cover
Contact Name
Rinto Manurung
Contact Email
pedontropika@untan.ac.id
Phone
+6285249321249
Journal Mail Official
pedontropika@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Ahmad Yani Pontianak. Telp. (0561) 740191 Fax (0561) 740191
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan
ISSN : 2443101X     EISSN : 25799800     DOI : https://10.26418/pedontropika
Core Subject : Agriculture,
Research and study in soil science and other fields related, include : Soil physics and conservation Soil chemistry and fertility, Soil biology and biotechnology Clay mineralogy Plant nutrient Pedogenesis Geology and Mineralogy Soil survey and classification Soil reclamation and remediation Soil and Water Quality
Articles 63 Documents
Pemberian Kombinasi Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk N, P, K terhadap Ketersediaan Unsur Hara N, P, K serta Petumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays) di Tanah Ultisol Nurah Mani, Rita Amalia; Hayati, Rita; Widiarso, Bambang
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.87589

Abstract

Tanah Ultisol menjadi sebuah pilihan dalam memberdayakan lahan marjinal akibat berkurangnya lahan produktif untuk pertanian. Ultisol sering disebut tanah yang bermasalah karena relatif kurang subur seperti Al-dd tinggi, kandungan unsur hara N, P, K rendah, pH rendah (4,5), nilai KTK dan KB rendah. Upaya untuk mengatasi permasalahan kualitas tanah yang terjadi pada Tanah Ultisol untuk budidaya tanaman jagung yaitu melalui pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk N, P, K. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian kombinasi pupuk kandang kambing dan pupuk N, P, K terhadap ketersedian unsur hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) di tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap analisis ANOVA dengan uji F. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan"™s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 5%. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Perlakuan terdiri dari P1 (100% pupuk N, P, K (Urea 11 g/polybag, SP-36 9 g/polybag, KCl 7g/polybag)), P2 (50% pupuk N, P, K (Urea 5,5 g/polybag, SP-36 4,5 g/polybag, KCl 3,5 g/polybag)), P3 (100% pupuk N, P, K (Urea 11 g/polybag, SP-36 9 g/polybag, KCl 7g/polybag) + 100% pupuk kandang kambing (1.400 g/polybag)), P4 (50% pupuk N, P, K (Urea 5,5 g/polybag, SP-36 4,5 g/polybag, KCl 3,5g/polybag) + 100% pupuk kandang kambing (1.400 g/polybag)) dan P5 (100% pupuk kandang kambing (1.400 g/polybag)). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pupuk kandang kambing dan pupuk N, P, K pada perlakuan P3 dapat meningkatkan pH tanah (2,7%),K-dd (4,59%), Tinggi Tanaman (63,06%) dan Diameter Batang (68,16%).
Pengaruh Pemberian Tepung Cangkang Telur dan Pupuk Kandang Ayam terhadap Serapan Hara N, P, K Tanaman Cabai Rawit pada Tanah Alluvial yani, Yani; Suswati, Denah; Riduansyah, Riduansyah
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.85318

Abstract

 AbstrakSebaran tanah Alluvial di Indonesia yang sebagian besarnya banyak dijumpai terutama di Kalimantan Barat. Tanah Alluvial menjadi sebuah pilihan dalam memberdayakan lahan marjinal akibat berkurangnya lahan produktif untuk pertanian. Produksi cabai rawit dalam waktu 3 tahun terakhir di Kalimantan Barat menurut data mengalami peningkatan, untuk mempertahankan dan mencapai produksi kualitas hasil tanaman yang tinggi perlu adanya usaha intensifikasi pertanian satu diantaranya pemberian pupuk organik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam terhadap serapan hara N, P, K tanaman cabai rawit pada tanah alluvial. Penelitian merupakan percobaan lapangan yang menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktor, faktor pertama pemberian tepung cangkang telur (C) dan faktor kedua pemberian pupuk kandang ayam (K) yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 27 sampel tanaman cabai rawit. Perlakuan faktor pertama C0 (kontrol), C1= 80 gram/polibag (3,2 ton/ha), C2= 160 gram/polibag (6,4 ton/ha), faktor kedua K (control), K1= 500 gram/polibag (20 ton/ha), K2= 1000 gram/polibag (40 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap serapan hara tanaman. Interaksi perlakuan C1K2 (tepung cangkang telur 80 gram/polybag dan pupuk kandang ayam 1000 gram/polibag) dapat meningkatkan berat kering bagian atas tanaman, serapan nitrogen dan serapan fosfor bagian atas tanaman cabai rawit.Kata kunci: Alluvial, cabai rawit, tepung cangkang telur, pupuk kandang ayam, serapan NPK.
Beberapa Sifat Fisika Tanah Gambut Terdegradasi Akibat Kebakaran Lahan di Desa Rasau Jaya Tiga Kabupaten Kubu Raya Haq, Muhammad Idzharul; Anshari, Gusti Z; Nusantara, Rossie W
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.85530

