cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Majalah Farmasi dan Farmakologi (Trends in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14107031     EISSN : 26556715     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasi dan Farmakologi diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin tiga kali setahun, yaitu pada Bulan April, Agustus, dan Desember dengan ISSN 1410-7031 dan e-ISSN 2655-6715 yang berisi tulisan atau artikel tentang hasil penelitian atau telaah literatur dalam bidang kefarmasian seperti farmakologi, farmakognosi, fitokimia, kimia farmasi, teknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
STUDI IN SILICO SENYAWA MINYAK ATSIRI KETUMBAR TERHADAP PROTEIN RNA-DEPENDENT RNA POLYMERASE (RdRp) COVID-19 Iksen; Emanrius Lase
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 4 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i4.30047

Abstract

COVID-19 adalah penyakit akibat infeksi virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2).COVID-19 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, mulai dari gejala yang ringan seperti flu, hinggainfeksi paru-paru, seperti pneumonia. Sampai sekarang belum ditemukan pengobatan yang sesuai untukpenyakit COVID-19. Daun ketumbar (Coriander sativum L.) mengandung beberapa minyak atsiri yangdiprediksi dapat berfungsi sebagai antivirus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaraninteraksi secara in silico senyawa minyak atsiri dari daun ketumbar terhadap target protein RNA-dependentRNA polymerase (RdRp) pada virus COVID-19. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software(perangkat lunak) Pyrx dan divisualisasikan dengan software Discovery Studio. Pengunduhan protein RdRPmelalui Protein Data Bank (PDB) dengan kode 6M71. Struktur dua dan tiga dimensi senaywa minyak atsiri dankontrol diunduh dengan menggunakan database PubChem. Hasil penelitian menunjukkan senyawa minyakatsiri daun ketumbar (Coriandrin) memiliki potensi interaksi terbaik antara ligan terhadap RdRp secara in silicodengan nilai energi -6.5 Kcal/mol. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa senyawa minyak atisiri daunketumbar mampu terhambat pada protein RdRp secara in silico sehingga berpotensi sebagain anti-COVID-19.
STUDI IN-SILICO SENYAWA UMBI LOBAK PUTIH (Raphanus sativus L.) SEBAGAI KANDIDAT ANTI INSOMNIA Noer Fauziah Rahman; Nurzadrina Wahyuddin; Marwati Marwati
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 4 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i4.30048

Abstract

Insomnia adalah gangguan tidur yang umum dan tersebar luas yang disebabkan oleh berbagai faktor risiko.Insomnia jangka panjang dapat menyebabkan masalah serius termasuk kecemasan, nyeri kronis, penyakitkardiovaskular, hingga gagal jantung. Pengobatan insomnia konvensional memberikan kemanjuran moderattetapi dapat menyebabkan berbagai efek samping termasuk sedasi, penambahan berat badan, keluhangastrointestinal, insomnia rebound dan efek samping lainnya. Penggunaan bahan alam dipercaya memilikiefek samping minimal sebagai pengobatan alternatif. Salah satu bahan alam yang dipercaya memiliki efeksebagai anti insomnia adalah lobak (Raphanus sativus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasisenyawa dari umbi lobak (Raphanus sativus L.) sebagai kandidat obat anti insomnia. Dilakukan penelusuransenyawa melalui studi docking in-silico menggunakan aplikasi AutoDock®. Hasil penambatan senyawa R.sativus menunjukkan semua senyawa dapat berinteraksi dengan sisi aktif reseptor GABA. Interaksi terbaikditunjukkan oleh senyawa 13, 14, dan 16, dengan nilai energi bebas ikatan -9.73, -9.38, dan -7.74 kkal/mol,sedangkan ligan alami diazepam memiliki nilai energi bebas ikatan -8.4 kkal/mol. Interaksi antar molekuldengan residu asam amino yang paling mirip dengan ligan alami adalah Tyr58, Val203, Tyr210, Tyr160, Phe100,Phe77, His102, Ser205. Dapat disimpulkan bahwa ketiga senyawa tersebut diprediksi berpotensi sebagai agenanti insomnia.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN EMULGEL TABIR SURYA KOMBINASI EKSTRAK DAUN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN DAGING LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) Nur Hatidjah Awaliyah Halid; Rahmawati; Dian Rahmaniar
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 4 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i4.30049

