cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Educatio
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : 19083224     EISSN : 25279998     DOI : -
Core Subject : Education,
Educatio, ISSN: 1908-3224 (printed) and 2527-9998 (online), is an open access peer reviewed research journal that is published by the Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Hamzanwadi. Educatio is providing a platform for the researchers, academicians, professionals, practitioners and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical and theoretical research papers, case studies, and literature reviews on education science. Educatio welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical original research papers, case studies, review papers, literature reviews, book reviews, conceptual framework, analytical and simulation models, technical notes about education science from researchers, academicians, professionals, practitioners, and students from all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2014)" : 22 Documents clear
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT SASAK (PENDEKATAN PRAGMATIK) Alpansori, Muhammad Jaelani; Wijaya, Herman
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.607 KB) | DOI: 10.29408/edc.v9i2.72

Abstract

Folklore is a literary work or have lived life and thrive in a society that is transmitted orally from one generation to the next. Because the story passed down orally often get additional variations of the speaker or the story. A folk story will be told in the same version or a different way though the contents of the same story. This study intends to explore the meaning and value of character education contained in folklore Sasak to be disseminated to the younger generation and the Sasak. This research is descriptive research kaulitatif with a pragmatic approach to the four stages, namely (1) data collection phase, which collects all the data related to the problems that have been formulated in the study, which is a collection of folklore Sasak, and conduct interviews with informants, (2) a data reduction step, namely the activities of selecting data in accordance with the object of study in research, (3) the stage of presentation of the data, which compile information or data regularly and detailed to be easily understood and analyzed, (4) the stage of drawing conclusions, namely activities formulate conclusions from the data obtained. This study mendeskrifsikan the meaning and value of character education contained within the story Sasak. Given a message or value of character education delivered by the author to have a role in shaping the educational value of character readers. Cerita rakyat adalah karya sastra yang hidup atau pernah hidup dan berkembang dalam sebuah masyarakat yang ditularkan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena diwariskan secara lisan seringkali ceritanya mendapatkan variasi atau tambahan si penutur cerita tersebut. Sebuah cerita rakyat yang sama akan diceritakan dalam versi atau cara yang berbeda meskipun isi ceritanya sama. Penelitian ini bermaksud menggali makna dan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Sasak untuk disebarluaskan kepada generasi muda dan masyarakat Sasak. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kaulitatif dengan pendekatan pragmatik dengan empat tahap, yaitu (1) tahap pengumpulan data, yaitu mengumpulkan semua data yang berkaitan dengan masalah-masalah yang telah dirumuskan dalam penelitian, yaitu kumpulan cerita rakyat Sasak, serta melakukan wawancara dengan informan, (2) tahap reduksi data, yaitu kegiatan memilih data yang sesuai dengan objek kajian dalam penelitian, (3) tahap penyajian data, yaitu menyusun informasi atau data secara teratur dan terperinci agar mudah dipahami dan dianalisis, (4) tahap penarikan simpulan, yaitu kegiatan menyusun simpulan dari data yang sudah diperoleh. Penelitian ini mendeskrifsikan makna dan nilai pendidikan karakter yang terkadung dalam cerita Sasak. Mengingat pesan atau nilai pendidikan karakter yang disampaikan oleh pengarang memiliki peran dalam membentuk nilai pendidikan karakter pembacanya. Keywords: Values, Education, Character, Story Sasak. Kata Kunci : Nilai, Pendidikan, Karakter, Cerita Sasak.
PENGEMBANGAN PAKET PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS DRILL AND PRACTICE MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER : ANALISIS KEBUTUHAN DI SMA/MA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Padlurrahman Padlurrahman
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v9i2.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pengembangan paket pembelajaran bahasa Indonesia berbasis drill and practice melalui model PBK di SMA/MA kabupaten Lombok Timur. Paket pembelajaran ini terdiri atas pengembangan silabus, RPP, skenario pembelajaran, bahan ajar, dan instrumen penilaian. Desain pengembangan paket pembelajaran ini dimulai dari need assessment dan penyusunan draf paket pembelajaran. Target yang diinginkan pada penelitian ini adalah tersusunnya draf paket pembelajaran bahasa Indonesia berbasis drill and practice melalui model PBK untuk SMA/MA berdasarkan pada hasil analisis kebutuhan.Penelitian ini tergolong penelitian pengembangan yang diawali dengan need assessment. Subjek penelitian terdiri atas  13 orang guru Bahasa Indonesia, 13 kepala SMA/MA, dan 68 orang siswa di kabupaten Lombok Timur. Subjek ini dipilih secara acak sederhana. Data penelitian dikumpulkan melalui angket, lembar observasi dan pedoman wawancara. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan teknik análisis komponensial yakni menganalisis komponen-komponen yang terkait dengan kebutuhan paket pembelajaran.Hasil análisis kebutuhan menunjukkan bahwa 1) Guru bahasa Indonesia di  SMA/MA di kabupaten Lombok Timur telah menyediakan seluruh paket pembelajaran dengan rincian 70% guru menyusun sendiri perangkat dimaksud dan 30% guru mata pelajaran menyusunnya secara bersama-sama; 2) 90% bahan ajar yang tersedia di SMA/MA di kabupaten Lombok Timur  disusun oleh penerbit  dan terdiri atas 3 jenis yaitu  buku pegangan guru, pegangan siswa; dan penunjuang; 3) Pembelajaran berbasis drill and practice model PBK belum pernah dilakukan, dimana komputer hanya dijadikan sebagai media presentasi saja; 4) Sarana pendukung pembelajaran terdiri atas laboratorium komputer/multimedia, laboratorium bahasa, dan perpustakaan; 5) pembelajaran bahasa Indonesia memiliki karakteristik, antara lain : a) materi pembelajaran sebagian besar berisi domain keterampilan; b) pembelajaran mengacu kepada unsur latihan dan praktek, dan c) pembelajaran dilakukan melalui pembiasaan; dan 6) Paket pembelajaran yang dikembangkan didasarkan pada prinsip pembelajaran drill and practice berbantuan komputer program macromedia flash MX dan director MX. Kata kunci: Paket Pembelajaran, Drill and Practice, Pembelajaran Berbantuan Komputer
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PERKULIAHAN KONSEP DASAR SAINS SD DENGAN PENDEKATAN TEMATIK-INTEGRATIF Muhammad Syahruddin Amin; Mijahamuddin Alwi
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v9i2.74

