cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
ISSN : 23550074     EISSN : 25026887     DOI : -
Core Subject : Education,
Numeracy Journal is a journal on mathematics education. The Journal publishes articles comprising on mathematics learning, critical study of mathematics learning, classroom action research research on mathematics curriculum, learning method of mathematic, learning media of mathematic, research on mathematics assessment, and research on the development of mathematics learning.
Articles 201 Documents
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK SISWA SMP PADA MATERI LINGKARAN BERBENTUK SOAL KONTEKSTUAL DITINJAU DARI GENDER Rinny Anggraeni; Indri Herdiman
Jurnal Numeracy Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.623 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i1.293

Abstract

This research includes descriptive qualitative research that aims to analyze or know the problem solving ability of mathematics of female and male students on matter contextual circle material in junior high school. From the results of this study obtained that the problem solving ability of mathematics subject of woman better than subject of man. This is reflected in the results of the average scores on average of each indicator indicating that the subject of women has a higher average than the male subject. It is influenced by the management of women subject time is better than the subject of men, where in completing the subject of women tend to go through the first step solving or problems that are considered difficult to further do the other first. However, for other things there is no significant difference between the subject of women and men in solving the problem of mathematical problems in the form of contextual matter of circle material proposed. Abstrak Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis atau mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematik siswa perempuan dan laki-laki pada soal kontekstual materi lingkaran di jenjang SMP. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa kemampuan pemecahan masalah matematik subjek perempuan lebih baik dibandingkan subjek laki-laki. Hal ini tercermin dari hasil perolehan rata-rata skor benar setiap indikator yang menunjukkan bahwa subjek perempuan memiliki rata-rata lebih tinggi dibanding subjek laki-laki. Hal tersebut dipengaruhi oleh manajemen waktu subjek perempuan yang lebih baik dibandingkan subjek laki-laki, dimana dalam melakukan penyelesaian subjek perempuan cenderung melewati terlebih dahulu langkah penyelesaian atau soal yang dianggap sulit untuk selanjutnya mengerjakan terlebih dahulu soal lainnya. Akan tetapi, untuk hal lainnya tidak terdapat perbedaan yang mendasar antara subjek perempuan dan laki-laki dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematik berbentuk soal kontekstual materi lingkaran yang diajukan. Kata kunci: Kemampuan pemecahan masalah matematik, lingkaran, soal kontekstual, gender
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI TIPE OPEN-ENDED DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Rudi Restanto; Helti Lygia Mampouw
Jurnal Numeracy Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.839 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i1.301

Abstract

Abstrak Kemampuan berpikir kreatif siswa perlu dikembangkan melalui pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kreatif mahasiswa pendidikan matematika FKIP-UKSW ditinjau dari gaya belajarnya. Subjek terdiri dari 4 mahasiswa masing-masing satu dari gaya belajar visual, aural, read&write dan kinestetik. Instrumen Gaya belajar diadaptasi dari angket VARK. Pengumpulan data menggunakan soal tes, pedoman wawancara dan dokumentasi. Soal tes berbentuk open-ended pada materi geometri jarak dalam ruang dimensi tiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan gaya belajar Visual, aural dan read&write tergolong sangat kreatif dan Subjek dengan gaya belajar kinestetik tergolong kurang kreatif. Perbedaan gaya belajar dapat digunakan dalam memetakan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. AbstractThe students’ creative thinking ability needs to be developed through the learning of mathematics. This study aims to describe the level of creative thinking skills of students of mathematics education FKIP-UKSW in terms of learning styles. The subjects consist of 4 students each one from visual learning style, aural, read & write and kinesthetic. Learning style instruments adapted from the VARK questionnaire. Data collection uses test questions, interview guides and documentation. The test questions are designed to be open-ended on the distance material in three-dimensional space. The results showed that subjects with visual learning styles, aural and read & write were very creative and subjects with kinesthetic learning styles were less creative. Differences in learning styles can be used to map students' creative thinking ability. Keywords: creative thinking, geometry, learning style
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA BERDASARKAN GENDER PADA MATERI GEOMETRI Mik Salmina; Syarifah Khairun Nisa
Jurnal Numeracy Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.235 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i1.304

