cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. A.Yani, Km. 06 Desa Panggung, Pelaihari, Kalimantan Selatan
Location
Kab. tanah laut,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Agro-Industri
ISSN : 24074624     EISSN : 25985884     DOI : 10.34128/jtai
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Teknologi Agro-Industri diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Industri Pertanian Politeknik Negeri Tanah Laut dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang pengolahan hasil, aktivitas senyawa aktif, proses, teknik sistem, dan lingkungan industri khususnya pada bidang Agro-Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
Pembuatan Edible film Pati Jagung dengan Penambahan Kitosan Sisik Ikan Papuyu (Anabas testudienus) Yuli Ristianingsih; Maria Natalia
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.322 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i1.91

Abstract

Food packaging most used in order to keep the quality of food could be maintained to consumers. Plastic non-biogradable have weakness such as it is not degradable of environment and it is not safe to health because contain bhispenol. Edible film is solution for this problem because made of chitosan-starch. Starch is natural polymer that safe to use because easy to degradable, edible and economist. Corn starch contain high amylose content is 25%. Addition of chitosan could increase mechanical properties and barrier properties of edible film. The purpose of this research was to find out the effect of addition of chitosan on physiochemical properties edible film. Variation of chitosan used was 0,5; 1; 1,5 and 2 gram. The best result of solubility in water was addition chitosan 2 gram with value 49,74%.
Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Kualitas Produk Gula Semut dari Nira Meldayanoor Meldayanoor; Adzani Ghani Ilmannafian; Fitria Wulandari
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.541 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i1.81

Abstract

Kabupaten Tanah Laut has many sugar palm trees especially in the area of the ​​Guntung Besar and daerah Ranggang. But the manufacture of palm water in the area is only made into sugar print / brown sugar because the manufacture is more practical. If brown sugar is kept at room temperature, then brown sugar is easily melted. Therefore further processing is needed to maintain the quality of brown sugar. The purpose of this research is to make brown sugar with drying temperature variation. This research use ekspremental method with 4 treatment that is drying temperature 100oC, 75 oC, 50 oC, and control (without temperature drying). The test used in this research is pH test, water content test, ash content test and organoleptic test. The result shows that the pH value of sugar water used ranges from 6 to 7, the water content is 2,97% with the value of SNI maximal 3% and the ash content is 1, 98% with the value of SNI maximal 2, 0% at treatment A1 already fulfill SNI, Organoleptic test on flavor, aroma, texture and color obtained best result that is at treatment P1
ANALISA MIKROBIOLOGI CEMARAN BAKTERI COLIFORM DAN SALMONELLA SP PADA TAHU DI KECAMATAN DELTA PAWAN Nenengsih Verawati; Nur Aida; Ridha Aufa
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.105 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i1.90

Abstract

Tofu is a high-protein soy-based food ingredient that is widely consumed in Indonesia. Tofu producers in Delta Pawan Subdistrict are dominated by small and medium-sized entrepreneurs whose hygiene and sanitation aspects in production activities are very under-taken. This study aims to determine the presence of Coliform and Salmonella Sp bacteria on tofu produced in Delta Pawan sub-district, Ketapang, West Kalimantan and compare with SNI01-3142-1998. The method used to detect the presence of Coliform bacteria in this study uses the Most Probable Number (MPN) method, which consists of estimator and confirmatory tests using Lactosa Broth (LB) media for the Brilliant Green Lactose Broth (BGLB) assay test for confirmation . Whereas to detect the amount of Salmonella Sp using the method of Total Plate Count (TPC) with selective media Salmonella Shigella Agar (SSA). The results of Coliform analysis in both industries found Coliform MPN values ​​of more than 2400 AMP / g samples, which indicated that they did not meet the standards set by SNI. While the results of the analysis of Salmonella Sp obtained positive results, so the two industries did not meet food safety standards.
Optimalisasi Limbah Tongkol Jagung pada Pembuatan Bioetanol dan Karakteristiknya dengan Perlakuan Periode Fermentasi dan Konsentrasi Ragi Refid Ruhibnur; Nur Aida; Anto Susanto; Tardi Kurniawan; Rosmalinda Rosmalinda
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.339 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i2.94

