cover
Contact Name
ALBACORE
Contact Email
albacore@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622935
Journal Mail Official
albacore@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis Kampus IPB, Dramaga – Bogor 16680 Telp. (0251)8622935
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut
ISSN : 25491326     EISSN : 2655559X     DOI : 10.29244
Albacore (Jurnal Penelitian Perikanan Laut) merupakan salah satu jurnal ilmiah di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK IPB. Jurnal ini melanjutkan Bulletin PSP yang telah hadir lebih dahulu sejak tahun 1992 hingga tahun 2013.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 313 Documents
KONSENTRASI EKSTRAK AKAR TUBA (Derris elliptica) SEBAGAI RACUN PATIN (Pangasius pangasius) Gondo Puspito; Mustaruddin; Hani Dwi Wijayanti; Fis Purwangka
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 1 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.1.209-219

Abstract

Penelitian mencoba untuk menentukan konsentrasi ekstrak akar tuba yang efektif untuk meracuni patin (Pangasius pangasius) dan hubungan antara waktu pingsan dan pulih patin berdasarkan konsentrasi ekstrak racun tuba. Indikatornya didasarkan atas waktu pingsan tercepat dan waktu pulih terlama. Sebanyak 72 patin berukuran panjang total antara 13-37,5 cm dijadikan sebagai sampel penelitian. Konsentrasi ekstrak akar tuba minimal ditentukan 10 ppm, menengah 45 ppm, dan maksimal 80 ppm. Konsentrasi < 10 ppm tidak memberikan pengaruh apapun pada ikan, sedangkan konsentrasi > 90 ppm menyebabkan kematian ikan. Sementara kategori respon ikan disesuaikan dengan tabel McFarland (1959). Hasilnya adalah konsentrasi ekstrak akar tuba 80 ppm lebih baik dibandingkan dengan 45 ppm, dan 10 ppm. konsentrasi 80 ppm menyebabkan patin lebih cepat pingsan dan lebih lama pulih. Hubungan antara waktu pingsan tpn dan waktu pulih tpl untuk setiap konsentrasi ekstrak akar tuba dijelaskan oleh persamaan tpn dan waktu pulih tpl untuk setiap konsentrasi ekstrak akar tuba dijelaskan oleh persamaan tpl-80ppm = 9,4599 tpn--80ppm + 0,0553 dengan nilai koefisien korelasi r = 0,996, tpl-45ppm = 8,4181 tpn-45ppm - 22,615 (r = 0,998), dan tpl-10ppm = 5,5104 tpn-10ppm - 56,115 (r = 0,997). Kata kunci: akar tuba, ekstrak, konsentrasi, patin, pingsan, pulih, racun
PENGUKURAN SEBARAN FREKUENSI SUARA RUMPON PORTABLE PADA FREKUENSI YANG BERBEDA Ahmad Zuhril Hisan; Roza Yusfiandayani; Ronny Irawan Wahju
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.221-233

Abstract

Rumpon portable dioperasikan untuk mengumpulkan ikan menggunakan suara, di mana ikan dapat mendeteksi suara menggunakan inner ear (telinga dalam), gelembung renang, dan linea lateralis. Ikan yang mendekati sumber suara dikategorikan sebagai ikan acoustictaksis positif, sedangkan ikan yang menjauh dari sumber suara disebut acoustictaksis negatif. Pada rumpon portable, suara yang dikeluarkan dapat merambat di perairan. Suhu dan salinitas berpengaruh terhadap gelombang suara yang merambat pada kolom perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur frekuensi suara rumpon portable dengan frekuensi 1.000-5.000, 6.000-10.000, 11.000-15.000 Hz pada skala laboratorium, mengukur frekuensi suara rumpon portable dengan frekuensi 11.000-15.000 Hz pada skala lapangan di Palabuhanratu. Penelitian ini dilakukan dengan pengukuran langsung di lapangan sebanyak 3 kali ulangan di setiap frekuensinya. Hasil dari laboratorium menunjukkan pada frekuensi 11.000-15.000 Hz memiliki noise yang sedikit. Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan adanya perbedaan amplitudo di setiap waktu dan jarak dikarenakan adanya faktor suhu, salinitas dan faktor lingkungan lainnya seperti arus dan angin. Gelombang suara yang dapat dideteksi di kedalaman 2 meter dan 6 meter secara horizontal. Kata kunci: experimental fishing, frekuensi, Palabuhanratu, rumpon portable
PERSEPSI NELAYAN LONGLINE DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP TERHADAP PENGGUNAAN PETA PRAKIRAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN Huwaida, Hanifah; Wahyuningrum, Prihatin Ika; Komarudin, Didin; Simbolon, Domu
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 3 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.3.333-347

