cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. A.Yani, Km. 06 Desa Panggung, Pelaihari, Kalimantan Selatan
Location
Kab. tanah laut,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Agro-Industri
ISSN : 24074624     EISSN : 25985884     DOI : 10.34128/jtai
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Teknologi Agro-Industri diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Industri Pertanian Politeknik Negeri Tanah Laut dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang pengolahan hasil, aktivitas senyawa aktif, proses, teknik sistem, dan lingkungan industri khususnya pada bidang Agro-Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
Analisis Penerapan Produksi Bersih Pengelolaan Sampah Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakunci Kabupaten Tanah Laut Meldayanoor Meldayanoor; Mariatul Kiptiah; Dian Permata Sari
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.369 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i2.99

Abstract

Permasalahan sampah saat ini menjadi suatu hal yang memerlukan perhatian, karena sampah-sampah yang dibiarkan saja akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakunci Kabupaten Tanah Laut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengolahan sampah di TPA Bakunci serta menganalisis penerapan produksi bersih dari segi kelayakan teknis, kelayakan lingkungan dan kelayakan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, kuisioner, pengamatan langsung dan studi pustaka yang berkaitan dengan penelitian. Pengelolaan sampah di TPA Bakunci yaitu mengolah sampah organik diolah menjadi kompos, sampah organik diolah menjadi biogas dan sampah anorganik dikelola dibank sampah. Dilihat dari segi kelayakan teknis pengelolaan kompos dan bank sampah layak untuk dilanjutkan, sedangkan dari segi kelayakan lingkungan setiap pengelolaan sampah yang dilakukan tidak ada pengaruhnya terhadap lingkungan. Dilihat dari segi kelayakan ekonomi dalam pengelolaan kompos perkiraan keuntungan yang diperoleh yaitu Rp. 23.856.000/bulan dan pengelolaan bank sampah yaitu 28.818.900/bulan untuk 33 nasabah bank sampah.
Pengaruh Konsentrasi Gula pasir dan Gula Aren pada Pembuatan Nata De Coco Fatimah Fatimah; Nina Hairiyah; Riski Yulia Rahayu
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.874 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i2.97

Abstract

Gula pasir sudah umum digunakan sebagai sumber nutrisi pada media pembuatan nata de coco. Sedangkan gula aren belum digunakan sebagai sumber nutrisi pada media pembuatan nata de coco. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi optimal gula aren dalam pembuatan nata de coco. Perlakuan yang digunakan adalah variasi konsentrasi gula, yaitu gula pasir 2%, gula aren 2%, dan perbandingan antara gula pasir 1% : gula aren %. Pengukuran nata de coco meliputi ketebalan dan rendemen nata. Formulasi terbaik pembuatan nata de coco adalah pada perlakuan dengan konsentrasi perbandingan gula pasir 1% : gula aren 1%, menghasilkan nata dengan rendeman 76% dan tebal 0,83 cm. Sedangkan pembuatan nata menggunakan gula pasir konsentrasi 2% memiliki rendemen sebesar 45% dengn tebal 0,46 cm. Pembuatan nata menggunakan gula aren berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen nata, sehingga gula aren dapat menggantikan gula pasir dalam pembuatan nata de coco.
Kesetimbangan Adsorbsi Zat Warna Metilen Blue dengan Adsorben Karbon Aktif Tongkol Jagung Terimpregnasi Fe2O3 Yuli Ristianingsih; Alit Istiani; Fauzan Irfandy
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.652 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v7i1.115

Abstract

Methylene blue merupakan zat warna organik yang banyak digunakan pada industri tekstil, memiliki sifat mudah larut dalam air dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Pada penelitian ini, adsorbsi zat warna metilen blue dilakukan dengan menggunakan adsorben karbon aktif dari tongkol jagung yang terimpregnasi Fe2O3. Proses adsorbsi dijalankan pada sebuah reaktor batch selama 120 menit dengan menggunakan adsorben KAJ/Fe2O3 sebanyak 0,025 gram dan kecepatan pengadukan 150 rpm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh suhu (30 0C, 40 0C, 50 0C) serta variasi penambahan reagen fenton H2O2 dan tanpa penambahan H2O2 pada proses adsorbsi zat warna metilen blue. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan reagen fenton (H2O2) dapat meningkatkan kapasitas adsorbsi sebesar 25,98%. Suhu optimum proses adsorbsi terjadi pada suhu 30 0C dengan kapasitas penjerapan rata-rata sebesar 71,93%. Model kesetimbangan adsorbsi yang sesuai pada penelitian ini ada isotherm Langmuir dengan nilai konstanta Langmuir (b) dan kapasitas penjerapan maksimum (qm) yang diperoleh masing-masing sebesar 0,49 dan 15,38 mg/L.
Karakteristik Kimia, Mikrobiologi, Sensori Sereal Flakes Berbahan Dasar Tepung Ubi Nagara (Ipomoea batatas L.) dan Tepung Jewawut (Setaria italica) Ratna Ariani Nilateja Putri; Alia Rahmi; Agung Nugroho
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.575 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v7i1.106

