cover
Contact Name
Akhyar Anshori
Contact Email
akhyaransori@umsu.ac.id
Phone
+6282277000285
Journal Mail Official
jurnalinteraksi@umsu.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UMSU Gedung C Jalan Kapten Mukhtar Basri No 3 Medan, Sumatera Utara 20238
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : -     EISSN : 25806955     DOI : https://doi.org/10.30596/interaksi
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bekerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APIK PTM) yang terbit dua kali dalam setahun pada bulan Januari dan Juli. Terbit pertama kali pada bulan Januari 2017.
Articles 233 Documents
Sibambo Studio's Creative Advertising Strategy to Increase Brand Awareness Prabowo, Monika Yudesta; Muktaf, Zein Mufarrih
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i1.20935

Abstract

Sibambo Studio is an architectural consulting company that wants to change its communication strategy during the pandemic. Sibambo Studio collaborated with Syafa'at Marcomm to create the creative strategy through to its execution. This research tries to see how the creative process was carried out by Syafa'at Marcomm in solving the Sibambo Studio problem and designing the solution in a creative strategy. This research found the following conclusions; First, in the creative advertising strategy process, the Strategic Planner team always goes through an orderly process of stages. The stages carried out are a creative strategy system or formula that is used repeatedly. Second, the stages, system or formula in a creative strategy consist of pitching and collecting client data, then continuing with creating a client brief, creating a creative brief and finally creative execution. Third, the strategy process to advertising production is carried out jointly through discussions between the Account Executive (AE), Strategic Planner and also the Creative Team. Fourth, market analysis in building a creative brief relies on 4 main pillars, namely relevant, customer, competitor and brand.
Analisis Wacana Digital pada Konten Video TikTok dengan Musik "Backburner” di TikTok Mahesi, Putri Inka; Chairil, Augustin Mustika
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i1.19822

Abstract

Fenomena penyebaran lagu-lagu melalui media sosial, terutama di platform TikTok, menarik perhatian karena dampaknya yang signifikan dalam membentuk tren budaya dan perilaku digital. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis wacana digital terhadap konten video yang menggunakan musik "Backburner" di TikTok. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan metode analisis wacana digital terhadap empat elemen utama: teks, konteks, tindakan dan interaksi, serta ideologi dan kekuasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara  emosional dan musik dalam konten, serta adanya penggunaan pernyataan patriarki dalam beberapa konteks hubungan. Analisis terhadap konteks melibatkan penelusuran asal-usul musik "Backburner," produksi konten terkait, dan pengaruh algoritma TikTok. Interaksi dan tindakan terhadap konten tersebut, yang tercermin melalui fitur seperti like, komentar, dan bagikan, menunjukkan adanya keterlibatan emosional dengan musik. Di sisi lain, dalam analisis ideologi dan kekuasaan, teridentifikasi narasi yang berkaitan dengan patriarki, representasi, dan praktik sosial dalam konten yang menggunakan musik "Backburner".
Analisis Perencanaan Komunikasi Telkom Corporate University Center dalam Pengembangan Karyawan PT. Telkom Indonesia Annisa, Dennisa Teguh; Nugrahani, Rah Utami
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i1.20485

Abstract

Tantangan bagi perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia adalah daya saing pekerja Indonesia yang rendah. Telkom menanggapi dengan mendirikan Corporate University untuk menghadapi persaingan teknologi dan global melalui budaya inovasi dan pemanfaatan sumber daya manusia yang berkomitmen pada program pendidikan, penelitian, dan inovasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Telkom Corporate University Center menggunakan strategi komunikasi deskriptif kualitatif untuk mengembangkan sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, yang berfokus pada penyampaian program melalui media digital seperti LMS Telkom dan Diarium serta evaluasi terintegrasi dalam tiga tahap, memainkan peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia PT. Telkom Indonesia. Telkom Corporate University Center mengubah program pengembangannya berdasarkan model Kirkpatrick dan Phillips, menerima umpan balik dari pelatihan eksternal, dan mengadopsi budaya kerja sama, yang menunjukkan adaptasi terhadap pandemi dan pemanfaatan teknologi inovatif. 
Analisis Manajemen Redaksi Radargarut.id Berbasis Algoritma Sajidin, Yusup Fazri
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i1.26520