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar perkuliahan Konsep Dasar Sains SD dengan pendekatan tematik-terintegrasi yang baik yang memadukan berbagai materi dalam perkuliahan mata kuliah Konsep Dasar Sains SD di Prodi PGSD STKIP Hamzanwadi Selong. Penelitian ini adalah research development (R D) atau penelitian pengembangan yang dilaksanakan menggunakan model gabungan antara model Borg Gall dan Thiagarajan. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini meliputi lima tahap, yaitu: analisis, desain, validasi desain, produksi, uji coba dan revisi. Data dalam penelitian ini didapatkan dengan menggunakan alat yaitu lembar validasi, lembar penilaian ahli dan praktisi, tes, lembar observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkuliahan sains menggunakan bahan ajar konsep dasar sains dengan pendekatan tematik-integratif mampu berjalan efektif dan mendapat respons positif dari mahasiswa. Hasil ini terlihat dari nilai rata-rata keterlaksanaan perkuliahan sebesar 79 yang masuk dalam kategori efektif. Pemahaman konsep mahasiswa rata-rata sebesar 72,16 dan 73,67.  Respons mahasiswa terhadap perkuliahan sains menggunakan bahan ajar konsep dasar sains dengan pendekatan tematik-integratif  tergolong positif, hal ini tergambar pada hasil angket mahasiswa dengan rata-rata keseluruhan sebesar 3,57. Keyword: bahan ajar, pembelajaran sains, pendekatan tematik-integratif
PEMBERIAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP PERSEPSI SISWA TENTANG LAYANAN BK DI SMPN 1 TERARA Deni Siregar
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v9i2.59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi siswa terhadap BK ditinjau dari pemberian layanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Terara. Penelitian ini menggunakan rancangan ex-post facto. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan menggunakan model skala Likert. Data dianalisis dengan regresi ganda dan analisis korelasi.Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis yang menyatakan “ terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap BK ditinjau dari pemberian layanan bimbingan dan konseling siswa SMP N 1 Terara” diterima dengan nilai R hitung = 3,088 dengan R tabel = 0,334. Hal ini membuktikan semakin tinggi tingkat pemberian layanan bimbingan dan konseling terhadap siswa, maka semakin besar pula tingkat persepsi siswa terhadap bimbingan dan konseling. Penelitian ini mengisyaratkan bahwa tingkat persepsi siswa terhadap bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh tingkat layanan bimbingan dan konseling. Kemampuan guru BK mempengaruhi dan menggerakkan psikologi siswa di sekolah mutlak diperlukan.  Berdasarkan hasil penelitian  dan pendukung penelitian diatas, jelaslah bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap BK ditinjau dari pemberian layanan BK siswa SMP N 1 Terara Kata kunci : Pemberian Layanan BK  dan  Persepsi Siswa Tentang BK
ANALISIS POLA PERILAKU GENDER PADA MASYARAKAT KELAYU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Baiq Fitri Rahmawati
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v9i2.61

