cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
BUAH HATI
ISSN : 2355102X     EISSN : 25026836     DOI : -
Core Subject : Education,
Buah Hati Journal (e-ISSN 2502-6836 and p-ISSN 2355-102X) is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant studies, thinks and research results in early childhood education.Any visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. Buah Hati journal is published twice a year March and September.
Articles 140 Documents
KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Eka Setiawati; Munda Sari
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.072 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i1.931

Abstract

This study aims to compare the independence of the child awaited at school and is not expected at school. This study uses a qualitative descriptive research method. The research subjects were 4 children who were children aged 5-6 years at Al-Mukhlishin Rangkasbitung Kindergarten, Lebak Regency. Data collection using observation, interviews, and documentation. From this research, it is known that the independence of children who are not waited for in school is more developed than the children who are invited when they are in school. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemandirian pada anak yang ditunggu di sekolah dan tidak ditunggu di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya sebanyak 4 anak yang merupakan anak usia 5-6 tahun di TK Al-Mukhlishin Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari penelitian ini diketahui bahwa kemandirian pada anak yang tidak dituunggu di sekolah lebih berkembang dibandingkan anak yang ditunngu ketika di sekolah. Kata Kunci: Kemandirian anak
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN BAKIAK DI KELOMPOK B TK RAUDHATUL ILMI TIJUE KECAMATAN PIDIE KABUPATEN PIDIE Fitriah Hayati; Fatimah
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.226 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i1.932

Abstract

Motoric development is defined as the development of elements of maturity and control of body movements. A rough motoric skills are needed by each child to support other aspects of development. The purpose of this study was to determine the increase in the children rough motoric skills in TK BRaudhatul Ilmi . This research is Classroom Action Research (CAR). The instrument used was in the form of an observation sheet, the number of samples was 18 children and the data were analyzed using a percentage formula. The results showed that in the description of observations of children's activities in the first cycle the number of scores obtained with categories not yet developed 40% (7 children), categories began to develop 30% (6 children), categories developed according to expectations 10% (3 children), and categories developed very good 20% (2 children). While in the second cycle for underdeveloped categories 10% (1 child), began to develop 10% (2 children), the category developed according to expectations was 40% (7 children) the category of very good development was 40% (8 children). It can be concluded that traditional clogs can improve the gross motor skills of children because in many games it involves the movement of large muscles. AbstrakPerkembangan motorik diartikan sebagai perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh, Kemampuan motorik kasar diperlukan oleh setiap anak guna menunjang aspek perkembangan lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik kasar anak kelompok B TK Raudhatul Ilmi melalui permainan bakiak. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, jumlah sampel 18 anak dan data dianalisis dengan menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada gambaran observasi aktivitas anak pada siklus I jumlah perolehan skor dengan katagori belum berkembang 40% (7 anak), katagori mulai berkembang 30% (6 anak), katagori berkembangsesuai harapan 10% (3 anak), dan katagori berkembang sangat baik 20% (2 anak). Sedangkan Pada siklus ke II untuk katagori belum berkembang 10% (1 anak), mulai berkembang 10% (2 anak), katagori berkembang sesuai harapan adalah 40% (7 anak) katagori berkembang sangat baik adalah 40% (8 anak). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional bakiak dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak karena dalam permainan tersebut banyak melibatkan gerakan otot-otot besar. Kata Kunci: Permainan Bakiak, Motorik Kasar
PERAN GURU DALAM MEMBINA PERKEMBANGAN BAHASA ANAK KELOMPOK B DI TK CUT MEUTIA BANDA ACEH Erfinawati; Ismawirna
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.589 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i1.933

