cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
Sampul Metasastra Vol. 3, No. 1, Juni 2010 Hidayat, Sarip
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.%p

Abstract

CITRA PEREMPUAN BANTEN DALAM CERPEN RADAR BANTEN (The Image of Banten Women in The Short Story in Radar Banten Daily) Seha, Nur
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.55-66

Abstract

Tulisan ini membahas citra perempuan Banten dalam cerpen yang dimuat di harian Radar Banten dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Budaya Banten melatarbelakangi para cerpenis dalam melukiskan perempuan Banten. Para penulis dapat memotret sebagian kehidupan para perempuan tersebut melalui tokoh-tokoh rekaan yang diciptakan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji citra perempuan Banten melalui deskripsi para cerpenis dalam harian Radar Banten. Sumber data utama berasal dari empat belas cerpen yang dimuat tahun 2006—2010. Setelah analisis data melalui teori feminisme, diketahui bahwa citra perempuan Banten dalam cerpen tersebut adalah perempuan sebagai sosok pemimpin pemerintahan, penulis, perempuan berkekuatan magis, pemegang norma, pekerja keras, penyabar, penyayang, perempuan yang agamis, dan perempuan metropolis.Abstract:This paper discusses the image of Banten women in short stories published in Radar Banten. It  uses a qualitative descriptive method. Banten’s  cultural background depicts women in Banten. The writers of short story can capture some of the women’s real life through fiction’s characters. The purpose of this study is to examine the image of women through the description of the short story’s writers in Radar Banten. The main data sources were taken from fourteen short stories published in 2006—2010. Having analyzed the data using feminism theory, it is found out that the image of women in short stories of Radar Banten is the figure of woman as government leader, writer, woman with magical power, obedient norm woman, hardworking woman, patient and caring woman, religious woman, and  metropolitan woman.
Abstrak Bahasa Inggris mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.%p

Abstract

Sampul Metasastra Vol. 1, No. 1, Juni 2008 Supriatin, Yeni Mulyani
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2008.v1i1.%p

Abstract

EKSPLORASI NILAI-NILAI LUHUR TRADISI LISAN NGONI CANGKINGAN DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT KAYUAGUNG Kurnianto, Ery Agus
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i1.25-36

Abstract

Ngoni Cangkingan adalah salah satu tradisi lisan adat perkawinan yang dimiliki oleh masyarakat Kayu Agug, Sumatera Selatan. Ngoni Cangkingan atau yang disebut juga dengan istilah Juluk (pemberian gelar) merupakan salah satu rangkaian kegiatan adat perkawinan yang diberikan kepada kedua  mempelai melalui garis keturunan kakek atau buyut. Masyarakat Kayu Agung berkeyakinan bahwa dengan pemberian gelar ini, yang merupakan salah satu rangkaian dalam adat perkawinan, perkawinan akan selamat sejahtera serta akan mendatangkan kebahagiaan bagi kedua mempelai di masa yang akan datang. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan unsur-unsur kearifan lokal yang terdapat dalam tradisi lisan Ngoni Cangkingan.  Selain itu, penelitian ini dilakuakan sebagai bentuk nyata dari suatu usaha guna mengeksplorasi, menginventarisasi, dan mendokumentasikan tradisi lisan masyarakat Kayu Agung .Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk menunjukkan dan memaparkan nilai kearifa lokal yang terdapat dalam tradisi lisan Ngoni Cangkingan. Analisis data dilakukan dengan cara menggunakan pendekatan kualitatif dengan memberikan perhatian yang lebih pada faktor etnografis, yaitu menghimpun informasi sebanyak dan sedalam mungkin untuk mengetahui kebiasaan dan nilai masyarakat Kayu Agung. Penelitian ini bersifat eksplanasi, yaitu menjelaskan makna-makna yang terdapat dalam tradisi lisan, baik makna kata, makna bahasa maupun makna simbol. Objek penelitian ini adalah tradisi lisan Ngoni Cangkingan.  Teori yang digunakan adalah teori tentang tradisi lisan, dan kearifan lokal. Kesimpulan yang didapat dari hasil analisis terhadap tradisi lisan ini adalah Ngoni Cangkingan  merupakan media untuk memberikan wejangan kepada pengantin sebelum acara pemberian gelar dilaksanakan. Dari hasil analisis dan intepretasi terhadap data dapatlah disimpulkan bahwa ada beberapa nilai-nilai luhur warisan leluhur yang terkandung dalam tradisi lisan ini,yaitu kerendahan hati, menghormati atau menghargai orang lain, gotong royong, kepatuhan istri kepada suami, dan ketegasan dalam bertindak.
PENGUNGKAPAN GAGASAN KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL KHALIEQY (The Expression of Ideas on Gender Inequity in Abidah el Khalieqy’s “Perempuan Berkalung Sorban”) Sachmadi, Ida Farida
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2017.v10i1.17-32