Abstract

The aims of study is to describe the pattern of gender behavior in Kelayu society by comparing patterns of gender behavior in housewife’s family with mother work’s family, and to analyze the differences between them. The method of research use a qualitative method with the techniques of data collection such as interviews, observation and documentation. Meanwhile, the techniques of data analysis used  Milles and Hubberman’s  techniques is data reduction, data display, dan  conclusion drawing/verification. The results of this study showed a pattern of gender behavior in society Kelayu as follows: (1) Men are the breadwinners and women are housekeeper. (2) Aggressiveness is male. With the aggressive nature allows men to access the wealth and social status in the community; (3) Respect and obedience of the woman. Women are required to have a high adherence properties, especially adherence to her husband and their parents.; (4) a high activity level is male. Men have a higher level of activity than women, since small socialized in the forms of the game. They do a lot of outdoor activities, such as playing the game wide cap pistol, kites, and many other activities that require a lot of motion and outside the home; and (5) Women have a passive nature and soft, gentle and loving, so it is reasonable given the task of parenting. Weak women makes it requires protection from men. Keywords: behavioral patterns of gender, ancestry housewife, mother's family work
MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR SEJARAH INDONESIA I MELALUI MODEL CTL BERBANTUAN BAHAN AJAR Syahrul Amar; Abdul Rasyad; Andi Sulastri
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v9i2.75

Abstract

Problems historical learning process is the low activity and student learning outcomes. This is due to lack of appropriate learning model in learning. Learning model that can be used to overcome this problem is the model CTL-aided instructional materials. Contextual Learning (CTL) presents the events of the past into the real world who directly witnessed the student. This study aims to improve the activity and learning outcomes through CTL model-aided instructional materials Indonesian History course I .. This research is a class action that includes planning, implementation, observation / evaluation and reflection. The research activities conducted on the activities and learning outcomes and student responses to deploy lecture. The subject of the first semester students study History Education Studies Program. Activity data were collected using the observation sheet. Data were collected using a test of learning outcomes. Student response data on the implementation of the course through observation and interviews. The results showed activity in the learning cycle I had an average score of 5.27 with a fairly active category. The second cycle of increased activity learning with an average score of 7.5 with Active category. Results of study subjects Indonesian History I through CTL Model-aided instructional materials increased from the first cycle to the second cycle where the average value of learning outcomes in the first cycle is 63, 77 (enough) and the second cycle of the average value increased by 73.40 (high). Student response to the application of the model identified CTL strongly agree.Keywords: CTL, Instructional Materials, Activity, Learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP MOTIVASI DAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PADA SISWA KELAS X.IPA SMA NEGERI 1 TERARA TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 Sarwati Sarwati
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v9i2.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Motivasi dan Kemampuan Memecahkan Masalah Pada Siswa Kelas X.IPA SMA Negeri 1 Terara Tahun Pembelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan yaitu quasi experimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X.IPA SMA Negeri 1 Terara yang berjumlah 4 kelas yakni kelas X.IPA 1, X.IPA 2, X.IPA 3 dan X.IPA 4. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan simple random sampling, dan yang terpilih sebagai sampel adalah kelas X.IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan X.IPA 1 sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan uji F melalui Manova dengan bantuan SPSS -16 for Windows. Setelah analisis data dengan uji F melalui manova didapatkan harga F dengan nilai sig lebih besar dari 0,05, yaitu 0,061 untuk angka sig kemampuan memecahkan masalah dan 0,909 untuk angka sig motivasi belajar siswa. Selain itu harga Fhitung < Ftabel, yang berarti Ho diterima. Harga Fhitung kemampuan memecahkan masalah yaitu 3,620 lebih kecil dari Ftabel = 4,00 (dk1 = 1 dan dk2 = 78). Sedangkan Fhitung motivasi belajar siswa yaitu 0,013 lebih kecil dari Ftabel = 4,00 (dk1 = 1 dan dk2 = 78). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis di atas, diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah tidak memiliki pengaruh terhadap motivasi dan kemampuan memecahkan masalah pada siswa kelas X.IPA SMA Negeri 1 Terara tahun pembelajaran 2013/2014. Implikasi penelitian ini, yakni perlunya penyiapan permasalahan yang autentik, peranan guru sebagai fasilitator, penyiapan bahan penilaian yang autentik, dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan yang menunjang pelaksanaan model pembelajaran berbasis masalah. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Motivasi Belajar, dan Kemampuan Memecahkan Masalah.
STATUS JANDA DAN PRODUKTIFITAS PEREMPUAN SASAK (Studi Kasus di Desa Mujur Kec. Praya Timur Lombok Tengah) Abdul Latif; Abdullah Muzakkar
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v9i2.62