Abstract

The role of the teacher is very important in the development of the language of children in school, especially in children aged 5 years because that age children are developing so that it requires a good, motivating and teaching facilitator. Data is collected through observation, and interviews. The subjects in this study were teachers and 5-year-old children in group B TK Cut Meutia Banda Aceh. The data analysis technique in this study uses qualitative and draw conclusions. The role of the teacher as a motivator in the development of the language of 5-year-old children at TK Cut Meutia in Banda Aceh is good. That is, most of the Kindergarten Cut Meutia teachers can carry out their role as motivators in developing children's language which motivates children to improve their language development, encourages children to develop language skills, provides rewards to support children's language skills. The role of the teacher as a mediator in the development of the oral language of 5-yearold children at TK Cut Meutia in Banda Aceh is good. This means that most of the TK Cut Meutia Banda Aceh Kindergarten teachers in Banda Aceh can carry out their role as mediators in developing children's language, namely providing stimuli in children's language development, applying various approaches, strategies, methods that suit the needs of early childhood. The role of the teacher as a facilitator in the development of the oral language of 5-year-old children at TK Cut Meutia in Banda Aceh is moderate / good. This means that the teacher is able to provide learning media that are able to stimulate the cognitive of children, giving children the attraction so that children are interested in participating in learning. The teacher is not only a motivator, mediator, and facilitator, but also trains children to recite a few words correctly and correctly, arranges simple instructions creatively in presenting media so that children respond well to the information conveyed. AbstrakPeran guru merupakan hal yang sangat penting dalam tumbuh kembang bahasa anak di sekolah terutama pada anak usia 5 tahun karana usia tersebut anak sedang berkembang sehingga membutukan fasilator yang baik, memotivasi, dan mengajar. Data dikumpulkan melalui observasi, dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak usia 5 tahun kelompok B TK Cut Meutia Banda Aceh. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dan menarik kesimpulan. Peran guru sebagai motivator dalam pengembangan bahasa anak usia 5 tahan di TK Cut Meutia Banda Aceh adalah baik. Artinya, sebagian besar guru TK Cut Meutia dapat melaksanakan perananya sebagai motivator dalam mengembangkan bahasa anak yaitu memotifasi anak untuk meningkatkan perkembangan bahasanya, mendorong anak untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, memberikan reward untuk menunjang kemampuan berbahasaanak. Peran guru sebagai mediator dalam pengembangan bahasa lisan anak usia 5 tahun di TK Cut Meutia Banda Aceh adalah baik. Artinya, sebagian besar guru TK Cut Meutia Banda Aceh dapat melaksanakan perananya sebagai mediator dalam mengembangkan bahasa anak yaitu memberikan stimulus dalam perkembangan bahasa anak, menerapkan berbagai pendektan, strategi, metode yang sesuai kebutuhan anak usia dini. Peran guru sebagai fasilitator dalam pengembangan bahasa lisan anak usia 5 tahun di TK Cut Meutia Banda Aceh adalah sedang/baik. Artinya guru mampu menyediakan media pembelajaryang mampu merangsang kognitif anak, memberi daya tarik anak sehingga anak tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Guru tidak hanya menjadi motivator, mediator, dan fasilitor tetapi juga melatih anak dalam melafalkan beberapa kata dengan tepat dan benar, menyusun kalinat sederhana dengan kreatif dalam menghadirkan media sehingga anak merespon baik terhadap informasi yang disampaikan. Kata Kunci: Peran, Guru, Perkembangan, Bahasa, Anak, 5 Tahun
MAKNA SIMBOLIK “PUNAKAWAN PEWAYANGAN JAWA” : (Kajian Pencitraan Nilai dalam Pendidikan Karakter pada Mata Kuliah Budi Pekerti pada Prodi PGPAUD di STKIP Bina Insan Mandiri Surabaya) Sulistiyani
Jurnal Buah Hati Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.29 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v7i1.934