Abstract

Penelitian ini menganalisis cara teks mengungkapkan gagasan-gagasan ketidakadilan gender dalam novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy. Cara teks/novel mengungkapkan gagasan-gagasannya dianalisis berdasarkan teori yang disusun oleh Raymond Williams, yang terdiri atas tujuh tipe. Pada penelitian ini, yang diteliti hanya gagasan-gagasan yang berbicara mengenai ketidakadilan gender, suatu pandangan yang dibicarakan oleh feminis muslim, seperti Nasaruddin Umar, Anita Rahman, Fatima Mernissi dan Ali Ashgar Engineer. Gagasan-gagasan tersebut dianalisis dengan menggunakan beberapa unsur naratif dari teori Seymour Chatman, yaitu alur, penokohan, dan penguraian sudut pandang. Penelitian ini menunjukkan bahwa novel di atas mengungkapkan gagasan-gagasannya dengan sangat eksplisit, bahkan bernada propaganda. Novel ini sangat jelas hendak menunjukkan adanya ketidakadilan gender terhadap perempuan.AbstrakThis research analyzes the way the text of Abidah Khalieqy’s “Perempuan Berkalung Sorban” in expressing ideas of gender inequity. The way the text / novel depicting its ideas is analyzed based on Raymond William’s theory, which consists of seven types. In this study, the analysis is only on ideas that talk about gender inequity—a view discussed by moslem feminists, such as Nasaruddin Umar, Anita Rahman, Fatima Mernissi, and Ali Ashgar Engineer. The ideas are examined by using three narrative elements taken from Seymour Chatman’s theory, namely: plot, characterization, and point of view. This research finds that this novel expresses the ideas very explicitly, even some of them in the form of propaganda. This novel shows very clearly the existence of gender inequity towards women.
BERKENALAN DENGAN ANTROPOLOGI SASTRA Pamungkas, Nandang Rudi
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.112-115

Abstract

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA/SMK KABUPATEN KLATEN (Development of the Teaching-Learning Model of Indonesian Literature Based on Character Education in SMA/SMK in Klaten Regency) Ismawati, Esti; Santosa, Gunawan Budi; Ghofir, Abdul
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i2.185-200

Abstract

Penelitian Hibah Bersaing DP2M DIKTI ini bertujuan untuk mengembangkan model pengajaran sastra Indonesia berbasis karakter. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D model Gall & Borg dengan 4 langkah, yakni (1) studi pendahuluan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap pengujian model, dan (4) desiminasi hasil. Produk akhir penelitian ini berupa model pembelajaran sastra Indonesia berbasis karakter beserta buku teksnya. Permasalahan yang akan dipecahkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Karakter apa saja yang sudah dan belum dimiliki oleh siswa dan guru SMA, SMK, dan MA di Klaten? (2) Bagaimana pembelajaran sastra Indonesia berbasis karakter di SMA, SMK, dan MA di Klaten? (3) Perlukah pengembangan model pembelajaran sastra Indonesia berbasis karakter di SMA, SMK, dan MA di Klaten? Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) dari 18 karakter yang harus dibelajarkan di tingkat SLTA, baru 14 karakter yang terinternalisasi dalam diri siswa dan guru di Klaten; (2) pembelajaran karakter dalam sastra hanya ditempelkan saja; (3) perlu model pembelajaran sastra Indonesia berbasis karakter yang aplikatif.Abstract: The research of DP2M  DIKTI  aims to develop the teaching- learning model of Indonesian literature based on character education. The method of this research is R & D with four steps, namely, (1) preliminary study phase/introductory study, (2) development phase,  (3) trial phase, and  (4)  dissemination of the model. The product of this research is a learning   model of Indonesian literature   based on the character as well as the textbook. The research questions of the study are as follows: (1) what kinds  of the character  have or have not yet been owned by students and teachers  of SMA, SMK, MA in Klaten; (2) how the teaching Indonesian literature based on the character  is; (3) whether development of teaching Indonesian literature based on the character needs doing in SMA, SMK, and MA in Klaten. The results of the research show that (1) of the 18 characters taught  in  the high school level, only 14 characters are internalized within the students and teachers in Klaten; (2) teaching the character in literature subject  is only written; (3) it needs learning model of Indonesian literature based  on applicable  character.
PENGARUH CERITA DETEKTIF TRADISIONAL BARAT TERHADAP NOVEL INDONESIA MENCARI SARANG ANGIN DAN KREMIL KARYA SUPARTO BRATA (The Influence of West Traditional Detective Stories on Indonesian Novel: Suparto Brata’s “Mencari Sarang Angin” and “Kremil”) Sungkowati, Yulitin
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i1.109-122