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah tahun 2014. Topic yang dipilih adalah status janda dan produktifitas pada perempuan Sasak. Penelitian ini dilakukan karena melihat tingginya angka perceraian yang terjadi pada masyarakat sasak khususnya masyarakat desa Mujur. Hal ini diperkuat dengan hasil pengamatan awal yang menunjukkan bahwa janda memiliki produktivitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan saat mereka masih bersuami. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya tingkat perceraian di masyarakat desa Mujur disebabkan oleh faktor budaya patriaki yang masih dominan, faktor rendahnya tingkat pendidikan khususnya yang dialami oleh perempuan, dan faktor ekonomi. Fakta tentang tingginya produktifitas janda disebabkan karena setelah perceraian perempuan harus memenuhi kebutuhan  hidupnya dan anak-anaknya, sehingga mereka termotivasi untuk menjadi perempuan yang lebih  produktif.Kata Kunci: Perempuan Sasak, Perceraian, Status Janda, Produktifitas.
STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI SISWA TUNANETRA MTs YAKETUNIS YOGYAKARTA Umi Aisyah
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v9i2.66

Abstract

MTs Yaketunis Yogyakarta is a formal educational institution that organizes guidance and counseling services. Becomes interesting when all students are blind people and teacher guidance and counseling are also blind people. This study aims to determine strategies strategy guidance and counseling services to be performed for blind students in MTs Yaketunis Yogyakarta.This study used a qualitative method with descriptive analysis approach. The results of this study found that the strategy of guidance and counseling services for students with visual impairments Yaketunis MTs Yogyakarta includes four service components with each strategy in it as follows: first, basic services with the guidance of a classical strategy, service orientation, information services, group counseling, and data collection . Second, responsive service uses a strategy of individual counseling, group counseling, referrals, collaboration with subject teachers or homeroom, collaboration with parents, consulting, case conferences, and home visits (home visit). Ketigaperencanaan individual using placement services and distribution strategies. Fourth, the support system using network development strategy (networking), activity management, as well as research and development, and evaluation. There is a strategy which is not under the collaboration with stakeholders outside the madrassa, guidance peers (peer guidance) and hand over the case (referral). There is a quirk in guidance and counseling services for students with visual impairments, namely the verbal and non-verbal communication, media usage BK, and career guidance through coaching skills.Keywords: Strategy guidance and counseling services, blind students
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT SASAK (PENDEKATAN PRAGMATIK) Muhammad Jaelani Alpansori; Herman Wijaya
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v9i2.72

