cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
BUAH HATI
ISSN : 2355102X     EISSN : 25026836     DOI : -
Core Subject : Education,
Buah Hati Journal (e-ISSN 2502-6836 and p-ISSN 2355-102X) is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant studies, thinks and research results in early childhood education.Any visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. Buah Hati journal is published twice a year March and September.
Articles 140 Documents
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MUTU LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Efrida Ita
Jurnal Buah Hati Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.83 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v5i2.571

Abstract

The quality of education is the key for all of the progress and development relating to the quality of human resources. The educational quality is still poor in Indonesia. One of the reasons is because of the centralization on the educational management. The kind of the management makingthe schools become dependent in managing the provided resources, both for the secondary level and basic level. The system of the new educational management needs to be implemented to improve the quality of the early childhood education namely through School Based Management (SBM). School based management needs to be implementedbecause the schools know more about theirneeds and their strengths, weaknesses, opportunities, and threateness. By implementing school based management can have a positive impact,viz to improve the educational quality through the school autonomy and initiative. With school based management, the liveliness in managing the schools will happen and to be expected in supporting the learning process effectively and efficiently in order to improve the educational quality. Because the better the quality of education, the better the quality of human resources produced. Abstrak Pendidikan bermutu merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan sumber daya manusia yang bermutu.Di Indonesia mutu pendidikan masih tergolong rendah.Salah satu faktor penyebab rendahnya mutu pendidikan adalah manajemen pendidikan yang tersentralisasi.Manajemen tersebut membuat sekolah-sekolah, baik di jenjang menengah maupun jenjang pendidikan dasar menjadi tidak mandiri dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.Pola manajemen pendidikan baru perlu diimplementasikan untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikan anak usia dini yaitu melalui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Manajemen berbasis sekolah perlu dilaksanakan karena sekolah lebih mengetahui tentang kebutuhan lembaganya dan mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi sekolahnya.Dengan penerapan manajemen berbasis sekolah dapat berdampak positif yakni meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah.Dengan manajemen berbasis sekolah, kelincahan dalam pengelolaan sekolah akan terjadi dan diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien yang nantinya dapat meningkatkan mutu pendidikan. Karena semakin baik mutu pendidikan, semakin baik pula kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan. Kata Kunci: manajemen berbasis sekolah, mutu, pendidikan anak usia dini
ANALISIS POLA ASUH ORANG TUA DI KELOMPOK A TK IKAL DOLOG BANDA ACEH Fitriah Hayati; Yanti Susanti
Jurnal Buah Hati Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.399 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v5i2.572

Abstract

Parenting is a pattern of interaction between parents and children, about how the parents attitudes or behaviour while interacting with the children, including how to apply the rules, to teach values ​​/norms, to give attention and affection as to be used as an orientation for their children. The purpose of this study was to figure out the influence of parenting on the emotional social development of children in the group A of TK Ikal Dolog Lampineung Banda Aceh. The subject in this study was 5 parents. The research method used in this study was qualitative and the data collected through interviews guide. The results showed that the parents adopted a variety of parenting (Democratic, Authoritarian, and Permissive). The results of the interview found that 3 parents adopted a democratic parenting pattern, 1 parent applied authoritarian parenting and the rest parent applied permissive parenting. The differences of these parenting bring the effects on children, especially on social emotional aspects. Democracy parenting was enabling the children to be independent, confidence and increasing the children ability in interacting with the environment. Conversely, with an authoritarian and permissive parenting, it tends to make children as passive individuals, lack of confidence, and make the children difficult in socializing with the environment. It can be concluded that parenting has a positive impact on children's emotional social development. Abstrak Pola asuh merupakan pola interaksi antara orang tua dan anak yaitu bagaimana cara sikap atau prilaku orang tua saat berinteraksi dengan anak, termasuk cara penerapan aturan mengajarkan nilai/norma, memberikan perhatian dan kasih sayang serta sikap dan perilaku baik sehingga dijadikan penutan bagi anaknya. Pola asuh akan berdampak pada perkembangan anak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pola asuh orang tua terhadap perkembangan social emosional anak kelompok A TK Ikal Dolog Lampineung Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang wali/orang tua anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan instrument yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian didapatkan bahwa orang tua menerapkan pola asuh yang beragam (Demokratis, Otoriter, Permisif). Hasil wawancara diperoleh bahwa 3 oarng tua menerapkan pola asuh demokratis, 1 orang tua menerapkan pola asuh otoritr dan 1 orang tua menerapkan pola asuh permisif. Perbedaan pola asuh ini memberikan dampak yang berbeda pada anak terutama pada aspek sosial emosional. Pola asuh demokrasi akan memungkin anak menjadi pribadi yang mandiri, adanya rasa percaya diri dan kemampuan membawa diri yang baik dalam lingkungannya. Sebaliknya dengan pola asuh yang otoriter akan cenderung menjadikan anak sebagai individu yang pasif, kurang percaya diri, khawatir berlebihan dan kesulitan membawa diri dalam lingkungannya. Dapat disimpulkan bahwa pola asuh memberikan dampak positif terhadap perkembangan social emosional anak. Kata Kunci: pola asuh orang tua, sosial emosional anak
PENERAPAN MEDIA FLASH CARD DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK KELOMPOK A PAUD DI KABUPATEN ACEH BESAR Salmiati; Samsuri
Jurnal Buah Hati Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.049 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v5i2.573