Abstract

Daun kopi robusta (Coffea canephora) mengandung senyawa metabolit sekunder antara lain flavonoid,fenolik, tanin, alkaloid, steroid yang berpotensi sebagai antioksidan. Daging lidah buaya (Aloe vera L.) mampumenghambat sinar UV A dan juga UV B serta mempertahankan kelembaban kulit, enzim bradikinase yangdimiliki lidah buaya mampu menghentikan sunburn. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuisediaan emulgel kombinasi ekstrak daun kopi robusta dan daging lidah buaya memiliki stabilitas fisik yang baikdan mengetahui nilai Sun Protection Factor (SPF) sediaan.Penelitian ini termasuk penelitian analitik. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarutetanol 96% dan diperoleh ekstrak kental sebanyak 128,5 gram. Ekstrak kental diformulasi dalam bentuksediaan emulgel pada konsentrasi ekstrak 0,5%, 1% dan 3% dan daging lidah buaya dengan konsentrasi 20%.Selanjutnya dilakukan evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar,uji viskositas, uji tipe emulsi dan cycling test. Selanjutnya penentuan nilai SPF dilakukan dengan menggunakanalat spektrofotometer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan One-Way ANOVA.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan emulgel memenuhi syarat evaluasi stabilitas fisik. Formulasisediaan emulgel ekstrak daun kopi robusta dengan konsentrasi 0,5% diperoleh nilai SPF 4,2 (Proteksi minimal),konsentrasi 1% dengan nilai SPF 5,7 (Proteksi sedang), sedangkan konsentrasi ekstrak 3% dengan nilai SPF 9,1(Proteksi ekstra).
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIACNE SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK BATANG PISANG AMBON (Musa paradisiaca var. sapientum) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Risky Juliansyah Putri; Nesti Agnesia; Nur Hatidjah Awaliyah Halid; Jastria Pusmarani; Toto Surianto
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 4 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i4.30051

Abstract

Kulit berminyak adalah salah satu penyebab terjadinya jerawat pada wajah disebabkan karena aktifnyakelenjar sebaseus dalam menghasilkan sebum sehingga dapat menyumbat pori-pori kulit. Salah satu tanamanyang telah diketahui secara empiris dapat berperan sebagai agen antibakteri adalah Batang pisang ambon(Musa paradisiaca var. sapientum). Sediaan sabun batang pisang ambon diformulasikan dengan 3 variasikonsentrasi yaitu pada konsentrasi 15 %, 20%, dan 25%. Selanjutnya dilakukan pengujian uji aktivitasantibakteri dengan menggunakan metode difusi paper disk dan kestabilan fisik sediaan sabun batang pisangambon (Musa paradisiaca var. Sapientum) meliputi uji organoleptik, pH, tinggi busa, cycling test, dan uji kadarair. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan analisis SPSS One-Way ANNOVA. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ekstrak batang pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum) dalamformulasi sediaan sabun padat memenuhi syarat stabilitas fisik dimana sabun padat tersebut berwarna coklattua pada konsentrasi 15%, 20% dan 25%, bau khas ekstrak batang pisang serta bentuknya padat. Sabun padatekstrak batang pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum) dengan konsentrasi 15% memiliki dayahambat hambat 7,3 mm dengan kategori zona hambat sedang, konsentrasi 20% memiliki daya hambat 11,9mm dengan ketegori zona hambat kuat dan konsentrasi 25% memiliki daya hambat 14,8 mm dengan kategorizona hambat kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan diperoleh hasil analisis anova yangsignifikan 0,004 (p<0,05). Adapun kesimpulan dari penelitian formulasi sediaan sabun padat batang pisangambon (Musa paradisiaca var. Sapientum) bahwa ketiga formulasi memenuhi standar kestabilan fisik sediaanserta dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionobacterium acnes.
KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA Aedes aegypti Septilina Melati Sirait; Bayu Adhi Wicaksono; Maissy Savilla; Olga Amelia; septilinamelati.aka@gmail.com
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 4 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i4.30052

