cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 480 Documents
PENGARUH PENERAPAN PELAYANAN PRIMA “DUTA WE CARE” (CUSTUMER SERVICE MOBILE NURSING) TERHADAP CARING PERAWAT DI IRNA NON BEDAH RSUP Dr. M. DJAMIL PADANG Alfitri Alfitri; Farida Kurnati; Andika Maharani; Yandrita Yandrita
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i1.1115

Abstract

ABSTRAK (Time New Roman 11) Rumah Sakit mempunyai karakteristik dan organisasi yang sangat kompleks dimana berbagai jenis tenaga kesehatan dengan perangkat keilmuannya masing-masing berinteraksi satu sama lain termasuk dengan pasien dan masyarakat sebagai pelanggan rumah sakit sekaligus membuat semakin kompleksnya permasalahan dalam Rumah Sakit. Beberapa faktor penyebab buruknya kualitas layanan, beberapa kelemahan yang mungkin ada pada petugas dan mungkin berdampak negatif terhadap persepsi kualitas layanan diantaranya tidak terampil dalam melayani pelanggan, sehingga diperlukan pelayanan prima duta we care Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan Pelayanan Prima Duta  We Care terhadap Caring Perawat di Irna Non Bedah RSUP DR. M. DJAMIL Padang. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-exsperiment  yaitu pre-experimental design tipe one group pretest-posttest. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap non bedah di RSUP. Dr. M. Djamil pada bulan Oktober 2019  sd Januari 2020 dengan jumlah sampel 45 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa perilaku caring perawat sebelum pelaksanaan pelayanan prima Duta We Care  adalah antara 150,88 – 169,43 dan perilaku caring perawat sesudah pelaksanaan pelayanan prima Duta We Care  adalah antara 205,56 - 219,69. Hasil Uji statistic didapatkan nilai p = 0,000 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara perilaku caring perawat  sebelum dan sesudah pelaksanaan pelayanan prima Duta We Care .  Pelayanan prima;Caring Perawat;Duta We Care  ABSTRACT (Time New Roman 11, cetak mirirng)  Hospitals have very complex characteristics and organizations where various types of health workers with their respective scientific devices interact with each other, including with patients and the community as hospital customers as well as making the problems more complex in the hospital. Several factors cause poor service quality, some weaknesses that may exist in officers and may have a negative impact on the perception of service quality including not being skilled in serving customers, so that service excellence We Care is needed Caring for Nurses at Irna Non Bedah RSUP. DR. M. DJAMIL. This study used a Quasi-experiment design, namely pre-experimental design type one group pretest-posttest. The study was conducted in a non-surgical inpatient room at the RSUP. Dr. M. Djamil from October 2019 to January 2020 with a sample size of 45 respondents. The results showed that the caring behavior of nurses before the implementation of services excellence of Duta We Care was between 150.88 and 169.43 and the caring behavior of nurses after the implementation services excellence Duta We Care was between 205.56 - 219.69. The statistical test results obtained p value = 0.000, it can be concluded that there is a significant difference between the caring behavior of nurses before and after the implementation services excellence Duta We Care.Service excellence; nursing care; duta we care
EFEKTIVITAS METODE CERAMAH DAN DISKUSI KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG DAMPAK SEKS BEBAS PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Nova Arikhman; Synthia Rahmi Gusdian; Oktariyani Dasril
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1328

