif lansia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen tanpa grup kontrol dengan melakukan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen yang telah disiapkanLuaran dari penelitian ini adalah artikel ilmiah yang akan di publikasikan pada jurnal keperawatan nasional terakreditasi.
Analisis Faktor Individu Terhadap Risiko Penyalahgunaan Napza Pada Remaja syarniah, syarniah; Wilutono, Nasrullah; Hammad, Hammad
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 11 No 2 (2023): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v11i2.337

Abstract

Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa “ Indonesia berada dalam kondisi Darurat Narkoba” yang berarti penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba berada pada tingkat kerawanan yang tinggi. Pada tahun 2015 sudah terdapat 4.030 juta orang telah menjadi pengguna Narkoba, dan menyebabkan kematian 33 orang perhari. Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) sudah merambah pada berbagai tingkat usia termasuk anak sekolah dan remaja. Penelitian ini menganalisis faktor individu yang berhubungan dengan risiko penyalahgunaan napza pada remaja di Desa Bincau Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Metode penelitian survey analitik. Populasi penelitian remaja yang berusia 12 – 19 tahun yang belum menikah. Tehnik sampling total sampling. Jumlah sampel 95 responden. Instrumen penelitian kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil penelitian didapatkan Faktor individu yang mempengaruhi risiko penyalahgunaan NAPZA pada remaja pada kategori rendah 87 responden (91,6 %) dan kategori tinggi 8 responden (8,4 %). Risiko penyalahgunaan NAPZA pada remaja pada kategori tidak pengguna 89 responden (94 %), tahap coba-coba 1 responden (1%), pemakaian regular 1 responden (1%), ketagihan 1 responden (1%), dan ketergantungan 2 responden (2%). Ada hubungan yang sempurna antara faktor individu dengan risiko penyalahgunaan NAPZA, ρ =0,000 ; α, r = 0,856 . Keluarga dengan anak remaja penyalahgunaan napza diharapkan segera membawa anaknya untuk melakukan rehabilitasi ke tempat pelayanan kesehatan atau melalui Badan Narkotika Kabupaten/Kota. Abstract The Indonesian government stated that "Indonesia is in a state of drug emergency" which means that drug abuse and illicit trafficking is at a high level of vulnerability. In 2015, 4,030 million people were drug users, and this resulted in the death of 33 people per day. Abuse of narcotics, psychotropic substances and addictive substances (drugs) has spread to various age levels, including school children and teenagers. This study analyzes individual factors related to the risk of drug abuse among adolescents in Bincau Village, Martapura District, Banjar Regency, South Kalimantan Province. Analytical survey research method. The research population is teenagers aged 12 – 19 years who are not married. Total sampling technique. The total sample is 95 respondents. Questionnaire research instrument. Data analysis used the Spearman rank statistical test. The research results showed that individual factors that influence the risk of drug abuse in adolescents were in the low category 87 respondents (91.6%) and in the high category 8 respondents (8.4%). The risk of drug abuse among teenagers in the category of non-users is 89 respondents (94%), trial and error stage is 1 respondent (1%), regular use is 1 respondent (1%), addiction is 1 respondent (1%), and dependency is 2 respondents (2 %). There is a perfect relationship between individual factors and the risk of drug abuse, ρ =0.000; α, r = 0.856 . Families with teenage children who abuse drugs are expected to immediately take their children for rehabilitation to a health service or through the Regency/City Narcotics Agency.