Abstract

Sereal flakes merupakan produk sereal sarapan praktis yang diolah dari serealia seperti beras, gandum, jagung, dan umbi-umbian. Sereal flakes biasa dinikmati bersama dengan susu, air, atau yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia, mikrobiologi, dan sensori produk sereal flakes dari ubi nagara dan jewawut yang merupakan bahan dari sumber daya lokal Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 2 ulangan. Perlakuan tersebut adalah komposisi tepung ubi nagara dan tepung jewawut yaitu sebesar (75:25), (50;50), dan (25:75). Sereal flakes ubi nagara dan jewawut diuji kadar proksimat (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat), kadar serat kasar, TPC, dan sensori (hedonik dan skoring). Berdasarkan pengamatan, sereal flakes dengan konsentrasi (25:75) merupakan perlakuan terbaik kandungan nutrisi dengan kadar air 0,55%, kadar abu 2,24%, kadar protein 11,40%, kadar lemak 20,70%, kadar karbohidrat 65,13%, kadar serat kasar 6,76%, kalori 492,29 kal/100g, dan TPC 8,5x101 koloni/ml. Dari ketiga perlakuan dinyatakan baik/layak untuk dikonsumsi karena masih memenuhi syarat mutu dari sereal SNI 01-42017-1996. Sedangkan biaya produksi untuk sereal flakes ubi nagara dan jewawut dengan formulasi (75:25) sebesar Rp.13.295,00/100g, formulasi (50:50) sebesar Rp.14.337,25/100g, dan formulasi (25:75) sebesar Rp.15.379,50/100g.
Pembuatan Papan Komposit dengan Memanfaatkan Limbah Pelepah Kelapa Sawit dan Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) Daur Ulang Meldayanoor Meldayanoor; Muhammad Indra Darmawan; Norhalimah Norhalimah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.689 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v7i1.116

Abstract

Limbah pelepah kelapa sawit merupakan salah satu limbah perkebunan kelapa sawit yang belum termanfaatkan dengan optimal. Limbah pelepah kelapa sawit dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk dalam pembuatan papan komposit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi papan komposit dan menganalisis kualitas karakterisasi fisik papan komposit dari limbah pelepah kelapa sawit dan plastik Polyethylene Terephthalate (PET) daur ulang dalam pembuatan papan komposit berdasarkan sifat fisis yang terdiri dari kerapatan, kadar air, daya serap air, dan pengembangan tebal. Bahan baku papan komposit dibuat perbandingan pelepah kelapa sawit : plastik Polythylene Therepthalate (PET) dengan perbandingan 100% : 0%, 87,5% : 12%, 75% : 25%, 62,5% : 37,5%, dan 50% : 50%. Papan komposit dibuat dengan ukuran 13 cm ×13 cm × 1 cm dan menggunakan perekat lem putih Poly Vinyl Acetate (PVAc) sebanyak 100 gram. Pengujian sifat fisis papan komposit terdiri dari kerapatan, kadar air, daya serap air, dan pengembangan tebal. Data yang diperoleh dibandingkan dengan SNI 03-2105-2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik papan komposit yaitu pada perlakuan 50% : 50% dapat dilihat dari hasil uji sifat fisis kerapatan 0,78 g/cm3 termasuk dalam kategori kerapatan sedang, kadar air 11,02%, daya serap air 17,27% dan pengembangan tebal 7,91%. Semakin kecil nilai kadar air, daya serap air dan pengembangan tebal maka kualitas papan semakin baik.
Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Vegan Cilok dengan Penggunaan Pewarna Alami Mufrida Zein; Nuryati Nuryati; Siti Fitriani
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.678 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v7i1.118

Abstract

Cilok merupakan jajanan khas Bandung, cilok dibuat dari campuran tepung tapioka, tepung terigu, potongan seledri dan bumbu seperti bawang putih, garam serta merica. cilok dapat dibuat dalam berbagai variasi dan modifikasi baru yang salah satunya adalah vegan cilok dengan penggunaan pewarna alami. Pewarna alami yang digunakan dari sayur dan buah seperti buah naga, labu dan bayam. Tujuan dari penelitian ini menganalisis nilai tambah dan menghitung kelayakan usaha vegan cilok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Hayami dan kriteria kelayakan usaha yang meliputi BEP, ROI, PBP dan B/C. Hasil penelitian ini menunjukan, rasio nilai tambah yang diperoleh pada produk vegan cilok komoditas buah naga 90%, labu 87% dan bayam 75% dengan presentase keuntungan yang dicapai masing-masing komoditas yaitu buah naga 12%, labu 18% dan bayam 47%. sedangkan untuk hasil penelitian kelayakan usaha didapatkan hasil BEP sebesar 121, ROI 87%, PBP 1, B/C 3,55, hasil dari perhitungan kelayakan usaha ini sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan sehingga dapat dikatakan layak.
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN KELAYAKAN USAHA KERIPIK SINGKONG DI UD. SUKMA DESA SUMBER MAKMUR KABUPATEN TANAH LAUT (Analysis Of Added Value And Feasibility Of UD Sukma Cassava Chip Industry In Desa Sumber Makmur Kabupaten Tanah Laut) Mariatul Kiptiah; Nuryati Nuryati; Muhammad Padel Yasir
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.66 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v7i1.107