Abstract

This study aims to examine the imaging of punakawan figures in Javanese puppetry in order to increase the values in the character education of students in the world of education through symbolic meaning, especially in early childhood, namely the PGPAUD Study Program at STKIP Bina Insan Mandiri Surabaya. This research was conducted because the authors see that education quality is increasingly declining today. This proves that education without character and character has been considered a failure to educate the children of the nation, especially in preserving Javanese culture through wayang. Many school children and students are clever in answering exam questions, intelligent, but mentally weak, timid, and behavior is not commendable and commits prohibited acts. With the theory of images and symbols in the puppet writer's analysis to analyze the image of clowns. The Punakawan is a symbol of the imaging of values in Javanese puppetry which is transferred to knowledgekan in early childhood. This understanding is carried out as a provision of understanding on the cultivation of character in life. Cultural and national character education is very intensively carried out in the world of education because it aims to prepare students to become better citizens, namely citizens who have the ability, willingness, and apply the values of Pancasila in their lives as Indonesian citizens starting from early childhood. This study uses interpretive descriptive methods and literature using image theory and symbols in wayang. The research used in this study also aims to understand what phenomena are experienced by the research subjects. Through this research, descriptive data collected is in the form of words and symbols. In this study, early childhood or humans play an important role as an instrument. The instrument is a primary data collection tool in the form of observations, interviews, or a review of documents. The results of this study can be formulated that the image of punakawan figures in Javanese puppet shows a symbolic meaning, namely punakawan in Javanese puppets as pandawa servants who have exemplary attitudes (honesty, justice, not easy to give up / despair, and a high sense of nationalism) that is very necessary and implied into the value of character education. Character education in character education courses for students especially PGPAUD STKIP Bina Insan Mandiri Surabaya study program students so that they can produce a nation of good quality in terms of intellectual, personality and character in the future. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pencitraan pada tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa guna meningkatkan nilai-nilai dalam pendidikan karakter peserta didik di dunia pendidikan melalui makna simbolik khususnya pada anak usia dini yakni pada Prodi PGPAUD di STKIP Bina Insan Mandiri Surabaya. Penelitian ini dilakukan karena penulis melihat pendidikan yang kualitasnya semakin menurun dewasa ini. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan tanpa karakter dan budi pekerti telah di anggap gagal mendidik anak bangsa khususnya dalam melestarikan budaya Jawa melalui pewayangan. Banyak anak sekolah dan peserta didik yang pandai dalam menjawab soal ujian, berotak cerdas, tetapi mentalnya lemah, penakut, dan perilakunya tidak terpuji serta melakukan perbuatan terlarang. Dengan adanya teori citra dan simbol dalam pewayangan penulis melakukan analisis untuk mengkaji citra punakawan. Punakawan tersebut merupakan simbol dari pencitraan nilai dalam pewayangan Jawa yang di transfer knowledgekan pada anak usia dini. Pemahaman ini dilakukan sebagai bekal pemahaman pada penanaman budi pekerti dalam kehidupan. Pendidikan budaya dan karakter bangsa sangat gencar dilaksanakan di dunia pendidikan karena bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik, yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara Indonesia yang dimulai dari anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif interpretatif dan kepustakaan dengan menggunakan teori citra dan simbol pada pewayangan. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini juga bertujuan untuk memahami fenomena apa yang dialami oleh subjek penelitian. Melalui penelitian ini, deskriptif data yang dikumpulkan yaitu berupa kata-kata dan simbol. Dalam penelitian ini, anak usia dini ataupun manusia berperan penting sebagai instrument. Instrumen tersebut menjadi alat pengumpul data utama yang berupa pengamatan, wawancara, atau penelaahan dokumen. Hasil dari penelitian ini dapat dirumuskan bahwa citra tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa didapatkan makna simbolik, yakni punakawan dalam pewayangan Jawa sebagai para abdi pandawa yang mempunyai keteladanan sikap (kejujuran, keadilan, tidak mudah menyerah/berputus asa, dan rasa nasionalisme yang tinggi) yang sangat diperlukan dan diimplikasikan kedalam nilai pendidikan karakter. Pendidikan karakter pada mata kuliah pendidikan budi pekerti untuk mahasiswa khususnya mahasiswa prodi PGPAUD STKIP Bina Insan Mandiri Surabaya sehingga bisa mencetak generasi bangsa yang berkualitas baik dalam segi intelektual, kepribadian dan karakter di masa depan. Kata Kunci: Makna simbolik, Punakawan pewayangan jawa, Kajian pencitraan nilai, Pendidikan karakter
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE PROYEK UNTUK MENSTIMULASI PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK KELOMPOK B1 TK TAHFIZH ANAK BANGSA BANDA ACEH Ayi Teiri Nurtiani; Miftahul Rahma
Jurnal Buah Hati Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.044 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v7i1.935