Abstract

ABSTRAK Perilaku seks bebas menimbulkan berbagai dampak negatif pada remaja seperti kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode ceramah dan diskusi kelompok dalam meningkatkan pengetahuan  tentang dampak seks bebas pada remaja SMPN 39 Padang tahun 2019.             Jenis penelitian yang dilakukan quasi eksperimental dengan rancangan one group pre-test dan post-test.  Persentase rata-rata pada kelompok ceramah sesudah dilakukan intervensi (68,33), berbeda dengan rata-rata pengetahuan sesudah pada kelompok metode diskusi kelompok (75,33).  Hal ini dibuktikan hasil uji paired sample t-test dengan nilai p= 0,000<0,05 dengan rata-rata 10,000 pada kelompok ceramah dan pada kelompok diskusi p=0,003 dengan rata-rata 9,000.  Hasil penelitian menunjukan bahwa metode ceramah lebih efektif dibandingkan metode diskusi kelompok disebabkan metode ceramah lebih mampu mempengaruhi pengetahuan remaja.  Hasi uji Independent t-test p= 0,157 artinya tidak ada perbedaan efektivitas antara metode ceramah dan diskusi kelompok.Kata kunci: Seks bebas, ceramah, diskusi, pengetahuan  ABSTRACT  Free sex has a variety of negative effects on adolescents such as unwanted pregnancy and abortion.  This study aims to determine the effectiveness of the lectures and group discussion methods in increasing knowledge about the effects of free sex on adolescents at 39 Padang Junior High School in 2019.  This type of quasi experimental research with one group pre-test and post-test design.The average percentage in the lecture group after the intervention (68.33), is different from the average knowledge after the group discussion group method (75.33). This is evidenced by the results of paired sample t-test with a value of p = 0,000 <0.05 with an average of 10,000 in the lecture group and in the discussion group p = 0.003 with an average of 9,000. The results showed that the lecture method was more effective than the group discussion method because the lecture method was more able to influence adolescent knowledge.  The result of the Independent t-test p = 0.157 means that there is no difference in effectiveness between the lecture method and group discussion.Keyword: Free sex, lectures, discussion, knowledge
PENGARUH COOL PACK (KOMPRES DINGIN) TERHADAP NYERI SAAT PEMASANGAN INFUS PADA ANAK DI RUMAH SAKIT Mareta Akhriansyah; Raden Surahmat
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1318

Abstract

Terapi intravena merupakan jenis terapi yang banyak diberikan pada pasien anak yang dirawat dengan pemasangan infus. Pemberian terapi ini akan menimbukan ketidaknyaman terhadap anak  dengan memasukkan jarum ke dalam pembuluh darah anak yang dapat mengakibatkan nyeri. Sehingga jarum suntik umumnya ditakuti/dibenci oleh anak-anak saat dirawat di rumah sakit. Nyeri yang tidak ditangani dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi anak antara lain  ansietas, kesulitan tidur, ketidakberdayaan dan keputusasaan. Sehingga perlu terapi pendamping dengan Cool Pack (kompres dingin) merupakan salah satu tindakan keperawatan yang mampu mengurangi nyeri dengan memberikan  efek anestesi lokal pada area yang akan di pasang infus.  Penelitian ini bertujuan mempelajari Pengaruh cool pack (kompres dingin) terhadap nyeri Saat Pemasangan Infus pada anak.Penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Experiment dengan pendekatan Two Group Posttes design. Penelitian ini dilakukan pada anak sebelum pemasangan infus dengan memberikan kompres dingin di area pemasangan infus dengan kelompok intervensi 15 responden dan kontrol 15 responden. Pengukuran nyeri menggunakan lembar observasi Face, Legs, Activity, Cry and Consolability (FLACC) scala. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji statistik t-indenpenden. Luaran yang direncakanan adalah artikel ilmiah di muat di jurnal internasional, jurnal terakreditasi nasional terindeks dan pembuatan draf buku ajar yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran keperawatan medikal bedah. Tingkat Kesiapan Teknologi dalam penelitian ini adalah 3 dengan pembuktian konsep tentang Cool Pack (kompres diri terhadap nyeri saat pemasangan infus. Hasil penelitian diperoleh rata-rata skala nyeri kelompok intervensi pemberian cool pack adalah 3,93 dengan standar deviasi 1,033,  Sedangkan pada kelompok kontrol  dengan intensitas nyeri adalah 7,40 dengan standar deviasi 1,242 . Sehingga didapatkan  pengaruh Cool Pack pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai P value 0,000. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh cool pack (kompres dingin) Terhadap Nyeri saat pemasangan infus pada anak.Kata Kunci : Nyeri ; Pemasangan infus; Cool Pack (Kompres Dingin)
Hubungan Determinan Stres Kerja Di Masa Pandemi Covid-19 Dengan Kinerja Perawat Meisy Jilbry Kunu; Grace E. C Korompis; Adrian Umboh
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.983