Abstract

ABSTRAK Keripik singkong merupakan makanan ringan yang bersifat kering dan renyah serta memiliki kandungan lemak tinggi dengan rendah protein dibandingkan dengan beras sehingga banyak digemari oleh semua kalangan. Usaha pengolahan keripik singkong UD Sukma merupakan salah satu usaha rumah tanggga yang memproduksi keripik singkong. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis nilai tambah industri rumah tangga dan kelayakan usaha industri keripik singkong di UD Sukma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode hayami dengan kelayakan usaha dilihat dari hasil BEP, ROI dan B/C. Hasil penelitian dari analisis nilai tambah keripik singkong adalah sebesar Rp 7.217/kg atau sebesar 54,13% yang menunjukkan bahwa nilai produksinya sangat menguntungkan. Sedangkan Analisis kelayakan usaha didapatkan hasil biaya tetap sebesar Rp. 358.552, biaya tidak tetap sebesar Rp. 2.716.000, harga pokok produksi sebesar Rp. 3.202,66/bungkus, memperoleh omset sebesar Rp. 4.800.000 dengan laba bersih sebesar Rp. 1.701.448, sedangkan BEP produksi pada pemasaran 165,16 bungkus dengan penjualan mencapai sebesar Rp 825.840,81 keripik singkong, hasil ROI mencapai 55,33%, B/C mencapai 1,56, hasil dari perhitungan kelayakan usaha ini sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan sehingga dapat dikatakan layak dalam menjalankan usaha.
Potensi Asap Cair Cangkang Biji Karet Sebagai Koagulan Untuk Meningkatkan Mutu Sit Angin Dwi Sandri; Fatimah Fatimah; Erni Hasanah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v7i1.108

Abstract

Sit angin merupakan salah satu jenis bahan olahan karet rakyat (bokar) yang biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan karet SIR, dimana SIR memiliki standar spesifikasi teknis yang harus dimiliki agar sesuai dengan SNI. Pengolahan bokar yang dihasilkan masih banyak bermutu rendah, salah satu penyebabnya adalah penggunaan koagulan yang tidak tepat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis mutu sit angin dengan menggunakan koagulan asap cair cangkang biji karet. Pada penelitian ini dilakukan analisis mutu sit angin berupa kondisi koagulasi, uji sensori, kadar karet kering, kadar zat menguap dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukan penggunaan asap cair cangkang biji karet memberikan pengaruh terhadap bokar sit angin yang dihasilkan, semakin tinggi dosis yang diberikan akan menghasilkan aroma asap yang menyengat. Adapun untuk nilai Kadar karet kering berkisar 99.27% - 99.53%, kadar zat menguap berkisar 0.37% - 0.73%, kadar abu 0.22% - 0.47%, sehingga sit angin yang terbentuk dapat direkomendasikan sebagai bahan baku jenis mutu SIR 5.
Karakteristik Asap Cair Dari Limbah Kulit Buah Pinang (Areca Catechu) Dengan Berbagai Variasi Suhu Pirolisis Dan Waktu Pirolisis Ruka Yulia; Asmeri Lamona; Teuku Makmur; yuslinaini yuslinaini
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.359 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v7i1.113

Abstract

Limbah kulit buah pinang merupakan bahan yang melimpah yang masih kurang penggunaannya. Limbah ini mengandung hemiselulosa, selulosa dan lignin yang merupakan sumber komponen dalam pembuatan asap cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik asap cair dari limbah kulit buah pinang dengan berbagai variasi suhu pirolisis dan waktu pirolisis. Penelitian ini menggunakan metode deskritif yang terdiri dari variabel suhu pirolisis yaitu 250oC, 300oC, 350oC, 400 oC, 450oC dan waktu pirolisis yaitu 2 jam dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada suhu pirolisis 450oC dan waktu pirolisis 3 jam dengan rendemen sebesar 25,2%, pH sebesar 0,23, kadar asam asetat 32,4%, dan kadar fenol sebesar 0,63 ppm.
Karakteristik Tapai Ketan Hitam Hasil Teknik Pemasakan yang Berbeda Marniza Marniza; Syafnil Syafnil; Sari Safitri
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v7i2.124

Abstract

Tapai ketan hitam is Indonesian traditional food that fermented glutinous rice. In Bengkulu City, the tapai ketan hitam is sole at Lingkar Barat, Bengkulu City. The production of the tapai ketan hitam different on cooking methods, which boiling or steaming method. The aim of research was to obtain the characteristic of fermented glutinous rice that cooked with boilling or steaming. Characteristic of the tapai ketan hitam was relatively not different for boiling and steaming methods. The characteristics of black tapai were pH 4.8, ethanol content 1.5%, reduced sugar 10.97 and 11.54 %, red purple colour, soft texture and tapai specific aroma.

Page 8 of 16 | Total Record : 155