cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 480 Documents
ANALISIS FAKTOR KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA DI KOTA SUNGAI PENUH KERINCI Veolina Irman; Dwi Christina Rahayuningrum; Etri Yanti
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1294

Abstract

ABSTRAK Insomnia merupakan masalah gangguan tidur pada lansia, dikarenakan ketidakmampuan untuk tidur walaupun ada keinginan tidur. Gangguan tidur pada lansia jika tidak ditangani akan berdampak pada penyakit-penyakit degeneratif yang sudah diderita mengalami perburukan dan menjadi tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan insomnia pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sungai Bungkal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang berumur ≥60 tahun yang memiliki keluhan gangguan tidur sebanyak 43 lansia. Teknik sampel yang digunakan adalah Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dilakukan pada tanggal 22-28 Agustus 2019. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh responden (53,5%) tidak mengalami stress, lebih dari separuh responden (65,1%) memiliki penyakit fisik, lebih dari separuh responden (60,5%) memiliki gaya hidup tidak baik, lebih dari separuh responden (74,4%) memiliki lingkungan tidur baik, dan lebih dari separuh responden (53,5%) mengalami insomnia ringan. Uji bivariat ada hubungan antara stress (p= 0,004),  penyakit fisik (p= 0,025) dan gaya hidup (p=0,040) dengan insomnia, sedangkan lingkungan tidak ada hubungan (p=0,295) dengan insomnia pada lansia. Dapat disimpulkan bahwa stress, penyakit fisik dan gaya hidup dapat mempengaruhi insomnia pada lansia, sedangkan lingkungan ditemukan tidak ada hubungan dengan insomnia pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh. Diharapkan kepada pihak puskesmas untuk lebih memaksimalkan upaya meningkatkan status kesehatan lansia terutama yang berkaitan dengan gangguan pola tidur lansia.Kata kunci         : Insomnia, Stress, Penyakit Fisik, Gaya Hidup, Lingkungan ABSTRACT Insomnia is a sleep disorder problem in the elderly, due to the inability to sleep despite the desire to sleep. Sleep disorders in the elderly if not treated will have an impact on degenerative diseases that have been suffered to worsen and become uncontrolled. The purpose of this study was to determine the factors associated with insomnia in the elderly in the working area of Sungai Bungkal Health Center. The type of research used is quantitative research with a cross sectional approach. The population in this study were the elderly aged 60 years who had complaints of sleep disturbances as many as 43 elderly. The sampling technique used is Total Sampling. Data collection using a questionnaire was conducted on August 22-28 2019. The results showed that more than half of the respondents (53.5%) did not experience stress, more than half of the respondents (65.1%) had a physical illness, more than half of the respondents ( 60.5%) have a bad lifestyle, more than half of the respondents (74.4%) have a good sleep environment, and more than half of the respondents (53.5%) have mild insomnia. The bivariate test showed a relationship between stress (p= 0.004), physical illness (p= 0.025) and lifestyle (p=0.040) with insomnia, while the environment had no relationship (p=0.295) with insomnia in the elderly. It can be concluded that stress, physical illness and lifestyle can affect insomnia in the elderly, while the environment is found to have no relationship with insomnia in the elderly in the working area of Sungai Bungkal Public Health Center, Sungai Penuh City. It is hoped that the puskesmas will further maximize efforts to improve the health status of the elderly, especially those related to sleep disturbances in the elderly.Keywords: Insomnia, Stress, Physical Disease, Lifestyle, Environment
faktor-faktor yang berhubungan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di RSUD NOONGAN. Drova Grano Manorek; Adrian Umboh; Aaltje Manampiring
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.992

Abstract

ABSTRACTNursing care documentation is very important and needs to be considered because what is done must be recorded and what is recorded is what is done to help the process of nursing care to patients. The purpose of this study was to examine the factors associated with documenting nursing care at the Noongan Regional Hospital. The number of respondents was 59 people. The activity starts with signing the agreement, filling out the questionnaire and filling out the observation sheet. The research method used quantitative data with aapproach cross sectional. Data were analyzed by univariate, bivariate, and multivariate using Chi-square and logistic regression analysis test. Based on thetest chi square to see the relationship between the independent and dependent variables, it was found that the p value for each independent variable was age (p = 0.775), gender (p = 0.740), level of education (p = 0.000) and supervision of the head of the room (p. = 0,000). The results of the logistic regression test showed that the variable with the highest OR value was the supervision of the head of the room (OR = 41.074). The conclusion of this study is the variables that have a relationship with nursing care documentation, namely the level of education and supervision of the head of the room, the variables that have no relationship are age and gender, and the variable that has the strongest influence is the supervision of the head of the room. The hospital, can carry out training for the head of the room in increasing supervision and for nurses in improving nursing care documentation.Keywords: Nursing care; documenting; factors.
HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU, ORGANISAI DAN PSIKOLOGIS PERAWAT DENGAN PENERAPAN PATIENT SAFETY DI RUANG RAWAT INAP RSUD SOLOK Dian Dwiana Maydinar; Dachriyanus Dachriyanus; Vetty Priscilla
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1325