Abstract

Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) mengembangkan teknologi informasi dalam bentuk Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) untuk membantu nelayan dalam penentuan daerah penangkapan ikan yang akurat. Penggunaan PPDPI oleh nelayan longline belum efektif dikarenakan minimnya informasi yang diperoleh nelayan serta permasalahan tingkat keakuratan peta. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi persepsi nelayan terhadap penggunaan PPDPI serta merekomendasikan alternatif strategi untuk meningkatkan penggunaan PPDPI oleh nelayan di PPS Cilacap. Penelitian dilakukan di PPS Cilacap menggunakan metode survei dengan responden nakhoda kapal longline. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif serta metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan persepsi nelayan terhadap penggunaan PPDPI ditinjau dari aspek ekologi, teknologi, sosial ekonomi, serta kelembagaan belum memberikan manfaat secara nyata terhadap nelayan. Ditinjau dari jumlah ikan tertangkap serta pengetahuan nelayan terhadap kondisi daerah penangkapan yang didominasi persepsi tidak mengalami perubahan, kesulitan akses PPDPI serta keakuratan titik penangkapan pada PPDPI yang masih diragukan, serta kurangnya kontribusi dan partisipasi pemerintah setempat dalam mendukung pengembangan pemanfaatan PPDPI di PPS Cilacap. Strategi yang direkomendasikan untuk mengembangkan pemanfaatan penggunaan PPDPI yaitu pemerintah harus melakukan validasi PPDPI dengan pengecekan lapang kepada nelayan longline dan menyediakan perangkat yang dapat mendistribusikan informasi PPDPI secara otomatis kepada nelayan selaku pengguna PPDPI. Kata kunci: nelayan longline, persepsi, PPDPI, PPS Cilacap, strategi alternatif
ANALISIS DESAIN KAPAL KAYU DENGAN LAMINASI POLYCARBONATE GUNA MENGEKSPLORASI WISATA BAWAH LAUT GILI GENTING Anauta Lungiding Angga Risdianto; M. Mustain; Akh. Maulidi; Triyanti Irmiyana; Windra Iswidodo
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.291-301

Abstract

Kabupaten Sumenep merupakan salah satu daerah dengan potensi wisata bawah laut yang melimpah, salah satunya adalah di Pulau Gili Genting yang memiliki keindahan ekosistem bawah laut, menawarkan pemandangan eksotis terumbu karang yang indah serta ribuan kawanan ikan hias. Namun, pada faktanya sarana dan prasarana guna menuju kawasan wisata bawah laut ini masih sangat minim. Hal ini terbukti dengan sedikitnya jumlah perahu maupun dermaga yang kurang dan sangat memprihatinkan. Perkembangan teknologi saat ini menawarkan berbagai macam jenis material pengganti kayu seperti fiber glass, HDPE (High Density Poly Ethylene), aluminum, PVC (Polyvinyl Chloride) dan material baru lainnya. Salah satunya adalah polycarbonate yang dikombinasikan dengan bahan kayu dapat menghasilkan produk kapal wisata yang unik. Proses desain kapal kayu wisata dengan laminasi polycarbonate diperoleh ukuran utama yakni L = 9 m, B = 1.8 m, H = 0.8 m, t = 0.42 m. Hasil simulasi model kapal dengan menggunakan aplikasi Maxsurf dengan kecepatan pengujian 8 knot diperoleh kebutuhan daya sebesar 4.646 kN, sehingga diperlukan daya mesin utama sebesar 30 HP. Kata kunci: desain, kapal kayu, polikarbonat, wisata
PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) DI PERAIRAN PANGANDARAN Siti Nurholisah; Alexander M.A. Khan; Lantun Paradhita Dewanti; Mega Laksmini Syamsuddin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.313-321

