cover
Contact Name
Akhyar Anshori
Contact Email
akhyaransori@umsu.ac.id
Phone
+6282277000285
Journal Mail Official
jurnalinteraksi@umsu.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UMSU Gedung C Jalan Kapten Mukhtar Basri No 3 Medan, Sumatera Utara 20238
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : -     EISSN : 25806955     DOI : https://doi.org/10.30596/interaksi
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bekerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APIK PTM) yang terbit dua kali dalam setahun pada bulan Januari dan Juli. Terbit pertama kali pada bulan Januari 2017.
Articles 245 Documents
Framing Pemberitaan Aksi Indonesia Gelap di Tempo.co Hindarto Yanuar; Diryo Suparto; Didi Permadi
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i2.31327

Abstract

Aksi Indonesia Gelap pada Februari 2025 menjadi peristiwa sosial-politik yang memperoleh perhatian luas dari media online. Perbedaan pemberitaan menunjukkan bahwa media dapat membingkai realitas sesuai kebijakan redaksionalnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis framing pemberitaan aksi Indonesia Gelap di Tempo.co menggunakan model Robert N. Entman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi terhadap lima berita straight news Tempo.co yang dipilih secara purposive sampling karena mewakili dinamika aksi Indonesia Gelap dari kemunculan isu hingga respons pemerintah. Analisis dilakukan menggunakan empat elemen framing Entman, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation untuk mengidentifikasi pola pembingkaian dalam setiap pemberitaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo.co membingkai aksi sebagai partisipasi politik yang sah yang berakar pada kegagalan kebijakan struktural, memosisikan mahasiswa sebagai aktor moral yang mewakili aspirasi publik, serta menggambarkan pemerintah sebagai pihak yang defensif dan kurang responsif terhadap tuntutan mahasiswa. Temuan ini menegaskan peran media dalam membentuk konstruksi realitas dan pemaknaan publik terhadap aksi Indonesia Gelap.
Konstruksi Realitas Pemberitaan Bendera One Piece di Media Kompas.Com dan Tempo.Co Laelatussyarifah Laelatussyarifah; Diryo Suparto; Didi Permadi
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena pengibaran bendera "Jolly Roger" dari serial One Piece menjelang peringatan Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025 memicu polemik di ruang publik, menciptakan kontestasi makna antara ekspresi budaya populer dan penghormatan simbol nasional. Penelitian ini bertujuan membedah konstruksi realitas dan strategi pembingkaian (framing) yang dilakukan oleh media daring Kompas.com dan Tempo.co dalam memberitakan kontroversi tersebut.Penelitian menggunakan analisis framing model Robert N. Entman yang meliputi empat elemen: define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Data penelitian terdiri dari delapan artikel berita yang dipublikasikan pada periode 1–8 Agustus 2025.Temuan menunjukkan perbedaan signifikan dalam pengonstruksian isu. Kompas.com dominan dengan bingkai nasionalisme-normatif, mendefinisikan masalah sebagai ancaman ideologis dan potensi makar yang mengganggu kehormatan simbol negara. Sebaliknya, Tempo.co menggunakan bingkai pluralistik-edukatif dengan memposisikan fenomena sebagai bentuk kritik sosial dan kebebasan berekspresi yang sah secara hukum. Tempo.co secara eksplisit melakukan demitologisasi melalui metafora bahwa bendera tersebut bukan simbol terlarang. 
When Gen Z Leads Millennials: The Intergenerational Communication Gap at PT Nutrifood Alyda Khairunnisa; Harry Isra Muhammad; Silviana Purwanti; Dony Kristian
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i2.31219

