cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Majalah Farmasi dan Farmakologi (Trends in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14107031     EISSN : 26556715     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasi dan Farmakologi diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin tiga kali setahun, yaitu pada Bulan April, Agustus, dan Desember dengan ISSN 1410-7031 dan e-ISSN 2655-6715 yang berisi tulisan atau artikel tentang hasil penelitian atau telaah literatur dalam bidang kefarmasian seperti farmakologi, farmakognosi, fitokimia, kimia farmasi, teknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI PARA PENGGUNA COMMUTER LINE PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI JABODETABEK Sherly Tandi Arrang; Pangestuning Sekarsari; Via Dolorosa Halilintar
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i01.30029

Abstract

Swamedikasi adalah upaya pengobatan secara mandiri untuk mengatasi gejala penyakit  yang dialami dengan cara membeli obat di apotek atau toko obat. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2019, sebesar 71,46% masyarakat di Indonesia melakukan swamedikasi. DKI Jakarta adalah salah satu wilayah di Indonesia yang banyak melakukan swamedikasi (56,4%). Masa pandemi COVID-19 mendorong peningkatan kegiatan swamedikasi. Penduduk Jabodetabek (DKI Jakarta) sebagian besar menggunakan transportasi commuter line (KRL).  Penelitian pada komunitas KRL dilakukan untuk mendapatkan sebaran masyarakat Jabodetabek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan karakteristik sosiodemografi dengan perilaku swamedikasi pada pengguna commuter line di Jabodetabek pada masa pandemi COVID-19. Penelitian menggunakan desain studi observasional – potong lintang dan uji statistik Chi-Square serta One-way ANOVA. Jumlah responden yang memenuhi kriteria inklusi adalah 338 orang. Mayoritas responden dengan usia 18-25 tahun (48,8%), jenis kelamin perempuan (55,6%), status sosial belum menikah (53,3%), memiliki jaminan kesehatan/asuransi (72,5%), pendidikan akhir SMA (47,9%), pekerjaan pegawai swasta (58,9%), dan pendapatan > 2.500.000 (71%). Sebanyak 257 orang (76%) melakukan swamedikasi, dan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi terkait swamedikasi (62,7%). Hasil analisa multivariat didapatkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku swamedikasi (p=0,000). Karakteristik sosiodemografi yang berhubungan dengan perilaku swamedikasi adalah status pernikahan (p= 0,001), tingkat pendidikan (p=0,026), dan pekerjaan (p=0,024). Pada penelitian ini disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, status pernikahan, tingkat pendidikan dan pekerjaan terhadap perilaku swamedikasi pengguna commuter line di Jabodetabek pada masa pandemi COVID-19.
PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN GERIATRI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Khairunnisa; Mutia Rizki Ananda
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i01.30034

Abstract

Penurunan fungsi organ dan mengalami berbagai jenis penyakit sering terjadi pada pasien geriatri, menyebabkan peningkatan penggunaan obat pada pasien geriatri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola dan hubungan karateristik pasien dengan penggunaan obat di instalasi rawat jalan rumah sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU).  Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif retrospektif cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien berusia ≥ 60 tahun yang menjalani pengobatan rawat jalan pada tahun 2020 dan memuat informasi yang lengkap serta terbaca. Sampel diambil secara acak, data dianalisis secara deskriptif dan regresi ordinal dan disajikan dalam bentuk tabel, rerata serta persentasi. Berdasarkan dari 363 data pasien geriatri diperoleh bahwa mayoritas pasien merupakan perempuan (51,79 %), berusia 60-69 tahun (54,27%), diagnosa hipertensi (28,65%) dan berasal dari poliklinik penyakit dalam (47,38%). Berdasarkan jumlah Penggunaan obat mayoritas pasien menerima ≥ 5 jenis obat dengan jumlah obat terbanyak 11 jenis dan diagnosa hingga 6 jenis penyakit secara bersamaan.  Sebanyak 1.915 obat diresepkan dari 363 resep yang dianalisis dengan rerata 5,3 obat peresep. Obat yang paling banyak diresepkan golongan antihipertensi (29,02%),  diikuti golongan obat untuk mengatasi tukak lambung atau dyspepsia (8,27%), antidiabetes (8,16%) dan antihiperlipidemia (8,08%). Bentuk sedian tablet dan obat generik mayoritas diberikan pada pasien geriatri tersebut. Berdasarkan uji regresi ordinal didapati bahwa jumlah diagnosa mempunyai hubungan positif dan signifikan terhadap peningkatan jumlah penggunaan obat (P value<0.05), sedangkan usia dan jenis kelamin tidak mempunyai hubungan. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin banyak komorbid yang diderita pasien akan meningkatkan resiko terjadinya polifarmasi.
ANALISIS EFEKTIFITAS BIAYA PENGGUNAAN CEFIKSIM DAN CEFTRIAKSON PADA PASIEN PNEUMONIA Zainul Islam; Septianita Hastuti; Ria Rahmania Mansur
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i01.30036

