cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
ISSN : 23550074     EISSN : 25026887     DOI : -
Core Subject : Education,
Numeracy Journal is a journal on mathematics education. The Journal publishes articles comprising on mathematics learning, critical study of mathematics learning, classroom action research research on mathematics curriculum, learning method of mathematic, learning media of mathematic, research on mathematics assessment, and research on the development of mathematics learning.
Articles 201 Documents
PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL MENGGUNAKAN ELPSA FRAMEWORK Firmansyah B; Ega Gradini; Elfi Rahmadhani
Jurnal Numeracy Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.232 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i2.397

Abstract

This paper aims to set out the level of mathematical understanding MTsNegeri 1 Takengon after taught with ELPSA. ELPSA component (Experience, Language, Pictorial, Symbol, and Application) implemented in the study of Linear equations of one Variable to dig a level deeper understanding mathematical students. This research is the research mix (mixed-method) using qualitative data to strengthen the quantitative findings.The research was carried out in Class VII MTs Negeri 1 Takengon involving 28 students. The level of mathematical understanding which is used is a level of understanding that developed from Skemp Kinach, where there are 5 levels of mathematical understanding: (1) understanding of the content, (2) understanding, (3) understanding of problem solving, (4), and epistemic (understanding 5) understanding Inkuiri. Based on the results of the study it can be concluded that learning through ELPSA (Experience, Language, Pictorial, Symbol, and Application) are generally the respondent has been able to achieve the level of problem solving. There is a small percentage of students who have achieved an understanding epistemic, but none reached the understanding of inkuiri. Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan tingkat pemahaman matematis siswa MTs Negeri 1 Takengon setelah diajarkan dengan ELPSA. Komponen ELPSA (Experience, Language, Pictorial, Symbol, dan Application) di implementasikan pada pembelajaran Persamaan Linear Satu Variabel untuk menggali level pemahaman matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian campuran (mixed-method) yang menggunakan data kualitatif untuk memperkuat temuan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di kelas VII MTs Negeri 1 Takengon dengan melibatkan 28 siswa. Level pemahaman matematis yang digunakan adalah level pemahaman Kinach yang dikembangkan dari Skemp, dimana terdapat 5 level pemahaman matematis yakni: (1) pemahaman konten, (2) pemahaman Konsep, (3) pemahaman pemecahan masalah, (4) pemahaman epistemic, dan (5) pemahaman Inkuiri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran ELPSA (Experience, Language, Pictorial, Symbol, dan Application) umumnya responden telah mampu mencapai level Pemecahan Masalah. Terdapat sebagian kecil siswa yang telah mencapai pemahaman epistemic, namun tidak ada yang mencapai pemahaman inkuiri. Kata kunci: Pemahaman matematis, kerangka kerja ELPSA, pembelajaran matematika
PERMASALAHAN PENILAIAN PADA MATERI GEOMETRI Herawati
Jurnal Numeracy Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.168 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i2.398

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman guru mengenai penilaian berdasarkan kurikulum 2013, proses penilaian berdasarkan kurikulum 2013 pada materi geometri, kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan penilaian dan solusinya, dan langkah-langkah penyusunan alat penilaian pembelajaran geometri yang dilakukan guru MTsN 4 Pidie Beureunuen. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi.Kemuadian data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif.Penelitian ini menunjukkan bahwapemahaman guru terhadap penilaian berdasarkan kurikulum 2013 sudah baik dengan adanya pelatihan-pelatihan.Peroses penilaian yang dilakukan guru MTsN 4 Pidie sudah mencakup ketiga aspek penilaian yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan. Sedangkan kendala yang dihadapi guru adalah padatnya materi dan tingkat pemahaman siswa terhadap materi sebelumnya kurang, sehingga materi geometri tidak maksimal diajarkan yang mengakibatkan semua indikator tidak termuat dalam penilaian pada materi tersebut. Untuk langkah-langkah penyusunan instrument sudah dilakukan sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu dengan memilih teknik penilaian yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dasar, indikator, atau tujuan pembelajaran yang dinilai. Abstract The purpose of this study was to determine the teacher's understanding of assessment based on the 2013 curriculum, the assessment process based on the 2013 curriculum on geometry material, the obstacles faced by the teacher in the implementation of the assessment and the solution, and the steps in the preparation of a geometry learning assessment tool by MTsN 4 teacher Pidie Beureunuen. The type of this research is qualitative research, using interview and documentation data collection techniques. Then the data were analyzed using qualitative descriptive methods. This study shows that the teacher's understanding of assessment based on the 2013 curriculum is good with trainings. Assessment process carried out by MTsN 4 Pidie teachers covers all three aspects of assessment, namely knowledge, attitudes and skills. Whereas the constraints faced by the teacher are the density of material and the level of students' understanding of the material previously lacking, so that the geometry material is not maximally taught which results in all indicators not contained in the assessment of the material. For the steps the preparation of the instrument has been carried out in accordance with the 2013 curriculum by selecting assessment techniques that are appropriate to the characteristics of basic competencies, indicators, or learning objectives that are assessed. Keywords: assessment problems and geometry
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 8 BANDA ACEH DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT BERDASARKAN KRITERIA POLYA Nurul Fajri; Iwan
Jurnal Numeracy Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.911 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i2.399