Abstract

Ekstrak daun kelor dan ekstrak daun kersen memiliki kandungan metabolit sekunder alkaloid, tanin, saponin,flavonoid, steroid, dan fenol. Senyawa metabolit sekunder tersebut digunakan untuk mendukung kinerjalarvasida dari bahan alami untuk membunuh larva Aedes aegypti. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatanekstrak dengan maserasi, kemudian dilakukan kombinasi pencampuran ekstrak daun kelor dan daun kersensehingga diperoleh kombinasi optimal pengujian larvasida menggunakan larva Aedes aegypti . Campuranekstrak daun kelor dan daun kersen berturut – turut adalah (0 : 100)%, (25 : 75)%, (50 : 50)%, (75 : 25)% dan(100 : 0)%. Persen kematian larva sesuai dengan perbandingan konsentrasi berturut – turut adalah 84%, 80%,84%, 96% dan 88%. Kombinasi ekstrak daun kelor dan daun kersen memiliki kemampuan membunuh larvatertinggi pada perbandingan konsentrasi 75% : 25% dengan tingkat kematian larva sebesar 96%.
EVALUASI PENGGUNAAN OSELTAMIVIR DAN AZITROMISIN PADA PASIEN COVID – 19 DI RSUD UNDATA PALU Setiawati Fadhilah Zainal; Amelia Rumi; Muhammad Tamrin Tahir; Nurhaya Y Kanang
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 4 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i4.30053

Abstract

Wabah virus corona atau lebih dikenal dengan nama Covid–19 berdampak sampai ke Indonesia hinggasekarang. Angka penularan virus ini terus meningkat di Indonesia dan masih tergolong tinggi sehingga kerjasama antara pemerintah, aparat, swasta dan masyarakat terjalin dalam menanggulangi penyebaran viruscorona. Pengobatan Covid–19 diterapi dengan antivirus dan antibiotik yang menjadi salah satu fakorpenunjang keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan oseltamivirsebagai antivirus dan azitromisin sebagai antibiotik pada terapi pasien Covid–19 ditinjau dari hasil data klinikdan pengunaan obat di RS Undata Tahun 2020. Desain penelitian ini, yaitu kuantitatif dengan pendekatanretrospektif, dengan populasi seluruh pasien terkonfirmasi positif covid-19 dan jumlah sampel 52 pasien yangmemenuhi kriteria inklusi yaitu pasien menerima oseltamivir dan azitromisin dan memiliki data suhu, heartrate, respiration rate, leukosit, hasil klinik yang tertera di rekam medik. Data yang diperoleh dianalisis denganuji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan oseltamivir dengan persentase 11%,sedangkan azitromisin dengan persentase 4% untuk terapi tunggal dan sebanyak 85% untuk terapi kombinasioseltamivir dan azitromisin. Penggunaan terapi oseltamivir dan azitromisin menunjukkan perbedaan yangsignifikan untuk suhu tubuh (p=0,002), heart rate (p=0,003) dan GCS (p=0,035), tidak ada perbedaan signifikanuntuk hasil pemeriksaan leukosit (p=0,888) dan respiration rate (p=0,333). Pemberian kombinasi oseltamivirdan azitromisin sebagai terapi pengobatan lebih efektif dan dapat memperluas lingkup terapi dan beberapainfeksi.
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN SEMBUKAN (Paederia Foetida L.) TERHADAP KADAR BLOOD UREA NITROGEN DAN KREATININ MENCIT (Mus Musculus) Suwahyuni Mus; Nurzadrina Wahyuddin; Sitti Rahimah; Elisabeth Melani
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 4 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i4.30054