Abstract

One of the mathematical competencies that need to be developed in learning mathematics in school is mathematical reasoning. It due to the ability of mathematical reasoning can be used by the students as an appropiate problem solving to solve mathematical problems. This study aims to describe the mathematical reasoning ability of male and female students in solving the mathematical problem of geometry material in class X SMA Negeri 4 Banda Aceh. This research used qualitative method. The subjects in this study were 18 students consisting of 9 male from class X MIA1 and 9 female from class X MIA3 selected based on the criteria of academic ability; high, medium, and low ability. In this study, the data collection techniques used some instruments; test, observation guide, and interviews guide. The data analysis used is based on test result, observation, and interview obtained by students and assessed based on assessment rubric. The data analysis conducted by researchers used 6 subjects as representative subjects consisting of 3 male subjects and 3 female with high, medium, and low score assessment criteria. The result of analysis data showed that female students is better in understanding the materials of geometry compared to the male students in term of mathematical reasoning. Abstrak Kemampuan penalaran matematis merupakan salah satu kompetensi matematis yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika di sekolah. Hal ini disebabkan karena kemampuan penalaran matematis dapat membantu siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematis dengan menggunakan pemecahan masalah yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan soal penalaran matematika materi geometri di kelas X SMA Negeri 4 Banda Aceh. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah 18 siswa yang terdiri dari 9 subjek laki-laki dari kelas X MIA1 dan 9 subjek perempuan dari kelas X MIA3 yang dipilih berdasarkan kriteria kemampuan akademis yaitu siswa dengan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes, observasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu berdasarkan hasil tes, observasi, dan wawancara yang diperoleh siswa dan dinilai berdasarkan rubrik penilaian. Analisis data yang dilakukan peneliti menggunakan 6 subjek sebagai perwakilan yang terdiri dari 3 subjek laki-laki dan 3 subjek perempuan dengan kriteria hasil penilaian tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisis data kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan gender dalam menyelesaikan soal penalaran geometri yaitu kemampuan penalaran matematis siswa perempuan lebih unggul dibandingkan kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki. Kata kunci: Penalaran matematis, gender, geometri
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN RESILIENSI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP Enny Putri Cahyani; Wina Dwi Wulandari; Euis Eti Rohaeti; Aflich Yusnita Fitrianna
Jurnal Numeracy Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.854 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i1.309

Abstract

This study aims to describe and examine the correlation between interest in learning and mathematical resilence of junior high school students in improving students' mathematical understanding ability. The research method used is descriptive with the form of correlation. The population of this study is all students of class VIII SMP in Cimahi City, West Bandung regency. The sample used is 35 students of SMP taken randomly. Based on the result of the penelitian, it is concluded thatthe relationship between interest in learning to the ability of mathematical understanding; the correlation between resilience to the ability ofmathematical understanding; the relationship between interest in learning and resilience; the correlation between interest in learning and resilience to students' mathematical understanding. Great contribution given interest in learning and resilience to the ability of mathematical understanding of 50,3%. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menelaah hubungan antara minat belajar dan resilensi matematis siswa SMP terhadap kemampuan pemahaman matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk korelasi. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP di Kota Cimahi Kabupaten Bandung Barat. Sampel yang digunakan berjumlah 35 siswa SMP yang diambil secara acak. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, disimpulkan bahwa adanya hubungan antara minat belajar terhadap kemampuan pemahaman matematis; adanya hubungan antara resiliensi terhadap kemapuan pemahaman matematis; adanya hubungan antara minat belajar dengan resiliensi; adanya hubungan antara minat belajar dan resiliensi terhadap kemampuan pemahaman matematis siswa. Besar kontribusi yang diberikan minat belajar dan resiliensi terhadap kemampuan pemahaman matematis sebesar 50,3%. Kata kunci: Kemampuan pemahaman matematika, ketahanan dan ketertarikan matematis
KONEKSI MATEMATIS PADA MATERI KUBUS DAN BALOK OLEH SISWA SMP KELAS VIII Pavit Surya Karyanto; Helti Lygia Mampouw
Jurnal Numeracy Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.579 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i1.312