Abstract

The purpose of this research is to know the types of errors made by students in solving the question on the subject of quadrilateral with the stages of polya, knowing the cause of the students doing the mistake, and know the great percentage of students who made the mistake in resolving the problem in the subject matter covered. This type of research is qualitative research while research approaches used are case studies.Judging from the overall error was committed by the students include all types of errors, namely the concept of error, error, error data usage language interpretation, and mistakes the withdrawal of the conclusion. the concept of error, the error committed by the students is of 39% with the cause of the error in the form of student wrong in the use of the formula and the low level of understanding of students against the concept of a quadrilateral, the types of errors using data, error dialakukan by students is 6% 6% with the cause of the error in the form of the students entered the wrong value into a side-side jajargenjang, the type of language interpretation mistakes, mistakes that dialakukan by the students is 6% with the cause of the error in the form of students interpreted the symbols into the language of mathematics, technical error, error type error that dialakukan by the students is of 26% with the cause of the error in the form of students ' wrong in the calculation, and the type of error in conclusion, withdrawal of the error dialakukan by students was of 23% with the cause of the error in the form of students withdrawing the conclusion without any reason supporters of the right and does not match the logical reasoning. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal pada pokok bahasan segiempat dengan tahapan polya, mengetahui penyebab siswa melakukan kesalahan tersebut, dan mengetahui besar persentase siswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal pada pokok bahasan segiempat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Dilihat dari keseluruhan kesalahan yang dilakukan oleh siswa mencakup semua jenis kesalahan, yaitu kesalahan konsep, kesalahan penggunaan data, kesalahan interpretasi bahasa, dan kesalahan penarikan kesimpulan. kesalahan konsep, kesalahan yang dilakukan oleh siswa adalah sebesar 39% dengan penyebab kesalahan berupa siswa salah dalam penggunaan rumus dan rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep segiempat, jenis kesalahan menggunakan data, kesalahan yang dialakukan oleh siswa adalah sebesar 6% dengan penyebab kesalahan berupa siswa salah memasukkan nilai kedalam sisi-sisi jajargenjang, jenis kesalahan interpretasi bahasa, kesalahan yang dialakukan oleh siswa adalah sebesar 6% dengan penyebab kesalahan berupa siswa salah menginterpretasikan simbol-simbol kedalam bahasa matematika, jenis kesalahan kesalahan teknis, kesalahan yang dialakukan oleh siswa adalah sebesar 26% dengan penyebab kesalahan berupa siswa salah dalam perhitungan, dan jenis kesalahan penarikan kesimpulan, kesalahan yang dialakukan oleh siswa adalah sebesar 23% dengan penyebab kesalahan berupa siswa melakukan penarikan kesimpulan tanpa adanya alasan pendukung yang benar dan tidak sesuai penalaran yang logis. Kata kunci: Analisis, kesalahan, segiempat, kriteria Polya
KARAKTERISTIK INTUISI SISWA SMK N 2 BANDA ACEH DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA DAN PERBEDAAN GENDER Nazariah; Nailul Authary
Jurnal Numeracy Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.909 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v5i2.401