Abstract

Social emotional abilities of early childhood need to be developed because social emotional is the initial ability for children to interact with their wider environment. Many families and early childhood educators emphasize the importance of emotional social development during early childhood or preschool years. Based on this opinion, it requires the child's emotional social development at the beginning of school because before entering the school environment the child only knows the family environment. Therefore, when the child enters the school environment, efforts to develop emotional social abilities are needed so that the child can adjust to the new environment. The formulation of this research problem is the use of effective project methods to stimulate emotional social development in Tahfizh Anak Bangsa Kindergarten in Banda Aceh? While the purpose of the research carried out is to find out the emotional social of children so that children's abilities can develop through the use of project methods in group B1 children in Tahfizh Anak Bangsa Banda Aceh Kindergarten. This study uses experiments, with one group design pretest posttest design. A sample of 16 children collected data through observation and data analysis using statistics. The results of this study indicate that the project method can improve children's social emotional development with the results of testing the hypothesis that t count ≥ t table is 11 ≥ 1.75. Then Ha is accepted and Ho is rejected at a significant level of 0.05% with db 15. The conclusion of this research is that the project method activities are effective in increasing the emotional social development of B1 group children in the Tahfizh Anak Bangsa Banda Aceh Kindergarten. Abstrak Kemampuan sosial emosional anak usia dini perlu dikembangkan karena sosial emosional merupakan kemampuan awal bagi anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya yang lebih luas. Banyak keluarga dan pendidik anak usia dini menekankan pentingnya perkembangan sosial emosional selama masa kanak-kanak awal atau tahun-tahun prasekolah. Berdasarkan pendapat tersebut dibutuhkan pengembangan sosial emosional anak pada waktu awal sekolah karena sebelum memasuki lingkungan sekolah anak hanya mengenal lingkungan keluarga oleh sebab itu saat anak memasuki lingkungan sekolah dibutuhkan upaya pengembangan kemampuan sosial emosional agar anak dapat menyesuikan diri dengan lingkungan yang baru. Rumusan masalah penelitian ini apakah penggunaan metode proyek efektif untuk menstimulasi perkembangan sosial emosional pada TK Tahfizh Anak Bangsa di Banda Aceh? Sedangkan tujuan penelitian yang dilakukan yaitu mengetahui sosial emosional pada anak sehingga kemampuan anak dapat berkembang melalui penggunaan metode proyek pada anak kelompok B1 di TK Tahfizh Anak Bangsa Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan eksperimen, dengan desain one group pretest postest design. Sampel 16 anak pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan data analisis menggunakan statistika. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa metode proyek dapat meningkatkan perkembangan sosial emosional anak yang ditujukan dengan hasil pengujian hipotesis bahwa thitung ≥ ttabel yaitu 11 ≥ 1,75. Maka Ha diterima dan Ho ditolak pada taraf siknifikan 0,05% dengan db 15. Kesimpulan penelitian ini yaitu kegiatan metode proyek efektif meningkatkan perkembangan sosial emosional anak kelompok B1 di TK Tahfizh Anak Bangsa Banda Aceh. Kata Kunci: Metode Proyek, Perkembangan Sosial Emosional
PENGARUH PERMAINAN ENGKLEK VARIASI PADA PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA DINI Indaria Tri Hariyani; Norma Diana Fitri
Jurnal Buah Hati Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.698 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v7i1.936