Abstract

Sembukan (Paederia foetida L.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan untuk pengobatan. Namunsebelum diolah menjadi bahan obat sangat penting untuk menguji keamanan daun sembukan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui efek toksik pemberian ekstrak etanol daun sembukan terhadap kreatinin danBlood Urea Nitrogen pada mencit. Mencit yang digunakan sebanyak 20 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompokyaitu kelompok I kontrol (aquades), dan 3 kelompok uji yang diberi ekstrak etanol daun sembukan dengandosis 500 mg/KgBB (kelompok II), 1000 mg/KgBB (kelompok III), dan 2000 mg/KgBB (kelompok IV) selama 14hari lalu diukur kadar Blood Urea Nitrogen dan kreatinin. Hasil penelitian menunjukkan kadar Blood UreaNitrogen dan kreatinin tertinggi terdapat pada kelompok IVdosis 2000 mg/KgBB yaitu sebesar 55.6 mg/L danKreatinin 0.52 mg/L. Nilai ini masih termasuk dalam rentang kadar normal sehingga dapat disimpulkan bahwapemberian ekstrak etanol daun sembukan pada dosis 500 mg/KgBB, 1000 mg/KgBB dan 2000 mg/KgBB tidakmenyebabkan efek toksik pada ginjal mencit.
VALIDASI METODE ANALISIS SENYAWA PIPERIN DALAM JAMU MENGGUNAKAN METODE KLT–DENSITOMETRI Aswad, Muhammad; Mulyani, Ariny Aggreni; Yasir, Budiman; Ambo Lallo, Subehan
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i3.24411

Abstract

Piperin adalah senyawa marker bagi tanaman dengan famili Piperaceae. Senyawa ini mempunyai rasa yang khas dan dijadikan rempah- rempah, sumber makanan, dan diaplikasikan sebagai pengobatan tradisional jamu dan senyawa ini berguna pada berbagai penyakit sebagai antiproliferative, antitumor, antiangiogenesis, antioksidan, antidiabetes, antiobesitas, kardioprotektif, antimikroba, antipenuaan, hepatoprotektif, anti-alergi, anti-inflamasi, neuroprotektif, dan efek imunomodulator. Pengujian kadar piperin sebagai kontrol kualitas diperlukan pada obat tradisional karena piperin merupakan senyawa aktif berkhasiat sekaligus sebagai senyawa mayor dalam beberapa tanaman khususnya genus Piper. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi metode analisis senyawa piperin dan mendeteksi marker senyawa piperin dalam obat tradisional menggunakan KLT-Densitometri. Penelitian ini bersifat eksperimental meliputi validasi metode analisis senyawa piperin dengan konsentrasi 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm, 25 ppm, dan 50 ppm dan deteksi piperin dalam jamu CM, Jamu AU, dan jamu PS konsentrasi 100 ppm menggunakan KLT sebagai fase diam, dan heksan: etil asetat (2:1 v/v) sebagai fase gerak dan pada panjang gelombang 340 nm. Hasil penelitian menunjukkan koefisien determinasi pada untuk parameter lineritas yaitu 0,9985, simpangan deviasi (SD) 0,0004 – 0,0088, koefisien variasi 0,04-1,04, % recovery 92.46% - 105.65%, LoD = 2.93 ppm, dan LoQ = 9.79 ppm. Untuk pengujian kadar piperin dalam jamu, marker piperin dalam jamu dapat ditemukan dengan nilai Rf 0,37, dan kandungan kadar piperin terdeteksi dalam Jamu CM 66,49 ppm > Jamu AU 4,64 ppm > jamu PS 1,9 ppm. Penggunaan KLT Densitometri dalam validasi metode analisis dan kontrol kualitas senyawa dalam produk jamu dapat dilakukan dan menghasilkan nilai sesuai dengan syarat validasi dan mendeteksi marker senyawa dalam jamu dapat diaplikasikan dengan KLT-densitometri.
FOTOPROTEKSI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NANOENKAPSULASI EKSTRAK ETANOL BUAH KERSEN (Muntingia calabura L.) Kusumawardany, Sony Febri; Nastiti Utami; Dwi Saryanti
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i3.24892