Abstract

Students are required to find their own appropriate strategies to solve these problems, so that Intuition is needed. Male and female students have different Intuition on mathematical problems solving, so that gender is influencing how to obtain the mathematical knowledge. This study aims to know the intuition differences of students in SMAN 3 Banda Aceh between male and female students who have high-level mathematical abilities. Qualitative approaches with a destriptive research type were used. The subjects were one male student and one female student with high-level mathematical abilities. Data collection was carried out using instruments test which included tests of mathematical problem solving skills and interviews. The results showed that: 1) There are differences in the characteristics of male and female intuition in mathematical problems solving based on Polya's solution; 2) There are differences in the intuition of male and female in mathematical problems solving based on Polya's solution; 3) There are differences in intuition in various teaching materials. Abstrak Siswa dituntut untuk menemukan sendiri strategi yang sesuai untuk memecahkan masalah, sehingga dibutuhkan intuisi. Siswa laki-laki dan perempuan memiliki intuisi yang berbeda dalam menyelesaikan masalah matematika, sehingga faktor gender mempengaruhi cara memperoleh pengetahuan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intuisi siswa SMKN 2 Banda Aceh antara perempuan dan laki-laki yang memiliki kemampuan matematika tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 1 orang siswa laki dan 1 siswa perempuan dengan tingkatan kemampuan matematika tinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes yang meliputi tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa: 1) Terdapat perbedaan karakteristik intuisi subjek laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan pemecahan Polya; 2) Terdapat perbedaan intuisi subjek laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan pemecahan Polya; 3) Terdapat perbedaan intuisi pada materi SPLTV. Kata kunci: Karakteristik intusi, pemecahan masalah, kemampuan matematika, gender
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN TIPE STAD TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MTs Nuralam; Noera Khalidah
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.73 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.422

Abstract

Mathematical problem solving skills of students are still low because of lack of student involvement in the learning process. One alternative to improve this is by teaching the students the problem-based learning models with of the STAD type. This study aimed to describe teacher activity, student activity, student response, and improvement of students' problem solving skills learned through the problem-based learning model with the STAD type. This study used classroom action research with the subjects included the students in class VIIIB MTsN 1 Pidie. Data were collected by observation, tests and response questionnaire. The data were than analyzed by using quantitative descriptive statistics. The results of the study showed that the teacher activity had an average 83% or in the good category, the students’ activities during learning were in the active category, the students’ responses had an average of 2.92 or in the positive category, and students’ problem solving skills had increased. Therefore, it can be concluded that the problem-based learning model with the STAD type was effective and successful in improving the students’ mathematical problem solving skills. Abstrak Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa masih rendah karena kurang keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Salah satu alternatif agar keefektifan ditingkatkan melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan tipe STAD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas siswa, respon siswa dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan tipe STAD. Penelitian ini menggunakan tindakan kelas dengan subjek yang diteliti kelas VIIIB MTsN 1 Pidie. Pengumpuan data melalui observasi, tes dan angket respon. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh setelah membelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan tipe STAD bahwa aktivitas guru rerata sebesar 83% dalam kategori baik, aktivitas siswa selama pembelajaran dalam kategori aktif, respon siswa rerata sebesar 2,92 dalam kategori positif, dan kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat. Oleh karena itu disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dengan tipe STAD efektif secara proses dan hasil dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kata kunci: Kemampuan matematika, kemampuan pemecahan masalah, model pembelajaran, model pembelajaran berbasis masalah dengan tipe STAD
PENERAPAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA PMTK IAIN BUKITTINGGI Pipit Firmanti; Fauzi Yuberta
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.267 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.423