Abstract

Salah satu wilayah yang mempunyai potensi sumberdaya hayati laut yang cukup besar adalah Perairan Pangandaran. Ikan bawal putih (Pampus argenteus) merupakan salah satu sumberdaya hayati laut yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Pemetaan daerah penangkapan ikan bawal putih dapat dilakukan dengan pemanfaatan teknologi SIG. penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah penangkapan ikan bawal putih dan juga menganalisis hubungan parameter oseanografi dengan produktivitas tangkapannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data yang digunakan diambil dari Aqua modis, ECMWF, DEMNAS, dan data dari Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai CPUE tertinggi berada pada posisi 108˚47’49” BT dan 7˚45’59” LS dan nilai CPUE terendah berada pada posisi 108˚40’31” BT dan 7˚46’31” LS, suhu optimum berada pada kisaran 27-28˚C, klorofil-a optimum berada pada kisaran 3,1-4,0 mg/m3, nilai optimum arus berada pada kisaran 2,6-5,0 m/s dan nilai optimum kedalaman berada pada kisaran 16-36 m. Kata kunci: bawal putih, pangandaran, pemetaan, SIG
POLA DISTRIBUSI DAN EFISIENSI PEMASARAN IKAN CAKALANG DI PPI DUFA-DUFA KOTA TERNATE Rian Hidayat; Eko Sri Wiyono; Iin Solihin; Roza Yusfiandayani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.235-242

Abstract

Hasil tangkapan Ikan di Kota Ternate sebagian besar didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Dufa-dufa. Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) merupakan salah satu pelabuhan yang menjadi pusat pengembangan ekonomi industri perikanan baik dari segi produksi maupun penjualan. Cakalang merupakan salah satu jenis ikan yang didaratkan di PPI Dufa-dufa. Cakalang menjadi hasil tangkapan unggulan nelayan di PPI Dufa-dufa selain tuna, tongkol dan kembung. Tujuan penelitian bertujuan untuk mengetahui pola distribusi dan efisiensi pemasaran ikan cakalang di PPI Dufa-dufa Kota Ternate. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis data yaitu data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan adanya 5 jalur distribusi ikan cakalang yaitu: jalur I terdiri dari: nelayan, pelaksana, pedagang (dibo-dibo). Jalur distribusi II terdiri dari: nelayan, pedagang (dibo-dibo). Jalur distribusi III yaitu: nelayan, pedagang (dibo-dibo), pedagang kecil. Jalur distribusi IV terdiri dari nelayan, pelaksana, perusahaan. Jalur V yaitu terdiri dari: nelayan dan konsumen. Berdasarkan kriteria efisiensi pemasaran ikan cakalang di PPI Dufa-dufa Kota Ternate pada setiap jalur distribusi menunjukan bahwa efisiensi pemasaran masih di bawah <5% dimana pada pada pelaku distribusi pelaksana sebesar 0,00, pedagang (dibo-dibo) 1,58 dan pedagang kecil 4,17%. Kata kunci: cakalang, efisiensi pemasaran, pola distribusi, PPI Dufa-dufa
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN GILLNET MILLENIUM BERDASARKAN PERBEDAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI PPI KARANGSONG Rizkia Nurfarida; Lantun Paradhita Dewanti; Sri Astuty; Izza Mahdiana Apriliani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.303-312

Abstract

Produksi hasil tangkapan ikan gillnet millenium yang didaratkan di PPI Karangsong berasal dari berbagai daerah penangkapan ikan (DPI). Karakteristik DPI dapat mempengaruhi komposisi hasil tangkapan. Riset ini bertujuan untuk membandingkan komposisi jenis, ukuran ikan, serta menganalisis hubungan suhu permukaan laut dan klorofil-a terhadap komposisi hasil tangkapan gillnet millenium berdasarkan daerah penangkapan. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil riset, didapatkan hasil tangkapan yang berbeda dari masing-masing daerah penangkapan ikan, baik dari segi bobot maupun jumlah ikan hasil tangkapan gillnet millenium. Hasil tangkapan utama gillnet millenium yaitu ikan tongkol dan ikan tenggiri. Komposisi hasil tangkapan utama dari segi bobot sebesar 56% dan hasil tangkapan sampingan sebesar 44%. Komposisi ukuran ikan tongkol didominasi oleh ukuran layak tangkap sebesar 66%, ikan tenggiri didominasi oleh ukuran belum layak tangkap sebesar 96%. Pemanfaatan hasil tangkapan sebesar 99,88%. Hubungan hasil tangkapan utama terhadap klorofil-a dan SPL memiliki hubungan yang kuat dengan nilai korelasi sebesar 0,71 bagi kapal <15 GT sedangkan untuk kapal ≥15-30 GT sebesar 0,73. Kata kunci: klorofil-a, suhu permukaan laut, tenggiri, tongkol
TINJAUAN OPERASIONAL USAHA PERIKANAN PUKAT CINCIN (PURSE SEINE) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI MAYANGAN, JAWA TIMUR Yulia Estmirar Tanjov; Liya Tri Khikmawati; Eky Dwi Pangestu; Made Mahendra Jaya
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.261-270