Abstract

The role of play is a need for early childhood because it can affect the mindset that plays a role in the stages of child development. Therefore the main function of play is to use media in learning, so as to facilitate the media in learning needed by the teacher. To find out aspects of children's motor development, they really need media as an understanding that needs to be emphasized with concrete examples of behavior by using a crank game for kindergarten A children. In this study, the aim is to see whether there is an influence of variations on the motor cycle of early childhood, The research method used is pre-experimental designs, the pre-experimental form of this research design used is one group pretest - posttest design, the subject of this study is 12 children at the age of 5-6 years. The results of the normality test obtained by researchers are the Asymptotic significant value of the Kolmogorov-Smirnov test. All of the learning outcomes experience a significant effect that can be known from the average size in the paired test of the statistical sample of the pretest value of 21.83 and the posttest value of 29.00. The results of the paired sample test analysis can be seen in the sig value. which shows 0.000 <0.05 so that H0 is rejected H1 is accepted, that shows there is a significant influence on variations in the motor play of early childhood motor development. Abstrak Peran bermain merupakan kebutuhan untuk anak usia dini karena dapat mempengaruhi mindset yang berperan dalam tahap perkembangan anak. Oleh karena itu fungsi utama dari bermain adalah menggunakan media dalam pembelajaran, supaya mempermudah media dalam pembelajaran yang diperlukan oleh guru. Untuk mengetahui aspek perkembangan motorik anak sangat membutuhkan media sebagai pemahaman yang perlu dipertegas dengan contoh-contoh perilaku kongkret dengan menggunakan permainan engklek untuk anak TK A. Pada penelitian ini mempunyai tujuan agar dapat melihat apakah ada pengaruh permainan engklek variasi pada perkembangan motorik anak usia dini, metode penelitian yang digunakan yakni pre-eksperimental designs, bentuk desain penelitian ini pre-experimental yang digunakan adalah one group pretest - posttest design, subjek penelitian ini yakni 12 anak pada usia 5-6 tahun. Hasil dari uji normalitas yang diperoleh peneliti yaitu nilai Asymptotic significant value dari uji Kolmogorov- smirnov diketahui hasil belajar semuanya mengalami pengaruh yang signifikan dapat diketahui dari besarnya rata-rata dalam uji paired sampel statistic dari nilai pretest sebesar 21.83 dan nilai posttest sebesar 29.00. Hasil analisis paired sampel test dapat dilihat pada nilai sig. yang menunjukan 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak H1 diterima, bahwa menunjukan ada pengaruh signifikan permainan engklek variasi pada perkembangan motorik anak usia dini. Kata Kunci: Permainan engklek variasi, perkembangan motorik, anak usia dini
KESAN PERAN ORANG TUA DALAM PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA 4-6 TAHUN DI ACEH BESAR Dewi Yunisari; Yusra
Jurnal Buah Hati Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.849 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v7i1.937

Abstract

Early childhood education is a basic education in developing the intelligences. Early Childhood Education is the interaction between home, neighborhood and school.Interaction with a parentsis the basis for stimulating children to develop emotional intelligence. Parents' knowledge and role has a great impact for children to develop emotional intelligence.This research examines the impression of the role of parent’s in developing emotional intelligence of children 4-6 years.This research uses a qualitative approach with a survey methode. This research instrument consists of questionnaire, interview and observation list. The results of the analysis show the role parents is very impressive towards the development of emotional intelligence. The findings of the study on the effect of the attitude of the mother on the development of the emotional intelligence of children is that all children are at a moderate level where sometimes children are still showing a negative attitude and sometimes show that their emotional intelligence develops well. Abstrak Pendidikan Anak Usia Dini adalah pendidikan dasar dalam mengembangkan kecerdasan setiap anak-anak.Pendidikan Anak Usia Dini adalah interaksi antara lingkungan rumah, lingkungan sekitar dan sekolah. Interaksi dengan orang tua adalah dasar untuk merangsang anak dalam mengembangkan kecerdasan emosional.Peranorang tua memberikan pengaruh yang besar untuk anak-anak dalam mengembangkan kecerdasan emosional.Penelitian ini membahas tentang kesan peran orang tua dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia 4-6 tahun. Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode survey.Instrumen penelitian terdiri dari wawancara, observasi dan angket.Hasil analisis menunjukkan bahwa peran orang tua sangat berkesan terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak-anak.Hasil penelitian mengenai kesan sikap orang tua terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak adalah bahawa semua anak-anak berada pada tahap yang tinggi di mana kadang-kadang anak-anak masih menunjukkan sikap negatif dan kadang-kadang menunjukkan bahwa kecerdasan emosional mereka berkembang dengan baik. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Anak Usia Dini, Kesan Peran Orang Tua
PICTURE EXCHANGE COMMUNICATION SYSTEM (PECS) SEBUAH STRATEGI PENGOPTIMALAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK AUTIS Khoiriyah
Jurnal Buah Hati Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.685 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v7i1.938