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi pernafasan akut yang mempengaruhi paru-paru, yang disebabkan oleh bakteri. Data Riskesdas 2018, prevalensi pneumonia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan sebesar 2,0%, dan angka kematian yang disebabkan penyakit Pneumonia sebanyak 1.017.290 jiwa. Penggunaan antibiotik yang terkendali dapat mencegah resisten antimikroba, sehingga mengurangi beban biaya perawatan pasien, mempersingkat lama perawatan serta meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Studi farmakoekonomi dilakukan untuk mengetahui keefektifan biaya pengobatan pasien, salah satu yang dilakukan adalah Cost Effectiveness Analysis (CEA), digunakan dalam mengambil keputusan pemilihan alternatif terbaik pada pemilihan biaya pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis antibiotik yang paling efektif pada pasien pneumonia rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi. Penelitian deskriptif observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dan menggunakan metode CEA. Data yang diambil berupa rekam medis pasien pneumonia usia ≥ 15 tahun . Sampel diambil sebanyak 118 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksluksi. Hasil penelitian didapat nilai ACER pasien yang menggunakan obat ceftriakson mengeluarkan biaya sebesar Rp 591.289/hari dan pasien yang menggunakan obat cefiksim mengeluarkan biaya sebesar Rp 537.894/hari, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat cefiksim lebih cost effective di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018-2019.
PENGKAJIAN PENGETAHUAN SIKAP DAN DETERMINASI PENGELOLAAN BEYOND USE DATE OBAT DI RUMAH TANGGA WILAYAH KECAMATAN MENTENG JAKARTA PUSAT Adin Hakim Kurniawan; Fatwa Hasbi; Muhammad Rizky Arafah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i01.30037

Abstract

Latar Belakang: Pengelolaan beyond use date obat merupakan sebuah keharusan untuk dicantumkan pada etiket wadah obat. Di Indonesia pencantuman beyond use date pada etiket wadah obat masih sangat minim. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pengelolaan beyond use date obat di rumah tangga. Metode: Jenis penelitian menggunakan desain cross-sectional. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 110 orang.  Penelitian berlokasi di Kecamatan Menteng pada periode Januari sampai dengan Mei 2022. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik analisis statistik bivariat menggunakan analisis chi-square. Hasil: Dari hasil penelitian diperoleh sebagaian besar responden mampu mengelola BUD dengan sikap positif sebanyak 78,18%. Nilai pengetahuan masyarakat tentang beyond use date di rumah tangga dikategorikan kurang baik sebanyak 62 orang (56,36%) dan sebagian besar responden menjawab sediaan obat dry syrup yang diencerkan dengan air setelah membuka kemasan dapat digunakan selama 30 hari sebanyak 38,18%. Dari analisis Chisquare terdapat hubungan signifikan dengan pengelolaan beyond use date obat dirumah tangga yaitu Media informasi BUD melalui brosur/label kemasan obat  (p=0,004; OR3,143) dan Sikap pengelolaan BUD (p= 0,001;OR 4,091). Kesimpulan : Pengetahuan masyakat wilayah Menteng Jakarta Pusat mengenai tindakan pengelolaan BUD memiliki pengetahuan cukup baik dan memiliki pemahaman sikap pengelolaan BUD obat yang positif. Namun dari ketiga variabel pengetahuan, sikap dan media informasi yang paling dominan dan berpengaruh adalah sikap pemahaman masyarakat  yang masih kurang dalam mengelola Beyond Use Date Obat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT DIABETES MELITUS PASIEN GERIATRI DI PUSKESMAS KARAWANG Maya Arfania; Putri Aulia; Neni Sri Gunarti
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i01.30039

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Tingkat pengetahuan dan sikap merupakan hal penting terhadap kepatuhan minum obat bagi penderita DM geriatri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan minum obat DM pada pasien geriatri di Puskesmas Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling sebanyak 73 responden penderita DM geriatri yang masuk dalam kriteria inklusi. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang sudah tervalidasi, tingkat pengetahuan dan sikap masing-masing diukur menggunakan kuesioner yang memuat 10 item pertanyaan, dan kepatuhan minum obat diukur dengan kuesioner Morisky Medication Adheerence Scale (MMAS-8). Hasil yang diperoleh yaitu sebesar 42,5% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup dan . Sikap responden dalam penelitian ini  yaitu 98,6% responden memiliki sikap cukup. Sebanyak 60,3% responden memiliki tingkat kepatuhan sedang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan dan sikap terhadap tingkat kepatuhan minum obat diperoleh p value 0,135 dan 0,410 (≥0,05). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan minum obat pada penderita DM geriatri di Puskesmas Karawang.
Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis: Scoping Review Hindun Wilda Risna; Nisa Maria; Kartika Citra Dewi Permata Sari
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i01.30041