Abstract

Salah satu contoh pukat cincin (purse seine) dengan satu kapal dan menggunakan lampu adalah yang saat ini digunakan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan. Berdasarkan data monitoring UPT PPP Mayangan, terjadi peningkatan alat tangkap purse seine sebesar 13,9% dari tahun 2020 sebesar 216 menjadi 246 di tahun 2021. Berdaasarkan data tersebut, peninjauan usaha perikanan purse seine dilakukan untuk mengevaluasi usaha perikanan tersebut melalui analisis keuangan, apakah menguntungkan atau sebaliknya. Metode purposive sampling digunakan dalam pengumpulan data peninjauan tersebut dengan melakukan beberapa tinjauan di lapangan seperti wawancara dan observasi pada responden. Responden yang dipilih berjumlah 20 yang mewakili nelayan purse seine di PPP Mayangan. Berdasarkan kajian tersebut menunjukkan bahwa operasi penangkapan ikan pukat cincin di PPP Mayangan menghasilkan keuntungan sebesar Rp.28.310.000 selama 4 perjalanan, dengan nilai rasio pendapatan terhadap biaya (revenue cost ratio) sebesar 2,23, yang menandakan usaha yang menguntungkan. Periode pengembalian investasi (payback period) untuk usaha ini adalah 33 bulan, menunjukkan pengembalian investasi yang relatif cepat. Berdasarkan hasil peninjauan, dapat disimpulkan bahwa usaha perikanan pukat cincin (purse seine) di PPP Mayangan adalah usaha perikanan tangkap yang sukses dengan pengembalian investasi yang cepat, memungkinkan usaha ini dipertahankan dan ditingkatkan. Kata kunci: purse seine, studi kasus, usaha perikanan
TEKNIK PENANGANAN IKAN DI ATAS KAPAL PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) BAJOMULYO, JAWA TENGAH Sari, Iya Purnama; Nawafil, M. Idya An
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 3 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.3.385-394

Abstract

Kapal purse seine menjadikan ikan pelagis kecil sebagai target tangkapan. Ikan pelagis kecil memiliki nilai jual tinggi, sehingga berdampak terhadap tingginya aktivitas penangkapan terhadap ikan tersebut. Hal ini menjadi dasar penting untuk mengetahui bagaimana teknik penanganan ikan tersebut di atas kapal agar diperoleh mutu dan kualitas ikan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik penanganan ikan di atas kapal sebelum didaratkan di PPP Bajomulyo, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan (Oktober 2022-Maret 2023) pada kapal KM. Mutiara Sejati. Metode dalam penelitian adalah wawancara dan partisipasi aktif, serta analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi ikan paling tinggi yaitu ikan layang dan layang benggol yang mencapai bobot masing-masing >14.000 kg. Tahapan dan proses penanganan ikan di atas kapal KM. Mutiara Sejati yaitu menaikkan ikan ke atas dek kapal, penyortiran ikan per jenis, pencucian ikan, pembekuan ikan, pengemasan ikan dan penyimpanan ikan. Kata kunci: kapal purse seine, penanganan ikan
USAHA JARING RAMPUS PERMUKAAN SEBAGAI PENOPANG KESEJAHTERAAN NELAYAN DI ERETAN WETAN, INDRAMAYU Mustaruddin; Handayani, Norvita; Wisudo, Sugeng Hari
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 1 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.1.091-100

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaan usaha jaring rampus permukaan, pendapatan dan kesejahteraan nelayan, serta pengaruh usaha jaring rampus permukaan dalam menopang kesejahteraan nelayan di Eretan Wetan Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pendekatan kategori kesejateraan menurut BKKBN, dan model regresi linear. Usaha jaring rampus permukaan di Eretan Wetan Indramayu memiliki fishing ground dengan jarak 3-5 mil, dioperasikan oleh 3-4 orang, dan hasil tangkapan dominan berupa ikan kembung (Rastrelliger spp). Pendapatan bersih setiap tripnya berkisar Rp172.938-402.063. Sekitar 40% nelayan jaring rampus di Eretan Wetan masuk kategori Keluarga Sejahtera II (KS II), dan 60% masuk kategori Keluarga Sejahtera III (KS III). Pengaruh usaha jaring rampus permukaan yang dihitung sebagai pendapatan (X) dalam menopang kesejahteraan (Y) dirumuskan dengan model Y = 8,721X+12,321. Pengaruh tersebut signifikan yang ditunjukkan oleh nilai p= 0,045. Kata kunci: jaring rampus permukaan, kesejahteraan, model regresi linear, nelayan, pendapatan