Abstract

A child with autism is also called as child with special needs who in his education need to get special services. An autistic child is who lives in his own world, and tends to feel obstacles in interaction, communication, and social behavior. This study describes a process of how the Picture Exchange Communication System(PECS) becomes an Alternative strategy for optimizing the ability of autistic children to practice communication using non-verbal symbols. This study aims to examine the communication skills of early children with autism through a quantitative approach with the Single Subject Research method. The result shows that the PECS approach is effective in optimizing expressive communication skills in first grade students at SLB-B and Autis Bintoro Jember. This effectiveness can be seen from the increased test scores from baseline to intervention. In the baseline conditions, the test score of expressive communication skills performance was 21% and 67% in the intervention conditions, so that the mean increased by 46%. The data is supported by 0% overlap percentage which shows that this method is effective to increase the expressive sommunication skills. Abstrak Salah satu yang termasuk anak berkebutuhan khusus adalah penyandang autis yang memerlukan pelayanan khusus dalam pendidikannya. Penyandang autis didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki dunianya sendiri, yang dalam berinteraksi, berkomunikasi, dan berperilaku social kerap mendapati hambatan. Kajian ini mendeskripsikan proses bagaimana Picture Exchange Communication System (PECS) menjadi sebuah strategi alternatif pengoptimalan kemampuan anak autis dalam mempraktikkan komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol non-verbal. Penelitian ini bertujuan mengkaji kemampuan komunikasi anak usia dini yang menyandang autis melalui pendekatan kuantitatif dengan metode Penelitian Subjek Tunggal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa pendekatan PECS efektif untuk memaksimalkan kemampuan dalam berkomunikasi ekspresif pada siswa kelas satu di SLB-B dan Autis Bintoro Jember. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui adanya peningkatan nilai tes yang bertambah di keadaan awal (baseline) setelah di intervensi. Pada saat awal (baseline), skor pada tes kemampuan ketika anak melakukan komunikasi ekspresif sebanyak 21%, dan ketika sudah di intervensi menunjukkan angka peningkatan mencapai 67%, sehingga dapat dikatakan reratanya meningkat sebanyak 46%. Kata Kunci: Pendekatan PECS, Autis, Komunikasi Ekspresif
EFEKTIVITAS PERMAINAN WAYANG HURUF HIJAIYAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF HIJAIYAH PADA KELOMPOK A DI TK IKAL DOLOG BANDA ACEH Lina Amelia; Millata Zamana; Sri Ramadani
Jurnal Buah Hati Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.782 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v7i1.939

Abstract

The title of this research is "The Effectiveness of the Hijaiyah Letters Puppet Game in Improving the Ability to Recognize the Hijaiyah Letters in Group A at the TK Ikal Dolog Banda Aceh ". In reading hijaiyah letters, a skill and potential are needed that must be developed. If the child's potential is not developed continuously and consistently, then that potential is lost slowly. Therefore, it is needed a serious habituation in introducing hijaiyah letters. Game puppet letters hijaiyah is one of the quick ways in learning to recognize letters hijaiyah well. This study aims to determine the effectiveness of hijaiyah puppet play in introducing hijaiyah letters. This research is a quantitative research pre-experimental one group pretest-posttest design. Subjects in this study were all children of Group A at TK Ikal Dolog Banda Aceh. The instrument of this study was the pre-test and post-test oral test sheets. The technique used in data analysis is data processing of the initial oral test and the final oral test (pre-test post-test), normality test, homogeneity test, hypothesis testing and conclusion drawing. The results of this study indicate that there is an effective influence on the Hijaiyah Letters Puppet Game in Improving the Ability to Recognize the Hijaiyah Letters in Group A in Ikal Dolog Banda Aceh Kindergarten. It was shown that based on the results of testing the hypothesis t count> t table, which is 6.21> 2.16, so the hypothesis ha in this study was accepted. Thus from the results of the study stated that the hypothesis ha accepted (Ha), namely the puppet game hijaiyah letters effective in improving the ability to recognize letters hijaiyah in group A kindergarten children Ikal Dolog Banda Aceh. Abstrak Judul Penelitian ini adalah “Efektivitas Permainan Wayang Huruf Hijaiyah Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah Pada Kelompok A Di TK Ikal Dolog Banda Aceh”. Dalam membaca huruf hijaiyah, di perlukan suatu keterampilan dan potensi yang harus di kembangkan. Jika potensi anak tidak di kembangkan secara kontinyu dan konsisten, maka potensi tersebut menjadi hilang secara perlahan-lahan. Oleh karena itu, di perlukan suatu pembiasaan yang sungguh-sungguh dalam mengenalkan huruf hijaiyah. Permainan wayang huruf hijaiyah merupakan salah satu cara cepat dalam pembelajaran mengenal huruf hijaiyah dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas permainan wayang huruf hijaiyah dalam mengenalkan huruf hijaiyah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre-experimental one group pretes-posttes design. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh anak Kelompok A di Tk Ikal Dolog Banda Aceh. Adapun instrumen penelitian ini adalah lembar tes lisan pre-test dan post-test. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah pengolahan data tes lisan awal dan tes lisan akhir( pre-test post-test ), uji normalitas, uji homogenitas, pengujian hipotesis dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh efektif Permainan Wayang Huruf Hijaiyah Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah Pada Kelompok A Di TK Ikal Dolog Banda Aceh. Hal ini ditunjukkan bahwa berdasarkan hasil pengujian hipotesis t hitung> ttabel, yaitu 6,21 > 2,16, sehingga hipotesis ha dalam penelitian ini diterima. Dengan demikian dari hasil penelitian dinyatakan bahwa hipotesis ha diterima (Ha) yaitu permainan wayang huruf hijaiyah efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada anak kelompok A TK Ikal Dolog Banda Aceh. Kata kunci: Efektivitas, Permainan Wayang Huruf Hijaiyah, Huruf Hijaiyah
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF MELALUI PERMAINAN BOLA HURUF PADA KELOMPOK B DI TK MAWADDAH WARAHMAH ACEH BESAR Fitriah Hayati; Lina Amelia; Hanisah
Jurnal Buah Hati Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.534 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v7i1.940