Abstract

Keselamatan pasien merupakan sistem pemberian asuhan yang aman bagi pasien di rumah sakit. Pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas merupakan perilaku perawat dalam penerapan pedoman patient safety. Hasil survey dilakukan masih ditemukannya perwat pelaksana belum menerapkan keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara faktor individu, organisasi dan faktor psikologis perawat dengan kepatuhan dalam menerapkan patient safety   di RSUD Solok tahun 2016. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi deskriptif (descriptive corelational) dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang berada di rawat Inap RSUD Solok sebanyak 147 orang dengan jumlah sampel 109 perawat. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner pada masing-masing ruang rawat inap. Analisis data dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan faktor individu (usia sebagian besar 20-40 tahun, masa kerja sebagian besar ≥ 5 tahun, tingkat pendidikan sebagain besar D3 Keperawatan) ada hubungan dengan penerapan pasient safety dengan p value (0.004),(0.005),(0.004). faktor organisasi (kepemimpinan, imbalan, struktur organisasi, desain pekerjaan) ada hubungan dengan penerapan pasien safety dengan p value (0.000). faktor psikologis (sikap dan motivasi) ada hubungan dengan penerapan pasien safety dengan nilai p value (0.034), (0.000). Faktor yang paling berhubungan adalah desain pekerjaan. Saran bagi RSUD Solok untuk lebih meningkatkan pemberian reward, pelatihan dan motivasi pada perawat dalam penerapan pasien safety di ruang rawat inap.Kata kunci : faktor individu, organisasi, psikologis, panerapan pasien safety 
POTENSI PENERAPAN KONSEP HOSPITAL WITHOUT WALLS DALAM RANGKA MENURUNKAN ANGKA COLD CASE Jossy Indriane Nelwan; Gustaaf Ratag; Aaltje Manampiring
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1117

Abstract

ABSTRAKHospital without wall menerapkan pelayanan kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan medis sehingga masyarakat tidak perlu lagi datang berobat ke rumah sakit. Ini merupakan salah satu strategi untuk penurunan angka cold case. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penerapan konsep hospital without wall dalam pelayanan kesehatan mata. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif (grounded research). Penelitian dilaksanakan pada bulan September  2020 sampai Mei 2021 di RSU GMIM Bethesda Tomohon dan salah satu Puskesmas di Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam kepada 10 informan. Instrumen berupa daftar pertanyaan, alat perekam, dan alat tulis menulis serta pemantauan data observasi. Hasil penelitian didapati potensi penerapan konsep hospital without wall masih dalam level minimalis antara lain dokter spesialis  menjalankan konsep telemedicine ini walaupun hanya sebagian pasien, format rujukan balik ke fasilitas layanan kesehatan primer tentang informasi mengenai diagnosa pasien sudah dijalankan tapi hanya terbatas pasien peserta BPJS. Juga telah dijalankan pelayanan berupa promotif dan preventif kesehatan kepada masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan konsep hospital without wall di poli mata RSU GMIM Bethesda Tomohon memiliki potensi dan dapat dijalankan. Konsep ini dapat dilakukan dengan memperhatikan tantangan dan hambatan yang ada dan harus diatasi terlebih dahulu seperti dari segi sarana dan prasarana, kesiapan SDM, administrasi serta sistem pembiayaan yang harus disesuaikan agar supaya penerapan konsep hospital without wall dapat berjalan baik dalam level minimal maupun optimal. Saran bagi rumah sakit yang melakukan penerapan konsep hospital without walls dapat bekerjasama dengan pemerintah, dinas kesehatan serta fasilitas layanan kesehatan primer agar supaya mendapatkan solusi untuk pemecahan tantangan dan hambatan yang muncul.Kata Kunci: Hospital without walls; cold case.ABSTRACTHospital without wall implements services to the community to get medical needs so that people no longer need to come for treatment at the hospital. This is one strategy to reduce the number of cold cases. This study aims to determine the potential application of theconcept hospital without wall in eye health services. The design of this research is a qualitative research (grounded research). The study was carried out from September 2020 to May 2021 at GMIM Bethesda Tomohon Hospital and one of the Puskesmas in Tomohon City. This study used in-depth interviews with 10 informants. Instruments in the form of a list of questions, recording equipment, and writing instruments as well as monitoring observation data. The results of the study found that the potential for the application of theconcept was hospital without wall still at a minimalist level, including specialist doctors running theconcept telemedicine even though only some patients, the format for referrals back to primary health care facilities about information about patient diagnoses has been carried out but only limited to BPJS participants. It has also carried out services in the form of promotive and preventive health to the community. The conclusion of this study is that the application of the concept of a hospital without wall in the eye clinic of RSU GMIM Bethesda Tomohon has potential and can be implemented. This concept can be implemented by taking into account the challenges and obstacles that exist and must be overcome first, such as in terms of facilities and infrastructure, readiness of human resources, administration and the financing system that must be adjusted so that the application of theconcept hospital without wall can run both at a minimum and optimal level. Suggestions for hospitals that implement the concept of hospital without walls can cooperate with the government, health services and primary health care facilities in order to get solutions to solve the challenges and obstacles that arise.Keywords: Hospital without walls; cold case.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI INHALASI LAVENDER TERHADAP KECEMASAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT M. NATSIR Harmawati Harmawati; Sandra Hardini; Dwi Christina Rahayuningrum; Honesty Diana Morika
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1293