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang memberikan beban pembiayaan kesehatan yang besar bagi negara. Pasien TB merupakan pasien yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk pengobatannya karena durasi pengobatan yang cukup lama yaitu minimal enam bulan. Kondisi pandemi COVID-19 dapat berdampak pada pelaksanaan pengobatan TB di sarana pelayanan kesehatan. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pandemi COVID-19 terhadap hasil pengobatan pasien TB. Metode: Pendekatan scoping review dilakukan dalam penulisan artikel ini. Penelusuran literatur dilakukan melalui pangkalan data PubMed, ScienceDirect, dan SpringerLink, menggunakan kata kunci tuberculosisAND ("treatment outcome" OR "therapy outcome") AND (covid OR pandemic) yang diseleksi berdasarkan batasan yang telah ditetapkan. Artikel hasil pencarian disusun menggunakan EndNote X9. Berdasarkan hasil penelusuran, didapatkan sembilan artikel penelitian observasional. Pengobatan TB dikatakan berhasil jika subjek penelitian dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap. Hasil pengobatan TB pada periode sebelum dibandingkan dengan selama pandemi COVID-19 pada lima negara menunjukkan adanya penurunan angka keberhasilan terapi, yaitu Malawi (Lilongwe) 0,1%; China 1,0%; China (Ningxia Hui) 2,53%; Korea 5,9%; Etiopia 8,03%; dan Zimbabwe (Harare) 11,6%. Akan tetapi, dua penelitian di Kenya (Nairobi) dan Sierra Leone, Afrika menunjukkan peningkatan keberhasilan terapi TB selama masa pandemi secara berturut-turut, yaitu 2% dan 8,9%. Tren hasil pengobatan TB selama masa pandemi COVID-19 menunjukkan hasil yang variatif, namun mayoritas penelitian menunjukkan penurunan keberhasilan di beberapa negara.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERTA FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) DENGAN BAHAN PENGHANCUR SODIUM STARCH GLYCOLATE Nuraini Ekawati; Widyandani Sasikirana; Eva Annisaa’; Intan Rahmania Eka Dini
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i01.30042

Abstract

Secang merupakan salah satu tanaman Indonesia yang mempunyai khasiat sebagai antioksidan, antibakteri, antijerawat, antiinflamasi, serta memiliki aktivitas hipoglikemi, vasorelaksasi, dan hepatoprotektif. Komponen utama yang terdapat dalam kayu secang adalah brazilin yang bersifat sebagai antioksidan. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengukur aktivitas antioksidan ekstrak kayu secang serta memformulasikan ekstrak kayu secang menjadi sediaan tablet hisap dengan  sodium starch glycolate (SSG) sebagai bahan penghancur Metode: Penentuan aktivitas antioksidan ekstrak kayu secang dilakukan dengan metode penangkapan radikal bebas DPPH  (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil).  Ekstrak kayu secang diformulasikan menjadi  tablet hisap dengan metode granulasi basah menggunakan SSG dengan konsentrasi sebesar 3% (FI) , 8% (FII), dan 12% (FIII). Evaluasi sifat alir granul dilakukan melalui pengukuran waktu alir granul, sudut diam, dan indeks kompresibitas. Dilakukan uji keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dau uji waktu hancur terhadap tablet hisap yang dihasilkan.    Hasil: Esktrak kayu secang memiliki aktivitas antioksidan yang  kuat. Granul yang dihasilkan dari ketiga formula memiliki sifat alir yang baik. Hasil evaluasi sifat fisik tablet hisap menunjukkan bahwa ketiga formula memenuhi syarat pengujian keseragaman bobot, kerapuhan, kekerasan, waktu hancur.  Kesimpulan: Perbedaan konsentrasi SSG pada tablet hisap ekstrak kayu secang dapat mempengaruhi kerapuhan, kekerasan, dan waktu hancur sediaan. Peningkatan jumlah SSG pada formulasi tablet hisap ekstrak kayu secang tidak selalu dapat mempercepat waktu hancur sediaan.
EVALUASI MUTU FISIK DAN UJI IRITASI SEDIAAN SPRAY ANTINYAMUK DARI EKSTRAK ETANOL DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L.) Ni Made Dwi Mara Widyani Nayaka; I Gede Made Suradnyana; Ni Putu Gek Dyah Citra Vitaloka
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i01.30043