Abstract

Education aims to educate the next generation of the progress of a nation. Quality teachers will form a smart generation. The faculty of tarbiyah IAIN Bukitinggi is an institution that prints teacher graduates. Therefore, prospective teacher students especially in mathematics education (ME) need to be prepared for their competence to become professional teachers. One of them is by implementing Lesson Study in the Micro Teaching class. This research is a qualitative-descriptive. The instruments used are the observation method with the competency scoring rubric for preparing lesson plans and teaching skills. This research was conducted on ten participants who took microteaching courses. The application of lesson study to prospective teacher students in the microteaching class is carried out according to the stages in Lesson Study, namely plan, do, and see. The results of the study showed that the competency in preparing lesson plan and the teaching ability of prospective teacher students in the microteaching class experienced an increase in the average value. This is also supported by the response of prospective teacher students about the highest implementation of Lesson Study in the LS item can improve the skills of opening and closing lessons by 37 or 92.5%. The lowest score found in LS items can improve the skill of compiling assessment instruments by 27 or 67.5%. Abstrak Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan generasi penerus demi kemajuan suatu bangsa. Guru yang memiliki kompetensi bagus akan berperan dalam pembentukan generasi cerdas. Fakultas Tarbiyah IAIN Bukitinggi merupakan salah satu kampus yang mencetak lulusan keguruan. Oleh karena itu, mahasiswa calon guru khususnya program studi pendidikan matematika (PMTK) perlu diberikan pembekalan untuk menjadi guru yang profesional.Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan Lesson Study pada kelas Micro Teaching. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif yang menggunakan instrumen berupa observasidan rubrik penskoran kompetensi menyusun RPP serta kemampuan mengajar. Penelitian ini dilakukan pada sepuluh orang mahasiswa calon guru matematika yang mengambil mata kuliah micro teaching di IAIN Bukittinggi. Penerapan lesson study pada mahasiswa PMTK di kelas microteaching dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu plan,do, dan see. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi menyusun RPP dan kemampuan mengajar mahasiswa calon guru di kelas microteaching mengalami peningkatan nilai rata-rata. Hal ini juga didukung oleh respon mahasiswa calon guru tentang penerapan Lesson Study tertinggi terdapat pada item LS dapat meningkatkan keterampilan membuka dan menutup pelajaran sebesar 37 atau 92,5 %. Skor terendah terdapat pada item LS dapat meningkatkan keterampilan menyusun instrumen penilaian sebesar 27 atau 67,5 %. Kata kunci: Lesson Study, Kemampuan Mengajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BENTENGAN MATEMATIKA YANG DIPADUKAN DENGAN STRATEGI RQS Midya Yuli Amreta
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.424

Abstract

This study aims to produce learning media with mathematics that are valid, practical, and effective mathematics subjects for grade IV elementary school material integer counting operations which include multiplication, division, addition, and subtraction developed and taught through the RQS strategy (Read-Question- Summary). This type of research is development research. The development model used is the 4-D (Four-D Model) model of development results tested by the One Group Pretest-Postest Design design. The results showed that: (1) the results of the validation of learning media with mathematics by the validator showed that the mathematics learning media were valid and feasible to use, (2) the application of learning media to mathematics supports learning activities, this was based on: (a) Implementation of good lesson plans (the average for grades IV-A and VI-B is 3.64 and 3.49) with a maximum score of 4; (b) barriers that occur in the learning process to overcome good by the teacher with several solutions; (c) students' response to learning is positive (the average percentage of students interested in learning is 97%; (d) all students complete their learning outcomes individually or classically, all students are in the same way as individuals with a class average of 97.33 in class IV-A and 94 , 2 in class VB, while the classical completeness is completed with a percentage of 100%. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran bentengan matematika yang valid, praktis, dan efektif mata pelajaran matematika untukkelas IV Sekolah Dasar materi operasi hitung bilangan bulat yang meliputi perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan yang dikembangkan dan dibelajarkan melalui strategi RQS(Read-Question-Summary). Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D (Four-D Model) hasil pengembangan diuji dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Postest Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil validasi media pembelajaran bentengan matematika oleh validator menunjukkan bahwa media pembelajaran bentengan matematika valid dan layak digunakan, (2) penerapan media pembelajaran bentengan matematika menunjang kegiatan pembelajaran, hal ini didasari oleh: (a) Keterlaksanaan RPP baik (rata-rata pada kelas IV-A dan VI-B adalah 3,64 dan 3,49) dengan skor maksimal adalah 4; (b) hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses pembelajaranmampudiatasibaik oleh guru denganbeberapasolusi; (c) respon siswa terhadap pembelajaran adalah positif (persentase rata-rata siswa yang tertarik dengan pembelajaran adalah 97%; (d) semua siswa tuntas hasil belajarnya secara individual maupun klasikal,semuasiswatuntassecaraindividudengan rata-rata kelas97,33 pada kelas IV-A dan 94,2 pada kelas V-B. Sedangkanketuntasanklasikalpada tuntasdenganpersentase 100%. Kata kunci: Media Pembelajaran Bentengan Matematika, Strategi RQS (Read-Question-Summary), Hasil Belajar Kognitif
PROSES BERPIKIR MATEMATIS MAHASISWA STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA DALAM MEMECAHKAN MASALAH ESTIMASI Ahmad Nasriadi; Intan Kemala Sari
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.425