Abstract

Folklore is a literary work or have lived life and thrive in a society that is transmitted orally from one generation to the next. Because the story passed down orally often get additional variations of the speaker or the story. A folk story will be told in the same version or a different way though the contents of the same story. This study intends to explore the meaning and value of character education contained in folklore Sasak to be disseminated to the younger generation and the Sasak. This research is descriptive research kaulitatif with a pragmatic approach to the four stages, namely (1) data collection phase, which collects all the data related to the problems that have been formulated in the study, which is a collection of folklore Sasak, and conduct interviews with informants, (2) a data reduction step, namely the activities of selecting data in accordance with the object of study in research, (3) the stage of presentation of the data, which compile information or data regularly and detailed to be easily understood and analyzed, (4) the stage of drawing conclusions, namely activities formulate conclusions from the data obtained. This study mendeskrifsikan the meaning and value of character education contained within the story Sasak. Given a message or value of character education delivered by the author to have a role in shaping the educational value of character readers. Cerita rakyat adalah karya sastra yang hidup atau pernah hidup dan berkembang dalam sebuah masyarakat yang ditularkan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena diwariskan secara lisan seringkali ceritanya mendapatkan variasi atau tambahan si penutur cerita tersebut. Sebuah cerita rakyat yang sama akan diceritakan dalam versi atau cara yang berbeda meskipun isi ceritanya sama. Penelitian ini bermaksud menggali makna dan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Sasak untuk disebarluaskan kepada generasi muda dan masyarakat Sasak. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kaulitatif dengan pendekatan pragmatik dengan empat tahap, yaitu (1) tahap pengumpulan data, yaitu mengumpulkan semua data yang berkaitan dengan masalah-masalah yang telah dirumuskan dalam penelitian, yaitu kumpulan cerita rakyat Sasak, serta melakukan wawancara dengan informan, (2) tahap reduksi data, yaitu kegiatan memilih data yang sesuai dengan objek kajian dalam penelitian, (3) tahap penyajian data, yaitu menyusun informasi atau data secara teratur dan terperinci agar mudah dipahami dan dianalisis, (4) tahap penarikan simpulan, yaitu kegiatan menyusun simpulan dari data yang sudah diperoleh. Penelitian ini mendeskrifsikan makna dan nilai pendidikan karakter yang terkadung dalam cerita Sasak. Mengingat pesan atau nilai pendidikan karakter yang disampaikan oleh pengarang memiliki peran dalam membentuk nilai pendidikan karakter pembacanya. Keywords: Values, Education, Character, Story Sasak. Kata Kunci : Nilai, Pendidikan, Karakter, Cerita Sasak.

Page 2 of 3 | Total Record : 22


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 2 (2025): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 20 No 1 (2025): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 19 No 2 (2024): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 19 No 1 (2024): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 18 No 2 (2023): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 18 No 1 (2023): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 17 No 2 (2022): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 17, No 1 (2022): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 16, No 2 (2021): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 16, No 1 (2021): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 15, No 2 (2020) Vol 15, No 2 (2020): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 15, No 1 (2020) Vol 15, No 1 (2020): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 14, No 2 (2019) Vol 14, No 1 (2019) Vol 14, No 1 (2019) Vol 13, No 2 (2018) Vol 13, No 2 (2018) Vol 13, No 1 (2018) Vol 13, No 1 (2018) Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 1 (2017) Vol 12, No 1 (2017) Vol 11, No 2 (2016) Vol 11, No 2 (2016) Vol 11, No 1 (2016) Vol 11, No 1 (2016) Vol 10, No 2 (2015) Vol 10, No 2 (2015) Vol 10, No 1 (2015) Vol 10, No 1 (2015) Vol 9, No 2 (2014) Vol 9, No 2 (2014) Vol 9, No 1 (2014) Vol 9, No 1 (2014) Vol 8, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2013) Vol 8, No 1 (2013) Vol 8, No 1 (2013) Vol 7, No 2 (2012) Vol 7, No 2 (2012) Vol 7, No 1 (2012) Vol 7, No 1 (2012) Vol 6, No 2 (2011) Vol 6, No 2 (2011) Vol 6, No 1 (2011) Vol 6, No 1 (2011) Vol 5, No 2 (2010) Vol 5, No 2 (2010) Vol 5, No 1 (2010) Vol 5, No 1 (2010) Vol 4, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2009) Vol 4, No 1 (2009) Vol 4, No 1 (2009) More Issue