Abstract

Pemanfaatan tongkol jagung masih sangat terbatas. Kebanyakan limbah tongkol jagung hanya digunakan untuk bahan tambahan makanan ternak, atau hanya digunakan sebagai pengganti kayu bakar. Melihat komposisi selulosa dan hemi selulosa yang cukup besar, maka tongkol jagung sangat potensial untuk dimanfaatkan menjadi bioetanol. Bioetanol adalah etanol yang berasal dari makhluk hidup, dalam hal ini adalah bahan nabati. Bioetanol ini dibuat melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi konsentrasi ragi dan lama periode fermentasi yang optimum agar dapat menghasilkan bioetanol limbah tongkol jagung sesuai standar mutu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental faktorial dengan rancangan percobaan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor yang dicoba dalam penelitian ini adalah: (1) perlakuan lama periode fermentasi (P), terdiri dari 3 taraf: P1 = 3 hari, P2 = 5 hari, dan P3 = 7 hari. (2) perlakuan konsentrasi ragi (K), terdiri dari 3 taraf: K1 = 5%, K2 = 10%, dan K3 = 15%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini, diantaranya: Uji kadar etanol (SNI7390:2008), Uji pH (SNI7390:2008), Kadar gula (Sudarmadji, 1997), Viskositas (Sudarmadji, 1997), dan Uji tampakan (pengamatan visual). Dari hasil penelitian yang terbaik untuk preparasi bahan maupun hasil bioetanol yang dihasilkan yaitu perlakuan P2K2 (penambahan konsentrasi ragi 10% dengan lama waktu fermentasi 5 hari) dengan nilai kadar gula pada bahan awal 3.98 (% brix), dan nilai pH 4.30 pada kondisi suhu 30oC, diperoleh nilai kadar etanol sebesar 34.57 (%v/v), pH sebesar 3.5, nilai viskositas sebesar 3,00 ppt, nilai kadar gula 0 % brix, dan memiliki warna secara visual jernih.
PERANCANGAN DAN APLIKASI ALAT PIROLISIS UNTUK PEMBUATAN ASAP CAIR Nuryati Nuryati; Jaka Darma Jaya; Meldayanoor Meldayanoor
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.377 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v2i1.20

Abstract

Petani karet di Kabupaten Tanah Laut pada umumnya untuk proses penggumpalan (koagulasi) lateks masih banyak menggunakan bahan yang tidak dianjurkan seperti tawas, pupuk TSP, dan lain-lain. Mengingat sifatnya yang berbahaya, maka perlu dicari bahan pengganti yang aman bagi lingkungan. Salah satu bahan penggumpal lateks yang aman dan murah salah satunya adalah asap cair. Untuk memproduksi asap cair yang efektif dan efisien diperlukan suatu alat yang disebut reaktor pirolisis. Pirolisis merupakan proses pemanasan suatu zat tanpa adanya oksigen sehingga terjadi penguraian komponen-komponen penyusun kayu keras. Istilah lain dari pirolisis adalah penguraian yang tidak teratur dari bahan-bahan yang disebabkan oleh adanya pemanasan tanpa berhubungan dengan udara luar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendesain alat pirolisis pembuatan asap cair berbahan baku tempurung kelapa yang akan diaplikasikan sebagai pengental lateks. Alat ini terdiri dari tiga komponen utama yaitu ruang pirolisis, pendingin asap cair, dan ruang control panel. Asap cair dibuat dengan memvariasikan temperatur pirolisis yaitu 150oC, 175oC dan 200oC dengan lama waktu pirolisis 1 jam dan 2 jam, kemudian asap cair yang dihasilkan dianalisis rendemen dan pH. Aplikasi asap cair yang dihasilkan digunakan untuk koagulan lateks. Analisis terhadap karet yang dihasilkan dilakukan dengan menghitung kadar karet kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu beku lateks paling cepat dan rendemen tertinggi ditunjukkan oleh asap cair yang dibuat pada kondisi temperatur 175oC dan waktu pirolisis 2 jam dengan rendemen 27,34%. Kadar karet kering tertinggi juga terjadi pada penggunaan asap cair kondisi temperature 175oC dan waktu pirolisis 2 jam sebagai koagulan dengan KKK sebesar 41,24%.
Analisis Swot Pemasaran Produk Kerupuk Buah di UD. Sukma Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut Raden Rizki Amalia; Ema Lestari; Meldayanoor Meldayanoor
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.337 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i2.103