Abstract

Mathematical connections are related to the problems of everyday life. This study aims to describe the ability of mathematical connections of junior high school students on the material of cubes and beams. The main instrument is the researcher himself assisted with test sheets, interview guides and documentation. Subject consisted of 3 students of SMP Negeri 1 Bringin which have different level of mathematics ability that is high, medium and low and have studied material of cube and cuboid. The results of this study showed that the three subjects have different mathematical connection capabilities. Highly capable subjects have difficulty in recognizing mathematical concepts and procedures. medium-ability subjects of having difficulties in understanding concepts and procedures between each other are equivalent and low-ability subjects have difficulty in recognizing mathematical concepts and procedures, understanding procedures between each other equivalently as well as the ability to use mathematical connections with other fields of science. In general, subjects have difficulty in recognizing mathematical concepts and procedures. Abstrak Koneksi matematis berkaitan dengan masalah kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa SMP pada materi kubus dan balok. Instrumen utama adalah peneliti sendiri dibantu dengan lembar tes, pedoman wawancara dan dokumentasi. Subjek terdiri dari 3 siswa SMP Negeri 1 Bringin yang memiliki tingkatan kemampuan matematika yang berbeda yakni tinggi, sedang dan rendah serta pernah mempelajari materi kubus dan balok. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketiga subjek memiliki kemampuan koneksi matematis yang berbeda–beda. Subjek berkemampuan tinggi memiliki kesulitan dalam mengenali konsep dan prosedur matematika. Subjek berkemampuan sedang memiliki kesulitan dalam memahami konsep dan prosedur antara satu dengan yang lainnya yang ekuivalen dan subjek berkemampuan rendah memiliki kesulitan dalam mengenali konsep dan prosedur matematika, memahami prosedur antara satu dengan yang lain yang ekuivalen serta kemampuan dalam menggunakan koneksi matematika dengan ilmu bidang lain. Pada umumnya subjek mengalami kesulitan dalam mengenali konsep dan prosedur matematika. Kata kunci: Koneksi matematis, kubus, balok
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIK DAN MATHEMATICAL HABITS OF MIND SISWA SMP PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Ratni Purwasih; Novi Rahma Sari; Sopia Agustina
Jurnal Numeracy Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.341 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i1.318

Abstract

The ability of students' mathematical literacy in Indonesia according to the PISA study is still relatively low compared to other countries and can only complete 2 levels of 6 levels of mathematical literacy. In addition to the mathematical literacy skills that need to be improved, the affective aspects of the students also need to be improved as the objectives of the 2013 curriculum are character education. Therefore, the researcher wanted to do research which aims to describe the ability of mathematics literacy at level 3 and 4 (middle scale) and mathematical habits of mind of junior high school students. This research takes place in SMP Negeri 47 Bandung and the subject of research is class IX-C consisting of 33 students. The research method used is descriptive qualitative method. The instruments used are test and non test instruments in the form of questionnaires. The results of this research are 1) The ability of mathematics literacy level 3 junior high school students are moderate, while at level 4 is low, 2) Mathematical Habits of Mind junior high school students are strong. Abstrak Kemampuan literasi matematik siswa di Indonesia menurut studi PISA masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara lainnya dan hanya dapat menyelesaikan 2 level dari 6 level literasi matematika. Selain kemampuan literasi matematik yang perlu ditingkatkan, aspek afektif siswa juga perlu ditingkatkan sebagaimana tujuan kurikulum 2013 yaitu pendidikan berkarakter. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeksripsikan kemampuan literasi matematik pada level 3 dan 4 (skala menengah) dan mathematical habits of mind siswa SMP. Penelitian ini mengambil lokasi di SMP Negeri 47 Bandung dan subjek penelitian adalah kelas IX-C yang terdiri dari 33 siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Instumen yang digunakan yaitu instrumen tes dan non tes berupa angket. Hasil penelitian ini adalah 1) Kemampuan literasi matematik level 3 siswa SMP tergolong sedang, sedangkan pada level 4 tergolong rendah, 2) Mathematical Habits of Mind siswa SMP tergolong kuat. Kata kunci: Kemampuan literasi matematik, dan mathematical habits of mind
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR SISWA SMP PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Gatot Bagus Saputro; Helti Lygia Mampouw
Jurnal Numeracy Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.429 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i1.325

