cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Pengaruh Tingkat Subsitusi Pakan Alami dengan Pakan Buatan terhadap Tingkat Konsumsi Pakan dan Komposisi Asam Amino Ikan Gabus (Channa striata) Haryati; Dody Dh. Trijuno; Edison Saade
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) saat ini tidak hanya sebagai sumber protein hewani, tetapi komoditas tersebut juga dimanfaatkan untuk industri farmasi yaitu sebagi sumber albumin. Selama ini pakan yang digunakan untuk pemeliharaan ikan gabus adalah pakan alami, namun pakan alami mempunyai beberapa kelemahan, oleh karena itu perannya perlu digantikan oleh pakan buatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat subsitusi pakan alami dengan pakan buatan terhadap tingkat konsumsi pakan, komposisi asam amino pakan dan komposisi asam amino pada ikan gabus. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu: A) 100% pakan pakan alami, B) 75% pakan alami dan 25% pakan buatan, C) 50% pakan alami dan 50% pakan buatan, D) 25% pakan alami dan 75% pakan buatan dan E) 100% pakan buatan. Parameter yang di evaluasi yaitu (1) tingkat konsumsi pakan, (2) komposisi asam amino pakan dan (3) komposisi asam amino ikan gabus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan tingkat substitusi pakan alami dengan pakan buatan tidak berpengaruh nyata (p>0.05) terhadap tingkat konsumsi pakan. Kandungan asam amino pada pakan alami lebih tinggi dibandingkan pada pakan buatan. Kandungan total asam amino ikan gabus paling tinggi pada perlakuan A (75.08%), kemudian diikuti perlakuan B (69,56%), sedangkan pada perlakuan C, D dan E berturut-turut 49,29%, 45,65% dan 41,96%.Kata kunci: asam amino, ikan gabus (Channa striata), pakan alami, pakan buatan, tingkat konsumsi pakan, substitusi
Dinamika Kondisi Oseanografi di Perairan Spermonde pada Musim Timur Abd Rasyid Jalil; Muh. Farid Samawi; Hasni Y. Azis; Andi Imran Anshari; Ilham Jaya; Abdul Malik
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Spermonde merupakan perairan yang mengelilingi pulau-pulau Spermonde dengan dangkalan yang berada di sebelah barat daya Sulawesi Selatan dan terpisah dari dangkalan Sunda yang terletak di seberang Selat Makassar. Kawasan perairan kepulauan ini meliputi bagian selatan Kabupaten Takalar, Kota Makassar, Kabupaten Pangkep, hingga Kabupaten Barru pada bagian utara pantai Barat Sulawesi Selatan (Jalil, A.R., 2013). Letaknya yang berada di Selat Makassar, sehingga kondisi perairannya dipengaruhi selat tersebut, serta segala aktifitas yang terjadi di dalamnya.Kabupaten yang memiliki pulau – pulau terbanyak di perairan Spermonde adalah Kabupaten Pangkep dengan jumlah 117 pulau (Dinas Kelautan dan Perikanan Pangkep, 2007). Mayoritas Penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Aktifitas penangkapan ikan dipengaruhi oleh keadaan musim, dan juga kegiatan yang tidak ramah lingkungan, menyebabkan hasil tangkapan ikan nelayan menjadi berkurang yang berimbas pada kondisi perekonomian rumah tangga.Tujuan penelitian ini yaitu bertujuan memberikan gambaran kondisi oseanografi khususnya pada musim timur di perairan Spermonde di kabupaten Pangkep dan kabupaten Takalar pada bulan Juni-Juli 2019. Parameter yang diukur antara lain suhu, salinitas, pH, phosphate, nitrat, Do, dan Co2. Hasil kajian ini menjadi basis data system informasi kelautan dalam memanfaatkan kondisi oseanografi untuk kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat nelayan pada saat tidak dapat melaut akibat kondisi lingkungan.Kata kunci: dinamika, oseanografi, Spermonde, musim timur