Abstract

Pandemi Covid-19 memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan perawat dalam melakukan tindakan asuhan keperawatan kepada pasien secara berkesinambungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan determinan stres kerja dengan kinerja perawat di masa pandemi Covid-19. Jumlah responden sebanyak 59 orang. Kegiatan dimulai dengan menandatangani persetujuan, wawancara, mengisi kuesioner. Metode penelitian menggunakan data kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan Chi-square dan Uji analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan nilai yang signifikan dengan p < 0,05,  yaitu : Jam kerja (0,020), beban kerja (0,019), lingkungan kerja (0,005), konflik peran (0,031), dan pengembangan karir; sedangkan nilai yang tidak signifikan  ditunjukkan dengan p > 0,05, rutinitas (0,528), peran individu (0,251), hubungan dalam pekerjaan (0,213), pola ketenagaan (0,177), kemudian yang memiliki nilai yang paling besar yaitu beban kerja yang ditunjukkan dengan nilai Exp (β) = 13,380. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu  ada lima determinan stres kerja memiliki hubungan dengan kinerja perawat dan empat determinan yang tidak memiliki hubungan dengan kinerja perawat. Diharapkan dapat melakukan rekrutmen dan seleksi khususnya untuk tenaga keperawatan, menyediakan alat pelindung diri yang sesuai standar disetiap shift kerja, membuat ruangan dan waktu khusus sebagai fasilitas untuk ruang penyuluhan.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN KEGIATAN FISIK DENGAN PERAWATAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS Andika Herlina; Hera Febrianto; Angga Bhaim Ibrahim
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1279

Abstract

Diabetes melitus atau disingkat diabetes adalah gangguan kesehatan yang berupa kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan ataupun retensi insulin. Hasil survey awal menunjukkan bahwa masih banyak pasien diabetes yang tidak menjaga keteraturan makan meliputi berat, jumlah dan waktu makan dengan baik dan tidak melakukan kegiatan fisik secara teratur. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan pola makan dan kegiatan fisik dengan perawatan komplikasi akibat penyakit diabetes.Jenis Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini telah dilakukan pada responden sebanyak 54 orang dengan tehnik pengambilan sampel accidental sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan data yang didapat diolah dan dianalisa secara univariat dan bivariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh (59,3%) responden kurang baik dalam melakukan pola makan, lebih dari separuh (55,6%) responden kurang teratur dalam melakukan kegiatan fisik, lebih dari separuh (55,6%) responden tidak melakukan upaya perawatan  komplikasi akibat penyakit DM. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan pola makan (pvalue = 0,001), faktor kegiatan fisik (p value = 0,002) (p<0,05) dengan upaya perawatan komplikasi akibat penyakit DM.Dapat disimpulkan bahwa pola makan  dan kegiatan fisik dapat mempengaruhi perawatan komplikasi akibat penyakit DM. Diharapkan kepada perawat untuk lebih memotivasi dan memberikan bimbingan kepada penderita DM dan keluarganya tentang pentingnya melakukan upaya perawatan komplikasi akibat penyakit DM.
HUBUNGAN PERILAKU MENYONTEK DAN PENGENDALIAN DIRI PADA MAHASISWA PERGURUAN TINGGI KESEHATAN inge angelia; sri handayani; Edison Edison; Naufal Raid
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1278

Abstract

Menyontek merupakan tindakan yang lazim dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa. Tindakan menyontek yang dilakukan pada saat proses pendidikan nantinya akan dapat berpengaruh terhadap kinerja lulusan. Lulusan yang terbiasa menyontek pada saat perkuliahan akan memberikan dampak buruk pada saat pelaksanaan pekerjaannya. Apalagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES), menyontek akan dapat memberikan dampak yang berbahaya bagi manusia yang akan menjadi objek pekerjaannya nanti. Tujuan artikel ini untuk melihat hubungan kontrol diri dan perilaku menyontek. bangsa Jenis Penelitian yang digunakan analitik dengan metode cross sectional, sampel merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan di Kota Padang dengan jumlah 106, teknik analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan bermakna dari kontrol diri terhadap perilaku menyontek dengan hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,016 (p<0,05). Dosen perguruan tinggi kesehatan diharapkan mampu membantu pengendalian diri mahasiswa
PENERAPAN KONSEP HOSPITAL WITHOUT WALLS DALAM MENURUNKAN ANGKA COLD CASE Zeinevaltines Tampian; Windy Wariki; Gustaaf Ratag
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1111