Abstract

Mathematical problems in everyday life we ​​find many that are related to estimates. The problem does not ask for an exact answer, but an estimate accompanied by logical reasons. Knowledge estimation can be used to control the truth of an answer and the occurrence of misconceptions. One important aspect that must be known to be able to see how well mastery of one's estimation ability is by looking at the person's thinking process when estimating. The thought process can be seen by making someone think then being asked to tell what happened in his mind. This study aims to describe the mathematical thinking process of students of STKIP Bina Getsempena Nation in solving estimation problems. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The research subjects were two students who were selected based on a math ability test. Data retrieval is done through the provision of test questions in the form of estimation problem solving tasks and interviews. Based on data analysis, it can be concluded that the subject's mathematical thinking process belongs to the Assimilation category when understanding the problem, and enters into the category of accommodation mathematical thinking processes when planning problem solving, implementing problem solving plans, and re-examining the results of problem. Abstrak Masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai yang berkaitan dengan estimasi. Pada masalah tersebut tidak meminta suatu jawaban eksak, tetapi suatu perkiraan yang disertai alasan logis. Pengetahuan estimasi dapat digunakan untuk mengontrol kebenaran suatu jawaban dan terjadinya miskonsepsi. Salah satu aspek penting yang harus diketahui untuk dapat melihat sejauh mana penguasaan kemampuan estimasi seseorang dengan baik adalah dengan melihat proses berpikir orang tersebut pada saat melakukan estimasi. Proses berpikir tersebut dapat dilihat dengan membuat seseorang berpikir kemudian diminta untuk menceritakan yang terjadi dalam pikirannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses berpikir matematis mahasiswa STKIP Bina Bangsa Getsempena dalam memecahkan masalah estimasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah dua mahasiswa yang dipilih berdasarkan tes kemampuan matematika. Pengambilan data dilakukan melalui pemberian soal tes berupa tugas pemecahan masalah estimasi dan wawancara. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa proses berpikir matematis subjek termasuk kategori Asimilasi saat memahami masalah, dan masuk pada kategori proses berpikir matematis akomodasi saat merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan memeriksa kembali hasil pemecahan masalah. Kata kunci: Proses berpikir matematis, kemampuan estimasi, pemecahan masalah estimasi
STUDENTS’ ANXIETY TOWARDS MATHEMATICS Khairatul Ulya; Nurlaila Fazraini; Dahliana Lubis
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.417 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.426