Abstract

Reading is important activity for children that must be stimulated from an early age. However, not all children have adequate memory and concentration skills which a result reading will be felt as a heavy burden for children. This is in line with the findings of pre-observation conducted at PAUD in Aceh Besar which had inadequate preliminary reading skills. These conditions will certainly be very troubling both for the development of children and for parents. Additionally, the current demands of entering an elementary school (SD) must have the ability to read. The existence of these standards is certainly a challenge for parents, teachers or educators in PAUD institutions. This research uses descriptive qualitative method, the activity plan will be carried out in four stages, namely (1) planning, (2) implementation (3) observation and evaluation (4) reflection The results of the study showed that flash card media can improve early reading ability in children in group A. This can be seen from the previous data that only 2 children who had preliminary reading ability increased to 8 children from a total of 10 children. Abstrak Membaca merupakan salah satu aspek perkembangan yang harus distimulasi sejak usia dini karena membaca merupakan suatu aktivitas yang penting bagi anak. Namun demikian, tidak semua anak memiliki kemampuan daya ingat dan kemampuan konsentrasi yang memadai sehingga membaca akan terasa sebagai beban yang berat bagi anak. Hal ini sesuai dengan temuan pada pra observasi di PAUD dalam kabupaten Aceh Besar yang memiliki kemampuan membaca permulaan yang belum memadai. Kondisi tersebut tentunya akan sangat meresahkan baik bagi perkembangan anak maupun bagi orang tua. Ditambah lagi dengan tuntutan sekarang dimana untuk seleksi awal masuk Sekolah Dasar (SD) sederajat harus memiliki kemampuan membaca. Adanya standar tersebut tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, guru atau pendidik di lembaga PAUD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, rencana kegiatan akan dilakukan dalam empat tahapan yaitu (1) perencanaan dimulai dengan melakukan observasi dan studi lapangan, menyusun rencana dan tema pembelajaran, mengembangkan media sesuai tema yang dipilih, (2) pelaksanaan yaitu menerapkan media flash card dalam pembelajaran yang dilakukan dalam beberapa siklus sesuai dengan tingkat perkembangan anak (3) observasi dan evaluasi terhadap hasil yang dicapai serta kendala yang didapatkan selama kegiatan (4) refleksi hasil dan kendala yang didapatkan selama kegiatan untuk dilakukan tindakan selanjutnya guna mencapai tujuan yang ditelah direncanakan. Hasil penelitian menunjukkkan media flash card dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak kelompok A. Hal ini dapat dilihat dari data yang sebelumnya hanya 2 anak yang memiliki kemampuan membaca permulaan meningkat menjadi 8 anak dari total 10 anak. Kata Kunci: membaca permulaan, media pembelajaran, flash card
PERIODESASI DAN TIPE GAMBAR ANAK USIA DINI Rida Safuan Selian
Jurnal Buah Hati Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.791 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v5i2.574