Abstract

Hospital without walls memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan medis yang diperlukan tanpa pergi ke rumah sakit dan memperkecil resiko penularan infeksi dan juga kontak dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan penerapan konsep hospital without walls pada pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas. Desain penelitian kualitatif (grounded research) atau grounded theory. Penelitian dilaksanakan di Poli Gigi dan Mulut di RSU GMIM Bethesda Tomohon dan Puskesmas Kakaskasen. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam kepada 10 informan penelitian. Instrumen berupa daftar pertanyaan, alat perekam, dan alat tulis menulis serta pemantauan data observasi. Analisa data dilakukan secara manual yang didapat melalui sumber data primer. Hasil penelitian ini, dari pihak rumah sakit melihat tantangan dan hambatannya dari pemerintah dan dinas kesehatan. Dari budaya, karena orang-orang masih terbiasa kalau sakit harus bertemu secara langsung dengan dokter, kemudian dari lingkungan jaringan internet harus kuat karena kalau ada gangguan tidak bisa tersambung. Bagi Puskesmas masih banyak kasus-kasus rujukan atas permintaan keluarga. Bagi masyarakat yang lebih memilih pelayanan di rumah sakit hambatannya harus menunggu lama. Kesimpulan penelitian ini, penerapan konsep ini mempunyai peluang untuk diterapkan dengan memperhatikan tantangan dan hambatan. Rumah sakit dalam menerapkan konsep hospital without walls dapat bekerjasama dengan para stakeholder dan juga para pemberi layanan kesehatan yang terkait. Kata Kunci: hospital without wall; cold case; hospital, public health center
EFEKTIVITAS MODIFIKASI GUIDED IMAGERY AND MUSIC (GIM) DENGAN INTENSITAS NYERI DISMENORE( NYERI HAID) Defiaroza Defiaroza; Yessi Fadriyanti; Etri Yanti
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1306

Abstract

ABSTRAK  Dismenore adalah Nyeri yang terjadi saat menstruasi.Salah satu tindakan non farmakologi yang bisa digunakan untuk menghilangkan nyeri haid ini guided Imagery dan musik. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh guided imagery dan musik terhadap intensitas nyeri dismenore pada mahasiswi D III Keperawatan Universitas Negeri Padang. Disain penelitian ini adalah Quasi eksperimen , rancangan yang digunakan yaitu one group pretest dan posttest .Tekhnik Pengumpulan Data adalah wawancara dan angket. Analisis Data dengan menggunakan Uji T dependent. Hasil Penelitian ini didapatkan bahwa  perbedaan nilai mean tingkat nyeri dismenore antara sebelum dan sesudah Guided Imagery dan musik adalah 0,448 dengan standar deviasi 0,985 . Hasil Uji statistic didapatkan nilai p = 0,021 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara tingkat Nyeri  sebelum dan sesudah dilakukan tindakan guided imagery dan Musik. Diharapkan kepada perawat untuk dapat memberikan penyuluhan kepada Remaja Putri  untuk melakukan tindakan guided imageri dan musik setiap hari selama menstruasi terutama saat dismenore.Kata Kunci : Dismenore; guided Imagery;musik ABSTRACTDysmenorrhea is pain that occurs during menstruation . One non-pharmacological action that can be used to relieve menstrual pain is guided Imagery and music . The purpose of this study was to determine the effect of guided imagery and music on the intensity of dysmenorrhea pain in female students of 3rd Diploma Nursing on Padang State University . The design of this study is Quasi experimental, designs were used that one group pretest and post-test Engineering Collection of data was interviews and questionnaires. Data analysis using dependent T test . The results of this study found that the mean difference between before and after Guided Imagery and music was 0.448 with a standard deviation of 0.985. Statistical test results obtained p value = 0.021, it can be concluded that there is a significant difference between the level of pain before and after guided imagery and music . It is expected that nurses will provide counseling to young women to carry out guided imagery and music every day during menstruation, especially during dysmenorrhea . Keywords : Dysmenorrhea; guided Imagery; music  
Implementasi Kebijakan Publik Program JKN pada Peserta PBPU Di Kota Bitung Provinsi Sulut Indonesia Desi Fitrianeti; Miko Hananto; Riant Nugroho D
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.970

