cover
Contact Name
dr. Mitayani, M.Si. Med
Contact Email
mitayani.dr@gmail.com
Phone
+6281320074327
Journal Mail Official
sifa_medika@um-palembang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Gedung F lantai 1 Jl. K.H. Balqhi, 13 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 2087233X     EISSN : 25806971     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Syifa MEDIKA published by Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Palembang is a peer-reviewed journal that published two times a year: September and March. Syifa MEDIKA is a national peer-reviewed and open access journal. We accept original article, case report, and literature review from all area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Focus and Scope: All area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Anatomy, Biomedicine, Pharmacology, Microbiology, Nutrition, Biochemistry, Physiology, Tropical Medicine, Public Health, Pediatric, Internal Medicine, Obstetry and Gynaecology, Dermatovenereology, Surgery, Neurology, Family Medicine, Medical Education.
Articles 255 Documents
Lactate-to-Albumin Ratio (LAR) as a Predictor of Mortality in Sepsis Patients in the Intensive Care Unit at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung. maharani, geeta; Sujud, Reza Widianto; Erlangga, Erias
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10698

Abstract

Sepsis remains a major cause of mortality, particularly in developing countries, underscoring the need for simple, easily accessible biomarkers with strong prognostic value to facilitate early identification of high-risk patients in the ICU. The Lactate to Albumin Ratio (LAR) is an index that integrates information on metabolic stress through lactate levels and inflammation and nutritional status through serum albumin levels, offering the potential to serve as a more comprehensive prognostic marker than single parameters alone. This study aimed to evaluate the ability of LAR to predict mortality among septic patients admitted to the intensive care unit. A prospective cohort study was conducted involving 113 adult patients with sepsis treated in the ICU of Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung, throughout 2025. Within the first 24 hours of admission, serum lactate and albumin levels were measured to calculate the LAR, and patients were followed for 28 days to determine survival status. The findings demonstrated that the mean LAR was significantly higher in non-survivors than in survivors, with a cut-off value of 0.81 yielding a sensitivity of 81.0% and a specificity of 76.5% for predicting 28-day mortality. The area under the curve (AUC) of 0.86 indicated strong prognostic accuracy. These results suggest that LAR is significantly associated with mortality in septic patients in the ICU and may serve as a simple, cost-effective biomarker that can be easily incorporated into daily clinical practice to support risk stratification and guide management decisions in critically ill patients with sepsis. 
Description of the Severity Level of Dry Eye Syndrome Among Online Motorcycle Taxi Drivers in Makassar Nasir, Riswana; Wahyu, Sri; Namirah, Hanna Aulia; Maharani, Ratih Natasha; Kusumawardhani, Sri Irmandha
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10432

Abstract

Sindrom mata kering (Dry Eye Syndrome) semakin menjadi perhatian kesehatan di kalangan pengemudi ojek online, khususnya di Makassar, yang memiliki durasi kerja panjang dan paparan konstan terhadap perangkat digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi prevalensi sindrom mata kering pada pengemudi ojek online di Makassar, dengan menggunakan kuesioner Ocular Surface Disease Index (OSDI) untuk menilai kondisi kesehatan mata. Berdasarkan hasil kuesioner OSDI Sebagian besar pengemudi ojek online mengalami sindrom mata kering dalam kategori mild (ringan), sebanyak 41 orang (45,6%), diikuti oleh 38 orang (42,2%) yang berada dalam kategori moderate (sedang). Sedangkan 11 orang (12,2%) mengalami sindrom mata kering dengan kondisi severe (berat), dan tidak ada responden yang memiliki skor normal. Penelitian ini menyarankan intervensi kesehatan yang melibatkan pemeriksaan mata rutin, edukasi penggunaan pelindung mata, serta peningkatan lingkungan kerja yang lebih mendukung.
Comparative Effects of Electric and Coil Mosquito Repellents on Mice (Mus musculus L) Hartanti, Miranti Dwi; Prameswarie, Thia; Oktariza, Rury Tiara; Amrizal, Amrizal; Tanzila, Raden Ayu; Chairani, Liza; Asri, Afina Rasaki
Syifa'Medika Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i1.11104