Abstract

ABSTRAKKecemasan merupakan salah satu hal yang sering dikeluhkan oleh pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang menjalani proses hemodialisa. Salah satu terapi non farmakologi yang digunakan dalam bidang kesehatan yaitu aromaterapi inhalasi lavender. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Aromaterapi Inhalasi Lavender Terhadap Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di RS M.Natsir. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperiment dengan dengan menggunakan pendekatan pendekatan pre and posttest desain dengan kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di ruang Hemodialisa RS M.Natsir  dengan menggunakan aroma terapi lavender dan ZSAS (Zung Self Rating Anxiety Scale). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Nonprobability Sampling yaitu purposive sampling yang menggunakan rumus Sugioyono dengan sampel 20 responden,10 kelompok intervensi dan 10 kelompok kontrol .Hasil penelitian didapatkan rata-rata kecemasan pasien  hemodialisa kelompok intervensi sebelum diberikan aromaterapi lavender adalah 59.40 sedangkan sesudah adalah 46.90,pada kelompok kontrol sebelum tanpa diberikan aromaterapi lavender adalah 62.60 sedangkan sesudah adalah 60.20. Berdasarkan uji statistik di dapatkan p value = 0,000  < 0,05. Keisimpulan  bahwa ada pengaruh Aromaterapi inhalasi  Lavender Terhadap kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani  hemodialisa Di RS M.Natsir. .Disarankan kepada Pihak Rumah sakit agar dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai terapi non farmakologis untuk menurunkan kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Kata Kunci : Hemodialisa, aroma terapi lavender, kecemasan, pasien gagal ginjal kronik  ABSTRACTAnxiety is one of the things that Failure patients often complain about Chronic Kidney Disease (CKD) undergoing the hemodialysis process. One of the non therapy pharmacology used in the health sector is inhalation aromatherapy lavender. The purpose of this study was to determine the effect of Inhalation Aromatherapy Lavender Against Anxiety in Chronic Kidney Disease Patients Hemodialysis  at M.Natsir Hospital. This study used a quasi-experimental design using a pre and posttest approach with a control group. The study was conducted in the hemodialysis room of M. Natsir Hospital,f using lavender aroma therapy and ZSAS (Zung Self Rating Anxiety Scale).Sampling was done by using nonprobability sampling technique, namely purposive sampling using the Sugioyono formula with a sample of 20 respondents,10 intervention groups and 10controlgroups. The results showed that the average anxiety of hemodialysis patients in the intervention group before being given lavender aromatherapy was 59.40 while after it was 46.90, in the control group before being given lavender aromatherapy was 62.60 while after it was 60.20. Based on the statistical test, it was found that p value = 0.000 <0.05. It can be concluded that there is an effect of Lavender inhalation Aromatherapy on the anxiety of chronic renal failure patients before hemodialysis at M. Natsir Hospital. It is recommended to the hospital that it can use the results of this study as a non-pharmacological therapy to reduce anxiety in chronic kidney Disease patients undergoing hemodialysis.Keywords: Hemodialysis, lavender inhalation aromatherapy, anxiety, patient Chronic Kidney Desease
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS KESEHATAN PEKERJA PEMBANGUNAN MAL PELAYANAN PUBLIK (MPP) PT SAMEROT TRI PUTRA DI MANADO Winny Vionita Rambitan; Billy Kepel; Aaltje Manampiring
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.993