Abstract

This study examined the dynamics of intergenerational communication gaps between Generation Z as leaders and Millennials as employees at PT Nutrifood Indonesia, East Kalimantan Region. The communication gap was analyzed in relation to the internalization process of the ICARE culture (Integrity, Collaboration, Innovation, Respect, and Excellence) owned by PT Nutrifood Indonesia. The purpose of this study is to understand the dynamics and identify the factors of communication gaps between Gen Z Leaders and Millennial employees and also analyze how organizational culture values are internalized through intergenerational communication processes. This study employed a descriptive qualitative approach using a case study method, with data collected through in-depth interviews and direct observation. The analytical framework utilized the concept of communication barriers and structuration theory as the theoretical foundation. For the data analysis technique, this study employed the Miles and Huberman technique, consisting of data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing/verifying. The findings revealed that Gen Z and Millennials tend to conform whenever they face communication barriers. Such conformity is manifested in cultural, language, and physical barriers that occur in PT Nutrifood Indonesia. The results shed light upon the dialectics of agency and structure in managing the generation gap in which a shift in values occurs towards the ICARE values as a structure that can be reproduced as a result of the duality that takes place.
Representasi Sadisme dalam Series Squid Games 2 (Kajian Semiotika Roland Barthes) Rizqina Widya Utami; Sarwo Edy; Inas Sany Muyassaroh
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i2.31248

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh peran serial televisi sebagai media komunikasi visual yang efektif dalam merepresentasikan realitas sosial, salah satunya melalui penayangan adegan kekerasan dalam Squid Game 2. Tayangan ini tidak sekadar menjadikan kebrutalan sebagai nilai jual, tetapi mengonstruksinya sebagai bahasa simbolik yang sarat akan pesan sosial dan budaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membongkar makna tersembunyi dari representasi sadisme tersebut menggunakan pisau analisis semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi secara langsung terhadap objek penelitian dan dokumentasi. Penarikan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yang difokuskan pada 3 episode representatif dari total 7 episode yang dipertimbangkan. Analisis data berfokus pada pemaknaan tanda denotatif, konotatif, dan mitos dari berbagai elemen visual, dialog, serta alur cerita. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tataran denotatif, sadisme digambarkan secara eksplisit lewat aksi manipulasi, pengkhianatan brutal, kompetisi mematikan, dan pembunuhan fisik. Secara konotatif, tindakan kekerasan tersebut merupakan cerminan tajam dari kelamnya realitas sosial yang dipenuhi oleh dominasi kaum elite, semunya kebebasan, serta hancurnya rasa kemanusiaan akibat tekanan struktural yang timpang. Lebih jauh pada level mitos, serial ini mematahkan narasi idealis tentang kemenangan keadilan dan kekuatan persahabatan, sekaligus menelanjangi bagaimana tatanan masyarakat modern seolah telah mewajarkan kompetisi berdarah dan dominasi kelas. Kesimpulannya, Squid Game 2 hadir sebagai sebuah kritik ideologis yang membongkar cara kerja manipulasi kekuasaan dalam melanggengkan ketimpangan sosial yang sudah terlembaga secara sistemik.
News Framing of the Free Nutritious Meal Program in IDN Times and Kompas.id: A Robert Entman Analysis Doni Hermawan; Iskandar Zullkarnain; Lusiana Andriani Lubis
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i2.31182

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) is one of the priority policies of Prabowo Subianto’s administration, aimed at improving the nutritional quality of the population and reducing stunting rates in Indonesia. In its implementation, this program has generated various responses, ranging from appreciation for its socio-economic benefits to criticism regarding food poisoning cases, budget governance, and technical issues in its implementation. This study aims to analyze the construction of reality of the MBG Program in the online news coverage of IDN Times and Kompas.id and to compare the framing characteristics used by the two media outlets. This research employs a constructivist paradigm with a qualitative approach. The data were obtained through documentation of ten news articles selected purposively from January 2025 to January 2026 and were strengthened through interviews with the editorial teams of both media outlets as source triangulation. The data were analyzed using Robert N. Entman’s framing model, which includes define problems, diagnose causes, make moral judgment, and treatment recommendation, supported by the theory of social construction of reality, Hierarchy of Influences theory, mass communication theory, and new media theory. The findings show that IDN Times tends to frame the MBG program critically by highlighting issues of implementation, social impact, and government accountability, while Kompas.id places greater emphasis on balanced policy journalism through context, data, solutions, and program evaluation. These framing differences indicate that the media act as agents of reality construction in shaping public understanding of government policies