Abstract

The basic concept of early childhood learning is that children learn through play, therefore drawing learning in early childhood basically plays while learning to draw, meaning that children learn to draw in ways that are fun, active and free. In drawing early childhood children can be divided into several periods: smudging, pre bagan period and chart period with several interesting types including organic type, lyrical type) lyrical, impressionist type and expressionism type. Drawing for children is a need to express the child's expression in seeing his world. Abstrak Konsep dasar pembelajaran gambar anak usia dini pada hakikatnya adalah anak belajar melalui bermain, oleh karena itu pembelajaran gambar pada pada anak usia dini pada dasarnya bermain sambil belajar menggambar, artinya anak belajar menggambar melalui cara-cara yang menyenangkan, aktif dan bebas. Dalam menggambar anak anak usia dini dibedakan menjadi beberapa periode yaitu periode coreng moreng, periode pra bagan dan periode bagan dengan beberapa tipe yang menarik antara lain tipe organik, tipe lyrical, liris, tipe impresionis dan tipe ekspresionisme. Menggambar bagi anak merupakan kebutuhan untuk menuangkan ekspresi anak dalam melihat dunianya. Kata Kunci: periodesasi dan tipe gambar
KETRAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN VARIASI STIMULUS DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS V SD NEGERI 14 BANDA ACEH Maulidar; Ulfa Salawa
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.557 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i1.576

Abstract

The problem in this study is that teachers are required to give a lot of variation in teaching, because by giving variation the learning is more successful. Instead the teacher who continues to teach with lectures from beginning to end will cause boredom for students. The lack of teachers in providing stimulation variations to students can cause students to be lazy to learn, regardless of the teacher, students are busy with their own work. The purpose of this study is to find out the teacher's skills in providing a variety of stimuli in the learning process in Class V of SD Negeri 14 Banda Aceh. This type of research is descriptive. The subjects in this study were teachers who taught in Class V of SD Negeri 14 Banda Aceh, amounting to 4 teachers. In this study the authors used observations and questionnaires as research instruments. Data from the test results were processed using descriptions. The results of the study can be concluded that the majority of teachers in delivering material using sounds that are too high are in the good category as many as 2 people (50%) and the teacher uses verbal emphasis combined with members of the body in the adequate category of 4 people (100%). The results of the questionnaire showed that the teacher provided a variety of stimuli when learning was in the frequent category of 3 people (75%), never 1 person (25%) in Class V of SD Negeri 14 Banda Aceh. Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah guru dituntut banyak memberi variasi dalam mengajar, karena dengan memberikan variasi maka pembelajaran semakin berhasil. Sebaliknya guru yang terus-menerus mengajar dengan ceramah dari awal sampai akhir akan menimbulkan kebosanan bagi siswa. Kurangnya guru dalam memberikan variasi stimuluas kepada siswa bisa menyebabkan siswa malas belajar, tidak memperdulikan guru, siswa sibuk dengan kerjaan sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketrampilan guru dalam memberikan variasi stimulus dalam proses pembelajaran di Kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh.Jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar di Kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh yang berjumlah 4 orang guru.Dalam penelitian ini penulis menggunakan observasi dan angket sebagai instrumen penelitian. Data hasil tes diolah dengan menggunakan deskripsi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas guru dalam menyampaikan materi menggunakan suara yang terlalu tinggi berada pada kategori baik sebanyak 2 orang (50%) dan guru menggunakan penekanan secara verbal dikombinasikan dengan anggota badan berada pada kategori cukup sebanyak 4 orang (100%). Hasil angket menunjukkan bahwa guru memberikan variasi stimulus pada saat pembelajaran berada pada kategori sering yaitu 3 orang (75%), tidak pernah 1 orang (25%) di Kelas V SD Negeri 14 Banda Aceh. Kata Kunci: ketrampilan guru, variasi stimulus
ANALISIS PENERAPAN NILAI-NILAI MORAL AGAMA ANAK KELOMPOK BERMAIN DI PAUD MELATI BANDA ACEH Ayi Teiri Nurtiani; Destisatifa
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.621 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i1.577