Abstract

Workers with prime health determine the level of work productivity. When the worker’s health condition are declining and eventually became ill, the ability to think and doing tasks in workplace will also declining. The purpose of this research, is to find what factors that effecting the health status dan to understand which factor has the most influence to the worker’s of the development of public service mall (PSM) of PT Samerot Tri Putra in Manado health condition. There are 40 respondets. The research activity starts by signing the agreement paper, filling in the questioneaire, measuring body weight, height, and measuring the pulse. The research method are using quantitative data, in form of analytical surveys with Cross sectional approach. Data analysis are using univariat analitic, bivariat analitic with the Chi-square tests, dan multivariat with the regretion logistic analysis. The chi square test results of each independent variables are found with the p value of nutrition status (p=0,505) and health service accsess (p=0,005). The test result of logistic regression shows that variable with the high OR which is physical working load (OR=10,102). The conclusion of this research is, the variable that has the most effect to the health is the physical and mental working load and the health service accsess . The variable that has no effect in health status is the nutrition status. The company can consider to provide expert of K3 and health clinic as the form of Company’s primary health service to deal with the worker health’s needs.Keywords: Nutrition status, working load, health service accsess, health status.
PENGARUH PURSED LIP BREATHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID 19 Bri Novrika; Novita Amri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1319

Abstract

Kecemasan adalah rasa takut yang tidak jelas disertai dengan ketidakpastian, ketidakberdayaan, isolasi, dan ketidakamanan. Pandemi virus corona telah menambah kecemasan dan ketidakpastian, terutama pada ibu hamil. Jika kecemasan ini terus menerus terjadi pada ibu hamil terutama pada saat trimester III, maka dapat menyebabkan dampak yang negatif baik pada ibu maupun janinnya, baik itu pada saat persalinan maupun setelah persalinan, seperti meningkatkan resiko kejadian BBLR dan kelahiran premature, melemahnya kontraksi otot rahim saat proses persalinan, lemahnya kontraksi otot rahim dapat menyebabkan partus lama sehingga dapat meningkatkan kejadian infeksi dan kelehahan pada ibu. Kecemasan yang terjadi pada ibu hamil juga berkaitan dengan depresi postpartum karena terjadinya gangguan emosional ibu yang tidak stabil, baik pada sebelum persalinan hingga setelah persalinan. Salah satu cara yang dapat dilakukan ibu hamil agar dapat mengurangi rasa cemasnya yaitu dengan melakukan latihan relaksasi pernafasan (pursed-lip breathing exercise). Tujuan penelitian mempelajari pengaruh pursed lip breathing exercise terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil dalam menghadapi pandemi COVID -19. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Experiment dengan pendekatan Two Group Pretes and Posttes design. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil yang mengalami kecemasan di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi dengan kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 16 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji statistik t-indenpenden. Luaran yang direncakanan adalah artikel ilmiah di muat di jurnal internasional, artikel ini dimuat diprosiding internasional terindeks dan pembuatan draf buku ajar yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran Keperawatan Maternitas. TKT dalam penelitian ini adalah 3 dengan pembuktian konsep tentang tingkat kecemasan pada ibu hamil dalam menghadapi pandemi COVID -19. Hasil penelitian diperoleh  diperoleh rata-rata tingkat kecemasan responden intervensi (sebelum) adalah 2,25 dengan standar deviasi 0,683, rata-rata Tingkat kecemasan responden intervensi (sesudah) adalah 1,19 dengan standar deviasi 0,834 dan rata-rata Tingkat kecemasan responden kontrol (sebelum) adalah 2,38 dengan standar deviasi 0,500, rata-rata tingkat kecemasan responden kontrol (sesudah) adalah 2,31 dengan standar deviasi 0,704 sehingga diperoleh hasil uji statistik dengan menggunakan uji t test independent di dapatkan nilai p value = 0,000 (p≤0,05), maka terdapat pengaruh Pengaruh Pursed Lip Breathing Exercise Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Dalam Menghadapi Pandemi Covid -19.Kata Kunci : Kecemasan,Kehamilan,Pursed-lip Breathing Exercise
Faktor - faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Ruang Hemodialisa Melati Stenny Rolandy Elias; Freddy Welly Wagey; Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.987