Studi penggunaan zat pengatur tumbuh BAP terhadap pembentukan tunas dan pertumbuhan mutlak rumput laut (Kappaphycus alvarezii, Doty.) Rustam1 Rustam1; Rajuddin Syamsuddin; Eddy Soekandarsih; Dody Dh. Trijuno
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan bibit dan rendahnya kualitas produksi rumput laut K. alvarezii merupakan persoalan klasik yang terjadi pada setiap sentra pengembangan budidaya. Oleh sebab itu perlu dilakukan penggunaan hormon tumbuh BAP untuk merangsang pembentukan tunas dan pertumbuhan mutlak K. alvarezii untuk memecahkan persoalan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi optimum hormon tumbuh BAP yang merangsang pembentukan tunas pada talli dan pertumbuhan mutlak rumput laut K. alvarezii. Penelitian terdiri atas dua tahap. Pertama dilakukan laboratorium selama 3 hari dengan merendaman talli rumput laut ke dalam larutan hormon tumbuh BAP dengan konsentrasi 0,0 mg/L (kontrol); 1,0 mg/L; 2,0 mg/L; 3,0 mg/L dan 4,0 mg/L. Kedalam semua wadah ditambah pupuk Conway 1,0 mg/L untuk meningkatkan nutrisi pada media pemeliharan. Kedua rumput laut dibudidayakan di laut selama 4 minggu. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis regresi nonlinier model polynomial kuadratik. Hasil menunjukkan bahwa pembentukan tunas tertinggi pada konsentrasi 2,0 mg/L dengan jumlah 387,33 ± 2,52 tunas pada minggu ke 4. Sedangkan pertumbuhan berat mutlak tertinggi pada konsentrasi 2,0 mg/L sebanyak 176,63 ± 6,81 g dan terenda pada konsentrasi 4,0 mg/L sebanyak 125,77 ± 5,57 g. Konsentrasi optimum hormon tumbuh BAP untuk merangsang pembentukan tunas pada talli dan pertumbuhan berat mutlak K. alvarezii adalah 1,82 mg/L.Kata kunci: 6-Benzylaminopurine (BAP); pembentukan tunas; pertumbuhan mutlak, K. alvarezii.
Laju Melanosis Udang Vanamei (Litopenaeus vannamei) pada Tambak Intensif dan Tambak Tradisional di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Yuliati H Sipahutar; M Rifqi Suryanto Suryanto; Husnul K Ramli; Riza B Pratama; Muhammad Irsyad
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui laju melanosis pada udang hasil tambak intensif dan tambak tradisional. Penelitian dilakukan di tambak intensif di Desa Mariorennu, Kecamatan Gantarang, dan tambak tradisional di Desa Manjalling, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan dan Balai Penelitian dan Pengembangan Mutu Hasil Perikanan Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan eksprimen dengan metoda Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan lama penyimpanan 0, 2 , 4 , 6 dan 8 hari didalam cold box dengan suhu 0℃. Analisa data dilakukan dengan Anova, dan bila berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Parameter uji melanosis menggunakan score sheet melanosisdiuji oleh 6 orang panelis standar. Uji kesegaran dilakukan dengan pH dan TVB. Hasil analisis menunjukkan bahwa laju pertumbuhan melanosis udang dari tambak intensif berpengaruh sangat nyata dengan udang dari tambak tradisional. Selama pengamatan terdapat interaksi dengan perlakuan waktu penyimpanan. Pengamatan hari ke-0 tidak berpengaruh nyata terhadap pengamatan penyimpanan hari ke 2, namun sangat berpengaruh nyata terhadap penyimpanan hari ke 4, ke 6, dan ke 8. Melanosis mulai tumbuh pada penyimpanan hari ke 2 untuk udang tambak intensif, dan untuk udang tambak tradisional pada hari ke 4. Hasil uji kesegaran udang tambak intensif dan udang tambak tradisional menunjukkan pH 10,5 dan 8,87; TVB 32,87 mgN/gr dan 24,75 mgN/gr. Kesimpulan adalah pertumbuhan melanosis pada udang tambak intensif lebih cepat terjadi dibandingkan dengan udang tambak tradisionalKata kunci: laju melanosis, udang vannamei, tambak intensif, tambak tradisional,