Abstract

Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan kondisi ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak. Hal ini menyebabkan banyaknya kasus penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, misalnya demam berdarah dengue. Masyarakat melakukan berbagai upaya untuk menghindari gigitan nyamuk, contohnya menggunakan sediaan antinyamuk pada kulit. Sediaan antinyamuk berupa spray lebih praktis digunakan dibandingkan jenis sediaan topikal lainnya, misalnya lotion dan krim. Legundi (Vitex trifolia L.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan secara tradisional oleh masyarakat Indonesia untuk mengusir nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi mutu fisik dan pengujian iritasi sediaan spray antinyamuk dari ekstrak etanol daun legundi. Simplisia daun legundi diekstraksi menggunakan etanol 96% secara maserasi. Ekstrak kental selanjutnya dibuat menjadi 3 jenis formula sediaan spray antinyamuk dengan variasi konsentrasi ekstrak masing-masing sebesar 3%, 5%, dan 8%. Sedian dari ketiga formula memiliki warna hijau kehitaman, tekstur cair dan bau khas serta pH dalam rentang 5,96 – 6,01 dan homogen. Uji iritasi menerapkan metode Draize pada hewan coba kelinci putih, dimana indeks iritasi dihitung berdasarkan skor eritema dan edema. Selama 72 jam pengamatan, hanya Formula 3 yang menunjukkan adanya edema. Hasil perhitungan indeks iritasi menunjukkan ketiga formula memiliki indeks iritasi 1,67-2,00. Berdasarkan indeks iritasi, ketiga formula tergolong dalam kategori sedikit mengiritasi dan iritasi sedang. Selain itu, kadar ekstrak dalam formula dapat mempengaruhi pH sediaan dan tingkat iritasi. Perbaikan formula diperlukan untuk mengurangi dampak iritasi sehingga diperoleh sediaan antinyamuk yang aman untuk penggunaan topikal.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN PESAN SINGKAT WHATSAPP DAN KARTU PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT DAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR Nhadira Nhestricia; Naufal Muharram Nurdin; Ade Lia Apriniawati
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i01.30045

Abstract

Latar belakang: Prevalensi penderita penyakit tidak menular meningkat dewasa ini. Pasien degeneratif yang harus meminum obatnya secara rutin seumur hidupnya mengalami kendala karena berbagai faktor, hingga tujuan terapi tidak optimal tercapai. Penggunaan media pengingat menjadi pilihan dalam mengupayakan peningkatan kepatuhan minum obat pasien degeneratif, seperti hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas penggunaan media pengingat berupa pesan singkat whatsapp dan kartu pengingat terhadap kepatuhan minum obat dan tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Bogor Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental dengan rancangan Pretest dan Posttest Design yang dilakukan secara prospektif. Penentuan sampel secara purposive sampling sejumlah 90 orang pasien yang dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu kelompok yang diberi pesan singkat whatsapp, kelompok yang diberi kartu pengingat, dan kelompok kontrol sebagai pembanding. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan pesan singkat whatsapp dan kartu pengingat terhadap peningkatan kepatuhan minum obat dan penurunan tekanan darah pasien hipertensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0,000). Media pesan singkat whatsapp didapatkan lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dibandingkan dengan penggunaan kartu pengingat (p=0,000). Kesimpulan: Penggunaan media pesan singkat whatsapp lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan menurunkan tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Bogor Timur dibandingkan dengan media kartu pengingat
PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANESTESI PASIEN SECTIO CAESAREA PADA INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) DI SALAH SATU RUMAH SAKIT WILAYAH KOTA BEKASI Iin Ruliana Rohenti; Virrantika Makmur Saputri
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 4 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i4.30046

Abstract

Keberhasilan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu dengan post sectio caesarea sangat rendah. Kebanyakanreferensi belum memberikan studi atau informasi yang akan mengizinkan praktisi kesehatan menyatakanbahwa obat yang digunakan selama operasi aman untuk dilakukannya Inisiasi Menyusui Dini. Salah satu RS diwilayah Kota Bekasi belum melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu dengan post sectio caesarea . Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui penggunaan obat anestesi sectio caesarea pada Inisiasi Menyusui Dini (IMD)di salah satu RS wilayah Kota Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desainpenelitian deskriptif. Data diambil dari rekam medik dan data pemakaian obat di farmasi. Hasil dari penelitianini adalah penggunaan anestesi spinal sebanyak 179 pasien (99,44%) dan saat anestesi spinal gagal dilakukan,anestesi umum selanjutnya dilakukan pada 1 pasien (0,56%). Pasien yang menggunakan kombinasi obatanastesi dengan kategori resiko laktasi L2 adalah 170 pasien (94,44%), sedangkan pasien yang menggunakankombinasi yang terdapat obat anastesi dengan kategori resiko laktasi L3 (oxynorm) adalah 10 pasien (5,56%).