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan suatu dokumen/catatan yang berisi tentang data pasien yang dilihat dari tingkat kesakitan, jenis, kualitas dan kuantitas dari layanan yang telah diberikan perawat dalam memberikan pelayanan serta dalam memenuhi kebutuhan pasien. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode cross sectional, pemilihan sampel dengan simple random sampling. Penelitian bulan Desember 2021. Sampel 21 perawat dan 42 dokumen. Pengukuran kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan meggunakan instrumen A Depkes. Pengumpulan data dengan cara observasi, checklist, dianalisa dengan Chi-Square  untuk uji bivariat dan uji regresi logistik berganda untuk uji multivariat. Hasil Penelitian kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan terbanyak yaitu tidak lengkap berjumlah 34 dokumen (81%), dan terdapat hubungan bermakna antara beban kerja dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan dengan nilai p=0.001, ada hubungan yang bermakna antara pengalaman kerja dengan kelangkapan pendokumentasian asuhan keperawatan dengan nilai p=0.002, tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan dengan nilai p=0.098, serta variabel yang paling dominan yaitu variabel pengalaman kerja (X2) sebesar 0,912. Sebaiknya dilakukan penambahan jumlah tenaga perawat dengan masa kerja >10 tahun di ruang Hemodialisis Melati RSUP Prof. Dr R.D.Kandou Manado sehingga perawat bisa melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan dengan lengkap.Kata Kunci : Beban kerja, pengalaman kerja, tingkat penegetahuan, dokumen
Pengaruh Psikologis Covid-19 Pada Ibu Yang Memiliki Anak Usia 12 S.D 24 Bulan Terhadap Kelengkapan Imunisasi Dasar Kota Padang Ika Putri Ramdhani; Amrina Amran
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.991

Abstract

Virus Corona lebih mudah menyerang dan menyebabkan komplikasi yang fatal pada orang yang daya Tahan tubuhnya Lemah, seperti lansia atau orang yang kekurangan gizi. Meski begitu, risiko infeksi virus Corona terjadi Pada BayiTujuan penelitian ini adalah untuk melihat Pengaruh psikologis Covid-19 Pada ibu yang memiliki anak usia 12 s.d 24 bulan terhadap Kelengkapan Imunisasi dasar Kota Padang”.                 Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas responden berusia pada rentang usia 20-35 gtahun (95,3%), dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga atau tidak bekerja (81,3%), tingkat kecemasan responden mayoritas adalah tingkat kecemasan ringan yaitu (51,6%) dan mayoritas responden tidak lengkap dalam mendapatkan imunisasi dasar yaitu sebesar 57,8%. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa  responden dengan tingkat kecemasan normal, sebanyak 19 (73,1%) anak mendapatkan imunisasi lengkap, sedangkan pada ibu yang mempunyai tingkat kecemasan ringan, sebanyak 30 (79%) anak mendapatkan imunisasi tidak lengkap. Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square didapatak p-value 0.000 < 0,005, artinya terdapat hubungan antara tingkat kecemasa ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada anak usia 12-24 tahun.Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat mengaktifkan kembali posyandu dan memberikan pelayanan imunisasi dasar dengan menerapkan protokol kesehatan covid 19  
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU IBU MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK USIA DINI Hartati deri manila; aprima yona amir; masdalena masdalena; Marisa Lia Anggraini; Ade nurhasanah amir
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1327

Abstract

ABSTRAK Kasus kekerasan seksual pada anak setiap tahunnya meningkat. Kondisi ini disebabkan anak tidak dibekali pendidikan seksual yang memadai oleh orang tuanya. Pemberian pendidikan seksual oleh orang tua dapat melindung anak dari kasus kekerasan seksual. Berdasarkan hasil pra survey di kelurahan Tugul Hitam, pada 20 ibu, didapatkan bahwa 15 ibu merasa canggung bila mengajarkan pendidikan seks kepada anaknya. Hal itu terjadi kemungkinan dari minimnya pengetahuan ibu sehingga perilaku memberikan pendidikan kurang.Tujuan Penelitian: penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku ibu memberikan pendidikan seks pada anak. Jenis penelitian : penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan crossectional. Jumlah populasi sebanyak 42 ibu siswa paud, kemudian pengambilan sampel dilakukan dengan total sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi menjadi 30 ibu siswa TK Dharmawanita Persatuan Gumukmas. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan masing – masing item pertanyaan 15 soal dan analisis data menggunakan analisis korelasi pearson dan regresi linear sederhana. Hasil Penelitian: penelitian yang diperoleh adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan dengan perilaku ibu memberikan pendidikan seks pada anak (ρ=0,001) dengan kekuatan hubungan r=0,578, hasil uji regresi didapatkan koefisien determinan sebesar 0,334(korelasi rendah).Kata kunci : pengetahuan, perilaku, pendidikan seks anak