Abstract

Religious moral values are an important factor in human life because they are needed for application from an early age. This study aims to determine the application of the religious moral values of the Play Group Children at PAUD Melati Banda Aceh as well as the supporting and inhibiting factors experienced by educators in applying early childhood religious moral values, especially in the sphere of practice of shalat. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The subjects in this study were principals, educators, and students. The instruments in this study are observation and interviews. The technique used in data analysis is displaying data, reducing data, and taking conclusions. The results showed that the application of religious moral values of early childhood within the scope of practice of shalat was good enough, educators who taught in the Play Group tried to give the best in applying moral and religious values to children. Students can imitate the movement of worship even though it is not regular. The supporting and inhibiting factors in the aplication of children's religious moral values within the scope of practice shalat in Playgroup is that students are easily out of focus and difficult to condition, when carrying out shalat practice. The grouping of students conducted by the teacher when the practice of shalat is still unclear. Educators have little difficulty in dealing with children who do not participate in learning. AbstrakNilai-nilai moral agama merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia oleh sebab itu diperlukan penerapannya sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan nilai-nilai moral agama anak Kelompok Bermain di PAUD Melati Banda Aceh serta faktor pendukung dan penghambat yang dialami oleh pendidik dalam menerapkan nilai-nilai moral agama anak usia dini, terutama dalam lingkup penanaman nilai ibadah shalat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyekdalam penelitian ini adalah kepala sekolah, pendidik, dan peserta didik. Adapun instrumen dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah display data, reduksi data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai moral agama anak usia dini dalam lingkup penanaman nilai ibadah shalat sudah cukup baik, pendidik yang mengajar di Kelompok Bermain PAUD Melati berusaha memberikan yang terbaik dalam menerapkan nilai moral dan keagamaan pada anak. Peserta didik dapat meniru gerakan beribadah walaupun belum teratur. Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam penanaman nilai-nilai moral agama anak dalam lingkup penanaman nilai ibadah sholat di Kelompok Bermain PAUD Melati Banda Aceh adalah peserta didik mudah tidak fokus dan sulit dikondisikan pada saat melaksanakan praktek shalat. Pengelompokan peserta didik yang dilakukan oleh guru saat praktek ibadah shalat masih belum jelas. Pendidik sedikit mengalami kesulitan dalam menangani anak yang tidak ikut serta dalam pembelajaran. Kata Kunci: Moral Agama
PENGGUNAAN MEDIA AJAR PADA PEMBELAJARAN SENI TARI DI TK KEMALA BHAYANGKARI ACEH SINGKIL Taat Kurnita Yeniningsih; Aida Fitri; Hayati
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.965 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i1.578

Abstract

Media is a communication channel that determines the success of learning. Basically learning media is useful to make it easier for students to understand something that is possible difficult or simplifying something that might be complex. This study aims to describe the use of teaching media in dance learning and what obstacles are found by teachers in the learning process of dance by using teaching media at TK Kemala Bhayangkari. The approach of this research is qualitative with descriptive type. Data collection techniques by observation, interviews, documentation. Data Analysis with data reduction, data presentation, data verification. This research was conducted at TK Kemala Bhayangkari Aceh Singkil. Based on the research data, the use of teaching media in dance learning and the obstacles found by the teacher in the process of learning dance using teaching media in kindergarten Kemala Bhayangkari can be summarized as follows: The use of audio-based media is very effective in motivating and improving student learning outcomes. The group of students in learning the bungong seulanga dance. The obstacle that was found was the disruption of the concentration of students caused by interference from the side of his friends who were impatient to play, so that the teacher had to be more serious in paying attention to the students in following the learning. Abstrak Media merupakan saluran komunikasi penentu keberhasilan pembelajaran. Pada dasarnya media belajar berguna untuk memudahkan peserta didik memahami sesuatu yang mungkin sulit atau menyederhanakan sesuatu yang mungkin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media ajar pada pembelajaran seni tari dan hambatan-hambatan apa saja yang di temukan guru pada proses pembelajaran seni tari dengan menggunakan media ajar di TK Kemala Bhayangkari. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis Data dengan reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Penelitian ini dilakukan di TK Kemala Bhayangkari Aceh Singkil. Berdasarkan data hasil penelitian penggunaan media ajar pada pembelajaran seni tari dan hambatan-hambatan yang di temukan guru pada proses pembelajaran seni tari dengan menggunakan media ajar di TK Kemala Bhayangkari dapat di simpulkan sebagai berikut: Penggunaan media berbasis audio sangat efektif dalam memotivasi dan meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kelompok peserta didik dalam pembelajaran seni tari bungong seulanga. Hambatan yang di temukan adalah terganggunya konsentrasi peserta didik yang diakibatkan oleh gangguan dari pihak temannya yang tidak sabar untuk bermain, sehingga guru harus lebih serius memperhatikan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Kata kunci: Media ajar, taman kanak-kanan
PENGGUNAAN MEDIA BIG BOOK DALAM BERCERITA SIRAH NABAWIYAH UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK KELOMPOK B1 DI TK CUT MEUTIA BANDA ACEH Ayi Teiri Nurtiani; Ajimah
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.104 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i2.579