Abstract

UD. Sukma merupakan industri pengolahan kerupuk buah. Permasalahan yang terjadi pada UD. Sukma yaitu dalam menjual produknya belum adanya identifikasi strategi bauran pemasaran yang dilihat dari faktor produk, lokasi, harga dan promosi untuk meningkatkan penjualan produk kerupuk buah yang menghasilkan kontinuitas terhadap penjualannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor yang paling mempengaruhi bauran pemasaran kerupuk buah secara internal dan eksternal serta menentukan strategi pemasaran kerupuk buah menggunakan metode SWOT. Metode penelitian yang digunakan yaitu identifikasi faktor-faktor marketing mix, wawancara, kuisioner, analisis faktor IFAS dan EFAS, dan analisis SWOT. Faktor internal yang paling mempengaruhi kekuatan (strength) yaitu merk yang digunakan sudah diketahui masyarakat sekitar dan sudah memiliki P-IRT, serta sudah mendapatkan label halal dari MUI. Kelemahan dalam faktor internal yaitu kemasan yang digunakan kurang menarik, belum memiliki standar pengolahan produk yang menyebabkan ketidakkonsistenan kualitas produk kerupuk buah, dan tidak adanya promosi menggunakan media sosial. Sedangkan pada faktor eksternal peluang yaitu pengiriman produk tepat waktu pada distributor, mempromosikan produk melalui instansi pemerintah. Adapun ancamannya yaitu kemasan produk lain yang sejenis lebih menarik, terdapat pesaing dengan produk yang sama disatu tempat penjualan dan kerupuk UD. Sukma sudah dijual sampai luar daerah namun merk berbeda. Strategi yang tepat mengatasi pemasalahan UD. Sukma yaitu menggunakan strategi Strength-Oppurtunity (SO) yaitu dengan adanya label halal dan P-IRT merupakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yaitu dengan mempertahankan hubungan yang baik dengan distributor, memperluas area penjualan, serta adanya dukungan dari pemerintah baik melalui promosi berbentuk baliho, maupun mengikutkan pameran agar dikenal masyarakat luas.
KUALITAS GREEN POLYBAG DARI LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN FIBER SEBAGAI MEDIA PRE NURSERY KELAPA SAWIT Jaka Darma Jaya; Muhammad Indra Darmawan; Adzani Ghani Ilmannafian; Lukman Sanjaya
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.421 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i2.102

Abstract

Green Polybag merupakan salah satu produk yang dibuat untuk menangani permasalahan lingkungan yang terjadi, baik itu limbah padat dari produksi kelapa sawit dalam hal ini Tandan Kosong kelapa Sawit (TKKS) dan Fiber, maupun limbah dari polibag plastik. Keunggulan Green Polybag yaitu ramah lingkungan, praktis karena dapat langsung ditanam ke dalam tanah, dapat terdekomposisi secara cepat, serta tidak menyebabkan terjadinya kerusakan perakaran saat bibit dipindahkan ke lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas green polybag berdasarkan parameter uji kadar air, uji kerapatan, uji daya serap air, dan uji pH, serta menjelaskan hasil tingkat penerimaan responden pakar. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan 100% TKKS merupakan green polybag terbaik berdasarkan nilai kerapatan 0,3 g/cm3 dan daya serap air 173,98% serta perlakuan 100% Fiber merupakan green polybag terbaik berdasarkan nilai kadar air dengan nilai 2,44% dan nilai pH 6,4. Adapun tingkat penerimaan responden terbaik berdasarkan data yang dianalisis oleh Expert Choice versi 11 adalah 100% TKKS.
Biosorben Daun Ketapang dengan Pengaktifan Asam Sitrat sebagai Pereduksi Merkuri Yuli Ristianingsih; Muhammad Aulia Fadhil; Fariz Maulana Akbar; Annissa Millenia Ramadhani; Isna Syauqiah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1819.895 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i2.96