Abstract

Lahan gambut merupakan salah satu ekosistem multifungsi sebagai pelindung fungsi hidrologi, sumber keanekaragaman hayati, pangan dan energi dan pengendali iklim global. Kebakaran akan mempengaruhi kemampuan tanah untuk menyerap dan menyimpan air. Kebakaran yang terjadi di lahan gambut berdampak pada sifat fisika tanah gambut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sifat fisika tanah antara lahan terbakar dan lahan tidak terbakar. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada pada lahan yang terbakar dan yang tidak terbakar, pada kedalaman 0-20 cm sebanyak 15 sampel pada masing-masing lahan dengan menggunakan ring sampel dan di lanjutkan dengan analisis sampel tanah di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah. Parameter sifat fisika tanah pada penelitian ini meliputi kematangan, kedalaman muka air tanah, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapang dan kadar serat gosok. Analisis sifat kimia tanah untuk menentukan C-organik dan kadar abu. Tinggi muka air tanah pada lahan terbakar lebih dalam dengan nilai rata-rata 23,24 cm jika dibandingkan dengan lahan tidak terbakar dengan nilai rata-rata 10,44 cm. Bobot isi tanah pada lahan terbakar memiliki nilai rata-rata 0,22 g/cm3 dan 0,25 g/cm3 pada lahan tidak terbakar. Porositas total tanah pada lahan terbakar memiliki nilai rata-rata 87,09% dan 87,64 % pada lahan tidak terbakar. Kadar air kapasitas lapang pada lahan terbakar memiliki nilai rata-rata 77,52% dan 83,09 % pada lahan tidak terbakar. Kadar serat gosok pada lahan terbakar dan tidak terbakar di kriteriakan sebagai hemik yang memiliki nilai rata-rata 19,22% dan 20,98%. Hal tersebut munjukan bahwa kebakaran lahan tidak terlau menjukan perbedaan yang signifikan terhadap sifat fisika tanah gambut terutama pada bobot isi tanah, porositas total dan kadar air kapasitas lapang.
Peranan Kompos Kulit Kopi dan Pupuk Kandang Ayam terhadap Ketersediaan Hara N, P, K dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Ultisol Fadhlurrahman, Syarif Novel; Hayati, Rita; Riduansyah, Riduansyah
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.86851

Abstract

Ultisols are marginal soils that are low in nutrients and organic matter. The low nutrient and organic matter content needs to be improved with an ameliorant in the form of coffee husk compost combined with chicken manure, which is widely available in the soil. This study aims to determine the effect of combining coffee skin compost and chicken manure on the availability of N, P, and K nutrients, as well as the growth of corn plants in ultisol soil. The research design used in this study was a completely randomized design (CRD) with a factorial arrangement, consisting of 9 treatments and 3 replications, resulting in 27 sample plots. The treatments included two factors: factor A (coffee skin compost) and factor P (chicken manure). The results showed that the chicken manure treatment increased soil pH, organic carbon, total nitrogen, available phosphorus, and exchangeable potassium, while the coffee skin compost treatment enhanced exchangeable potassium. However, neither treatment had a significant effect on plant height or stem diameter, and no significant interaction was observed between the two factors.
Pengaruh Persentase Bahan Organik dan Tanah terhadap Serapan Hara N, P, K dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Aluvial Estuninggusti, Gati; Hayati, Rita; Arief, Fiera Budiarsyah
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.87879