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam lanskap media massa, sehingga mendorong media konvensional untuk beralih ke platform daring demi mempertahankan eksistensi dan menjangkau audiens yang lebih luas. Salah satu media lokal yang menghadapi tantangan tersebut adalah Radargarut.id, sebuah portal berita yang mengalami penurunan trafik hingga 81% dalam dua bulan terakhir. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana manajemen redaksi media lokal dapat beradaptasi dengan algoritma Google untuk menjaga relevansi konten serta meningkatkan visibilitas pemberitaan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta studi pustaka. Informan penelitian terdiri dari pengelola, redaktur pelaksana, dan praktisi media yang memahami proses kerja redaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tahap perencanaan, redaksi menentukan isu aktual sekaligus memprediksi isu potensial agar berita lebih cepat terindeks. Pada tahap pengorganisasian, wartawan, redaktur, dan tim SEO ditempatkan sesuai keahlian untuk menghasilkan konten yang relevan dan optimal secara teknis. Tahap pelaksanaan menekankan adaptasi berkelanjutan melalui pelatihan SEO dan pemantauan perubahan algoritma. Sementara itu, pengawasan dilakukan dengan memanfaatkan Google Analytics, alat bantu digital untuk pengecekan teknis, serta masukan pembaca sebagai bentuk evaluasi eksternal. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa Radargarut.id telah menerapkan strategi manajemen redaksional yang adaptif terhadap dinamika algoritma dan kebutuhan audiens. Namun, keterbatasan sumber daya tetap menjadi kendala utama dalam menghadapi persaingan dengan media nasional yang memiliki teknologi dan kapasitas lebih besar. 
Religiusitas dan Intensi Generasi Z untuk Membeli Fashion Luxury Brand di Kota Bandung Az Zahra, Rida Ratu; Christin, Maylanny
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i1.20517

Abstract

Agama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pembelian produk barang mewah di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya permintaan akan fashion luxury brand di kalangan generasi Z di Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi pembelian barang mewah yaitu adanya faktor sosial yang didalamnya terdapat unsur agama. Fenomena yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir yaitu generasi Z muslim di Kota Bandung yang dihadapkan dengan barang-barang mewah dan lebih menekankan aspek keagamaan dalam kehidupannya. Bagi beberapa orang yang religius, pembelian barang mewah sangat bertentangan dengan ajaran nilai agama yang mengedepankan kesederhanaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi bagaimana tingkat religiusitas dan motivasi yang terjadi pada generasi Z dalam intensi membeli produk fashion luxury, serta bagaimana religiusitas berperan didalam motivasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan studi kasus intrinstik. Serta dianalisis menggunakan teknik analisis data dari Miles and Hubberman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa religiusitas yang terjadi pada generasi Z dalam intensi membeli fashion luxury brand yang telah diamati melalui dimensi keyakinan, pengetahuan, peribadatan atau praktik, penghayatan, dan efek atau pengalaman. Dilihat dari lima dimensi tersebut terlihat bahwa tujuan generasi Z untuk membeli fashion luxury yaitu untuk aktualisasi diri.
Kecerdasan Buatan dalam Praktik Kehumasan: Analisis Framing Media Komunitas PR Indonesia Bakti, Fajrin Marhaendra; Aryatama, Agradi
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i1.22609

Abstract

Teknologi kecerdasan buatan, khususnya generative AI, telah merevolusi industri komunikasi, termasuk dalam praktik kehumasan. Studi ini mengkaji bagaimana salah satu media komunitas kehumasan, PR Indonesia, membingkai isu kecerdasan buatan dengan menggunakan pisau analisis framing Robert Entman. Dari hasil analisis pada 11 artikel yang terbit pada November 2022 hingga November 2024, kecerdasan buatan diposisikan oleh PR Indonesia sebagai teknologi yang memberikan peluang besar bagi efisiensi dan inovasi dalam praktik kehumasan, sehingga tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Kurangnya keterampilan praktisi humas disorot sebagai salah satu tantangan utama. PR Indonesia juga menekankan urgensi peningkatan kapasitas profesional dan keseimbangan etis dalam penerapan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan dipandang sebagai alat yang mampu mendorong efektivitas kerja kehumasan, namun tetap membutuhkan sisi humanis dari manusia. Rekomendasi yang diberikan media ini mencakup pelatihan pada praktisi kehumasan dan pendekatan kolaboratif. Studi ini berkontribusi pada pemahaman pembingkaian media tentang kecerdasan buatan, tetapi terbatas pada pemberitaan di media yang fokus pada kehumasan. Studi lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi perspektif para praktisi humas dan dinamika pembingkaian dari waktu ke waktu.
Atensi di Era "Receh": Studi Kuantitatif Pengaruh Algoritma Video Pendek terhadap Fokus Belajar Siswa SMPN 115 Jakarta Sari, Wasvita
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i1.28346