Abstract

South Kalimantan has a gold mining industry that produces waste that can pollute the environment and is harmful to public health. One of the hazardous contaminants contained in the gold mining industry is mercury. This study aims to make biosorbent of ketapang leaves which will be used to reduce mercury content in gold mining waste.. The study began with washing the ketapang leaves to remove the impurities and then dried 3-4 days under the sun to reduce the water content. The next step is a simple carbonization process by using furnaces at a temperature of 300 oC for 30 minutes as the optimum operating condition so that activated carbon is formed called BDK. In the final stage, the biosorbent of ketapang leaves with 0.1 N citric acid was activated to produce biosorbent of ketapang leaves called BDK-COOH. The test results were carried out by SEM and FTIR analysis. The results of SEM analysis showed biosorbents that form large and large pores caused by carbonization and activation processes. Likewise, the results of FTIR analysis formed an active functional group to absorb heavy metals in terms of shifting absorption bands shown by FTIR. However, the adsorption capacity of biosorbent has not been determined so that further research is needed to find out.
PEMBUATAN ASAP CAIR DARI CANGKANG BIJI KARET DAN APLIKASINYA SEBAGAI KOAGULAN LATEKS Jaka Darma Jaya; Dwi Sandri; Agusten Setiawan
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.982 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i2.100

Abstract

Salah satu pemanfaatan cangkang biji karet supaya bernilai ekonomis yang tinggi adalah dibuat asap cair dengan proses pirolisis. Asap cair merupakan suatu campuran larutan senyawa murni. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi proses pirolisis asap cair dan mengaplikasikan nya sebagai koagulan lateks. Proses pirolisis dilakukan dengan melakukan variasi waktu pirolisis sebagai berikut: 30 menit, 60 menit da 120 menit dengan bahan baku seberat 500 gram dan suhu pirolisis 250˚. Berdasarkan hasil pirolisis ini diketahui bahwa perlakuan dengan waktu 120 menit menghasilkan rendemen asap cair paling tinggi sebesar 16% dan perlakuan 30 menit menghasilkan rendemen asap cair terendah sebesar 10,3%. Karakterisasi asap cair cangkang biji karet memperlihatkan bahwa perlakuan 30 menit menghasilkan pH asap cair paling tinggi sebesar 4 (asam asetat 10,6%) dan perlakuan 120 menit menghasilkan pH paling rendah sebesar 3,3 ( asam asetat 9,8%) dari hasil yang didapat dapat diketahui semakin rendah pH asap cair maka semakin tinggi kadar asam asetat didalamnya. Pada aplikasi asap cair sebagai koagulan lateks menunjukan bahwa asap air dari cangkang biji karet berpotensi sebagai koagulan dengan waktu penggumpalan antara 375-440 detik lebih singgkat jika dibandingkan asap cair komersil yang memerlukan waktu penggumpalan 3652 detik.
SUBTITUSI TEPUNG PISANG KEPOK DALAM PEMBUATAN PRODUK SOES KERING PISANG KEPOK Mariatul Kiptiah; Nuryati Nuryati; Raden Rizki Amalia; Maida Hayati
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.255 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i2.98

Abstract

Pengolahan pisang menjadi tepung merupakan alternatif diversifikasi komoditas pisang dalam mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu serta produk berbahan baku beras. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui formulasi soes kering pisang kepok yang disukai panelis dan mengetahui mutu produk soes kering pisang kepok tersebut. Metode peneleitian ini adalah eksperimental dengan membuat soes kering pisang kepok menggunakan formulasi tepung pisang kepok 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Data penelitian didapat dari uji hedonik, uji kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kesukaan panelis terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur, soes kering yang disukai adalah formulasi A2 dengan penambahan 25% tepung pisang kepok. Formulasi A2 memiliki nilai kadar air 4%, kadar abu 1,5%, dan kadar serat 0,5% yang memenuhi SNI 01-2973-1992 dan kadar lemak 4,19% yang nilainya belum memenuhi SNI 01-2973-1992.

Page 7 of 16 | Total Record : 155