Abstract

Tanah Aluvial yang digunakan sebagai media penanaman tanaman jagung memiliki kekurangan pada sifat fisik, kimia dan biologisnya. Satu diantara alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan bahan organik berupa biochar sekam padi dan pupuk kandang ayam yang mampu menahan kation hara tanaman sehingga tidak mudah hilang serta menyediakan unsur hara bagi tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh persentase bahan organik dan tanah terhadap berat kering bagian atas tanaman, serapan hara N, P, K dan berat pipilan kering per tanaman di tanah Aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan yaitu P0 (10 kg Tanah (100% Tanah)), P1 (500 g Biochar Sekam Padi + 500 g Pupuk Kandang Ayam + 9 kg Tanah (10% Bahan Organik + 90% Tanah)), P2 (1 kg Biochar Sekam Padi + 1kg Pupuk Kandang Ayam + 8 kg Tanah (20% Bahan Organik + 80% Tanah)), P3 (1,5 kg Biochar Sekam Padi + 1,5 kg Pupuk Kandang Ayam + 7 kg Tanah (30% Bahan Organik + 70% Tanah)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase terbaik adalah pada perlakuan P2 (1 kg Biochar Sekam Padi + 1 kg Pupuk Kandang Ayam + 8 kg Tanah) yang meningkatkan berat kering bagian atas tanaman sebesar 210,71%, serapan N bagian atas tanaman 126,04%, serapan P bagian atas tanaman 354,76%, serapan K bagian atas tanaman 228,22% dan berat pipilan kering per tanaman 71,51% dibandingkan kontrol.
Pengaruh Persentase Bahan Organik dan Tanah terhadap Ketersediaan Hara N, P, K dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Aluvial Hadiana, Claudia Bella; Hayati, Rita; Arief, Fiera Budiarsyah
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.87840

Abstract

Pemanfaatan tanah Aluvial untuk budidaya jagung menghadapi tantangan terkait sifat fisik, kimia, dan biologisnya. Jagung memerlukan kondisi tanah dan lingkungan yang optimal untuk hasil maksimal. Bahan organik seperti pupuk kandang ayam dan biochar dari sekam padi digunakan sebagai pembenah tanah Aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh persentase bahan organik dan tanah terhadap ketersediaan unsur hara N, P, dan K serta pertumbuhan jagung di tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis dilakukan menggunakan ANOVA dengan uji F, dan perbedaan signifikan antar perlakuan diuji lebih lanjut menggunakan Duncan"™s Multiple Range Test pada taraf kepercayaan 5%. Penelitian terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan, menghasilkan total 24 polybag. Perlakuan yang diuji adalah: P0 (10 kg tanah), P1 (9 kg tanah + 500 g biochar + 500 g pupuk kandang ayam), P2 (8 kg tanah + 1 kg biochar + 1 kg pupuk kandang ayam), dan P3 (7 kg tanah + 1,5 kg biochar + 1,5 kg pupuk kandang ayam). Perlakuan P3 meningkatkan pH sebesar 2,91%, C-organik sebesar 51,26%, N-total sebesar 75%, K-dd sebesar 83,7%, dan tinggi tanaman sebesar 44% dibandingkan kontrol.
Pengaruh Pemberian Arang Sekam Padi dan Pupuk NPK Terhadap Ketersediaan Unsur Hara N, P, K dan Hasil Tanaman Bawang Merah di Tanah Gambut Utama, Redian Risky Septi; Sulakhudin, Sulakhudin; Nusantara, Rossie Wiedya
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.96674