Abstract

Fenomena brain rot atau penurunan kognitif akibat konsumsi konten digital yang repetitif, absurd, dan adiktif kini marak di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh signifikan antara tingkat terpaan konten brain rot terhadap tingkat atensi siswa SMPN 115 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 228 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji asumsi klasik serta analisis regresi linear sederhana menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara terpaan konten brain rot terhadap atensi siswa (r 0,0001). Meskipun nilai koefisien korelasi menunjukkan hubungan yang lemah (R = 0,242), arah pengaruh bersifat negatif, di mana peningkatan paparan konten berkorelasi dengan penurunan kemampuan fokus dan konsentrasi siswa dalam pembelajaran. Konten ini berkontribusi sebesar 5,8% terhadap variasi tingkat atensi, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal lainnya. Kesimpulannya, konsumsi konten digital yang dangkal secara intensif terbukti memperburuk masalah atensi pada remaja. Disarankan adanya program literasi digital dan pendampingan orang tua untuk memitigasi dampak negatif tersebut.
Peran Fitur Lirik Spotify Premium terhadap Minat Berlangganan Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University Rangkuti, Michelia Aisha; Priatna, Wahyu Budi; Pranata, Rici Tri Harpin; Riyanto, Sutisna
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i1.27314

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dan pengaruh fitur lirik Spotify Premium terhadap minat berlangganan mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University. Menggunakan metode survei kuantitatif dengan desain cross-sectional, data dikumpulkan dari 85 responden melalui kuesioner daring berskala Likert empat poin. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, korelasi Spearman, serta regresi linier sederhana melalui IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur lirik dipersepsikan secara positif dari aspek aksesibilitas, kualitas tampilan, interaktivitas, serta manfaat hiburan dan edukatif. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap fitur lirik dan minat berlangganan (r = 0,513; p 0,001). Selain itu, fitur lirik berpengaruh secara signifikan terhadap minat berlangganan (B = 0,371; t = 5,438; p 0,001) dan mampu menjelaskan 26,3% variasinya. Temuan ini menegaskan bahwa fitur lirik berkontribusi dalam meningkatkan minat berlangganan Spotify Premium melalui pemenuhan kebutuhan pengguna dan peningkatan kualitas pengalaman mendengarkan musik.
Framing dan Isu Sosial dalam Jurnalisme Media Sosial: Tinjauan Literatur atas Praktik Representasi Komunitas Pendatang Priyanata, I Kadek Sista; Srikandi, Melati Budi
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i1.26534

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memunculkan jurnalisme media sosial yang memungkinkan siapa pun menjadi produsen informasi. Fenomena ini membuka ruang partisipasi publik, namun juga menimbulkan risiko framing bias terhadap kelompok sosial, termasuk komunitas pendatang. Penelitian ini bertujuan menelaah praktik framing dalam jurnalisme media sosial dan implikasinya terhadap representasi komunitas pendatang melalui tinjauan literatur tematik. Kajian ini mengidentifikasi 10 artikel dari basis data bereputasi (Scopus, Sinta, DOAJ) dengan kriteria inklusi: membahas framing, media sosial, dan representasi pendatang. Hasil sintesis menunjukkan dua pola framing dominan: negatif (pendatang sebagai ancaman keamanan, beban sosial, dan kriminalitas) dan positif (pendatang sebagai kontributor ekonomi, pelestari budaya, dan penguat solidaritas). Faktor algoritmik dan logika viralitas memperkuat bias negatif karena konten emosional lebih mudah mendapat atensi. Implikasi komunikatif framing negatif mencakup penguatan stereotip dan eksklusi sosial, sedangkan framing positif berpotensi membangun inklusi meskipun daya sebarannya lemah. Studi ini menegaskan urgensi literasi media dan komunikasi inklusif bagi audiens, jurnalis, dan platform digital untuk mengurangi dampak framing bias. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan analisis big data di platform populer seperti TikTok dan Instagram untuk memahami dinamika framing secara real-time.
Coastal Family Communication Culture in the Case of Low Educational Quality Among Fishermen's Children (A Case Study of Fishermen Families in Bagan Kuala Village, Serdang Bedagai Regency) Zuhdi, Abdurrahman; Adhani, Abrar; Lubis, Faizal Hamzah
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v10i1.24839

Abstract

Introduction: This study looks at how family communication in fishermen households in Bagan Kuala Village affects the low quality of education among their children. Many fishing families focus more on work and income than on school, which impacts children's motivation to learn. The main issue is that communication about education is limited and often one-sided, with parents making decisions without much discussion. This topic is important because not many studies have explored how family communication, not just poverty, plays a role in children's education in coastal communities.Methods: The research uses a qualitative case study approach. Data were collected from five fishermen families through purposive sampling. In-depth interviews, direct observation, and documentation were used to explore communication patterns, and the data were analyzed thematically to identify meaningful insights.Results: Findings show that educational discussions are rarely prioritized in family communication, which tends to be one-directional from parents to children. Economic survival dominates decision-making, leading to weak motivation among children to pursue formal education. Only one family reported active dialogue about higher education.Conclusion: The study concludes that limited, economically driven communication within fishermen families contributes significantly to the low educational outcomes of children. This highlights the need for family-level communication interventions that emphasize the long-term value of education and empower both parents and children. The main takeaway is that improving educational quality in coastal communities requires addressing not only access and funding but also internal family dynamics and cultural values