Penggunaan Response Surface Methodology untuk Optimasi Proses Pembakaran Ikan Bandeng terhadap Penurunan Kadar Polisiklik Aromatik Hidrokarbon Syahrul Syahrul; M. Audy Faulandy; Herdianti Mallawa; Sri Devi; Nurfadillah Ayu Eka
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan panggang merupakan salah satu jenis pengolahan makanan favorit di Indonesia. Kehidupan perkotaan yang padat berefek pada terjadinya peningkatan konsumsi makanan siap saji pada rumah makan yang umumnya menyajikan berbagai jenis makanan panggang. Makanan panggang atau bakar ditengarai mengandung komponen polisiklik aromatik hidrokarbon yang dapat berbahaya bagi kesehatan jika prosesnya tidak sesuai dengan prosedur yang tepat. Penelitian ini melakukan optimasi dengan menggunakan response surface methodology untuk mereduksi komponen PAH. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengevaluasi reduksi kandungan senyawa PAH dalam ikan bakar dengan optimasi penggunaan bumbu berbasis rempah lokal, jarak dan lama pemanasan. Kandungan total PAH maksimum yang ditemukan pada ikan bandeng bakar adalah 207,3 ng per g sampel. Formula optimum untuk ikan bandeng bakar adalah pembakaran dengan lama pembakaran 24,42 menit, konsentrasi bumbu 4,37 % dan jarak pembakaran 6,48 cm. Hasil verifikasi formula ikan bandeng bakar menunjukkan kandungan PAH 11,07 ng/g sampel, nilai L 40,24, nilai derajat hue 68,13 dan nilai kadar air 64,22 %. Seluruh nilai prediksi formula ikan bandeng bakar memenuhi 95 % prediction interval. Nilai PAH yang rendah menunjukkan bahwa formula dapat digunakan untuk memperoleh titik proses pembakaran yang optimum untuk reduksi PAH dari makanan bakar.Kata kunci: ikan bandeng, komponen PAH, optimasi pembakaran, response surface methodology
Menilai Sektor Potensial dan Pengelolaan Strategi Perikanan di Bantaeng, Sulawesi Selatan Agus Kurniawan B
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakandaerahyangtepatdapatmengoptimalkan pembangunan,tatakelolasumberdayadandapat mengidentifikasimasalahkelembagaan.Kemampuansuatudaerahdapatdilihatdarikeunggulankomparatif baikdariarahkebijakandankeunggulansektor-sektor.PemanfaatansumberdayadiKabupatenBantaeng secaraintensif,optimaldanterkendalimendorong pertumbuhan ekonomilokalyangtinggisertadapat memberikan efekkeuntungan yangbesarbagikesejahteraan masyarakat.Metodeanalisisyangdigunakan dalampenelitianinimenggunakanteknikpendekatan umumLocationQuotient(LQ),SWOTanalysisdan AHPmethod.DalamhalinimenyajikankemampuansektorunggulandiKabupatenBantaengmenggunakan LocationQuotient(LQ)yangdidapatkansetiaptahunpada sektorperikananyangmerupakansektor unggulandiKabupatenBantaeng.Padatahun2014sebesar1.49,tahun2015sebesar1.39,tahun20161.39, tahun2017sebesar1.37dantahun2018sebesar1.35.HalinimenunjukkansektorbasisunggulanKabupaten Bantaengmengalami penurunansecaraterusmenerus.Analisis SWOTdidapatkannilaiprioritasIfaktor Kekuatan-Peluangsebesar2.87,prioritasIIKekuatan-Ancamansebesar2.55,Prioritas IIIKelemahan- Peluangsebesar2.37,danPrioritas IVKelemahan-Ancamansebesar2.05.darihasilMetodeAHPyang didapatkanuntukalternati
Tingkat Kepatuhan Pelaku Usaha Komoditi Perikanan di Sulawesi Selatan Mohammad Zamrud; Fatima Tayang; Muhammad Jamil; Sitti Chadidjah