Abstract

Peat soil is acidic with an average pH below neutral. This is a challenge for farmers to utilize the vast amount of peat soil in West Kalimantan. Ameliorants used from materials that are easily available and can reduce dependence on the use of factory fertilizers. Husk charcoal is one of the organic materials that can increase nutrients and the combination of NPK fertilizer can increase shallot production. This study aims to see the effect of rice husk charcoal and NPK on planting shallot plants on peatlands. The research was conducted by planting 9 treatment samples on peat soil using a predetermined dose of rice husk charcoal and NPK fertilizer with 3 repetitions of each treatment. The research design used a complete factorial randomized design with the first factor being the dose of rice husk charcoal and the second factor being the dose of NPK fertilizer. From the results of this study, the largest dose of rice husk charcoal and NPK fertilizer is 700g/polybag of rice husk charcoal and 10g/polybag of NPK fertilizer is the most optimal dose for shallot plants grown in peat soil by increasing soil N-total, bulb weight, bulb diameter and bulb length of shallot plants.
Peranan Kompos Kulit Kopi dan Pupuk Kandang Ayam terhadap Serapan Hara N, P, dan K pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Ultisol Jihansyah, Jihansyah; Hayati, Rita; Riduansyah, Riduansyah
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.87567

Abstract

Luas sebaran tanah ultisol di kalimantan barat mencapai 21.938.000 dari total luasan wilayah Kalimantan Barat. Jagung (Zea Mays L.) merupakan tanaman serealia yang yang bernilai strategis dan ekonomis serta mempunyai peluang untuk dikembangkan, produktivitas jagung saat ini masih relatif rendah yaitu berkisar 4-5 t ha-1 sementara jagung manis ini dari deskripsi dapat menghasilkan 9,2 t ha-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kompos kulit kopi dan pupuk kandang ayam terhadap serapan hara N, P, K serta hasil tanaman jagung (Zea Mays L.) di tanah ultisol. Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) faktorial dengan 9 perlakuan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 plot sampel. Perlakuan penelitian terdiri dari faktor A dan faktor P, dimana faktor A yaitu kompos kulit kopi dan faktor P yaitu pupuk kandang ayam. Pemberian kompos kulit kopi secara tunggal dapat meningkatkan berat kering bagian atas tanaman dan kombinasi perlakuan A1P3 (kompos kulit kopi dosis 450 g/polibag dan pupuk kandang ayam dosis 1350 g/polibag) dapat meningkatkan serapan hara N bagian atas tanaman sebesar 65,68%, serapan hara P bagian atas tanaman sebesar 42,85% dan serapan hara K bagian atas tanaman sebesar 6,47%.
Evaluasi Kemampuan Lahan di Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Rahmansyah, Fathur; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.90979

Abstract

The evaluation of land capability in Punggur Kecil Village, Sungai Kakap Sub-district, Kubu Raya Regency, West Borneo aims to assess land potential and limitations to support effective and sustainable land use planning in the area. This study used a grid method covering physical and chemical characteristics, as well as environmental factors such as topography, climate, and current land use patterns. Data were collected through field surveys, soil sampling, and physical and chemical laboratory analysis to determine key parameters such as soil pH, salinity, permeability, and fiber content. The evaluation results show that most of the land in Punggur Kecil Village has high potential for agricultural activities, especially for annual crops and plantation crops. The findings of this study are expected to provide guidance for better land use planning, as well as recommendations for sustainable management in Punggur Kecil Village, in order to increase productivity and sustainability of natural resources in accordance with Kubu Raya Regency Regional Regulation Number 7 of 2016 concerning Spatial Planning of Kubu Raya Regency 2016-2036 in the area of Punggur Kecil Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, West Borneo
Pemberian Kombinasi Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk N, P, K terhadap Serapan Hara N, P, K serta Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Ultisol Rizki, Saffira Nurfadilah; Hayati, Rita; Widiarso, Bambang
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.87876

Abstract

Ultisol soil is one of the soil types that are widespread in Indonesia, especially West Kalimantan, and has the potential to be used as corn (Zea mays L.) cultivation land. Based on its characteristics, Ultisol is less supportive of plant growth because it has an acidic pH (