Abstract

This article is a liteature review focuses on students’ mathematical anxiety and its influence on students’ daily lives includin fear, anxiety, panic, lack of confidence, uncomfortable situation. Review analysis result showed that there are some physiological components that disturbing students’ anxiety and there are eight solutions to decrease mathematical anxiety, namely providing rational understanding, instilling a sense of self-confidence, eliminating negative assumptions about mathematics, learning is conducted by various methods, prioritizing concepts, making learning fun, inserting mathematics in everyday conversation, and instilling a sense of responsibility in students. Furthermore, mathematical anxiety can be influenced by many factors, one of which is fear of mathematics. As a result, this will certainly disrupt the teaching and learning process and the concentration of students that have an impact on student learning outcomes. Abstrak Artikel ini merupakan review literatur tentang kecemasan matematika pada siswa serta pengaruhnya terhadap kehidupan yang meliputi beberapa gejala, yaitu rasa takut, gelisah, panik, kurang percaya diri, tidak merasa nyaman. Hasil analisis review literature menunjukka bahwa terdapat beberapa komponen penyebab terganggu fisiologis siswa yang mengalami kecemasan serta delapan solusi untuk mengatasi kecemasan matematika yaitu memberikan pemahaman secara rasional, menanamkan rasa kepercayaan diri, menghilangkan anggapan negatif terhadap matematika, pembelajaran dilakukan dengan berbagai macam metode, mengutamakan konsep, jadikan pembelajaran menyenangkan, menyisipkan matematika pada pembicaraan sehari-hari, dan menanamkan rasa tanggung jawab pada siswa siswa itu sendiri. Lebih lanjut kecemasan kecemasan matematika dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu ketakutan terhadap pelajaran matematika. Akibatnya, hal tersebut tentu akan mengganggu proses belajar mengajar serta konsentrasi siswa yang berdampak pada hasil belajar siswa. Kata kunci: Kecemasan Siswa, Matematika, Hasil Belajar
HUBUNGAN BERPIKIR KREATIF DAN SOFTSKILL TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UMSU Nur ‘Afifah; Suvriadi Panggabean
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.653 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.431

Abstract

This study aims to determine whether there is a significant relationship between creative thinking and entrepreneurial learning achievement, a significant relationship between soft skills and entrepreneurial learning achievement, a significant relationship between creative thinking and soft skills on entrepreneurial learning achievement. The research method used is descriptive correlational method. The number of samples taken randomly from the whole population is 2 classes consisting of 80 people. Data collection of creative and soft thinking variables using a closed questionnaire, while entrepreneurial learning achievement of students using multiple choice tests. Questionnaires and tests are given to the sample, after the instrument is first tested, then analyzed. In testing statistical analysis for the validity of hypothesis testing obtained for creative thinking and entrepreneurial learning achievement Lhitung = 0.0947, for soft skills and learning achievement entrepreneurship in Lhitung = 0.0981. After comparing with Ltabel which is 0.0991 then obtained Lhitung <Ltabel which means that all three data come from populations that are normally distributed. The results of the analysis using regression analysis and multiple correlation techniques indicate that there is a relationship between creative and soft skills with entrepreneurial learning achievement with a correlation coefficient of 0.746 with R2 determination index of 0.5565 which means 55.65% of entrepreneurial learning achievement is influenced by creative thinking and soft skill. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara berpikir kreatif dengan prestasi belajar kewirausahaan, hubungan yang signifikan antara softskill dengan prestasi belajar kewirausahaan, hubungan yang signifikan antara berpikir kreatif dan softskill terhadap prestasi belajar kewirausahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif korelasional. Jumlah sampel yang diambil secara acak dari keseluruhan populasi adalah sebanyak 2 kelas yang terdiri dari 80 orang. Pengumpulan data variabel berpikir kreatif dan softskill menggunakan angket tertutup, sedangkan prestasi belajar kewirausahaan siswa menggunakan tes pilihan berganda. Angket dan tes diberikan kepada sampel, setelah terlebih dahulu dilakukan ujicoba instrumen, kemudian dianalisis. Dalam pengujian analisis statistik untuk keabsahan pengujian hipotesis diperoleh untuk berpikir kreatif dan prestasi belajar kewirausahaan Lhitung = 0,0947, untuk softskill dan prestasi belajar kewiruasahaan Lhitung = 0,0981. Setelah dibandingkan dengan Ltabel yang besarnya 0,0991 maka didapat Lhitung < Ltabel yang berarti bahwa ketiga data berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Hasil analisis dengan menggunakan teknik analisis regresi dan korelasi ganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan berpikir kreatif dan softskill dengan prestasi belajar kewirausahaan dengan koefisien korelasi sebesar 0,746 dengan indeks determinasi R2 sebesar 0,5565 yang berarti 55,65% dari prestasi belajar kewirausahaan dipengaruhi oleh berpikir kreatif dan softskill. Kata kunci: Berpikir Kreatif, Softskill, Prestasi Belajar, Kewirausahaan

Page 9 of 21 | Total Record : 201