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) adalah kepatuhan pelaku usaha bidang kelautan dan perikanan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Pelaku usaha tersebut antara lain pelaku usaha yang bergerak dibidang ekspor, impor dan antar area. Pengukuran tingkat kepatuhan berdasarkan pada tingkat ketaatan dalam mengikuti ketentuan administrasi dan teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kepatuhan pelaku usaha di Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah investigasi dan profiling pelaku usaha. Selanjutnya analisis data atas penilaian tersebut dilakukan dengan melalui melalui 2 cara yaitu : analisis mendalam terhadap nilai skoring dan perhitungan nilai indeks untuk masing-masing kelompok pertanyaan.. Hasil investigasi kemudian dianalisa secara deskriptif dalam bentuk gambar, tabel dan grafik. Secara umum, tingkat kepatuhan pelaku usaha ekspor, impor dan antar area berada dalam kisaran tinggi.Kata kunci: tingkat kepatuhan, komoditi perikanan, pelaku usaha, Sulawesi Selatan
Komposisi Mineral Sisik Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.) dan Kakatua (Scarus sp.) dengan Perendaman Asam Cindy Regina Magdalena Loppies; Daniel A.N. Apituley; D. Soukotta Soukotta
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poduksi ikan kakap merah dan ikan kakatua biasanya dihasilkan limbah sebesar 58,5% diantara limbah tersebut terdapat sisik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sisik ikan memiliki kandungan mineral dan dapat digunakan untuk produk pangan, namun kendalanya bau amis, bau amis ini biasanya dihilangkan sengan penggunaan asam jeruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan mineral makro dan mineral mikro dari sisik ikan kakap merah (Lutjanus sp.) dan sisik ikan kakatua (Scarus sp.) segar yang diberikan perlakuan perendaman larutan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan lemon kasturi (Citrus mitis). Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan secara objektif, meliputi parameter analisa mineral makro (Kalsium (Ca), fosfor (P), magnesium (Mg), natrium (Na), dan Kalium (K)) dan mineral mikro (Besi (Fe), Iodium (I), tembaga (Cu), dan seng (Zn)).Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan yaitu sisikikan segar, sisik ikan rendaman C .microcarpa dan, sisik ikan rendaman C. aurantifolia kemudian semuanya dipresto. Hasil analisis menunjukan sisik ikan kakap merah dan sisik ikan kakatua mengandung 9 jenis mineral yang terdiri atas 5 jenis mineral makro dan 3 jenis mineral mikro. Kandungan mineral makro tertinggi terkandung pada sisik ikan kakap merah (Lutjanus sp.) yang diberikan perlakuan perendaman asam C. Aurantifolia yaitu Kalium sebesar 157,09 mg/Kg dan yang terendah terdapat pada sisik ikan kakatua (Famili Scaridae) yang diberikan perlakuan perendaman asam C. Mitis, sebesar 0,36 mg/Kg. Pada mineral mikro kandungan tertinggi terdapat pada sisik ikan kakap merah (Lutjanus sp.) dengan perlakuan perendaman C. Mitis yaitu Seng dengan kandungan sebesar 59,22 mg/Kg dan yang terendah terjadi pada mineral Tembaga dimana rata-rata mengandung <0,25 mg/Kg.Kata kunci: sisik ikan, mineral makro dan mikro
Hubungan Panjang-Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Sicyopus zosterophorum (Bleeker, 1856) di Sungai Bohi, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah Abdul Gani; Achmad Afif Bakri; Devita Tetra Adriany; Novalina Serdiati; Nurjirana Nurjirana; Muh. Herjayanto; Muhammad Nur; Dawam Heksa Satria; Christian Julianto Opi; Jusmanto Jusmanto; Muh. Iqbal Adam