Abstract

Senyawa aktif dalam buah kersen memiliki potensi sebagai antioksidan dan dapat berfungsi sebagai fotoprotektif diantaranya flavonoid dan senyawa fenolik lainnya. Kelemahan senyawa dari bahan alam bersifat termolabil, sehingga memerlukan modifikasi enkapsulasi untuk memperoleh potensi yang maksimal.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan efek fotoproteksi nanoenkapsulasi ekstrak etanol buah kersen (Muntingia calabura L.) dengan variasi konsentrasi kitosan. Ekstraksi simplisia menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% dan formulasi nanoenkapsulasi menggunakan metode gelasi ionik dengan kitosan 0,1%; 0,15%; dan 0,2%. Pengujian yang dilakukan yaitu skrining fitokimia, uji ukuran partikel dengan Particle Size Analysis (PSA), analisis gugus dengan FTIR, aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, dan penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF). Hasil yang didapatkan pada uji ukuran partikel dari ketiga formula masuk dalam rentang ukuran nanoenkapsulasi 1-1000 nm dan ukuran yang paling baik pada Formula II yaitu 152,8±9,5 nm. Hasil analisis gugus fungsi nanoenkapsulasi ekstrak etanol buah kersen menunjukkan serapan milik kitosan dan ekstrak dengan memuculkan dua serapan dominan pada bilangan gelombang 1629,79 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus bending N-H dan 3261,42 cm-1 yang menunjukkan adanya serapan gugus hidroksil yang tumpang tindih dengan vibrasi streching N-H. Aktivitas antioksidan yang dilihat dari IC50 dari ketiga formula nanoenkapsulasi ekstrak etanol buah kersen termasuk kategori sangat kuat yaitu Formula I (9,57±0,02 mg/L), Formula II (9,45±0,01 mg/L), dan Formula III (9,05±0,04 mg/L). Nilai SPF yang diperoleh oleh Formula I, II, III secara berturut-turut yaitu 12,1828±0,0045; 14,3430±0,0008; dan 14,7285±0,0091.
EFEKTIVITAS DAN EFEK SAMPING DARI IMPLAN LEVONORGESTREL DAN IMPLAN ETONOGESTREL: REVIEW ARTICLE Chabib, Lutfi; M. Pandoman febrian; Hannie Fitriani; Uzulul Hikmah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i3.24910

Abstract

Implan levonorgestrel (LVN) dan etonogestrel (ENG) merupakan contoh long-acting reversible contraception (LARC) yang memiliki efektifitas yang tinggi dalam pencegahan kehamilan pada jangka waktu yang panjang. Penulisan review ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas dan efek samping terkait LVN 2 batang dan ENG 1 batang sebagai alat kontrasepsi implan subdermal. Studi mengenai perbandingan efikasi implan LVN dengan implan ENG menunjukkan bahwa keduanya memiliki efikasi sebagai kontrasepsi yang baik diamati dari tingkat kejadian kehamilan yang sangat rendah. Perbedaan antara keduanya dapat dilihat dari berapa lama durasi yang disetujui untuk perlindungan dalam pencegahan kehamilan yaitu 3 tahun untuk implan ENG dan 5 tahun untuk implan LVN. Selain itu, Efektivitas kedua implan tersebut dalam mencegah kehamilan menunjukkan efek yang sebanding dari berbagai pengujian. Terkait studi mengenai efek samping menunjukkan bahwa efek samping pendarahan pada penggunaan ENG lebih besar dibandingkan pada implan LVN, sehingga LVN lebih dipilih dibandingkan dengan ENG.