Abstract

Spiritual intelligence needs to be instilled since early childhood in order to become a solid foundation in his personality and inherent in his character so that it becomes the main capital in his daily life. This must be formed by displaying a model figure of all time, namely by telling stories about the figure of the Prophet Muhammad in Sirah Nabawiyah with the Big Book media. This study aims to determine the increase in spiritual intelligence of children of B1 groups in kindergarten of Cut Meutia Banda Aceh through the Big Book media in the story of Sirah Nabawiyah. This research is a Classroom Action Research (CAR). The subjects in this study were 22 children. The instruments in this study are observation and daily notes. Techniques used in data analysis are data reduction, data display, and conclusion making. The results showed that there was a significant increase after action interventions were carried out. This can be seen in the BSB and BSH categories where the data shows a significant increase from the initial assessment to the final assessment is from 10 children (46%) to 20 children (90%), while the MB and BB categories where the data show a drastic reduction of 12 children (54%) become 2 children (10%). The author hopes that Sirah Nabawiyah's storytelling activities with the Big Book media will continue so that children's love for the Prophet Muhammad will increase and deep so that his role model becomes a character that shapes their personalities in living their daily lives. Abstrak Kecerdasan spiritual perlu ditanamkan sejak anak berusia dini agar menjadi sebuah fondasi kokoh dalam kepribadiannya dan melekat dalam karakternya sehingga menjadi modal utama dalam kehidupannya sehari-hari. Hal ini harus dibentuk dengan menampilkan sosok teladan sepanjang masa, yakni dengan kegiatan bercerita tentang sosok Nabi Muhammad dalam Sirah Nabawiyah dengan media Big Book. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kecerdasan spiritual anak kelompok B1 di TK Cut Meutia Banda Aceh melalui media Big Book dalam bercerita Sirah Nabawiyah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek dalam penelitian ini adalah anak yang berjumlah 22 orang. Adapun instrumen dalam penelitian ini adalah observasi dan catatan harian. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan setelah intervensi tindakan dilakukan. Hal ini terlihat dalam kategori BSB dan BSH dimana data menunjukkan peningkatan signifikan dari asesmen awal ke asesmen akhir yakni dari 10 anak (46%) menjadi 20 anak (90%), sedangkan kategori MB dan BB dimana data menunjukkan penurunan drastis yakni dari 12 anak (54%) menjadi 2 anak (10%). Penulis harapkan kegiatan bercerita Sirah Nabawiyah dengan media Big Book tetap berlanjut agar kecintaan anak-anak kepada Nabi Muhammad semakin bertambah dan mendalam sehingga suri teladan beliau menjadi karakter yang membentuk kepribadian mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Media big book, bercerita sirah nabawiyah, kecerdasan spiritual
SUPERVISI AKADEMIK DALAM UPAYA PEMBINAAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Eka Rista Harimurti
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.195 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i2.580

Abstract

This article aims to provide an overview of how academic supervision is carried out as an effort to foster the professional competence of early childhood education teachers (PAUD). The success of a quality learning process relies heavily on the role of the teacher as an element of the teaching staff without the exception of PAUD teachers. PAUD teachers are required to have the ability or competence in carrying out their profession as professional teachers. The competencies in question include pedagogic competence, personality competence, professional competence and social competence. Academic supervision activities are used as the most appropriate approach in conducting coaching efforts to assist PAUD teachers in developing their professional competencies. The function of academic supervision activities is a tool to effectively manage PAUD learning. In academic supervision activities, the Principal acts as a supervisor who continuously provides guidance in the form of observations, assessments, directives, guidance and assistance to PAUD teachers. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang bagaimana supervisi akademik dilakukan sebagai upaya pembinaan kompetensi profesional guru pendidikan anak usia dini(PAUD).Keberhasilan proses pembelajaran yang berkualitas sangat bergantung pada peran guru sebagai unsur tenaga pendidik tanpa terkecuali bagi guru PAUD.Guru PAUD dituntut untuk memiliki kemampuan atau kompetensi dalam menjalankan profesinya sebagai guru yang profesional.Kompetensi yang dimaksud meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi social.Kegiatan supervisi akademik digunakan sebagai suatu pendekatan yang paling tepat dalam melakukan upaya pembinaan untuk membantu guru PAUD dalam mengembangkan kompetensi profesionalnya.Fungsi dari kegiatan supervisi akademik ini sebagai alat untuk mengelola pembelajaran di PAUD secara efektif.Pada kegiatan supervisi akademik, Kepala sekolah bertindak sebagai supervisor yang secara berkelanjutan memberikan pembinaan berupa pengamatan, penilaian, arahan, bimbingan dan bantuan kepada guru PAUD. Kata Kunci: Profesi guru, kompetensi profesional, supervisi akademik
ANALISIS PENGGUNAAN METODE MIND MAPPING DALAM PENGENALAN TEMA DIRI SENDIRI UNTUK STIMULASI MULTIPLE INTELEGENCE DI KELOMPOK B3 TK CUT MUTIA BANDA ACEH Lina Amelia; Mardiana
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.265 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i2.581