Abstract

Ability of algebraic thinking can be developed through mathematics learning. This study aims to describe how the ability of algebraic thinking of junior high school students is reviewed by gender differences. Subjects consisted of 6 students each of two from high, medium, and low math skills. Data collection uses test questions, interview guides and documens. Test contens problem of linear equations of one variable. The results showed that all subjects were highly skilled and medium-skilled male subjects who met algebraic thinking indicators. The subject of high mathematics men is more prominent in the Algebra indicator as the language of mathematics, the subject of women with high mathematics is more prominent in the algebraic indicator as a generalized form of arrhythmati and the subject of mathematical men is more prominent in indicators of representational ability. Differences in mathematical and gender skills can be used to map students' algebraic thinking skills. Abstrak Kemampuan berpikir aljabar siswa perlu dikembangkan melalui pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan berpikir aljabar siswa SMP ditinjau perbedaan gender. Subjek terdiri dari 6 siswa masing-masing dua dari kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data menggunakan soal tes, pedoman wawancara dan dokumentasi. Soal tes berbentuk soal cerita materi persamaan linear satu variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua subjek berkemampuan tinggi dan subjek laki-laki berkemampuan sedang yang memenuhi indikator berpikir aljabar. Subjek laki-laki berkemampuan matematika tinggi lebih menonjol pada indikator Aljabar sebagai bahasa matematika, subjek perempuan berkemampuan matematika tinggi lebih menonjol pada indikator aljabar sebagai bentuk generalisasi aritmati dan subjek laki-laki berkemampuan matematika sedang lebih menonjol pada indikator kemampuan representasi. Perbedaan kemampuan matematika dan gender dapat digunakan dalam memetakan kemampuan berpikir aljabar siswa. Kata kunci: Berpikir, aljabar, gender
TEORITIK TENTANG BERPIKIR REFLEKTIF SISWA DALAM PENGAJUAN MASALAH MATEMATIS Anwar; Sofiyan
Jurnal Numeracy Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.349 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i1.330

Abstract

One of the higher order thinking skills is reflective thinking. The ability to think was needed in the learning of mathematics, so that students are able to understand the mathematical concepts of them learn and be able to use these concepts correctly, one of which is when students have to find solutions from various problems of mathematics. In addition, one of the other potentials that students have to study and develop is the ability of problem prossing, because the ability of problem possing not only train students reasoning, but also positively affect the students ability in propossing and solving of mathematical problems. Abstrak Salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah berpikir reflektif. Kemampuan berpikir sangat dibutuhkan dalam pembelajaran matematika, agar siswa mampu memahami konsep-konsep matematika yang mereka pelajari serta mampu menggunakan konsep-konsep tersebut dengan tepat, salah satunya adalah ketika siswa harus mencari solusi dari berbagai permasalahan matematika. Selain itu, salah satu potensi lain yang dimiliki siswa perlu dikaji dan dikembangkan adalah kemampuan pengajuan masalah, karena kemampuan pengajuan masalah tidak hanya melatih penalaran siswa tetapi juga berpengaruh positif terhadap kemampuan siswa dalam mengajukan dan memecahkan masalah matematis. Kata kunci: Berpikir reflektif, masalah matematis, pengajuan massalah
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA PADA MATERI PECAHAN KELAS VII SMP Yenis Darlia; Ahmad Nasriadi; Nurul Fajri
Jurnal Numeracy Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.5 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i1.334