Abstract

The ability to recognize letters is the ability to do something by recognizing the characteristics of the alphabet in writing which is a member of the alphabet that symbolizes the sound of language. The formulation of the problem in this study is how to improve the ability to recognize children's letters through group B ball games in Mawaddah Warahmah Aceh Besar Kindergarten. The purpose of this research or CAR is how to see an increase in the ability to recognize letters in children in Mawaddah Warahmah Aceh Besar Kindergarten through the Letter Ball game media. This type of research is Classroom Action Research (CAR). The instrument used was an observation sheet, the number of samples was 16 children and the data were analyzed using the percentage formula. The results showed that in the description of the activities of children in the first cycle the number of acquisition with an underdeveloped category was 5 children (31.25%), the category began to develop 5 children (31.25%), the category developed according to the expectations of 3 children (18.75%), and the category developed very well 3 children (18.75%). the second cycle there is no category yet to develop, start to develop 1 child (6.25%), the category develops according to expectations is 31.25% (5 children) the category of developing very well is 10 children (65.62%). Based on these data it can be concluded that the letter ball game can improve the ability to recognize children's letters. Abstrak Kemampuan mengenal huruf adalah kesanggupan melakukan sesuatu dengan mengenali tanda-tanda/ciri-ciri dari tanda aksara dalam tata tulis yang merupakan anggota abjad yang melambangkan bunyi bahasa. Rumusan masalah dalam penelitian ini Bagaimana meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak melalui permainan bola huruf kelompok B di TK Mawaddah Warahmah Aceh Besar. Tujuan penelitian atau PTK ini adalah bagaimana melihat peningkatan kemampuan mengenal huruf pada anak di TK Mawaddah Warahmah Aceh Besar melalui media permainan Bola Huruf. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Istrumen yang digunakan adalah lembar observasi, jumlah sampel adalah 16 anak dan data dianalisis dengan menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada gambaran aktivitas anak pada siklus I jumlah perolehan dengan kategori belum berkembang 5 anak (31.25%), kategori mulai berkembang 5 anak (31.25%), kategori berkembang sesuai harapan 3 anak (18.75%), dan kategori berkembang sangat baik 3 anak (18.75%). siklus ke II tidak ada kategori belum berkembang ,mulai berkembang 1 anak (6.25%), kategori berkembang sesuai harapan adalah 31.25% (5 anak) kategori berkembang sangat baik adalah 10 anak (65.62%). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan bola huruf dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak. Kata Kunci: Bola Huruf , Keaksaraan

Page 8 of 14 | Total Record : 140