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi belum optimalnya implementasi program JKN pada  peserta  PBPU di Kota Bitung. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana Implementasi  Kebijakan Publik Program JKN pada Pesert a  PBPU Di Kota Bitung Provinsi Sulut Indonesia. Metode  penelitian deskriptif  kualitatif,  dengan  teknik pengumpulan  data  secara observasional, FGD, dan studi  literature.  Informan  sebanyak  10  orang,  bersifat  cross sectional,  penelitian  ini  telah  dilaksanakan  pada bulan  Oktober s/d November 2019. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa  implementasi  Program JKN  pada  peserta PBPU di Kota Bitung sudah cukup baik. Namun masih ditemukan kendala dalam Komunikasi bentuk sosialisasi program belum optimal. Sebagaian besar informan tidak mengetahui dengan benar pengertian BPJS/JKN. Sumber daya iuran, akses pelayanan, obat, fasilitas kesehatan belum optimal.  Disposisi belum berjalan dengan baik. Sebagian besar informan pernah menunggak, Ada informan mendapatkan penagalaman  pelayanan  tidak baik menggunakan BPJS/JKN, rujukan pasien di tolak RS, pelayanan tidak sesuai kelas yang  dibayar, Peserta  Veteran usia 85 tahun tidak ditanggung BPJS. Ada peserta  bayar umum berobat di RS.  Struktur Birokrasi  prosedur persyaratan menjadi peserta JKN, Akses pembayaran iuran sudah  baik, sesuai aturan (SOP). Penelitian ini merekomendasikan kepada Pemko Bitung, BPJS Kesehatan, masyarakat, dan Kementerian Kesehatan bekerjasama secara terintegrasi, dan berakselerasi sesuai saran rekomendasi dalam menyelesaikan permasalahan kepesertaan PBPU di Kota Bitung.
PENGARUH AMBULASI DINI TERHADAP KETIDAKNYAMANAN AKIBAT NYERI PASIEN POSTKATETERISASI JANTUNG DI RUANG RAWAT INAP INSTALASI PUSAT JANTUNG DI KOTAPADANG Novita Amri; Bri Novrika
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1320

Abstract

 Kateterisasi jantung merupakan suatu prosedur tindakan penyakit jantung koroner (PJK)  mendiagnosis dan mengobati yang merupakan diagnostik tetap angiografi koroner untuk mengetahui berbagai bentuk dan struktural penyakit jantung koroner .Tindakan kateterisasi jantung menimbulkan beberapa komplikasi dengan menimbulkan rasa tidak nyaman (nyeri pinggang, punggung dan pada lipatan paha), perdarahan serta bertambahnya hari rawat dan meningkatkan biaya perawatan. Penanganan pada pasien post kateterisasi jantung pada umumnya dilakukan dengan terapi farmakologi yang bertujuan untuk menurunkan gejala yang ditimbulkan. Tetapi belum menunjukkan perbaikan dalam mengurangi nyeri. Metode pengobatan non farmakologi dengan melakukan tindakan keperawatan diharapkan mampu melengkapi pengobatan farmakologi dalam mengurangi nyeri dengan ambulasi dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh ambulasi dini terhadap ketidaknyamanan akibat nyeri pasien post kateterisasi jantung. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Experiment dengan pendekatan Two Group Pretes and Posttes design. Penelitian ini dilakukan pada pasien penderita post kateterisasi jantung dengan kelompok intervensi 16 responden dan kontrol 16 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji statistik t-indenpenden. Luaran yang direncakanan adalah artikel ilmiah di muat di jurnal internasional, jurnal terakreditasi nasional terindeks dan pembuatan draf buku ajar yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran keperawatan medikal bedah. Tingkat Kesiapan Teknologi dalam penelitian ini adalah 3 dengan pembuktian konsep tentang ambulasi dini terhadap ketidaknyamanan nyeri akibat post kateterisasi jantung. Hasil penelitian diperoleh rata-rata skala nyeri kelompok intervensi sebelum ambulasi dini adalah 3,63 dengan standar deviasi 1,061 dan rata-rata skala nyeri kelompok intervensi sesudah ambulasi dini adalah 0,38 dengan standar deviasi 0,518. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata skala nyeri pasien sebelum tanpa ambulasi dini adalah 3,38 dengan standar deviasi 0,916 dan sesudah tanpa ambulasi dini 3,75 dengan standar deviasi 0,463. Sehingga didapatkan  pengaruh ambulasi dini terhadap ketidaknyamanan akibat nyeri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai P value 0,001. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh ambulasi dini pada pasien post kateterisasi jantung.Kata Kunci : Post Kateterisasi Jantung;Ketidaknyamanan Akibat Nyeri;Ambulasi Dini