Abstract

Antinyamuk seperti elektrik, bakar, dan bentuk lainnya banyak digunakan meskipun diketahui memiliki risiko kesehatan yang cukup tinggi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa antinyamuk ini dapat bersifat toksik bagi paru-paru, namun data perbandingannya masih terbatas. Penelitian ini mengevaluasi efek antinyamuk elektrik dan bakar terhadap jaringan paru-paru serta parameter kimia darah pada mencit (Mus musculus L.). Tiga puluh mencit Swiss Webster diberikan perlakuan terhadap salah satu jenis antinyamuk tersebut selama 6 atau 8 jam setiap hari (n=6 per kelompok). Jaringan paru-paru diperiksa menggunakan pewarnaan H&E untuk menilai ketebalan septum alveolar dan infiltrasi sel imun, sementara kadar low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL) diukur dari sampel darah. Uji statistik meliputi uji Shapiro-Wilk, uji Levene, ANOVA, dan uji post hoc Tukey HSD (p < 0,05). Kedua antinyamuk secara signifikan meningkatkan ketebalan septum alveolar (antinyamuk bakar: 32,45±10,52 µm; antinyamuk elektrik: 24,87±8,76 µm pada 8 jam; p<0,001 dibandingkan kontrol: 22,34±9,87 µm) dan menyebabkan dislipidemia (LDL: 148,23±5,76 mg/dL vs. 139,81±7,61 mg/dL; HDL: 11,46±8,21 mg/dL vs. 14,46±5,64 mg/dL). Antinyamuk bakar menunjukkan tingkat toksisitas yang lebih tinggi (p=0,001), kemungkinan akibat emisi PAH. Temuan ini mengungkapkan adanya hubungan antara perubahan mikroskopis pada jaringan paru dan perubahan kimia darah pada mencit yang terpapar antinyamuk tersebut.
Comparison Of Health Service Utilization by BPJS Participation Status In Brebes Putri, Dhea Salsadilla Kharisma; Raharjo, Bambang Budi
Syifa'Medika Vol 17, No 1 (2026): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v17i1.11138

Abstract

ABSTRACTHealth service utilization is an indicator in assessing the success of the healthcare system and equitable access to healthcare services in a country. Differences in socioeconomic status between Contribution Assistance Recipients (PBI) and Non-PBI participants are assumed to influence healthcare utilization patterns. This study aimed to analyze differences in health service utilization based on BPJS participation status at primary healthcare facilities in Brebes Regency, Central Java. This study used a cross-sectional quantitative study conducted at primary healthcare facilities in Brebes Regency, Central Java, Indonesia. The cross-sectional study was conducted from January to February 2026. The sample was selected using a disproportionate stratified random sampling approach supported by Slovin's method. A total of 100 respondents were selected, divided into 50 PBI participants and 50 non-PBI participants. Data were analyzed using univariate analysis and the Mann–Whitney U test.The majority of respondents demonstrated high health service utilization, accounting for 81.0% of the total respondents. The mean rank of health service utilization among PBI participants was 51.51, while among Non-PBI participants it was 49.49. The Mann–Whitney U test showed that there was no statistically significant difference in health service utilization between PBI and Non-PBI participants (U=1199.500; Z=-0.349; p=0.727).There was no significant difference in health service utilization based on BPJS participation status at primary healthcare facilities in Brebes Regency. Implementation of the BPJS Health program has relatively supported equitable access to primary healthcare services among PBI and Non-PBI participants
Pengaruh Ektrak Kayu Manis Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Mencit Yang Diinduksi Aloksan Cleo Aurelia Moza; Yanti Rosita; Rury Tiara Oktariza; Putri Erlyn
Syifa'Medika Vol 17, No 1 (2026): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v17i1.10343

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat disfungsi sekresi maupun kerja insulin. Kayu manis mengandung beberapa senyawa bioaktif diantaranya adalah MHCP yang diketahui memiliki aktivitas menyerupai insulin. Penelitian ini bertujuan mengkaji efek ekstrak kayu manis (Cinnamomum spp.) terhadap penurunan glukosa darah mencit jantan galur Webster yang diinduksi aloksan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pre-post test control group. Hewan coba diinduksi dengan aloksan (150mg/kgBB) untuk menghasilkan model hiperglikemi. Lima kelompok uji terdiri atas kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (metformin 1,3 mg/20g BB), serta tiga dosis ekstrak kayu manis (21–31,5 mg, 28–42 mg, 35–52,5 mg per 20-30/g BB). Kadar glukosa darah puasa (GDP) pretest diukur pada hari ke 3 setelah diinduksi aloksan. Kadar glukosa darah puasa posttest diukur hari ke 3 dan hari ke 7 setelah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa terjadi penurunan GDP secara signifikan (p < 0,001) kelompok ekstrak kayu manis pada hari ke 3 dan hari ke 7 serta lebih banyak penurunan dibandingkan kontrol (p < 0,001), dengan dosis tertinggi memberikan efek paling kuat. Dengan demikian, ekstrak kayu manis memiliki potensi sebagai terapi alternatif untuk diabetes melitus

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): vol.7 no.2 Vol 8, No 1 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2012): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2012): syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2010): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue