cover
Contact Name
ERP Wardoyo
Contact Email
jpp@untan.ac.id
Phone
+6281522519199
Journal Mail Official
jpp@untan.ac.id
Editorial Address
Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Universitas Tanjungpura Jalan Daya Nasional Pontianak Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Prospektif
ISSN : 25793713     EISSN : 25795627     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpp
Jurnal Pembelajaran Prospektif (JPP) is aimed at facilitating scholars, researchers, curriculum developers, educational practitioners, and teachers for publishing the original articles in the form of research paper, theory-based empirical paper, book review, and paper review. The topic areas are covering: Educational Research, Literacy works, Innovative Teaching and Learning Method, Curriculum and Material Development, Assessment, and Best Practice. Jurnal Pembelajaran Prospektif terbit 2 kali dalam setahun, yaitu bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 173 Documents
Hubungan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Terhadap Literasi Matematis Siswa Walhidayah, Dea; Bistari; Mohamad Rif'at; Ade Mirza; Dona Fitriawan
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Pembelajaran Prospektif
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v11i2.110997

Abstract

The importance of mathematical literacy as a fundamental foundation for facing the challenges of modern progress contrasts with students' test results in the field, which are still relatively low, as reflected in the 2022 PISA results. Several mathematical abilities are believed to be related to mathematical literacy, including mathematical communication skills and mathematical reflective thinking skills. This study therefore examines the relationship of these two skills with students’ mathematical literacy. A quantitative correlational design was applied, involving Class XI B students at MAN 2 Pontianak selected through cluster random sampling. Data were collected using a mathematical communication skills test, a mathematical reflective thinking skills test, and a mathematical literacy test, then analyzed through Pearson Product-Moment correlation and multiple correlation. The findings showed a strong positive relationship between mathematical communication skills and mathematical literacy (ρ = 0,612), as well as a strong positive relationship between mathematical reflective thinking skills and mathematical literacy (ρ = 0,751). Simultaneously, both variables significantly contributed to students' mathematical literacy, with a coefficient of determination (R²) of 61.7%, which is greater than partially.
Karakter Kewarganegaraan (Civic Disposition) Dalam Kearifan Lokal Tepung Tawar Masyarakat Melayu Di Dusun Siantau Kabupaten Ketapang Rukaya; Bistari; Shilmy
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Pembelajaran Prospektif
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v11i2.110998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter civic disposition dalam kearifan lokal tradisi tepung tawar masyarakat Melayu di Dusun Siantau, Kabupaten Ketapang. Tradisi ini memiliki peran penting dalam pelestarian budaya dan pembentukan karakter sosial, namun menghadapi tantangan modernisasi serta kurangnya perhatian dari generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, masyarakat usia 15–29 tahun, serta 30–50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tepung tawar mencerminkan nilai-nilai kewarganegaraan seperti kesopanan, saling menghargai, kelapangan hati, toleransi, kasih sayang, kesetiaan, serta berpikir untuk kepentingan umum. Faktor pendukung tradisi ini meliputi keterlibatan masyarakat, dukungan tokoh adat, serta integrasi dengan kegiatan sosial. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah modernisasi, keterbatasan pengetahuan, dan faktor ekonomi. Upaya untuk mengatasi hambatan tersebut dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, sosialisasi, serta dukungan pemerintah. Tradisi tepung tawar memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter kewarganegaraan masyarakat Melayu di Dusun Siantau. Pelestarian tradisi ini memerlukan partisipasi aktif dari semua pihak, terutama dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya.
Analisis Miskonsepsi Pada Operasi Hitung Bilangan Bulat Berdasarkan Certainty of Response Index Dan Self-Confidence Wahidiyah, Ikhwani; Bistari; Rustam
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Pembelajaran Prospektif
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v11i2.111600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis miskonsepsi dan proses terjadinya kesalahpahaman siswa pada operasi hitung bilangan bulat berdasarkan Certainty of Response Index (CRI), serta mendeskripsikan self-confidence siswa yang mengalami miskonsepsi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di MTs Negeri 2 Pontianak. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive dari 136 siswa berdasarkan hasil tes diagnostik dan nilai CRI. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik berbasis CRI, angket self-confidence, dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86 dari 136 siswa (63,2%) mengalami miskonsepsi, dengan kelas 8.7 mencatat persentase tertinggi (82,9%). Tiga jenis miskonsepsi teridentifikasi, yaitu miskonsepsi aturan tanda (20 siswa), miskonsepsi urutan operasi (16 siswa), dan miskonsepsi prosedural (14 siswa), dengan miskonsepsi aturan tanda sebagai jenis paling dominan. Hasil analisis self-confidence menunjukkan tidak ada pola tunggal antara miskonsepsi dan tingkat self-confidence: siswa dengan self-confidence tinggi cenderung mempertahankan konsep keliru karena meyakini jawabannya benar, sedangkan siswa dengan self-confidence sedang cenderung ragu namun tetap mengalami miskonsepsi akibat penalaran yang kurang tepat. Simpulannya, self-confidence tidak menentukan kebenaran konsep siswa, tetapi memengaruhi cara siswa meyakini, mempertahankan, dan merespons miskonsepsi yang dialaminya, sehingga pendekatan diagnostik seperti CRI penting digunakan guru untuk mengungkap miskonsepsi yang tersembunyi di balik self-confidence siswa.