Abstract

The purpose of this research is to determine the level of students' thinking ability in solving problems by using Problem Based Learning (PBL) model on fractional material in class VII SMPN 8 Banda Aceh. This research is a classroom action research and done with two cycles and the subject in this research is the students of class VII SMPN 8 Banda Aceh. Data collection techniques include observation, test, and student response questionnaires. This research instrument uses observation sheet, test sheet description, and student response questionnaire. The data obtained is processed by using the percentage in accordance with predetermined effectiveness criteria. The results showed that the application of effective Problem Based Learning model is used to teach the fractional materials in class VII SMPN 8 Banda Aceh. From the final test also shows that 82.05% of students declared complete. Improvement of students' thinking skills taught by Problem Based Learning model is also better than students who are taught by conventional learning model. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir siswa SMP dalam memecahkan masalah dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada materi pecahan dikelas VII SMPN 8 Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dan dilakukan dengan dua siklus dan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 8 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan angket respon siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar pengamatan, lembar tes uraian, dan lembar angket respon siswa. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan persentase sesuai dengan kriteria keefektifan yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning efektif digunakan untuk mengajar pada materi pecahan di kelas VII SMPN 8 Banda Aceh. Dari tes akhir juga menunjukkan bahwa 82,05% siswa dinyatakan tuntas. Peningkatan kemampuan berpikir siswa yang diajar dengan model Problem Based Learning juga lebih baik dari siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvesional. Kata kunci: Problem based learning, kemampuan berpikir siswa, materi pecahan
ANALISIS TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKANSOAL OPEN-ENDED PADA MATERI BANGUN DATAR SEGI EMPAT Hari Nugraheni; Novisita Ratu
Jurnal Numeracy Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.75 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i2.345

Abstract

Problem-solving in mathematics aids students to develop creative thinking ability, one of them was giving a problem with open-ended type. It can tackle the problems in line with their abilities and provide opportunities to select methods that support them to think creatively. Type of research was qualitative descriptive with the purpose to determine the level of creative thinking ability (TKBK) of the eighth-grade students of SMP Negeri 9 Salatiga in solving open-ended questions of quadrilateral. The subjects consist of three students with high, medium and low mathematics abilities. The selection of the subject is based on the value of the test and recommendations of the teacher. The research was done through the test, interviews, and documentation. The test questions were open-ended quadrilateral material by observing 3 indicators of creative thinking such as fluency, flexibility, and novelty in order to measure creative thinking ability. The results showed that high mathematical abilities at TKBK 4 (very creative) able to demonstrate fluency, flexibility, and novelty. The subjects that able to show indicators of fluency were in TKBK 1 (less creative), low mathematical abilities were at TKBK 3 (creative), subjects were able to demonstrate fluency and flexibility in answering questions. Abstrak Pemecahan masalah matematika membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, salah satunya dengan memberikan soal dengan tipe masalah terbuka atau open-ended.Melalui masalah terbukasiswa dapat menyelesaikan dengan cara yang lebih sesuai dengan kemampuan mereka dan memberi kesempatan untuk memilih metode untuk memunculkan kemampuan dan dapat menunjang kemampuan berpikir kreatif.Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptifdengan tujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kreatif (TKBK) siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Salatiga dalam menyelesaikan soal open-ended materi bangun datar segi empat. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari tiga siswa berkemampuan matematika tinggi,sedang dan rendah. Pemilihan subjek berdasarkan nilai tes dan rekomendadi guru mata pelajaran matematika. Penelitian dilakukan dengan cara tes, wawancara dan dokumentasi. Soal tes berbentuk open-ended pada materi bangun datar segi empat dengan memperhatikan 3 indikator berpikir kreatif yaitu kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif. Berdasarkan hasil analisis data, penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa berbeda-beda.Subjek berkemampuan matematika tinggi berada pada TKBK 4 (sangat kreatif), subjek mampu menunjukkan kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan dalam menjawab soal.Subjek berkemampuan matematika sedang berada pada TKBK 1 (kurang kreatif), subjek hanya mampu menunjukkan indikator kefasihan.Subjek berkemampuan matematika rendah berada pada TKBK 3 (kreatif), subjek mampu menunjukkan kefasihan dan fleksibilitas dalam menjawab soal. Kata kunci: Kemampuan berpikir kreatif, open-ended, segiempat

Page 7 of 21 | Total Record : 201