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sicyopus zosterophorum merupakan salah satu spesies dari famili Gobiidae yang diketahui bermigrasi secara amphidromous, sehingga disebut sebagai amphidromous goby. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang bobot dan faktor kondisi pada ikan S. zosterophorum. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019 hingga Januari 2020, sampel ikan dikoleksi dari Sungai Bohi, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Hasil analisis hubungan panjang bobot ikan S. zosterophorum pada ikan jantan mempunyai model hubungan panjang bobot adalah W = 0.00005L2.607 sedangkan untuk ikan betina adalah W = 0.003L1.546. Hubungan panjang bobot menunjukkan nilai korelasi yang sangat kuat untuk ikan jantan (r = 0.91) dan ikan betina yaitu sedang (r = 0.49). Berdasarkan hasil uji t terhadap nilai koefisien pertumbuhan (b) untuk ikan jantan maupun ikan betina menunjukkan tipe pertumbuhan allometrik negatif dimana thitung >ttabel yang berarti pertambahan panjang lebih cepat dari pada pertambahan bobot tubuh ikan. Nilai b yang rendah (b = 1.55) pada ikan betina menunjukkan ikan betina memiliki tubuh yang agak kurus dibandingkan dengan ikan jantan (b = 2.61). Kisaran faktor kondisi S. zosterophorum betina adalah 0.64 – 1.43 dan jantan yaitu 0.76 – 1.41. Variasi nilai faktor kondisi dipengaruhi oleh makanan, umur dan waktu matang gonad.Kata kunci: Sicyopus zosterophorum, hubungan panjang bobot, faktor kondisi, Sulawesi Tengah.
Keanekaragaman Echinoidea di Kepulauan Tonyaman, Polewali Mandar Echinoidea diversity in Tonyaman Island, Polewali Mandar Sharifuddin Bin Andy Omar; Destrilia Duma; Sri Wahyuni Rahim; Basse Siang Parawansa; Moh. Tauhid Umar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulu babi termasuk dalam kelas Echinoidea, merupakan salah satu potensi sumberdaya protein hewani yang mempunyai manfaat besar bagi kehidupan manusia. Selain itu, bulu babi juga memiliki manfaat ekologis besar dalam struktur rantai makanan di perairan. Hewan ini umumnya hidup berasosiasi dengan padang lamun, termasuk di perairan Kepulauan Tonyaman, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Penelitian tentang bulu babi di pulau-pulau yang berada dalam kawasan Kep. Tonyaman telah dilakukan pada bulan Februari 2019 sampai Maret 2019.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis, kelimpahan individu, kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi bulu babi yang terdapat di perairan tersebut. Pengambilan sampel bulu babi dilakukan saat air surut masing-masing pada dua buah stasiun (yang ada lamun dan tanpa lamun) diP. Battoa, P. Dea-dea, P. Gusung Toraja, dan P. Tangnga. Metode yang digunakan adalah metode transek, menggunakan lima buah transek bujur sangkar berukuran 0,5 m x 0,5 m pada setiap stasiun, Semua individu bulu babi yang terdapat di dalam transek diambil setiap bulan sekali, untuk diidentifikasi. Selama penelitian, diperoleh 515 individu bulu babi yang berasal dari 7 spesies dan 4 famili. Jenis bulu babi yang paling melimpah di Kep. Tonyaman dan tersebar di seluruh lokasi penelitian adalah Diadema setosum. Nilai indeks keanekargaman yang diperoleh berkisar 0,5729 – 1,5140, indeks keseragaman berkisar 0,3393 – 0,7780, dan indeks dominansi berkisar 0,5315 – 0,8303.Kata kunci: bulu babi, Echinoidea, Kepulauan Tonyaman, padang lamun

Page 9 of 19 | Total Record : 184