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan Suparto Brata dengan cerita detektif tradisional Barat dan mendeskripsikan pengaruh cerita detektif tradisional Barat terhadap novelnya yang berjudul Kremil dan Mencari Sarang Angin. Kajian ini termasuk ke dalam studi sastra bandingan. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa Suparto Brata merupakan pembaca cerita-cerita detektif tradisional Barat. Pengaruh bacaan tersebut terhadap novel Kremil dan Mencari Sarang Angin yang ditulisnya teridentifikasi dari fakta cerita berupa alur (yang terdiri atas tiga bagian: kejahatan, pelacakan, dan pembongkaran misteri), penokohan (penjahat, korban, pelacak, dan tokoh lainnya), dan latar terisolasi. Akan tetapi, dalam beberapa hal, novel Kremil dan Mencari Sarang Angin menunjukkan penyimpangan atau modifikasi dari cerita detektif tradisional Barat.Abstract:This study focuses on describing the relationship between Suparto Brata as a writer and western traditional detective stories. It also examines their influence on his works: “Kremil” and “Mencari Sarang Angin”. The research is under comparative literary study. The result of the re- search shows that Suparto Brata is the western detective stories reader. Their influence on his works, “Kremil” and “Mencari Sarang Angin”, can be identified from their plot, character, and isolated setting. Firstly, the plot is divided into three parts: criminality, tracing the story, and un- covering the mystery. Secondly,  the characters consist of criminal, victim, and other characters. In some cases, however, “Kremil” and “Mencari Sarang Angin” indicate the deviation or modification of the western traditional detective stories.
“I AM A WOMAN”: PORTRAYING WOMANHOOD IN THE AUTO/BIOGRAPHY OF AN INDONESIAN TRANSSEXUAL CELEBRITY Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D., Aquarini
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i2.211-224

Abstract

Paper ini mendiskusikan femininitas di dalam auto/biografi selebritas transeksual “Aku Perempuan: Jalan Berliku Seorang Dorce Gamalama” (2005). Auto/biografi ini diterbitkan tahun 2005. Auto/biografi bukan sekadar merayakan karirnya tetapi yang lebih penting lagi adalah untuk menegaskan identitas dirinya sebagai perempuan. Saya berargumentasi bahwa peran feminine yang dituntut dari selebritas perempuan dapat juga di[per]tunjukkan oleh seorang transeksual seperti Dorce Gamalama tetapi dengan tuntutan ditampilkannya bentuk femininitas yang lebih meyakinkan dibandingkan yang dituntut dari selebritas yang secara biologis dilahirkan perempuan. Penelitian ini dilakukan dengan membaca secara dekat, mencermati struktur auto/biografi serta wacana yang ditampilkan. Analisis saya atas auto/biografi Dorce Gamalama ini menunjukkan bahwa persoalan makna perempuan sejati muncul berulang sejalan dengan perjuangan subjek auto/biografis dalam mengklaim identitas feminine yang otentik melalui tubuh, seksualitas dan peran femininnya sebagai ibu dan istri. Penegasan mengenai identitas sebagai perempuan sejati sangat erat dikaitkan dengan Islam sebagai kerangka beragama lokal di Indonesia.Abstract:  This paper examines femininity in the auto/biography of a transsexual celebrity, “Aku Perempuan: Jalan Berliku Seorang Dorce Gamalama” (2005). Her auto/biography was published in 2005. The auto/biography is not so much about celebrating her career as it is about endorsing her womanhood. I argue that these feminine roles expected of female celebrities can be performed by a transsexual (M2F) person as Dorce Gamalama but with the need to create a more convincing form of femininity than is required of a “natural” female celebrity. This research is conducted by reading the text closely, paying attention to the structure and the discourse presented. My examination of Dorce’s auto/biography shows that this question about being a real woman recurs as the auto/biographical subject struggles to claim an authentic feminine identity through her body and sexuality as well as through the feminine roles of motherhood and wifehood. This assertion of being a real woman is tightly connected to Islam as Indonesian local religious frame. 

Page 6 of 21 | Total Record : 201