Abstract

Mind Mapping Method in kindergarten is one method of utilizing the whole brain by using visual images and other graphic infrastructure to form impressions in the child's self and mind. The introduction of self-themes with mind mapping methods aims to stimulate multiple children's intelligence so that they have a holistic concept of knowledge about themselves starting from my identity, my body, my favorite foods and drinks and my family. Mind mapping that is used in the introduction of the theme itself is a mind mapping that is very simple and made as concrete as possible to support the ability to think of children in the pre-operational concrete phase. The research method used in this research is descriptive qualitative research. The research instrument used was an observation sheet using mind mapping methods that were associated with abilities that could be stimulated by children and the ease of children in understanding introduced concepts. In the process of conducting this research the image of each media is a child's own photo and will be used 4 times at the beginning of the discussion of each sub theme about me. Each sub-theme is assisted by a child worksheet that discusses the material in mind mapping. The results of the analysis of the use of mind mapping methods for the stimulation of multiple intelligence of children in their own themes can be concluded that the dominant ones appear are linguistic intelligence, mathematical logic, intra-personal, interpersonal, visual spatial and existential intelligence. For a little kinesthetic intelligence that can be raised when discussing the topic of my body. While musical intelligence is only limited to singing about my body and its naturalists have not been touched at all when the research was conducted. Abstrak Metode Mind Mapping pada anak usia TK adalah salah satu metode pemanfaatan keseluruhan otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnnya untuk membentuk kesan dalam diri dan pikiran anak. Pengenalan tema diri sendiri dengan metode mind mapping ini bertujuan untuk stimulas multiple intelegence anak sehingga memiliki konsep pengetahuan secara holistic terhadap diri sendiri mulai dari identitasku, tubuhku , makanan dan minuman kesukaanku dan keluargaku. Mind mapping yang digunakan dalam pengenalan tema diri sendiri ini adalah mind mapping yang sangat sederhana dan dibuat sekonkrit mungkin untuk mendukung kemampuan berbipkir anak di fase pra operasional konkrit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Intrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi pengunaan metode mind mapping yang dikaitkan dengan kemampuan yang bisa distimulasi anak serta kemudahan anak dalam memahami konsep yang dikenalkan. Dalam proses pelaksanaan penelitian ini gambar masing-masing media adalah foto anak sendiri dan akan digunakan dalam 4 kali setiap awal pembahasan masing-masing sub tema tentang diriku. Setiap sub tema dibantu dengan satu lembar kerja anak yang membahas materi yang ada dalam mind mapping. Hasil analisis penggunaan metode mind mapping untuk stimulasi multiple intelegence anak dalam tema diri sendiri dapat disimpulkan bahwa yang dominan muncul adalah kecerdasan linguistik, logika mtematika, intra personal, interpersonal, visual spasial dan kecerdasan existensial. Untuk kecerdasan kinestetik sedikit yang mampu dimunculkan saat membahas topik tubuhku. Sementara kecerdasan musical hanya sebatas nyanyi tentang tubuhku dan naturalisnya belum tersentuh sama sekali saat penelitian dilaksanakan. Kata Kunci: metode mind mapping, tema diri sendiri, multiple intelegence

Page 6 of 14 | Total Record : 140